Naughty Brother

Main Cast :

Kim Taehyung, Jeon Jungkook

Lenght :

Chaptered

Rating :

M

Warning :

YAOI, Boys Love, NC, Incest

Dominant!Tae Bottom!Kook

Ketika Taehyung mulai merasa dirinya sangat penasaran apa yang terjadi dengan adiknya. Bersikap nakal yang disengaja dan berkali-kali dilakukan oleh pria manis itu terhadapnya. Memijat keningnya pelan sedangkan satu tangannya membuka pintu; Taehyung memutuskan untuk hari ini ia harus berbicara empat mata dengan Jungkook.

Mata pria itu terbelalak tak teralih pada sosok adiknya yang kini tengah terbaring menungging; memamerkan bokong putih sintalnya yang padat. Taehyung meneguk ludah dan hatinya berteriak salah, tangannya bergetar masih memegang ganggang pintu erat. Kakinya bergetar serta nafasnya tak teratur. Sulit teralih kepada adiknya yang terlihat seperti menikmati apa yang sedang ia lakukan sekarang.

Jungkook menyeringai dengan posisi ia masih menungging; memamerkan bokongnya dengan penis mungil serta pita berwarna merah muda diujungnya. Pria manis itu tau, kakaknya kini tengah melihatnya—sedikit melirik mengintip kakaknya masih berada disana, berdiri tanpa merubah posisi.

"J—Jungkook.."

Pria manis itu menurunkan bokongnya; menoleh kearah sang kakak dengan senyuman nakal yang ia tujukan kepada Taehyung. Kemeja putih transparan yang tengah ia gunakan dengan kedua kancing atasnya yang terbuka lebar; puting merah muda yang mengeras tengah mengintip malu-malu diantaranya.

Jungkook beranjak dari posisinya; berjalan mendekati sang kakak yang menahan nafas—matanya teralih sebentar kearah milik sang adik yang begitu mungil, Taehyung mengerjapkan matanya kemudian memfokuskan atensinya terhadap sang adik yang kini tepat dihadapanya dengan jari lentiknya yang merambat kearah bawah, meremas miliknya dengan lembut.

Pria manis itu mencondongkan tubuhnya merasakan bagaimana tubuh sang kakak yang bergetar masih menahan nafas, tangannya masih bermain sedangkan mulutnya mulai menjilat telinga Taehyung dengan gerakan sensual mampu membuat pria yang lebih tua darinya menggeram—

"Wanna play with me, daddy?"

—berbisik begitu seksi. Tak lupa dengan kecupan lembut di telinga sang kakak.

Jungkook sempat berteriak ketika Taehyung mendorong tubuhnya untuk terlentang di atas ranjang dengan posisi dimana sekarang sang kakak tengah menindihnya.

"Aku cukup bersabar dengan kelakuanmu, Jungkook. Kau salah jika menantangku." Taehyung menjilat bibir dengan seringaian kecil, pria manis yang berada dikungkungannya mengumpat melihat bagaimana Kim Taehyung — kakaknya tampak begitu panas di ranjang dan Jungkook tak sabar menantikan ia di hancurkan oleh milik sang kakak.

Taehyung mulai mengecupi pipi merah milik sang adik dengan lembut; menyeret ciumannya pelan di bawah rahang sang adik. Menyesap aroma yang menguar didalam diri Jungkook mampu membuat nafsunya bergejolak liar.

"Kak—"

Suara Jungkook tertahan ditenggorokan dikala Taehyung mencium bibir merahnya dengan kasar.

Taehyung mengarahkan tangannya ke pinggang sang adik dengan erat, melumat bibir Jungkook dengan cara yang liar. Kemudian tangannya terangkat mengangkat kedua tangan adiknya dan memerangkapkannya di atas kepala pria manis itu.

Taehyung menggerakan bibirnya secara liar, mampu membuat Jungkook sulit untuk bernafas. Kedua mata mereka sibuk bertatap dan tubuh mereka yang saling bergesekan. Jungkook menggeram pelan ketika bagian tubuh sang kakak yang keras mengenai bagian pahanya.

Brengsek.

Lutut sang kakak berhasil mengenai miliknya yang tidak tertutupi apapun, menekannya dan menggesek sengaja menggoda; melakukan sama seperti halnya yang ia lakukan tadi pagi kepada Taehyung.

Pria itu melepas cumbuannya menatap sang adik yang terengah-engah sama seperti dirinya. Rona pipi merah yang tampak begitu cantik dan menggoda diparas Jungkook. Pria manis itu tau jika ia tengah dipandangi sang kakak. Dalam hatinya tersenyum, ia tidak mau didominasi — setidaknya tidak untuk sekarang. Terlalu cepat dan Jungkook ingin bermain-main sebentar terhadap kakaknya.

Jungkook kemudian dengan cepat membalikan posisi, menduduki perut Taehyung dengan ekspresi terkejut yang ditampakan jelas oleh pria tampan itu. Mendelik tak suka,

"Jungkook, kau tidak akan men—"

"Kakak, aku ingin penismu." Ucapan frontal Jungkook berhasil membuat Taehyung tersedak oleh ludahnya sendiri. Adiknya—benar bajingan kecil sialan.

Jungkook tidak perlu jawaban ketika ia sendiri sudah menarik resleting sang kakak, dengan gerakan cepat ia menurunkan celana pria itu hingga kedua matanya melihat tonjolan besar yang berada di balik celana dalam itu.

Jungkook mengurut penis Taehyung dari luar celana dalam itu. Dari luar sana Jungkook bisa merasakan betapa sang kakak sangat bergairah saat ini. Mendekatkan hidungnya menghirup aroma milik Taehyung— mengingat-ingatnya. Begitu nikmat dan membuat Jungkook semakin terangsang.

Taehyung frustasi, ia tidak suka dengan permainan yang Jungkook berikan. "Buka, Jungkook!" perintahnya.

Jungkook tersenyum miring, "Untuk apa aku membukanya?" dengan nada yang main-main. Taehyung menggeram kemudian menyingkirkan Jungkook dari atas perutnya, berdiri menjulang diatas kasur membuka celana dalamnya hingga jatuh ke tumit lalu menendangnya ke lantai kemudian mendekati sang adik yang duduk di hadapannya menggapai rambut Jungkook dengan kasar; mengarahkan kepala sang adik ke selakangannya.

"Untuk kau hisap, sayang."

Jungkook menyentuh ujung penis Taehyung yang mengeluarkan cairan kuning kental itu secara pelan. Mulai melingkarkan tangannya pada penis kakaknya; menggenggamnya kemudian mengocok secara perlahan membuat Taehyung mendesis pelan.

"Penismu begitu tegang dan merah, kak."

Jungkook memperhatikan lebih detail kejantanan di hadapannya. Selain besar, kejantanan Taehyung memunculkan urat-urat halus saat mengacung seperti ini. Ujungnya mencuat ke atas, "Apa aku harus memberimu hadiah, kak?"

Taehyung tersenyum miring dan menantang. "Tergantung. Hadiah apa yang kali ini akan kau berikan padaku?"

Jungkook mengecup ujung penis kakaknya dan menjilatnya. Rasa getir, dan aneh langsung menyeruak masuk indera perasa pria manis itu

Kemudian secara rakus Jungkook mengulum kepala penis Taehyung, dan pria tampan itu mendesis lebih keras.

"Oh, fuck! Mulutmu nikmat, Jungkook."

"Hmmmmnnhhh—"

Kepala Taehyung mengadah ke atas. Ia menikmati sensasi bibir adiknya yang bergerak-gerak nakal di kulit penisnya, selagi kepala Jungkook naik-turun. Taehyung persetan dengan status yang mereka milikki. Saat ini, adiknya sangat nikmat melebihi apapun.

"Bhhe...Shhaar..." Jungkook bergumam, memberikan nikmat penuh getaran yang membuat Taehyung putus asa.

"Lebih cepat, Jungkook!" perintah Taehyung yang mulai hilang kendali. Ia menggapai rambut adiknya mulai menjambaknya. Jungkook terkejut dikala kakaknya menarik rambutnya dengan kasar, menaik-turunkan kepalanya hingga ia nyaris tersedak oleh milik sang kakak.

"Fu—Fuck! Mulut brengsekmu nikmat, Jungkook. Aaah..."

Taehyung memandang mulut Jungkook yang dipenuhi oleh kejantanannya. Ia memperhatikan secara baik bagaimana penisnya masuk dan keluar di lubang hangat itu. Ah, terlebih lagi lidah adiknya yang terkadang menjulur keluar ketika ia mengeluar-masukan penisnya ke lubang itu.

"AAAAGHHH.."

Taehyung menggeram keras dikala cairannya keluar sangat banyak masuk ke mulut Jungkook; hingga menetes meluber keluar dari mulut sang adik.

"Telan, sayang. Itu susumu. Jangan coba-coba memuntahkannya, Jungkook." Taehyung menyeringai kemudian melepaskan penisnya dari mulut Jungkook. Pria manis itu mengusap cairan kakaknya kemudian menarik Taehyung untuk berbaring dengan ia yang berada kembali di atas perut pria tampan itu.

"Tidak sabar untuk merasakanku, adikku sayang." Pria tampan itu menyeringai dibalas dengan tatapan nakal dari sang adik. "Ya, aku ingin merasakanmu lebih dan lebih kak."

"Kau bisa merasakan penisku yang tegang sekarang ini, Jungkook."

Brengsek, Taehyung dan bibirnya jika di atas ranjang!

Jungkook masih mencerna ucapan sang kakak hingga ia tidak menyadari senyum ganjil terpasang di bibir Taehyung. "Kak— AAAAHHNKKK.." jerit Jungkook ketika ia merasakan sesuatu yang keras menerobos ke lubang miliknya. Sialan untuk kakaknya.

"Aaaahh.. nikmat, lubangmu sempit dan kering Jungkook. Aku suka—" racau Taehyung mulai menggerakan tubuhnya hingga Jungkook terlonjak-lonjak diatasnya.

"S—Shit! Kak dan penismu benar-benar, Sialan!" maki Jungkook yang sulit berpikir dan bernafas.

"Lubangmu Jungkook sangat nikmat. Terus erat penisku, sayang." geram Taehyung, terlalu terbuai dengan sensasi lubang yang diberikan oleh Jungkook. Ia dengan semangat memperkosa lubang Jungkook, hingga Jungkook menggila.

Jungkook menggeleng ribut hingga rambut lepeknya bergerak-gerak. Sensasi yang diberikan sang kakak membuatnya frustasi, perutnya mengejang— tangannya terarah mengocok penisnya sendiri sambil menuntun tangan kakaknya yang menganggur untuk meremas dadanya. "Beri aku yang banyak, kak! Berikan aku yang banyak untuk lubang laparku ini!"

"Rasakan! Rasakan penisku yang menghancurkan lubangmu, adikku." Taehyung makin kuat menumbuknya membuat Jungkook semakin terlonjak dalam genjotannya. Remasan tangan dari sang kakak membuat dirinya terbuai akan kenikmatan yang terus lebih dan lebih. Taehyung menahan nafas, memainkan jarinya di sekitar puting milik sang adik sambil mencubitnya dengan gemas.

Jungkook menggigit bibirnya sensual. Ia mengerling menggoda ke arah Taehyung "Penismu yang besar itu sangat memuaskan, Kak. Ahhhh… Bolehkah aku memotongnya dan kujadikan untuk mainanku?"

Taehyung terkekeh kemudian sedikit menegakkan tubuhnya, "Mulutmu Jungkook—" dengan seringaian yang tak lupa ia berikan.

"—patut aku cium."

Mereka berdua kembali saling melumat, saling mendesah, merasakan kenikmatan satu sama lain yang berada di diri mereka masing-masing.

Mereka sama-sama tidak waras.

"Kak—Kakak!" jerit Jungkook ketika tubuhnya akan mencapai pelepasan sebentar lagi.

Taehyung tau ia dan adikknya sebentar lagi akan mencapai pelepasan. Menggenjotnya lebih liar sambil menjilat leher sang adik; mematenkan bahwa hari ini dan seterusnya tubuh sang adik adalah miliknya dan hanya ia yang boleh merusaknya.

Jungkook terengah, merasakan perutnya yang melilit; menyakinkan bahwa sebentar lagi ia mengeluarkan pelepasannya.

"Keluarkan, Jungkook!" Perintah Taehyung sambil tangannya meremas kedua bongkahan sintal yang memantul-mantul.

Tak berapa lama, Taehyung merasakan perutnya basah; melirik jika sang adik sudah mengeluarkan hasratnya.

"AHHHHHHHHHHHH!" desah keras Jungkook.

BRUK!

Taehyung menggeram merasakan penisnya dilumat erat oleh lubang sang adik. Mengeluarkan cairannya yang begitu banyak; memompa keluar cairan yang berada di testisnya.

"Sial," rutuk Taehyung, ia mengangkat tubuh Jungkook yang berada diatasnya mengeluarkan miliknya; memandang paras cantik sang adik yang tampak kelelahan dengan nafas tak teratur.

"Kak—"

"Ssst. Jangan mengatakan apa-apa Jungkook."

Jungkook menarik lengan sang kakak ketika pria tampan itu beranjak; seperti ingin meninggalkannya sendiri. "Tetap disini dan temani aku."

Taehyung menelan ludah sebentar kemudian luluh dengan tatapan sang adik, membaringkan tubuhnya sambil menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka. Jungkook memeluk Taehyung, menyandarkan kepalanya di dada bidang milik sang kakak— terkekeh tanpa suara.

Ah, ia merasa sangat puas.

Tertawa menang dalam hatinya.

Berhasil.

Ia berhasil membuat sang kakak menjadi miliknya.

tbc.