If I hate you, what will happen?
Disclaimer: Masashi Kishimoto
Rated: T
Genre: Romance/Friendship
Jika aku membencimu, apakah yang terjadi? Apa selamanya akan begini? Mungkin iya…..
Bad Dream
Aku menatap Sasuke yang sedang menyetir, keren juga anak ini hanya saja dia menyebalkan, andai dia tidak menyebalkan, mungkin aku bisa suka sama nih orang.
-Normal POV-
Sakura tersenyum saat menatap wajah Sasuke, tanpa disadarinya, Sasuke sadar dia diperhatikan hanya saja dia tidak bertanya seperti 'Apa liat-liat' dan semacamnya, dengan begini wajah Sakure lebih terlihat bukan? Masa kisah cinta mereka dinamakan 'Ada cinta didalam mobil'? Tidak cocok bukan? Sakura terus menatap Sasuke sampai akhirnya sampai dirumah Sakura.
"Ummm… Sakura, udah sampai." Kata Sasuke sambil blushing.
"Eh? Makasih ya." Sakura pun turun dari mobil Sasuke, setelah turun Sasuke pun pergi.
"Nee-chan sudah punya pacar?" Tanya Moegi yang muncul di belakang Sakura, Sakura pun kaget.
"Siapa yang udah punya pacar? Dia hanya temen nee-chan, salah?" Kata Sakura yang sedikit gugup.
"Dari kemarin dia mengantar nee-chan pulang, pasti ada sesuatu ya?" Tanya Moegi.
"Udah deh, nee-chan capek." Sakura pun berlari menuju kamarnya.
.
Dia membanting tubuhnya sendiri, menyadari bahwa dia telah menatap wajah si pantat ayam, dia sudah bertekad bahwa, apapun yang terjadi, Sasuke adalah orang yang dibenci Sakura seumur hidup, ingat! Seumur hidup, mau dia nikah sama si Sasuke, mau dia jatuh cinta sama Sasuke, Sasuke adalah orang yang dibenci Sakura titik.
"Kenapa sih jadi kayak gini? Sasuke? Dia itu tidak keren!" Teriak Sakura sambil memukul bantalnya, percuma saja, bantal itu tidak akan menjadi Sasuke.
_Sementara Sasuke_
Sasuke berjalan menuju kamar kakaknya, Itachi.
Tok Tok Tok
"Hn."
Sasuke pun masuk kekamar kakaknya, lalu duduk disebelah kakaknya.
"Kau masih berhubungan dengan tante itu?" Tanya Sasuke sambil memperhatikan Itachi yang sedang bermain PS2 nya.
"Sudah kubilang, dia itu bukan tante-tante."Kata Itachi yang masih fokus bermain PS2.
"Kalau bukan tente-tante berarti perawan tua dong?"
"Kalau kau hanya mau menghina Konan, sebaiknya kau keluar."
"Oke-oke, gimana kalau kakak nikah sama Sakura?" Tawar Sasuke, Itachi yang sudah selesai bermain PS2 menatap Sasuke heran "Dari pada sama tante-tante? Mending sama anak yang dibawah umur kakak kan?"
"Kau masih terlalu kecil untuk mengerti kata 'cinta', Sasu-chan." Kata Itachi sambil menidurkan dirinya diatas kasur.
"Aku bukan anak kecil, aku sudah cukup umur kok."
"Sasu-Sasu, apa sih yang ada didalam pikiranmu sekarang?" Tanya Itachi. "Sudahlah, aku mau pergi, masih ada kencan, Bye Sasu-chan." Itachi pun pergi meninggalkan adiknya.
Sasuke menidurkan badannya ke kasur kakaknya. Apa kalian tau? Sasuke itu suka berandai-andai, sekarang saja dia lagi berandai-andai. Dia menutup matanya perlahan-lahan, menikmati kedinginan kamar kakaknya.
Lama-kelamaan Sasuke mulai tertidur…
Sasuke POV
Dimana aku? Perasaan aku ada dikamar Itachi?
"Jadi Sasuke? Apa kau mau menikahi Sakura dengan kebencianmu terhadapnya?" Kata orang yang asing bagiku, dan disebelah terdapat perempuan berambut pink? Sakura?
"Eh? Saya mau menikahi Sakura dengan kebencianku." Kenapa aku menerimanya? Jangan salahkan aku jika ada yang salah dengan ini semua.
Setelah acara yang bisa kukatan aneh, aku ada dikamar berdua dengan Sakura tentunya, keringat mengalir ditubuh saat Sakura keluar denga maju yang…umm….minim
"Jadi kita sudah siap bertarung?" Tanya Sakura sambil mengeluarkan senyuman iblisnya.
"Bertarung? Maksudmu apa?"
"Jangan pura-pura tidak tau, bagaimana kalau aku memasukan ini ke mulutmu?" Kata Sakura sambil membawa 1Kg cabe rawit. "Terus kamu gigit ampe abis." Bisiknya ditelingaku.
Aku hanya bisa diam, sekarang mulutku sudah penuh dengan cabe berwarna hijau itu.
"Kenapa diam? Cepat gigit." Entah kenapa aku menurutinya, dan lalu…
Hosh….. hosh… aku terbangun dari mimpi anehku itu, menyeramkan bila aku menikah dengan si Pinky itu, apa malam pertamaku akan menjadi seperti itu? Oh tuhan, aku tidak mau. Aku berjalan menuju dapur untuk mengambil segelas air putih.
Glek Glek Glek
Kenapa aku mau turut dengan si Pinky itu ya? Padahal kalau aku menolaknya, pasti itu tak akan terjadi.
Ting Tong
Siapa sih jam segini bertamu? Merepotkan… Tunggu? Dari kapan aku meniru gaya Shikamaru? Aku pun berjalan menuju pintu lalu membukakan pintu untuk yang bertamu.
Ckleek
Ternyata mereka, kukira siapa.
"Hn? Kalian ngapain disini?" Tanyaku dingin.
"Kenapa sih teme? Gak boleh?" Tanya si baka dobe.
"Bukannya kalian lagi pedekate ya?" Tanyaku.
"gimana mau pedekate? Hinatanya aja gugup, gak ngerti gue." Kata dia santai. "Oh ya teme, PS kita rusak boleh gak main dirumah lo?"
"Boleh, kebetulan gue juga lagi kesepian." Mereka pun masuk tanpa izin dulu dan langsung lari kekamarku.
.
Aku menatap dobe dan Sai yang sedang bermain PS, seperti anak kecil saja, sementara Shikamaru sudah pasti tidur-tiduran dikasurku.
"Oh ya teme, bagaimana dengan pernikahanmu dengan Sakura?" Seketika itu Sai kaget, Shikamaru terbangun dari tidurnya.
"Nikah?" Tanya mereka berdua, dasar baka dobe, gue bunuh juga lo.
"Iya, si teme akan nikah minggu depan." Kata Naruto sambil tersenyum gembira.
"Gue gak mau nikah sama tuh cewek." Kataku sambil membuang muka kejendela besar.
"Kenapa teme?"
"Gue habis mimpiin malam pertama gue."
"Kenapa? Sakura sadis ya?" Tanya Sai yang tersenyum.
"Sadis banget, masa gue harus makan 1kg cabe rawit, lo bisa bayangin gak?" Kataku sambil duduk disebelah Shikamaru.
"Merepotkan sekali, kukira kau membencinya."
"Biar lebih jelas, tanya sama baka dobe." Kata Sasuke lalu tidur.
"Kok gue?"
"Sudah, cepat jelaskan." Naruto pun menjelaskan dan blab la bla aku tidak mendengarnya
.
Hosh…. Hosh mimpi itu lagi? Aduh… benar-benar sial nih mimpi. "Lo kenapa?" Tanya Shikamaru yang sedang tiduran disofa.
"Gu-gue m-mimpi itu lagi." Kataku yang seperti habis marathon.
"Cuma makan cabe aja lo takut, apalagi lo makan cabe rawit plus cabe merah? Lo tau gak kalau si Sakura itu sadis banget?" Kata si baka dobe, lo mau nakutin gue atau apa sih dobe? Bingung gue sama lo, sahabat atau apa gue lo?
"Lagian itu Cuma mimpi, gak usah dipikirin." Kataku lalu berjalan ke kamar mandi.
Aku membasuh mukaku dengan air, aku melihat pantulan diriku didepan cermin, apa sih kurangnya gue? Kok Sakura tidak tertarik pada gue ya? Itulah pertanyaanku di tahun ini.
Aku keluar dari kamar mandi, kulihat teman-temanku sedang bermain. Aku memutar mataku bosan, bosan melihat mereka berdua main, dan Shikamaru tidur, mempunyai teman aneh itu merepotkan.
Ting Tong Ting Ting Tong
Siapa lagi sih? Aku pun berjalan menuju pintu, lalu membukanya….
"Mana si nanas itu?" Tanya Temari yang tiba-tiba datang.
"Nanas? Gue gak suka nanas, udah deh, pergi."
"Gak bisa gitu! Dia udah ngambil posisi gue!" Teriak Temari didepan mukaku yang bisa dibilang tampan.
"Masalah gituan aja lo rebutin, ya udah masuk, sekalian aja pukul dia." Kataku mempersilahkan Temari masuk.
"Dimana dia?"
"Ikut gue." Kataku lalu berjalan menuju kamarku.
T B C
Review cause I need your review
Ada yang ngert gak? *PLAK*
Hehehehe, Pliss Review!
Kata-kata yang ada diatas itu abaikan saja
Review karna aku perlu review kalian *SAMA AJA, BAKA*
Sekali lagi Review ya ^_^
