Rin : Oi! Rucchan! Dimana kau?! Ceritanya sudah mau mulai!
Len : Hoi, Author kece! Sini!
Rucchan : *dateng tiba-tiba sambil nubruk LenRin* +_+
Kudengar tadi ada yang memanggilku 'Author Kece'
Len : Ng-ng-nggak kok!
Rucchan : +_+ Awas kau Len...
Rin : E-e-ee... Rucchan, balas ripiu dulu sana!
Draga07
A-arigatou o/o. Chappie baru sudah siap~
Lenka Aine / Hikari Kisekine
Yosh, Chappie baru sudah siap! Hihihihihi... Namanya Lenka-san unik, lho~
ArisaPhantomhive KawaiCho
Iyaah~ ini sudah~
E-eh? Agak pusing ya? *headdesk* Hontouni gomenasai, saya usahakan di chappie ini ngga pusing, deh...
Lon Noah
Ini sudah update OwO. Makasih sudah membaca^^
NekoNeko 'Ayi'-chan
Ohohohoho~ Lihat saja nanti ^^
Rucchan : +_+ Len, semua pisangmu aku bakar nanti...
Rin : HORE! PISANG BAKAR!
Len : *shock*
Rucchan : Nee, Rin-chan. Bacakan disclaimernya, dong~ Kau adalah vocaloid favoritku yang terimut~
Rin : *menyipitkan mata*
Disclaimer
Len ... or Lenka?
All character ©Yamaha & Crypton
Fanfict by Rucchan
Rated : K+
Genre : Humor/Romance
Warning : Typos, Ngga jelas, gaje, bahasa tidak baku, Alur kecepetan, de el el
Rin : Udah, noh. Tapi, janji lho ya... Pisang bakarnya...
Rucchan : Iya-iya... ntar aku bawakan jus jeruk juga deh, Hime-sama...
Rin : Yey!
Len : *lemes*
And...
ACTION
Len POV
Aaah~ indahnya pagi ini. Namun, sepertinya hari ini akan kacau karena seifuku itu. Tunggu, kenapa kemarin FC-ku membahas ulang tahunku? Sebaiknya aku melihat kalender...
.
.
.
"APA?!"
Normal POV
Len memekik kaget setelah melihat kalendernya. Hari ini tanggal 24 Desember. Pantas saja, kemarin ada rapat membahas ulang tahunnya. Len menghela nafas. "Pantas saja..."gumamnya. Len segera mengambil handuknya dan pergi mandi.
Skip Time~Perjalanan ke Sekolah
"Ohayo, Lenka-chan~"sapa Rin. Len tersenyum melihat kepala Rin yang tiba-tiba bersandar di bahunya dari belakang. "Ohayo, Rin-chan."sapa Len hangat. Rin mengangkat kepalanya dari bahu Len dan berjalan ke sampingnya. "Lenka-chan. Apa benar kau sepupu Len-sama?"tanya Rin.
JDER!
Sebuah kilat menyambar Len. "E-eh... Tentu saja, Rin-chan."jawab Len kaku. "Lalu, ada keperluan apa kamu kesini, Lenka-chan?"tanya Rin lagi. "A-ah... itu... Len-nii menyuruhku menggantikannya selama dia sakit..."jawab Len berpura-pura murung. Dalam hatinya, ia bingung. Hendak tertawa atau menangis, kah dia? "Aah... Souka... Oh ya, Lenka-chan. Kau tampak lucu hari ini!"puji Rin riang. Len tersipu. Padahal, dia hanya menguncir rambutnya model twintail dibawah. Dia ingin meniru rambut Kaai Yuki, adik sepupunya yang paling muda. "Ahahaha... Arigatou."kata Len sambil blushing. Rin tertawa melihat Len yang blushing itu.
Skip time~Istirahat
Len duduk di pojok kantin. Menyendiri sambil melihat anak-anak yang sibuk memesan makanan dan mencari tempat duduk. Len sendiri memakan bento yang dibawanya dari rumah. Beberapa biji bakpao berisi coklat, pisang, dan keju. Serta segelas milkshake pisang kesukaannya. Hingga tiba-tiba, Rin datang. "Umm... Lenka-chan? Boleh aku duduk bersamamu?"tanya Rin, "semua tempat sudah penuh..."sambungnya. "Eh? Oh ya! Tentu saja!"jawab Len setuju.
"Nee, Lenka-chan..."panggil Rin. "Ada apa, Rin-chan?"tanya Len. "Apa kau sudah memutuskan apa kado yang akan kau berikan untuk Len-sama?"tanya Rin balik.
Len POV
"Apa kau sudah memutuskan apa kado yang akan kau berikan untuk Len-sama?"tanya Rin padaku.
JLEB! JDAR!
Oh, Rin sayang. Kau benar-benar pandai membuat hati seseorang nge-jleb, rupanya...
"Eh? Sudah... Bagaimana denganmu, Rin-chan?"tanyaku "Tentu saja sudah!"jawab Rin semangat. "Rin-chan mau mengha—"kata-kataku terputus oleh...
PREKETEK... PRET PRET ... PRET... PREKETEK... BROT!
SEBUAH BEL MASUK YANG SUARANYA SEPERTI KENTUT! Oh, Kami-sama... apa yang salah denganku?! Aku hanya bisa menyumpah-serapahi bel terkutuk itu.
"Ara? Sudah masuk? Baiklah, aku duluan, yah, Lenka-chan!"pamit Rin riang sambil melambaikan tangan dan meninggalkanku. Aku hanya bisa melakukan ritual headbang ke dinding yang tidak berdosa di kantin.
Skip time~Di rumah Len
Aku menghela nafas bosan. Aku melihat kalender. 24 Desember. "ASDFGHJKL!"geramku tidak jelas. Aku harus melakukan apa?! Arrgghhh!
Rin.
Tunggu, kenapa aku mengingat nama Rin?
Rin...
Rin...
"Rin..."gumamku pelan.
"RIN! OH YEAH!"pekikku. Aku mendapat sebuah ide cemerlang. Sangat cemerlang. Bahkan bisa dibilang brilian!
Normal POV
Len melakukan sebuah tarian. Sebuah tarian yang tidak jelas. Atau mungkin, bisa disebut 'troll dance'? Entahlah. Len tidak peduli. Dia hanya ingin melakukan 'ritual' untuk merayakan ide 'cemerlang'-nya.
Rin's Home
"HUATSCHIUUUHH!"
"Rin! Ada apa?!"tanya Ibu Rin khawatir. Bagaimana tidak? Anaknya bersin sangat keras sekali. "Ah... Tidak ada apa-apa, Okaa-san. Hanya saja... Sepertinya ada orang yang meneriakkan namaku."jawab Rin sambil tersenyum tipis. "Ahh... Okaa-san kira ada apa..."tanggap Ibunya sambil menghela nafas lega.
Esoknyah~
"Ohayou, Lenka-chan!"sapa Kaito. Len yang mendengarnya langsung berkeringat dingin. "A-ah... K-k-k-kaito-kun, ne? O-o-ohayou G-g-g-gozai-m-m-m-mas-s-s-su..."jawab Len bergetar. Karena Len tahu, Kaito menyukainya dalam 'tubuh' Lenka. Dan, Len tidak mau itu terjadi karena dia bukan seorang yang maho. "Ehehehehe..."tawa Kaito kecil. "Kaito-kun. Saya permisi dulu."pamit Len cepat sambil berlari ke luar kelas.
Ternyata, Len akan pergi ke toilet. Namun, sayangnya itu tidak berjalan dengan lancar. Seseorang dengan tidak sengaja ditabraknya. Dan Len akan menyesal karena menubruknya, karena dia adalah...
.
.
.
"K-K-Ki-Kiyo-se-sensei?"tanya Len kembali berkeringat dingin. Tentu saja dia takut kepada Kiyo-sensei. Bagaimana bila dia dihukum? "Ara, Aine-san?"tanya Kiyo-sensei balik. Seketika, Len langsung membungkuk hormat. "H-h-hountoni G-gomenasai, Kiyoteru-sensei!"ucap Len. Dia siap untuk menerima hukuman dari Kiyo-sensei karena kecerobohannya itu. Namun, sepertinya Kami-sama masih menyanyanginya. Kiyo-sensei malah mengelus rambut Len. "Lain kali hati-hati, ya, Aine-san."pesan Kiyo-sensei lembut sambil tersenyum hangat. Len hanya bisa blushing dan mengangguk. Setelah berpamitan, Len segera melesat ke toilet.
KUPRYUK KUPRYUK...
Len membasuh mukanya. Len sendiri bingung. Kenapa dia blushing saat Kiyo-sensei mengelus rambutnya? Len menggeleng kuat-kuat. Dia tak akan pernah mau disandingkan dengan guru yang sering disebut 'Guru Pedo' itu. Meski Len mengakui bahwa wajah Kiyo-sensei tampan dan lembut, seperti sifatnya. Tidak. Len tidak maho. Dan Len tidak akan pernah mau menjadi maho.
NGEK NGEK NGEK... BROT OBROT OBROT!
"I-itu suara bel masuk?"tanya Len tidak yakin. Dia melihat keluar dan ia mendapati banyak anak-anak yang sibuk masuk kelas. Len terkejut dan mulai menyumpah-serapahi orang yang mengganti suara bel itu. Dia menyumpahi orang itu agar hidupnya sial.
Di Kelas.
"Psst.. Psstt! Lenka... Lenka!"bisik seseorang pada Len. Len mengenal suaranya. Suara Miki. "Apaan sih?"rutuk Len membalas bisikan Miki. Miki segera memberi Len secarik kertas. Namun, sayang sekali...
.
.
.
"FURUKAWA-SAN!"seru Meito-sensei. Miki yang mendengarnya langsung shock. "M-ma-maaf, sensei..."ucap Miki pelan. Meito-sensei hanya memberi tatapan tajamnya yang oh-my-god-menusuk-hati-sekali itu pada Miki. Miki hanya bisa diam dan membiarkan keringat dingin mengucur deras dari tubuhnya.
"Hmm...?"gumam Len sedikit bingung. Pulang sekolah nanti, Rin mengajaknya ke rumahnya. Len bimbang. Tapi, dia memutuskan untuk pergi ke rumah Rin nanti. Len memberi kode pada Rin. Rin hanya tersenyum ceria setelah melihat kode yang diberikan Len
Pulang sekolah, Di rumah Rin.
"Uwaaah... Kamar Rin-chan rapi sekali!"puji Len. Sebetulnya, Len sudah sangat sering mengunjungi rumah ini dan memasuki kamar Rin. Namun, sekarang dia harus membuat dirinya nampak belum pernah mendatangi rumah itu.
Rin hanya tersenyum mendengar pujian Len. "Nee, Lenka-chan. Taruhlah tasmu disitu. Ayo kita membuat beberapa cookies!"ajak dan perintah Rin.
JDER!
Len langsung membeku di tempat. Dia paling tidak bisa jika disuruh membuat cookies. Namun, demi Rin. Dia rela melakukan itu semua.
Len tersenyum dan meletakkan tasnya di tempat yang ditunjuk Rin. Dan segera mengikuti Rin ke dapur.
Len POV
Oh god, why...? Rin mengajakku memasak cookies. Aku ulangi. Memasak cookies. Hebat, bukan? Sepertinya, Rin punya indra ke-6. Bagaimana dia tahu jika aku tidak bisa memasak cookies? Arrghh...
"Lenka-...chan?"tanya Rin membuyarkan lamunanku. "Ah... Rin-chan! Ada apa?"tanyaku balik. "Tidak. Apa kau tahu? Kau tidak boleh melamun saat memasak!"seru Rin sambil menggembungkan pipinya. Imutnya...
"Aaah... I-i-iya, maaf..."balasku sambil sedikit menunduk. Rin tersenyum. "Sudahlah, tak apa. Lebih baik, kita lanjutkan saja!~"kata Rin sambil terkikik. Oke, readers. Aku tak ingin kalian semua melihat bagaimana 'penyiksaan'-ku hari ini, jadi...
Skip Time : Selesai Memasak.
Aku menghela nafas. Mukaku belepotan dengan coklat dan butter cream. Ini semua gara-gara Rin yang mencolekkan coklat dan butter cream itu ke wajahku. "Lenka-chan! Ayo cuci muka dulu!"ajak Rin. Aku tersenyum dan mengikutinya.
SPLASH!
ARRRGGGHHHHHH...! RINNY ! Rinny menyiramiku dengan air ! Awas kaaaauuuuuu! "Ahahahahahhaha~ Gomenne, Lenka-chan!"ujarnya. Aku hanya tersenyum.
Skip : Malamnya
Aku sibuk mencuci pakaianku yang lumayan belepotan coklat. Masih ingat dengan kata-kata ku sebelumnya? Yah. Rin juga mencolekkan coklat terkutuk itu ke baju seragamku. Untunglah, besok seragam itu tidak akan kupakai lagi.
Beberapa helai rambutku menutupi pandanganku. Aku sedikit menyibakkannya. Well, rambutku makin memanjang. Sepertinya, aku harus memotongnya besok. Sebaiknya, aku datang saja ke rumah Luka-nee.
TING TONG...
Seseorang memencet bel. Aku menghela nafas. Segera aku mencuci tangan dan berlari ke depan."Sebentar!"teriakku. "Baiklaah!"jawabnya. Tunggu sebentar, aku mengenal suara ini. Dengan perlahan, aku membuka pintu dan...
TO BE CONTINUED
Len : Author lemot!
Rin : IYAAA!
Kau tahu, update terakhirmu adalah sekitar 3 bulan lalu, BAKA!
Rucchan : *nangis*
Gomenne, reader! Saya sangat sibuk akhir-akhir ini. Sehingga... Saya ga bisa update fic ini! Untuk chappie selanjutnya, saya usahakan segera datang! QAQ Dan maaf bila chappie ini 'gagal!'
