Title :K & S

Pairing : KrisHo

Genre : drama, romance , family , angst

Rating : T

Lenght :?

.

.

.

Seoul National University

Dua namja mungil beda jurusan berjalan melintasi lapangan basket yang ramai karena lapangan itu di gunakan sebagai pusat pencitraan dari mahasiswa lain, 5 namja sedang berebut bola di tengah lapangan itu, tubuh tinggi, atletis dan tampan tentu banyak idaman para wanita jadi wajar semua penontonya adalah para gadis yang tergila-gila dengan 5 pemuda tinggi itu, mereka para mahasiswa terkaya di universitas.

Tak

DUK

DUK

duk

Bolanya memantul keluar lapangan mengelinding dan tepat berhenti di kaki 2 namja mungil yang sedang berjalan , mereka terpaksa menghentikan langkahnya menatap bola karet berwarna oranye tepat di depan kakinya, namja mungil berambut hitam dan berkulit putih susu mengambil bola itu hendak mengembalikanya ke lapangan tapi seorang namja tinggi berambut pirang berlari ke arahnya dan langsung merebut bola di tanganya tanpa mengucapkan terimakasih, teman namja mungil itu mendengus melihat namja tinggi tadi yang merebut bola dengan kasar dari tangan temanya.

" kau tidak apa-apa suho-ah? "tanyanya menatap namja mungil berambut hitam dan kulit seputih susu yang tidak bergeming, namja yang di panggil suho menoleh menatap sahabatnya.

" aku tidak apa-apa " jawabnya tenang, sahabatnya sebut saja minseok menghela nafas jengah

" tidak usah dipikirkan, mereka orang-orang kaya yang menyebalkan " kata minseok kesal menatap namja pirang tadi yang sudah kembali ke lapangan dengan puluhan gadis yang mengelilinginya, suho hanya tersenyum kecil

" ya " sautnya lalu mereka melanjutkan perjalanan mereka tak mempedulikan bisikan-bisikan tak suka para mahasiswa lain yang menatap mereka tak suka.

Suho dan minseok mahasiswa miskin yang mendapat reputasi jelek karena bekerja di pub, banyak mahasiswa-mahasiswa kaya yang sering menghinanya dan tak sedikit pula sengaja membooking, mereka tentu tersingung suho dan minseok memang bekerja di pub tapi bukan berprofesi sebagai host melainkan cleaning service biasa dan mereka yang tidak mau tahu mengangap itu sama saja dan mendapat julukan namja murahan.

Bukan maksud suho mau bekerja di tempat seperti itu, tapi ia terpaksa biaya hidupnya makin menipis sejak usaha ayahnya bangkrut dan minseok yang semula bekerja di pub menawarinya suho pekerjaan di tempat itu, awalnya suho menolak takut akan di jadikan host lalu akhirnya ia hanya menjadi cleaning service sip pagi, ia mulai bekerja dini hari hampir pagi membersihkan pub saat akan tutup , ia sering menemukan orang mabuk yang tertidur saat club akan tutup dan mau tidak mau ia harus membangunkanya dan tak jarang ia sering kena pukulan bahkan pelecehan. tanpa siapapun tahu suho diam-diam menyukai salah satu namja tinggi yang sedang bermain basket di sana, ia hanya mengangumi dan sekedar suka sebuah perasaan yang wajar tapi suho tahu posisinya yang tak mungkin akan di sukai oleh namja itu, terbukti tadi barusan saat mengambil bola, jangankan menatap menyentuh saja ia engan seolah suho adalah mahluk yang menjijikan, suho maklumi itu dia tidak hanya sekedar miskin tapi juga sampah untuk orang-orang kaya.

.

.

Di rumah besar keluarga wu, sang nyonya(?) rumah bertengkar hebat dengan putranya kris wu, kris tiba-tiba meminta hak waris dapa ibunya, ibunya tentu menolak ia takut kris akan mengunakan hanya untuk foya-foya, kris memang sudah cukup umur ( usia 21 tahun ) tapi ia belum dewasa dan hanya mementingkan kesenangan tak mempedulikan masa depan.

yang tak tahan dengan pertengkaran ini akhirnya menyerah dan mengucapkan kata sakral persyaratan agar putranya tidak bertindak gegabah.

" warisan ini akan mama berikan, asal kau sudah menikah dan punya anak! " itulah bersyaratanya namun di tangap remeh oleh putra tunggalnya.

" baik! aku akan mendapatkanya secepatnya " jawabnya lantang lalu berbalik pergi meninggalkan ibunya dan untuk Ny. Wu ia tidak tahu itu adalah kata yang fatal untuk putranya.

kris mengendarai mobilnya ke sebuah club biasa tempat ia nongkrong dengan teman-temanya, karena ia datang sendirian tentunya tak ada yang membatasinya minum, ia melampiaskan kekesalanya dengan minum sepuasnya dan hampir menghabiskan 20 botol, keadaanya tentu mabuk berat dan hampir tak bisa berjalan sendiri,ia tertidur karena efek alkohol sampai club hampir tutup, seorang namja pekerja datang menghampirinya ia tahu namja mabuk itu tidak bisa berjalan sendiri jadi ia membantu memapahnya sampai ke parkiran mobil namja mabuk itu tanpa membangunkanya dulu, kris yang masih setengah sadar nurut-nurut saja saat tubuhnya di papah oleh orang asing.

Kris mengeliat badanya terasa pegal karena membungkuk, ia melirik ke samping tepat namja pekerja tadi yang memapahnya.

kris tersenyum miring(?) begitu tahu ternyata seorang namja mungil yang memapahnya pantas dia harus membungkuk membuat leher dan pundaknya pegal, wajah namja mungil itu tidak jelas karena memakai topi.

Mereka sampai di parkiran mobil mewah kris, namja mungil itu memencet tombol kunci mobil yang tertempel di kunci mobil lalu membuka pintu di kursi penumpang sebelah driver dan menempatkan kris di kursi itu.

" tuan, bisa saya pinjam handphone anda? saya akan menelpon orang terdekat anda untuk menjemput anda disini, anda tidak di izinkan mengendara mobil dengan ke adaan mabuk " kata namja mungil itu sopan, kris terkekeh mendengarnya orang ini terlalu sopan tidak pantas dengan tempat ia bekerjanya yang merupakan tempat maksiat untuk orang-orang pemuas nafsu.

" tidak usah! aku tidak mau pulang! " jawabnya dengan sedikit membentak, namja mungil itu hanya bisa menghela nafas ia tidak mungkin membantah omongan namja mabuk itu karena orang-orang mabuk sangat labil dan gampang emosi.

" antarkan aku ke hotel saja, kau bisa menyetirkan? " katanya lagi, namja mungil itu hanya bisa menganguk lalu berjalan memutar ke pintu sisinya, namja mungil itu masuk ke kursi driver lalu menyalakan mesin dengan kunci yang sedari tadi ada di tanganya, mengendara mobil mewah itu dengan hati-hati meninggalkan parkiran club menuju hotel terdekat.

7 menit sampai di hotel, namja mungil itu masih memapah tubuh mabuk kris ke kamar hotel yang sebelumnya sudah ia pesan melalui telpon, sang repsionis rupanya sudah akrab dengan namja ini yang merupakan tamu tetap di hotel itu saat membawa teman kencannya untuk menginap.

mereka memasuki kamar 365, dengan langkah sempoyongan karena namja mabuk ini sepertinya mulai tidur, namja mungil itu membanting tubuh mabuk kris ke atas ranjang tapi sial rupanya namja tinggi itu masih melilit tanganya di pingang namja mungil itu dengan kuat dan tentunya ia juga jatuh bersamaan dengan namja mabuk itu, ia jatuh di atas tubuh kris.

" rupanya kau cantik juga " celetuknya menatap wajah namja mungil di atasnya, topinya terlepas dan memperlihatkan seluruh wajahnya yang putih mulus, bola matanya yang bening serta bibir merah tipisnya.

" maaf tuan, aku harus segera pergi " kata namja mungil itu hendak bangkit tapi kris makin mengeratkan tanganya di pingang namja mungil itu dan mengulingkan tubuhnya membuat posisi mereka kebalik kris yang ada di atas namja mungil itu.

" bagaimana kita bermain malam ini ?" ucapnya dengan aura mesum(?) suho yang mengerti itu tanda bahaya segera memberontak berusaha melepas cengkraman namja tinggi di atasnya, kris tentu tak tinggal diam ia yang tidak suka penolakan makin mengunci tubuh mungil di bawahnya dan mencium bibirnya kasar.

End flashback

" kau mungkin tak akan mengingatnya, karena bagimu itu hanya cinta 1 malam yang sering kau lakukan dengan para wanita-wanitamu " kata suho sarkatis, sedangkan namja yang duduk di depanya hanya menunduk bersalah, ia tentu salah karena tak mengingatnya dan parahnya ia tak mempertangung jawabkan perbuatanya.

" beruntung aku tidak menuntut pertangung jawabkanmu. jadi masalah ini sudah selesai "

" silahkan anda pergi tuan wu " kata suho beranjak berdiri dan membuka pintu mempersilahkan sang tamu pergi tapi rupanya tuan wu tidak bergeming ia masih diam menunduk.

Niatnya datang kemari untuk membawa namja yang merupakan ibu kandung putranya tak berjalan baik, namja mungil yang bernama suho telah memaki-maki dan terus mengusirnya membuat namja cilik memiliki wajah mirip dengan putranya menangis meraung-raung, ia pasti takut melihatnya karena mengira ia orang jahat saat insiden penculikan di pasar itu di tambah ibunya yang marah-marah padanya memperkuat bahwa dirinya memang orang jahat, kris akui memang dirinya orang yang jahat.

" suhoshi kumohon, ini demi kevin anak kita dia membutuhkanmu, dia membutuhkan kasih sayang ibunya " mohon kris masih bergeming di tempatnya, suho menghela nafas kasar, orang ini memang benar-benar tak peduli dengan perasaanya, sehun yang bersembunyi di kaki ibunya makin mengencangkan pelukanya, anak itu tahu ibunya sedang marah dan ia takut bila ibunya marah.

" kau hanya mempedulikan kevin! bagaimana dengan sehun dia juga anakmu " tanpa sadar suho ingin kris mengakui sehun juga anaknya padahal selama ini ia selalu mengatakan sehun hanya anaknya.

" kita akan tinggal bersama " jawab kris singkat tanpa tahu cukup memancing emosi suho.

" tinggal bersama? lalu apa posisiku? sebagai pembantu? " kris tidak bisa menjawab, ia tentu bingung dengan posisi suho di rumahnya, tidak mungkin ia sebagai pengasuh anaknya sendiri, pembantu juga tidak mungkin, rupanya kris belum memikirkanya matang-matang.

" tidak mungkinkan? kalau kau keberatan kenapa kevin tidak serahkan saja padaku, dia akan aman dan bahagia bersamaku "

" tidak! "

" lalu apa yang akan kau lakukan? kenapa kau tidak minta bantuan saja dari pacar-pacarmu untuk berpura-pura menjadi ibu yang baik "

" aku tidak mau melakukan itu, kevin sudah cukup trauma karena perlakuan yuri, mereka yang bukan ibu kandungnya tentu tak bisa menyayanginya dengan iklas "

" aku melakukan ini bukan hanya untuk kevin tapi untuk sehun juga "

" bagaimana kalau kita mencoba menikah? untuk menjadi orang tua yang baik " usul kris.

" aku tidak mau menikah dengan orang yang tidak mencintaiku " jawab suho cepat, kris terdiam apa yang di katakan suho selalu tepat dan kris ia tidak bisa menjawabnya, kris bingung akan mengatakan apa supaya namja manis yang telah melahirkan putranya mau ikut denganya.

" baiklah terserah padamu " kris menyerah ia tak bisa menjawab kata-kata suho, dan suho dalam hatinya tentunya merasa sakit, bukan ini yang ia inginkan, suho sama sekali tak membenci kris walau kris tidak hanya sekali pernah menyakitinya, suho sengaja keras kepala dan bicara dingin padanya ia hanya ingin kris mengakui keberadaanya dan ingin di angapnya penting tapi semua hanya mimpi, kris memperlakukanya sama seperti para orang miskin pada umumnya, hanya memerlukan keringatnya tapi jijik menyentuh hatinya, ini adalah rasa sakit dari sekian sakit yang suho rasakan. suho menunduk sedih, mungkin ia harus merelakan kevin kalau tidak ingin dirinya di injak-injak.

" maaf tuan wu. aku tetap menolak " jawab suho akhirnya, kris menunduk putus asa mendengar penolakan suho berkali-kali, ia kehabisan kata-kata untuk membujuknya. tidak ada pilihan lain, ucap kris dalam hati.

Bruk!

!?

suho membelalakan matanya terkejut melihat tuan wu yang terhormat kini berlutut di depanya dengan tampang putus asa.

" aku mohon suho-shi...aku akan melakukan apapun yang kau inginkan, aku akan memberikan apapun yang kau minta asal kau ikut denganku merawat kevin dan sehun bersama " kata kris putus asa, suho tersenyum miris.

" a-"

" apapun, aku rela menyerahkan kevin padamu asal dengan syarat, aku memberimu waktu 1 minggu untuk dekat dengan kevin, jika dia memilihmu kau bebas membawanya " suho mengepalkan tanganya geram, orang kaya tetap saja orang kaya, orang yang tidak mau rugi dan orang yang selalu perhitungan, untuk suho ini merupakan kesempatan emas untuk mendapatkan kevin kembali dan ia juga harus pintar-pintar mengunakan otaknya agar tidak di permainkan mereka.

" baiklah, aku setuju " jawab suho final, kris bangun berdiri dan tersenyum lega.

" aku akan menjemputmu besok "

" permisi " katanya sedikit membungkuk lalu berjalan ke pintu keluar yang sudah terbuka lebar.

" oemma " sehun keluar dari persembunyianya(?) suho membungkuk lalu memeluknya, sehun juga balas memeluk ibunya erat menyalurkan kekuatan agar membuatnya tegar, sehun adalah semangatnya, sehun adalah kebahagiaanya, dan sehun juga kekuatanya, suho tidak rela jika ia akan kehilangan anaknya untuk yang ke dua kali, mungkin jika ia tak berhasil dekat dengan kevin hanya 1 minggu suho akan menyerah dan merelakan kevin bersama mereka, menurut suho, kevin pasti memiliki sifat yang sama seperti mereka dan tentunya akan sulit di bujuk , suho juga tidak yakin kevin akan mau ikut denganya, anak itu sudah terbiasa hidup mewah lalu kenapa ia setuju dengan tawaran kris wu? bukankah itu jebakkan yang nantinya akan mengambil sehun?.

Suho sudah tahu akan seperti ini jadinya, angap aja ia hanya ingin melihat putranya untuk yang terakhir kali.

.

.

" kau akan pergi selama 1 minggu ?" kaget shindong menatap suho-sehun tidak percaya, suho menganguk " sehunah...ahjushi pasti akan sangat merindukanmu " kata shindong sedih, suho tertawa kecil, kyuhyun mencibir, sehun cemberut lalu berjalan mendekati shindong, shindong menangkap anak itu lalu memeluknya erat, suho tersenyum kecil menatapnya, shindong sangat menyayangi sehun seperti anaknya sendiri dan tentunya tidak rela berpisah walau hanya 1 minggu.

Suho sengaja mendatangi shindong hanya untuk berpamitan pada mereka, sehun juga merengek-rengek ingin bertemu ahjushi favoritnya untuk mengucapkan salam perpisahan, mereka tentu menanyainya macam-macam kenapa suho tiba-tiba pergi selama 1 minggu dan suho dengan mulus berbohong mengatakan ingin mengunjungi neneknya yang tiggal di busan.

" ahjushi pasti sangat merindukanmu thehunah~cepat kembali ne ?" rajuk shindong, sehun yang ada di pelukanya menganguk, matanya berkaca-kaca menatap ahjushi kesayanganya yang juga hampir menangis.

" jangan sedih neh " ucap shindong mengusap matanya kasar, seharusnya ia mengatakan pada dirinya sendiri, lihatlah dia air matanya sudah meleleh deras, kyuhyun saja sampai tertawa. sehun melepas pelukan shindong lalu beralih memeluk kyuhyun, walau kyuhyun sangat usil tapi sehun sangat menyayangi ahjushi evilnya ini.

" kalau kau pergi nanti ngak ada yang bisa ahjushi godain dong? "celetuk kyuhyun cemberut,

" jangan sedih hyung. tenang saja kami akan berangkat besok jadi hyung boleh main dengan sehun sepuasnya "

" HOREEEEE !" kyuhyun memekik senang dan langsung membawa sehun kabur.

" YAAA EVILLL KEMBALIKAN SEHUN!" teriak shindong mengejar kyuhyun.

" OEMAA! " sehun teriak ketakutan begitu kyuhyun langsung menculiknya, suho hanya tersenyum kecil melihatnya, hal ini memang biasa ia lihat jadi ia tak heran dengan kegaduhan kyuhyun dan shindong yang berebut ingin bermain dengan sehun, sehun yang di gendonganya kyuhyun hanya tertawa-tawa.

Setelah puas bermain dengan sehun, shindong berlari ke arah suho dengan sehun di gendonganya, ia menurunkan sehun, suho pasti tidak mau mengendongnya dengan alasan sehun sudah besar, suho hanya tidak mau memanjakan sehun berlebihan.

" kau sudah mau pergi suho-ah ?"

" ya, aku belum beres-beres barang yang akan kami bawa besok " jawab suho, shindong terdiam sepertinya ia akan mengatakan sesuatu.

" kau tidak pergi ke rumah nenekmukan? " tanya shindong yang sukses membuat suho kaget " kau pernah bilang nenekmu sudah meninggal, itu berarti kau bohong padaku " suho menunduk bersalah, tak di sangka namja yang lebih tua 7 tahun darinya memiliki ingatan yang kuat padahal suho mengatakan neneknya sudah meninggal sekitar 3 tahun lalu saat pertama kali mereka kenal, suho memang tak pandai berbohong.

" kemana kau akan pergi? jangan katakan kau akan pindah "

" tidak! kami tidak pindah " jawab suho cepat

" lalu...? "

" kami akan tinggal di rumah ayah kandung sehun " jawab suho, shindong mengepal tanganya.

" kenapa kau mau tinggal dengan orang brengsek itu, walau kau tidak pernah mengatakan tentang ayah sehun tapi aku yakin dia adalah orang yang bejad, yang tidak mau bertangung jawab " oceh shindong emosi, suho diam-diam membenarkan omongan shindong.

" aku tahu hyung. aku hanya 1 minggu di sana angap saja untuk menengok anaku yang satu lagi " jelas suho

" satu lagi ...?" beo shindong

" sehun memiliki saudara kembar yang terpaksa aku titipkan padanya, karena aku tidak mampu untuk merawatnya " shindong terdiam , kehidupan suho memang penuh misteri yang tak bisa ia tebak.

" terimaksih untuk semuanya hyung, kami pulang dulu " pamit suho lalu menarik sehun, sehun melambaikan tanganya pada shindong dan kyuhyun dan mereka membalas lambaikan tangan sampai mereka menghilang di tikungan jalan, Shindong dan kyuhyun meratap sedih.

" aku rasa suho orang yang bodoh " celetuk kyuhyun, shindong merespon dengan mengangukan kepala, kyuhyun menghela nafas

" kenapa suho tidak denganku saja ya ?"

TAK

" auh..."

" jangan mimpi "

.

.

ke esokanya

Suho menunggu dengan gugup, tanganya gemetar dan hatinya gelisah karena ragu dengan keputusanya, ia sudah berfikir semalaman sampai tak bisa tidur memikirkan kevin dan reaksinya jika mereka nanti bertemu, suho memang sering lihat kevin diam-diam tapi kevin akan baru bertemu denganya kecuali saat masih bayi, suho takut kevin tak mengenalnya, suho takut kevin tak mengakuinya dan berbagai pertanyaan yang berkecambuk di kepalanya hingga sebuah mobil audy hitam berhenti tepat di depanya. sang kemudi mobil turun menyapanya yang ternyata pemiliknya yaitu tuan wu sendiri, sehun langsung beringsut bersembunyi di kaki ibunya, rupanya ia masih takut melihat kris, kris menghela nafas maklum anaknya masih berfikiran buruk tentangnya.

" maaf menunggu lama " katanya formal, keliatanya sangat aneh dua namja dewasa yang sudah berhubungan bersikap saling tidak mengenal mereka memang belum saling kenal dan tentunya masih cangung.

" silahkan masuk " ucap kris salah tingkah bingung memperlakukan seseorang, suho diam-diam tersenyum dengan sifat kaku kris lalu masuk ke mobilnya bersama sehun tentunya, suho tak membawa banyak barang karena ia tahu hanya tinggal sementara di sana.

Kris memasuki mobilnya lalu melaju menuju ke rumahnya, dalam perjalan mereka saling diam tak niat untuk bicara, sehun yang biasanya berisik di manapun kini tumben dia mau diam membuat suho heran.

kris terus tersenyum menatap anak itu melalui kaca spion, anak itu diam cemberut dan itu terlihat sangat lucu mirip kevin saat dia merajuk saat kris menolak membeli permen. kris curi-curi pandang menatap suho, dalam hati ia masih belum percaya ia pernah menyentuh tubuh namja manis itu sehingga melahirkan dua jagoan kecilnya, kris bukanya tidak percaya hanya saja ia merasa tidak adil tidak bisa merasakanya, kris penasaran bagaimana kulitnya menyentuh tubuh putih yang berbalut kemeja hitam garis biru dan celana jeans hitam yang kontras dengan kulit putihnya makin bersinar(?) kris ingin merasakanya lagi.

Hah? kris mengeleng kepalanya, bagaimana bisa ia malah berfikiran mesum pada namja manis yang duduk di jok belakang, bisa-bisanya ia malah berfantasi liar yang seharusnya berkonsentrasi mengemudi.

.

.

TBC

Huweeeee lagi-lagi aku ngak bisa balas review kalian readers, post ff aja mulur kaya karet yang harusnya 1 minggu sekali jadi mau 2 minggu, ini gara-gara main internet di batasi is! sebel banget! ada wifi juga gak bisa di pake. kelaut :(