Seperti awan dan langit bagiku, hati ku, tubuhku dan jiwaku tidak mudah untuk melepaskan matahari yang selama ini memberiku kehidupan.

Aku terbiasa dengan adanya kebersamaan kami, terbiasa akan banyak hal yang ia lakukan saat disampingku, aku terbiasa akan segala hal tentangnya.

Aku tidak pernah sanggup membayangkan untuk tidak melakukan berbagai hal bersamanya, tidak sekalipun!

Namun aku harus bagaimana ketika seluruh dunia akan menentang kami? Ketika tidak akan ada siapapun berada disamping kami untuk mendukung hubungan ini.

Apakah kami harus tetap melajutkan semua ini?

Flasback

"Seperti yang kau lihat, ini semua harus kita akhiri." Lelaki yang sejak tadi duduk menekuk lututnya berkata dengan tenangnya, seolah ini semua hanya hal sepele. Matanya menatap hamparan awan putih yang menggantung menghiasi langit biru diatas sana, tangannya terkepal erat menahan emosi yang sejak tadi bergejolak dihatinya.

". . ." lelaki satunya yang tengah berdiri dengan tubuh tegap dan wajah yang sungguh tampan, kulit seputih porselen dan ekspresi yang biasanya hanya menampakan keangkuhan kini menatap lekaki mungil disampingnya dengan tatapan sendu, ia pun mengerti jika ini adalah sebuah kesalahan dan cepat atau lambat harus mereka akhiri. Tapi ia sendiri tidak menyangka setelah 2 tahun mereka menjalin hubungan seperti ini, harus berakhir detik ini juga. Ini terlalu cepat bagi dirinya.

"Walaupun waktu akan terus berjalan dan menghapus ingatanmu akan diriku, tapi aku akan mengingat semua hal tentang kita. Apapun yang terjadi!" Lelaki mungil itu tersenyum begitu tulus mengalihkan pandangannya kepada lelaki yang sejak tadi berdiri disampingnya, menampilkan keindahan akan senyum manisnya.

". . . aku—

—mengerti " Ucapnya sembari menutup kedua kelopak matanya

Dan detik itu juga ia berbalik melangkahkan kaki jenjangnya meningglakan lelaki mungil itu sendirian ditempat yang biasa mereka gunakan untuk bertemu, tempat rahasia mereka berbalik menatap kekasih—ah tepatnya mantan kekasihnya—ia tersenyum, senyum penuh kepedihan.

Lelaki mungil itu menyembunyikan wajah yang berbalut oleh air mata pada kedua lututnya.

"terimakasih—" suaranya teredam oleh hujan yang mendadak menuruni bumi seolah mengerti akan asa yang tidak akan pernah mereka capai.

Flasback off

.

.

.

Begitu banyak hal yang tidak Ryeowook mengerti, bagaimana dunia memperlakukannya, memuji karena ia adalah salah satu member grup idol paling terkenal didunia dan bagaiamana dunia menghujatnya hanya karna sebuah kesalahan kecil. Manusia memang sangat sulit ditebak.

Sekarang didepan seluruh penggemarnya, Ryeowook melambaikan tangannya penuh senyum keceriaan sarat akan ketulusan. Tidak mengerti bagaiamana nanti dunia akan menganggapnya apa yang terpenting adalah detik ini bagaimana ia membuat dunia tersenyum karena seorang Kim Ryeowook.

Kedua tangan mungilnya menggenggam kedua tangan laki-laki disampingnya, Donghae dan Kyuhyun. "Aku mencintai kalian—" ucapnya lantang pada seluruh ELF.

"—dan aku sangat mencintaimu." Lirih Ryeowook yang hanya bisa didengar oleh dirinya sendiri, Ryeowook mengeratkan genggamannya pada Donghae dan Kyuhyun.

'Perasaan ini, aku memiliknya. Tuhan!' batin Ryeowook.

.

.

.

Langit biru cerah diatas sana mungkin tengah menggambarkan mood seseorang yang kini tengah menampilkan senyum dimple diwajahnya. Siwon berjalan dengan membawa kedua ice cram dikedua tangannya.

Perlahan kaki jenjangnya mengarah ke bangku taman yang diduduki seseorang, langkahnya berhenti tepat didepan Ryeowook. "vanila?"

"yup! Terimakasih Hyung." Rywook langsung memakan ice cream yang dibawakan oleh Siwon.

Setelah menggelar konser comeback Super Junior M, siwon mengajak Ryeowook berjalan-jalan sebentar di taman bermain yang cukup terkenal di Cina, sedikit mengistirahatkan otak dan tubuh mereka.

Eits! Bukan hanya mereka berdua tentunya, semua member pun juga menawarkan diri untuk ikut dan berhasil merusak momen Siwon untuk berduaan dengan Ryeowook. Namun sekarang dimana mereka semua. Well, setelah sampai ditaman bermain mereka semua ternyata menghilang begitu saja, mungkin ingin bermain sendiri.

"Hyung, aku ingin menaiki bianglala itu." Tunjuk Ryeowook pada bianglala yang cukup, ah! sangat besar di tengah taman bermain.

"baiklah, ayo!" siwon menarik pergelangan tangan Ryeowook dengan erat.

.

.

.

"wah..." manik bulat Ryeowook langsung memandang takjub pada pemandangan yang tersaji didepannya. "hyung! Lihat lihat, disini kita bisa melihat seluruh tempat ini, sangat mengagumkan." Ryeowook menampilkan keceriaan dengan senyum merekah mengiasi wajah manisnya,.

Siwon menatap Ryeowook, Bibirnya ikut tertarik keatas melihat pemandangan yang menurut Siwon lebih indah dari Siwon, Ryeowook adalah hal paling indah yang ingin Siwon lindungi.

'kenapa perasaan ini semakin mirip seperti aku ingin memiliki Ryeowookie?' batin siwon bingung, Siwon tidak mengerti sebenarnya ada apa dengan hatinya atau justru Siwon hanya tidak ingin mengakuinya.

Tangan Siwon terulur mengelus pipi mulus Ryeowook, "Ryeowookie. . ." panggil siwon dengan nada yang begitu lembut.

"Hmm?" Ryeowook terperanjat akan sentuhan tangan Siwon pada pipinya. Hyungnya ini kenapa? Tatapan aneh itu pernah Ryeowook lihat sebelumnya, pernah ia rasakan sebelumnya dengan seseorang. Perasaan tidak nyaman yang sebelumnya pernah Ryeowook rasakan kini menghantuinya kembali dan Ryeowook tidak mau hal seperti dulu terulang.

"aku... aku—"

"Ah! Hyung, bianglalanya sudah berhenti, ayo kita keluar." Ryeowook langsung menarik pergelangan tangan Siwon mengalihkan pembicaraan yang entah apa akan Siwon bicarakan padanya, yang pasti itu adalah hal buruk bagi semuanya.

.

.

.

Untik Siwon sendiri tidak mengerti apa yang tadi ingin ia utarakan pada Ryeowook, Siwon hanya ingin Ryeowook tau apa yang ia rasakan dihatinya. Mengapa jantungnya selalu berdebar saat bersama Ryeowook, kenapa ia seperti ingin memiliki Ryeowook hanya untuknya seorang. Ini sungguh membuat Siwon bimbang akan apa yang sebenrnya Siwon rasakan.

Tidak mungkin kan jika Siwon jatuh cinta pada eternal magnae mereka? Oh, shit! Ini sungguh gila! "aku tidak normal?" Siwon mengacak rambutnya asal.

"apa Hyung?"

"ah—tidak-tidak, hanya sedang memikirkan sesuatu yang gila." Wajah Siwon nampak terlihat begitu frustasi akan pikirannya sendiri.

"Hyung gendong aku, kau kan besar pasti mudah menggendongku. Kekeke~" kekeh Ryeowook senang. Ryeowook menarik-narik tangan Siwon seperti anak kecil, ah! Hari ini Ryeowook ingin manja pada semua orang.

"Ya ya." Siwon berjongkok didepan Ryeowook agar Ryeowook mudah untuk menaiki punggungnya. "Naiklah Ryeowookie."

"Ha'i" logat jepang meluncur begitu saja dari bibir mungilnya, Ryeowook nyaman seperti ini. ini lebih baik.

.

.

.

Kyuhyun terus menempel pada Donghae, sejak tadi Kyuhyun hanya mengikuti Donghae kemanapun Donghae pergi padahal Donghae tau Kyuhyun tidak suka bermain ditaman bermain seperi anak kecil. Well, matanya hanya tertuju pada PSP kesayangannya tapi sedari tadi tubuhnya hanya tertuju pada sang Hyung ikannya.

Heh! Evil magnae mereka sedang kesambet apa hari ini? pikir Donghae.

"Hyung jangan macam-macam hari ini, aku mengawasimu. Mengerti!" kyuhyun berbicara cuek dan matanya hanya fokus pada sang kekasih a.k.a PSP.

Donghae melirik sebal pada Kyuhyun. Apa-apaan dia, jika saja Kyuhyun bukan magnae mereka mungkin Donghae sudah menendangnya jauh-jauh dari pandangan matanya sekarang juga.

"aku hanya melakukan yang terbaik sebisaku." Acuh, cuek seperti itulah Kyuhyun.

.

.

.

"tentang pembicaraan kita kemarin, aku mengerti. Tapi aku harap kau juga mengerti bagaimana tidak bisanya melepaskan pandanganmu dari orang yang sangat kau cintai." Donghae membuka pembicaraan antara dirinya dan juga Kyuhyun yang sejak tadi hanya diisi dengan kesunyian.

"karena itulah Hyung, aku melakukan itu—

—aku sangat mengerti."

Kyuhyun berhenti memainkan PSPnya, lebih memilih memandangi awan yang menggantung datas sana. "aku—tidak akan membiarkan hal apapun terulang lagi. Dan aku berjanji untuk menjaga Super Junior, keluarga kita." Kyuhyun tersenyum, senyum tulus yang baru pertama kali Donghae lihat, senyum kepedihan penuh dengan ketulusan yang tersirat didalamnya.

Dan Donghae tau, Kyuhyun sangat menyayangi mereka—Super junior—entah bagaimana ia mengerti jika Kyuhyun lebih tau dari apa yang ia tau. Lebih mengerti dai pada apa yang selama ini ia mengerti.

.

.

.

Donghae menatap kyuhyun, dan yang Donghae temukan kini adalah tatapan tajamnya. Donghae mengerutkan keningnya tidak mengerti. Apa yang membuat tatapan itu semarahi itu, Donghae mengalihkan pandangannya pada sesuatu yang membuat Kyuhyun menatapnya dengan penuh emosi.

Dan saat itu juga dadanya merasakan sesak, pemandangan yang ia lihat membuat nya sulit bernafas. Seakan udara disekelilingnya habis tidak bersisa.

Kyuhyun melangkahkan kakinya dengan cepat menghampiri Ryeowok dan Siwon tidak peduli dengan Donghae disampingya, emosinya meluap rasanya Kyuhyun ingin sekali membuat wajah tampan Siwon tidak berbentuk atau membunuhnya saat itu juga.

"Kyu!" Ryeowook terkejut karena tangannya langsung ditarik oleh Kyuhyun, kaget dan juga menyesal. Ekspresi Kyuhyun tidak bisa diartikan saat itu juga.

"Kyu tangan ku sakit."

Siwon balik menarik tangan Ryeowook. "Kyukyun apa yang kau lakukan, lihat Ryeowookie kesakitan, hei!"

Kyuhyun tidak peduli, hatinya mengeras menahan emosi didadanya. "wook—'' Kyuhyun berseru dingin dan Ryerowook tau jika Kyuhyun seperti ini tidak akan ada yang bisa menenangkannya, Ryeowook hafal betul bagaiamana seorang Cho Kyuhyun.

Kyuhyun memandang tajam pada Siwon, "lepaskan tangannya, Hyung!" Siwon tidak pernah melihat Kyuhyun semarah ini sebelumnya, dan sebenarnya apa yang tengah terjadi disini.

Ryeowook memejamkan matanya. "Siwon Hyung, aku ikut dengan Kyuhyun." Siwon melepaskan tangan Ryeowook dengan ragu. Sebenrnya Siwon sama sekali tidak mengerti tapi melihat pandangan menyesal Ryeowook pada Kyuhyun membuat hatinya mencelos, Ryeowook seperti seorang yang tengah melakukan kesalahan yang besar dihadapan Kyuhyun.

Kyuhyun menarik pergelangan tangan Ryeowook dengan kasar, kakinya melangkah dengan cepat membawa Ryeowook menjauhi Siwon dan juga Donghae.

"maaf. . ." lirih Ryeowook.

TBC/END


silahkan mengomentari ff wi, semoga semuanya suka dan ingin ff ini lanjut

dan sangat mohon riview nya ya,

terimaksih

yosh!