Prev
. "Tapi, aku juga senang kau bekerja di sini, Tao. Kopi espresso dan sandwich buatanmu lumayan enak." Celetuk Yunho. "Terima kasih."
"Apa kau bersedia untuk membuatkan aku sarapan seperti ini setiap hari, hum?"
Tao membulatkan kedua matanya. "Ehh?"
.
Now
"Kau tahu? Di Seoul, aku tinggal berdua dengan adikku, Changmin. Dan kami sama-sama tidak pandai memasak." Kata Yunho.
"Oleh karna itu, aku memintamu untuk membuatkanku sarapan seperti ini setiap hari. Kau mau?"
Tao diam sesaat. Sebenarnya, ia mau-mau saja membuatkan Bos-nya itu sarapan. Tapi, entahlah. Tao sedang tidak bisa berkata apa-apa. Permintaan dari Yunho barusan terdengar seperti bersifat pribadi bagi Tao.
"Tao? Kenapa diam saja?" tanya Yunho yang melihat karyawan barunya hanya diam sambil menatap kosong ke lantai ruangannya yang terbuat dari kayu. Ia meletakkan punggung tangannya di dahi Tao. "Tidak panas."
Iseng, Yunho mendekatkan wajahnya ke wajah Tao hingga membuat Tao benar-benar terkejut.
"Apa yang sajangnim lakukan?!" tanya Tao. "Daritadi kau diam saja. Makanya, aku melakukan itu agar kau sadar." Jawab Yunho dengan wajah tanpa dosa-nya. Tao mengerucutkan bibirnya mendengar alasan Yunho mendekatkan wajahnya pada wajah Tao. "Yunho sajangnim menyebalkan!" ucapnya. Yunho yang merasa gemas dengan ekspresi Tao langsung mencubit kedua pipi Tao.
"Ughh.. Kau ini... menggemaskan sekali, sih?"
"A-ah.. sajangnim, lepaskan! Sakitt!" rengek Tao.
Saat Tao dan Yunho sedang asyik bercanda ria, tanpa mereka sadari, ada seseorang yang mendengar percakapan mereka sejak tadi.
Wu Yifan.
Ia merasa ada perasaan yang tidak suka mendengar namja yang ia suka tertawa dengan orang lain. Bos-nya sendiri.
.
.
"Annyeong Tao-ya. Aku tidak menyangka kita bekerja ditempat yang sama." Sapa Yifan pada Tao yang sedang istirahat.
Tao langsung menolehkan kepalanya ke samping kanannya dan melihat Yifan sedang mencuci peralatan makan yang kotor. "Yifan ge? Apa benar itu kau?" tanya Tao yang tidak percaya bahwa ia bekerja ditempat yang sama dengan Yifan.
"Tentu saja ini aku, Panda. Sejak kapan kau bekerja di sini?"
"E-eh, aku baru melamar kerja di sini kemarin." Jawab Tao. Ia merasa jantungnya berdebar tidak karuan.
"Berarti kau masih sangat baru disini." Kata Yifan singkat.
"Hng.."
"Sepertinya, ada yang akan mendapat gaji tambahan karena bersedia membuatkan Yunho sajangnim sarapan. Bukan begitu?" kata Yifan sarkastik. "Bagaimana gege tau?" tanya Tao. "Tadi ada seekor burung kecil memberitahuku." Jawab Yifan asal. "Aku memang akan membuatkan Yunho sajangnim sarapan setiap pagi. Tapi, ia tidak bilang kalau gajiku akan dinaikkan." Ujar Tao.
"Begitukah? Dan kurasa... ia menyukaimu."
"Mana mungkin! Gege ada-ada saja."
Yifan hanya mengendikkan bahunya cuek. Jujur saja, setelah mendengar semua pembicaraan Tao dan Yunho yang terdengar bersifat privasi membuat Yifan cemburu. Dan Tao tidak menyadari kalau Yifan cemburu padanya.
Dasar tidak peka*getok Tao pake baki*
Tao memperhatikan Yifan yang tidak menatapnya sama sekali. "Gege kenapa? Gege kesal padaku, eoh?"
"Siapa yang bilang aku kesal padamu?"
"Seekor semut kecil."
"Bilang pada semut kecil itu. Jangan sok tahu."
Yifan kembali diam. Ia benar-benar tidak menatap Tao sama sekali. Ia masih sibuk mencuci dan menata peralatan makan milik cafe. Tao yang merasa tidak dianggap langsung mencari cara untuk mencari perhatian pada Yifan agar pemuda tinggi berambut pirang itu mau menatapnya seperti biasanya.
"Gege, aku pintar membuat masakan Cina, lho. Apa kau mau aku buatkan nanti?"
"Tidak." Jawab Yifan cuek.
"Kau yakin?" tanya Tao lagi.
Dan ia tidak mendapat jawaban apapun dari Yifan.
"Panda hyungggg..." panggil Tao sambil memeluk Seunghyun yang sedang mengelap meja. "Ada apa, Adik Pandaku yang manis?" tanya Seunghyun.
"Apa kau merasa ada yang aneh pada Yifan gege?" tanya Tao. Seunghyun mengangkat sebelah alisnya. "Mmm... mungkin.. Ia datang lebih pagi dari biasanya?" jawab Seunghyun asal. Tao merengut, "Bukan! Bukan itu!"
"Lalu apa? Aku tidak melihat ada perubahan padanya. Sama seperti biasa kok." Kata Seunghyun.
"Apa Yifan gege selalu cuek padamu?" tanya Tao lagi.
"Tidak. Biasa saja."
.
.
.
Seunghyun, Yifan, dan Tao sedang membersihkan cafe sebelum cafe tutup—jam 9 malam.
"Yifan ge, sini aku bantu buang sampahnya."
"Tidak perlu."
Ternyata Yifan masih kesal dengan Tao. Tapi tidak tahu, sampai kapan ia bisa terus-terusan bertingkah seperti ini pada Tao karena ia sendiri tidak mau bertingkah seperti ini.
"Tao-ya, kemari. Ada yang ingin aku bicarakan padamu." Pinta Yunho yang berdiri di depan pintu ruangannya yang langsung dituruti oleh Tao. Membuat Yifan ingin memecahkan semua piring dan gelas milik cafe.
"Ada perlu apa, sajangnim?"
"Ah... bukan masalah serius. Tapi ini masalah menyangkut perasaan."
Tao mengerjabkan kedua matanya. "Maksudnya?"
"Yah.. kau tahu? Sepertinya..."
Yunho berjalan mendekati Tao lalu mendekatkan wajahnya pada wajah Tao. "Sepertinya... aku menyukaimu. Ah tidak. Aku tergila-gila padamu, Huang Zi Tao." Ia mengecup sekilas pipi kanan Tao. "Maukah kau menjadi kekasihku?"
Tao membelalakkan kedua matanya. "A-apa?" tanya Tao tidak percaya.
"Aku mencintaimu Tao. Maukah kau menjadi kekasihku?"
Tao tidak menyangka akan hal ini. Dia tidak pernah berpikir kalau Jung Yunho, Bosnya sendiri, menyatakan cinta padanya.
"A-a-aku... aku tidak tahu, sajangnim." Jawab Tao sambil menundukkan wajahnya. Yunho mengangkat wajah Tao. "Kenapa kau tidak tahu?" tanyanya. "Pernyataanmu barusan membuatku bingung, sajangnim. Aku tidak menyangka hal ini akan terjadi padaku."
"Semua yang akan terjadi padamu tidak selalu kau ketahui lebih dahulu, Tao."
"Aku mempunyai perasaan ini padamu. Dan sebelumnya akupun juga tidak tahu kalau perasaan ini muncul."
Tao hanya diam. Ia benar-benar tidak tahu harus berkata apa. Ia baru menjadi pegawai di cafe ini. Ia baru bertemu dengan Yunho kemarin.
"Tao? Kenapa kau diam saja? Aku menunggu jawaban darimu."
Tao mendorong dada Yunho agar jarak mereka agak menjauh. "Maaf sajangnim. Aku tidak bisa menjawabnya sekarang. Berikan aku waktu untuk berpikir tentang ini." Ujarnya. Yunho mengelus pipi Tao. "Baiklah. Jika kau sudah mendapatkan jawabannya, tolong beritahu aku." Tao mengangguk.
"Mau aku antar pulang?" tawar Yunho. Tao menggelengkan kepalanya. "Tidak. Terima kasih. Aku bisa naik bus kota." Jawab Tao. "Di malam yang seperti ini? Kau tidak takut kalau kau akan dijambret atau diculik oleh orang yang tidak kau kenal?"
"Sajangnim, jangan berpikir seperti itu. Aku sudah besar. Aku bisa menjaga diriku sendiri."
"Kau yakin?"
"Ya."
"Baiklah. Jaga dirimu baik-baik, Tao."
Tao tersenyum. "Terima kasih, sajangnim."
.
.
.
Tao menatap kosong pada ponselnya yang berada di genggamannya. Sedari tadi, Yunho terus meneleponnya. Tapi Tao benar-benar tidak berniat menjawab panggilan telepon dari Yunho.
Ia tidak menyukai Jung Yunho.
Tapi ia menyukai Wu Yifan.
Ia berharap, seorang Wu Yifan-lah yang menyatakan cinta padanya seperti tadi. Bukan Yunho.
Ia membaca sedikit beberapa pesan singkat dari Yunho.
From : Jung sajangnim
Tao-ya, kau sedang apa? Kenapa kau tidak mengangkat telepon dariku?
From : Jung sajangnim
Tao-ya, kau baik baik saja? :( Aku menghawatirkanmu :(
From : Jung sajangnim
Tao-ya, sekarang sudah malam. Cepatlah tidur, agar kau tidak terlambat masuk kerja besok {} Goodnight sweety {}
"Bagaimana ini? Apa yang harus aku katakan pada Yunho sajangnim? Aku tidak bisa menerimanya karena ia Bos-ku. Aku tidak ingin berpura-pura juga mencintainya. Aku tidak ingin menyakiti perasaannya..."
Tao mengusap wajahnya dengan kasar. Semua ini membuatnya bingung dan memaksa otaknya bekerja lebih keras untuk berpikir.
'Tuhan, kenapa Engkau memberiku cobaan seperti ini? Apakah aku akan menjadi orang jahat karena menolak cinta dari Yunho sajangnim?'
.
.
.
.
To Be Continue
Author's note :
Haii^^~
Gimana? Di chapter ini ceritanya lebih panjang kann? Anggep aja ini sebagai permintaan maaf dari author untuk chapter kemarin yang ceritanya super pendek : )
Chapter chapter berikutnya akan aku banyakin lagi KrisTao momentnya ;))
Dan..
Selamat buat readers yang bisa nebak kalau Yunho adalah orang ketiganya : ))
Kok kalian bisa tau sihh T-T kalau Yunho orang ketiganya...
Lagi-lagi bang Wupan munculnya cuman bentar ._. ampuni sayaaa ._.v
Maaf kalau makin jelek ceritanya.
Maaf juga karena telat apdett
Review please? : ))
