.
.
.
.
.
The Flower of Street
.
.
.
.
.
.
Disclaimer Masashi Kishimoto
Inspiration by Kawaru Mirai – Choucho (Song)
Story Written by Lady Bloodie
Rate T-M
Genre Romance, Hurt/Confort, Drama
Pairing Utama [Naruto x Hinata]
.
.
.
.
.
Summary
Semenjak kematian ibunya, Hyuuga Hinata menutup diri terhadap masyarakat luar dan memutuskan menjadi seorang gamer handal sekaligus hikikomori. Namun yang tidak ia sangka adalah seorang pemuda yang tiba-tiba mengirimnya pesan di blognya, kesalahan terbesarnya adalah mengizinkan pemuda itu mengenalnya lebih dalam/ "Ingatlah, aku benar-benar membencimu, bahkan jikapun jasadku telah membusuk dan rohku telah lenyap."
.
.
.
.
.
.
.
Warning
OOC, Miss Type, AU, Tema Kehidupan, Multichapter, Happy Ending, Kissing Scane, Lemon or lime *maybe*, For Hinata-cent, DLDR, Mind RnR?
.
.
.
.
.
.
.
.
Opening Song
ChouCho – Kawaru Mirai
.
.
.
Tidak masalah jika itu demi orang lain
Sekali lagi, hari ini aku tidak dapat melihat sebuah alasan
Demi realita yang berkabut, cahaya hubungkan titik demi titik
.
.
.
Atarashii hajimari e no peeji
Sono te o totte kimi ga nozomu kara
Doko made mo yukou
.
.
.
"Aku akan menggenggam tanganmu dan membawamu pergi—"
.
.
.
"—menuju masa depan yang akan berubah."
.
.
.
.
.
.
Chapter 3
Jarum jam telah menunjukkan pukul 3 sore, dan gadis bernama Hinata itu tak kunjung membalas email-nya. Dan dari sana, mulailah pikiran-pikiran negative mengarungi isi kepalanya. Mungkinkah, Hyuuga Hinata berani menentangnya dan memilih untuk mendekam di balik jeruji besi. Dan apa yang dilakukannya, adalah kembali mengirimkan email kepada gadis itu. Genap sudah 20 email yang ia kirimkan, dan jika gadis itu tak kunjung membalas, maka…
DING
Suara dari komputer miliknya, membuatnya menoleh dan membacanya. Dan seluas senyuman terukir di wajah tampannya, setelah berjam-jam dalam penantian—akhirnya gadis itu membalas email-nya, walaupun belum memberikan apa yang ia minta.
Heh! Setan! Bisakah kau tidak mengirimiku deretan email tidak berguna itu! Kau tidak mengerti betapa malunya aku di toko underwear ini, pak tua!—Dan apa yang tertulis di sana, sungguh membuatnya dongkol. Apa maksud gadis itu dengan kata 'pak tua'? Hell! Dia masih muda, berkharisma, sexy! Dan dia bukanlah seorang Senju Orochimaru, yang masih melirik wanita lain…padahal telah memiliki istri secantik Senju Tsunade.
Bisakah, mereka bertemu sekarang? Dan biarkan dia membuktikan pada gadis itu, bahwa ia bukanlah seorang 'bapak-bapak'.
Kembali ia mengetikkan email yang ditujukan kepada hacker manisnya itu. Sedikit emosi memang—tapi ia harus sabar, karena bagaimanapun ia lebih tua dan dewasa dibanding gadis ini—Hei, aku hanya berusaha mengingatkanmu tentang satu hal penting, darling. Dan bisakah kau menghilangkan kata 'setan' dan 'pak tua'. Bisakah kau menggantinya menjadi lebih baik?—Email itu terkirim dengan cepat, ketika ia mengarahkan kusor-nya menuju tombol send.
Sembari menyeruput kopinya, ia memandang foto seorang gadis beserta identitasnya. Gadis bernama Hyuuga Hinata, dan bersekolah di Kyoto. Foto itu hanya menampilkan sampai bahu gadis itu. Dan sekilas, mata gadis bernama Hinata itu tak asing baginya. Ia seperti pernah bertemu dengan orang bermanik mata sama, namun ia lupa kapan ia bertemu dengan orang itu.
Tapi, ia yakin betul…jika gadis bernama lengkap Hyuuga Hinata itu bukan berasal dari golongan keluarga menengah kebawah. Karena siapapun yang pernah bertemu dengan seorang Namikaze Naruto, pastilah berasal dari kolongmerat atau keluarga bangsawan.
DING
Bunyi itu terdengar kembali, dan cepat-cepat ia membuka untuk membaca isi pesan, yang ia yakini adalah balasan atas email-nya beberapa menit lalu—Baiklah, Ifrit! Aku sudah selesai membelinya. Dan bisakah kau tidak memanggilku 'darling'? Itu benar-benar merusak mataku dan mengganggu kinerja syaraf otakku, paman!—balasan gadis itu.
Naruto hanya mampu mengernyit tak suka dengan balasan tersebut. Baiklah, dia memang meminta untuk menghilangkan kata 'setan' dan 'pak tua'. Tapi ia tidak meminta gadis itu untuk menggantinya, dengan panggilan yang lebih parah. Oh ayolah, meniduri puluhan wanita di San Fransisco, tidak membuatnya menjadi seekor Ifrit kan?
'Sabar…tahan amarahmu Naruto! Ini hanyalah masalah kecil, dan tidak perlu kau permasalahkan.' Rasanya ia ingin meledak saat ini juga, namun batinnya berusaha menenangkan emosinya. Bagaimanapun ia adalah seorang pria dengan tingkat emosional yang tinggi, tentunya ia merasa tak terima disebut sejenis makhluk Astral oleh gadis itu.
Baiklah, baby…bisakah kau memakainya dan mengirimkan fotonya kepadaku?—balasnya, dan kemudian mengirimkannya pada alamat email milik gadis itu.
Satu hal yang ada di dalam benaknya, ia ingin cepat-cepat melihat foto sexy seorang hacker handal seperti Hyuuga Hinata. Bukankah ini adalah permainan yang menarik?
-oOo-
Sedangkan di bagian Hinata, gadis itu tampak berjalan cepat dengan wajah merona total, menembus kerumunan orang di kota. Dengan sengaja ia mematikan smartphone miliknya, dan berusaha mengabaikan sekelilingnya tanpa dentuman musik yang disalurkan oleh earphone miliknya.
Ini bukanlah hal mudah baginya, pandangan orang-orang yang sekilas menatapnya itu benar-benar membuatnya merinding. Dan ia berharap bahwa semua manusia di kota ini ditiadakan saja, dan sisakan hanya beberapa orang penting untuknya hidup. Terdengar egois, memang? Tapi dia adalah seorang hikikomori, atau bisa disebut sebagai seorang NEET. Sekalipun ia terkesan tak peduli dengan orang-orang sekitarnya. Tapi…
Saat dalam perjalanan. Tanpa sengaja, sepasang manik amethyst-nya menangkap sosok gadis berusia sekitar 7 tahun, tengah kebingungan di salah satu teras pertokoan. Gadis kecil itu tampak hampir menangis.
Mungkinkah, dia terpisah dengan orang tuanya?
Dan inilah yang ia sebut sebagai 'terkesan tidak peduli'. Namun ia peduli, dan pada akhirnya ini membuatnya semakin lama berada dalam kerumunan orang. Ia pun berbelok, dan menghampiri gadis kecil itu—mensejajarkan tingginya, dan berucap dengan nada lembut, "hei…hei, kemana orang tuamu?" tanyanya selembut mungkin.
Gadis bermanik kuning terang itu tampak menggeleng pelan, sebelum akhirnya tangisannya pecah. Dan itu membuat suatu kepanikan tersendiri untuk seorang gadis hikikomori sepertinya, yang tidak pernah bersosialisasi, yang selalu menyendiri, dan tiba-tiba dihadapkan dengan sesuatu yang berbau sosial? Bukankah itu suatu yang wajar, bila ia panik?
"Ssstt…aku akan membantu mencari orang tuamu. Jadi usap air matamu, dan mulailah tersenyum." Perlahan ia mengusap air mata gadis kecil itu menggunakan sapu tangan yang selalu ada di saku jaketnya. Ia kemudian sengaja menarik dua sudut bibir milik gadis kecil di depannya ini, membantunya untuk tersenyum.
"Be-benarkah?" cicit gadis itu, dan Hinata mengangguk pelan dengan seluas senyum bak malaikat miliknya.
Ia kemudian menggendong tubuh gadis itu dalam dekepannya, dan segera berjalan menembus keramaian penduduk Hokkaido. Satu-satunya yang terpikirkan dalam otaknya adalah membawa gadis ini ke kantor polisi. Ia pikir, orang tua gadis ini pastilah tengah kebingungan dan mencari-cari putrinya.
Namun belum sampai di kantor polisi yang ia tuju, tiba-tiba saja gadis itu berteriak memanggilnya. "Neechan…Neechan! Itu ayah dan ibu," ucapnya seraya menunjuk ke arah sepasang suami istri yang berwajah panik, tak jauh dari mereka berada. "Ayah! Ibu." Dan berikutnya, gadis itu berteriak lantang memanggil pasangan yang berdiri panik di sana, yang kini menatap ke arah mereka.
Yang terjadi berikutnya adalah, ucapan penuh syukur dan pelukan hangat pasangan tersebut terhadap putri mereka. Dan Hinata hanya mampu tersenyum, memandang mereka begitu lembut.
"Neechan, arigatou…" ucap gadis itu seraya tersenyum ke arahnya, dan ia pun juga balas tersenyum padanya.
Dan kini giliran kedua orang tua gadis itu yang berucap sejuta rasa terima kasih, bahkan memberinya sejumlah uang. Namun ia tolak secara halus, karena memang ia menolong bukan berharap imbalan apapun. Ia menolong, atas dasar dorongan malaikat dalam hatinya. "Iie, senang rasanya bisa menolong," ucapnya seraya menepuk pelan kepala gadis itu.
"Lain kali, jangan berjalan terpisah ya? Karena banyak orang jahat di luar, kau harus terus bersama orang tuamu," ucap Hinata seakan menjadi guru yang tengah memberikan nasehat terhadap muridnya. "Kalau begitu, neechan harus kembali. Sayounara." Dan ia pun melangkah pergi, namun langkahnya sejenak terhenti ketika gadis itu kembali berucap.
"Neechan! Yang benar, katakan 'jaa ne, matta ashita' bukan 'sayounara'. Karena yakin, kita pasti bertemu lagi," ucapnya dan Hinata hanya mampu tersenyum dari balik tudung jaket yang menutupi kepalanya. Ia tak berniat menoleh maupun membalas ucapan gadis kecil itu.
Karena, baginya tidak ada lagi kata 'matta ashita' dalam hidupnya.
…sebab kematian tak perlu menunggu hari esok…
-oOo-
Di dalam ruangannya, Naruto benar-benar sudah mengerti apa arti dari kebakaran jenggot. Karena apa? Sudah sejam lebih, dan gadis bernama Hyuuga Hinata itu tak membaca email-nya, apalagi membalasnya. Apakah gadis itu hendak melarikan diri dari janjinya sendiri?
Sial! Wanita memang makhluk yang pandai bersilat lidah.
Dan ketika ia hendak kembali mengirimkan email yang ke-7 untuk gadis itu, tiba-tiba saja email masuk dari Hinata, lebih dulu menenangkan emosinya. Dan ketika ia membukanya…pikirannya serasa direfresh secara otomatis. Bagaimana tidak? Di penghujung emosinya, gadis itu sudah menyanggupi permintaan pertamanya.
Ia pun bersiul pelan ketika melihat betapa sexy, hacker manis langganannya ini. Yang dipakai gadis itu tidak terlihat seperti bikini, dan malah terlihat seperti underwear, dengan kainnya yang transparan. Bahkan ia mampu melihat jelas, puting merah muda dari balik kain putih transparan itu, serta kewanitaan gadis itu. Belum lagi dengan pose sexy, namun natural dari gadis itu…seakan benar-benar menggodanya.
'Sial! Tubuhnya benar-benar membuatku gila,' batinnya frustrasi seraya mengetik untuk balasan kiriman dari gadis itu.
Oh baby, jika kau berada di hadapanku sekarang…aku ingin menghisap mereka—sederet kata kotor itu, ia tuliskan pada kolom balasan dan segera mengirimkannya pada gadis itu.
Tak sampai semenit, terdengar suara email masuk dan ia pun segera membukanya. Seketika itu pula, ia tersenyum puas begitu membaca sederet makian dari Hinata. Entah kenapa ia begitu bersemangat untuk menggoda gadis pemiik bola mata amethyst itu—Setan! Jika benar kau berada di hadapanku, aku akan memotong milikmu! Dan membuatmu menderita trauma di sisa umurmu, makhluk Astral!—Dan rasanya ia tak mampu mengendalikan tawanya, betapa ia puas dengan pemberian gadis ini.
Ia pun kemudian men-save foto tersebut ke dalam dadanya, setelah ini ia akan mencetak foto itu dan memajangnya di dalam kamar pribadinya.
Setelah men-save, ia pun kembali mengetikkan balasan email untuk gadis bersurai indigo itu—Permintaan kedua, aku ingin kita melakukan video call. Setidaknya, biarkan aku melakukan perbincangan denganmu, baby—Entah apa yang dipikirkannya, namun ia benar-benar ingin mengenal gadis itu lebih jauh. Tapi di sisi lain, ia tidak bisa mengartikan hal ini sebagai 'cinta'—karena baginya cinta tidaklah penting. Yang terpenting adalah, bagaimana caramu menikmati hidupmu yang terus berjalan ke depan.
-oOo-
Sedangkan di bagian Hinata. Gadis itu baru saja menghancurkan smartphone miliknya, akibat membaca isi pesan kedua dari sosok yang ia anggap makhluk Astral, bernama Namikaze Naruto. Tolong! Katakan…
Berapa persen kemesuman dari kata normal di dalam otak makhluk itu?
Dan sungguh, ingin rasanya ia menjerit sembari berkata—"Siapapun, bisakah kalian membunuh pemuda itu? Dan kalian boleh menikahiku!"—Dalam 5 tahun terakhir hidupnya yang datar ini, berubah drastis menjadi penuh aura membunuh. Hell yeah, jika harapan itu ada, ia berharap pria itu terkena serangan jantung mendadak karena tersedak dango.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
To Be Continued
.
.
.
.
.
.
Ending Song
AKB48 – Beginner
.
.
.
.
.
.
Bokura wa yume miteru ka?
Mirai wo shinjiteiru ka?
.
.
.
.
.
"Semua perkara yang engkau hadapi adalah dari cerita masa lalu."
.
.
.
.
.
.
.
.
A/N
HOLA!
Salam semuanya~ *lambaikan tangan*
Maaf aku gak bisa balas satu persatu review kalian yang banyak banget -,- karena aku bingung kalo satu2, jadi kujawab pertanyaan2 kalian aja ya lewat Q (Question) & A (Answer)? *sumimasen*
Q : Konfliknya yang rumit2 ya thor?
A : Duh saya suka konflik yang bikin mental down nih XD liat aja ntar konflik buatanku seperti apa. Aku sulit mendeskripsikannya.
Q : Saya hanya memenuhi kotak review biar gak dikira silent reader.
A : Aku gak pernah maksa seseorang untuk ngereview. :D So, enjoy aja kalo baca ficku.
Q : Tumben ceritanya pendek?
A : Aku takut kalo kupanjangin malah menghancurkan alur. Karena ini masih awal.
Q : Author usianya berapa?
A : 15 tahun *serius*. Mei besok 16 tahun.
Q : Panjangin dong wordnya…
A : Duh gak bisa kalo masih awal2an gini. Pokoknya sebelum NaruHina bertemu aku gak bisa.
Q : Kenapa Hinata bisa jadi Hacker? Apakah emang ada bakat IT? Padahal di awal dikatakan dia mau jadi designer.
A : Bakat itu hanya mempengaruhi 10% dari keberhasilan. Otomatis sisanya adalah latihan dan kemauan. -,- Hinata tersakiti oleh kebohongan Sakura, Sasuke dan makin drop sama kematian ibunya. Di prolog udah kujelaskan walau gak banyak.
Q : Bagaimana cara Naruto dapet info Hinata? Minta bantuan?
A : Bisa jadi tuh XD. Naruto kan CEO kaya raya pula XD
Q : Kenapa Naruto jadi senista ini? Pasti playboy kelas kakap.
A : Pacar boleh segudang, yang penting istrinya cuma satu XD
Q : Jangan2 Naruto pernah ketemu sama Hinata.
A : Bisa jadi XD *senyum nista* #Puk2NaruDibelakangPanggung
Banyak yang tanya Kapan Update, dan banyak yang minta Panjangin Wordnya. Duh maaf aku gak bisa fast updatenya. Pertama karena tugas sekolah di RL karena aku masih 15 tahun dan Mei besok baru menginjak 16 tahun. Terus banyak ficku yang MC, dan harus antri. Fic ini updatenya bakal barengan sama Canterville, jadi kalo fic itu update duluan pasti gak lama kemudian fic ini bakal update. Tapi kadang aku ini sering lupa *dia sangat pelupa*.
Makanya kalo sampe satu semester fic ini gak update juga, boleh minta tolong PM aku? Aku gak bakal marah untuk itu -,- setidaknya ingatkan aku. Dan kenapa Wordnyagak di panjangin? Ini masih awal2an, dan aku gak bisa langsung ngefast alurnya dengan manjangin wordnya, takutnya malah amburadul. Tapi setelah NaruHina ketemu…aku usahakan wordnya minim 3k+.
Kalau mau kalian bisa invite pinku : 7E6CA4D3.
Oke itu aja.
Jika berkenan silahkan tinggalkan apresiasi kalian di kolom review atau bisa PM saya jika ingin menyampaikan kritik dan saran yang panjang kali lebar = luas, atau request fic.
Terima kasih
Lady
