A/N: Halo minna! It's me again, Tama! Wah, maaf banget aku baru update sekarang! Jeda waktunya lama banget antara chapter 3 ke chapter 4! Aku tahu itu…maaf ya, kegiatan sekolah benar-benar membuatku sibuk!
Tapi aku senang karena aku udah dapet total 10 review! Wai, makasih minna! Makasih buat yuzu-mikan, cHeCoLaZzO, Haruki Kayuki., debby4869 atas reviewnya! Okay deh, langsung aja ya! Here it goes, chapter 4, happy reading! ^_^b
Summary : Mikan Sakura, seorang gadis berusia 16 tahun, diam-diam jatuh cinta pada teman chattingnya yang ia bahkan tak tahu siapa. Lalu, saat pindah ke Alice Academy, Mikan menjadi dekat dengan dua cowok paling popular di sekolah, yaitu Ruka Nogi dan Natsume Hyuuga. Apalagi Ruka sangat baik padanya, mereka pun akhirnya saling suka. Kini Mikan bingung siapa yang harus ia pilih antara teman chattingnya atau Ruka. Mampukah ia menemukan siapa sosok asli teman chattingnya? Dapatkah ia memilih salah satu diantara keduanya? NxMxR, no-Alice.
Alert : Jangan heran kalo banyak banget karakter yang OOC!
Disclaimer : Bukan fanfic namanya kalau aku yang punya Gakuen Alice, iya kan?
Confusion and Hesitation
by Yuuto Tamano
Chapter 4: Have a Date with Ruka?
-Mikan's POV-
Detik demi detik aku menunggu kedatangan bunyi bel jam sekolah berakhir dengan menyandarkan daguku pada telapak tangan kananku. Sesekali aku menguap karena bosan. Pelajaran Sejarah dunia oleh Noda-sensei, atau sering anak-anak panggil Nodacchi, tidak semembosankan pelajaran matematika Jin-Jin. Hanya saja mungkin aku agak kelelahan dengan apa yang telah terjadi padaku tadi pagi.
Aku benar-benar sabar menunggu hingga seluruh jarum jam yang terdapat pada jam dinding kelas menunjukkan waktu pukul 03.30 sore. Itu berarti waktunya pulang sekolah, dan yang paling penting, waktunya aku janjian dengan Ruka untuk membeli Howalon lagi di central town. Aku sangat menyukai gula-gula lembut itu, makanya aku bermaksud untuk membeli lagi.
Kringg- akhirnya bunyi yang kutunggu selama ini akhirnya tiba. Bunyi bel waktu pulang sekolah. Setelah Nodacchi pergi keluar dari kelas, aku segera memasukkan barang-barangku ke dalam tas dan menghampiri Ruka Nogi.
Wajah Ruka tampak berubah menjadi pink ketika aku datang. Aku tak tahu kenapa, namun aku tak terlalu memedulikannya. Disamping Ruka ada seseorang yang paling kubenci sedunia, yaitu Natsume Hyuuga, yang terlihat sedang memasukkan manganya ke dalam tas. Aku menjulurkan lidahku padanya.
"Polka no baka!" seru Natsume.
Ia lalu segera meninggalkanku dan Ruka berdua. Aku juga melihat teman-teman sekelas lain sudah ada beberapa yang telah meninggalkan kelas, termasuk Hotaru, Anna, dan Nonoko. Namun aku juga melihat beberapa cewek teman sekelasku yang menatapku tajam.
Aku menghiraukannya, berpura-pura tak terjadi apa-apa. Kemudian aku segera menoleh pada Ruka sambil tersenyum. "Jadi, ayo kita pergi sekarang!" seruku.
Ruka hanya mengangguk. Lagi-lagi aku melihat wajahnya berubah menjadi pink. Apa dia sedang sakit? Entahlah, aku tak tahu, walau aku agak sedikit khawatir. Mungkin lebih baik aku tanya saja.
"Kau sakit, Ruka? Wajahmu agak sedikit memerah…" tanyaku polos, sesungguhnya aku memang sangat khawatir. "Kalau kau memang sakit lebih baik ki-"
"Nggak! Nggak apa-apa kok! Aku nggak sakit!" serunya memotong kata-kataku.
Aku hanya mengangguk, sedikit merasa bingung, "Okay kalau gitu… ayo kita pergi!" seruku sambil menggandeng tangan Ruka dan mengajaknya pergi keluar. Sesaat aku mendengar suara teriakan iri dari teman-teman cewek dan suara siulan dari teman-teman cowok di kelasku. Aku agak sedikit malu.
Akhirnya setelah berlari selama sepuluh menit sampai juga kita di central town, pusat perbelanjaan terlengkap yang berada di tengah-tengah Alice Academy dan hanya bisa dimasuki oleh para muridnya maupun guru-guru. Central town terkenal sangat luas dan terdapat banyak sekali makanan enak, termasuk Howalon.
Dan demi howalon pula aku dan Ruka sengaja menyempatkan waktu kami berdua untuk membeli makanan sejenis gula-gula yang sangat lembut dan manis itu. Howalon juga dijual sangat terbatas dan cepat sekali sold-out.
"Ayo, cepat!" teriakku girang sambil menarik tangan Ruka.
"I-Iya…" jawab Ruka, terdengar intonasi kelelahan pada suaranya. Karena itulah aku terdiam sejenak dan menoleh pada Ruka.
"Kau tak apa? Mungkin kita bisa beristirahat-"
"Nggak kok!" potongnya sambil tersenyum, "Aku nggak lelah, ayo kita lari lagi!" serunya sambil menarik tanganku dan berlari.
Akhirnya setelah 5 menit sampai juga di toko howalon. Seperti biasanya, kami harus mengantri panjang untuk mendapatkan howalon hari ini. Aku dan Ruka pun ikut mengantri. Panjang antriannya sekita 2 meter. Sambil bersenandung sebuah lagu kami terus mengantri hingga tak lama kemudian akhirnya tiba juga kami di barisan terdepan.
"Howalonnya satu kotak ya!" seruku pada penjual howalon di depanku.
Penjual howalon di depanku ini berkumis tebal dan perutnya gendut. Nama beliau adalah Takashi-san. Beliau kira-kira berusia 30an. Takashi-san sangat baik dan murah senyum. Ia selalu melayani pelanggannya dengan baik dan berterima kasih sekaligus meminta maaf jika howalonnya sold-out. Takashi-san tampaknya untung besar dalam usaha ini. Jika sudah lulus nanti, mungkin aku juga akan menjual howalon, hhehehe.
"Ini dia, nona manis!" serunya sambil memberikan sekotak howalon padaku.
Setelah aku memberikan 500 rabbit kepada Takashi-san, aku segera keluar dari antrian. Namun ternyata aku adalah orang terakhir yang beruntung mendapatkan howalon hari ini. Ah, aku sungguh beruntung. Aku lalu tersenyum pada Ruka dan menawarkannya howalon milikku.
"Mau?" tanyaku sambil menyodorkan kotak howalon padanya.
"Tidak, terima kasih…" jawab Ruka, segan. Aku menggeleng.
"Nggak apa-apa kok! Ayo ambil aja satu!" seruku sambil tersenyum lebar.
Ruka lalu mengangguk, "Oh..Okay deh…makasih ya!" serunya. Ia lalu tersenyum balik padaku. Wajahku agak sedikit memerah melihat ia tersenyum seperti itu.
Tak bisa dipungkiri, wajah Ruka Nogi memang tampan. Rambutnya yang pirang dan mata birunya aku pikir bisa memikat hati setiap cewek yang melihatnya. Apalagi senyumnya itu, sangat melelehkan! Selain itu Ruka juga orang yang sangat baik. Aku jadi ingat ketika dia sampai berbaik hati mau membersihkan kotoran burung di kepalaku.
Wajahku menjadi memerah karena mengingat itu.
Aku menggelengkan wajahku. Aku merasa aneh, kenapa mukaku tiba-tiba memerah ya? Tapi Ruka memang baik banget sih, tidak seperti sahabatnya yang menyebalkan itu, Natsume Hyuuga. Sifat mereka bagaikan langit dan bumi. Aku heran kenapa Ruka mau berteman dengan Natsume yang seperti itu ya?
"Ruka, kenapa kau dan Natsume bisa bersahabat sih? Sifat kalian beda jauh!" tanyaku pada Ruka, membuat cowok itu menoleh padaku.
"Ah, gimana ya? Aku dan Natsume sudah berteman sejak kecil, dan kami selalu bersama. Lagipula Natsume itu orang yang baik kok! Di luar saja dia seperti itu…" jawabnya. Ia lalu kembali sibuk mengunyah howalonnya.
Baik ya? Aku tak percaya bahwa orang dingin dan menyebalkan seperti dia adalah orang yang baik. Namun jika Ruka yang bilang, apa boleh buat, aku harus percaya bahwa Natsume adalah orang yang baik. Walau tetap saja, hatiku berat mengakuinya.
"Oke deh, kalau gitu…" ucapku.
Kemudian kami hanya terdiam saat dalam perjalanan balik menuju asrama. Baik aku maupun Ruka sama sekali tak mengucapkan satu kata apapun. Yang terdengar hanyalah suara ribut-ribut orang lain di Central Town yang padat ini. Entah kenapa lama-lama aku jadi canggung juga. Sekilas aku melihat wajah Ruka yang memerah. Kenapa ya?
Lalu tak sengaja aku melihat sebuah toko boneka di sebelah kananku. Tanpa basa-basi aku segera mampir ke toko itu dan terkesima melihat sebuah boneka teddy bear berwarna polos berwarna cokelat. Walaupun teddy bear ini tampak sederhana disbanding boneka-boneka lain, aku lebih suka teddy bear ini.
Aku lalu mengambil teddy bear itu dan segera berkata pada Ruka. "Nee Ruka, boneka ini lucu ya!" seruku.
Namun tak ada jawaban dari Ruka.
Aku lalu menoleh, tak ada Ruka di samping kiriku. Lalu aku mencoba menoleh ke kanan, juga tak terlihat keberadaan Ruka. Aku mencoba mencari Ruka ke pelosok toko, namun tetap tak ada juga. Tak menyerah, aku mencari keluar toko.
Ruka tak ada dimana pun.
"Astaga, Ruka kemana?" tanyaku pada diri sendiri. Kemudian aku segera menyimpan kembali boneka teddy bear itu dan membungkuk kepada penjualnya. Aku segera berlari keluar mencari Ruka. Aku berlari melewati jalan yang tadi baru saja kami lewati. Namun tetap tak ada Ruka.
"Ruka! Ruka!" teriakku.
Aku mencari Ruka hingga ke sudut-sudut Central Town. Aku bahkan masuk ke dalam gang untuk mencari Ruka. Namun tetap saja aku tak menemukannya. Aku lalu bertanya pada orang lain yang lewat, namun yang kudapat hanyalah gelengan dari mereka. Aku tak dapat menemukan Ruka.
Sudah, aku menyerah. Mungkin ini tak seperti sifatku, tapi apa boleh buat, mungkin saja Ruka sudah duluan sampai di asrama. Aku lalu melangkah balik, bermaksud kembali menuju ke asrama. Namun…
"A-Aku ada dimana nih sekarang?"
Aku melihat toko-toko yang tak pernah kulihat sebelumnya. Aku juga tak ingat pernah melewati patung kucing yang kulewati ini. Astaga, aku ada dimana sekarang? Aku terus saja berjalan mengikuti feelingku. Namun entah kenapa aku semakin tak mengenal setiap tempat-tempat yang kulewati. Jangan-jangan,
"Aku tersesat?"
Ya ampun, bagaimana ini? Aku anak baru di akademi ini dan aku hanya pernah ke central town dua kali setelah sebelumnya bersama Hotaru dan hari ini bersama Ruka. Itu pun aku hanya sampai di toko howalon, tak pernah melebihi itu. Lalu sekarang Ruka tak ada disampingku, itu berarti aku sangat, sangat, dan sangat tersesat. Bagaimana aku bisa pulang?
Aku melirik ke langit. Sekarang langit telah memerah, menandakan sebentar lagi matahari akan tenggelam sempurna dan malam pun tiba. Bagaimana nih? Aku harus cepat-cepat menemukan jalan pulang sebelum gelap. Karena kalau gelap keadaan akan semakin bertambah parah.
Ah, mungkin jika aku menemukan toko howalon, aku akan bisa menemukan jalan pulang kembali ke asrama. Okay, ide bagus Mikan! Lalu aku segera berlari mencari toko howalon dan bertanya kepada orang-orang yang lewat. Bagus, aku dapat petunjuk. Kata nona yang aku tanyai ini, toko howalon tinggal beberapa blok, dan yang harus kulakukan adalah belok kanan, belok kiri, dan setelah ada kotak pos belok kiri lagi, dan aku akan menemukan toko howalon setelahnya.
Yap, aku melangkahkan kakiku dengan cepat. Belok kanan, lalu belok kiri, sejauh ini sudah sangat tepat. Namun aku sama sekali tak menemukan kotak pos di sekitar sini. Oh tidak, aku lalu kembali ke tempatku sebelumnya. Namun aku merasa semakin asing.
Aku semakin tersesat dan hari sudah semakin gelap. Sudahlah…aku capek. Aku lalu duduk di sebuah kursi taman dan menundukkan kepalaku. Seharusnya tadi aku tak ke toko boneka itu, pasti sekarang aku sudah asyik tidur-tiduran di kasur sambil makan howalon dan chat dengan CrimsonFlame atau Hotaru.
Aku membuka kotak howalonku dan memakan satu. Lalu aku mengambil yang satu lagi dan memakannya lagi. Tanpa sadar, air mataku menetes membasahi pipiku. Mungkin aku takkan pulang hari ini. Aku akan tidur disini. Padahal aku ingin chat. Aku memang benar-benar bodoh.
"Hiks…hiks…aku ingin pulang…" keluhku. Aku lalu berusaha menahan tangisku dengan memasukkan satu howalon lembut lagi ke mulutku.
Aku ingin pulang…Ibu…Hotaru…CrimsonFlame tolong aku!
"Lho, Polka?" seru suara di belakangku tiba-tiba. Aku mengenal panggilan itu! Siapa lagi orang yang memanggilku dengan sebutan 'polka' selain…
"Natsume?" seruku sambil membalikkan badanku. Benar saja sosok bermata crimson itu melangkah mendekatiku. "Ngapain kamu disini?"
Natsume menatapku tajam, "Seharusnya aku yang ngomong itu, ngapain kamu disini malam-malam begini polka?"
"A-Aku…" kata-kataku berhenti sejenak di pangkal tenggorokanku. Aku tak mau berkata bahwa aku sedang tersesat di depan Natsume. Pasti nanti dia akan meledekku.
"A-Aku lagi menikmati bulan kok! Memangnya nggak boleh ya!" seruku sambil menjulurkan lidahku.
Natsume lalu menatapku heran. Ia lalu menyeringai padaku. "Memangnya ada bulan ya? Kok dari tadi aku nggak lihat ya?" serunya.
"Eh?" lalu aku menoleh ke arah langit. Ah, belum ada bulan sama sekali di langit. Waduh, bagaimana ini? Ketahuan sekali kalau aku berbohong padanya. Bagaimana ini?
"Tersesat ya, polka?" ucapnya tiba-tiba. Aku kaget dan menoleh padanya. Aku melihat seringainya yang semakin lebar. Ukkh…aku kesal! Tapi aku tak bisa tak mengabaikan kalau aku benar-benar sudah kalah darinya. Lagipula aku juga tidak bisa berbohong.
"Huh…iya…" jawabku pelan.
"Hn…dasar idiot!" ejeknya. Tuh kan, benar…kalau aku bilang aku tersesat, pasti ia akan mengejekku. Menyebalkan.
"Huh, biarin!" balasku sambil menjulurkan lidahku padanya.
Kami lalu terdiam sejenak. Sampai akhirnya Natsume segera membalikkan badannya dan bermaksud melangkah pergi. Dengan cepat aku bangkit dan mendekati Natsume. "Hei, mau kemana?"
Ia lalu menoleh padaku. "Ke asrama, kemana lagi coba?"
Aku lalu tersenyum dan segera mengikuti Natsume. "Aku ikut ya…"
Untuk sesaat, aku merasa sangat setuju dengan kata-kata Ruka sebelumnya. Natsume memang orang yang baik. Walau dari luar kelihatan jahat dan dingin.
Aku lalu mengikuti Natsume kemana pun ia melangkah. Belok kiri, belok kanan, belok kiri lagi. Sampai akhirnya aku mengenal toko-toko di Central Town kini. Ah, itu toko howalon! Toko itu tentu saja sudah tutup dengan tulisan 'sold-out' di depannya. Kami terus berjalan dan akhirnya melewati toko boneka yang tadi. Ah, gara-gara toko ini, aku jadi terpisah dengan Ruka. Ngomong-ngomong dimana Ruka sekarang?
"Sakura-san!"
Tiba-tiba aku mendengar suara seseorang memanggil namaku. Aku tahu suara ini, dan tahu siapa orang yang selalu memanggilku 'sakura-san'. Aku menoleh kea rah sumber suara itu dan menemukan orang yang kumaksud sedang berlari menuju ke arahku.
"Ruka…"
Tiba-tiba saja Ruka memelukku erat, membuat wajahku menjadi memerah. Aku melihat air muka yang cemas di wajahnya.
"Kau kemana saja…? Aku pikir kamu sudah kembali ke asrama duluan. Lalu aku berlari menuju kamarmu, tapi kau nggak ada! Lalu aku berlari mencari di Central Town, dan nggak ketemu juga! Untung saja sekarang ketemu…"
Wajahku semakin memerah, aku tak menyangkan Ruka sebegitu khawatirnya denganku. Aku lalu tersenyum. "Maaf…telah membuatmu khawatir…" ucapku. Lalu di saat aku akan memeluknya balik, tiba-tiba saja ia melepaskan pelukkannya dan menunduk. Aku melihat mukanya juga memerah.
"Maaf…aku tiba-tiba memelukmu…" ucapnya pelan.
Aku menggeleng, "Nggak apa-apa kok! Malah seharusnya aku yang minta maaf karena telah membuatmu khawatir!" jawabku.
Ia lalu tersenyum, membuat wajahku kembali memerah.
"Kau tersesat ya?" tanyanya lembut.
Aku menunduk malu. "I-Iya…"
"Lalu bagaimana caranya kau bisa menemukan jalan pulang?" tanyanya.
"Tadi Natsume yang…" Aku lalu menolehkan kepalaku ke kiri dan ke kanan untuk mencari Natsume. Aku tak dapat menemukannya, Natsume menghilang. Ah, sejak Ruka ada, aku jadi lupa dengan keberadaan Natsume.
"Natsume?" tanyanya heran.
Aku mengangguk, "Iya, saat aku masih tersesat, aku bertemu Natsume dan dialah yang membantuku mencari jalan pulang!"
"Begitu ya…" ucapnya pelan. Entah kenapa wajahnya berubah menjadi lesu. Kenapa ya? Apa karena kelelahan?
Kami lalu terdiam sejenak, sampai akhirnya akku menyadari bahwa hari sudah benar-benar gelap. Aku lalu segera menarik tangan Ruka, "Ayo kita kembali ke asrama!" seruku.
Namun bukannya ikut melangkah, Ruka malah diam menatapku. Aku menatapnya balik dengan heran. Kami lagi-lagi terdiam sampai akhirnya ia mendekatiku dan berkata. "Lain kali, aku takkan membiarkanmu sendiri lagi. Aku akan selalu ada untuk menemanimu…"
Eh? Entah kenapa aku merasa pernah mendengar kata-kata itu sebelumnya. Wajahku pun memerah.
Ia lalu menyentuh kelopak mata kiriku dengan tangan kanannya. "Jangan menangis lagi ya? Aku pasti takkan membiarkanmu menangis lagi…" ucapnya sambil tersenyum.
Wajahku benar-benar memerah. OMG! Ruka tahu aku sedang menangis? Apa mataku terlihat sembab? Sepertinya iya..Ya ampun, aku menjadi malu.
Kami lalu berjalan kembali ke asrama. Aku menundukkan wajahku karena malu, jantungku pun berdetak dengan sangat cepat. Kata-kata dari Ruka yang terakhir itu-lah yang membuatku menjadi seperti ini. Tapi rasanya, aku pernah mendengar kata-kata itu sebelumnya…Kapan ya?
Akhirnya aku tiba juga di asramaku. Aku lalu melambaikan tanganku pada Ruka dan mengucapkan terima kasih padanya. Kemudian aku melangkah menuju kamarku dan masuk ke dalamnya. Aku segera mengambil handukku untuk mandi.
Setelah mandi dan pikiranku segar kembali, aku segera merebahkan diriku di kasur. Aku lalu memikirkan kembali kapan aku pernah mendengar kata-kata Ruka yang tadi itu. Aku memutar otakku. Aku benar-benar penasaran! Sampai akhirnya…
"CrimsonFlame!" seruku. "Ya, CrimsonFlame pernah mengatakan hal yang sama yang dikatakan Ruka padaku sebelumnya! Ya ampun…kenapa aku bisa lupa ya!"
Lalu aku terdiam sejenak.
"Tunggu dulu, kalau begitu jangan-jangan CrimsonFlame adalah…Ruka!"
Aku lalu memikirkan kembali kata-kataku itu. Aku kemudian mencoba membandingkan antara CrimsonFlame dan Ruka, berusaha mencari kemiripan dari mereka. Mereka sama-sama baik, sama-sama seumuran denganku, dan sama-sama bersekolah di Alice Academy. Tapi yang lebih penting, mereka sama-sama mengatakan hal yang sama kepadaku yang membuatku berdebar-debar.
Aku tersenyum,
"Aku yakin…CrimsonFlame adalah Ruka Nogi! Aku yakin itu!" seruku.
Setelah berkata itu, aku merasakan rasa senang yang luar biasa yang belum pernah kurasakan sebelumnya. Lalu aku juga merasa lelah, setelah tadi terus berlari-lari di Central Town. Aku lalu menutup mataku. Ah, aku lupa, aku harus sign-in di MSN accountku dan chat dengan CrimsonFlame seperti biasa!
Tapi…Ya sudahlah, aku terlalu lelah, aku sudah sangat mengantuk. Sebaiknya aku segera tidur. Lagipula aku juga sudah tahu, bahwa CrimsonFlame adalah Ruka Nogi...
Oyasuminasai.
To be continued.
A/N: How was it? Yay, ceritanya udah mulai masuk ke klimaks nih! Di chapter ini aku pakai POVnya Mikan, aneh nggak? Ahhaha, maklumlah aku masih amatiran. Lagipula adegan tersesatnya itu aneh banget. Lalu Takashi-san itu karakter original khayalanku. Soalnya aku sama sekali lupa penjual howalon yang asli di GA kayak gimana…wkwkwk
Well, aku akan berjuang supaya bisa update as soon as possible. Tunggu aja ya minna, makasih buat yang udah suka sama fanficku ini! Lalu jangan lupa review! review! review! Caranya tinggal klik aja tombol hijau di bawah ini, arigatou!
