Ku pikir, 'hai' adalah kata yang tepat untuk memulai percakapan. Jadi, aku akan mulai dengan mengatakan 'hai' pada kalian semua.
Oh, jangan dengarkan apa yang akan author ucapkan, karena ia hanya akan memulainya dengan menulis, tentu saja! Okay, lupakan!
Umm, aku bukan Sasuke. Jadi kalian pasti mengenal siapa aku. Orang-orang selalu memanggilku si berisik. Tapi menurutku, aku tidak begitu berisik. Hanya 'sedikit' banyak berbicara. Yah, kalian tentu tahu, mulut digunakan untuk berbicara, jadi aku menggunakannya sesuai fungsinya.
Oh! Berbicara tentang mulut dan suara dan berisik, kalian tentu tahu Sasuke bukan orang sepertiku yang menggunakan mulutnya dengan semestinya. Dia terlalu sedikit berbicara dan pelit suara. Tapi tentu saja, itu-tidak-benar! Dia hanya menjaga image-nya agar tetap terlihat cool, oh! Dan juga ramah. Ya, dia ramah pada setiap orang. Terkadang para gadis harus bersiap menutup hidung mereka dengan tissue agar cairan merah kental itu tidak megalir keluar dengan seenaknya!
Lihatlah bagaimana jika ia berhadapan denganku dan imou! Dia benar-benar hanya seperti manusia biasa yang selalu membuat banyak kesalahan! Terutama jika sudah membicarakan bocah-polos-tidak-tahu-apa-apa itu. Siapa lagi jika bukan Haruno Sakura?! Ugh! Sasuke benar-benar akan terlihat seperti orang tolol dengan wajah semerah tomat! Dan aku, akan terus menggodanya jika itu bisa membuatnya benar-benar tolol!
.
.
Disclaimer: Naruto © Masashi Kishimoto
Story by Shizukano Aizawa
Warning: AU, OOC (sepertinya sangat), typo(s), etc.
Pair: SasuXSaku, ShikaXIno, dan pair-pair lainnya.
Rate : M – untuk kata yang sedikit (banyak) mengandung unsur kedewasaan.
.
.
Our Idiot Story
(Naruto , Sasuke)
DLDR
.
Naruto baru saja akan menarik Sasuke ke stand takoyaki jika saja seseorang tidak menarik mereka berdua ke depan gedung aneh bercorak merah muda. Naruto baru saja akan membuka mulutnya untuk berteriak pada orang yang menarik mereka jika saja ia tidak melihat siapa si penarik itu. Seorang gadis cantik yang tak mereka kenali kini berdiri di hadapan mereka dengan wajah bersemu merah.
"A-ano…."
"Apa yang kau inginkan?" Perkataan ini tidak keluar dari sepasang bibir tipis Sasuke tentunya. Gadis manis itu tersentak, dan memandang ke arah Naruto yang kini menatapnya tajam. Alih-alih takut, gadis itu kini menggenggam tangan Naruto dan Sasuke bersamaan.
Tentu saja keduanya terkejut! Seorang gadis yang tidak mereka kenali kini menggenggam tangan mereka! Apa-apaan ini! Baru saja Naruto hendak protes dan menarik tangannya menjauh, teriakan gadis itu membuat keduanya kini terdiam.
"Tolong jadilah model untuk beberapa foto yang akan ku ambil!"
"Hah?" Segera setelah Naruto bersuara, Sasuke segera menarik tangannya dari genggaman gadis itu, begitu pula dengan Naruto. "Maksudmu kami menjadi model majalah, begitu?"
Gadis itu mengangguk cepat. Ia menatap kedua pemuda tampan di hadapannya. "A-aku tidak tahu lagi harus meminta tolong pada siapa. Sa-saat aku melihat kalian berdua, aku merasa kalian benar-benar cocok menjadi modelnya. Aku mohon!"
Naruto memandang Sasuke sejenak. Tepat saat Sasuke akan menatap ke arahnya, Naruto segera melirik gadis manis di hadapannya. "Oke!" Naruto berseru, dan hal itu sukses membuat Sasuke melirik tajam ke arahnya.
"Apa? Kita hanya akan diam dan berpose, Sasuke! Kapan lagi kita dimintai menjadi model? Gadis ini punya selera yang sangat sempurna! Ia tahu kita layak menjadi model!" Sasuke mendengus keras. Ia memandang gadis dihadapannya yang berdiri kikuk saat iris onyx Sasuke mengarah padanya.
"Oke, gadis manis. Sekarang tunjukkan pada kami dimana kami harus memulai pemotretannya?" Naruto tak menghiraukan tatapan tajam dan aura menakutkan Sasuke. Ia merangkul pundak gadis itu dan berjalan melewati Sasuke.
"Tunggu! Sebelum itu, kalian harus mengganti pakaian kalian dulu. Aku sudah mempersiapkannya. Sekarang, ayo masuk!"
"Aku tidak pernah menyetujui ini, Dobe."
"Oh, ayolah Teme. Berbaik hatilah pada gadis manis itu. Ia hanya menginginkan beberapa gambar kita. Kita hanya harus berpose sebaik mungkin." Ah! Ingatkan Sasuke untuk menghajar Naruto ketika mereka keluar dari tempat terkutuk itu. Ya, mereka kini memasuki bangunan dengan corak merah muda tadi, mengikuti langkah gadis tadi yang semakin menjauh memasuki gedung.
"Oke! Kita sudah sampai!" Sasuke benar-benar memiliki firasat buruk untuk ini. Lihatlah bagian dalam ruangan itu. Itu terlihat seperti sebuah kamar hotel! Apa yang akan mereka lakukan di sebuah kamar?! Oh tidak! Bagaimana jika ia disuruh untuk melakukan sesuatu yang mengandung unsur kedewasaan?! Berpose telanjang, misalnya!
"Tunggu! Kamar? Pose apa yang akan dilakukan di kamar?!" Oke, sepertinya si berisik kuning ini mulai sadar akan apa yang mereka akan lakukan.
"Tentu saja, kalian akan berbaring di sana dan saling berpelukan! Oh, oh! Dan mungkin sedikit menempelkan bibir ke bibir akan menjadikan foto ini sempurna!" WHAT THE HELL! Oke, mungkin ini benar-benar sudah diluar batas! Sasuke membelalakkan matanya terkejut, begitu pula Naruto! Oh, dan jangan lupakan mulut keduanya yang sedikit menganga!
"Apa maksudmu?!" Naruto berteriak.
"Apa? Bukankah kalian sepasang kekasih?" Sasuke dan Naruto kembali ternganga. "Tidak perlu malu mengakuinya. Aku melihat kalian bergandengan tangan tadi. Dan aku juga melihat kau," ia menunjuk Naruto, "menarik pergelangan tangan dia dengan senyuman yang sangat manis menuju stand takoyaki."
"Sepertinya kau salah sangka, Nona." Sasuke menyuarakan apa yang sedari tadi ingin ia katakan. "Kami-bukan-sepasang-kekasih!" Sasuke menekankan setiap kata dalam kalimatnya.
"Ah! Bu-bukan?" Gadis itu kini tampak sangat bersalah. Ia menggigit bibir bawahnya. Naruto meliriknya dan merasa kasihan padanya.
"Ah! Itu tidak benar! Kami benar-benar sepasang kekasih!" Naruto kini melingkarkan lengannya di lengan Sasuke. Sasuke tersentak dan berusaha menjauh. "Apa yang kau lakukan, baka?!"
"Ah, jangan malu-malu begitu, Sasu-kun. Tidak apa-apa jika gadis ini tahu hubungan kita. Ia tidak akan mengatakannya pada siapapun, benar begitu, 'kan?" Naruto melirik gadis itu dengan senyum manis.
"Menjauh dariku, baka dobe! Aku masih normal, sialan!" Sasuke menarik lengannya. Menjauhkan dirinya dari Naruto. Sedangkan Naruto kini tertawa geli melihat reaksi sahabat baiknya.
"Kau benar-benar mencoba menutupi kenyataan hubungan kita? Padahal kau pernah merasakan adik kecil-ku."
Oh! Lihatlah bagaimana wajah gadis itu kini bersemu merah hanya karena ucapan kedua pemuda tampan di hadapannya! Naruta kini tertawa terbahak-bahak menyaksikan raut wajah sahabat baiknya. Sasuke menatapnya dengan tajam, terlihat jelas bahwa pemuda raven itu kini ingin sekali memukul kepala kuning tak berotak itu!
"Sialan kau, dobe! Itu terjadi hanya karena aku kalah taruhan, sialan!"
"Benarkah? Tapi aku tidak melihatnya begitu! Kau terlihat benar-benar menikmatinya saat itu, Sasuke. Saat kau memanjakan adik-kecil-ku."
"Kau benar-benar akan mati, Sialan!" Dan diakhir kalimat itu, sang gadis benar-benar tak dapat menyembunyikan keterkejutannya karena Naruto kini tak sadarkan diri setelah tubuhnya terlempar ke sisi tempat tidur lainnya setelah Sasuke menendangnya dengan amat-sangat keras!
"Jadi, kalian benar-benar bukan sepasang kekasih?" Gadis itu masih terlihat kecewa setelah mengetahui kebenaran bahwa Sasuke dan Naruto bukanlah sepasang kekasih. Naruto masih mengaduh kesakitan di samping Sasuke, sejak ia tersadar beberapa menit yang lalu.
"Aku sudah punya pacar, dan bukan si brengsek sialan ini!" Oh! Baru saja semburat merah tipis itu terlihat oleh Naruto, namun dengan cepat menghilang saat Sasuke menyebut dirinya si brengsek sialan.
"Tck! Lagi pula, apa bagusnya bocah-tidak-tahu-apa-apa itu? Masih lebih baik aku jadi pasanganmu! Atau mungkin gadis ini." Naruto menarik sudut bibirnya saat melihat gadis itu bersemu merah dan tersenyum malu-malu ke arah Sasuke. "Dasar jalang!" Sambungnya dalam hati.
"Aku tidak tertarik pada siapapun, kecuali gadisku!" Ah, lihatlah bagaimana senyuman Naruto semakin merekah! Gadis di hadapan mereka menunduk malu. "Ya, ya. Lagi pula, apa ruangan ini tidak mengingatkanmu pada Sakura-chan? Merah muda, huh?"
Ah! Sasuke segera berdeham untuk menyebunyikan rona merah di wajahnya. "Aa… sebaiknya kita keluar. Aku tidak bisa berlama-lama di tempat seperti ini."
"Ya, itu akan membunuhmu karena terus mengingatkanmu pada Sakura-chan!" Naruto terkekeh pelan saat Sasuke menendang kakinya. "Oke, oke!"
"Oh ya, kau! Maaf sepertinya kami tidak bisa menjadi model untuk majalah homo-mu. Kekasihku yang satu itu memang keras kepala! Aku benar-benar harus membutuhkan kekasih wanitanya untuk menghancurkan kepalanya yang sangat keras itu. Jadi…"
"… berhenti bicara omong kosong, sialan! Dan cepat keluar dari sini!" Naruto tertawa keras. Ia mengikuti Sasuke. Tapi sebelum mereka benar-benar keluar, Sasuke kembali berbalik menatap gadis itu. "Maaf karena kami tidak bisa membantu. Ku harap majalahmu tetap berjalan lancar. Selamat tinggal." Oh! Dan lihatlah bagaimana gadis itu bersemu hanya karena ucapan datar dari Sasuke.
"Kurasa sebaiknya kau berhenti bersikap sok ramah." Naruto berbicara di sebelah Sasuke saat mereka sudah berada di luar gedung aneh itu. Mereka berjalan menuju rumah Naruto.
"Aku tidak sok ramah."
"Ya, kau sok ramah! Dan itu membuat para gadis jatuh cinta padamu setiap saat!" Sasuke hanya diam di sebelahnya. Naruto meliriknya sedikit dari ujung matanya. Ia menghela napas. "Kau akan menyakiti Sakura kalau bersikap seperti itu terus."
"Aku tidak pernah berniat menyakitinya! Ingat perkataanku, Sakura Haruno akan menjadi satu-satunya gadis untukku, tidak peduli bagaimana orang menganggapnya seperti anak-anak, atau dia yang tidak peka pada apa yang aku ucapkan, atau bagaimana dia tidak tahu apa-apa, aku tidak peduli! Aku mencintainya karena dia adalah Sakura Haruno, bukan orang lain! Dan satu lagi, siapapun yang berani mendekatinya, menyentuhnya, menyakitinya, akan berhadapan denganku!"
Naruto tak dapat menutup mulutnya untuk beberapa saat. Namun ia menarik sudut bibirnya setelah ia sadar akan apa yang Sasuke ucapkan padanya! Ya, Sasuke menyatakan perasaannya untuk Haruno Sakura! Benar-benar mengungkapkan perasaannya! "Ku harap Sakura-chan mendengar pengakuanmu." Dan mendengar hal itu keluar dari bibir sahabatnya, Sasuke seakan tersadar. Wajahnya bersemu merah. Ia berjalan kikuk di samping Naruto, dan beberapa kali berdeham untuk menghilangkan rona merah di wajahnya.
Ah! Sepertinya Naruto tidak akan bisa menutup mulutnya! Dan tentu saja, berita ini lambat laun akan sampai ke telinga Haruno Sakura yang kini berada di Suna. Sepertinya Naruto benar-benar menikmati harinya menggoda Sasuke!
Ah, jika Sasuke benar-benar bisa menjadi terlihat tolol, Haruno Sakura-lah alasannya! Dan Naruto sangat tahu itu!
FIN!
A/N : Waaah! Thanks masih mau pada baca ini cerita aneh ya~ XD gk tau ini masih bagus apa nggak~ But, enjoy!
Sakura sweetpea : Hahahaha! Sama! Aku juga kepikiran, ampe sekarang sebenernya, apa tidur bareng bisa bikin hamil ya? Ah, tapi sudahlah~ Ntar ada waktunya kita tau~ LOL! BTW, sankyuuu yaa~~ semoga enjoy terus deh ya, bacanya~ hahaha~ /ngareepp/
.
Ai. Uchiharunochan : hahahaha! Nggak ada cinta segi-segi kok ini~ But, tetep ada adegan feel-nya~ :'v Soalnya kalo idiot mulu kan gk seru ya~ XD But, sankyuu udah baca~
.
Mantika mocha : Emang polos banget dia~ :'v
.
Yoriko Yakochidan : Ah, nggak kok~ Noh Sasuke udah ungkapin perasaannya~ XD
.
Ckh. Kyr : Hahahaha~ Thanks yaaa ydah mau bacaa~ XD enjoyedd~~ Si Shika emang anti mainstream tuh~ XD
.
Okay~ Sekali lagi, sankyuuu minna~ My big thanks to reviewer, favorite, and follower~ Sankyuu~
Mind to RnR?
