Chapter 4 Update
Warning : berhati hatilah dengan typo parah
Don't Like Don't Read!
-Happy Reading Chagiya :*-
Seminggu kemudian…
Ini pagi yang cerah, Burung burung dengan warna yang cantik berterbangan kesana kemari sambil bernyanyi dengan merdunya. Cahaya matahari pun akhirnya dapat masuk dari sela sela daun pepohonan yang rindang.
Ini memang masih pagi tapi Hankyung dan Heechul sudah memulai perjalanan mereka lagi untuk mencari koin emas. Terlihat Heechul yang sedang menghitung kantong koin emas sambil berjalan mengikuti Hankyung yang ada di depannya.
"Apa menurutmu ini masih kurang? Kurasa ini sudah banyak…" Tanyanya pada Hankyung tanpa melihat sedikitpun pada Namja yang ada didepannya. Hankyung terus memperhatikan sekelilingnya berharap menemukan sesuatu yang dapat mereka manfaatkan sekarang "Aku juga sependapat denganmu, tapi Ahjussi yang waktu itu bilang kita boleh keluar dari sini sekitar 4 hari lagi… Jadi setidaknya sekarang yang kita cari hanyalah air dan makanan atau mungkin batu Sapphire Blue yang ia bicarakan, jika kita dapat menemukan beberapa koin emas, itu adalah keberuntungan berlebih…"
Heechul hanya diam dan mengangguk beberapa kali tanpa melihat apapun yang ada di sekitarnya. Sampai akhirnya…
Brukk!
"AKH! Kenapa kau berhenti?! Apa kau tidak tahu itu sa-!" Protes Heechul terhenti saat Hankyung membekap mulutnya dan menyuruhnya diam. Tidak lama setelah itu Hankyung menyeret Heechul untuk bersembunyi di balik semak semak, lalu Hankyung melepas bekapannya pada Heechul.
Heechul yang kehabisan nafas mulai menghirup nafas segar yang ada disekitarnya "Ah… Apa yang kau lakukan?! Kenapa kau membekap mulutku seperti itu huh? Kau kan tahu aku jadi tidak bisa bernafas karena i… tu…" Omel Heechul terhenti saat Hankyung menaruh jari telunjuknya tepat didepan bibirnya dan mengisyaratkan Heechul untuk diam.
Tidak, bukan itu yang membuat Heechul berhenti bicara tapi… Jarak antara wajahnya dan wajah Hankyung yang terlalu dekatlah yang membuatnya berhenti bicara. Setelah yakin Heechul berhenti bicara, Hankyung pun kembali pada posisi pengamatannya.
Tentu saja Heechul penasaran dengan apa yang Hankyung lihat. Ia pun mulai merangkak dan berhenti tepat di samping Hankyung. Mata Heechul membelalak saat melihat seekor beruang madu sedang mencari madu di sebuah pohon yang tak jauh dari tempat mereka.
Heechul merasa aneh dengan kelakuan beruang itu "Han?". Hankyung tak menoleh "Hm?". Heechul juga terus mengamati perilaku beruang itu "Apa kau tak merasa aneh dengan beruang itu?" Tanyanya datar. Hankyung menoleh "Aneh bagaimana?"
Heechul pun menoleh "Seingatku, beruang madu itu memiliki penciuman yang tajam. Ia dapat mencium bau dengan radius yang jauh, dan lagi beruang juga pemalu jika ia mencium bau manusia apalagi melihat manusia ia pasti akan lari dan bersembunyi. Tapi, beruang ini… Ia dapat menemukan madu yang jaraknya jauh, tetapi kenapa ia tidak lari saat mencium bau kita? Terlebih saat semak semak berbunyi karena ulahmu… Jika ia memang beruang liar, harusnya ia sudah lari… tapi yang satu ini? Ia hanya terus memakan madu madunya…" Jelas Heechul panjang lebar tentang beruang.
Hankyung hanya ternganga mendengar penjelasaan Heechul "Tapi bagaimanapun makhluk itu tetap beruang kan? dan lagi… kenapa kau tahu banyak soal beruang? Kau ini neneknya beruang ya?" Heechul langsung menoleh cepat pada Hankyung dan memukul kepalanya dengan keras "Jaga mulutmu!"
"Akh… iya iya… Tapi jawab dulu pertanyaanku tadi…" Ucap Hankyung yang masih memegangi kepalanya yang terasa sangat sakit. "Bukankah tadi sudah kujawab?! Aku bukan neneknya beruang!" Teriak Heechul pada Hankyung yang masih memegangi kapalanya "Bukan yang itu maksudku!" Heechul terdiam mendengar bentakkan Hankyung, Hankyung kembali bicara "Apa kau yakin jika beruang itu jinak? Bagaimana pun mereka tetap beruang kan?"
"Akan kutunjukkan jika beruang itu memang sudah jinak!" Semangat Heechul yang mulai beranjak dari tempatnya dan melangkah perlahan lahan mendekati beruang madu itu. Hankyung pun mulai bangkit dari posisinya walupun ia tak merubah jarak apapun "Heechul hentikkan itu!" Peringat Hankyung dengan berbisik.
Heechul menoleh kebelakang "Aku tidak akan berhenti Hankyung Tan… Aku akan buktikan padamu jika beruang ini adalah beruang yang jinak jadi jangan pernah coba coba untuk menghentikkanku karena aku yakin beruang ini jinak, kau mengerti Hangeng…" Hankyung kembali ternganga mendengar ucapan Heechul yang berbelit belit tapi ada hal lain yang membuatnya makin merasa jika Heechul itu aneh.
"Heechul…" Heechul hanya menunjukkan gaya sombongnya. "Ada apa lagi?" Tanyanya pada Hankyung yang mulai menunjukkan wajah anehnya. "Kau harus lihat kebelakangmu…" Ucap Hankyung malas, Heechul menaikkan alisnya "Kenapa aku harus melihat kebelakang? Nanti juga aku akan berjalan kesana dan menghampiri beruang itu kan?"
Hankyung menghela nafasnya panjang "Hah… Iya aku tahu… tapi lebih baik kau lihat dulu kebelakangmu…" Heechul menyiritkan kedua alisnya dan berdecak pinggang "Kenapa harus?" Hankyung hanya menunjuk kearah belakang Heechul.
Heechul pun mulai memutar tubuhnya kearah dimana beruang itu terlihat. Namun, mata Heechul kembali membelalak setelah melihat apa yang ada di hadapannya. Ia benar benar tak percaya jika…
Beruang itu sudah pergi…
Heechul menganga "Apa yang terjadi…?". Hankyung pun mulai berjalan melewati semak semak "Beruang itu sudah pergi saat kau bicara panjang lebar soal beruang itu jinak" Ucapnya disertai dengan dua jarinya yang mendorong kepala Heechul dari samping, lalu ia terus saja berjalan melewati Heechul dan melihat lubang pohon yang berisi madu.
'Menyebalkan…!' Batin Heechul dengan tatapan anehnya pada Hankyung yang mulai berjalan menjauhinya. Heechul memukul kepalanya beberapa kali, ia benar benar merasa bodoh sekarang. Pandangannya mulai beralih pada Hankyung yang semakin jauh darinya.
"YA! Tunggu aku!"
Hankyung dan Heechul terus berjalan menyusuri hutan dengan suhu udara yang sangat sejuk. Heechul terlihat mulai gusar dengan keadaannya sekarang, maklum saja… tubuh mereka tidak bertemu air selama 10 hari. "Han…" Namja yang disebut namanya oleh Heechul hanya berdehem dan melanjutkan langkahnya tanpa melihat ke Heechul sedikitpun.
"Menurutmu… kapan kita akan bertemu air?" Tanyanya dengan bola mata yang tak henti hentinya memandangi keadaan yang sedikit aneh sekitarnya. Hankyung menghela nafasnya "Kurasa sebentar lagi, tanah yang kita injak semakin lama semakin lembab"
"Oh iya satu lagi, aku ingin kau hati hati dengan langkahmu… kurasa ada banyak jebakan disini" Ucap Hankyung yang semakin berhati hati dengan langkahnya. Heechul pun mulai waspada dengan sekelilingnya. Namun tanpa Heechul sadari ia menginjak seutas tali yang mengarah pada sesuatu.
Secara tiba tiba sebuah lubang besar terbuka tepat disaat Hankyung melangkahkan kaki kanannya di lubang itu. Entah apa yang terjadi pada Hankyung, tapi langkah kakinya seakan tidak ingin berhenti walau matanya sudah melihat lubang besar di depannya.
"UWOOOAAAA!"
"HANKYUNG!"
Brukk!
Heechul memejamkan matanya tak ingin melihat apa yang terjadi pada Hankyung saat Namja itu jatuh kedalam lubang di depannya. Perlahan lahan Heechul membuka matanya 'Apa dia baik baik saja?' Batinnya yang mulai berjalan secara perlahan mendekati bibir lubang tempat Hankyung terjatuh. "Han?" Heechul tak menjawab jawaban dari Hankyung, Namun Heechul berusaha memanggil Hankyung setidaknya agar ia tahu jika Hankyung baik baik saja.
Perasaan Heechul mulai kalut karena Hankyung tak mejawab panggilannya. Heechul panik, ia semakin takut jika Hankyung telah tiada. Langkah kaki Heechul menjadi cepat agar ia bisa melihat Hankyung. Sampai Heechul kehilangan kendali atas dirinya dan…
"Jangan melangkah lagi Heechul!"
Telat… Hankyung telat meneriaki Heechul agar ia tidak melangkah lagi, karena Heechul sudah terjun bebas menuju lubang tempat Hankyung terjatuh tepatnya terbaring lemas. Heechul membulatkan matanya dengan apa yang ia alami sekarang. Tidak hanya Heechul yang ingin berteriak tapi Hankyung juga ingin berteriak.
"UWWWOOOAAA!"
BRUK!
Heechul merasakan tubuhnya jatuh ditempat yang lebih nyaman dari tanah tapi ia belum membuka matanya. "Heechul… Bangunlah…" Suara itu terdengar sangat jelas di telinga Heechul. Karena penasaran, Ia pun membuka matanya dan melihat apa yang ada di hadapannya. Namun, setelah menyadari posisinya…
"KYAAA!"
Heechul segera bangun dari tubuh Hankyung. Yah… sebelumnya Heechul terjatuh tepat di tubuh Hankyung dengan wajahnya yang menyentuh dada bidang Hankyung. Deru nafas Heechul berderu karena posisi tadi, wajahnya merah padam karena rasa malunya.
"Kenapa kau ada dibawahku huh?!" Omelnya pada Hankyung yang masih berusaha mengambil oksigen sebanyak banyaknya. Hankyung tak mengerti yang barusan itu adalah keburuntungan atau kesialan, itu menyenangkan untuknya tapi rasanya sakit di tindih oleh Heechul yang terjatuh dari ketinggian seperti itu.
Wajah Hankyung juga terlihat merah sekali tapi bukan karena malu, melainkan karena rasa sakit yang luar biasa di sekujur tubuhnya. Deru nafas Hankyung masih terdengar jelas "Aku.. hosh.. ada di.. hosh.. bawah.. mu.. hosh.. karena kau.. hosh hosh hosh… JATUH DIATAS TUBUHKU!" Jawabnya dengan sangat lelah.
Heechul memerjapkan matanya berkali kali tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Sedangkan Hankyung masih berusaha untuk mendudukkan dirinya secara perlahan lahan. Dalam posisi duduknya, Hankyung memperhatikan keadaan sekelilingnya "Jadi… Kita terjebak?"
"Tidak" Hankyung menoleh kearah Heechul yang berada tak jauh dari sampingnya "Di belakangmu ada gua…" Sambung Heechul dengan jari yang mengacung ke arah belakang Hankyung. Hankyung pun mengikuti arah yang di tunjuk oleh jari Heechul dan menemukan gua yang cukup besar tepat di belakangnya.
Mulut Hankyung terbuka lebar tak percaya dengan apa yang ia lihat "Bagaimana mungkin didalam jebakan ada sebuah gua seperti ini?" Tanyanya dengan heran. "Mungkin saja ada koin emas disana" Ucap Heechul mengira ngira. Hankyung menoleh "Kau yakin?" Heechul melipat tangannya "Kurasa begitu"
Hankyung kembali mengalihkan pandangannya pada gua yang ada di depannya "Ayo kita masuk kedalam" Ucap Hankyung yang mulai melangkahkan kakinya kedalam gua.
Tap!
Langkah Hankyung terhenti saat Heechul menggenggam pergelangan tangannya, Ia heran dengan sikap Heechul "Kau takut?" Tanyanya pada Heechul yang masih terdiam. Hankyung memutar bola matanya malas "Tenang saja aku disini, kau hanya perlu memegang lenganku kuat kuat" Ucapnya menepuk pelan kepala Heechul disampingnya beberapa kali.
Heechul mulai menuruti perintah Hankyung tanpa protes sama sekali, entah kenapa akhir akhir ini sifat Heechul sedikit demi sedikit mulai berubah. Hankyung pun mulai melangkahkan kakinya masuk ke dalam gua itu diikuti Heechul di belakangnya.
Hankyung menyalakan senternya, Suara suara tapakkan sepatu terdengar nyaring didalam gua itu. Genggaman Heechul di lengan Hankyung semakin erat, jujur saja rasa takutnya belum sepenuhnya hilang.
Tap!
"Kenapa kau berhenti?" Matanya Heechul menatap Hankyung dari belakang, ia tidak sepenuhnya tahu ekspresi Hankyung karena Namja itu jauh lebih tinggi darinya. Hankyung terus menggerakkan senternya kesana kemari memastikan sesuatu "Jalurnya bercabang…"
Kata itu memang terdengar biasa ditelinga orang lain, tapi menurut Heechul "Astaga.." Bibir Heechul seakan kelu untuk mengeluarkan kata kata, ia benar benar ketakukan sekarang. Ia tak tahu apa yang harus ia lakukan! Ia panik! Tubuhnya mulai bergertar hebat! Pelupuk matanya bahkan sudah terisi dengan buliran air yang hangat.
"Kubilang jangan takut! Aku ada disini" Sebuah kalimat yang Heechul dengar dari seorang Namja didekatnya membuatnya sedikit tenang. Heechul menghapus air matanya yang hampir jatuh "Apa menurutmu gua ini ada jalan keluarnya?". Hankyung terus menggerakkan senternya "Setiap gua pasti memiliki jalan keluar walaupun harus menyelam ke bawah laut terlebih dulu"
Heechul meneguk air liurnya kecut, peluh keringatnya mulai membanjiri tubuh indahnya "Tapi aku tidak bisa berenang Han…" Ujarnya ketakutan. "Tenang saja, aku bisa berenang" Hankyung tersenyum bangga pada Heechul yang menatapnya bosan 'Dasar sombong…'
"Kurasa lebih baik kita teruskan perjalanan kita, aku benci ditempat gelap seperti ini!" Gerutu Heechul yang mulai gusar. Hankyung menatap Yeoja itu malas "Iya iya aku mengerti… Ingat hati hati dengan langkahmu" Ucapnya yang mulai berjalan dengan perlahan diikuti Heechul.
Langkah mereka semakin jauh, mereka memasuki gua itu semakin dalam untuk menemukan jalan keluar. Suara kerikil berjatuhan mulai terdengar, Hankyung dan Heechul kembali menghentikan langkah mereka. Entah apa yang terjadi, namun tiba tiba saja senter Hankyung mati begitu saja "Sial! Kenapa baterainya habis disaat begini?!" Umpatnya kesal lalu melempar senter itu kesembarang arah.
Tanpa Hankyung ketahui, senter itu menyetuh batu yang memiliki suatu pola unik. Pola unik itupun bergerak setelah senter itu mengenainya. Tangan Hankyung menggenggam kedua tangan Heechul yang ada di lenagannya, Hankyung tidak mau repot mengurus Heechul yang ketakutan.
Tiba tiba gua itu berguncang, Hankyung mulai panic sementara Heechul semakin takut "APA YANG TERJADI?!" Teriak Hankyung frustasi. Telinga Hankyung menangkap suara benda yang bergesekan seperti ingin tertutup, ia menoleh kebelakang dan melihat pintu masuk gua itu mulai tertutup oleh batu besar.
"Ahh tidak! Pintu masuknya tertutup!" Heechul semakin takut setelah mendengar suara Hankyung, terlebih ia juga melihat batu besar itu mulai menutup rapat pintu masuk gua itu "Apa yang akan kita lakukan?!" Racau Heechul yang mulai terisak "Aku takut…". Hankyung mengalihkan pandangannya kearah lain "Kita harus keluar! Genggam erat tanganku dan jangan lepaskan!" Perintah Hankyung seraya memindahkan genggaman Heechul ke telapak tangannya.
Deru nafas Heechul perlahan lahan mulai kembali normal. Mata mereka saling bertemu dan terasa hangat, ditambah dengan senyuman dari Hankyung. Hati Heechul benar benar tenang sekarang, perlahan senyum tipis Heechul terlihat.
"Ayo pergi!" Ucap Hankyung bersemangat. Ini seperti gerakan Slow Motion. Hankyung melangkahkan kakiknya namun saat kaki menyentuh dasar gua, daratan itu terdorong kebawah. Hankyung sedikit melongo karena ini, sampai ia sadar "Aku menginjak sesuatu!" Teriaknya panik.
"Huaa! Apa yang akan terjadi?! Apa yang akan kita lakukan jika sesuatu terjadi?! Kenapa aku bisa seceroboh ini?! Huaaa!"
"Han…"
"Huaaa! Aku tidak mau mati disini!"
"Han"
"Aku masih punya banyak dosa! Aku tidak mau mati kelaparan disini! Aku masih mau hidup!"
"Han!"
"AKU TIDAK MAU MATIIII!"
Plakk!
"TENANGKAN DIRIMU DAN KITA TIDAK AKAN MATI DISINI! KITA AKAN MENEMUKAN JALAN KELUARNYA! DAN LAGI, ADA SEKANTONG KOIN EMAS DISINI!"
Hankyung terdiam setelah mendapat tamparan keras dan bentakkan menyeramkan dari seorang Yeoja cantik bernama Kim Heechul yang tengah memasang wajah yang… err… menakutkan. Tapi kerja kasar Heechul berhasil, Hankyung kembali sadar setelah panik layaknya seorang Yeoja yang kehilangan kupon belanja.
"Tadi kau bilang ada sekanton koin emas?" Heechul mengangguk pasti dan menunjuk suatu arah. Mata Hankyung mengikuti arah jari telunjuk Heechul dan menemukan sekantong koin emas disana. Heechul melangkah pelan "Biar aku yang ambil koin emas itu, kau tunggu disitu" Perintahnya yang terus berjalan dan meraih kantong emas itu.
Hankyung mengahampirinya dan memastikan kantong yang ada ditangan Heechul "Ini koin emas!". Heechul tersenyum bangga "Huh! Mataku ini memiliki penglihatan yang tajam Hangeng Tan!" Sombongnya pada Hankyung yang menatapnya malas "Terserah kau saja…"
Srrkkk… Srkkk
Hankyung merasa beberapa kerikil kecil berjatuhan, ia mengadahkan telapak tangannya dan melihat beberapa kerikil jatuh disana. Semakin lama getaran besar kembali terjadi "Apa lagi sekarang?!" Teriak Hankyung yang mengarahkan matanya keasal getaran itu.
Hankyung menajamkan pendengarannya, perlahan tapi pasti telinganya menangkap suara desiran air yang cukup deras. Heechul mulai merasa risih dengan air yang mengalir deras dikakinya "Kenapa bisa ada air didalam gua?" Tanya Heechul pada dirinya sendiri.
Mata Hankyung menangkap gelombang air yang besar dari cabang cabang gua itu, Heechul berteriak takut. Tangan Hankyung menggenggam tangan Heechul dengan kuat, Mereka memaksa kaki kaki mereka untuk berlari menghindar dari air air itu, namun semuanya sia sia ketika gelombang air itu menyeret mereka dengan kuat.
Tubuh mereka terombang ambing diatas air yang deras, Hankyung menarik tubuh Heechul dan membekapnya dalam pelukannya. Gelombang it uterus menyeret mereka sampai tubuh mereka terhempas begitu saja.
Hankyung membuka matanya dan melihat desiran air didepannya 'Apa itu? Air? Kenapa aku dapat melihat air mengalir di depan mataku?' Pertanyan itu yang ada di otak Hankyung sampai ia sadar jika ia… 'ASTAGA!' terjun bebas dari air terjun kecil didalam air terjun yang sangat besar.
Tangan Hankyung semakin mendekap Heechul dengan erat seakan tak ingin berpisah dengan Yeoja yang telah merebut hatinya sejak awal mereka bertemu.
BYURRR
Tubuh mereka tercebur kedalam danau, dengan posisi punggung Hankyung yang ada dibawah. Mereka tenggelam didalam danau yang dalam itu.
Blubub blubub
Buih buih udara mucul kepermukaan, tak lama kepala Hankyung menyembul keluar bersamaan dengan tubuh Heechul yang pingsan tak berdaya. Dengan cepat, Hankyung berenang dengan cepat sambil membawa Heechul ke pinggiran danau yang indah itu.
Nafas Hankyung memburu setelah ia dan Heechul kembali kedaratan. Hankyung membawa tubuh Heechul menjauh dari air, ia membaringkannya dan melihat wajah Heechul yang tenang dalam keadaan pingsan. "Heechul… Heechul!" Panggilnya seraya mengguncangkan tubuh Heechul berkali kali.
Hankyung terus berusaha membangunkan Heechul dengan cara tadi bahkan menepuk pipi Heechul pelan. Hankyung merasa sesak karena Heechul tak kunjung sadar "Tak ada cara lain… Hanya itu?" Tanyanya pada dirinya sendiri memastikan. "Apa aku harus…?" Pikiran Hankyung benar benar buntu karena ia tak kunjung menemukan cara lain selain cara itu.
"Memberikannya nafas buatan…" Hankyung terdiam sejenak berpikir apa ia akan melakukan hal itu atau tidak. "Maaf, tapi aku harus… menyelamatkanmu" Ucapnya dengan rasa bersalah. Hankyung mulai menutup lubang hidung milik Heechul dan mengambil nafas panjang, perlahan tapi pasti bibir Hankyung hampir menyentuh bibir Heechul
"KYAAA!"
Dengan spontan Hankyung menjauh dari tubuh Heechul yang tiba tiba saja sadar sebelum ia memberikan nafas buatan. Dada Hankyung naik turun dengan peluh keringat membasahi wajahnya, "APA YANG INGIN KAU LAKUKAN?!" Heechul mulai menjauhi Hankyung, tubuhnya bergetar hebat, jantungnya seakan berhenti, ingatan pahitnya seolah terulang kembali dihadapannya.
"De-dengar aku dulu Heechul…"
"APA YANG HARUS AKU DENGAR LAGI?!"
"Kau tidak mengerti, aku hanya berusaha menolongmu tadi…"
"HENTIKAN OMONG KOSONGMU BRENGSEK!"
Hankyung tercekat, apa menolong seseorang adalah suatu hal yang salah? Tidak, bukan itu yang salah… tapi Hankyung membuat Heechul melihat masa lalunya "Tapi aku benar benar…" Ia mulai mendekati Heechul
"MENJAUH DARIKU BODOH!"
Hankyung lagi lagi mendapat makian dari Heechul "Tapi Heechul… aku berusaha untuk-"
"KAU BERBOHONG! AKU TAHU JIKA KAU INGIN MENYAKITIKU SEPERTI YANG NAMJA BODOH ITU LAKUKAN PADAKU KAN?!"
"Tapi aku hanya-"
"DIAM KAU NAMJA BRENGSEK! AKU TAHU APA YANG INGIN KAU LAKUKAN!"
"TAPI AKU HANYA INGIN MENOLONGMU KIM HEECHUL!" Heechul terdiam seketika, tak ada satupun kata yang keluar dari mulutnya setelah Hankyung… Hah… mungkin ini memang bukan pertama kalinya Hankyung membentaknya, tapi kali ini bentakkan Hankyung terdengar lebih keras. Dan lagi, kata kata yang terlontar dari bentakkan Hankyung itu seakan membuat Heechul merasa bersalah.
Hankyung mulai menenangkan dirinya, ia menunduk dan mengangkat kepalanya kembali dengan tatapan sendunya mengarah pada mata indah milik Heechul "Aku minta maaf jika aku membuatmu mengingat masa lalu mu yang pahit itu… tapi aku hanya berusaha untuk menolongmu, aku tak tahu apalagi yang harus ku lakukan agar kau sadar. Aku… benar benar tak punya pilihan lain selain melakukan hal itu agar kau sadar, karena aku…" Ucapan Hankyung terputus, perasaannya kalut saat ini
"Karena aku takut… aku takut kehilangan dirimu…" Mata Heechul membulat dengan sempurna, ia tak percaya jika Hankyung akan mengucapkan hal seperti itu. Perasaan di dalam hati Heechul benar benar tercampur aduk sekarang, ia tak tahu kenapa rasanya ada sesuatu yang sangat mengganjal di hatinya.
Hening… tak ada suara lain kecuali suara binatang dan air terjun disekitar mereka, perasaan canggung mendominasi keadaan kali ini. Tidak satupun dari mereka yang bicara sampai
"Hatchi! Eughh…" Heechul mengusap hidungnya, tangan kirinya memeluk tubuhnya sendiri. Hankyung tahu jika Heechul sedang kedinginan sekarang. Dengan cepat Hankyung menurunkan tas besarnya yang basah dan mencari selimut untuk Heechul, "Hah… untung saja bagian dalamnya tidak basah" Ujarnya dengan tenang.
Hankyung berjalan mendekati Heechul dan melingkarkan selimut itu pada tubuh Heechul yang setengah kering, ia tersenyum "Nah sekarang lebih baik". Mata Heechul mengikuti gerakan Hankyung, Namja itu berjalan mendekati tasnya dan mengecek semua barang barang yang ada di dalam tasnya itu. Setelah menemukan yang ia cari, Hankyung mengeluarkan benda itu dan mulai menyusunnya.
"Huh~ akhirnya tenda ini selesai juga, lebih kau masuk kedalam tenda itu dan ganti pakaianmu yang basah itu" Heechul hanya terdiam mendengar perintah dari Hankyung, Hankyung menatap Heechul yang masih terdiam "Ada apa?". Heechul menggeleng pelan dan mulai beranjak dari tempatnya, namun langkahnya terhenti sebelum ia memasuki tenda "Kenapa kau menyuruhku untuk mengganti pakaianku?"
"Karena pakaianmu basah dan kau kedinginan, jika kau tak mengganti pakaianmu kau akan sakit" Ujar Hankyung tanpa menatap Heechul sedikitpun karena ia sedang membuat tempat untuk menjemur pakaian mereka yang basah. Heechul masih penasaran dengan jawaban Hankyung "Bagaimana jika aku tidak ingin mengganti pakaianku?"
Hankyung menghentikan aktifitasnya, ia menatap Heechul yang sudah melepaskan selimutnya entah sejak kapan "Itu bukan masalah untukku, aku sudah memberitahumu jika baju putihmu itu basah, jika kau tidak ingin menggantinya silahkan saja tapi kau memberikanku keuntungan"
Heechul menaikan salah satu alisnya "Hah? Keuntungan? Apa yang kau maksud?"
"Bra mu terlihat"
"YA! DASAR MESUM!" Heechul segera masuk kedalam tenda dan segera mengganti pakaiannya dengan cepat sedangkan Hankyung, ia hanya tersenyum dengan manisnya. Tanpa basa basi, Hankyung pun melakukan hal yang sama dengan Heechul di tempat yang agak jauh dari sana.
Tak lama kemudian, Hankyung sudah kembali dengan baju gantinya begitupun dengan Heechul yang sudah keluar dari tenda. Tanpa banyak berpikir Hankyung segera menjemur pakaiannya yang basah ditempat yang sudah ia buat sebelumnya. Hankyung menjemur semua pakaiannya, ya semuanya… termasuk pakaian dalamnya.
Heechul yang melihat itu hanya terdiam dengan wajah yang aneh. Hankyung melihat Heechul seperti itu menjadi sedikit malu tapi menurutnya saat seperti ini adalah saat yang sangat darurat. "Hey… kenapa kau tak menjemur pakaianmu?"
Heechul hanya berjalan mendekati jemuran itu dan menjemur celana dan kaosnya tanpa menjawab pertanyaan dari Hankyung, "Hanya ini?" Heechul menatap Hankyung sinis "kalau iya kenapa?" Hankyung menggeleng cepat "Tidak apa apa, tapi kau membiarkan dalamanmu basah dan tak kering, memangnya kau masih punya dalaman?" Tanya Hankyung dengan polosnya
"Itu bukan urusanmu!" Jawab Heechul dengan ganasnya lalu pergi masuk kedalam tenda "Aku kan hanya tanya… kenapa dia jadi ganas begitu?" Hankyung hanya memperlihatkan senyum tipisnya.
TBC
Ini udah update lagi ya~ Huft aku gak bisa ngomong eh?! ngetik banyak banyak lagi, sekarang birthdaynya biasku tercentah unyok :*
Last
RnR nya dong kaka Jan jadi silent readers karena aku tahu kau membacanya~
