Moshi-moshi, minna! XD Ogenki desuka? Akhirnya sempet-sempet juga buat chapter 4 setelah bersusah payah edit video (masih pemula). Fyuhh... Ya, kemarin-kemarin, chapternya gaje-gaje! Gomen ne, minna! Kalau gitu, let's read! :D
Vocaloid © Crypton, Yamaha
I Love You 'By The Cake' © Chang Mui Lie
WARNING: GAJE, OOC, TYPO, KEPO, OOT, GA-NYAM, DLL
AUTHOR NOTE:
1. Marga Rin berubah menjadi 'Kagaku' dan marga Lenka berubah menjadi 'Kagashira'
2. Len dan Rinto menjadi saudara di fanfic ini
Good Reading & Good Review! ^^
Rin POV
"Huhh... Syukurlah ya, Rin-chan" kata Lenka.
"Kenapa, Lenka-chan?" tanyaku.
"Akhirnya Miku-chan bisa juga membalas lamaran dari Kaito-kun" jawabnya sambil tersenyum.
'Whoaa... Senyuman Lenka-chan benar-benar kawaii. Lenka-chan memang murid yang pintar, dia juga cantik dan baik hati' pikirku.
"Um? Doushita no, Rin-chan?" tanya Lenka.
"Ah, iya. Nandemonai" jawabku.
"Jangan melamun saat belajar ya, Rin-chan. Apalagi habis ini ada pelajaran Miyumi-sensei" kata Lenka menasihatiku.
"Tenang, aku tak mungkin melamun" kataku yakin.
"Sebentar lagi Yuru-sensei masuk! Ayo cepat! Kita bisa saja disuruh membersihkan ruang laboratorium oleh Miyumi-sensei, sensei dengan killer-nya disekolah kita ini" kata Lenka yang memelankan suaranya ketika berbicara tentang killer-nya Miyumi-sensei sambil menarikku ke kelas.
Untung saja ketika tiba di kelas, Miyumi-sensei belum datang. Aku dan Lenka menuju ke tempat duduk kami, tepat di belakang saudara Kagamine. Tak lama kemudian, Miyumi-sensei datang dengan memakai jas laboratorium.
"Jangan-jangan kita akan belajar di ruang laboratorium" kata Lenka.
Aku meneguk ludahku. Tegang melihat Miyumi-sensei yang mengambil sebuah buku di laci meja guru. Sepertinya itu buku absen siswa dikelas ini.
"Hari ini, sensei ada rapat yang tidak bisa ditunda. Jadi untuk tugas IPA, sensei akan membagikan tugas kelompok kepada kalian" kata Miyumi-sensei.
"Yeyy! Yuhuu!" sorak semua murid di kelas.
'Aneh sekali, kalau mau rapat kenapa pakai jas laboratorium?' pikirku.
"SEMUANYA, DIAM!" bentak Miyumi-sensei yang mengagetkan murid-murid di kelas.
Murid-murid di kelasku pun menjadi diam, tapi aku yakin hati mereka tidak tenang. Tidak ada suara bisikan di kelas saat itu.
"Sensei yang akan memilih kelompok kalian dari baris pertama. Kelompok yang sensei berikan, masing-masing terdiri dari 4 anggota" kata Miyumi-sensei.
Setiap barisan di kelas terdiri dari 4 meja dan 8 bangku. Oh tidak, jangan sampai aku sekelompok dengan laki-laki menyebalkan itu ᅳRintoᅳ.
"Himoto-san dengan Hagori-san, Mamoto-san dan Maname-san" kata Miyumi-sensei.
Miyumi-sensei menunjuk 2 meja yang ada di depan meja Len dan Rinto. Oh, ini pasti pertanda kalau aku akan sekelompok dengan laki-laki menyebalkan yang duduk di depanku sekarang.
"Kalian murid baru itu, ya? Sekelompok dengan Kagaku-san dan Kagashira-san" kata Miyumi-sensei.
"Hai" balas Len dan Rinto.
"Kita sekelompok dengan laki-laki, ya?" tanya Lenka.
"Huuhh..."
Miyumi-sensei mengelilingi kelas ini untuk menentukan kelompok dalam pelajaran IPA ini. Semua murid pun terdiam karena takut mendapat sesuatu yang menakutkan dari sensei yang killer ini.
"Oh, yang 1 murid ini kemana?" tanya Miyumi-sensei menunjuk bangku Miku.
"Miku kan adalah wakil ketua OSIS. Jadi, dia di tugaskan untuk memeriksa ulangan kelas VII" jawab Luka yang duduk di sebelah Miku.
"Sokka. Kalau begitu, kamu tetap sekelompok dengan Hatsune-san" kata Miyumi-sensei yang kembali ke meja guru.
Miyumi-sensei kemudian mengambil spidol dan menggoreskan tinta hitam yang menjadi beberapa kata di papan tulis.
"Nah, sekarang sensei akan membagikan materi untuk setiap kelompok. Mohon salah satu dari kelompok kalian mencatatnya" kata Miyumi-sensei kembali menulis.
"Lenka-chan, kau menulisnya?" tanyaku.
"Iya" jawab Lenka.
"Kerjakan tugas ini dengan presentasi. Sensei tidak ingin melihat dan mendengar ada kelompok yang tidak selesai dengan tugas ini!" kata Miyumi-sensei dengan tegas.
Rinto tiba-tiba mengangkat tangannya. Murid-murid di sekitarnya pun kaget termasuk diriku.
"Berapa lama waktu yang diberikan sensei untuk kami mengerjakan tugas tersebut?" tanya Rinto.
"Sensei akan memberikan kalian waktu selama seminggu untuk mengerjakan tugas ini. Karena itu, selesaikan segera tugas kalian. Sekarang sensei harus pergi untuk rapat" kata Miyumi-sensei langsung membawa tasnya dan pergi meninggalkan kelas.
Setelah Miyumi-sensei pergi meninggalkan kelas, semua murid menjadi ribut kembali.
"Hei, diantara kalian ada yang membawa laptop?" tanya Lenka.
"Aku bawa" jawab Len.
"Kalau begitu, ayo kita kerjakan sekarang sesuai dengan materi pelajaran yang di berikan. Aku dan Rinto-kun akan mencatat yang penting dari buku sedangkan Len-kun dan Rin-chan yang mengetik, ya" kata Lenka.
"Hai!" balasku dan Len.
Aku dan Len pun melakukan pertukaran tempat duduk sementara. Kubalikkan bangku Rinto, begitu juga dengan Len, ia juga membalikkan kursinya agar berhadapan dengan anggota kelompok. Kami pun mengerjakan tugas itu bersama-sama. Namun, ditengah-tengah mengetik, pasti ada yang mengganggu.
"Len! Diamlah! Jangan ganggu Rin!" kata Rinto.
"Hei, Len-kun, jangan seperti itu! Nanti kita tidak selesai-selesai, lho!" tegur Lenka.
Tapi, juga ada canda-tawa di antara kami. Aku merasa menjadi nyaman di dekat mereka. Aku tidak ingin kehilangan Lenka yang pintar, Rinto yang dingin dan Len yang lucu dan usil, tingkah laku mereka sedikit membuatku nyaman. Aku berharap kami bisa terus bersama seperti ini sebagai teman bahkan jadi sahabat.
"Len-kun, sekarang giliranmu" kataku menyerahkan laptopnya ke depan Len.
Len pun mulai mengetik-ngetik, aku pun mulai berbuat usil untuk mengganggu Len. Ku ganggu ia semampuku, namun Len tidak mau kalah. Ia tetap berusaha untuk menghindari gangguanku. Ah, aku merasa seperti iblis saja.
"Rin-chan! Kau jangan meniru adegan yang dilakukan oleh profesional! (?)" kata Lenka.
"Demo..."
"Masa' air tuba balas air tuba, seharusnya air tuba dibalas air susu" kata Rinto.
Teng...! Teng...! Teng...!
"Waktunya pulang! Dan saatnya bekerja!" kataku langsung berdiri.
"Kau semangat sekali ya, Rin-chan. Tokorode, kue yang kemarin itu enak, lho! Oh iya, tugas IPA ku serahkan pada Rinto-kun dan Len-kun, ya" kata Lenka.
"Arigatou" ucapku.
"Oh, jadi kue yang kemarin itu dikirimkan olehmu" kata Rinto.
"Ano... Len-kun, bisa tolong sampaikan permintaan maafku pada otou-sanmu? Kemarin aku tidak sengaja..." kataku mengingat kejadian kemarin.
"Sebenarnya kemarin kau berbicara denganku di telepon, Rin. Kan aku disuruh otou-san. Tapi, kuenya enak juga, lho! Iya kan, Rinto?" tanya Len.
Muka Rinto mendadak memerah. Aku, Len dan Lenka pun langsung kaget dan bingung dengan sikap Rinto.
"IᅳIya..." jawab Rinto yang langsung memalingkan wajahnya.
"Hihihi... Kau kenapa, Rinto-kun?" tanyaku sambil tertawa kecil.
"Ah, sudahlah! Len, ayo kita puᅳ"
BRAKKK!
"Lenka-chan! Rin-chan!" panggil Miku yang tiba-tiba masuk kelas.
"Miku-chan, doushita no?!" tanyaku kaget.
"Um... Aku.. Um?" Miku melihat Rinto dan Len.
Dan secara tiba-tiba, ia bersikap dingin pada mereka berdua.
"Pergilah, sekarang aku hanya ingin berbicara dengan Rin-chan dan Lenka-chan" kata Miku sambil menyilangkan kedua tangannya.
"Siapa yang mau mendengarkan ceritamu? Cih! Len! Ayo pulang!" ajak Rinto yang langsung menyeret (?) Len.
"Ja ne, Rin!" kata Len sambil melambaikan tangannya.
Setelah Rinto dan Len pergi, kami pun kembali berbicara.
"Miku-chan, doushita no?" tanya Lenka.
"Aku... Aku diajak kencan besokkk!" kata Miku dengan muka blushing.
"NANI?! Jangan-jangan kalian sudah berpacaran!" kataku.
"Iya, itu memang benar. Dan setelah itu, ia mengajakku berkencan" kata Miku.
"Omedetougozaimasu, Miku-chan!" kataku dan Lenka.
"Arigatou. Kalian berdua memang benar-benar sahabat terbaikku!" kata Miku.
"Kau juga sahabat baik kami!" kata Lenka.
"Rin-chan! Lenka-chan! Aku akan berjuang mulai sekarang! Karena itu, bisakah kalian mengantarku?" tanya Miku.
"Lho? Kalau kencan kan lebih romantis kalau berdua. Kenapa kamu mengajak kami?" tanyaku heran.
"Maksudku, antarkan aku ke tempat yang sudah aku dan Kaito-kun janjikan" jawab Miku.
"Tapi kan kami tidak tau dimana letaknya" kata Lenka.
"Aku akan pergi bersama kalian. Jadi kalian hanya perlu menemaniku, oke?" ucap Miku sambil mengacungkan jari jempolnya.
"Um... Baiklah" kataku dan Lenka.
"Kyaa! Arigatougozaimasu! Kalau begitu, aku pulang duluan, ya. Ja ne!" kata Miku sambil melambaikan tangannya.
"Cepatnya..." kata Lenka.
"Hahh... Aku jadi takut. Kira-kira apa yang akan terjadi besok, ya?" tanyaku.
"Entahlah. Tunggu saja esok hari" jawab Lenka
TBC
Gimana?
Ceritanya gaje, ya?
Judul chapternya juga gaje... (QAQ)
Gomen ne kalau ada typonya
Please review! X3
