Yuhuuuuuu~! Fro balik lagi nih! Ada yang kangen? #dor #royalrevengewoy #dikeroyokreader #uhuk #langsungngumpetlagi
Warning : ada banyak penjelasan disini, silahkan dicermati! :3
Disclaimer : selama Naruto bukan milik fro, royal revenge ga bakal apdet #ditendang #langsungdigebukin #uhuk
S-selamat m-membaca #uhuk #uhuk #babakbelur #langsungngumpetbawahkasur
Chapter 4. The Prisoner
ZRASSSSSHH!
Pusaran air besar menyambar cepat ke arah sang Hokage Konoha. Madara melompat menghindar dengan segera. Atap rumah yang dipijaknya tadi pun terbelah hancur. Ia menekuk alisnya. Melihat kondisi rumah yang hancur karena serangan itu. Dari kejauhan ia bisa mendengar teriakan para penduduk yang sudah mulai evakuasi.
Tiga anbu yang melindunginya segera menerjang maju. Satu anbu menyemburkan jurus api yang segera ditangkis dengan perisai air oleh sang demon. Dua anbu lainnya menyerang dengan ledakan dan kunai.
BAMM! Ledakan keras membuatnya menoleh pada gadis demon yang menyerang dengan tinju agresif. Setiap pukulannya membuat bangunan yang disentuhnya hancur dan berlubang.
TRANG! Madara menangkis tongkat besi sang demon dengan dua kunai. Ia mengayunkan kaki cepat untuk menendang tubuh iblis berambut abu-abu itu. Sang iblis memutar tubuhnya untuk menghindar. Lalu tongkat itu dengan cepat diayunkan ke arahnya dan—ZRASSHH!—pusaran air besar langsung terbentuk dan menyambarnya.
Madara melompat mundur beberapa meter ke belakang untuk menghindari serangan itu. Lalu dengan cepat ia langsung bergerak ke samping mengitari sang iblis. Satu tangan dengan cepat bergerak membentuk segel satu tangan dan—
"Katon : Ryuuen Houka No Jutsu!"
—WUSH! WUSH! WUSH! WUSH! WUSH!—
Lima buah api besar berbentuk kepala naga muncul dan menyerbu Yagura dengan beruntun. Demon berambut abu-abu itu langsung berlari menghindar. Tongkat kail besinya diputar cepat. Perisai air langsung terbentuk mengitari tubuhnya seraya ia berusaha menghindar serangan api beruntun itu. Tubuhnya pun terdorong beberapa meter ke belakang akibat menahan ledakan serangan barusan. Tanpa mengambil napas, ia segera mengumpulkan kekuatan magisnya pada tongkat besi. Gelombang air besar langsung berkumpul. Ia hendak melakukan serangan besar ketika—
KABOOOOMMMM!
Suara debaman besar terdengar dari atas tebing patung hokage yang terletak tak jauh dari sana. Semua yang disana pun berhenti bergerak dan menoleh ke arah tebing.
Seorang shinobi tiba-tiba melesat cepat menuju Madara dengan napas terengah-engah. Dia segera berlutut hormat dan melapor "Hokage-sama! Monumen—!" ucapnya dengan napas sesak dan panik. "Monumen pahlawan sudah hancur!"
"Apa?!"
Raut muka sang Alpha Superior itu pun langsung berubah muram. "Segera periksa! Kirim pasukan anbu untuk menahan siapapun yang sudah merusaknya." Perintahnya cepat.
Madara melirik pada dua demon yang sudah berkumpul lagi. Dua matanya menyipit tajam. Aura chakra bisa terlihat meningkat drastis dan membahayakan. Niat membunuh yang daritadi ditahan langsung keluar dengan mengerikan dan diarahkan pada dua demon yang sudah menyusup itu.
"Apa monument itu adalah tujuan kalian?" tanya sang Hokage dengan nada dingin.
Yagura hanya diam menatap sang hokage. Dua alisnya menekuk ke bawah. Ekspresi merenung terlihat di wajahnya seolah ia sedang berpikir sesuatu yang mengganjal. Ia melirik ke arah tebing dimana ia merasakan sesuatu yang aneh disana.
BAAMMM!—Sebuah ledakan besar terdengar lagi diikuti oleh meluapnya aura magis yang sangat besar dari arah tebis. Itu adalah aura magis yang sangat familiar.
"Yagura!" Fuu menarik lengan rekannya dengan ekspresi muram. Yagura hanya menatapnya diam dengan kedua alis yang semakin menekuk. "Kita pergi, Fuu." Ucapnya tegas.
Yagura mengayunkan ujang tongkatnya di tengah udara. Sebuah lubang hitam langsung muncul disana. Dia melirik sekali lagi pada sang Hokage sebelum melompat masuk menuju lubang hitam diikuti dengan Fuu. Dua demon itu pun segera lenyap dari pandangan.
Madara menatap kepergian demon itu dengan pandangan tak mengerti. "Mereka mundur?" gumamnya bingung. Monumen bukan tujuan mereka? Tidak, Madara yakin para iblis pasti mengincar 'itu'. Mereka berkata sedang mencari 'Master' mereka. Jika memang benar, seharusnya monument itu memang menjadi incaran. Tapi…
Apa mereka mundur setelah berhasil menghancurkan monument? Tapi bagaimana dengan demon yang ada di atas tebing? Ia bisa merasakan aura demon yang sedang mengamuk di atas sana.
Madara menyimpan pikiran itu ke belakang dan memfokuskan diri untuk masalah yang sekarang. Ia memberi perintah pada Anbu di sekitarnya untuk menenangkan situasi disini. Lalu melesat pergi menuju atas tebing. Ia lebih baik menyelesaikan masalah disana.
Monumen seperti yang sudah dilaporkan, memang hancur berantakan. Puing-puing patung berceceran. Ia bahkan bisa melihat sedikit celah-celah kosong yang menunjukan ruang bawah tanah rahasia yang ada di bawah patung.
Seorang pemuda berambut merah mengamuk di tengah kerumunan para shinobi Konoha. Gelombang pasir menyambar cepat ke setiap arah. Menyerang siapapun yang berani mendekat. Dia mengeluarkan aura dominasi kuat yang membuat siapapun yang mendekat menjadi lemas tak bertenaga.
Gelombang pasir itu mengelilingi sang pengendali pasir dimanapun. Membentuk perisai ketika mendapat serangan. Lalu dengan cepat berubah menjadi ribuan duri pasir yang tajam dan menyerbu shinobi di sekelilingnya. Darah pun tumpah berceceran setiap dia menyerang. Meremas, menyapu ataupun menyerbu siapapun yang mendekati. Pemuda berambut merah itu seperti menyerang karena dia ingin menyerang melampiasan marah.
"Hokage-sama!" Ibiki langsung menyapa dengan hormat saat melihat sang alpha pemimpin desa Konoha sampai di atas tebing.
"Apa yang terjadi?" Madara meliriknya sekilas sebelum berfokus pada pemuda berambut merah yang sedang menyerang membabi buta itu.
"Monumen sepertinya sudah dihancurkan dari dalam. Kami tak mendeteksi adanya bekas ledakan atau serangan. Demon itu sudah berada di atas tebing saat kami sampai dan langsung menyerang."
Madara terdiam beberapa saat seraya ia mencerna kalimat dari Ibiki. Setelah berpikir sedikit, ia akhirnya memutuskan "Siapkan rantai pengikat iblis. Kita harus menangkapnya hidup-hidup." Perintahnya sebelum ia berjalan maju untuk menghadapi sang demon itu sendiri.
Enam orang anbu langsung bergerak mengikuti perintahnya. Masing-masing dari mereka membawa sebuah rantai dengan beberapa kertas segel khusus. Enam anbu itu segera membentuk formasi segi enam mengitari pemuda berambut merah itu dari kejauhan.
Madara segera menyerang dengan lima buah api kepala naga. Dua mata hijau milik Gaara pun langsung mendelik ke arahnya dengan tajam. Perisai pasir langsung terbentuk di depan tubuhnya menangkis serangan api beruntun itu. Lalu dengan cepat ia menyerangan dengan sambaran pasir.
Madara melompat menghindar dengan cepat. Gerakan satu tangannya tidak berhenti bergerak mengeluarkan serangan api berturut-turut. Ia berlari mengitari pemuda berambut merah itu untuk menahan perhatiannya. Sharingan di matanya pun berubah menjadi Mangekyou.
Chakra biru langsung muncul di sekitar tubuhnya membentuk tulang rusuk kolosal. Lalu diikuti munculnya dua tangan besar memegang dua pedang yang sama kolosalnya. Madara segera menerjang maju menyerang menggunakan dua tangan Sunanoo.
BAMM!—
ZRASHH!—Hentakan dan bunyi ledakan pun langsung terdengar seraya sambaran pasir berbenturan dengan tebasan susanoo. Madara menebaskan pedang susanoo dengan kuat ke tubuh pemuda berambut merah itu. Kemudian diikuti oleh tebasan pedang yang satunya.
Gaara membalas serangan itu sama kuatnya dengan pasir. Pikirannya yang dipenuhi dengan rasa marah tak menyadari bahwa Madara sudah menggiringnya menuju tengah-tengah formasi segi enam anbu yang mengelilinginya. Begitu sadar ia sudah dijebak, sebuah rantai sudah melesat menuju tubuhnya, lalu diikuti lima rantai lainnya. Enam rantai itu memutari tubuhnya dan langsung mengunci dalam formasi. Begitu rantai itu selesai membentuk formasi segienam, enam anbu itu pun langsung mengucapkan mantra pengikat. Kertas segel yang menempel pada rantai itu pun segera aktif.
BZZTTT—!
Sengatan listrik kuat langsung menyambar tubuh Gaara. Dua mata hijau itu terbelalak shok saat menyadari tubuhnya sudah disegel. Kekuatan magis dalam tubuhnya langsung lenyap. Gelombang pasir yang daritadi terus bergerak di sekitar tubuhnya pun langsung ambruk tanpa energi di tanah seperti pasir normal.
"Grrr—!" Gaara mencoba memberontak. Namun sebesar apapun usahanya, ia tak bisa mengeluarkan energi magisnya dari dalam tubuh. Shinobi dan Anbu yang lainnya pun segera mengelilinginya. Enam rantai lainnya segera muncul dan mengikat tubuhnya. Tubuhnya pun ambruk karena tak berenergi. Dia mendelik garang pada sang Hokage yang berjalan mendekatinya.
Tanpa menunjukan satu ekspresi pun, Madara berkata "Bawa dia ke penjara."
.
.
.
.
Begitu menangkap Gaara, Konoha pun segera mengamankan situasi. Shukaku, seolah tahu tuannya sudah ditangkap, tiba-tiba langsung pergi dan lenyap dari hutan. Shinobi Konoha segera menyebar ke seluruh hutan untuk menyingkirkan pasukan demon yang masih menyerang dan mengevakuasi peserta ujian chuunin ke tempat aman. Setelah beberapa jam bertarung, seluruh pasukan iblis pun mundur dan berhasil disingkirkan dari wilayah Konoha.
Madara menatap tanpa ekspresi laporan yang diterimanya setelah mereka selesai mengecek dampak akibat penyerangan kali ini. Hampir sepertiga peserta ujian telah tewas dan separuhnya mengalami luka-luka. Untungnya tidak ada penduduk desa yang meninggal, hanya beberapa yang mengalami luka karena tak sengaja terkena serangan saat evakuasi. Beberapa bangunan juga rusak karena terkena serangan. Apalagi soal monument pahlawan…
Sebuah kernyitan bisa terlihat pada dahinya akibat masalah serius yang sedang menimpa Konoha. Madara mengangkat pandangannya ke depan dimana beberapa shinobi berbaris sigap dalam ruangan kerja Hokage.
Ia memandang satu per satu wajah mereka sebelum berhenti pada wajah Ibiki. "Apa kau berhasil menginterogasinya?" tanyanya pada sang penyelidik.
Ibiki menunduk sekali sebelum berkata. "Tidak. Dia tak berbicara sekalipun. Meskipun aku sudah menggunakan teknik siksaan dia tetap bungkam. Aku berhasil memperoleh identitasnya. Namanya adalah Gaara. Dia putra bungsu dari Kazekage Suna. Gaara dan dua saudaranya disini untuk mengikuti ujian Chuunin. Aku belum bisa mendapatkan motif kenapa dia menyerang Konoha."
"Dia bukan seorang demon?" Tanya Madara dengan satu alis naik ke atas dalam bingung. "Bagaimana dengan Shukaku?"
"Alpha." Kakashi meminta ijin untuk menyela. "Sasuke dan 3 orang anggota timnya-lah yang melihat Gaara sudah menggunakan lingkaran magis untuk memanggil Shukaku. Mereka bersedia untuk menjadi saksi. Selain itu kita juga bisa merasakannya jelas bahwa Gaara sudah menggunakan kekuatan magis demon bukan chakra."
"Bagaimana bisa dia menggunakan energi demon jika bukan seorang demon?" Madara bergumam. Satu jari tangannya mengetuk-etuk meja kerjanya seraya ia berpikir. "Bagaimana dengan monumennya? Kalian menemukan siapa yang sudah menghancurkannya?"
"Kami sudah memeriksa setiap puing dari monument itu. Terdapat sebuah ruangan rahasia di dalamnya." Disini Ibiki berhenti sebentar, melirik sang alpha untuk melihat apakah pemimpinnya mengetahui soal ruangan rahasia itu. Namun ia tak bisa menangkap ekspresi apapun dari sang Hokage. "Monumen itu sepertinya hancur dengan sendirinya. Tak ada bekas ledakan dan serangan yang berhasil ditemukan. Aku belum berhasil meminta jawaban dari Gaara soal monument itu." Lanjutnya.
"Lanjutan interogasinya. Kita harus tahu bagaimana monument itu bisa hancur." Ucap Madara setelah diam beberapa saat. Laporan situasi itu pun dilanjutkan lagi sampai satu jam lebih. Setelah selesai, Madara membiarkan mereka untuk pergi. Ruang hokage itu pun sekarang hanya terdiri dari sang hokage, Itachi dan Shikaku.
"Apa kau sudah mengeceknya?" ucap Madara memecah keheningan dalam ruangan itu.
Itachi melirik ke arah Shikaku sejenak sebelum menjawab. "Seperti dugaan kita. Kristal segel itu sudah tidak ada. Tidak pasti apakah kristal itu dihancurkan atau direbut. Aku hanya bisa menemukan sisa-sisa kristal es dalam ruangan itu. Monumen itu akan hancur dengan sendirinya begitu kekuatan segel telah lenyap."
"Tsk." Madara berdecak kecil. Ekspresi di wajahnya pun muram. Situasinya benar-benar buruk jika kristal segel itu sudah diambil. Ia bahkan tidak tahu siapa yang sudah merebutnya. "Bagaimana menurutmu Shikaku?"
Shikaku menghela napas sedikit lalu menjawab. "Penyerangan kali ini sangat mendadak. Dari deskripsi dua demon yang menyusup, sepertinya mereka adalah demon level tinggi, Archdemon. Ada kemungkinan besar mereka adalah dua jendral iblis. Aku ingat ada dua jendral iblis dalam sejarah perang 400 tahun lalu yang sesuai dengan deskripsi dua demon itu. Jendral iblis ke-7, Demon Nanabi Fuu, dan Jendral iblis ke-3, Demon Sanbi Yagura. Jika yang mereka cari memang raja iblis, kemungkinan besar mereka memang mengincar kristal segel itu. Mereka mungkin mengirim pasukan demon untuk menarik perhatian sementara mereka menyerang monumen. Tapi soal Gaara, kita tak bisa menyimpulkan apa motifnya melakukan penyerangan. Belum pernah ada manusia yang bisa menggunakan energi demon sebelumnya. Kita juga tak tahu kenapa ia bekerja sama dengan iblis."
"Kau pikir Suna ada hubungannya dengan penyerangan ini?"
Shikaku tersenyum datar. "Mereka bisa mungkin dan tidak mungkin terlibat dengan penyerangan ini. Putra Kazekage sendiri yang sudah memihak pada iblis. Ini bisa menjadi masalah yang serius. Jika Suna memang bekerja sama dengan demon dan menyerang Konoha… Ada sesuatu yang tidak bisa aku mengerti, jika Suna memang terlibat. Desa kita sedang melakukan perjanjian sekutu, apa yang dicari Suna jika mereka sampai nekat menyerang sekutu sendiri?"
"Alpha." Itachi menyela saat melihat sebuah elang terbang dari kejauhan. Burung itu masuk melalui melalui jendela besar di ruangan itu dan hinggap di atas meja. Satu kaki diulurkan ke depan untuk menunjukan satu gulungan surat yang diikat disana.
Itachi melepas gulungan itu. Setelah memeriksa tidak ada jebakan apapun yang diletakan pada surat itu barulah ia menyerahkannya pada sang hokage. Madara membaca surat itu tanpa ekspresi. Lalu menyerahkannya pada Itachi agar ia juga membacanya.
"Ini dari Kazekage Suna…" Itachi bergumam kecil membaca isi surat itu. Setelah selesai ia menyerahkannya pada Shikaku.
"Aneh…" Shikaku bergumam membaca surat itu. "Jadi Suna mengaku tidak terlibat?" gumamnya lagi seraya berpikir. Ia menggulung surat itu kembali dan meletakannya di atas meja.
"Mereka lumayan cepat mendapat berita penyerangan ini." Ucapnya lagi dengan satu tangan mengusap dagu.
"Salah satu shinobi Suna yang berada disini pasti langsung mengirim laporan ke Suna begitu mendengar tentang penyerangan." Ucap Itachi. "Mereka meminta Gaara untuk dipindahkan ke penjara Suna untuk ditangani disana. Bagaimana menurutmu, Hokage-sama?"
Madara terdiam beberapa saat. Mata oniknya menatap surat itu sejenak sebelum menjawab "Hilangnya kristal segel merupakan masalah yang sangat serius menyangkut lima negara shinobi. Sepertinya kita harus melakukan pertemuan dengan lima kage. Aku akan melihat apakah Suna benar-benar tak terlibat sama sekali saat pertemuan nanti."
.
.
.
.
Sebuah lubang hitam terbentuk di tengah udara. Lubang itu melebar sebelum seorang pemuda berambut abu-abu keluar dari dalamnya. Pemuda itu melompat turun dari atas udara menuju lantai di bawahnya. Dari dalam lubang hitam gadis berambut hijau keluar dan melompat turun mengikuti gerakannya.
"Tunggu Yagura! Bagaimana dengan Gaara?!" komplain Fuu pada temannya yang sudah berjalan cepat mendahului.
Dari kejauhan, terlihat sebuah kastil megah berdiri di depan mereka. Aura magis yang kuat terlihat mengelilingi kastil itu. Di atas, langit berwarna gelap keunguan. Dengan awan hitam dan kilat listrik yang sesekali menyambar di atas kastil, tempat itu terlihat gelap dan mengerikan.
Yagura berjalan cepat memasuki kastil diikuti Fuu yang berjalan di belakangnya. Gerbang kastil itu membuka dengan sendirinya seperti mempersilahkan sang tuan masuk dengan senang hati.
"Kalian kembali?" sebuah suara wanita menyapa mereka di tengah lorong kastil depan. Wanita itu menunjukan dirinya dari sisi bayangan gelap. Berambut pirang lurus memanjang sampai pinggang. Gulungan perban mengikat rambut itu sehingga rapi menggantung di belakang. Bibirnya berwarna merah tebal menambah kecantikan wanita itu. Dia memakai kaos lengan pendek berwarna hitam dengan rangkapan blus warna ungu. Sedangkan celananya berwarna hitam.
"Yugito-neechan!" panggil Fuu dengan nada riang. Namun Yagura hanya mendelik kesal padanya.
"Apa?" Wanita yang dipanggil 'Yugito' itu hanya menaikan satu alis menanggapi. "Sudah kubilang jangan terburu-buru kan?" nasehatnya seperti mengolok.
"Hmph." Yagura hanya menggerutu padanya dan berjalan cepat melewati wanita itu menuju keluar lorong. Sebuah taman luas yang indah dengan kolam pancuran besar terlihat di luar lorong.
Seorang pemuda tampan dan ramping berambut coklat tua sebahu duduk di pinggiran air mancur. Poninya panjang menutup bagian kiri wajahnya. Ia memakai kimono biru muda yang memanjang sampai ujung kaki dengan ikatan sabuk berwarna oranye. Di tangannya terdapat sebuah pipa bambu kecil. Pemuda itu meniup pipa itu pelan, hingga sebuah gelembung besar terbentuk dari ujung pipa. Gelembung air itu lalu terbang ke tengah udara bergabung dengan puluhan gelembung lainnya yang memenuhi taman itu. Ia mendongak saat mendengar suara langkah kaki dari dalam lorong.
"Ah… kalian kembali?" sapanya dengan senyuman ringan.
"Utakata." Panggil Yagura setelah melihat sosoknya. Ia akhirnya berhenti di taman itu dan berjalan mendekati pemuda yang ia panggil 'Utakata' barusan. "Dimana yang lain?"
"Hmm…?" Utakata bergumam sebentar. Meniup gelembung dari pipa bambunya sebelum menjawab. "Entah... sekitar kastil mungkin. Aku sudah lama tak melihat mereka." Jawabnya enteng.
"Maksudmu selama puluhan tahun?" Yagura memutar bola matanya ke samping. Bagi demon ratusan tahun memang tak ada apa-apanya. Apalagi puluhan, mereka bisa mengaku tidur siang sebentar, dan begitu bangun sepuluh tahun sudah terlewati.
Utakata hanya tersenyum kecil. Ia memainkan gelembung airnya dengan jari tangan. "Bagaimana misinya?"
Yagura langsung menekuk kedua alisnya mendengar pertanyaan itu.
"Benar, aku juga penasaran." Sambung Yugito berjalan mendekati mereka bersama Fuu. "Dimana Gaara?" tanyanya heran.
"Ini gawat, Yugi-neechan!" Fuu langsung mengoceh sementara Yagura hanya menggerutu. "Si hakuge itu sudah menangkap Gaara!"
"Hokage!" sela Yagura dengan dengusan kesal.
"Yaaa itu! Pokoknya aku tak tahu apa yang terjadi, Gaara tiba-tiba saja mengamuk! Misi ini seharusnya bisa selesai dengan lancar. Aku dan Yagura sudah menarik perhatian para manusia shinobi itu. Sedang tugas Gaara untuk mengecek monumen itu! Tapi monumennya tiba-tiba hancur dan Gaara malah mengamuk! Jika Gaara berhasil menyelesaikan tugasnya, seharusnya ia kembali ke dunia iblis, bukan mengamuk!" oceh Fuu menjelaskan misi yang mereka lakukan.
"Monumennya hancur kau bilang? Apa ada orang lain yang juga mengincar hal yang sama dengan kita?" Yugito berkomentar. Satu tangannya mengusap dagu seraya ia berpikir.
"Kami tak bisa memastikannya karena saat itu kami sedang berhadapan dengan Hokage Konoha. Aku hanya tahu Gaara mengamuk setelah monument itu hancur." Jelas Yagura. Saat itu dia juga merasakan aura familiar dari arah monumen. Namun ia tak yakin yang dirasakannya itu benar atau hanya perasaannya saja.
"Tsk. Aku masih merasa misi ini terlalu terburu-buru." Yugito berdecak tak suka.
"Hah?! Memang kapan lagi kita harus melakukannya?! Ini sudah 400 tahun!" sangkal Yagura tak terima.
"Benar, Yugi-neechan! Aku ingin bertemu Master! Aku yakin sekali manusia sudah menyembunyikannya!" Fuu ikut menyangkal.
"Memang kalian saja yang rindu dengan Master?!" Yugito berdecak lagi. "Seharusnya kita merencanakan ini matang-matang. Gara-gara ini sekarang manusia akan lebih waspada terhadap kita. Aku yakin mereka akan memperketat penjagaannya."
"Hmph. Lalu menurutmu kita harus bagaimana? Aku tidak mau menunda-nunda lagi." Yagura berkata dengan hembusan napas kesal.
"Kurasa kita harus menunggu sampai situasinya sedikit lebih tenang." Yugito menyarankan. "Monumennya hancur, itu berarti dugaan kita tentang monument itu memang benar. Jika mereka memperketat penjagaan pada monumen lain berarti mereka memang menyembunyikan sesuatu disana. Lebih baik kita mengamati situasi terlebih dahulu."
"Tapi bagaimana dengan Gaara? Kita akan membiarkannya?" sela Fuu.
"Hmph, biarkan saja dia. Gaara tak akan terluka hanya karena tertangkap manusia." Balas Yagura kesal. Dua tangan dilipat di depan dada seolah sedang menunjukan emosinya. "Lagipula salahnya sendiri lepas kendali. Karena itu dia jadi tertangkap!"
Utakata tertawa kecil mendengar perdebatan mereka. "Tentu saja. Kalian tahu kan yang bisa menenangkan Gaara hanya Master."
.
.
.
.
Sasuke menggerakkan otot tangannya yang kaku setelah diijinkan keluar dari rumah sakit. Untuk mencegah sesuatu yang tidak memungkinkan, seluruh peserta ujian ditahan semalam dalam rumah sakit dan tempat pengungsian untuk diperiksa. Semua yang terluka diobati satu per satu, sedang yang lainnya dikumpulkan dalam satu tempat untuk ditanyai. Setelah selesai, barulah besok paginya mereka semua diijinkan kembali ke tempat penginapan masing-masing.
Karena penyerangan dari iblis yang mendadak itu, ujian chuunin terpaksa ditunda selama satu minggu. Para peserta ujian dari luar desa pun harus menetap satu minggu lebih lama di Konoha.
Sasuke hanya mengangguk tak peduli mendengarkan ocehan perawat yang memeriksanya tadi malam. Ia diberi beberapa pil energi dan vitamin sebelum diijinkan keluar dari rumah sakit. Meskipun penyerangan kemarin membahayakan, Sasuke berhasil selamat tanpa luka besar karena berhati-hati. Ia pun bisa pulang tanpa harus menginap lebih lama.
Sasuke menoleh ke arah pintu saat mendengar pintu ruang rawatnya terbuka. Manik oniknya pun langsung melebar senang melihat seorang pemuda yang membuka pintu itu. "Nii-san!"
Itachi tersenyum hangat melihatnya baik-baik saja. Mengangguk kecil saat perawat itu menyingkirkan diri dari ruangan. "Bagaimana keadaanmu, Sasuke?" tanyanya pada sang adik.
"Hn. Aku baik-baik saja." Balasnya singkat. "Nii-san. Apa yang sudah terjadi semalam?" tanyanya langsung karena penasaran.
Itachi menghela napas kecil. Ia berjalan mendekati adiknya. Setelah memastikan memang adiknya tak terluka, ia lalu duduk di kursi pinggir tempat tidur. "Seperti yang kau lihat. Dua Archdemon menyerang Konoha. Mereka membawa ratusan pasukan iblis level rendah dan membuat kekacauan." Terangnya dengan sedikit ambigu.
Sasuke menyipitkan dua matanya. Jika kakaknya tak bisa menjelaskan penyerangan semalam dengan lengkap, itu berarti informasi tentang penyerangan semalam sangat penting dan harus dirahasiakan. "Dua Archdemon? Termasuk yang memanggil Shukaku?"
Itachi hanya menggelengkan kepala. "Hokage-sama sudah berhasil menghentikan mereka. Shukaku juga sudah pergi begitu dua archdemon itu pergi."
"Bagaimana dengan yang memanggil Shukaku? Aku ingat pemuda berambut merah itu berasal dari desa Suna. Kenapa mereka menyerang Konoha? Apa Suna juga ikut terlibat?" Tanya Sasuke penuh selidik.
"Sasuke." ucap Itachi penuh penekanan. "Jaga mulutmu. Soal masalah ini, biarkan Hokage-sama yang mengurusnya. Kau masih cukup awam untuk mengetahuinya." Ucapnya memperingatkan. Dalam hati Itachi merasa sedikit menyesali kepintaran dan rasa penasaran adiknya yang tinggi. Meskipun ia bangga adiknya termasuk jenius, tapi rasa penasarannya bisa membuatnya dalam bahaya jika ia terlalu terjerumus dalam hal yang di luar jangkauannya.
Sasuke mendengus kecil dengan kesal. Dua tangannya dilipat di depan dada. "Nii-san benar-benar tidak bisa menjelaskannya?" ucapnya dengan nada sedikit merengut.
Itachi hanya tersenyum kecil. Ia mengetuk ringan dahi adiknya dengan jari telunjuk. "Jangan menyebarkan apa yang sudah kau lihat saat penyerangan semalam. Hokage memberi perintah untuk merahasiakannya sampai mereka menemukan solusi. Jika kau ingin tahu, maka cepatlah menjadi lebih kuat."
"Hn." Sasuke hanya menggerutu kecil.
"Apa kau sudah diperbolehkan keluar dari rumah sakit sekarang?" tanya Itachi yang melihatnya sudah rapi. "Aku dengar ujiannya akan dilanjutkan minggu depan."
"Hn." Sasuke hanya bergumam membalas. Ia lalu menjadi teringat soal anggota timnya. "Nii-san, apa kau melihat seorang pemuda pendek berambut pirang dalam daftar korban semalam?"
"Hm? Siapa? Ada banyak peserta yang berambut pirang." Balas Itachi menatapnya penasaran.
"Namanya Naruto. Dia salah satu anggota timku. Dia tiba-tiba saja menghilang saat ujian." Terang Sasuke memperhatikan raut muka sang kakak untuk melihat apa kakaknya mengenal nama itu.
"Naruto? Hmm… aku tak melihat nama itu di daftar korban meninggal. Mungkin dia masih selamat Sasuke. Coba kau cek tempat shelter atau ruang medis untuk mencarinya. Aku dengar anggota tim-mu yang lain berada disana."
Entah kenapa ada perasaan lega saat mendengar nama Naruto tidak terdaftar di korban meninggal. Namun juga perasaan kecewa saat Itachi berkata tidak tahu. Sasuke menekan dadanya tak mengerti. Dengan gelengan kepala, ia lalu berdiri. "Aku akan kesana kalau begitu."
Itachi menatapnya dengan satu alis naik. "Tidak biasanya kau peduli dengan orang lain, Otoutou."
"Apa maksudnya?" Sasuke berdesis. Dua matanya menyipit curiga.
Itachi hanya tertawa kecil. Ia menepuk kepala adiknya dengan lembut dan berkata. "Aku harus kembali ke menara hokage. Kau pergilah mencari temanmu itu."
"Dia bukan temanku!" sangkal langsung Sasuke yang mendelik pada kakaknya. Itachi hanya tertawa kecil dan meninggalkannya sendiri di rumah sakit.
Dengan kesal, Sasuke akhirnya berjalan pergi dari sana. Dia menemukan Sakura dan yang lainnya di salah satu ruangan di rumah sakit.
"Sasuke-kun!" Sakura memekik girang melihat sang alpha. Ketiga anggota timnya sedang berada di satu ruangan itu. Sepertinya mereka sedang bersiap-siap untuk meninggalkan rumah sakit bersama.
Sasuke hanya bergumam 'Hn' kecil membalas sapaan mereka. Setelah meneliti luka di tubuh mereka, ia langsung menanyakan tujuannya kemari. "Kalian tidak bersama Naruto?"
"Naruto? Kami tidak melihatnya sejak dia menghilang semalam." Balas Konohamaru. "Ngomong-ngomong apa mereka tidak menemukannya?" tanyanya khawatir.
"Huh, si bodoh itu paling-paling hanya kabur setelah melihat iblis." Decak Sakura.
"Bagaimana dengan rumahnya? Dia pasti kembali ke rumah jika berhasil selamat." Sai ikut berkomentar.
"Kalau tidak salah apartemennya berada dekat hutan latihan di sebelah selatan. Kalian mau kesana?" balas Konohamaru dengan menekuk kedua tangannya di belakang kepala.
"Apartemennya?" gumam Sasuke berpikir. Tanpa bicara, Sasuke langsung pergi meninggalkan anggota tim-nya dengan cuek. Setelah keluar dari rumah sakit, ia segera menuju tempat shelter, setelah memastikan kalau Naruto memang tidak ada disana, ia menuju wilayah selatan konoha.
Apartemen itu tidak susah dicari. Hanya satu bangunan apartemen yang terletak di dekat hutan. Setelah bertanya sedikit, ia berhasil menemukan kamar apartemen milik Naruto. Ia mengetuk pintu apartemen itu beberapa kali namun tak ada jawaban. Dengan kesal, ia melompat menuju atap rumah di samping apartemen lalu melesat menuju jendela kamar yang ia pastikan merupakan apartemen Naruto. Setelah mencoba beberapa kali, ia akhirnya berhasil masuk melalu jendela.
Ruang apartemen itu kecil, hanya terdiri dari satu ruangan besar berisi tempat tidur, ruang tengah dan dapur menjadi satu, dan satu ruang kamar mandi. Tidak ada barang-barang spesial disana. Hanya tempat tidur dengan sprei rapi, lemari, meja, dan kompor dapur. Ia membuka isi lemari. Hanya menemukan beberapa pakaian dan jaket berwarna oranye di dalamnya. Lalu berjalan menuju kamar mandi untuk mengecek.
Tidak ada apa-apa dalam apartemen itu. Jika bukan karena lemari berisi jaket khas oranye itu, Sasuke akan ragu kalau tempat itu memang sudah ditinggali Naruto. Lemari dapur pun hanya berisi beberapa cup ramen.
Dengan perasaan kesal yang tak bisa dijelaskan, Sasuke pun keluar lagi dari apartemen itu. Entah kenapa, ada sesuatu dalam hatinya yang membuatnya harus menemukan pemuda pirang itu. Perasaan aneh yang terus mengusiknya tak nyaman.
Padahal hubungan mereka hanya sebatas anggota tim dan alpha, namun ada sesuatu yang terus menerus membuatnya terus berpikir mengenai pemuda pirang itu. Jika bukan karena perasaan itu, Sasuke tidak akan peduli jika pemuda itu mati.
Sasuke kembali menuju pusat desa untuk pulang ke pemukiman klan Uchiha. Saat mendekati kantor administrasi yang berada di dekat gerbang utama desa, Sasuke jadi teringat dia ingin mengecek sesuatu. Tanpa ragu, ia segera menuju kesana.
Kantor administrasi sedikit ramai karena ada beberapa penduduk yang baru saja kembali dari tempat evakuasi untuk memeriksa kerugian mereka akibat rumah mereka yang hancur karena serangan. Sasuke melewati barisan orang dan menuju meja pendaftaran yang biasa menerima orang baru dan pengunjung desa. Karena klan Uchiha cukup berkuasa di desa, Sasuke bisa mendapatkan keinginannya dengan mudah.
Sasuke membuka buku catatan pengunjung dan orang baru yang masuk dan keluar desa Konoha selama sebulan terakhir. Dengan teliti ia memeriksa setiap pemuda berambut pirang yang ia temukan dalam buku catatan. Sasuke ingat saat malam itu ia pergi ke monument pahlawan, ia melihat seorang pemuda tinggi berambut pirang panjang berdiri di depan patung. Sejak kejadian malam itu, ia terus merasakan perasaan aneh.
Sasuke berdecak dalam hati saat tidak bisa menemukan cacatan pengunjung yang berpenampilan sama. Meskipun ia mengecek beberapa bulan sebelumnya sampai satu tahun terakhir, ia juga tak berhasil menemukannya. Ia sudah menduga ia tak akan bisa menemukan identitas pemuda pirang panjang itu disini. Pemuda itu terlihat terlalu misterius, ia bahkan akan ragu apakah ia benar-benar melihatnya jika bukan karena ia melihat sosok itu sekali lagi pada penyerangan semalam. Oleh karena itu, ia tak terlalu terkejut untuk tak menemukan identitasnya disini. Namun ada satu hal yang membuatnya sangat bingung.
Ia tak bisa menemukan nama Naruto dimana pun.
Sasuke sama sekali tak mengerti. Dia bahkan tak menemukan nama Naruto dalam daftar penduduk desa Konoha. Bagaimana bisa?! Seharusnya paling tidak, Naruto tercatat dalam daftar penduduk desa. Dia bahkan bisa menemukan rincian setiap anggota klan Uchiha dalam daftar penduduk! Tapi nama Naruto tak ada dimanapun.
Dia juga tidak tercatat dalam daftar imigran baru ataupun daftar pengunjung. Ini sangat aneh. Bagaimana bisa dia menjadi genin Konoha jika tidak terdaftar sebagai penduduk Konoha?!
Siapa sebenarnya bocah pirang itu?!
Sasuke mengembalikan buku administrasi dengan perasaan yang semakin kacau. Ia hendak keluar dari kantor itu saat tak sengaja mendengar obrolan beberapa penduduk yang berdiri di depan kantor. Sasuke menoleh ke arah mereka untuk mendengarkan lebih jelas.
"Apa?! Tidak mungkin! Mana mungkin monumennya sampai hancur!" seorang pria berkata keras dengan tak terima pada dua temannya.
"Aku tidak bohong! Aku mendengarnya langsung dari salah satu penjaga. Mereka bilang monumen itu hancur saat penyerangan iblis semalam."
"Dasar iblis brengsek! Berani sekali mereka merusak simbol Kesatria Perang! Hokage-sama seharusnya menghukum para iblis jahanam itu!"
Monumen pahlawan hancur…?
Dua mata hitam Sasuke melebar tak percaya mendengar obrolan tiga orang itu. Bagaimana bisa…?! Pikir pemuda raven tak percaya. Kenapa Itachi tak memberitahunya soal ini?!
Dengan rasa panik yang tiba-tiba muncul entah darimana dalam hatinya, Sasuke berlari cepat menuju tebing patung hokage. Napasnya pun terengah-engah ketika ia sampai disana. Dua manik oniksnya terbelalak tak percaya melihat puing-puing reruntuhan sisa monumen yang sangat dibanggakan desa itu.
Ia berlari cepat mendekatin patung. Matanya berputar melirik untuk mengecek sisa-sisa monumen. Sasuke berhenti di depan bongkahan patung paling besar yang berada di tengah. Disana terlihat sebuah lubang kotak yang dalam berukuran enam meter kubik. Dari posisinya, lubang itu lebih terlihat seperti ruangan bawah tanah yang tersembunyi di dalam monument. Sebuah tangga yang sudah hancur pun terlihat di sisi dinding lubang. Lubang itu terisi penuh dengan puing-puing patung sehingga tidak begitu terlihat lagi bentuk ruangannya.
Sasuke melompat turun dengan berhati-hati ke atas puing-puing dalam ruangan bawah tanah itu. Ia menolehkan kepalanya untuk melihat memutar. Lalu berjalan menuju salah satu dinding ruangan masih terlihat. Ia meletakan telapak tangannya pada dinding. Ini…
"Apa ini…" gumamnya tak mengerti. Ada sesuatu yang entah kenapa terasa sangat familiar mengenai ruangan bawah tanah itu. Ia tak bisa memfokuskan dimana ia merasakan sensasi familiar itu. Ruangan itu sudah hancur, sesuatu yang familiar itu pun sudah musnah hanya meninggalkan bekas-bekas residu. Namun cukup membuatnya mengenal sensasi itu. Meskipun ini pertama kalinya ia melihat ruangan bawah tanah dalam monumen.
Seorang Anbu tiba-tiba muncul di sampingnya hingga ia tersentak kaget. Ia melirik Anbu itu penuh selidik.
"Uchiha Sasuke-san. Silahkan pergi meninggalkan tempat ini. Hokage-sama melarang siapapun untuk kemari." Ucap datar Anbu itu memperingatkannya. Topeng porselen yang dipakainya pun membuat Sasuke tak bisa membaca ekspresinya.
Tanpa bisa melawan, Sasuke pun akhirnya pergi dari sana. Jika Hokage sendiri yang melarang, ia tak bisa memaksa. Kalau bukan karena itu, ia pasti sudah menyelidiki tempat itu lebih lama.
.
.
.
.
Suasana tegang dan penuh tekanan memenuhi sebuah ruang pertemuan. Lima Alpha Superior dari lima negara duduk dalam meja bundar di tengah ruangan itu. Sedang di belakangnya, masing-masing berdiri seorang beta yang menjadi penasehat mereka.
"Apa kau bilang?! Kristal segelnya sudah direbut?!" A menggebrak meja di depannya dengan marah dan terkejut.
"Hmph! Ini karena Konoha terlalu lemah! Menangani iblis saja tidak bisa!" Ohnoki mencemooh. Dua tangannya dilipat di depan dada. Dia sedikit berjengit saat tiba-tiba merasakan tekanan dominasi dari arah sang hokage. Meskipun wajah Madara tak menunjukan ekspresi sekalipun, aura yang keluar dari tubuhnya cukup mengerikan.
"Ara~ Ini situasi yang sangat gawat, bukan?" ucap Mei memiringkan kepalanya sedikit untuk melirik sang Alpha Konoha. "Tapi bagaimana bisa para iblis tahu soal kristal segel itu?"
Madara menyenderkan punggungnya pada kursi yang didudukinya. Dua mata oniknya melirik satu per satu wajah kage lainnya sebelum berkata. "Hn. Aku hanya bilang kemungkinan terburuk adalah kristalnya sudah direbut. Kristal segel itu adalah satu-satunya peninggalan Kesatria Perang 400 tahun yang lalu. Jika para iblis memang mengincarnya, mungkin mereka memiliki cara sendiri untuk menemukannya. Tidak ada yang tahu keberadaan soal kristal itu selain para kage."
"Cih. Kau pikir demon akan mengincar kristal yang lainnya?" A berdecak keras. Satu tangannya masih mengepal di atas meja seolah ia ingin menggebraknya lagi dengan marah.
"Tapi aku masih tak mengerti, kenapa demon mengincar kristal itu. Itu adalah peninggalan pahlawan kita. Kalian pikir ini ada hubungannya dengan ramalan kebangkitan raja iblis?" ucap Mei dengan mencondongkan tubuhnya pada meja. Satu sikut diletakan di atas meja dengan jemarinya menyangga pipi.
"Mungkin saja kristal itu adalah kunci untuk membangkitkan raja iblis. Sampai sekarangpun, kita belum pernah berhasil memeriksa isi kristal itu. Hanya bisa merasakan energi kuat yang berada di dalamnya." Ohnoki berkomentar.
Bam!—A menggebrak mejanya lagi dan berseru. "Hah! Aku tak peduli jika kristal itu memang digunakan untuk membangkitkan raja iblis. Yang jelas kita harus memperketat penjagaan pada kristal yang lain! Kita tidak bisa membiarkan demon brengsek itu merajalela seenaknya!" Kalimat ini pun diikuti dengan keheningan dari para kage. Sepertinya mereka semua sama-sama setuju untuk memperketat pertahanan. Tidak ada satupun yang ingin mendapat serangan dari pasukan iblis. Apalagi mengalami kekalahan.
"Selain itu, Madara-san. Ku dengar kau menangkap salah satu iblis sebagai tahanan. Apa kau berhasil mendapat informasi darinya?" Mei berkata tiba-tiba.
Kazekage Suna yang daritadi diam kini melirik sang Hokage. Sorot matanya seperti meminta sang Alpha Konoha untuk menjelaskan.
"Dia bukan seorang iblis." Terang Madara akhirnya. "Atau lebih tepatnya mungkin Kazekage bisa menjelaskannya padaku lebih detail." Ucapnya seperti sindiran kepada Suna.
Sang Alpha Suna itu hanya menatapnya diam, sebelum melirik kage lainnya yang juga menoleh pada sang Kazekage. Ketegangan dalam ruangan itu pun seperti naik dua kali lipat. "Suna sama sekali tidak ada hubungannya dengan penyerangan iblis ini." Jelasnya dengan suara tegas. "Ini mungkin kesalahan Suna karena kurang memberi pengawasan pada shinobinya, sehingga muncul seorang penghianat yang bekerja sama dengan iblis. Selama penghianat itu dikembalikan ke Suna, kami akan melakukan interogasi penuh dan melaksanakan hukuman eksekusi setelah selesai pada penghianat itu." Ucapnya dingin seolah yang dia bicarakan bukanlah anak kandungnya sendiri.
"Aku dengar dia adalah putra bungsumu. Bagaimana bisa aku percaya kau benar-benar tidak tahu anakmu sendiri berhubungan dengan iblis?" Sindir Madara dengan tatapan agresif. "Kau mengatakan sang penghianat akan dieksekusi, tapi benarkah Suna akan melakukannya? Tidak ada bukti yang bisa menunjukan kalau penghianat itu benar-benar akan dihukum bukan diselundupkan secara diam-diam."
Rasa sama sekali tak terpancing oleh kalimat provokasi itu. Dia menatap mata sang Hokage dengan tenang dan berkata dingin. "Kalau begitu Suna akan mengundang kalian dalam eksekusi. Hukum mati itu akan dilakukan secara publik. Jika perlu, tubuhnya akan kuberikan pada Konoha sebagai bukti dan retribusi pengganti dampak penyerangan itu."
Dua Alpha Superior itu pun bertatapan sesaat dalam diam. Sebelum akhirnya Madara berkata lagi. "Konoha akan mengantarkan tahanan setelah ujian chuunin selesai. Kami menantikan retribusi itu, Kazekage-san." Ucapnya dengan senyum dingin.
.
.
.
.
Ibiki berjalan dalam lorong gelap menuju ruang bawah tanah. Di ujung lorong itu terdapat deretan sel kurungan yang biasa digunakan untuk menahan para kriminal. Di sampingnya, seorang pria berambut pirang dan berwajah garang berjalan mengikutinya.
"Kau yakin ini akan berhasil?" Inoichi berkata pada rekannya dengan ragu. Ia tak pernah menginterogasi demon level tinggi sebelumnya. Mereka pernah melakukan banyak eksperimen pada demon level rendah untuk melihat isi kepala mereka. Namun hasilnya hanya membuat kecewa.
Mereka, para demon level rendah, kebanyakan tidak memiliki intelijen tinggi. Menyusup ke dalam kepala mereka sama seperti menyusup dalam kepala hewan atau monster buas. Hanya pikiran-pikiran bagaimana mereka bertahan hidup, bertarung, berinteraksi yang terlihat dalam kepala mereka. Informasi paling penting yang mereka peroleh dari iblis level rendah hanyalah tentang hirarki sosial dalam dunia demon. Hampir semuanya mirip dalam dunia manusia. Mereka juga memiliki hirarki dominan dalam setiap demon. Hanya saja, perebutan kuasa dalam dunia demon lebih keras dan sangat brutal. Dari penyelidikan itu, mereka dapat melihat hampir setiap harinya mereka berebut kekuasaan antara demon iblis rendah. Dan ada satu sosok yang paling ditakuti oleh semua makhluk dalam dunia iblis. Itu adalah Master mereka, sang Demon Lord.
Di bawah Demon Lord, terdapat Demon General. Itu adalah para Archdemon yang mendapat pengakuan khusus dari sang raja iblis dan mendapat kekuasaan untuk memerintah pasukan besar dalam dunia iblis. Sedang di bawahnya lagi terdapat Demon Knight, yang memimpin pasukan lebih kecil dari Jendral Iblis. Mereka biasa menerima perintah langsung dari para Jendral Iblis. Di bawah Demon Knight adalah Demon Captain, lalu setelahnya adalah Demon Soldier. Dari yang terlihat sepertinya semakin tinggi ranking mereka, semakin tinggi kekuatan dan intelijen mereka.
Setelah perang empat ratus tahun yang lalu berakhir, iblis sudah tidak lagi menyerang dunia manusia dalam pasukan. Meskipun ada penyerangan, mereka hanya segelintir beberapa yang sepertinya tidak sengaja menyusup masuk dunia manusia. Selain itu, hampir semuanya adalah hanya iblis-iblis level rendah, Demon Soldier. Sedangkan iblis-iblis berperingkat lebih tinggi tidak ada yang pernah muncul. Mereka seperti benar-benar mundur begitu pemimpin mereka telah dikalahkan.
Manusia juga memiliki sistem hirarki yang mirip. Entah sejak kapan, ketika manusia mulai mengenal adanya chakra, mereka juga mengetahui bahwa setiap manusia memiliki aura dominasi. Dunia manusia yang sekarang lebih damai dibanding dunia manusia ratusan yang lalu. Dulu, manusia masih berebut kekuasaan dengan brutal. Saling mendominasi satu sama lain untuk mendapatkan kekuasaan yang lebih tinggi. Yang paling kuatlah yang paling makmur, mendapat semua harta, wilayah, budak, dan apalagi wanita submisif. Saling membunuh dan menyerang untuk menunjukan dominasi mereka. Kehidupan manusia masih sangat berantakan dan brutal. Sehingga ketika empat ratus tahun lalu kaum iblis tiba-tiba muncul dan menyerang dunia manusia. Manusia pun berada diambang kepunahan karena tidak bisa bertahan melawan kaum iblis yang sangat solid dan kuat. Sampai akhirnya ketika muncul seorang dominan yang berhasil mendominasi seluruh manusia dan menyerang balik untuk menyingkirkan iblis. Dia adalah pahlawan manusia, sang Kesatria Perang.
Sejak saat itu, dunia manusia pun mulai stabil dan solid. Di bawah kepemimpinan sang Kesatria Perang, manusia mulai membentuk pasukan kokoh yang terbagi menurut besarnya kekuatan dominasi masing-masing. Sejak itu mulai dikenal istilah hirarki dominasi. Yang paling kuat adalah seorang Alpha, lalu di bawahnya adalah Beta. Selanjutnya adalah Gamma, lalu delta dan yang paling lemah adalah Omega.
Karena manusia submisif merupakan yang paling lemah dan penurut. Hampir semua omega terdiri dari submisif. Sehingga kebanyakan omega adalah para istri dan pengasuh anak. Sedangkan status di atasnya terdiri dari dominan yang berebut kekuasaan dan submisif yang memiliki kekuatan tinggi.
Setelah Kesatria Perang pergi dan menghilang tanpa kabar, manusia mulai menunjukan kerakusan dan keserakahan mereka lagi. Mereka kembali berebut kekuasaan untuk menjadi pengganti sang Alpha. Namun tidak ada yang berhasil menggantikan alpha mereka yang sudah pergi. Sehingga manusia pun terbagi menjadi lima kekuasaan besar, yang sampai sekarang dikenal menjadi lima negara shinobi.
Oleh karena itu, Ibiki bisa sedikit mengerti kenapa selama empat ratus tahun ini tidak ada demon level tinggi yang muncul di dunia manusia. Karena tidak ada raja iblis yang memimpin mereka, mungkin dalam dunia iblis juga terjadi hal yang sama. Ibiki tidak bisa mengatakannya dengan yakin. Mungkin saja kaum iblis diam karena mereka sedang memperbaiki masalah internal. Saling berebut kekuasaan untuk mengambil posisi sang mantan raja iblis. Atau mungkin saja mereka sedang mengumpulkan kekuatan untuk menyerang kembali.
Satu hal yang jelas, setelah penyerangan kemarin, sepertinya dunia iblis sudah mulai bergerak lagi. Dua Archdemon muncul dalam sekali penyerangan. Ini merupakan masalah yang harus dianggap serius.
Dua gamma itu akhirnya berhenti di depan sebuah sel besi yang kuat. Ibiki mengeluarkan kunci, dan membuka pintu jeruji sel itu. Ruangan sel itu berukuran kecil, hanya sekitar tiga meter kubik. Tidak ada jendela ataupun ventilasi. Satu-satunya udara masuk hanyalah lewat lubang jeruji di atas pintu sel. Sedang cahaya pun hanya diterangi dari lampu dalam lorong di depan pintu sel.
Ibiki dan Inoichi menatap seorang pemuda berambut merah yang duduk menyender dinding. Rantai kuat mengikat tubuhnya, dengan dua tangan digantungkan pada rantai belenggu pada dinding di belakangnya. Kertas segel menempel pada rantai dan tubuhnya untuk menyegel chakra dan energi demon pemuda berambut merah itu.
Dua mata hijaunya hanya menatap tanpa ekspresi dua orang shinobi yang baru memasuki sel itu. Tak ada emosi sama sekali yang bisa terlihat di wajahnya. Namun Ibiki dan Inoichi harus menahan merinding yang entah kenapa terasa akibat tatapan mata giok itu. Tak ada emosi marah, takut ataupun kesal disana. Namun justru karena tidak bisa terbaca emosinya, membuat Ibiki menjadi was-was.
Ibiki tidak tahu pasti apakah Gaara merupakan seorang iblis atau bukan. Jelas sekali dia adalah putra bungsu sang Kazekage. Karena itu, Gaara, yang memakai energi demon saat penyerangan kemarin membuat semuanya sangat bingung. Jika manusia tiba-tiba bisa menggunakan energi demon, Ibiki tidak tahu apakah hal ini merupakan hal baik atau malah buruk. Akan mengerikan jika ada banyak manusia yang berpihak pada demon.
Satu-satunya cara untuk mengecek seseorang merupakan iblis adalah dari penampilannya dan energi demon yang digunakan. Para demon level rendah sangat mudah untuk ditebak dari penampilannya yang buruk rupa. Sedangkan para demon level tinggi memiliki penampilan humanoid. Mereka bisa menyembunyikan wujud demon mereka dalam bentuk yang mirip manusia. Karena itu jika bukan karena energi yang mereka gunakan, akan sulit untuk mengecek mereka adalah demon atau manusia.
Sedang Gaara merupakan kasus yang sangat tidak biasa. Bagaimana bisa anak yang lahir dari manusia menggunakan energi demon? Ini pertama kalinya terjadi. Kecuali jika salah satu orang tuanya merupakan seorang iblis, mungkin Gaara bisa disebut sebagai setengah iblis setengah manusia. Namun jika begitu, bukannya yang salah kembali ditujukan pada sang Kazekage, ayah pemuda itu sendiri?
Mereka juga tidak bisa memaksa Gaara menunjukan wujud demonnya. Mereka bahkan tak yakin jika pemuda berambut merah itu benar-benar seorang iblis!
Ibiki melirik pada rekannya, Inoichi dan mengangguk kecil. Segala cara dari interogasi ringan sampai siksaan tidak berhasil menarik informasi dari pemuda berambut merah itu. Satu cara terakhir adalah mengoreknya langsung dari isi kepala pemuda itu.
Klan Yamanaka merupakan klan yang ahli dalam jurus telepati. Mereka bisa menyusup ke dalam pikiran orang lain dan memanipulasi pikiran orang itu, dari mengendalikan, telepati sampai mengorek informasi. Oleh karena itu, jika segala cara interogasi tidak bisa digunakan, kemampuan Yamanaka bisa sangat membantu.
Inoichi pun berjalan mendekati tahanan di depannya. Ia berhenti tepat di depan tubuh pemuda itu. Lalu meletakan dua jari tangannya pada dahi Gaara. Dengan memejamkan mata, dia mulai menyusup masuk dalam kepala Gaara dan membaca pikirannya.
Hal yang pertama Inoichi lihat adalah ruangan kosong berwarna gelap. Ia mengkerutkan kedua alisnya saat tidak melihat kumpulan memori dalam ruangan itu. Biasanya begitu menyusup masuk, ia akan melihat banyak kilasan memori dan perasaan yang sedang dipikirkan orang yang sedang ia baca saat itu.
Hanya ruang kosong yang ia lihat. Tidak ada satu perasaan pun yang sedang dipikirkan Gaara. Seperti pikiran yang blank, atau mungkin ada sesuatu yang menutupinya. Inoichi menyusup lebih dalam. Ruangan kosong itu berubah menjadi lorong panjang gelap. Masih belum ada memori yang muncul yang bisa ia baca. Ia pun menyusup lagi lebih dalam mengikuti lorong itu.
Namun entah kenapa, semakin ia berjalan mendekati ujung lorong, semakin berat langkah kakinya. Seperti ada sebuah tekanan besar yang menghambat gerakannya untuk mendekat. Ia mengerahkan seluruh kemampuannya untuk keluar dari lorong itu. Ia yakin di ujung sana terdapat sesuatu yang bisa ia baca dari pikiran Gaara.
Dengan sekuat tenaga akhirnya ia berhasil berada di ujung lorong. Namun begitu ia melangkahkan satu kaki ke dalam ruangan setelah lorong itu, gravitasi yang sangat kuat tiba-tiba menyerang tubuhnya. Ia pun ambruk tak berdaya di atas lantai. Ada tekanan tinggi yang tiba-tiba mendorong tubuhnya untuk jatuh ke lantai. Inoichi berusaha untuk bangun. Mencoba mendongakkan kepalanya untuk melihat apa yang sedang terjadi.
Tekanan itu seperti aura dominasi seseorang. Kekuatan dominasi sangat kuat yang memaksa siapapun untuk berlutut submisif. Sensasinya sangat mengerikan dan membuat merinding. Setelah susah payah ia berhasil mengangkat kepalanya. Hal pertama yang ia lihat di depannya adalah dua mata merah menyala yang besar dan mengerikan, dengan sembilan bayangan hitam berbentuk ekor di belakangnya sebelum—
"Pergi."
"Hah!" Inoichi tersentak bangun akibat dipaksa keluar tiba-tiba. Napasnya pun tersengal-sengal berat. Keringat dingin pun menetes deras dari pelipisnya.
"Apa yang terjadi?!" Ibiki menatapnya dengan pandangan cemas. Wajah Inoichi sangat pucat seperti ia sudah melihat sesuatu yang sangat mengerikan dalam kepala Gaara.
Inoichi melepas sentuhan jari tangannya dari dahi Gaara dengan cepat. Tubuhnya merinding. Bulu kuduknya bahkan masih berdiri setelah ia keluar dari ruang gelap itu. Ia melirikkan pandangannya pada Gaara. Dua mata giok pemuda itu menatapnya intens tanpa emosi. Entah apa yang dipikirkan pemuda berambut merah itu sekarang karena sudah dimasuki pikirannya.
Inoichi meneguk ludah. Lalu menoleh pada rekannya yang masih memandangnya cemas. Ia menggelengkan kepala dengan pesimis. "Ayo pergi, Ibiki. Aku tak bisa menarik informasi dari pikirannya."
"Tempat itu dijaga oleh sesuatu yang mengerikan."
.
.
.
.
Satu minggu pun berlalu dengan cepat. Ujian chuunin akhirnya dilanjutkan lagi. Karena sepertiga peserta sudah tewas dalam penyerangan, dan ada beberapa yang memundurkan diri karena luka serius, peserta ujian pun hanya tinggal setengah lebih sedikit. Sehingga ujian diputuskan untuk diubah dalam bentuk turnamen.
Turnamen ini merupakan adu kekuatan. Bukan berarti yang menanglah yang lolos menjadi chuunin. Mereka harus menunjukan kemampuan mereka sebisa mungkin sehingga panitia bisa melihat apakah mereka pantas naik tingkat. Tentu saja bagi pemenang turnamen akan terdapat hadiah tersendiri.
Para rekrut baru tidak termasuk dalam peserta ujian. Sehingga Sasuke pun harus mengikuti turnamen sendirian, karena ujian ini akan dinilai secara individu.
Turnamen itu berlangsung selama tiga hari. Hari pertama, mereka akan melakukan seleksi peserta, sehingga hanya tersisa 32 peserta untuk memasuki semifinal. Pada hari kedua, peserta diijinkan untuk beristirahat satu hari dan melakukan persiapan. Sedangkan pada hari terakhir, turnamen semifinal pun dilakukan.
Turnamen itu dihadiri oleh lima kage. Karena peserta ujian merupakan dari lima negara, para kage ingin melihat sendiri bagaimana perkembangan shinobi mereka.
Pada semifinal, Sasuke harus melawan shinobi dari Mizu pada pertandingan pertamanya. Lawannya cukup kuat, namun ia berhasil menang tanpa luka serius dan maju dalam 16 besar untuk pertandingan berikutnya. Dalam turnamen, ia melihat temannya Neji melawan shinobi Tsuchi, Shikamaru melawan shinobi Suna dan Kiba melawan shinobi Konoha.
Shikamaru yang pemalas, meskipun dia dengan jelas menang mutlak, dia malah memilih untuk memundurkan diri. Jika ditanya alasan, yang dikatakannya pasti 'sangat mendokusai'. Namun meskipun begitu panitia ujian bisa melihat dia memiliki kekuatan untuk menjadi chuunin. Semua orang tahu kalau Shikamaru itu memiliki otak yang sangat jenius.
Pertandingan selanjutnya Sasuke harus melawan shinobi Kaze. Setelah berlama-lama adu pikiran dan rencana, ia akhirnya menang dan masuk delapan besar. Entah mungkin karena sedang tidak beruntung, Neji dan Kiba harus bertarung satu sama lain. Setelah susah payah, Neji akhirnya keluar sebagai pemenang dan masuk delapan besar.
Dalam delapan besar, Sasuke melawan shinobi dari negara Rai. Mungkin karena mereka berasal dari negara yang banyak petir dan bebatuan, Sasuke harus adu kemampuan elemen listrik dengan lawannya. Beberapa tulang rusuknya ada yang patah akibat pukulan, namun ia berhasil maju ke dalam empat besar. Untungnya terdapat seorang medis dalam ruang tunggu, yang langsung menyembuhkan luka setiap peserta dalam pertandingan. Setelah pertandingan Sasuke, Neji harus melawan shinobi negara Tsuchi. Setelah bertarung mati-matian, dan tertusuk kunai pada perut, Neji pun keluar sebagai pemenang.
Pada pertandingan selanjutnya, seperti takdir tak ingin Konoha memiliki dua peserta dalam final, Sasuke dan Neji harus bertarung satu sama lain. Meskipun harus susah payah, Sasuke akhirnya berhasil mengalahkan Neji. Ini pertama kalinya mereka bertanding serius. Sehingga pertandingan ini seperti mematenkan hirarki dalam pertemanan mereka.
Pada final, Sasuke harus melawan shinobi Suna. Samar-samar Sasuke berpikir apa yang sudah terjadi dengan pemuda berambut merah dari Suna itu. Mungkin jika shinobi Suna itu masih ikut ujian, mereka akan bisa bertarung lagi dalam turnamen. Setelah mati-matian, Sasuke akhirnya berhasil keluar sebagai pemenang turnamen.
Ujian chuunin itu pun selesai dengan berakhirnya turnamen. Karena hasil ujian akan diumumkan oleh masing-masing Alpha desa, para peserta diperbolehkan untuk kembali ke desa masing-masing. Konoha yang ramai akan pengunjung dari negara lain itu pun akhirnya tenang kembali.
.
Dengan bantuan shinobi berelemen tanah, monumen pahlawan akhirnya kembali berdiri megah seperti semula setelah diperbaiki selama satu minggu. Sasuke menatap patung favoritnya itu dengan pandangan yang tidak bisa dideskripsikan. Entah kenapa ada sesuatu yang berbeda dari patung itu. Meskipun monumen itu dibuat sama persis seperti sebelumnya, Sasuke tetap merasa ada yang kurang.
Ia menjadi terpikir soal ruang bawah tanah yang ia lihat saat monument itu hancur. Apakah ada sesuatu yang sudah diambil dari sana saat monumennya hancur? Ia merasa patung itu sangat berbeda. Ia seperti sedang melihat patung biasa seperti patung-patung random lainnya yang berada dalam desa. Bukannya patung Kesatria Perang yang menjadi favoritnya.
Pengangkatan chuunin baru dilakukan di depan monumen pahlawan. Mereka mengumumkan siapa saja yang berhasil naik tingkat dan melakukan penyematan resmi di depan monumen. Sasuke, Neji, Shikamaru, Kiba beserta delapan orang shinobi konoha lainnya berhasil lolos dan menjadi chuunin. Status mereka pun naik dalam hirarki dominasi desa Konoha. Dari seorang omega, menjadi seorang delta. Mereka diperbolehkan mengambil misi level rendah sampai level A. Mereka juga akan dibagi dalam tim berisi 4 orang yang terdiri dari Beta, Gamma, Delta, dan Omega. Seorang Jounin akan dipasangkan dengan tim mereka sebagai Alpha.
Mungkin karena tahu mereka berteman, atau karena Sasuke adalah pemenang turnamen sehingga diberi keuntungan, Sasuke, Neji, Shikamaru dan Kiba dimasukan dalam satu tim, dengan Kakashi sebagai Alpha mereka.
Mereka melakukan latihan dan misi bersama begitu mereka resmi menjadi Chuunin. Sasuke merasa senang karena akhirnya ia diperbolehkan untuk mengambil misi membasmi iblis yang sesekali menyerang manusia. Sebagai genin, dia hanya bisa melakukan misi dalam Konoha atau desa-desa dalam lingkup Negara Ho. Sekarang dia bisa mengambil misi jauh di luar negara api dan membasmi para demon yang menyerang manusia.
Setelah satu minggu mereka resmi menjadi chuunin, tim Sasuke tiba-tiba mendapat sebuah misi level A untuk menuju Suna.
"Mengantarkan tahanan?" Sasuke menekuk kedua alisnya mendengar isi misi yang akan mereka lakukan.
"Ini misi yang lumayan penting. Jadi kalian tidak boleh sampai gagal. Bagaimana, apa kalian tertarik?" ucap Kakashi dengan enteng. Satu matanya yang terlihat melengkung ke atas dengan riang seraya ia membaca buku oranye favoritnya.
"Siapa yang akan kita antar?" tanya Neji penasaran. Dalam gulungan misi tidak tertulis detail siapa identitas tahanannya. Hanya tertulis tahanan yang sangat penting dan berbahaya.
"Kalian akan mengerti saat melihatnya nanti." Balas Kakashi dengan nada riang.
Dan memang, mereka pun langsung mengerti begitu melihat siapa tahanannya.
Dua hari setelah menerima misi, mereka pun berkumpul dalam penjara Konoha. Sasuke menyipitkan mata dengan tajam pada pemuda berambut merah di hadapannya. Spekulasi dan dugaan pun langsung terpikir olehnya. Ia jelas ingat pemuda berambut merah itu adalah Gaara, shinobi dari Shuna. Pemuda yang sudah memanggil Shukaku saat penyerangan iblis kemarin.
Sasuke jadi teringat perkataan Itachi mengenai informasi tentang Gaara yang harus dirahasiakan. Apakah karena hal ini?
"Kenapa kita mengirimnya ke Suna?" tanya Sasuke setelah terdiam sebentar.
"Suna yang akan mengeksekusi hukuman padanya. Tugas kita hanyalah mengantarnya sampai Suna." Jelas Kakashi. Dia membawa sebuah balok besar terbuat dari besi. Itu adalah kurungan tertutup yang khusus digunakan untuk membawa tahanan. Hanya ada lubang-lubang kecil pada pintu untuk membiarkan udara masuk.
Gaara sudah dibius dengan obat tidur sehingga ia akan tertidur dalam koma selama 3 hari perjalanan. Mereka juga menyiapkan cairan makanan sebagai pengganti nutrisi selama koma. Setelah semua persiapannya selesai, pemuda berambut merah itu di masukan dalam kurungan besi. Mereka berlima akan bergantian membawanya selama perjalanan menuju Suna.
Setelah memastikan sekali lagi persiapan, mereka pun berangkat. Perjalanan dari Konoha sampai Suna memakan waktu sekitar tiga hari. Karena pemberangkatan misi mereka dilakukan dengan diam-diam, tidak ada masalah serius yang menghalangi mereka. Hanya beberapa bandit dan iblis yang tidak sengaja mereka temui dalam perjalanan.
Namun Sasuke merasa aneh, kenapa tidak ada gangguan serius sama sekali. Mungkin karena Gaara memang tidak bekerja pada pihak manapun, tidak ada yang berusaha menyelamatkannya. Namun Sasuke tidak bisa menemukan satu motifpun kenapa Gaara bekerja sama dengan iblis sendirian. Atau mungkin Suna sendiri lah yang mendukung Gaara dari belakang. Tapi karena takut ketahuan, mereka terpaksa memutus hubungan dan mengeksekusi Gaara.
Mereka sampai di Suna pada hari ke tiga pada malamnya. Shinobi Suna langsung membawa Gaara menuju penjara di desa mereka. Setelah memastikan tidak ada yang salah, Sasuke dan timnya pun akhirnya menyelesaikan misi mereka dengan lancar. Sasuke dan lainnya memutuskan untuk menginap semalam di Suna sebelum kembali ke Konoha besoknya.
Malam itu bulan cukup terang. Setelah Sasuke selesai mandi dan makan, ia memutuskan untuk berjalan-jalan melihat Suna. Ini pertama kalinya ia melihat Suna, jadi ia ingin memanfaatkan waktu untuk melihat desa ini saat malam hari. Mereka akan kembali besok siang, jadi tak akan sempat untuk melihat-lihat.
Pusat desa masih ramai dengan penduduk yang berjalan-jalan. Ada sebuah pasar malam tak jauh dari gerbang utama. Disana banyak orang yang melihat-lihat, bahkan ada banyak pengunjung dari luar desa yang membeli suvenir.
Sasuke berhenti di depan jejeran sebuah kunai yang di jual dalam sebuah toko. Bentuknya sedikit berbeda dengan milik Konoha, namun penggunaannya masih sama dengan kunai Konoha. Ia hendak berjalan menuju toko lain saat dari sudut penglihatannya ia melihat sesuatu yang tak asing.
Dengan cepat, Sasuke berusaha mengikuti sosok yang barusaja ia lihat itu. Sosok itu berjalan sangat cepat dan dengan segera tertelan keramaian. Namun Sasuke sangat yakin sudah melihatnya. Itu adalah sosok pemuda berambut pirang panjang yang ia lihat di monumen dan penyerangan iblis malam itu. Pemuda pirang itu memakai jubah kimono putih dengan kain syal merah yang melingkar di lehernya.
Sasuke berlari mengejar sebisa mungkin. Mengambil belokan setelah akhirnya melihat sosok pemuda itu berjalan melewati tikungan. Pemuda itu berjalan melewati keramaian lalu berbelok lagi menuju gang kecil. Dengan napas terengah-engah, Sasuke akhirnya berhasil mengejar. Tanpa pikir panjang ia menarik lengan pemuda pirang panjang itu dan mendorongnya hingga ia menabrak dinding dalam gang kecil.
"Berhenti!" seru Sasuke dengan napas terengah-engah.
Dengan tangan masih mencengkram lengan baju, Sasuke mengapit pemuda itu pada dinding di belakangnya. Ia lalu mendongak—
Degh—
Biru.
Mata biru safir itu sangat familiar.
Sasuke terkesiap. Ia merasa detak jantungnya seolah berhenti sesaat. Entah dimana ia pernah melihat warna biru itu, namun ia merasa sangat mengenalnya. Berapa kali pun ia mencoba berpikir, ia tetap tidak bisa mengingat dimana ia melihat mata biru itu.
Sasuke membuka mulutnya untuk bicara, namun pikirannya tiba-tiba menjadi kosong. Ia menjadi lupa untuk apa ia menghentikan pemuda itu. Tangannya yang mencengkram lengan baju itu pun merenggang. Sasuke tanpa sadar berjalan mundur satu langkah.
Pemuda itu sangat tampan. Kulitnya berwarna tan. Di dua pipinya terdapat tiga garis bekas luka seperti kumis yang entah kenapa sangat tak asing dalam kepala Sasuke. Rambutnya panjang, berwarna pirang keemasan yang jatuh ke bawah sampai punggung dengan sedikit berantakan. Jika dilihat, ia juga merasa pemuda itu sangat familiar, meskipun ini pertama kalinya mereka bertatapan satu sama lain sedekat ini. Sasuke hanya tak bisa memfokuskan ingatannya dimana ia pernah melihat pemuda ini. Apa mereka pernah bertemu sebelumnya? Apa mereka saling mengenal?
Dua manik safir itu melebar terkejut saat melihatnya. Lalu menyipit lagi untuk menatap intens pemuda raven di depannya. Mulutnya terbuka sedikit dan mengeluarkan suara bariton rendah.
"Sasuke…"
Dua mata hitam Sasuke pun terbelalak terkejut. Bagaimana dia tahu namanya?! Apa mereka benar-benar pernah bertemu sebelumnya?!
Pemuda pirang itu melangkah maju untuk mendekatinya. Salah satu tangannya terangkat ke depan untuk menyentuh pipinya.
Sasuke menatap tangan itu dengan perasaan panik. Tiba-tiba ia merasa sangat dejavu. Dimana?! Dimana mereka pernah melakukan ini sebelumnya?!
Sasuke tersentak saat sebuah dinding menyentuh punggungnya. Pemuda raven itu terkejut melihat sisi dinding gang kecil itu sudah menyentuh tubuhnya. Sejak kapan ia berjalan mundur?
Pemuda pirang itu berhenti melangkah setelah tubuhnya mengapit tubuh sang raven pada dinding. Satu tangan diletakan menyangga pada dinding tepat di samping telinga sang raven, sedang satu tangan lainnya digerakan untuk menyentuh pipi putih mulus sang raven.
"Sasuke…" Dua mata safir itu menatapnya sangat intens. Ada emosi kerindungan yang sangat terlihat dalam manik bening itu. Jemari tannya mengelus pipi putihnya dengan lembut, lalu merayap menuju telinga, dan menyibak poni panjangnya ke belakang telinga.
Sasuke merinding merasakan sentuhan itu. Ia pun meneguk ludah berat. Entah kenapa ia tiba-tiba menjadi sangat panas. Dua manik oniksnya melebar tak percaya saat melihat pemuda itu mendekatkan wajahnya.
"A-apa yang—ummph—!"
Sebuah bibir kering namun lembut tiba-tiba menempel bibirnya. Bibir itu mengunci bibirnya dengan panas. Menarik bibir bawahnya, lalu memagutnya dalam. "Nnn…" Sasuke tanpa sadar mengeluarkan desahan kecil. Bibirnya tanpa sadar membuka dengan sendirinya. Lidah basah pun langsung menyusup masuk dan memeluk lidahnya.
Sasuke seperti terhipnotis. Pikirannya pun kosong. Lidahnya bergerak tanpa sadar membalas ciuman itu. Dua lidah itu bergulat, menarik dan saling mengulum. Ia membuka mulutnya lebih lebar, membiarkan lidah sang pirang mendominasi bibirnya dengan panas. Menjilat semua isinya sampai habis.
Rasa yang sangat familiar terasa dalam mulutnya. Sasuke mendesah. Perasaan hangat yang sangat ia kenal menyebar ke seluruh tubuhnya. Tiba-tiba perasaan rindu entah dari mana datangnya memenuhi seluruh dadanya. Sasuke mengangkat kedua tangannya, mencengkram pundak sang pirang agar lebih mendekat. Ia ingin merasakan perasaan itu lebih lagi.
Tubuh mereka pun saling menempel. Sensasi panas dirasakannya dari setiap inci tubuh mereka yang menempel. Pemuda pirang itu mengapitnya lebih dekat pada dinding. Namun saat Sasuke tiba-tiba merasakan sebuah benda keras dan panjang bergesekan dengan perutnya, pikiran rasional sang raven langsung kembali. Ia tersentak, kedua mata oniknya terbuka lebar.
Gigi taringnya tanpa sengaja menggigit bibir sang pirang sampai berdarah. Dengan panik, ia mendorong pemuda pirang itu untuk menjauh. Napasnya pun terengah-engah. Dua pipinya merah padam. Sasuke mendelik tajam pada pemuda pirang itu.
"A-apa yang kau lakukan—?!" tanyanya dengan suara serak akibat ciuman lama itu. Napasnya pun masih terengah-engah dengan berat.
Pemuda pirang itu menatapnya dengan mata safir berkilat nafsu. Lidah keluar dari bibirnya dan menjilat darah akibat gigitan Sasuke. Rona merah di pipi Sasuke pun semakin merah melihat gerakan lidah itu.
Bukannya menjauh karena sudah didorong sang raven. Pemuda pirang itu malah semakin mendekat lagi. Dua manik safirnya menatap intens bibir sang raven yang berkilat basah karena air liur. Berwarna merah dan sedikit bengkak. Terlihat sangat kenyal dan menggoda. Ia sampai gatal dan menyentuh bibir itu lagi dengan satu jarinya. Dengan tak rela, ia akhirnya menaikan tatapannya pada dua manik oniks yang dari tadi mendelik padanya.
Sebuah seringai kecil pun muncul di bibir sang pirang. Dia mendekatkan wajahnya hingga napas mereka saling bertukar. Dia lalu bergerak ke samping, menempelkan bibirnya pada telinga sang raven dan berbisik.
"Aku sedang menciummu…"
.
.
.
.
.
to be continued...
hahahaha uda panas belum kalian?! pfftt xD #digaplok
sebenernya mau fro potong tbc pas bibir naru nempel di sasu biar makin nylekit tbc nya hahaha xD #dor #ditendang tapi nih otak saking mesumnya tiap nulis yang panas-panas pasti langsung lancar aja, jadi sayang mau dipotong haha #plak
Sasuke (dalam hati) : padahal aku duluan yang lari2 ngejar naru, eh kenapa malah disosor duluan hiks hiks T_T
Fro : sasuke terima aja nasibmu, dikau lebih sexy kalo uda megap2 disosor #plak #uhuk2
.
wkwkwk tolong abaikan yang diatas itu xD
sooo, gimana ceritanya? uda dapat pencerahan kah di chapter ini? hayoloh, siapa gaara? siapa naruto? plis thor kasih tahu #plak #digampar
biar lebih jelas fro ringkesin disini, baik hati kan fro #narsisnyakeluar
aura dominasi : setiap manusia punya aura dominasi. mau mereka dominan atau submisif. meskipun pada submisif lebih dikenal sebagai feromon, karena mereka lebih ahli dalam merayu/menggoda dibanding mendominasi. aura dominasi itu tidak ada bentuknya, tidak berwarna, seperti haoshoku haki (haki raja) dalam manga one piece (kalau ada yang tau), semacam bentuk tekanan yang dikeluarkan dari tubuh. Besarnya tekanan itu tergantung besarnya kekuatan/kemampuan yang dimiliki masing-masing orang. kalau dominasinya terlalu kuat, dia bisa memerintah orang yang ia dominasi untuk menurutinya, jadi terlihat seperti hipnotis.
hirarki dominasi : ini semacam kasta sosial. untuk membedakan mana yang kuat dan mana yang lemah, yang berkekuatan sama untuk dibagi tiap status
hirarki demon -=-=-=-=-=-=-=-=-=- hirarki manusia
Demon lord (raja iblis) -=-=-=-=-=-=-=- Alpha
Demon general (jendral) -=-=-=-=-=-=- Beta
Demon knight (kesatria) -=-=-=-=-=-=- Gamma
Demon captain (kapten) -=-=-=-=-=-=- Delta
Demon soldier (prajurit/tentara) -=-=-=- Omega
kage dikatakan Alpha Superior karena bawahannya (khususnya para beta) merupakan kumpulan dominan. Jadi alpha dari para alpha dikatakan alpha superior.
Negara Ho : negara api
negara rai : negara petir
negara mizu : negara air
negara tsuchi : negara tanah
negara kaze : negara angin
energi demon adalah energi magis. disini fro menulisnya dengan berbeda karena sudut pandang orang yang diceritakan berbeda. manusia tidak tahu energi yang dipakai demon adalah energi magis, jadi manusia menyebutnya energi demon, sedang demon sendiri menyebutnya energi magis.
ada lagi yang belum dijelasin? silahkan tanya :3
btw maap ujian chuninnya ga detail pake—"hyat! hyat! wushh!" #uhuk #apaanini—nya haha. males bikin adegan pertarungan, jd fro singkat gitu deh haha :3
setelah 4 chap, akhirnya semua chapter pembuka (?!) keluar semua, abis ini tinggal jalan romancenya deh :3 #eh
semoga ga bosenin nih chap haha, padahal dari kemarin fro sedang gundah gulana karena chap ini kayaknya dikit banget, tp ternyata malah jadinya panjang huhu ==" skrg chap depan yang harus fro rombak lagi plotnya krn biar lebih panas adegannya #eh #loh?!
[Balasan review]]]]]
[si naruto kayaknya memang pahlawannya deh itu dia di patung hokage waktu ngambil energi,,, kalo naruto umurnya ratusan tahun brarti sasuke sama dong atau reinkarnasi?] hahah pahlawan bukan yak, chap 5 bakal dibocorin mungkin identitasnya #plak #spoiler untuk sekarang ini umur naruto ratusan tahun, sedang sasu baru 16 tahun #loh #pedopildong?! #plak
[yeyy akhirnya dilanjut juga, ane belom baca loh ini tapi udah seneng dan dugeun" duluan yaampun. duh seneng deh pokoknya hehe] haha fro juga seneng deh, asal jgn lupa dibaca :3
[Aku ketinggalan ero-sama] haha ketinggalan kreta yak? uda fro kasih tiket baru tuh, cekkk :3
[okee intinya naruto itu Sang Pahlawan. Meskipun dia itu Lord Demon.] haha dobel2 yak, boleh tuh idenya #labil
[weheee... aq penasaran abiissss, pengen cepet Naru n Sasu jadi dekat, beraksi bareng,, ugh aq sangat penasaran ama hubungan mreka X'D] ini sudah cukup dekat kah? xD
[Ehmmmm jadi yang dicari fuu yagura dan gaara itu naruto bukan?! hmmm.. Ngomong2 RR kpan lnjutnya?] haha yang dicari mereka itu master, entah itu naruto bukan yak #plak RR? itu apa ya? makanan baru yak?! #digampar #uhuk sedih ditagih mulu, sabar yak
[Masih belum ketebak sih ah, mungkin yg dimaksud master itu adalah Naruto?! Jadi Naruto dan Sasuke itu sbenernya dri kaum iblis/? dan Sasuke bereinkarnasi jadi manusia?] hahah pertanyaan ini masih ambigu jawabannya. ntar ya tunggu chap 5, mau fro bongkar toples sekretnya #dor #kalojadi #eh
[Apa naruto nya itu sebenernya sama kayak gaara tapi berkhianat yah.. trs sebenernya pahlawannya itu sasuke.. Tapi mungkin sasuke nya meninggal pas berhasil ngalahin tuh demon.. trs yg diketahui masyarakat itu naruto karena dia yg terakhir dilihat oleh para masyarakat. . Jadinya patungnya itu naruto? Makanya naruto selalu natap tuh patung. . Tapi ada kristal es yang nyegel kekuatan naruto.. Apa sasuke yg nyegel kekuatan demon naruto waktu dulu yah?] serius, ini ide bagus loh. ide fro aja ga serumit itu wkwkwk :3
[Masih abu abu sebenarnya naruto itu siapa tapi kayanya dia pahlawan deh.. Itu kekuatan naruto di segel di patuh pahlawan ya? Sasuke pernah hidup 400 tahun yg lalu kan fro? Berarti bener dong kalo dia reinkarnasi? Trus nih hubnya naru sama gaara ini apa? Apa gaara juga reinkarnasi? Aduh kamu nih fro ya ane baca sambil mikir kek lagi ujian aja sukanya main tebak tebakan] hahaha biar asik lah main tebak-tebakan :3 yep yang bisa fro konfirmasi itu kekuatan naruto disegel dalam kristal monumen, sedang sisanya tunggu chap berikutnya yak :3 #digaplok
[Oh, Fro-San, kamu jago bgt buat fic ginian.. Cepetan update yaaaaa.. Btw, kapan nih Royal Revenge update? Ditunggu yaaaaaaaaa..] yoy ini apdet. duh royal revenge lagi ditagih hiks hiks hiks #nataptagihan
[Eh gue penasaran sama hubungan narusasu di masalalu, itu mereka kenapa bisa pisah? Gue ga bisa tidur tenang kalo kepo. Hayo! tanggungjawab! Btw, semua alpha bisa tunduk sama alpha lain yang lebih kuat gitu? terus terus kalo naruto alpha, sasuke alpha, piye jadinya?] karena takdir memisahkan mereka haha #digampar :v iya, kalao si alpha lebih lemah, dia bisa tunduk sama alpha yang lebih kuat. naru alpha, sasu alpha, jadinya alphaxalpha lah wkwkwk, biar asik domxdom #plak
[Kereen banget ceritanya, selalu suka sama cerita author tang penuh misteri wkwk. Lanjut ya thoor, kangeen sama author] trimss, kangen juga pfft #dor #malahkangen2an direview #uhuk ini uda lanjut nih :3
[Keep it up, Fro.. Update cepet yes... Ga sabaarrrr] yoy uda diapdet :3
[baca chapter 3 jadi makin penasaran.. Fro-san, ditunggu updetannya ya ..] like I said, ini uda apdet :3
[Bagus-baguss.. Naru kayaknya kuat ya...] iya dong, harus kuat haha :3
[uwahh fro udah balik ya...hihu syukur storymu semua unik *tabik...] iya nih tadaima haha :3 abis diseret2 keluar dari kolong tmpt tidur jd akhirnya keluar dari tempat persembunyian haha xD
[Hueeee. Ceritanya tambah menarik! Jujur thor aku bingung si Naru tu baik nggak sih ke Sasu. Takutnya si Naru nggak suka sama Sasu.. Terus Naru kapan nih jadi jantan? Aku agak gimana gitu lihat Naru jadi lembek gini.. Wkwkwk..] haha naru mah ga baik sama sasu, dia pikirannya cuma ada mesuman doang #plak haha tenang aja, si naru uda tergila2 ampe merana gitu ratusan tahun #eh itu uda jantan belum? wkwkwk :3
[serius amat chapter ini. perlu baca 2 kali n lamat2 buat paham..hahaha... but apik banget ffnya] haha ini ada penjelasan lagi, dpt pencerahan gak? :3
[Ada apa dengan Gaara? Naruto.. ih ih bikin penasaran tingkat dewa dah... wkwk Up kilat juseyeo~~~~] gaara lagi ngambek dipenjara pfftt xD, ini uda apdet juseyeo~~~~~ (masih ga ngerti ini artinya apa haha)
[Iblis2nya itu para jinjuriki ya?] haha uda brapa jinchuriki tuh keluar di chap ini, silahkan hitung aja wkwkwk :3
[jadi naruto itu siapa sang pahlawan ato malah iblisnya, ya mungkin saja iblisnya dan sasuke permaisurinya wkwk ngawur banget ini mah dan gaara juga siapanya naruto? selirnya mungkin._. ngawur lagi] hahah kalo gaara selir ntar jadi perang dunia lagi wkwkwk si sasu kaga terima diduain :3
[Intinya narusasu itu udah berhubungan dari masa lalu wkwkw Dan yg masihh bisa inget sedikit cuman naru si suke cuman bisa ngerasain aja...ehmmm royal ravenge kapan update lagi senpaii T.T sudahh lama sekali lohhh nggak update huhu syedihhh] haha bisa juga disimpulin gitu :3 duh iya uda lama, fro juga syedihhh liatnya, coba ada mesin yang bisa langsung nulis begitu fro bayangin ff haha #khayaldoang #ngareptapi
[Astagaa senpaiiii ini kereeeeen bgt. Loveee youuu so muchh muahhh. Daebak! Ganbatte ne] iya daebak! loveee youuu so muchh muahhh juga #kissu2 #langsungditendang haha trimssss
[huaaa adegan narusasunya masih ambigu banget identitasnyaa kenapa gini kenapa gituu, kenapa di royalrevenge nunggu isi ruang rahasia harus 2 tahun #salahstoryoi, kenapa naru terlihat baik tapi jahat, kenapa naru ga 'bersujud'in sasuu pengen liatt huahh trs reaksi sasunya pasti memuaskan hahahaha tjor lanjutkan teruss] iya kenapa gini kenapa gituu, kenapa di royalreveng harus isi ruang rahasia harus 2 tahun juga hiks hiks hiks #gampar haha isi ruang rahasianya masih direparasi, jadi tunggu 2 tahun dulu baru bisa masuk #disiramair iya fro juga pengin bikin adegan naru dominasi sasu, emang memuaskan rasanya wkwkwk, sabar yak #mukamesumnyamuncul #dor
[naruto si pahlawan ya? naru masternya ya? apa anggota jinchuriki lainnya bakal jadi jendral smw?] haha pahlawan bukan yak, abis chap ini gimana? masih pahlawan kah si naru? haha :3 yoyy para jinchuriki pada keluar, mereka siapa tuh, entah jendral bukan yak #digampar
[aaaaaaaa Naruuuuu.. padahal Fi pikir tadi Kiba mau di Lemonin #ehem kan mayan.. mumpung gak ada semenya. Jadi kekuatannya Naru di segel? berapa segel ? lokasi segelnya semuanya di Konoha ? atau di seluruh penjuru dunia Shinobi ? trus-trus leminnya dong Fro-senpai.. OO..] haha, ntar fro digebukin semenya kiba kalo pake adegan asem2 :3 #lirikshika #uhuk iya disegel, engga di konoha doang, nyebar di seluruh dunia manusia. haha jumlahnya berapa yak? enaknya berapa. bagusnya sih ga usah banyak2 biar ceritanya ga kepanjangan haha #iniauthorlabil :v lemon? sabar yak, itu uda cukup panas belum? #eh
[boleh tahu peringkat/level yg lebih jelas, dr yg paling rendah? untuk dunia ninja dan demon.] yoy, itu uda dijelasin di chap ini, mudeng gak? :3
[Jadi Naruto sang Pahlawan dan Sasuke kekasihnya... Lanjut...] haha maunya sih gitu, tapi naruto labil, dia berada diantara pahlawan dan demon #plak #apaanini uda dilanjut tuh xD
Terima kasih sebanyak-sebanyaknya buat semua reader yang sudah membaca, apalagi sampai fav, follow dan review. kalian sangat berarti~~~3 #kissu2 #tebar2permen xD xD xD
Jangan lupa review! ^_^
Special thanks to : uchtie, Guest, Archilles, SparkyuELF137, Acorn NyaNya, Frincess620, el, Hwang635, NS, Gabriella Indah, Nagisa Yuuki, asterfujo, Guest, chika kyuchan, Shawokey, und, peachtea, Black2Dstya, kjhwang, Guest, kthjjk57, Reina Putri, Axeremiria, AySNfc3, Kyuufi No Kitsune, littlelily, D, ada yang ketinggalan? bilang yak :D
