Balesan Review~
Park Chan Byul: Kyuhyun belum tau kok, dia cuma bisa lihat Kris, dan Kyu belum kenal sama Jaejoong :p
Hibiki Kurenai: kalo ga out ga asyik soalnya~ kkk~ :3
MyKyubee: iya, bikin kopi aja enak, tapi makanan blas ga bisa tuh anak... kkk~ apdet cepat? wani piro~ #dor
Blackyuline: kalo Kris... dia emang udah jahat di awal kemunculan kan? kkk~ kalo jahat terus, kasihan Kris~
minniechangkyu56: mianhaee~~ udah ga ada ide kalo panjang2 sih~ kkk~ karena, Kris-nya yg mau muncul aja... kan ga asyik muncul tapi ga ada yg tau~ #apa hubungannya?# yah, Changminnya aja yg rempong -w-d #kena tabok# bikin penpik ChangKyu lagi? wani piro? kkk~
JennyChan: kalo jadian, liat-liat dulu yah~ soalnya aku masih pingin nyiksa hyung tiang listrikku satu itu~ kkk~
Fiction94: ini udah lanjut ^^
Shooo~ makasih udah pada review, review kalian membuat gue semangat, sho? keep bring me some review oke?
Disclaim: all chara punya tuhan di atas sana, cerita dan alurnya hanya milik saya dan beberapa bagian bukan. TWGOK punya Wakaki Tamiki sensei saya hanya mengambil judul saja.
Pair: ChangKyu slight ChangToria, KrisKyu(?)
Warning: AU, Hugar (humor garing), BL
Rate: T
.
.
"Huang ZiTao! Duduk di tempatmu," hardik Seonsangnim saat memasuki kelas. Ia menunggu seluruh muridnya untuk duduk di kursi mereka masing-masing dan kemudian melanjutkan, "Baiklah anak-anak, kebetulan hari ini kelas kita bertama seorang lagi… Masuklah Kris…" ujarnya merentangkan sebelah tangannya untuk menyuruh seseorang masuk kedalam kelas.
Sesosok pemuda bermata tajam, berambut blondy creamy dengan kesan lembut yang terlihat menari-nari tertiap angin dari luar kelas. Hanya sebentar, seluruh murid di kelas itu terdiam melihat sosok itu. Tidak semuanya, hanya ada dua sebenarnya tiga jika saja, orang itu tidak sedang memanjakan jarinya di sebuah PSP berwarna hitam obsidian.
"Ni hao, Wo Jiao* Kris. Hen gaoxing jian dao ni**…" ujar Namja itu memulai perkenalan dirinya. Suara khas miliknya menyihir seluruh kelas untuk segera berteriak, atau mungkin kembali menghidupkan?
Beberapa murid Yeoja tampak berteriak kegirangan melihat wajah tampan Kris. Beberapa bahkan terlihat meleleh mendengar suaranya, tak ayal jika banyak tubuh terbaring di lantai dengan genangan darah.
Kang Seonsangnim tersenyum, memaklumi kelasnya yang super heboh. "Nah, Kris… Bisa kau ceritakan tentang dirimu di sini?" ucapnya lagi, seperti wartawan sebenarnya, yah sebenarnya itu cita-cita beliau.
Kris menatap Kang Seonsangnim, "Apa saya harus melakukannya?" tanyanya dengan nada tak senang, berharap jika Kang Seonsangnim akan menarik pertanyaannya.
"Tentu saja, teman-temanmu ini perlu tahu…" ucapnya dengan senyum di bibirnya. Dan Kris pun menghela nafas.
"Kalian bisa bertanya pada Changmin-ah jika ingin tahu…" Kris mengakhiri perkataannya dengan santai. Seulas senyum terlihat di bibir tipisnya, ia berpikir untuk mengganggu ketenangan temannya itu.
Changmin yang duduk di belakang Kyuhyun mendelik kearah Kris, tatapannya seperti mengatakan jika ia tak ingin di libatkan, apalagi dengan hal menyusahkan seperti itu. Namja jangkung itu berdiri, menggebrak mejanya dan memandang sengit pada sosok Namja yang jauh berada di depan. "Yak! Apa maumu sebenarnya, Wu Yi Fan?!" teriaknya mengagetkan seluruh isi kelas.
Kyuhyun yang awalnya sedang sibuk memainkan PSP-nya terlonjak kaget sesaat setelah Changmin menggebrak meja, ia menatap aneh Changmin. Tunggu sebentar, kenapa Changmin bisa tahu nama Kris? Dan lagi kenapa Kris tahu tentang Changmin? Bukankah Kris itu… Jangan-jangan sebenarnya, Kris itu mengetahui profil pribadi seluruh manusia di dunia ini?
Namja manis itu sedang sibuk berspekulasi, bahkan ia asyik berhipotesis hingga melupakan PSP-nya yang kemudia mengeluarkan tulisan 'Game Over'. Langsung saja Namja manis itu mengernyit saat melihat PSP-nya tidak menyerukan seruan musuh, "Andwaaaeeee~" lirihnya miris.
Kita kesampingkan dulu Kyuhyun yang masih ribut dengan PSP-nya yang game over. Saat ini terjadi adu tatapan sengit dari dua Namja jangkung yang berjarak lumayan jauh itu. Siapa lagi jika bukan Changmin dan Kris? Kedua Namja ini bahkan menjadi tontonan menarik bagi murid Yeoja yang masih sadar.
"Apa yang kau lakukan di sini, eoh?" ucap Changmin, nada suaranya terdengar menantang. Kelihatan sekali jika Namja jangkung itu tak terlalu menyukai keberadaan Namja tampan yang masih berada di depan kelas itu.
Kris tersenyum, "Tentu saja untuk bersekolah, apa kau buta, Changmin-sshi?" Namja tampan itu menatap Changmin dengan sikap yang meremehkan.
Melihat kemungkinan murid-muridnya ini akan memulai sebuah pertikaian, sebelum hal itu terjadi sebaiknya kita lerai terlebih dahulu, kan? "Arra, arra… Bisa kalian sudahi dulu perkenalan kalian, Shim Changmin dan Kris? Bisa kita mulai pelajarannya?" ujar Kang Seonsangnim yang sepertinya telah di lupakan oleh dua muridnya, yah salah satunya murid barunya.
"Mianhamnida Seonsangnim, anda bisa melanjutkan…" akhiri Changmin, ia kembali duduk di tempatnya dengan sedikit bersungut. Yesung dan Eunhyuk hanya menggelengkan kepala mereka, dua orang rupawan telah datang di kelas mereka.
"Hei, man… Kau akrab dengan murid baru itu?" tanya Yesung, Namja tampan berkepala besar itu bertanya kepada Changmin yang sudah kembali duduk di tempatnya.
Changmin menatap tak selera pada Yesung, bukannya ia tak suka pada Yesung, tetapi apa yang di tanyakan oleh Yesung itu sangat tidak ingin di terima oleh telinganya. "Yesung-ah, aku tidak akrab dengannya, hanya kenal…" ucapnya dengan cengiran yang terlihat lumayan lucu.
"Tapi sepertinya… kau lebih sekedar hanya kenal, mungkin saja di sekolah yang lalu kalian sangat akrab?" tanya kembali Namja berkepala besar itu. Changmin menunjukkan wajah yang tak terdifinisi oleh Yesung.
"Yah, pokoknya begitulah Yesung-ah~" Namja jangkung itu menyandarkan kepalanya pada meja, memiringkan kepalanya agar bisa melihat Yesung yang masih mengajaknya bicara. Ia terkadang memberikan jawaban dengan senyuman atau beberapa jawaban singkat. Sepertinya, kali ini kehidupannya di bumi akan sedikit berubah dengan adanya Kris di sekitarnya.
.
.
The World God Only Knows
A ChangKyu fanfiction
Shiki Frantomhive
.
Fourth sight, Changmin Jealous
.
"Kyuhyun-ah, boleh aku meminta tolong padamu untuk mengantarku berkeliling?" ucap sebuah suara. Suara baritone yang sangat khas, terdengar berat namun juga sexy. Kris lah sang pemilik suara itu.
Kyuhyun, Changmin, Yesung dan Eunhyuk menatap Kris dengan pandangan aneh. Mereka tahu, mana mungkin Kyuhyun mau merelakan waktunya yang sangat berharga di jam istirahat ini di sia-siakan begitu saja hanya untuk mengantar seorang murid baru yang baru saja di kenal itu?
Changmin melirik Kyuhyun sebentar dan ia yakin jika Kyuhyun akan menolaknya. Yesung dan Eunhyuk bahkan sudah taruhan jika Kyuhyun pasti akan menolak, jika Yesung menolak dengan tegas, maka Eunhyuk menolak dengan cara tak memperdulikan keberadaan Kris.
"Arrasseo… tapi kau harus mentraktirku makan siang saat istirahat siang nanti." Namja manis itu berdiri, menekan tombol-tombol di PSP-nya dan memilih untuk menyimpan data permainannya.
Tiga Namja yang berada di dekat Kyuhyun hanya bisa terperangah, melihat Namja manis dan sang murid baru pergi begitu saja keluar dari ruang kelas mereka. Mereka sangat shock, ya, tiga Namja itu sungguh sangat shock saat melihat Kyuhyun menerima ajakan itu. Ada apa dengan teman mereka satu ini?
"Yesung-hyung… bagaimana ini? Kyuhyun, dia…" Eunhyuk terperangah, ia menarik-narik lengan baju Yesung yang ada di sebelahnya. Yesung yang tak kalah kaget itu hanya diam, bahkan ia tak menjawab pertanyaan Eunhyuk.
Changmin hanya diam, ia bahkan menatap tak suka pada Kris dan Kyuhyun yang sudah menghilang dari kelas. 'Apa maumu dari Kyuhyun, Wu Yi Fan…'
.
.
"Mianhae Kyuhyun-ah, kau mau repot-repot mengantarku berkeliling." Kris, sang Namja tampan itu tersenyum kearah Kyuhyun, terlihat sangat tampan sekali.
Kyuhyun yang berada di sebelahnya tersenyum sedikit terpaksa jika kalian lihat dengan baik-baik. "Ne, tidak apa… Aku juga sedang bosan dengan game yang sedang kumainkan, sekalian saja berkeliling menghilangkan kejenuhan…" ucapnya. 'Tsk, kau sangat menggangguku, kau tahu?' batinnya.
'Kau sudah janji mengantarku berkeliling, Kyu…' Kris membalas ucapan Kyuhyun dengan cara telepati. Sepertinya, Kris dan Kyuhyun terlihat biasa di luar, namun percakapan di dalam hati atau bisa di katakan telepati mereka sangat sengit. Kyuhyun yang menggerutu, Kris yang mengancam.
Kyuhyun menatap Kris dan tersenyum, Kris membalas senyuman itu. 'Heh, Namja pabbo. Kau bahkan belum memberi jawaban, kenapa kau bisa kenal dengan Changmin, kan?' Namja itu kembali bertelepati dengan Kris. Mereka terlihat kembali berjalan mengelilingi sekolah.
'Memberi tahu segala hal yang berkaitan dengan Changmin tentu ada harganya, Choi Kyuhyun.' Kris berbelok saat Kyuhyun yang menuntunnya berbelok menuju sebuah lorong yang Kris yakin akan menjadi penjelajahan terakhir mereka.
Namja manis itu menaiki tangga, ia berjalan lebih cepat saat tempat yang ia tuju sudah berada di depan matanya. Dan sampailah mereka, di atap gedung sekolah, dimana mereka –Kris dan Kyuhyun– bertemu pertama kali. "Yak, Kris-sshi! Kau sudah janji! Kenapa kau bisa kenal dengan Changmin? Bukankah kau ini bukan manusia?"
Kris menutup telinganya, "Haruskah?" tanyanya dengan raut wajah yang lumayan menyebalkan.
Wajah yang di tunjukkan Kris membuat Kyuhyun kesal. Untung saja ia masih bisa sabar, jika ia sudah kelepasan, mungkin saja bangku panjang terbuat dari besi yang ada di sekitar atap ini mungkin bersarang di atas tubuh Namja tampan di dekatnya ini. "Kris-sshi, kau jangan membuatku kesal…" ucapnya dengan mengepal kuat-kuat salah satu tangannya.
Namja bermbut blondy creamy itu tersenyum, hampir saja ia tertawa. "Arra, arra…" Kris mengangkat kedua tangannya melihat Kyuhyun yang sangat tidak sabaran. "Aku tak sengaja bertemu dengan Changmin-ah saat menyinggahi sekolah lamanya." Kris terdengar sedang berbohong saat ini.
"Oh…? Kenapa sepertinya tidak seru?" Namja berambut coklat lembut itu terlihat tidak tertarik lagi. Dan hal ini sangat menguntungkan Kris, ia tak mungkin mengatakan kenyataan siapa Changmin, kan? Ia tak ingin Jaejoong memarahinya.
Namja tampan itu menatap Kyuhyun dengan pandangan yang sedikit aneh, ia tak menjawab pertanyaan Namja di dekatnya. Ia kemudian duduk di bangku panjang yang di siapkan di atap. Rambut blondenya bergerak lucu mengikuti arus angin, pandangan matanya menerawang langit di atas sana.
"Hei, kenapa kau yang bukan manusia bisa berada di sini?" kembali sebuah suara lembut keluar dari Namja berambut coklat lembut itu. Namja itu masih berdiri, ia sesekali berputar untuk menikmati suasana di taman atap ini. Mungkin saja saat ini, pelajaran sudah di mulai.
Kris tak langsung menjawab, Namja itu memejamkan matanya. "Shinigami datang ke dunia manusia hanya satu tujuannya, mengambil nyawa manusia yang waktunya telah habis."
Kyuhyun terdiam, "Terdengar sangat menyedihkan…" Namja itu kemudian duduk di sebelah Kris. "Apa hanya itu kehidupanmu selama ini, Kris-sshi?" Kyuhyun menolehkan kepalanya, menatap wajah Kris, mencoba melihat adakah perubahan raut wajah di sana.
Sepertinya apa yang di inginkan Kyuhyun tidak akan tersampaikan, Kris sama sekali tak menunjukkan raut wajah yang berarti. "Jika kau sudah terbiasa, tidak akan mempermasalahkan hal remeh seperti itu."
Hening kembali menyelimuti dua Namja berbeda alam itu. Namja berambut coklat lembut itu berdiri, "Kris-sshi, aku akan ke kelas. Apa kau ikut?" tanya Kyuhyun di depan Kris, Namja tampan itu memejamkan matanya.
"Ani, aku akan kembali nanti…" Kris menjawab. Masih dengan menutup matanya, menikmati angin lembut yang menyentuh kulit wajahnya.
Kyuhyun mengangguk walau ia yakin, Namja di hadapannya ini tidak melihat. Kemudian Namja manis itu berjalan pergi menuju kelasnya.
.
.
Changmin melihat Namja manis yang ia kenal berjalan menuju pintu kelas, ia berdiri dan menyambut Kyuhyun yang sudah kembali. "Kyunnie…" ucapnya dengan semangat. Seperti anjing yang menunggu kepulangan sang majikannya saja.
Kyuhyun menoleh kearah Changmin, tersenyum sedikit dan berjalan kearah Namja jangkung itu, lalu duduk di sebelah Changmin kembali bermain dengan PSP-nya. Hening beberapa menit hingga seseorang memukul pundak Changmin lumayan keras membuat Namja itu menoleh, sepertinya ia sudah hapal siapa yang melakukan perbuatan nista ini.
"Changmin-ah! Bagaimana, kau sudah membuat tugas dari Im Seonsangnim?" tanya sebuah suara yang cukup semangat di telinga Changmin. Ya, siapa lagi jika bukan Victoria Song yang melakukan perbuatan nista ini.
"Yah! Vikkie-ah, jangan memukulku bisa tidak? Kau ini, selalu saja memukulku jika bertemu…" Changmin hanya menggeleng, ia mengusap pundaknya. Walau Victoria adalah Yeoja, pukulannya cukup sakit baginya.
Kyuhyun di sebelah Changmin hanya bisa melihat keakraban keduanya. Tangannya terlihat mencengkram erat PSP miliknya, membiarkan saja permainannya yang kembali 'Game Over'.
"Hei, apa Changmin dan Victoria berpacaran? Mereka tampak lumayan dekat dan serasi…" sebuah kasak-kusuk terdengar di telinga Kyuhyun. Bahkan ia bisa mendengar apa yang di katakan oleh mereka yang sedang bergosip.
"Entahlah, tapi mereka seperti sepasang kekasih, ne?" ucap murid yang lain.
Kyuhyun kali ini menoleh, menatap sengit pada murid Yeoja yang berisik di belakangnya dan membuat murid-murid Yeoja itu pergi atau mungkin mencari tempat yang lebih enak untuk bergosip. Dasar Yeoja, sukanya hanya bergosip saja.
'Sepasang kekasih? Apa Minnie benar-benar berpacaran dengan Victoria?' batinnya, ia melihat pasangan itu di hadapannya. Terlihat begitu akrab, menurutnya juga mereka sangat serasi. Namja tinggi yang tampan dan Yeoja yang cantik.
"Hei, Kyu… kau dengar? Vikkie mengajak kita ke taman bermain milik keluarganya, kau mau ikut?" ajak Changmin, wajahnya tampak berbinar. "Aku belum pernah ke taman bermain. Kau mau ikutkan Kyu? Menemaniku saja, oke?" kembali Changmin berucap, ia berusaha meyakinkan Kyuhyun agar ikut untuk menemaninya.
Kyuhyun tampak berpikir, "Kenapa harus denganku? Tanpaku kalian bisa kencan berdua saja, kan?" ucapnya. Ia melihat Changmin memukul dahinya, "Apa aku salah berbicara?"
"Aish, tentu saja! Buat apa aku kencan dengan gorilla satu itu?" Namja jangkung itu menunjuk Victoria yang ada di belakangnya. Yeoja cantik itu memukul kepala Changmin hingga sang Namja meringis. "Aish! Kau tahu tidak, kekuatanmu itu sangat berlebih untuk seorang Yeoja berbadan kecil!" Changmin mengusap kepalanya, menatap sengit Victoria dan kembali menatap Kyuhyun dengan pandangan memohon.
Kyuhyun tampak berpikir, "Hari apa kau akan ke taman bermain?"
Wajah Changmin seketika cerah, secerah mentari bersinar. "Hari sabtu atau minggu… kedua hari itu sekolah libur, jadi kita bisa bermain sepuasnya…" ucap Changmin dengan penuh semangat, hitung-hitung ini juga bisa di katakan sebagai kencan dirinya dengan Kyuhyun.
Namja manis itu menganggukkan kepalanya, kemudian berpikir. "Hari sabtu dan minggu—"
"Bukankah kau sudah janji mau mengantarku berkeliling kota, Kyuhyun-ah?" sebuah suara baritone yang khas terdengar di belakang Victoria. Seorang Namja yang sejak awal memang kurang di suka oleh Changmin datang begitu saja, mendekati meja keduanya.
Changmin merubah wajah senangnya, melirik Kyuhyun dan Kris bergantian. "Oh, ternyata kau sudah punya janji? Ya sudah, kapan-kapan saja kau ikut ke taman bermainnya." Changmin berdiri, mengajak Victoria untuk menjauhi tempat Kyuhyun dan Kris berada.
"Ap—, Changminnie aku tidak ada— aish…" ia melihat Changmin yang sudah pergi cukup jauh. "Kenapa kau selalu mengganggu? Bisakah kau sedikit menjauh dariku?" Kyuhyun cukup sengit mengatakan kalimatnya, sepertinya ia terlalu kesal pada Namja satu ini.
Kris hanya tersenyum, ia sepertinya senang sekali mengganggu hubungan Changmin dan Kyuhyun. Entahlah mengapa, ia senang saja mengganggu keduanya. "Tak kusangka Namja pabbo itu akan percaya dengan apa yang ku ucapkan. Sepertinya dia sudah terlalu jauh salah paham~ sepertinya akan menarik jika aku semakin mengganggu kalian, kan?" tanya Kris secara langsung pada Kyuhyun yang ada di hadapannya.
Namja manis itu mendengus, "Apanya yang menarik? Kau benar-benar mengganggu Kris-sshi! Lihat lah apa yang kau lakukan? Changmin marah padaku sekarang!" Kyuhyun melipat kedua tangannya di atas meja dan meletakkan kepalanya di atas lipatan itu.
.
.
"Minnie-ah, benar tidak apa-apa? Bukankah kau mau mengajak Kyunnie kencan?" tanya Victoria yang berjalan berdampingan dengan Changmin ke kantin. Sepertinya sang Namja jangkung sudah kekurangan asupan makanan. Gizi utamanya.
Changmin menghembuskan nafasnya kesal, Namja itu menggembungkan pipinya. "Mau bagaimana lagi… Namja sialan itu selalu saja mengganggu, tidak di sana, tidak di sini." Changmin menghala nafasnya.
Victoria menoleh, pandangannya seperti bertanya. "Di sana? Sini? Maksudmu apa Minnie?" Yeoja cantik itu bertanya, sepertinya ia tertarik dengan cerita Changmin ini.
Namja jangkung itu menolehkan kepalanya, "Aniya, lupakan saja…"
"Eh?! Wae? Aku ingin mendengarnya! Ayolah Minnie!" Yeoja cantik itu memegang lengan Changmin, terlihat mesra sekali.
Changmin melirik Victoria, "Aish, hanya masalah di masa sekolah lama saja…" Namja itu cepat-cepat menambahkan dan melepas kaitan lengan Victoria. Yeoja itu hanya mengangguk, sepertinya mengerti dan tidak lagi mengganggu Changmin dengan masa lalunya.
Sesampai di kantin, tangan Namja jangkung itu telah penuh dengan sebuah nampan berisi makanan yang sepertinya cukup untuk lima orang. Melirik berbagai tempat, mencari sebuah tempat yang mungkin saja kosong dan bisa ia tempati.
"Minnie, itu ada tempat kosong… Ah, ada Tao-ie dan beberapa Sunbae," Victoria menarik lengan Changmin yang masih mencari tempat kosong yang bisa ia tempati. Dengan pasrah Changmin mengikuti Victoria, daripada ia makan sambil berdiri, kan?
Yeoja cantik itu berdiri di belakang Tao, dan tersenyum kepada beberapa Sunbae yang sebenarnya ia juga kurang kenal. "Annyeong, boleh kami duduk di sini? Di tempat lain sudah penuh…" ucap Victoria meminta izin, Changmin yang ada di sebelah Yeoja cantik itu hanya tersenyum.
"Victoria-ah, Changmin-ah… duduk saja, masih ada beberapa yang kosong kok!" Tao tersenyum, ia agak menggeser dirinya.
Dengan senang hati, Victoria dan Changmin duduk. Yeoja cantik itu duduk di samping Tao sedangkan Changmin duduk di seberangnya bersebelahan dengan Chanyeol.
"Annyeong~~!" sapa Chanyeol dengan Happy Virus-nya, Changmin hanya tersenyum dan memfokuskan dirinya pada makanan di hadapannya.
Tao menatap Changmin sedikit takjub dengan makanan yang di makan oleh Changmin. "Kau benar-benar Food Monster, Changmin-ah…" ucapnya dengan nada yang takjub.
"Tao-ie, tinggalkan dia… Food Monster itu tidak akan menjawabmu saat makan…" Victoria menunjuk Changmin yang dengan sangat bringasnya menyantap makan siang miliknya.
.
.
Kini bel sekolah kembali berkumandang, bukannya pelajaran akan di mulai atau tanda istirahat. Bel kali ini mengharuskan seluruh muridnya untuk pulang, kembali ke rumah masing-masing yang sangat nyaman.
Namja jangkung itu membereskan seluruh bukunya, memasukkan buku-buku itu kedalam tas ransel miliknya. Kyuhyun yang ada di depannya juga melakukan hal yang sama dengan dirinya, bedanya Namja manis itu sudah siap dan akan berdiri pulang.
"Kyu, kau mau pulang?" Changmin di sebelahnya mencekal tangan Kyuhyun. Dengan terpaksa Namja manis itu menoleh kesebelahnya.
Sebuah senyuman terpampang di bibir pink menggoda itu, "Tentu saja aku pulang, masa aku harus menginap di sekolah ini?" Kyuhyun tertawa sedikit menunjukkan wajah illfeel jika ia harus menginap di sekolah ini.
"Ani, tentu saja tidak. Kalau begitu, kau mau pulang—" Changmin menolehkan kepalanya, kekiri dan kanan jika ada pengganggu aka Kris tiba-tiba datang dan membawa Kyuhyun pergi? Sia-sia ia mengajak Kyuhyun pulang bersama, kan? "—bersama?" tanyanya melanjutkan.
Kyuhyun tersenyum lagi, "Kau mengajakku pulang bersama? Tentu saja boleh. Lalu, kenapa kau seperti takut ketahuan sedang maling begitu?" Kyuhyun mengikuti tatapan Changmin yang menoleh ke kiri dan kanan terus.
"Ah, ani. Aku hanya takut ada pengganggu lagi…" ucapnya lumayan berterus terang, beruntung orang yang Changmin anggap pengganggu itu sudah pergi entah kemana. Mungkin saja sudah pulang terlebih dulu? Yah, beruntunglah dia tidak ada pengganggu.
"Arrasseo, ayo kita pulang~" Kyuhyun berjalan lebih dulu, sedangkan Changmin ada di belakangnya.
Perjalan pulang mereka terasa lama, baik Changmin dan Kyuhyun sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda akan berbicara. Sampai akhirnya Changmin berhenti mendadak, pandangan matanya terlihat lurus kedepan dan sepertinya ia sangat amat kaget sekali.
"Hyung?! Kenapa hyung ada di sini?"
.
.
To be continue
A/N
Kkkk~ gimana chap ini? Ngebosenin kan? Iya emang, gw agak ga niat bikinnya, soalnya ide gw lagi mampet… yah, pokoknya di review aja, monggo silahkan~
Eh, betewe… ada kuis nih…
Siapa yg di panggil "Hyung" sama Changmin di akhir chapter ini?
Yunho? Jaejoong? Orang baru?
29-10-2012
