"Hyung sangat menghargai kejujuranmu. Hyung harap hal ini menjadi pelajaran untukmu ke depannya. Hyung tidak akan mengatakan hal ini pada yang lain. Hanya Hyung dan kau yang tahu masalah ini. Jangan diulangi lagi. Arraseo?"
Donghae mengangkat kepalanya yang tertunduk. Ia mengerjapkan matanya saat melihat senyum tulus Leeteuk. Tanpa menjawab apapun, Donghae memeluk Leeteuk erat.
"Gomawo, Hyung. Jeongmal gomawo."
Leeteuk tersenyum dan balik memeluk Donghae erat. Dirinya sudah merasa cukup lega kesalahpahaman ini akhirnya selesai juga. Walau mungkin seperti janjinya pada Donghae tadi, Leeteuk tidak akan mengatakan hal ini pada siapapun penghuni Sapphire Blue. Ia akan menyelesaikan kesalahpahaman ini tanpa menyebutkan siapa pelaku sebenarnya. Pastinya ia juga akan meminta Kyuhyun serta yang lainnya yang telah dirugikan untuk memaafkan Donghae.
Genre : Brothership
Rating : Fiction T
Cast : All Super Junior member
Disclaimer : All them belong to themselves and GOD.I own only the plot.
Warning : Typos, Geje , Don't like it? Don't read it please.
Summary : "Apa aku tidak pantas tinggal di Sapphire Blue House?" /"Inilah hasil perbuatanmu tempo hari." /"Mianhae, Kyuhyunie. Jeongmal mianhae."/ "Jadi kau meragukan kami?"/"Kubilang berhenti Kyu – ugh."
Sapphire Blue House
Chapter 4
"Hyung, jebal, beritahu aku siapa yang sudah berbuat iseng dan menjadikan aku sebagai tertuduh?"
Leeteuk menatap Kyuhyun yang lagi-lagi merengek padanya tentang siapa yang mencemarkan nama baiknya. Leeteuk tersenyum kecil mendengar rengekan Kyuhyun itu. Walau sangat jahil dan mendapat julukan Evil Magnae, Kyuhyun tak pernah sungkan untuk bersikap manja padanya dan juga Sungmin. Tak jarang mereka berdua mendengar rengekan Kyuhyun seperti saat ini.
"Kau tidak bosan merengek seperti itu terus, Kyuhyun-ah? Sudah hampir satu minggu kau terus merengek pada Leeteuk Hyung."
Kyuhyun mendeathglare Eunhyuk yang menyahuti rengekannya pada Leeteuk.
"Eunhyuk Hyung benar, Kyuhyunie. Tidak biasanya kau merengek seperti itu di muka umum. Biasanya kan kau sangat menjaga image mu di hadapan fans-fansmu itu," sambung Ryeowook.
Leeteuk, Eunhyuk dan Yesung mengedarkan pandangan mereka ke sekeliling cafetaria. Mereka dapat melihat beberapa yeoja yang memandang ke arah meja mereka dengan mata yang berbinar. Ya, saat ini mereka memang sedang berada di cafetaria kampus mereka. Menikmati makan siang. Kebetulan mereka hanya memiliki jadwal kuliah pagi hari. Berbeda dengan penghuni Sapphire Blue yang lainnya.
"Aku kan hanya ingin tahu, Hyung," rengut Kyuhyun yang menimbulkan pekikan di sekeliling cafetaria.
Kyuhyun memutar bola matanya malas mendengar pekikan itu. Sedangkan Hyungdeul yang bersamanya hanya mampu mengulum senyum. Tak ingin membangkitkan Evil yang ada di diri Kyuhyun.
"Kau ingin balas dendam ya, Kyuhyun-ah?"
"MWO?"
Kyuhyun mendelik mendengar celetukan Yesung. Belum lagi jeritan yang diberikan Eunhyuk dan Ryeowook membuat mereka menjadi pusat perhatian. Leeteuk tersenyum meminta maaf pada yang lain sambil menundukkan kepalanya.
"Reaksi kalian berlebihan, Hyung," cibir Kyuhyun.
"Jadi kau benar ingin balas dendam, Kyuhyunie?"
"Tentu saja –"
"Ya! Kau tidak boleh begitu, Kyuhyun-ah."
"Tentu saja tidak, Hyung," Kyuhyun menatap tajam Eunhyuk. "Untuk apa aku membalas dendam. Aku bukan anak kecil, Hyung."
Eunhyuk menarik nafas lega mendengar ucapan Kyuhyun. Sementara Leeteuk tertawa pelan mendengar perdebatan konyol dua dongsaengnya itu. Yesung dan Ryeowook hanya menggelengkan kepala mereka melihat hal itu.
"Aku hanya ingin tahu alasan orang itu, Hyung. Apa aku pernah berbuat salah padanya sampai ia melakukan hal itu padaku? Padahal aku sudah menganggap Hyungdeul seperti Hyungku sendiri. Aku menyayangi kalian sepenuh hatiku. Tak ingin membedakan Hyungdeul dengan Ahra Noona. Walau aku sering berlaku iseng pada Hyungdeul, tapi itu bukan berarti aku tidak menyukai Hyungdeul. Aku merasa sangat nyaman berada dalam satu rumah bersama Hyungdeul."
Leeteuk, Yesung, Ryeowook dan Eunhyuk terdiam mendengar ucapan Kyuhyun.
"Apa aku tidak pantas tinggal di Sapphire Blue House?"
Donghae yang kebetulan baru saja tiba membeku di tempat mendengar ucapan Kyuhyun. Rasa bersalah langsung menyerbunya saat mendengar ucapan lirih Kyuhyun. Sejak ia mengenal Kyuhyun, ia belum pernah sekalipun mendengar Kyuhyun berkata selirih itu.
"Inilah hasil perbuatanmu tempo hari."
Donghae terkesiap saat mendengar bisikan tepat di sampingnya. Ia langsung menolehkan kepalanya. Dan keterkejutan tak dapat ditepis dari wajah Donghae saat melihat Sungmin berdiri tepat di sisinya. Sungmin langsung berjalan menghampiri Kyuhyun tanpa mengucapkan apapun lagi pada Donghae.
"Sejak kapan Evil Magnae Sapphire Blue House semelankolis ini, hmm?"
Kyuhyun memutar kepalanya ke belakang saat mendengar suara Sungmin. Ia tersenyum kecil melihat Hyung kesayangannya itu.
"Tidak ada yang mengatakan hal itu, Kyuhyunie. Aku tak pernah memilih-milih siapa yang pantas atau tidak tinggal di rumah itu. Sejujurnya aku sangat senang dengan keberadaan kalian disana. Rumahku jadi lebih berwarna."
Kyuhyun langsung mengalihkan pandangannya ke arah Leeteuk yang tengah memandangnya dengan sangat lembut.
"Jangan pernah berfikir seperti itu, Kyuhyunie. Lagipula, Leeteuk Hyung tidak pernah mengadakan seleksi untuk menentukan siapa yang pantas tinggal di rumahnya yang sangat besar itu, kan?"
Leeteuk tertawa pelan mendengar ucapan Sungmin. Begitu juga yang lain yang saat itu ada disana. Walau sejujurnya mereka semua sedikit tak menyangka Kyuhyun akan berkata seperti itu. Karena Kyuhyun yang mereka kenal adalah sosok yang dewasa di balik tingkah kekanakannya. Kyuhyun bukanlah tipikal orang yang suka mengatakan apa yang ia rasakan dengan gamblang.
"Donghae-ah? Sejak kapan kau ada disana? Kemarilah."
Mereka semua langsung mengarahkan pandangan mereka ke arah sosok yang disapa oleh Eunhyuk. Untuk sekejap terlihat kekhawatiran dalam sorot mata Leeteuk yang melihat Donghae berdiri terdiam tak jauh dari tempat mereka saat ini.
Mendengar panggilan dari Eunhyuk, Donghae seperti ditarik kembali ke alam kesadarannya. Ia mengembangkan senyumnya saat melihat saudara seatapnya itu.
"Kenapa Hyung hanya berdiri disana?"
"Mianhae, Wookie. Aku tak ingin mengganggu perbincangan kalian tadi. Sepertinya kalian terlihat begitu serius."
Ryeowook hanya mengangguk mendengar jawaban Donghae. Mereka pun kembali larut dengan berbagai obrolan. Menghiraukan Donghae yang menatap penuh penyesalan ke arah Kyuhyun. Hanya Leeteuk dan Sungmin yang sesekali terlihat mencuri pandang ke arah Donghae. Leeteuk tersenyum miris melihat tatapan Donghae pada Kyuhyun. Sementara Sungmin terlihat memandang remeh ke arah Donghae.
~SBH~
Donghae terlihat tengah duduk seorang diri di taman belakang Sapphire Blue House. Ia menatap langit malam yang dipenuhi oleh bintang. Berusaha menghilangkan risau yang tengah ia rasakan.
Sejak beberapa hari ini, tepatnya setelah Donghae mengaku pada Leeteuk jika semua keisengan yang terjadi di Sapphire Blue House adalah ulahnya, Donghae sering dihantui rasa bersalah. Wajar memang. Mengingat ia sudah sedikit keterlaluan. Apa yang ia lakukan membuat selama satu minggu penghuni Sapphire Blue menjauhi Kyuhyun. Ia rasa, dirinya pantas menerima amarah Kyuhyun. Hanya saja, Leeteuk sudah memutuskan untuk tidak mengatakan hal tersebut. Kepada siapapun.
Donghae sempat berfikir untuk mengakui hal itu pada Kyuhyun. Namun, kesibukannya dan Kyuhyun yang tak pernah sama, membuatnya tak memiliki kesempatan itu. Bahkan Donghae hampir melupakan hal tersebut. Tapi kejadian siang tadi di cafetaria membuat Donghae kembali teringat dengan masalah itu
"Kau pasti berfikir jika Kyuhyun sudah melupakan apa yang terjadi dua minggu lalu, kan?"
Donghae mengarahkan pandangannya ke arah Sungmin yang entah sejak kapan sudah berada di sampingnya.
"Sungmin Hyung," lirih Donghae.
Sungmin tersenyum mendengar suara Donghae.
"Kau tidak pernah tahu kan kalau selama ini Kyuhyun selalu meminta Leeteuk Hyung untuk memberitahunya seseorang yang sudah sangat kejam memfitnahnya. Kau terlalu sibuk dengan duniamu sendiri. Bahkan kau sama sekali tak terlihat merasa bersalah selama ini."
Donghae menundukkan kepalanya saat mendengar ucapan Sungmin. Memang tidak terlihat emosi dalam setiap kalimat yang meluncur dari bibir shape M milik Sungmin. Hanya saja, Donghae merasa terintimidasi oleh kalimat-kalimat tersebut.
"Sejujurnya aku tak mengerti kenapa Leeteuk Hyung tak mengatakan hal ini pada yang lain. Atau mungkin hanya pada Kyuhyun dan juga korban dari keisenganmu yang lain. Tapi aku merasa tak memiliki hak untuk memaksa Leeteuk Hyung untuk menceritakan hal itu. Yang sama sekali tak dapat diterima nalarku adalah dirimu yang tak memiliki niatan untuk mengatakan hal ini pada Kyuhyun. Kau terlalu pengecut."
Donghae mengangkat kepalanya. Ia memandang nanar ke arah Sungmin.
"Mungkin aku memang pengecut, Hyung. Aku tak memiliki keberanian untuk mengatakan hal yang sebenarnya pada Kyuhyun. Tapi bukan berarti aku tak memiliki keinginan untuk itu. Bukan berarti aku sama sekali tak merasa bersalah pada Kyuhyun."
Sungmin hanya mengangkat bahunya mendengar ucapan Donghae.
"Aku tak tahu apa yang ada dalam fikiranmu. Aku hanya menyesali sikapmu kali ini. Kau memang terkenal childish, tapi bukan berarti kau bisa berbuat sekekanakan ini."
Sungmin bangkit dari duduknya dan berjalan meninggalkan Donghae. Membiarkan Donghae memikirkan lebih jauh mengenai apa yang terjadi selama dua minggu belakangan ini.
"Mianhae, Kyuhyunie. Jeongmal mianhae."
~SBH~
"Donghae Hyung!"
Donghae yang tengah menyiapkan beberapa buku yang akan ia gunakan untuk kuliah hari ini mengalihkan pandangannya ke arah pintu kamarnya dan Eunhyuk. Terlihat disana Kyuhyun berdiri dengan senyum lebar. Donghae mengernyitkan keningnya melihat Kyuhyun.
"Hyung, hari ini aku ke kampus bersamamu, ya?"
Donghae mengerjapkan matanya mendengar permintaan Kyuhyun.
"Mwo?"
"Iya, hari ini aku ingin berangkat bersamamu, Hyung. Kau tidak keberatan, kan?"
Donghae memicingkan matanya. Menatap Kyuhyun curiga.
"Apa yang sedang kau rencanakan, Kyuhyun-ah?"
"Eh? Rencanakan apa, Hyung?"
"Kau ingin menjadikanku sebagai korbanmu hari ini?"
"Mwo? Tidak, Hyung. Aku hanya ingin berangkat bersamamu. Hyung kan tahu aku tidak memiliki kendaraan. Hyungdeul yang lain sudah pergi sejak tadi. Jadi aku ingin berangkat bersamamu."
"Jeongmal? Kau benar-benar tak ada niat untuk menjadikanku korbanmu?"
Kyuhyun menarik nafas mendengar ucapan Donghae.
"Aku serius, Hyung. Kenapa Hyung tidak percaya padaku? Kalau memang Hyung tak ingin aku berangkat bersama Hyung, biar aku berangkat menggunakan bis saja. Annyeong, Hyung."
Donghae terkesiap di tempatnya. Ia memandang kepergian Kyuhyun. Ingin rasanya ia berlari mengejar Kyuhyun. Tapi entah kenapa kedua kakinya tak dapat ia ajak bekerjasama.
"Kyuhyun-ah! Tunggu!"
Donghae akhirnya berjalan mengejar Kyuhyun. Untung saja Kyuhyun masih belum terlalu jauh.
"Mianhae. Aku tak bermaksud seperti itu. Tunggulah sebentar. Aku bersiap lebih dulu."
Kyuhyun melepas genggaman tangan Donghae di pergelangan tangannya. Ia tersenyum tipis dan menggeleng.
"Aniyo. Tidak perlu Hyung. Aku akan menggunakan bis saja."
Kyuhyun kembali berlalu meninggalkan Donghae. Dan kali ini Donghae sama sekali tak mampu mengejar langkah Kyuhyun. Setelah melihat senyum yang diberikan Kyuhyun tadi, rasanya seluruh sendi dalam tubuh Donghae kehilangan tenaga. Donghae menundukkan kepalanya dan berjalan dengan lesu kembali ke rumah.
~SBH~
Sejak kejadian hari itu, hubungan Kyuhyun dan Donghae menjadi sedikit canggung. Beberapa kali Kyuhyun berusaha menghindari Donghae. Sebisa mungkin Kyuhyun tak ingin berada terlalu dekat dengan Donghae. Ah, mungkin bukan hanya dengan Donghae. Tapi hampir semua Hyungdeulnya. Kyuhyun hanya bersikap biasa saja pada Leeteuk dan Sungmin. Dua Hyung kesayangannya.
"Kenapa sepertinya beberapa hari ini aku merasa kau menjauhi Hyungdeulmu, Kyuhyunie. Kau ada masalah?"
Malam itu Kyuhyun dan Sungmin sedang duduk di beranda kamar mereka. Menikmati angin malam yang bertiup pelan. Memberikan suasana yang nyaman dan sejuk untuk mereka berdua.
"Belakangan ini aku hanya sedang disibukkan dengan berbagai macam tugas kuliah, Hyung. Hyung sendiri juga tahu, kan bagaimana sibuknya kita semua. Aku jadi tak sempat berbincang dengan Hyungdeul."
"Benarkah? Tapi kenapa kau masih sempat bersikap manja padaku dan Leeteuk Hyung?"
Kyuhyun mempoutkan bibirnya mendengar ucapan Sungmin. Sungmin sendiri hanya terkekeh melihat hal itu.
"Ayolah, Hyung. Aku sudah stres dengan bertumpuk tugas, tidak bolehkah aku melepaskan penatku pada Hyung dan Leeteuk Hyung."
"Hahaha – bukankah aku tak melarangmu, Kyuhyunie. Kau bebas bermanja padaku kapanpun kau ingin. Aku sudah pernah mengatakan hal itu padamu, kan?"
Kyuhyun mengangguk dengan senyuman di wajahnya. Namun senyuman itu tak bertahan lama. Selang beberapa saat kemudian, senyum itu menghilang dari wajah tampan Kyuhyun. Sungmin yang melihat hal itu menggenggam erat tangan Kyuhyun.
"Katakan apa yang saat ini kau rasakan, Kyuhyunie. Aku tahu, ada hal lain yang kau sembunyikan dariku dan mungkin juga Leeteuk Hyung."
Kyuhyun menarik nafas. Ia akui, ia tak pernah bisa menyembunyikan satu hal pun dari Sungmin dan Leeteuk. Kedua Hyungnya itu selalu tahu jika ada sesuatu yang merisaukan baginya. Mungkin yang berbeda adalah Leeteuk tidak pernah memintanya untuk menceritakan masalahnya. Leeteuk selalu membebaskan dirinya untuk memilih bercerita ataupun tidak. Sedangkan Sungmin lebih cenderung memaksanya –dengan cara halus– untuk menceritakan apa yang tengah ia risaukan.
"Aku hanya merasa, keberadaanku disini tak bisa sepenuhnya diterima oleh Hyungdeul. Mungkin ada beberapa dari Hyungdeul yang tidak menerima keberadaanku. Atau mungkin ada yang merasa risih dengan segala keisenganku."
Hening sejenak. Sungmin tak berniat bersuara. Ia yakin, masih ada yang ingin Kyuhyun sampaikan.
"Terkadang aku berfikir untuk meninggalkan rumah ini dan menyewa sebuah flat kecil untukku. Aku rasa tinggal sendiri jauh lebih baik dibandingkan tinggal bersama tapi dalam keadaan yang kurang mengenakkan. Tapi sesering fikiran itu muncul, sesering itu pula keyakinanku akan rasa sayangku pada Hyungdeul semakin bertambah. Hingga akhirnya aku masih berada disini sampai saat ini."
Sungmin masih terdiam. Berusaha memberi kesempatan Kyuhyun untuk menyampaikan semua yang ia rasakan. Tapi setelah beberapa menit Kyuhyun tak lagi membuka suara, Sungmin membuka suaranya.
"Tinggal sendiri mungkin terlihat jauh lebih baik. Tapi sebenarnya jika kau tinggal sendiri, akan terasa lebih menyakitkan. Kau tidak memiliki teman untuk berbagi cerita. Tidak ada yang akan membuatmu merasa dibutuhkan. Tidak ada pertengkaran kecil yang justru akan makin menguatkan hubungan kita. Hidup yang kau jalani akan tenang. Teramat sangat tenang hingga mendekati kata bosan."
Sungmin menerawangkan pandangannya. Jauh ke depan sana.
"Berada disini, untukku adalah sebuah anugrah. Bisa mengenal Leeteuk Hyung juga dirimu dan yang lain, adalah salah satu hal terindah dalam hidupku. Walau terkadang ada kesalahpahaman yang terjadi, aku menganggap hal itu sebagai salah satu ujian bagi kita untuk dapat menjadi lebih dekat dan saling mengerti satu sama lain. Dan hal-hal kecil seperti itu yang membuat hidupku jauh lebih berarti."
Kyuhyun tersenyum mendengar ucapan Sungmin yang panjang lebar. Sebuah senyum yang tulus dari dirinya. Senyum yang beberapa hari ini sangat jarang ia perlihatkan di rumah.
"Mungkin kau benar, Hyung," sahut Kyuhyun pelan.
Sungmin tertawa pelan mendengarnya.
"Sudahlah. Kenapa pembicaraan kita jadi seserius ini. Ini sudah malam, lebih baik kita istirahat sekarang. Lagipula angin malam tak baik untukmu."
Kyuhyun tak menolak saat Sungmin menggenggam tangannya dan menuntunnya masuk ke dalam kamar mereka. Kyuhyun juga hanya terdiam saat Sungmin membaringkan tubuhnya di atas tempat tidurnya dan menyelimutinya sebatas dada.
"Tidurlah, Kyuhyunie."
"Ne, Hyung. Jaljayo."
"Jaljayo, Kyuhyunie."
Begitu yakin Kyuhyun telah terlelap, Sungmin beranjak menuju tempat tidurnya dan membaringkan tubuhnya. Membiarkan kantuk mengambil alih kesadarannya.
~SBH~
"Hyung, bisa kita bicara sebentar?"
Leeteuk melepas kacamata yang ia kenakan serta menutup buku yang sejak satu jam lalu menemani waktu senggangnya. Ia mengisyaratkan pada Kyuhyun –seseorang yang memanggilnya– untuk masuk ke dalam kamarnya. Leeteuk meminta Kyuhyun untuk duduk disampingnya.
"Waeyo, Kyuhyunie?"
Kyuhyun menundukkan kepalanya. Agak ragu untuk mengutarakan keinginannya saat ini. Karena ia tahu, kemungkinan untuk Leeteuk memenuhi keinginannya saat ini sangatlah kecil. Mungkin tidak sampai 20%.
"Ada yang ingin kau sampaikan padaku, Kyuhyunie? Aku yakin, kali ini kau tidak menemuiku untuk kembali merengek mengenai kejadian beberapa minggu lalu."
"Aku – Untuk sementara – aku ingin – kembali ke rumahku, Hyung."
Kyuhyun tak berani menatap Leeteuk saat mengucapkan hal tersebut. Ia tak siap melihat reaksi yang diberikan Leeteuk begitu mendengar permintaannya.
"Kembali ke rumahmu? Kau ingin pulang ke Nowon? Kenapa?"
"Aku hanya merindukan Eomma dan Appa, Hyung."
Leeteuk tahu, ada hal lain yang menjadi alasan untuk Kyuhyun meminta pulang ke rumah keluarganya.
"Aku yakin, bukan itu alasan utamamu. Katakan yang sebenarnya atau Hyung tidak akan mengizinkanmu pulang."
Hening. Kyuhyun tak segera menjawab perkataan Leeteuk. Leeteuk sendiri sengaja memberi waktu bagi Kyuhyun untuk merangkai kalimat.
"Aku perlu waktu untuk menenangkan diri, Hyung."
"Menenangkan diri? Apa masalahmu, Kyuhyunie? Kau tahu, kan, jarak Nowon dan Seoul tidak bisa dikatakan dekat. Hyung tak ingin membuatmu jatuh sakit karena Hyung mengizinkanmu pulang tanpa alasan kuat."
Kyuhyun tak berniat menjelaskan lebih lanjut alasannya pulang ke Nowon. Leeteuk menarik nafas pasrah melihat hal itu.
"Apa ini ada hubungannya dengan kejadian beberapa minggu lalu? Kau masih penasaran dengan orang yang sudah melakukan itu semua?"
Kyuhyun menggeleng pelan.
"Aniyo, Hyung. Bukan karena itu."
"Lalu?"
"Aku hanya merasa perlu melakukan koreksi diri, Hyung. Hyungdeul mungkin memang tak lagi membahas kejadian beberapa minggu lalu. Semuanya sudah kembali seperti biasanya. Hanya saja, aku masih merasa ada seseorang yang kurang nyaman dengan keberadaanku disini."
"Tidak ada yang merasa tidak nyaman dengan keberadaanmu disini, Kyuhyunie."
"Tapi yang terjadi sebaliknya, Hyung. Kejadian waktu itu menjadi buktinya. Ada seseorang yang –,"
Leeteuk mengangkat satu alisnya saat Kyuhyun menggantung ucapannya. Kyuhyun menarik nafas sebelum melanjutkan.
"– yang ingin menjatuhkanku. Mungkin terkesan berlebihan, tapi itu yang aku rasakan saat ini, Hyung. Aku tak tahu siapa yang benar-benar menerima keberadaanku disini. Kecuali Hyung juga Sungmin Hyung."
"Jadi kau meragukan kami?"
~SBH~
Heechul tampak berjalan memasuki ruang tengah. Ia mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan Leeteuk. Heechul berniat untuk sedikit berkonsultasi pada Leeteuk mengenai beberapa hal. Tadi Heechul sempat mencari Leeteuk di kampus. Tapi ternyata sang Angels Without Wings itu hari ini tidak pergi ke kampus.
"Mungkin Leeteuk Hyung ada di kamar," gumam Heechul.
Heechul pun melangkahkan kakinya menuju kamar Leeteuk.
"Tidak ada yang merasa tidak nyaman dengan keberadaanmu disini, Kyuhyunie."
Heechul menghentikan gerakan tangannya saat mendengar suara Leeteuk.
"Tapi yang terjadi sebaliknya, Hyung. Kejadian waktu itu menjadi buktinya. Ada seseorang yang –,"
Heechul makin merapatkan dirinya saat mendengar suara Kyuhyun.
"– yang ingin menjatuhkanku. Mungkin terkesan berlebihan, tapi itu yang aku rasakan saat ini, Hyung. Aku tak tahu siapa yang benar-benar menerima keberadaanku disini. Kecuali Hyung juga Sungmin Hyung."
Mendengar kalimat Kyuhyun itu, Heechul langsung membuka pintu kamar Leeteuk.
"Jadi kau meragukan kami?"
Heechul menatap tajam ke arah Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun dan Leeteuk terlihat terkejut dengan kehadiran Heechul.
"Heechul-ah, kapan kau sampai?" tanya Leeteuk.
Heechul hanya melirik Leeteuk sekilas dan kembali memfokuskan pandangannya pada Kyuhyun.
"Aku sama sekali tak menyangka selama ini kau tak mempercayai kami. Kau fikir selama ini rasa sayang yang kami tunjukkan itu hanya sebuah sandiwara eoh? Memang siapa dirimu sampai kami harus berpura-pura menerimamu jika kami tak menyukai keberadaanmu disini."
"Heechul-ah! Hentikan!"
Heechul mendengus mendengar ucapan Leeteuk. Ia melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar Leeteuk dan memaksa Kyuhyun yang tertunduk untuk menatapnya.
"Mungkin aku tak bisa seperti yang lain yang dapat menunjukkan rasa sayang mereka padamu. Tapi kau harus percaya, aku menyayangimu seperti dongsaengku sendiri. Kau harus ingat itu."
Kyuhyun menatap kedua bola mata Heechul. Dan ia dapat melihat kesungguhan yang ditunjukkan Hyung cantiknya itu. Sama sekali tak ada kebohongan dari sorot mata Heechul.
"Kau sudah dengar, kan? Jadi, jangan pernah berfikiran untuk pulang ke Nowon dengan alasan seperti itu. Aku tak akan mengizinkanmu pulang untuk saat ini. Sebentar lagi kau akan menghadapi ujian. Kau akan kelelahan jika harus pulang pergi Seoul-Nowon."
Kyuhyun mengangguk pelan.
"Sekarang kembali ke kamarmu sana. Aku ada urusan dengan Leeteuk Hyung," usir Heechul.
Kyuhyun mendelik ke arah Heechul. Heechul sendiri tak mempedulikannya. Ia malah mendudukkan dirinya di kursi belajar Leeteuk dan mulai mengeluarkan laptopnya. Melihat hal itu, Kyuhyun pun bangun dari duduknya.
"Aku kembali ke kamar, Hyung."
"Ne," sahut Leeteuk dengan senyum yang terkembang.
~SBH~
Sejak perbincangan singkatnya dengan Leeteuk dan Heechul tempo hari, Kyuhyun sudah tak lagi menjaga jarak dengan Hyungdeulnya. Hanya saja, kini Kyuhyun tidak seperti Kyuhyun yang biasanya. Kyuhyun jadi jauh lebih diam. Bahkan Sapphire Blue terasa begitu tenang tanpa keisengan yang Kyuhyun lakukan.
Hal itu tentu saja menimbulkan pertanyaan dari Hyungdeulnya. Mereka sudah terbiasa dengan keisengan Kyuhyun yang disadari atau tidak seperti salah satu hal yang dapat menghibur mereka.
"Kyuhyun-ah, kenapa sekarang kau jadi jauh lebih diam?"
Malam itu, setelah makan malam, seluruh penghuni Sapphire Blue berkumpul di ruang tengah. Kebetulan besok hari Minggu, jadi tidak ada yang memiliki kegiatan yang berhubungan dengan kuliah.
"Mungkin hanya perasaanmu saja, Hyung," sahut Kyuhyun.
"Itu tidak mungkin. Aku juga merasakan yang dikatakan Siwon. Kau jauh lebih diam. Setiap berkumpul, kau lebih memilih tenggelam dengan games. Padahal sebelumnya tidak."
Kyuhyun tersenyum tipis menanggapi pertanyaan Eunhyuk.
"Aku sedang banyak deadline tugas, Hyung."
"Banyak deadline tugas tapi kau sempat bermain games?"
Kyuhyun mengusap tengkuknya. Sepertinya kali ini ia memberikan jawaban yang salah.
"Sebenarnya kau kenapa, Kyuhyun-ah? Sudah beberapa minggu ini kau terlihat aneh."
"Aniyo, Yesung Hyung. Gwaenchana."
Donghae menggigit bibir bawahnya pelan saat mendengar percakapan yang terjadi di hadapannya. Rasa bersalah itu makin menggelayutinya. Membuat dirinya merasakan sesak.
"Kau masih terus ingin berdiam diri seperti ini, Donghae-ah," bisik Sungmin.
Donghae menolehkan kepalanya ke arah Sungmin.
"Sikapmu ini bisa membuat Leeteuk Hyung sakit karena memikirkan Kyuhyun. Apa kau ingin Leeteuk Hyung jatuh sakit?"
Mendengar ucapan Sungmin, tanpa sadar, Donghae langsung mencari keberadaan Leeteuk. Donghae memang melihat senyum Leeteuk saat itu. Tapi sayangnya senyum itu tidak sejalan dengan sorot mata yang ditunjukkan Leeteuk. Ada kekhawatiran yang terlihat disana.
"Percayalah, Kyuhyun tak akan mungkin marah padamu. Jika kau terus berdiam diri seperti ini, Kyuhyun akan semakin salah paham pada kita semua. Dan mungkin saja suatu saat nanti Kyuhyun akan memilih keluar meninggalkan rumah ini."
Sungmin tersenyum lembut pada Donghae. Ia memang sempat merasa kesal pada Donghae saat tanpa sengaja ia mendengar pengakuan Donghae pada Leeteuk. Apalagi mengingat alasan Donghae saat itu sangatlah tidak masuk akal. Makin membuatnya merasa kesal. Tapi sekarang ia mengerti, sebagai seorang Hyung, ia harus bisa meyakinkan Donghae bahwa semua ini akan memiliki penyelesaian jika Donghae mau bicara.
"Kyuhyun-ah, mianhae."
Ucapan Donghae yang tiba-tiba itu tentu saja mengejutkan bagi semua penghuni Sapphire Blue. Sungmin pun tersadar dari lamunannya saat mendengar suara Donghae. Leeteuk memandang Donghae dengan sebuah senyum tulus di wajahnya. Sedangkan Kyuhyun menatap tak mengerti ke arah Donghae.
"Mianhae? Untuk apa, Hyung?"
"Aku –"
Donghae menatap Leeteuk. Leeteuk tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Sungmin pun menepuk bahu Donghae pelan sebagai bentuk dukungan.
Setelah menarik nafas sekali, Donghae bersiap untuk buka suara.
"Sebenarnya, aku yang menyembunyikan draft skripsi milik Heechul Hyung. Juga keisengan-keisengan lain pada saat itu."
Pengakuan Donghae itu tentu saja kembali membuat terkejut seluruh penghuni Sapphire Blue, selain Leeteuk dan Sungmin pastinya. Kyuhyun menatap Donghae tak percaya. Begitu juga Heechul, Eunhyuk, Ryeowook dan Kibum.
"Maksudmu bagaimana, Donghae-ah?" tanya Eunhyuk.
"Aku yang sengaja melakukan semua keisengan itu. Aku sengaja melakukan itu dan membuat Kyuhyun menjadi satu-satunya orang yang bisa disalahkan. Mianhae. Jeongmal mianhae."
"Kenapa? Kenapa Hyung melakukan itu padaku? Apa aku pernah berbuat salah pada Hyung?"
Kyuhyun menatap nanar Donghae. Ia sama sekali tak menyangka kalau Donghae yang ada dibalik semua ini. Padahal Donghae adalah salah satu Hyung yang sangat ia kagumi. Saat pertama bergabung dengan penghuni Sapphire Blue lainnya, Donghae adalah orang pertama yang membuatnya nyaman.
"Aku – aku iri padamu."
Kyuhyun membulatkan matanya mendengar alasan Donghae.
"Iri? Apa yang membuat Hyung iri padaku?"
"Kau mendapatkan semua kasih sayang dari Leeteuk Hyung. Sungmin Hyung juga sangat memanjakanmu. Kau meraih banyak perhatian dari yang lain. Apa kau tidak sadar akan hal itu?"
"Ya Tuhan! Donghae Hyung, kenapa Hyung berfikiran seperti itu. Jika memang Hyung tidak suka dengan keberadaanku, Hyung bisa katakan langsung padaku. Dan aku akan segera meninggalkan rumah ini. Tidak perlu melakukan hal seperti kemarin, Hyung!"
Kyuhyun bangkit dari duduknya. Kembali menatap Donghae yang masih belum berani menatapnya.
"Mianhae jika kehadiranku membuat Hyung tidak suka. Hyung tenang saja, malam ini akan menjadi malam terakhir Hyung melihatku di rumah ini. Aku akan mencari sebuah flat atau mungkin apartemen besok."
Kyuhyun bergerak hendak meninggalkan ruang tengah.
"Berhenti disana, Cho Kyuhyun!"
Kyuhyun menghentikan langkahnya saat mendengar Leeteuk berucap dengan nada tegas. Kyuhyun membalikkan tubuhnya untuk melihat Leeteuk.
"Aku tak pernah mengizinkan dongsaengku keluar dari rumah ini tanpa alasan yang jelas. Bukankah aku pernah mengatakan hal itu padamu?"
Kyuhyun menatap sendu ke arah Leeteuk.
"Tapi sekarang sudah jelas, Hyung. Hyung tenang saja, aku tidak akan pulang ke rumah. Aku akan menyewa sebuah flat di sekitar sini. Jadi Hyung tak perlu khawatir."
Leeteuk memijat pelipisnya pelan. Tiba-tiba pening menghampirinya.
"Bukan itu masalahnya, Kyuhyunie."
"Mianhae, Hyung," Kyuhyun kembali membalikkan tubuhnya, bersiap meninggalkan ruang tengah.
"Kubilang berhenti Kyu – ugh."
"Leeteuk Hyung!"
Leeteuk memejamkan matanya erat saat rasa sakit itu makin terasa di kepalanya. Kyuhyun yang mendengar seruan beberapa Hyungnya langsung membalikkan tubuhnya. Ia membulatkan matanya melihat Leeteuk yang seperti menahan sakit. Tanpa pikir panjang, Kyuhyun langsung menghampiri Leeteuk.
"Hyung! Gwaenchana?"
Mendengar suara Kyuhyun di dekatnya, Leeteuk berusaha membuka matanya.
"Tolong dengarkan, Hyung, Kyuhyunie," ucap Leeteuk lirih.
Kyuhyun menggigit bibir bawahnya.
"Hyung tak ingin siapapun dongsaeng Hyung meninggalkan rumah ini. Hyung mengerti jika kau merasa kecewa atas apa yang Donghae lakukan. Tapi tidak bisakah kau memaafkannya? Memulai kembali semuanya dari awal."
"Leeteuk Hyung benar, Kyuhyunie. Lagipula, apa kau yakin bisa hidup sendiri hmm? Yang terpenting, Donghae sudah mengakui kesalahannya. Beri dia kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya itu."
Kyuhyun menatap dua Hyung kesayangannya itu.
"Jebal, Kyuhyunie."
Kyuhyun mengulaskan senyumnya pada Leeteuk.
"Ne, Hyung. Aku akan tetap disini untuk Leeteuk Hyung. Tapi Hyung harus berjanji untuk menjaga kesehatan Hyung. Yaksok?"
Leeteuk tersenyum kecil dan mengangguk.
"Donghae Hyung, mianhae ne? Mungkin tanpa sadar aku sudah menyakiti perasaan Hyung."
Donghae menggeleng kuat.
"Seharusnya aku yang minta maaf, Kyuhyun-ah. Mianhae. Jeongmal mianhae."
Kyuhyun tersenyum dan mengangguk. Ia kembali mengalihkan pandangannya pada Leeteuk yang kembali memejamkan matanya.
"Lebih baik Leeteuk Hyung istirahat di kamar. Aku akan mengantar Hyung ke kamar."
Leeteuk mengangguk pelan mendengar ucapan Kyuhyun. Dengan dibantu Kyuhyun dan Donghae, Leeteuk beranjak menuju kamarnya. Meninggalkan yang lain dengan senyum di wajah mereka.
~Fin~
Di FFn lagi ada kasus pemlagiatan besar-besaran, ya? Miris liatnya. Sebagai author juga reader, saya merasa sifat plagiarisme itu bukan sesuatu yang bagus untuk dilakukan. Yah, Cuma bisa bilang semangat untuk para author yang menjadi korban. Jangan patah semangat, terus buat karya. Abaikan orang-orang yang tidak penting itu #plak Yang perlu diingat, masih banyak reader yang menunggu FF buatan kita ^^
Oke, back to story. Sebenernya saya bingung sama chapter ini. Yang berhasil diketik ternyata ga sesuai sama apa yang ada dalam bayangan saya. But, Cuma berharap readersdeul suka ^^
Hmm, mungkin chap depan agak lama. Mau mencoba buat ff untuk bhirtday-nya Shindongie Oppa. Semoga bisa selesai. Gomawo buat yang udah review di chap kemarin. Bersediakah meninggalkan review lagi untuk chap ini #kittyeyes ^^
