A/N : Update! Here you go chapter 4! Although I'm so dissapointed because there's no one leavin' the review...

Disclaimer: I do not own harvest moon although i wish i did

"Wuah!" teriak seorang cowok kaget. Aku, di hari pertama, sudah bikin masalah sama cowok… Menabrak cowok sampai jatuh berdua! Bego, bego! "Eeeh! Ma-ma-maaf! A-a-aku… nggak sengaja! Sungguh! Maaf, ya, ummm…. siapa ya?" kataku terbata-bata. Aku memang tak sempat atau mungkin tidak berani melihat muka cowok itu. "E-eh.. Ng-nggak apa-apa sih. Aku juga salah, terlalu terburu-buru. Tapi, umm, Claire-chan?" "Ada apa, Cliff-kun?" Aku tau itu dia dari suaranya. "Maaf, tapi… bisakah kita berdiri lagi?" "Hwaaa! I-i-iya!" kataku panik sambil berdiri lagi. "Maaf ya! Sekali lagi aku minta maaf!" Kataku. "Apa ada yang bisa kulakukan untukmu sebagai permintaan maaf?" tanyaku sekali lagi. "Hmm, itu benar-benar tidak perlu, Claire-chan." Katanya,menghindar. "Tapi aku tidak keberatan kok!" kataku. "Sebenarnya tadi ketua kelas menyuruhku mengambil peralatan di ruang olahraga." "Kalau begitu aku bantu bawa ya! Tapi kenapa Cliff-kun yang disuruh? Biasanya yang piket kan?" tanyaku heran. Kami kan baru masuk. Sejak kapan masuk daftar piket? Tapi kami cuma menuruti saja perintah ketua kelas itu.

"Kita disuruh ambil apa?" tanyaku. "Tongkat kayu buat lari estafet. Itu aja." Segera kucari dan kuambil batang kayu itu. Pas aku lagi megang batang kayu itu, tangan Cliff-kun menyentuhku. Buru-buru kutarik tanganku, kurasakan mukaku menghangat dan memerah, sementara Cliff-kun jadi salah tingkah. Tapi untung aku bisa ngalihin perhatian. "Ah!" teriakku. "A-apa? Apa?" tanya Cliff-kun kaget, mukanya nambah merah. "Kita hampir terlambat!" kataku cepat. "Oh, iya ya... Yuk, jalan." katanya. "Oke!" kataku ceria, sok lupa dengan yang terjadi tadi. Cliff-kun cuma senyum-senyum saja.

"Aku konyol, ya? Tehehe..." tanyaku.

"Nggak kok! Claire-chan sangat ceria... Aku suka!" katanya tiba-tiba.

"E-eh, bukan kayak gitu! Maksudku sebagai teman! Kita teman, ya?" katanya lagi, cepat.

"Bukan teman."

"Eh?"

"Sahabat!" kataku sambil mengacungkan kelingkingku.

"Ya, sahabat!" katanya sambil menyambut kelingkingku.

A/N : Lilyvivi: ~Myaaw~ END! Review!