Make Me Love You
Chap 3
By : Hanaeri Delia
Disclaimer : Naruto milik Mashasi Kishimoto.
Aku Cuma minjam chara kok. Tapi, fic ini punyaku!
Warning : GaJe, Abal, OOC, Miss Typo(s), OOC, Ide pasaran, EYD tidak diperhatikan, Kekurangan dalam hal mendeskripsikan, Dan masih banyak kekurangan lainnya.
Pair : SasuHina
Rate : T
Summary : Hyuuga Hinata, seorang gadis yang sudah tak peduli lagi dengan masalah cinta, karena kehilangan cinta pertamanya, kini didatangi oleh seorang pria yang mengaku sebagai penggemarnya dan berjanji akan membuat Hinata mencintainya. Akan kah Hinata melupakan cinta pertamanya dan berpaling pada pria yang mengaku sebagai penggemarnya itu?
DON'T LIKE? DON'T READ!
...
..
.
Sejak tahu bahwa kemarin Hinata mendapat pesan dari sang secret admirer yang mengatakan bahwa penggemar itu tidak akan mengganggu Hinata lagi, hati Tenten terus dipenuhi kegelisaan. Ia tampak tak suka dengan keputusan si secret admirer itu. Ia menginginkan orang itu tetap mengejar Hinata, lalu membuat Hinata mencintainya agar Hinata melupakan masa lalunya yang cukup kelam itu.
Kini gadis China itu tengah bergumul dengan pemikirannya. Ia benar-benar ingin membuat Hinata dan si secret admirer dekat. Yang pertama ia harus mencari orang yang mengaku sebagai secret admirer si Hyuuga. 'Tapi bagaimana caranya?' kalimat itulah yang sejak tadi berputar-putar diotaknya. Terkadang juga terdengar gumaman 'aku harus mencarinya!' dari bibir mungil si gadis China itu, disusul dengan desahan putus asa.
"Bagaimana caranya?! Argh!" teriaknya frustasi sambil mengacak-ngacak poni berwarna cokelat miliknya.
"Apa jangan-jangan dia adalah si pria brengsek yg sudah mencampakkan Hinata?" tanyanya entah pada siapa. Tak lama, ia menggeleng, lalu bergumam menyanggah pertanyaannya sendiri.
"Tidak mungkin. Kata Shion-chan...," ucapannya terputus, ia tidak menyambungnya. Matanya membulat, sepertinya ia menemukan sesuatu.
"Ah iya, Shion! Dia pasti bisa bantu," pekiknya sambil dengan cepat memencet beberapa tombol di handphone-nya yang sejak tadi ada di genggamannya.
'Shion-chan, kau sibuk?' ucapnya saat tahu bahwa telepon telah tersambung.
'Tidak juga. Kenapa?' tanya orang yang ia panggil Shion itu.
'Ada yang ingin kubicarakan denganmu. Kita ketemu dia taman dekat rumahmu, ya?'
'Eum, baiklah. Cepat! Aku tidak mau menunggumu!' ucap Shion mengakhiri percakapan mereka.
...
Tenten's P.O.V
"Apa segitu penasarankah kau?" tanya Shion.
"Tidak, ini bukan soal penasaran lagi. Kau tahu soal masa lalu Hinata, kan? Aku ingin ia terlepas dari masa lalunya itu," jawabku. Aku memang pernah menceritakannya pada Shion.
"Kau ingin dia membuat Hinata melupakan orang itu?" tanyanya lagi. Aku hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Bukan kau yang membuat takdir, Tenten," ucapnya. Ya, dia benar. Aku memang hanya manusia biasa, tidak seperti Kami-sama yang membuat takdir. Tapi kalau memang mereka tidak ditakdirkan bersama pasti mereka tidak akan bersatu, kan? Aku hanya ingin Hinata terlepas dari lingkaran hitam yang dibuat si brengsek.
"Memang bukan aku yang membuat takdir. Tapi aku yang akan memperlihatkan pada semuanya tentang takdir mereka. Kami-sama, kurasa Dia mengutusku untuk itu," kataku sambil menerawang jauh ke langit biru di atasku. Hening, kami terdiam.
"Aku rasa orang itu tidak main-main dengan Hinata," ucapnya tiba-tiba.
"Kau akan sangat membantu," ucapku sambil tersenyum.
"Sekarang, beritahu aku apa yang kau lihat waktu itu. Sebutkan secara signifikan," tambahku.
"Ehm, rambutnya... Sepertinya berwarna gelap," rambut gelap? Oke, satu orang tercoret.
"Bagaimana dengan model rambutnya?" tanyaku lagi.
"Entah, tidak jelas," jawabnya. Tidak jelas apanya? Ia yang tidak jelas melihatnya atau rambut orang itu yang tidak jelas? Hei, tunggu. Rambut? Tidak jelas?
"Apa dia memakai kacamata?" tanyaku lagi. Ia tampak berpikir sebelum menganggukkan kepalanya. Senyum puas sudah terpampang di wajahku. Aku menemukannya!
Selesai! Gomen pendek, lama pula. Gomen ya, tapi sepertinya untuk kedepannya bakal pendek terus karena Adel ngetik di warnet takut uang nggak cukup buat bayar. Adel sadar banget ini banyak kesalahannya dan sangat tidak memuaskan, maaf ya. Sebenarnya Adel udah selesai sampai chap 5 tapi kemarin laptop Adel dicuri jadi gini deh. Hampir aja aku discontinued ni fic tapi kagak tega juga! Ya udah lah, pokoknya maaf klo sangat tidak memuaskan, kita bales review dulu.
nona fergie : salam kenal, makasih yah udah ngatain nih fic abal cukup menarik. Gaara? coba baca chap sebelum-sebelumnya deh. Oke, review lagi ya
hinatainfuture : makasih, maap nggak bisa update kilat, rnr ya
sasuhina-caem : makasih, maap klo tdk menarik
n : makasih ya, iya nih sasu emang aneh *digeplaksasu* sasori?no coment
enun chan : nih udah update, awas klo tdk rnr! *bawagolok*
Ryu Matsuda : No comment dah soal si saso. Nee? emang Ryu-san tahun berapa lahirnya? ini udah update maap telat, rnr ya! :)
Lucky Ningen Fenikkusu : maap yah, ini udah update kok. Kak? waduh adel dipanggil kak? ckk Adel orang makassar, wah dengar dimana? nama Adel kagak pasaran kan?
: iya ini udah di update
Terima kasih yang udah mau baca, kalau sempat review ya :)
