Eu9eNi3 : Tidak terasa sudah chapter 4.. (tangis haru) Niatnya cuma bikin 1-2 chapter, ehh, malah nyambung sampe separah ini.. Makin banyak 'korbannya' lage..

Ya udahlahh, enjoy the last chapter!!

----------------------------

Gakuto berjalan, menuju ke ruang kelas Yushi. Hatinya berdebar-debar, karena Ia sudah pasti akan jawabannya.

Terlihat Yushi sedang sendirian di ruang kelasnya, karena memang sudah jam pulang sekolah.

"Yushi!" Sahut Gakuto riang.

Tidak seperti biasanya, Yushi hanya menjawab dengan ketus. "Mau apa kau kemari?"

"Yushi, kau jangan ketus begitu dong.." Rayu Gakuto, "Aku kemari untuk memberikan jawaban sesuai janjiku.."

"Nggak perlu.. Aku sudah tahu jawabannya.."

Jantung Gakuto berdebar hebat. "A.. Aku.."

"Kau akan menolakku, bukan?"

Deg. Jantung Gakuto seakan berhenti untuk sesaat.

"Aku tahu kalau kau menyukai Kenya.. Aku melihatmu bersamanya di stasiun Tokyo.."

"Ti.. Tidak!! Saat itu ada Zaizen juga!!!" Gakuto mencoba menjelaskan.

"Sudahlah, Gakuto.. Kau tidak usah membela dirimu seperti itu.." Kata Yushi lagi, "Aku hanya ingin kau tahu kalau aku suka kamu.. Aku akan mendoakan kamu agar bisa bahagia bersama Kenya.."

Yushi meninggalkan Gakuto sendiri di ruang kelas yang sepi. Tidak terasa, air mata Gakuto meleleh di pipinya yang putih.

Yushi.. Kau salah.. Yang kusukai itu cuma kamu seorang.. Gakuto terus mengulang-ngulang kata-kata itu dalam hatinya. Yushi salah paham..

Gakuto jatuh terduduk. Ia tak sanggup mengatakan apa-apa, Ia hanya bisa menangis.

--------------------------

Yushi menuju ke rumahnya. Di rumahnya, Ia melihat sosok Kenya Oshitari yang sedang mampir ke rumahnya.

"Kenya.. Sepertinya ini barang yang benar.." Kata Ibu Yushi.

"Wahh, syukurlah.. " Kenya terlihat senang, "Aku lelah bolak-balik dari Osaka ke Tokyo.. Ehh, Yushi sudah pulang!! Halo, oom mesum!!"

Yushi melewati Kenya tanpa suara. Dalam hatinya, Yushi membenci Kenya karena Kenya-lah yang mendapatkan Gakuto.

"Kenapa dia??" Tanya Kenya heran,

"Mungkin dia sedang ada masalah.." Jawab ibunya.

Kenya penasaran akan tingkah laku sepupunya itu. Ia pun menghampiri Yushi yang sedang berada di kamarnya.

"Yushiii..." Panggil Kenya. Yushi tetap tidak menyahut.

Kenapa lagi nih anak?? Pikir Kenya. Tiba-tiba, ponsel Kenya berbunyi.

"Ya, halo??" Kata Kenya, "Ohh, kamu Zaizen.. Aku segera pulang, kok.. Kamu jangan ngambek gituhh.. Ini semua kan perintah mamaku.. Ya udah, tunggu aku aja, yahh.. bye, sayang...Muaahh.."

Yushi termangu.

"Kenya, itu pacarmu?"

"Ya, itu pacarku, Zaizen.."

Tiba-tiba Yushi mencengkeram kerah Kenya, "Jadi selama ini kau hanya mempermainkan Gakuto???!!!"

"Tu.. Tunggu!! Apa maksudmu!!??" Balas Kenya.

"Kau.. Bukankah kau pacaran dengan Gakuto??"

"Kau ini dapat info dari mana sih?? Pacarku hanya Zaizen!! Sekarang, lepaskan!!" Yushi melepaskan cengkeramannya. Akhirnya mereka berdua berbicara baik-baik.

"Jadi begitu.." Jawab Yushi. Ia menyesal telah membuat Gakuto menangis.

"Kamu ini.. Jangan membuat dia menangis, dong.." Sahut Kenya, "Tapi, meskipun begitu, kau tetap memikirkan dia, bukan?? Buktinya tadi kau sangat marah ketika kau menyangka aku menduakan dia, bukan??"

"..." Yushi mengangguk.

"Kurasa jam segini Ia belum pulang ke rumahnya.. Tadi aku melihat dia berjalan di sekitar lapangan dengan gontai.."

Jam menunjukkan pukul 8 malam. "Semalam ini dia belum pulang???" Yushi segera mengambil jaketnya, lalu pergi menyusul Gakuto.

Kenya hanya bisa tersenyum melihat kelakuan sepupunya itu.

--------------------

Lapangan Tennis...

Gakuto terus berjalan di sekitar lapangan tennis, tanpa tujuan. Ia menatap lapangan A, mengingat ketika Yushi dan Ia bertanding melawan SeiGaku.

Waktu itu, Ia ingat sekali Ia sampai bertengkar dengan Kikumaru dari SeiGaku, berdebat soal tingginya lompatan, dan Yushi-lah yang melerai mereka, meskipun Yushi kena tendangan tak sengaja dari Gakuto sampai tak sadarkan diri.

Gakuto menoleh ke sebelah kiri, lapangan B..

Ketika mereka melawan Rikkaidai, Gakuto sampai bingung dengan pasangan Yagyuu-Niou yang suka cosplay itu.. Yushi bahkan kena laser beam demi melindungi Gakuto.

Waktu melawan Shitenhouji pula, mereka sampai bete setengah mati gara-gara kelakuan si pasangan bodoh Koharu Konjiki dan Hitouji Yuuji.

Waktu melawan Higa, Yushi bahkan melindungi Sakaki-kantoku yang hampir dilukai oleh pemain Higa yang bengis-bengis itu..

Gakuto tak sanggup mengingat semuanya lagi. Air matanya meleleh lagi.

Bodoh!! Bodoh!! Kau akan melupakan Yushi, bukan??

Aku tidak bisa..

Yushi adalah segalanya bagiku..

Aku merindukannya..

Suaranya, senyumnya, sentuhannya..

"Gakuto!!!"

Gakuto menoleh. Ia mendengar suara orang yang paling dicintainya itu.

"Gakuto!! Maafkan aku!! Aku.. Aku.. Sudah salah paham dan mengatakan hal yang menyakiti hatimu.." Langkah Yushi terhenti.

Air mata Gakuto tidak dapat ditahan lagi. Ia berlari, dan memeluk Yushi.

"Yushi.. Aku..." Gakuto terus menangis di pelukan Yushi.

"Gakuto, tolong katakan sekali lagi.."

"Yushi.."

"Gakuto.."

"Aku suka kamu, Yushi.."

"Aku juga.."

Tiba-tiba saja salju turun.

"Gakuto.. Kamu kedinginan?" Yushi memakaikan jaketnya pada Gakuto.

"Ahh, nggak.. Kan ada Yushi yang menghangatkanku.." Kata Gakuto sambil mendekat ke Yushi.

"Emmm.. Ini memalukan.." Muka Yushi memerah, Ia berpura-pura merapikan letak kacamatanya.

Gakuto tertawa kecil. Itu adalah hari paling membahagiakan bagi dirinya.

------------------------

"Jadi begitu??"

"Yahh, begitulah cerita bagaimana kami jadian.." Cerita Gakuto dengan bangga, sementara Yushi yang di belakangnya berusaha menahan malu.

"Waw, itu cerita yang sangat romantis!!" Zaizen bersemangat, "Coba saja kami seindah itu.."

"Memang.. Kisah kita nggak indah??" Tanya Kenya.

"Habis.. Kau kan nembak setelah habis 3 mangkok ramen di Hagakure.. Dengan mulut penuh ramen pula ngomongnya.. Di mana keromantisannya??"

"Ahhh, lupakan!!!" Muka Kenya memerah.

"Yushi, jadi pacarku saja, ya??" Canda Zaizen.

"YUSHI MILIKKU!!" Gakuto dengan agresif menarik tangan Yushi.

"Hahaha.. Bercanda.."

"Ngomong-ngomong, ngapain kalian tamu tak diundang kemari??" Tanya Yushi ketus.

"Hah, dasar kau.. Tentu saja mau DOUBLE DATE!!" Sahut Kenya bersemangat.

"Hah??" Tanya Yushi balik.

"Sudahlah, kita kan baru jadian.." Bujuk Gakuto. Mau tidak mau, Yushi mengiyakan permintaan Gakuto.

END

Horee.. selesai...

Gimana?? Romantis nggak??

Maklum, author lagi belajar bikin fic romantis.. nggak bejadh ato gila lage.. XDD

Pliz comment!!