ANNYEONG CHINGU...

YYIIPPIII... #loncat-loncat gak jelas -.-

Akhirnya bisa buka laptop lagi.. senangnya : )

OK.. seperti biasa

FIRST OF ALL... #kayakMauPidato -.-

I REALLY WANT TO SAY GOMAWO-YO CHINGU

Makasi uda baca fic aku yang Abal dan Gaje ini .. ^^

Makasi juga buat yang uda like sama yang uda komen

Seneng banget deh klo Fic aku ini ada yang suka jadi makin semangat buat FIC walau ujung ujungnya stop di tengah jalan hehehe... :P

Ok ini adalah LAST CHAP dari FIC aku yang ini..

Semoga suka ya sama ENDING-nya..

Aku tau kallo ujung-ujungnya ini fic bakalan Gaje, Abal dan sebagainya tapi... yasudah lah aku akui emang daya imajinasi dan kreaivitas aku buat nulis itu PAYAH..

Oh ya ada yang komen kalo cerita ini mirip BBF or Playful kiss.. ada yang ngerasa kayak gitu juga ngak?

Jujur aku gak ngerasa kayk gitu sih tapi ya itu bagi aku saran biar lebih kreatif bener gak?

Ya udah deh dari pada banyak cing-cong lagsung aja ke cerita CEKIDOT..

Happy reading ya : )

MY TRUTH LOVE

Pair : MIR/April

Genre : Romance ( maybe hehehe)

Mian kalo ceritanya GAJE,banyak Typo,OOC,AU dll

Summary

Ternyata aku terlalu bodoh kenapa aku haru melihat jauh jika ternyata ia ada tepat dihadapan ku.

"aahh tidak usah repot-repot bi ... aku juga mau pergi latihan basket dan lagi..." mir menggantungkan ucapannya dan menarik hafasnya sejenak " sepertinya April juga mau makan diluar"

"oh ya..?" tanya ibu April " ya sudah lain kali main kesini lagi ya bibi sebenarnya masih kangen dengan kamu" mir dan ibu april pun berjalan menuju pintu depan.

===000===

CHAP 4 (LAST CHAP/ END)

Hari mulai menunjukan pukul 12 siang dan saat ini ada seorang gadis yang sedang duduk di salah satu meja di cafe yang bisa dibilang cukup nyaman untuk remaja-remaja karena cafe ini tidak hanya memiliki meja yang berada didalam ruangan tapi juga di luar yang membuat suasananya semakin nyaman.

"maaf ya lama.." ucap seseorang yang mengagetkan gadis yang sedang duduk ter diam itu.

"ahh tidak apa=apa oppa"jawab April. Saat ini ia sedang memakai dress berwarna biru langit yang sangat cocok dengan kulit putihnya, rambutnya yang ia ikat keadas dan tidak lupa kacamata nya yang selalu ia kenakan.

"sudah pesan minuman?" tanya cheon deong dan duduk disalah satu tempat duduk tepatberhadapan dengan April.

"i-iya.." jawab april sedikit gugup.

"ini untuk mu." Cheon deong memberika satu buket bunga mawar pink kepada April. April yang menerimanya semakin menundukan wajahnya malu.

Cheon deong melambaikan tanggannya seperti sedang memanggil seseorang, tak lama kemudian datang seorang pelayan dan memberikan buku menu kepadanya.

"kamu mau makan apa?" tanya cheon deong tanpa melihat wajah gadis yang sedang iya tanya.

"ter- terserah oppa saja" lagi-lagi april gugup, ia merasa sangat gugup sekarang karena ini hal yang baru ia rasakan. Makan siang bersama?. Bukna.. kalau itu sudah sering ia lakukan bersama Mir. Kencan. Ya ini adalah kencan pertamanya.

"kalau begitu aku pesan dua tenderloin steak dan dua jus jeruk" cheon deong pun menutup buku menu dan memberikannya pada sang pelayan.

Cheon deong merasa heran melihat april yang hanya menundukan kepalanya. "Kamu kenapa?" tanya cheon deong

"ahh.. annieyo oppa.." aprilpun dengan cepat mengangkat kepalanya dan menatap cheon deong.

"apa kita pulang aja.." ajak cheon deong " kamu kok keliatan sakit."

"aahh aniyo oppa.. aku gak papa... iii- ini karena.." april menarik nafasnya sejenak. " aku gugup..." ucap april lalu menundukan kepalnya.

Cheon deong sedikit kaget mendengarnya dan sedikit terkekeh.." haha.. apa ini kencan pertamamu?" tanyanya

Saat mereka sedang asyik berbicara makanan yang mereka pesan pun dantang. April hanya dapat mengangukan kepalannya dan semakin menundukan kepalanya karena malu.

"kalau begitu aku orang pertama yang berkencan dengan mu kan.." goda cheon deong

===OOO===

"wah.. bagusnya.." april sangat kagum dengan pemansangan yang ada dihadapannya. Sekarang mereka sedang berada sebuah taman yang bunga-bunganya sedang bersemi. "oppa tau dari mana tempat secantik ini" tanya April antusias

"kamu suka?" bukannyamenjawab cheon deong malah bertanya.

"hhm..." april hanya mengangguk dan menikmati suasana tempat ini.

"tempat ini sangat bagus bukan.. apa lagi saat musim semi seperti ini" ucap cheon deong sambil berjalan menuju salah satu bangku taman yang berada tepat dibawah pohon pinus.

"iya aku baru pertama kali kesini.."

" apa kau benar-benar baru pertama kali ke Yeouido Park?" tanya cheon deong heran. Karena setaunya Yeouido park merupakan salah satu tempat yang sangat terkenal di seoul.

"ya... " april mengangukan kepalanya dan menatap cheondeng ia sedikit kaget melihat ekspresi cheon deong , namu akhirnya ia sadar mengapa cheon deong begitu

"ahh.. oppa janga heran.. aku memang sangat jarang keluar rumah." Ucap april rinngan.

Cheon deong baru saja hendak bertanya namun niatnya itu iya hilangkat saat melihat April hendak melanjutkan ucapannya.

'jangan tanya mengapa oppa... aku juga gak tau kenapa. Aku lebih memilih tinggal dirumah dan membaca buku dari pada jalan-jalan"

"ohh.." cheon deong pun hanya meng 'oh' kan ucapan april.

'TTRREETT TTRREETT..' terdengar suarang getaran ponsel dari saku cheon deong. Ia menatap layar ponselnya dan sedikit melirik kearah April.

"aku kesana sebentar ya..." ucap cheon deong dan berjalan menjauh dari April.

===OOO===

Tap... tap.. tap..

Terdengar suarah bolah yang sedang dipantulkan dilantai. Bola itu sekarang sedang dikuasai oleh seorang pria " ahh capek.. aku istirahat dulu" ucap seong ho pria itu.

"aku juga" ucap Go dan berjalan menuju pinggir lapangan dan mendudukan tubuh mereka disana.

Mir tidak menjawab ia malah mengambil bolah yang di lempar seong ho dilantai dan melanjutkan permainannya tidak peduli dengan teman-temannya yang sedang beristirahat.

"ya Go .. kau tau kan cheon deong sedang berkencan dengan April sekarang" ucap seong ho dan meminum air mineral di tanggannya

"aahh.. iya.. ayo kita telpon dia" Go pun mengambil tasnya yang berada tidak jau darinya dan mengeluarkan ponselnya.

Mir yang mendengar nama April disebut semakin mempertajam pendengarannya sambil tetap mamantulkan bola seolah-olah tidak mendengarkan pembicaraan mereka.

"yaahhh.. cheon deong " teriak Go saat telponnya telah tersambung dengan sahabatnya itu.

"tidak perlu teriak bukan.."bentak cheon deong

" dimana kau sekarang hah?" tanya seong ho yang penasarang

"di Yeouido Park " jawabnya singkat

"apa bersama dia..." tanya GO yang mulai ikut penasarang

" hhmm.." sedangkan cheon deong hanya menjawabnya bosan

Mir dapat mendengar semua pembicaraan mereka karena Go me-loudspeaker kan ponselnya.

"apa kau akan melakukannya sekarang?" tanya GO

" hhmm.. kurasa semakin cepat semakin bagus.."

"Jeongmal.." teriak seong ho kaget

" ya.. dan silakan siapkan uangkalian karena dalam waktu 30 menit lagi misi selesai. Aku hanya tinggal menciumnya dan mencampakannya bukan?"

'PLAAAKKK...'

Terdengar suara bola yang dilembar dengan kuat dilantai yang membuat tiga pria yang sedang asyik berbicara itu terdiam.

" yah Mir kau kenapa?" tanya Go yang melihat Mir melempar bola itu.

Yang di tanya tidak menjawab, Mir hanya berlalu menggambil tasnya dan berjalan denga cepat meninggalkan lapangan basket sekolahnya itu menuju tempat dimana motornya di parkir, memasang helm dan melajukan motornya denga kecepatan yang luar biasa.

===OOO===

April yang merasa bosan sendirian akhirnya ia berjalan menghapiri cheon deong yang sedang berbicara di telpon di dekat kendaraanya yang sdang di parkir.

" hhmm.. kurasa semakin cepat semakin bagus.." ucap cheon deong dengan seseorang yang ada disebrang telpon. Hal itu membuat April penasaran dan mendengrakan percakapan cheon deong.

" ya.. dan silakan siapkan uangkalian karena dalam waktu 30 menit lagi misi selesai. Aku hanya tinggal menciumnya dan mencampakannya bukan?" April membulatkan matanya kaget mendengar ucapan cheon deong dan tanpa sadar ia menjatuhkan buket bunga mawarnya. Dan berjalan mundur sediki demi sediki.

Cheon deong yang menyadari adanya keberadaan seseorang dibelakangnya dengan segerah membalikan tubuhnya dan menatap sosok yang sedang berjalan sedikt menjauh darinya.

" April.." ucap cheon deong getir dengan cepat ia mematikan ponselnya dan mulai berjalan mendekat kearah April yang semakin menjauh.

"apa kamu mendengarnya?" tanya cheondeng dengan perasaan sedikit takut.

Bukannya menjawab April malah menumpahkan air matanya yang sedari tadi telah memenuhi pelupuk matanya.

"dengarkan aku April.. itu tak seperti yang kamu fikirkan" cheon deng berusaha menangkap tanggan April, dan dengan cepat April menghempaskan tangan cheon deong yang memegang tanggannya.

" ja..jadi aku hanya taruhan ?" tanya April diiringi dengan isakan tangis.

"bukan.." cheon deng mencoba mengelak.

"jadi tadi itu semua Apa? Lelucon hah?" bentak April

Cheon deong hanya terdiam tak tau harus beruat Apa. Sesaat mereka terdiam tanpa ada satupun yang berbicara.

April mencengkram dadanya yang terasa sakit. Tanpa berfikir apa-apa april langsung berlari meninggalkan cheon deong. Namun dengan cepat cheon deong menarik tanggan april menanh agar gadis yang ada dihadapannya ini tidak pergi.

" tolong dengarkan aku dulu.." pinta cheon deong.

April tetap meronta berusaha melepaskan gengaman tanggan cheon deong yang sangat kuat di pergelangan tanggannya. Namun tiba-tiba gerakan April terhenti saat mendengar suara teriakan seseorang

"YAAHH.. BAJINGAN LEPASKAN TANGGANMU.." teriak pria itu

"oppa.." ucap April kaget.

Cheon deong pun melepaskan tanggan April dan menatap pria yang membentaknya. Mir pun menatap cheon deong dengan tatapan penuh kebencian.

Mir berjalan dengan cepat dan... 'BBUUKK..' ia melayangkan tinjuannya tepat di wajah tampan cheon deong.

"berani-beraninya kau menyakiti April hah" teriak mir dan 'BUKK' mir melayangkan lagi tinjuannya kali ini tepat di perutnya.

" ada apa hah? Memang kau siapa?" tanya cheon deong sambil mengelap darah yang mengalir dari bibirnya.

"aku... aku orang pertama yang menyukainya" jawab mir terbatah.

April yang mendengar itu kaget dan membulatkan matanya tak percaya.

" hhuuhh... tapi aku orang yang disukai April" balas cheon deong angkuh.

'BUUKK' lagi-lagi mir melayangkan tijuannya. Saat cheon deong berusaha membalas mir lagi-lagi melayagkan tinjuannya tanpa henti. Cheon deong pun berusaha membalas dan akhirnya tinjuannya mengenai wajah sebelah kanan Mir.

Semua orang yang ada disana mengelilingi dua pria yang sedang berkelahi itu dengan tatapan penuh keheranan. Dan Akhirnya ada tiga orang pria yang berusaha menghentika perkelahian mereka.

Mir yang masih dikuasai oleh emosi terus beusaha melepaskan diri. Lalu ia tersadar bahwa tak ada sosok April disana. Mir pun berlari keluar dari gerombololan orang yang mengelilinginya sejak tadi dan menatap sekeliling taman namun ia masih tak meliahat sosok April di sana.

Tanpa memperulikan tatapan orang banyak Mir berlari kearah motornya lalu menaikinya dan melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.

Setelah keluar dari area taman Mir memperlambat laju motornya sambil melihat ke kanan dan kekiri sisi jalan mencari sosok April. Dengan tiba-tiba Mir menghentika laju motornya tidak jauh dari sebuah halte bus di pinggir jalan . dan dengan tergesah-gesah ia menuruni motornya dan berjalan menuju seorang gadis yang terduduk lesu di sana.

Mir saat ini bediri tepat di hadapan gadis itu. April yang menyadari ada seseorang dihadapannya lalu mengangkat kepalanya. Ia melihat Mir menatap lurus kepadanya.

Mir sedikit membungkukan tubuhnya membuat tubuhnya dan April berada diposisi yang sama, perlahan Mir memeluk gadis yang ada dihadapannya dengan lebut. Hatinya terasa sangat sakit saat meliahat gadis yang selama ini ia sayangi dan ia cintai terluka. Semakin lama semakin ia eratkan pelukanya pada April.

"menangis lah... menangislah di sisiku" ucap mir lembut tepat di telinga April.

April yang mendengar itu semakin menumpahkan tangisannya dipelukan Mir.

Lama. Lama mereka terdiam di halte bus ini. Mir yang sekarang sedang duduk di samping April yang sedang menyenderkan kepalanya ke bahu Mir sambil menangis. Dengan lebut membelai rambut April.

April mengangkat kepalanya dari bahu Mir dan menatap mata Mir penuh makna.

"oppa.." ucap April lirih.

Mir yang mendengarnya hanya dapat diam menunggu April melanjutkan perkataannya "gomawo oppa, maaf.. mengapa selama ini aku tidak menyadarinya, seharusnya aku tau oppa juga menyayangiku. aku... aku kira hanya aku yang menyayangi oppa" Mir kaget mendengar pernyataan April kali ini Mir yang hanya bisa membulatkan matanya tak percaya.

"ja-jadi..."tanya Mir menggantungkan kalimatnya

April yang mengerti apa maksudnya hanya mengangguk pelan dan menatap wajah Mir lembut, namun tatapannya berubah menjadi kaget saat melihat darah kering yang ada di sudut bibir Mir.

"oppa... bibirmu.." ucap April sambil membelai bekas luka Mir lembut

Mir sedikit meringis kesakitan dan memegang pergelangan tangan April yang berada di wajahnya. Dengan perlahan Mir mendekatkan wajahnya kewajah April dan 'CUP' Mir mencium bibir april lembut.

===OOO===

Pagi ini sekolah kembali dimulai setelah libur weekend kemarin. Saat ini ada sebuah mobil yang berhenti tepat didepan gerbang sekolah yang cukup mewah ini. Perlahan pintu mobil itu terbuka dan menampakan sosok seorang gadis cantik, bertubuh tinggi, melangka keluar dari mobil. Rambut panjang yang sedikit bergelombang dibiarkannya terurai dengan indahnya, wajahnya yang dibingkai dengan make-up yang natural semakin memancarkan kecantikannya.

Sontak semua mata siswa-siswi tertuju padanya. April gadis itupun hanya tersenyum manis kepada mereka. Banyak siswa-siswi yang berbisik tentangnya.

April tak menghiraukannya, ia tetap berjalan memasuki sekolahnya. Namun langka kakinya terhenti saat melihat sekelompok pria berjalan dihadapannya. April pun menatap mereka dengan tatapan datar.

"siapa dia? Cantik banget" bisik seorang pria bertubuh sedikit berotot itu.

"entah lah GO... tapi sepertinya aku pernah melihatnya"jawab seongho

" April.." ucap cheon deong matanya tak berkedip menatap gadis itu. Dengan penuh senyuman Cheon deong berjalan menghampiri April.

April yang melihat itu malah tersenyum dan ikut berjalan maju,tapi... ia bukannya berhenti saat cheondeong berada di hadapannya tapi ia malah mengacuhkan cheon deong dan tetep berjalan lurus menuju seseorang yang memandanginya sedari tadi sambil menyandarkan punggungnya di dinding.

Cheon deong terdiam dan membalikan tubuhnya menatap April yang semakin menjauh.

"oppa..." teriak April sambil melambaikan tanggannya

Mir pun hanya tersenyum dan melambaikan tanggannya.

"haja oppa.." ajak April sambil melingkarkan kedua tangganya di lengan Mir. Dan mereka berdua berjalan di sebuah koridor.

Tanpa mereka sadari banyak mata yang menatap mereka dengan berbagai ekspresi.

"apa sudah puas" tanya Mir tetap memandanggi jalan.

"hhmm.. apa oppa liat ekspresinya tadi?" tanya April dengan bahagia.

"hhnn.." jawab Mir singkat.

Akhirnya keduanya menghilang di salah satu belokan di koridor itu.

THE END.

Akhirnya... selesai juga..

Gimana suka?

Apa cerita ini mirip dengan BOF/Playful kiss semoga engak ya.. hehehehe.. kalo mirip ya dimaklumin saya masih author pemula yang masih harus banyak belajar dari para senior semua..

Makasi ya uda baca dari awal sampe akhir, DON'T MISS TO LEAVE YOUR COMENT ..

SPECIAL THANKS TO

My eomma juju, my dongsae ammie, buat dessy, ikek jelek, kak imah, ela,.. pokoknya semuanya

GOMAWO-YO... #bungkukbadan

SEE U IN THE NEXT FIC.. ^^

Mgkin Abis UN baru bisa buat lagi hehehe... SEE YA.. : )