MY LIFE

Diclaimer : Masashi Kishimoto

Pairing : NaruGaa, SasuNaru or NaruSasu, NejiGaa or GaaNeji, KyuuNaru, KankuGaa, SasuIno, NejiSaku, NaruHina, GaaMatsu, SasoDei, NaruXxx, GaaXxx

Rate : M

Genre : Romance, Friendship, Angst

Warning : OOC, Typo, Yaoi

.

.

.

Chapter 3

.

.

.

Gaara Pov

Di sinilah aku, di balkon kamar bersama Matsuri. Ditemani bulan purnama yang bersinar terang, dan angin yang berhembus sepoi-sepoi. Terlihat Matsuri yang sedang menutup kedua kelopak matanya, bibirnya membentuk seulas senyuman. Sinar bulan pun mengenai wajah cantiknya, sehingga ia tampak indah.

Aku pun memeluknya pinggangnya dari belakang, menghirup aroma tubuhnya, aku ingin kehangatan, sudah lama aku tidak mendapat kehangatan semenjak saat itu.

"Matsuri," kataku dengan datar, aku pun mengecup lehernya dengan lembut.

Terlihat ia membuka kedua kelopak mata nya, "Ya, Gaara?" jawabnya dengan lembut.

Aku pun melepaskan pelukanku, lalu aku memegang bahunya agar ia berhadapan denganku. Aku pun menatap mata nya lekat-lekat.

"Cantik.." gumamku tanpa sadar.

"Hah? Apa?" tanya Matsuri dengan alis mata terangkat.

"Kau," aku pun mengelus pipinya dengan lembut, "Kau cantik," kataku dengan datar. Terlihat wajahnya mulai merona, manis sekali.

"Benarkah?" tanyanya dengan wajah yang merona.

"Hn," balasku singkat. Aku pun memperkecil jarak di antara kami, aku memajukan wajah kami, kami pun saling menutup mata kami, sampai akhirnya bibirku menyentuh bibirnya yang manis.

Kami pun berciuman selama lima menit, lalu kami melepas ciuman kami. Terlihat wajahnya memerah dan terengah-engah. Melihat itu aku tersenyum tipis, "Tidurlah, kau pasti lelah," kataku dengan lembut.

"Hmm,"

Lalu aku mengecup keningnya, Lalu aku keluar dari kamar, dan menuruni tangga untuk menemui Kankuro.

Terlihat Kankuro sedang menatap langit-langit yang tak berbintang. Aku pun menghampirinya, setelah kulihat lagi, ternyata ia sedang melihat bulan purnama yang bersinar terang.

"Aniki," sapaku dengan nada datar. Terlihat ia menoleh kearahku, lalu ia tersenyum lembut, "Hei, Otouto." Balasnya dengan senyuman manis di wajahnya.

Terjadi keheningan disekitar kami, angin pun berhembus sepoi-sepoi menyapu kulit ku dengan lembut.

"Gaara," ah, akhirnya ia membuka suara.

"Ya?" balasku tanpa menoleh ke arah aniki.

"Menurutmu.." terlihat Kankuro menghela napas, "Menurutmu.. cinta itu apa?"

Hah? Kenapa aniki tiba-tiba bertanya seperti itu? Ck, apa dia ingin mengungkit masalah antara Neji dan aku, atau apa?

"Huh?"

"Oke, aniki ganti pertanyaannya. Menurutmu, apa arti ciuman?" tanya aniki dengan lembut.

Ck, apa-apaan aniki ini, kenapa dia jadi bertanya yang aneh-aneh, sih? Ya.. menurutku, ciuman itu hanya daging bertemu daging, lidah bertemu lidah, tidak lebih.

"Hah.." aku menghela napas, lalu aku menoleh ke arah aniki, "Aniki ini kenapa? Kenapa aniki jadi aneh seperti ini? apa mungkin karena kita sudah lama tidak-

Aku tidak bisa melanjutkan kata-kataku, karena bibirku telah dikunci oleh bibirnya. Aku pun menutup mataku dan membalas ciuman aniki.

Kami memang sering berciuman, karena menurutku ciuman hanya daging bertemu daging, dan lidah bertemu lidah, benarkan?

Lalu ia melepas ciuman kami. Terlihat ia terengah-engah, lalu ia tersenyum lembut, "Dengan ciuman, kau dapat menyalurkan perasaanmu, apa kau merasakan sesuatu?" tanya Kankuro.

Tidak. Aku tidak merasakan apapun, aku hanya merasakan hal yang aneh saat aku berciuman dengan Neji, atau 'dia'.

"Hn," balasku singkat. Terlihat ia mengelus pipiku dengan lembut, "Suatu saat, aniki yakin, kau akan menemukan cinta sejatimu. Dan aniki yakin, suatu saat kau akan mengerti apa arti cinta yang sesungguhnya," kata Aniki sambil tersenyum lembut.

"Hn,"

"Tidurlah, kau pasti lelah. Sudah malam," katanya dengan lembut, ia pun mengecup bibirku sekilas.

"Hn," balasku dengan singkat. Lalu aku pun berjalan menuju kamar tidurku.

Sesampaiku di kamar, terlihat Matsuri sedang tertidur pulas di kasur, aku pun mendekat dan mengambil selimut untuk menyelimutinya. Sesudah itu, aku ikut berbaring di sampingnya. Dengan lembut, aku mengelus rambut coklat nya, "Have a nice dream," kataku dengan datar, lalu aku mengecup keningnya. Lalu, aku menutup kedua kelopak mataku, dan ikut terlelap.

.

.

.

Beberapa tahun kemudian

.

.

.

Naruto Pov

Aku sedang duduk di bangku dekat balkon rumahku. Ya, Hinata sudah kembali ke Jepang karena perintah keluarganya beberapa hari yang lalu. Dan sekarang, aku sudah menambah kekasih resmi ku, dia adalah Sabaku No Gaara, dan Namikaze Kyuubi –Kakak ku-

Tidak tau kenapa aku sangat menyayangi Gaara, dan aniki. Yang jelas, Hinata tidak keberatan. Aku pun merogoh kantung celanaku dan mengambil sebungkus rokok, dan Lighter. Aku mengambil sebatang rokok, menyalakannya, dan menghisapnya.

"FIUH~" terlihat asap menyembur dari mulutku, memberi sensasi yang menyenangkan.

Lalu aku merogoh kantung celanaku, dan mengambil Handphone ku.

78 Incoming Massages, dan 88 Missed Call

Aku pun memutar kedua bola mataku dengan bosan. Aku pun membuka pesan yang masuk. Saat aku melihat siapa saja yang memberikan pesan, aku mendengus, semuanya dari wanita. Ck, bisakah sekali saja perempuan-perempuan itu tidak mengganggunya?

Lalu aku membuka Missed Call. Ck, wanita lagi! Tapi tunggu dulu, ada pesan dari Ariene, My Favorite Toys. Langsung saja aku membuka pesannya.

'Naruto~ malam ini aku menunggumu di Club biasa, jangan lupa ya.'

Aku memutar kedua bola mataku dengan bosan, tapi akhirnya aku juga akan ke Club. Lagipula, hampir setiap malam aku kesana.

Aku pun menyulutkan api rokokku. Aku pun bangkit dari tempat dudukku, dan keluar menuju ruang tengah. Aku pun langsung menyambar kunci mobilku.

"Kau mau kemana?" kata seseorang yang berada di belakang ku. Siapa lagi kalau bukan kakakku?

"Biasa," jawabku singkat.

"Hmm," ia mengangguk. Aku pun langsung saja menyalakan mobilku, dan mobilku melaju dengan cepat.

.

.

.

Musik kencang menggema di seluruh ruangan itu, bau minuman alkohol dan rokok menyebar di seluruh penjuru ruangan, dan juga cahaya yang remang-remang. Lalu, Naruto pun masuke ke dalam ruangan VVIP.

Ia mengedarkan pandangannya, terlihat Gaara sedang berciuman panas dengan Ariana. Naruto pun hanya memutar kedua bola matanya dengan bosan. Lalu ia mencari tempat duduk di sudut ruangan.

Ia pun menemukannya, dan langsung duduk di sudut ruangan. Terlihat Bartender mendekat kearahnya.

"Mau pesan apa, Tuan?" tanya Bartender itu.

"Red Wine," jawab Naruto dengan datar.

"Baiklah," lalu segera saja Bartender itu membuatkan pesanannya. Sesudah itu, ia memberikannya ke Naruto.

"Ini, Tuan." Kata Bertender itu, ia pun langsung melanjutkan pekerjaannya. Lalu, Naruto meneguk Wine itu. Hanya sekali minum, ia tidak akan mabuk. Ia akan mabuk kalau sudah meminum tujuh kali.

Terlihat perempuan cantik mendekat kearah Naruto, langsung saja ia bergelayut manja di bahu Naruto.

"Naruto~" sapa perempuan itu yang bernama Ariene. Naruto pun menolehkan kepalanya ke arah perempuan yang memanggilanya.

Naruto Pov

"Naruto~" terdengar suara wanita yang menyapa ku. Aku juga merasakan ia bergelayut manja di bahu ku. Lalu aku menolehkan kepalaku dan aku melihat Ariene. Ia begitu cantik malam ini, terlihat senyuman manis yang terlukis di wajah cantiknya.

"Sudah lama menunggu?" tanya Ariene dengan lembut.

"Tidak," balas ku singkat.

"Baguslah, aku datang di saat yang tepat," lalu ia pun mulai mendekatkan wajahnya ke wajahku. Ia pun mencium bibirku dengan ganas, aku pun membalas ciumannya. Ciuman kami begitu panas, terlihat terkadang ia mendesah karena ciumanku, ia pun sudah berani membuka kancing kemejaku, kemejaku sudah kacau saat ini, saat aku ingin menyelipkan tanganku ke dalam bajunya, tiba-tiba ada panggilan masuk yang menggangguku.

Drrt.. drrt..

Handphone ku bergetar di dalam kantung celana ku. Aku pun menghentikan aksi ku. Terlihat Ariene mendesah kecewa karena aku menghentikan melanjutkan permainan kami. Aku merogoh kantung celana ku dan mengambil Handphone ku. Dan terlihat nama aniki tertera di layar.

'Cih, mengganggu saja.' Batinku dengan kesal.

Lalu aku pun menekan tombol hijau dan mengangkat panggilannya.

"Ada apa?" kataku dengan kesal.

"Maaf menganggu, kau harus pulang sekarang," kata aniki di seberang sana. Ck, apa-apaan aniki ini, aku sedang bersenang-senang. Tapi, kenapa malah di suruh pulang?

"Kenapa?" balasku dengan kesal.

Ada hal yang harus kita bicarakan, ini juga perintah orang tua kita!" terlihat nada bicaranya yang sudah mulai kesal.

"Hn, aku akan pulang." Lalu aku memutus panggilannya.

"Aku harus pulang," kataku dengan datar. Terlihat wajahnya yang sudah mulai kecewa, "Kenapa?" tanyanya dengan wajah kecewa.

"Bukan urusanmu, menyingkir dari tubuhku," balasku dengan dingin. Lalu dengan kesal, ia pun menyingkir dari tubuhku. Aku pun bangkit, dan berjalan menuju pintu ruangan, lalu aku keluar dari ruangan ini. Aku pun memasuki mobilku, dan melaju dengan kencang.

.

.

.

Terlihat Naruto yang sedang membuka pintu mobilnya, lalu ia keluar. Ia pun berjalan menuju pintu rumahnya. Penampilannya agak kacau, dengan rambut yang acak-acakan, kemeja yang beberapa kancing yang terbuka yang memperlihatkan kulit tan sexy nya, lalu bau alkohol tercium di tubuhnya, bibirnya pun semakin memerah karena hasil ciuman panasnya dengan Ariene .

Ia pun membuka pintu, terlihat Kyuubi, Kankuro, dan Gaara yang sepertinya sudah kembali dari Club, sedang berkumpul di sofa. Aku pun menghampiri mereka, dan langsung duduk di sebelah Gaara.

"Oke, akhirnya kau sudah datang," kata Kankuro memulai pembicaraan.

"Malam ini kita harus kembali ke Jepang, ini permintaan kedua orang tua kita dan kedua orang tua Kankuro dan Gaara," kata Kyuubi melanjutkan. 'Jepang? Yang benar saja." Batin Naruto dengan kesal.

'Kenapa aku harus ketempat terkutuk itu lagi, sih?' batin Gaara dengan kesal.

"Sasori, dan Deidara sudah lebih dulu kembali ke Jepang." Kata Kyuubi dengan santai.

"Lalu, kita akan bersekolah di Konoha International School," kata Kankuro menjelaskan.

"Hn," balas Naruto, dan Gaara singkat.

"Kalian istirahat sebentar, nanti kalau kami sudah bersiap-siap, kami akan memanggil kalian." kata Kankuro melanjutkan.

"Maaf ya, kami sudah mengganggu acara bersenang-senang kalian," kata Kyuubi, yang lebih tepatnya menyindir.

Naruto pun mendengus sebal, "Ck, baka aniki!" kata Naruto dengan kesal. Sedangkan Gaara, ia memandang kesal Kyuubi, dan Kankuro.

"Hahaha," Kyuubi, dan Kankuro tertawa. Naruto, dan Gaara yang melihat itu pun langsung kesal, lalu mereka berdua mulai menjauh dari mereka.

.

.

Terlihat Naruto sedang memeluk pinggang Gaara dari belakang, ia pun membenamkan wajahnya di lekukan leher Gaara.

"Menjauhlah, kau bau alkohol," kata Gaara dengan ketus.

"Memangnya kau tidak?" balas Naruto dengan seringai sexy nya.

"Kalau kau tau aku bau alkohol, kenapa kau tidak menjauh?" kata Gaara dengan ketus. Memang, semenjak ia pulang dari Jepang, ia terlihat semakin ketus.

"Kau tau kan," kata Naruto sambil mengecup leher Gaara, "Aku sudah terbiasa dengan bau alkohol?" bisiknya tepat di telinga Gaara. Terlihat pipi Gaara menampilkan semburat kemerahan.

"Naruto," kata Gaara dengan lirih, "Kenapa kita harus kembali ke Jepang?" kata Gaara melanjutkan

Naruto melepas pelukannya, dan hanya mengangkat kedua bahu nya dengan cuek. Lalu, ia membalikan tubuh Gaara, sehingga Naruto dan Gaara berhadapan.

"Semoga saja kita tidak bertemu dengan teman-teman yang berada di Jepang," kata Naruto sambil melingkarkan tangannya di pinggang Gaara.

"Ya, semoga saja." Balas Gaara sambil menggantungkan kedua tangannya di leher Naruto. Lalu, Naruto semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Gaara. Naruto dan Gaara memejamkan matanya, dan mereka saling berciuman. Ciuman mereka semakin panas, Gaara pun semakin menekan kepala Naruto agar memperdalam ciumannya. Sedangkan Naruto semakin mengganaskan ciumannya, aksi Naruto mampu membuat Gaara mendesah, karena Naruto memang sangat hebat untuk masalah berciuman. Sudah satu jam berlalu, mereka pun saling melepaskan ciumannya. Terlihat mereka saling terengah-engah.

"Kau terlihat lelah, tidurlah." Kata Naruto sambil mengecup sekilas bibir Gaara. Gaara pun mengangguk, ia berjalan menuju ranjang, dan membaringkan tubuhnya di sana.

.

.

.

Naruto Pov

Terlihat Gaara yang sudah membaringkan tubuhnya, dan terlelap. Aku melangkahkan kaki ku menuju balkon. Aku pun merogoh sebungkus rokok, dan Lighter. Aku mengambil sebatang rokok, dan menyalakannya. Lalu aku menghisap rokok yang sudah terselip di bibirku.

"FIUH~" aku menghembuskan asap rokokku. Mata ku menatap kosong langit kelam itu.

"Jepang?" aku mendengus, "Yang benar saja," kataku dengan nada meremehkan. Aku pun menatap langit kelam itu dengan dingin, dan tajam.

'Cih, langit itu mengingatkanku dengan mata lelaki itu,' batinku dengan kesal. Aku pun menyulutkan api rokokku dan menjatuhkannya.

"Cih, brengsek!" kataku dengan dingin, sambil menginjak rokok yang sudah tergeletak di lantai.

'Lihat saja, Sasuke. Aku akan membuat pembalasan, cepat atau lambat kau akan jatuh cinta padaku. Asal kau tau, kau memilih lawan yang salah.' Batinku, aku pun menampilkan seringaiku.

Aku memasuki kamarku, dan berjalan menuju lemariku. Aku pun membuka pintu lemari itu, dan terlihatlah berbagai macam minuman keras yang tertata rapi di lemari itu. Aku pun mengambil sebotol Vodka. Lalu, aku menutup pintu lemariku. Sambil membawa sebotol vodka, aku kembali melangkah menuju balkon. Aku membuka tutup botol vodka itu, langsung saja aku meneguk minuman beralkohol itu. Aku pun menghentikan minumku, dan menghapus bekas cairan vodka di bibirku, dengan punggung tanganku.

"Asal kau tau, Sasuke. Kau sudah membuat masalah dengan orang yang salah," kataku dingin, sambil menyeringai.

Sambil membawa botol vodka, aku menuruni tangga untuk menemui Kyuubi, dan Kankuro.

Terlihat Kyuubi, dan Kankuro sedang mempersiapkan barang-barang yang harus di bawa untuk di Jepang.

"Aniki, Kankuro, apa kalian sudah selesai?" kataku dengan nada yang malas. Terlihat mereka menoleh ke arahku, "Sudah, dimana Gaara?" tanya Kankuro.

"Gaara sedang tidur," balasku dengan nada datar.

"Bangunkan Gaara. Kau juga bersiap-siaplah! Ganti pakaianmu yang masih berbau alkohol itu," kata Kyuubi dengan ketus.

Mendengar itu, aku hanya mendengus kesal, "Hn," balasku singkat. Aku pun berjalan menaiki tangga.

Sesampai di kamar, aku mulai membuka pakaianku. Aku membuka lemari, dan mengambil pakaian secara acak. Sesudah aku memakai pakaianku, pakaian yang berbau alkohol aku masukan kedalam keranjang cucian. Aku pun kembali dan menghampiri Gaara yang sedang tertidur.

Aku yang memang tidak bisa lembut dengan seseorang, akhirnya membangunkan Gaara dengan caraku sendiri.

Aku pun menggoncangkan tubuhnya, "Gaara, bagun!" aku pun terus menepuk-nepuk pipinya sampai merah.

Ck! Anak ini tidak bangun-bangun! Aku pun menarik selimut yang ia gunakan, tetapi saat aku menariknya, ia pun balik menarik selimutnya. Aku yang semakin kesal, dengan kasar aku menarik selimutnya hingga ia terjatuh.

BRUK

"Aduh," terdengar Gaara sedang meringis kesakitan karena terjatuh dari tempat tidurnya. Aku yang melihat itu hanya menatapnya dengan datar. "Bangun! Kyuubi dan Kankuro telah menunggu." Kataku dengan datar. Terlihat wajahnya yang sedikit kesal pun beranjak dari lantai.

"Kalau bangunin orang, biasa aja! Kasar banget!" kata Gaara dengan ketus.

'Begitu, ya? Aku saja tidak tau cara membangunkan orang dengan lembut," batinku dengan kesal.

"Hn, sekarang bersiap-siaplah, aku tunggu kau di bawah." Kataku sambil melangkah pergi meninggalkan Gaara yang sedang kesal.

.

.

Gaara Pov

Ck, apa-apaan dia? Tidak bisakah ia membangunkan orang dengan memakai cara yang lebih halus? Dasar, tidak punya perasaan! Dan wajahnya itu, tetap saja datar! Seakan-akan ia tidak membuat kesalahan! Dasar Naruto! Apa dia tidak tau kalau aku sedang lelah? Dasar tidak peka!

Aku membuka lemari, dan mengambil pakaian secara acak. Sesudah itu, aku memakai pakaianku. Pakaian yang berbau alkohol aku masukan kedalam keranjang cucian. Aku pun menuruni tangga dengan wajah dingin. Terlihat Naruto yang sedang duduk dengan santai di sofa sambil mendengarkan musik dengan Headphone nya, kakinya pun di naikan ke atas meja. Kyuubi dan Kankuro yang sedang berbincang-bincang langsung menoleh saat melihat ku.

"Ah, kau sudah siap rupanya." Kata Kankuro sambil tersenyum.

"Hn," balasku dengan singkat.

"Ayo, Naruto!" terlihat Kyuubi yang sedang menarik Headphone yang sedang dikenakan oleh Naruto. Naruto pun bangkit dengan malas, ia langsung saja keluar, dan menyalakan mobilnya.

"Kenapa sih dia?" tanya Kankuro dengan bingung.

"Tidak tau, semenjak kita bilang akan kembali ke Jepang, sifat cueknya semakin parah." Balas Kyuubi dengan santai.

Aku yang mendengar itu hanya memutar kedua bola mata dengan bosan. Aku, aniki, dan Kyuubi pun keluar dan memasuki mobil.

Sesudah itu, mobil yang di jalankan Naruto melaju dengan kencang.

"Hei! Pelan-pelan, Naruto!" teriak Kyuubi dengan kesal. Terlihat ia menghiraukan teriakan Kyuubi, malah ia menambah kecepatannya. Kyuubi yang kesal pun akhirnya menegur Naruto lagi, "Naruto!"

"Ck! Diam kau, aniki!" balas Naruto dengan dingin. Kyuubi yang merasa Naruto sedang bad mood pun langsung terdiam. Naruto pun menyalakan musik dengan kencang.

Kyuubi, Kankuro, dan Gaara yang melihat Naruto yang sedikit kacau itu hanya menghela napas.

Mobil yang berlaju kencang itu telah berhenti di depan bandara. Mereka berempat pun turun dari mobil mereka.

Mereka berempat terus menunggu, semakin lama wajah Naruto dan Gaara terlihat semakin dingin.

"Your attention please. The passengers flight number 11120994 from United States to Japan are allowed to go to the Dragonese Air's Plane now. Thank you."

Mendengar itu, mereka berjalan menuju pesawat yang akan membawa mereka kembali ke tempat terkutuk itu. Konoha, Japan.

.

.

.

TBC

Monkey D eimi : Terimakasih atas review nya :) Naruto dengan Gaara, ya? Saya belum tau juga sih, hehe. Maaf saya kurang terliti. Ga kok, menurut saya review kamu ga kaya Flame ^^

Uchy-san : ^^ terimakasih atas review nya ^^

Hyde sasunaru : SasuNaru, ya? Saya belum tau juga, sih. Hehe, terimakasih atas review nya :)

Maaf kalau banyak kesalahan, maaf kalau ada Typo, maaf kalau ceritanya semakin abal. Jadi, saya minta kritik dan sarannya ^^

Saya masih bingung, Naruto nanti endingnya sama Sasuke atau Gaara? Ya, saya sih terserah reader, kalau kebanyakan milih Sasuke, saya akan membuat NaruSasu or SasuNaru. Tapi, kalau kebanyakan milih Gaara, saya akan membuat NaruGaa. Terus, menurut kalian, Gaara endingnya sama Neji, atau sama Naruto?

Terimakasih yang sudah mau memberi saran atas fict ini, terimakasih yang sudah mau review fict ini ^^

Review/Flame?

Terserah kalian ^^