"Ini tuan, adik kecil ini ingin bertemu dengan tuan muda Siwon,"jelas pelayan wanita tadi.

"Ikut dengan hyung ne,"Yesung menarik tangan kecil Kyuhyun untuk menuntunnya menuju kamar Siwon. Sepanjang perjalan menuju kamar Siwon yang ada di lantai dua namja kecil ini hanya melongo melihat seisi rumah Siwon yang memang bak sebuah istana dalam negeri dongeng yang dibacanya. Benar-benar rumah yang sangat besar dan mewah.

Author pov*

Kyuhyun masih terlihat sangat mengagumi rumah mewah Siwon. Desain yang sangat elegant dan mewah. Barang-barang yang ada di rumah ini juga terlihat sangat mahal, rumah ini juga sangat luas hingga sepanjang perjalanan menuju kamar Siwon Kyuhyun dikagetkan dengan jumlah pelayan yang sangat banyak hingga ia tak sempat menghitung berapa banyaknya.

"Hei kau kenapa bengong saja?"tanya Yesung sambil menyamakan tingginya dengan tinggi Kyuhyun.

"Hyung ini benar sebuah rumah dan bukan istana?"tanya Kyuhyun masih tak percaya.

"Aishh kau ini lucu sekali, ku kira mau tanya apa. Ini rumah Kyu bukan istana,"jelas Yesung sambil menggeleng-gelengkan kepala besarnya menghadapi anak sepolos Kyuhyun.

"Wow, tapi ini lebih mirip istana hyung daripada rumah,"Kyuhyun masih tetap tak percaya ternyata Siwon memang orang yang sangat kaya raya, dan kenapa ia baru menyadarinya. Ini adalah rumah impiannya sejak kecil.

"Sudahlah, ayo kita segera menemui Siwon. Katanya kau mau bertemu dengannya?"tanya Yesung sambil menarik lembut tangan Kyuhyun.

"Ne hyung,"jawabnya lalu segera berjalan menguntit dibelakang Yesung.

Akhirnya mereka berdua sampai juga di kamar Siwon, dan lagi-lagi Kyuhyun dibuat melongo dengan kamar Siwon yang sangat mewah dan luas dengan desain yang elegant. Kyuhyun menghentikan langkahnya dan masih setia mengagumi keindahan kamar Siwon hingga sebuah suara menyadarkannya dari lamunannya.

"Kyu? Kenapa kau bisa kesini?"tanya Siwon terkejut saat melihat Kyuhyun sudah ada di depan pintu kamarnya bersama Yesung.

"Ah iya. Ini hyung,"Kyuhyun denga cepat menghampiri Siwon dan menyerahkan sebuah dompet hitam yang ada ditangannya pada Siwon.

"Ini kan dompet ku Kyu, kau menemukannya dimana?"tanya Siwon heran.

"Aku menemukannya di rumahku, sepertinya jatuh saat hyung dan noona berciuman kemarin malam,"jelas Kyuhyun polos membuat Siwon hanya melongo dan Yesung serta Ryeowook membelalakkan matanya tak percaya.

"Mwoooo?"teriak sepasang suami istri tersebut kencang.

"Ya! Kau berciuman dengan siapa eoh? Apa kau sedang jatuh cinta sekarang?"tanya Ryeowook beruntun sambil mengguncang-guncangkan tubuh Siwon.

"Aigoo ini sebuah keajaiban seorang yang sombong seperti dirimu bisa jatuh cinta pada yeoja hahaha,"tawa Yesung lebar.

"Ya! Hyung jangan asal bicara, siapa juga yang sedang jatuh cinta,"elak Siwon.

"Tapi hyung, kenapa di dompetmu ada foto Bummie noona?"tanya Kyuhyun polos membuat Siwon semakin ingin membungkam mulut Kyuhyun agar ia berhenti bicara jujur di depan hyung dan noonanya.

"Mwo? aigoo dasar anak nakal,"Yesung segera menyambar dompet Siwon dari tangannya dan segera mencari foto yang dimaksud Kyuhyun.

"Ya! Hyung jangan. Kembalikan dompetku!"Siwon segera turun dari ranjang dan mengejar Yesung.

"Aigoo dia ternyata cantik juga, pasti dia wanita yang sangat spesial hingga bisa menaklukkan pangeran sombong kita ini chagi,"ucap Yesung pada istrinya Ryeowook.

"Ne, jangan-jangan dia sakit juga gara-gara yeoja ini? Ckckck kau lemah sekali kuda!"ejek Ryeowook pada Siwon yang sudah mengambil kembali foto Kibum dari tangan Yesung.

"YA! Jangan asal bicara!"teriak Siwon kesal tepat di depan muka Yesung membuat Yesung tertawa melihat Siwon salah tingkah.

"Huhh, ternyata benar kau menyukainya ya,"Yesung menyimpulkan argumentnya sendiri, sementara Siwon sama sekali tak mau menanggapi perkataan Yesung.

"Adik kecil apa noonamu sudah punya namjachingu?"tanya Ryeowook antusias.

"Ne, dia sangat tampan dan pintar."jawab Kyuhyun polos.

"Mwo? jadi kau menyukai yeoja yang sudah punya namjachingu? Hemm sekarang aku tau perasaanmu,"tanya Ryeowook prihatin.

"Aishh sudahlah jangan bahas ini lagi. Arasseo!"ucap Siwon dingin membuat Yesung dan Ryeowook bergidik ngeri.

"Aishh kau ini! Baiklah aku tak akan membahas ini lagi."ucap Yesung mengalah melihat muka masam dongsaeng kesayangannya itu.

" Aigoo kenapa kau begitu tampan adik kecil, andaikan saja kau seumuran denganku. Aku pasti akan menikahimu,"ucap Ryeowook sambil mengelus rambut pirang Kyuhyun.

"YA! Wookie jahat!"ucap Yesung sebal.

"Aishh jangan marah chagi, aku kan bilang andaikan saja."jawab Ryeowook sambil bergelayut manja pada lengan sang suami yang sedang memanyunkan bibirnya lucu.

"Chagi aku ingin punya adik kecil yang imut seperti dia,"ucap Ryeowook manja.

"Jinjja? Ayo kita buat sekarang chagi,"ucap Yesung bersemangat lalu segera menggendong tubuh istrinya menuju kamar tamu.

"Aigoo kenapa aku mempunyai kakak sepupu yang aneh seperti mereka berdua ckckck,"Siwon hanya menghela nafasnya frustasi melihat tingkah laku hyungnya yang sangat aneh tersebut.

Sementara Kyuhyun hanya diam di ranjang Siwon kemudian beralih pada Kyuhyun yang sedang duduk manis di atas tempat tidurnya.

"Jangan perdulikan perkataan mereka ne, mereka memang orang aneh. Kyu kau kesini dengan siapa hemm?"tanya Siwon sambil duduk disebelah Kyuhyun.

"Aku kesini sendirian hyung,"jawab Kyuhyun.

"Mwo? Pasti nanti noonamu khawatir denganmu. Aku antarkan kau pulang ne,"ucap Siwon khawatir ia akan dimarahi Kibum karena membuat dongsaeng kesayangannya pulang larut malam.

"Tapi hyung kan sedang sakit, nanti sakit hyung tambah parah lagi. Lebih baik hyung istirahat saja."ucap Kyuhyun khawatir.

"Tak apa Kyu, khajja aku antar kau pulang,"Siwon segara menyambar kunci mobilnya yang ada di atas meja nakas lalu menarik tangan Kyuhyun keluar dari kamarya, namun langkahnya terhenti saat ia mendengar suara aneh yang berasal dari perut Kyuhyun.

Krucuk...krucuk...

Siwon tersenyum simpul lalu membawa Kyuhyun ke meja makan.

"Hyung katanya kita mau pulang?"tanya Kyuhyun bingung melihat Siwon kini menyeretnya menuju ruang makan.

"Aishh apa kau tak dengar suara cacing-cacing yang ada di perutmu meminta makan eoh?"tanya Siwon sambil terkekeh pelan.

"Ahh hyung tau ya, hehehe."tawa Kyuhyun polos.

"Ahjumma tolong buatkan makanan untuk anak ini ne,"ucap Siwon pada pelayan paruh baya yang ada di dalam dapur.

"Ne, tuan muda."jawab wanita paruh baya itu patuh.

Tak berapa lama makanan pun sudah siap di atas meja. Kyuhyun dengan lahap segera menghabiskan semua makanan yang ada di atas meja tersebut, sementara Siwon hanya tersenyum melihat raut bahagia di wajah Kyuhyun. Bagi Kyuhyun ini adalah makanan yang sangat enak, baru pertama kali ia makan makanan seperti itu. biasanya ia hanya bisa melihat semua makanan itu di restoran-restoran mewah.

.

.

.

Mobil Siwon melaju perlahan di jalanan kota Seoul yang tampak lengang karena memang ini sudah lewat tengah malam dan orang-orang sedang tertidur pulas pastinya. Kyuhyun sekarang sedang tertidur pulas di sampingnya. Siwon mengulas senyum manisnya melihat Kyuhyun sepertinya bahagia. Tak berapa lama ia pun sudah sampai di depan rumah Kibum. dari kejauhan ia dapat melihat Kibum sedang berdiri di depan pagar rumahnya, tubuhnya tampak menggigil kedinginan. Sepertinya ia sudah lama berdiri di situ.

Kibum tampak sangat terkejut melihat mobil Siwon berhenti di depannya, dan dilihatnya dongsaeng kesayangannya sedang tertidur pulas di dalam mobil mewah Siwon. Siwon segera turun dari mobilnya dan menyapa Kibum.

"Mianhae, Kyuhyun tadi datang ke rumah jadi a—,"belum sempat Siwon menyelesaikan kata-katanya tamparan telah ia terima dari tangan seorang Kim Kibum.

PLAKKK...

Sebuah tamparan keras Kibum daratkan pada permukaan pipi Siwon hingga membuat jejak kemerahan disana.

"Brengsek! Sudah kubilang jangan manfaatkan adikku yang polos Siwon-ssi,"ucap Kibum sadis, membuat Siwon terdiam tak tau harus berbicara apa lagi.

Author pov end*

Siwon pov*

Saat aku berusaha menjelaskan kenapa Kyuhyun bisa bersamaku, sebuah tamparan telak di daratkan oleh tangan mungil Kibum pada pipi kiriku. Hatiku sangat sakit, kenapa niat baikku selalu di anggap jahat oleh orang yang sangat aku cintai. Seharusnya ia bilang terimakasih karena aku telah mengantarkan adiknya dengan selamat sampai ke rumahnya atau setidaknya hanya sebuah senyuman manisnya juga tak apa, aku sudah sangat bahagia hanya dengan itu. Tapi kenapa yang aku terima justru kebencian seorang Kim Kibum pada diriku. Tuhan ini benar-benar tidak adil. Kenapa aku tak bisa membuatnya percaya kalau aku bukan orang jahat.

"Benar aku memang orang brengsek, yang dengan senang hatinya mengantarkan dongsaengmu pagi buta begini di saat aku sedang demam tinggi! Apa aku pantas disebut brengsek hah!"bentakku keras padanya, sungguh aku sudah tak tahan dengan sikapnya yang selalu menganggapku orang yang jahat dan brengsek. Apa ia tak pernah berpikir satu kali saja tentang kebaikanku. Kenapa yang ada di otaknya hanya kejelekanku saja.

"Siapa yang menyuruhmu mengantarkannya? Kau cukup menelponku dan aku bisa menjemputnya sendiri!"teriak Kibum tak mau kalah denganku.

"Noona kenapa kau marah-marah pada Siwon hyung? Dia hanya mengantarku saja noona, aku yang salah bukan Siwon hyung. Jadi marahi aku saja noona," Tiba-tiba Kyuhyun muncul di belakangku membuatku dan Kibum menoleh pada sosok Kyuhyun yang sedang mengucek matanya yang masih mengantuk berat.

"Aishh kau membuat noona khawatir tau, lain kali telpon noona kalau kau mau kemana-mana ne,"Kibum memeluk tubuh kecil Kyuhyun erat.

"Ne, noona."jawab Kyuhyun patuh.

Meskipun Kibum tak pernah menganggapku ada, tapi itu lebih baik daripada ia menganggapku brengsek atau orang jahat. Itu sungguh sangat menyakitkan buatku. Aku segera masuk ke dalam mobilku dan menjalankannya dengan kecepatan tinggi. Tak kuperdulikan teriakan Kyuhyun yang memanggil namaku. Pikiranku sangat kacau saat ini. Kepalaku sakit dan pandanganku mulai kabur. Mungkin sekarang aku sudah membuat kekacuan di jalan raya karena samar-samar ku dengar kericuhan di jalanan dan akhirnya aku pun tak sanggup menyetir. Kuhentikan mobilku secara mendadak hingga mengakibatkan mobil yang ada dibelakangku menabrak mobilku dengan sangat keras. Setelah itu aku tak tahu lagi apa yang terjadi karena aku tidak bisa melihat apa-apa, semuanya gelap dan aku rasa aku sedang tak sadarkan diri sekarang.

.

.

.

Kubuka kelopak mataku perlahan, kurasakan sedikit pusing pada kepalaku. Saat mataku membuka sempurna, aku mendapati Yesung hyung dan Ryeowook noona yang sudah berdiri di samping ranjangku dengan tatapan khawatir.

"Siwon-ah kau sudah sadar ? kau masih mengenaliku kan?"tanya Yesung hyung konyol padaku.

"Tentu saja, kau appanya ddangkoma kan. jangan bercanda hyung!"jawabku malas meladeni pertanyaan Yesung hyung yang sama sekali tak berbobot itu.

"Kalau aku, kau ingat denganku?"sekarang giliran Ryeowook noona yang melontarkan pertanyaan konyol padaku.

"Aishh tentu saja aku ingat. Kau istrinya Yesung hyung noona. Sebenarnya kalian ini kenapa sih? Jangan memberikanku pertanyaan konyol seperti itu,"ucapku bosan meladeni mereka berdua.

"Syukurlah kalau kau masih ingat kami berdua. aku kira kau hilang ingatan gara-gara kecelakaan kemarin hehehe,"ucap Yesung hyung polos.

"Jangan bercanda hyung, mana mungkin hanya karena benturan sedikit kemarin aku bisa hilang ingatan. Dasar babo,"ucapku kesal membuat Yesung hyung langsung memberikan deathglare gratis padaku.

"Aishh sebenarnya kau ini kenapa hah? Sudah tau masih sakit malah nekat bawa mobil sendirian, apa otakmu sedang error gara-gara yeoja manis itu hemm?"tanya Yesung hyung tepat sasaran.

"Ani, sudahlah hyung jangan bahas dia dihadapanku atau kau ku tendang keluar dari rumah,"jawabku kesal.

"Ya! Kau ini berani sekali padaku. Masih sakit tetap saja sombong dan menyebalkan eoh,"ucap Yesung hyung sebal lalu sengaja menyentuh pergelangan tanganku yang sangat sakit.

"Huwaaaaaaaa ... Appo hyung, lepaskan. Please jeongmal appo hyung,"teriakku tak karuan saat Yesung hyung dengan sengaja menyentuh pergelangan tanganku yang sedang sakit.

"Rasakan! Makanya jangan berani menyombongkan diri di depan hyungmu ini ne,"ucap Yesug hyung penuh kemenangan.

"Aishh awas kau hyung, pasti nanti akan kubalas!"ucapku sambil memanyunkan bibirku membuat sepasang suami istri ini terkekeh melihat kelakuanku.

Siwon pov end*

Kibum pov*

Sudah satu minggu dia tak masuk sekolah, apa dia baik-baik saja? Apa kecelakaannya tidak parah? Aishh kenapa aku harus merasa bersalah pada namja sialan itu, seharusnya aku senang karena dia sudah tidak ada di sekitarku lagi dan sudah tidak ada lagi yang mengganggu ketenanganku. Tapi kenapa rasanya sangat aneh, apa mungkin aku sudah terbiasa dengan kehadirannya yang selalu membuatku sangat kesal serta ia juga selalu membuat hubunganku dan Changmin jadi sedikit bermasalah karena ulahnya. Aishh kenapa aku harus memikirkannya. Dia sakit atau tidak bukan urusanku bukan.

"Bummie kau sedang melamun apa ?"tanya Eunhyuk yang tiba-tiba saja sudah ada di sampingku.

"A-ahh ani Hyukkie, aku sedang lelah saja karena kemarin malam terlalu lama bekerja lembur,"bohongku padanya.

"Emmm, kau kasian sekali Bummie. Apa kau tak mau ikut kita menjenguk Siwon hemm? Kata teman-teman mereka mau menjenguknya, eotte?"tanya Eunhyuk antusias, aku yakin itu hanya sebagai alasannya agar ia bisa bertemu dengan Siwon yang menurutnya namja idaman setiap yeoja tersebut.

"Mianhae Hyukkie, sepertinya aku tidak bisa karena aku harus bekerja sepulang sekolah nanti,"ucapku memberi alasan padanya.

"Baiklah kalo begitu, jangan terlalu rajin bekerja. Banyak-banyak istirahatlah Bummie agar wajahmu lebih cerah ne,"Eunhyuk menasihatiku.

"Ne Hyukkie,"aku hanya tersenyum kecut padanya.

.

.

.

Aku berjalan agak terburu-buru menuju rumahku karena Kyuhyun yang menyuruhku agar cepat pulang. Sebenarnya ada apa, tak biasanya Kyuhyun menyuruhnya pulang cepat. Sesampainya di rumah aku segara menghampiri Kyuhyun yang sudah berdiri di depan pintu rumahku. Aku segera menghampirinya dengan wajah yang khawatir.

"Kyu ada apa kau menyuruh noona pulang? Apa kau sakit hemm?"tanyaku khawatir sambil memeriksa seluruh anggota tubuh Kyuhyun.

"Aniyo noona, aku hanya ingin meminta noona untuk mengantarkanku ke rumah Siwon hyung,"jelas Kyuhyun panjang lebar.

"T-tapi Kyu noo—,"ucapanku terpotong saat tangan kecil Kyuhyun sudah menarikku keluar dari halaman rumahku dan menyetop sebuah taksi.

"Tidak ada tapi-tapian noona, aku tidak mau punya noona yang jahat yang tidak mau bertanggung jawab atas kesalahannya. Siwon hyung kecelakaan kan karena noona juga,"ucapan Kyuhyun membuatku terdiam, benarkah aku yang telah membuatnya celaka? Kenapa aku bisa jadi orang jahat seperti ini? Aku terus bergelut dengan pikiranku sendiri tanpa menyadari kini aku dan Kyuhyun sudah sampai di sebuah rumah mewah berwarna putih dengan pintu keemasan tersebut.

Kyuhyun segera menarikku untuk segera masuk ke dalam halaman rumah mewah tersebut yang benar-benar sangat luas. Sesampainya di depan pintu Kyuhyun segera mengetuk pintu keemasan itu cukup keras sampai seorang yeoja cantik dengan gaun panjang berwarna hitam membukakan pintu untuk kami.

"Kyu!"Ryeowook terkejut mendapati Kyuhyun yang ada di hadapannya, ia pun segera memeluk tubuh mungil Kyuhyun erat sementara aku hanya mengernyit heran.

"Noona aku ingin menjenguk Siwon hyung boleh?"tanya Kyuhyun antusias.

"Tentu saja Kyu,"ucap Ryeowook senang, namun ia seketika itu terdiam saat melihatku. Sepertinya ia sedang mengingat-ngingat tentang sesuatu.

"Sepertinya aku pernah lihat, tapi dimana ya?"tanya Ryeowook pada dirinya sendiri.

"Dia noonaku Kim Kibum noona,"ucap Kyuhyun polos saat melihat raut bingung di wajah yeoja cantik ini saat melihatku.

"Omoo, jadi ini yeoja manis itu. wahh pasti Siwon sangat senang kalau tau yeoja ini datang,"ucapnya membuatku dan Kyuhyun bingung.

Yeoja cantik tersebut membimbing kita menuju kamar Siwon, sepanjang perjalanan aku hanya terbengong dengan kemewahan rumah Siwon. Aku harus mengakui kalau dia memang kaya. Pantas saja dia selalu merendahkan orang lain. Cih pasti dia tak pernah hidup susah, dasar anak manja. Pasti yeoja yang mendapatkannya bernasib sial harus meladeni namjachingu sombong seperti dia.

Samar-samar aku mendengar suara berisik dari kamar yang sedang aku tuju, dan aku yakin itu pasti suara namja sombong itu.

"Hyung kembalikan PSP-nya padaku!"sebuah teriakan cukup kencang sampai di telingaku.

"Andwae! Kau harus makan bubur ini dulu lalu minum obatnya baru aku akan kasih PSP ini lagi,"ucap seseorang namja lagi yang aku tak tau itu siapa.

"Ya! Aku tidak mau makan,"kini aku sudah ada di depan kamarnya, ku lihat ia sedang menutupi tubuhnya agar namja berkepala besar itu tak dapat menyuapi bubur ke dalam mulutnya.

Namja berkepala besar itu segera menyadari kehadiran kami yang kini sedang berdiri mematung di depan kamar mewah Siwon. Ia tampak sangat terkejut kala melihatku. Sebenarnya ada apa ini, kenapa dua orang ini sungguh aneh saat melihatku.

"Kyu!"pekik namja itu terkejut.

"Jangan membohongiku hyung, aku tak akan tertipu!"ucap Siwon masih setia bersembunyi di balik selimut tebalnya.

"Dan kau! Kim Kibum !"pekik namja berkepala besar itu lagi saat melihatku. Kenapa dia bisa tau namaku? Semua orang di rumah ini benar-benar aneh.

"Aishh hyung jangan mulai lagi, jangan sebut namanya di ha—,"kata-kata Siwon terpotong saat melihatku sudah ada di dalam kamarnya. matanya membulat sempurna, sepertinya ia sangat terkejut akan kedatanganku saat ini.

"Kibum-ssi?"ucapnya masih tak percaya.

"Kyu, ikut hyung dan noona ne. Kita bermain PSP dibawah, eotte?"tanya namja berkepala besar tersebut lalu menarik tangan kecil Kyuhyun untuk mengikutinya. Dan sementara di kamar ini sekarang hanya ada AKU dan NAMJA MENYEBALKAN ini. Oh no.

Kibum pov end*

Author pov*

Kibum dan Siwon terdiam, tak ada yang mau membuka suara mereka masing-masing. Siwon masih setia terdiam tak berniat mengajak Kibum bicara karena dia masih marah atas ucapan Kibum malam itu yang sungguh menyakitkan.

"Mi-mianhae,"satu kata meluncur dari mulut Kibum dengan susah payah. Ia menatap Siwon dengan raut wajah menyesal membuat Siwon tak tega juga melihatnya.

"Gwaenchana Kibum-ssi, ini bukan salahmu juga. Aku yang tidak hati-hati menyetir dan jadilah seperti ini,"jelas Siwon berusaha tenang, padahal jantungnya kini berdetak sangat cepat.

"Gomawo. Kenapa kau tak memakan buburmu?"tanya Kibum sambil mendekat ke arah ranjang Siwon membuat Siwon semakin gugup.

"Aku tak suka bubur,"jelas Siwon apa adanya.

"Walaupun kau tak suka, tapi kau tetap harus memakannya. Makanlah,"ucap Kibum mencoba membujuk Siwon, namun Siwon masih tak bergeming. Ia menggelengkan kepalanya kuat.

Kibum meraih mangkuk bubur tersebut lalu mengaduk buburnya yang masih lumayan panas, ia mengambil sesendok bubur tersebut lalu meniupnya pelan.

"Makanlah,"ucap Kibum sambil menyodorkan sesendok bubur dihadapan Siwon.

Seolah terhipnotis oleh seorang Kim Kibum, Siwon sama sekali tak menolaknya. Dengan lahap ia dengan senang hati memakan setiap bubur yang disuapkan Kibum pada demi sendok bubur itu pun akhirnya habis tak bersisa. Sementara tanpa mereka berdua sadari, sedari tadi ada sepasang suami istri yang tengah asyik mengintip kegiatan mereka berdua. senyuman terkembang manis di wajah keduanya.

"Ternyata Siwon benar-benar mencintainya,"ucap Ryeowook semangat.

"Ne, dan hanya seorang Kim Kibum yang dapat menaklukkan pangeran sombong kita itu chagi,"Yesung tertawa simpul lalu segera pergi dari tempat persembunyiannya di balik tembok sebelum ia ketahuan oleh Siwon.

.

.

.

Sekarang mereka berempat sedang menikmati makan malam tanpa Siwon yang kini tengah tertidur di kamarnya. Kibum tampak canggung harus duduk semeja dengan Ryeowook dan Yesung. Setelah makan malam mereka semua selesai, Ryeowook mengajak Kibum ke taman belakang rumah Siwon untuk berbicara lebih dekat.

"Apa kau teman dekat Siwon?"Ryeowook akhirnya membuka pembicaraan di antara keduanya.

"Ah a-ani, aku tak terlalu dekat dengannya eonnie,"jawab Kibum gugup tak berani menatap mata lembut Ryeowook.

"Emmm padahal kau yeoja pertama yang datang kesini,"ucap Ryeowook kecewa mendengar jawaban yang keluar dari mulut Kibum. Kibum terdiam mendengar ucapan dari yeoja cantik yang ada di sampingnya ini.

"Apa kau membencinya?"tanya Ryeowook tepat sasaran.

"Ah emm, sebenarnya sedikit eonnie. Dia itu sangat sombong dan menyebalkan,"adu Kibum membuat Ryeowook tersenyum simpul padanya.

"Dia sebenarnya namja yang baik Kibum-ssi, dia berperilaku sombong hanya untuk menutupi kesepiannya selama ini,"jelas Ryeowook panjang lebar.

"Kenapa dia harus kesepian? dia kan masih mempunyai orang tua, dia juga kaya dan banyak sekali pembantu di rumah ini."tanya Kibum polos.

"Dia memang memiliki orang tua, tapi dia hanya bisa bertemu orang tuanya sebulan dalam setahun,"jelas Ryeowook lagi membuat Kibum tahu sekarang apa yang membuat Siwon jadi orang yang menyebalkan seperti saat ini.

"Eonnie aku harus pulang dulu,"ucap Kibum berpamitan.

"Ah ne, oh ya ambil dulu tasmu yang ada di dalam kamar Siwon, aku akan membangunkan Kyuhyun ne,"nasihat Ryeowook pada Kibum.

"Ne eonnie,"Kibum segera berjalan menjauhi Ryeowook yang masih memandang kepergian Kibum.

Kibum berjalan perlahan agar tak membangunkan Siwon yang sedang tertidur pulas di atas ranjangnya. Ia segera berjalan menuju meja nakas yang ada di samping ranjang Siwon, dengan cepat ia meraih tasnya, namun karena terlalu tergesa-gesa tanpa sengaja ia tersandung kakinya sendiri dan akhirnya ia pun terjatuh dengan tidak elitnya di lantai dingin kamar Siwon.

BRUUAKK...

To be continued...

Annyeong my beloved readers ^^

Saya mau ngucapin * MINAL AIDZIN WALFAIDZIN. MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN *

Maafin semua kesalahan author ya kalau selama ini salah ngomong atau mungkin menyinggung readers semua. Semoga kita kembali fitri^^

The big thanks to :

wonniebummie: RistaMbum: bumhanyuk: ichigobumchan: iruma-chan: zakurafreeze: Nina317elf : Chokyunniee: thasya357 : Nina Snowon Elf : Choikyuhae : ShippoChan : kang ji ae : evilkyung : Firework: fardil : love sibum : karin : choibum : lee ji min : evilmagnaeMin : NaMinra : fardilver : cho97 : kikihanni : risa : yukishima7 : rinda : cloudyeye : and 2 guest : Shofiy Nurlatief :

.

.

.

Jeongmal gomawo readers ^^

.

.

Review again please ^^