A Werewolf Boy (Meanie Ver.)
Cast: Kim Mingyu dan Jeon Wonwoo
Other Cast: Find By Your Self
Author: Gyupire
Genre: Romance, Fantasi
Rate: T
Warning: EYD tidak sesuai, Typo dimana-mana
Chapter 4 Update
~000000000000~
Mingyu berjalan ke rumah Ahjussi tetangga. Tampaknya iya terpengaruh dengan perkataan Seokmin. Sementara di rumah ibu Wonwoo masih dilanda kebingungan karena Mingyu yang tiba-tiba menghilang dan melarikan diri.
"Mingyu pergi ke rumah ahjussi tetangga. Mungkin ia ingin makan daging." Sindir Seokmin.
"Dari mana kau tahu kalau Mingyu kesana?" tanya profesor Hong curiga.
"A-aku melihatnya saat akan menuju kesini." Jawab Seokmin gelagapan.
"Cepat kita susul kesana." Perintah perwira tanpa berpikir panjang.
"Sebaiknya anda membawa senjata sungguhan, bukan obat bius." Ucap Seokmin lagi.
Mingyu tiba di rumah ahjussi tetangga. Ia terus berjalan melewati tubuh ahjussi yang sekarang terkapar di halaman rumah. Mingyu melepas pintu rumah secara paksa dan langsung menerobos masuk ke dalam tanpa mempedulikan ahjumma tetangga yang sedang kebingungan.
Mingyu mengacak-acak isi rumah ahjussi. Ia mencari gitar kesayangan Wonwoo. Mingyu bahkan tega mendorong tubuh ahjumma yang sedang berusaha mencegah dan menghentikannya. Mingyu bahkan masuk ke dalam kamar yang ternyata dipakai menginap oleh gadis yang waktu itu bersama Seokmin. Saat melihat Mingyu gadis tersebut langsung ketakutan dan berteriak dengan keras.
Semua orang yang telah tiba di halaman rumah ahjussi terkejut mendengar teriakan gadis tersebut. Padahal Mingyu tidak melakukan apapun terhadap gadis itu. Mingyu hanya menunjukkan gambar yang ia buat, tujuannya adalah untuk menanyakan keberadaan gitar tersebut. Melihat Mingyu yang terus berjalan mendekatinya membuat gadis tersebut bertambah ketakutan.
Mingyu melihat sebuah lemari dan langsung mendekatinya. Mingyu membuka lemari tersebut dan menggeledahnya. Gadis tadi mencoba mencegah Mingyu dan menghalanginya. Mingyu menepis tangan gadis itu yang memeganginya, karena tenaganya terlalu kuat gadis tersebut terlempar jauh bahkan menjebol dinding.
"Mingyu!" teriak perwira.
"Kim Mingyu! Angkat tanganmu dan keluarlah!"
Bawahan perwira langsung mengamankan ahjumma dan juga gadis tadi. Tinggal Mingyu yang masih berdiri di dalam rumah dengan lampu tersorot padanya. Wonwoo melihat Mingyu dengan mata berkaca. Ia langsung berjalan menghampiri Mingyu, namun semua orang mencegahnya karena khawatir.
"Tidak apa-apa, biarkan aku berbicara padanya." Ucap Wonwoo.
Senjata sudah siap di arahkan kepada Mingyu. Namun kemudian ibu Wonwoo protes karena bisa saja nanti akan melukai Wonwoo juga. Wonwoo terus berjalan ke arah Mingyu. Sedangkan Mingyu hanya menunggu Wonwoo dengan diam.
"Tembak saja dia sekarang!" teriak Seokmin.
Tutup mulutmu!" Ucap Profesor Hong yang merasa kesal dengan tingkah Seokmin.
Wonwoo sudah ada di dekat Mingyu. Mingyu langsung menunjukkan gambar gitar pada Wonwoo.
"Gitar itu tidak ada di sini Mingyu." Ucap Wonwoo.
"Mingyu mendekatlah." Wonwoo mengulurkan tangannya ke arah Mingyu.
Jari mereka hampir bersentuhan sedikit lagi. Namun tiba-tiba terdengar suara rentetan senjata. Untunglah peluru-peluru tersebut tidak mengenai kaki Mingyu dan juga Wonwoo. Wonwoo langsung menoleh dan ternyata Seokmin lah pelakunya. Seokmin merebut senjata dari anak buah perwira. Ia bahkan mengancam akan menembak yang lain jika mencoba menghalanginya.
Seokmin kemudian mengarahkan senjata tersebut ke arah Mingyu. Ia juga menyuruh Wonwoo untuk menyingkir.
"Turunkan senjatanya!" Ucap Wonwoo.
"Aku bilang menyingkir!"
"Tolong hentikan! Aku akan berbicara pada Mingyu."
"Tidak perlu. Cepat menyingkir."
Perwira lain berjaga di balik pohon yang tidak jauh dari sana. Ia bertugas memantau keadaan dan menembak jika terjadi sesuatu. Ia bahkan sudah menyiapkan senapannya.
"Cepat mundur Seokmin!" teriak perwira.
"Aku akan menghitung sampai tiga. Jika kau tidak menyingkir juga, kau akan ikut mati." Ucap Seokmin mengancam Wonwoo.
"Satu…"
"Hentikan!" Teriak ibu Wonwoo histeris. Mingyu sudah siap untuk bergerak.
"Tunggu." Perintah Wonwoo pada Mingyu. Kemudian perlahan ia memberanikan diri berjalan ke arah Seokmin.
"Hentikan." Ucap Wonwoo.
"Dua…"
"Jatuhkan…"
Seokmin bersiap dengan senjatanya. Ia menaruh jarinya di pemicu. Perwira dan juga penjaga siap siaga dengan senjata mereka.
"Jatuhkan." Ucap Wonwoo sambil bergerak maju tepat saat Seokmin menekan pemicu. Tembakan terarah ke atas karena Wonwoo mendorong senjata yang dipegang Seokmin.
Melihat Wonwoo dalam keadaan bahaya, Jiwa serigala Mingyu mulai muncul. Perlahan matanya mulai berubah menjadi merah.
"Mingyu tunggu!" teriak Wonwoo sambil terus memegang senjata yang ada ditangan Seokmin. Jika Mingyu berubah sekarang maka semua orang akan tahu.
Seokmin menjadi semakin marah. Ia menarik senjatanya yang dipegang Wonwoo sekuat tenaga. Kemudian ia langsung menampar Wonwoo hingga terjatuh ke tanah. Ibu Wonwoo kembali berteriak histeris dan hendak mendekati Wonwoo, namun dihalamgi karena Seokmin masih memegang senjata.
Seokmin yang sangat marah bahkan tega menendangi Mingyu hingga tak berdaya. Mingyu sudah tidak bisa lagi menahan amarahnya. Kemudian ia berubah, semua orang yang ada disana terkejut melihat perubahan Mingyu. Sementara itu Seokmin tidak menyadari perubahan Mingyu.
"Aku begitu lembut padamu. Aku sangat mencintaimu." Ucap Seokmin sambil menangis frustasi. Kemudian ia meraih Wonwoo.
Mingyu sudah sepenuhnya berubah menjadi manusia serigala. Ia langsung menggeram keras lalu melompat menerjang ke arah Seokmin. Lompatan Mingyu sangat tinggi dan juga cepat. Seokmin mengambil senjatanya lalu mulai menembaki Mingyu. Perwira dan juga penjaga lain yang memegang senjata langsung ikut menembaki Mingyu.
Mingyu tidak terpengaruh sekali terhadap tembakan tersebut. Tubuhnya kebal dari peluru-peluru itu. Mingyu langsung menerkam Seokmin. Ia menggigit bahkan mengoyak leher Seokmin dengan membabi buta. Seokmin berteriak kesakitan. Semua orang terdiam termasuk Wonwoo.
Mingyu terus menyerang Seokmin hingga akhirnya suara Seokmin melemah. Perlahan tatapannya kosong. Seokmin mati ditangan Mingyu. Menyadari Seokmin tidak bergerak lagi, Mingyu langsung melepaskan Seokmin. Ia masih menggeram keras. Mingyu menoleh ke arah Wonwoo yang tengah menatapnya dengan pandangan sedih, takut, tak percaya dan juga menyesal. Ia kemudian menatap ke sekelilingnya yang juga melihatnya dengan takut.
"Mingyu tenanglah dan mendekat padaku." Ucap profesor Hong lembut sambil mengulurkan tangannya.
Mingyu nampak sangat ketakutan. Ia takut jika nanti akan dikurung lagi dan juga dipisahkan dari Wonwoo. Ia langsung menggendong Wonwoo dan melarikannya ke hutan.
"Kejar dan tembak dia!" Perintah perwira.
Mingyu terus berlari membawa Wonwoo. Wonwoo langsung memeluk leher Mingyu dengan erat sambil menangis tersedu. Mingyu menyandarkan Wonwoo ke sebuah batu yang besar. Mingyu kembali berubah menjadi manusia biasa. Dengan lembut Mingyu membersihkan noda darah di sudut bibir Wonwoo.
Wonwoo melihat kaki Mingyu yang terluka. Perlahan tangan Wonwoo meraih kaki MIngyu kemudian membalut luka tersebut.
"Mingyu.. apa kau benar-benar monster? Benarkah? Sebenarnya kau ini apa? Tidak apa-apa hiks aku tidak peduli. Tidak apa-apa walaupun.. kau seorang.. monster." Wonwoo pingsan di dalam pelukan Mingyu. Mingyu langsung membaringkan Wonwoo di tanah lalu menutupnya dengan daun agar tetap hangat. Mingyu sendiri berjaga di samping Wonwoo.
Suara tembakan langsung membangunkan Wonwoo. Ia juga mendengar suara ibunya memanggil. Wonwoo menoleh dan mendapati Mingyu di sampingnya. Wonwoo langsung menyuruh Mingyu untuk bersembunyi.
"Cepat sembunyi. Aku akan menemui mereka dan mengatakan kalau kau sudah melarikan diri." Ucap Wonwoo panik.
"Pergilah bodoh. Jika kau tertangkap, kau akan mati. Aku tidak bisa bersamamu sekarang." Ucap Wonwoo sambil menangis.
Mingyu masih nampak bingung. Ia berjalan mendekati Wonwoo. Wonwoo terus berusaha menguatkan hatinya sendiri.
"Pergilah!."
"Pergi! Aku membencimu! Jadi pergilah!"
Mingyu tertegun mendengar hal tersebut. Perlahan Mingyu mengulurkan tangannya. Ia hendak mengelus kepala Wonwoo. Tapi Wonwoo langsung menepisnya.
"Lepaskan aku!"
Mingyu menundukkan kepalanya. Ia berharap Wonwoo akan mengelus kepalanya. Wonwoo memukuli Mingyu sambil menangis.
"Pergi! Pergi bodoh." Ucap Wonwoo sambil terus memukuli Mingyu. Tanpa sadar ia menampar Mingyu. Mingyu hanya menatap bingung, sedangkan Wonwoo merasa bersalah. Wonwoo kembali menangis bahkan sampai tersedu-sedu. Ia menyesal karena telah menyakiti Mingyu.
"Maaf… maafkan aku Mingyu-ya. Ini semua untuk kebaikanmu." Mingyu hendak mendekati Wonwoo lagi namun Wonwoo langsung mencegahnya.
"Jangan mendekat! Jangan mendekat! Aku akan pergi! Pergi dan jangan mendekat!" Wonwoo berteriak sekuat tenaga.
"Ja…ngan… pergi Won..Woo." ucap Mingyu terbata. Mendengar itu tangis Wonwoo semakin keras. Wonwoo lah yang mengajari Mingyu berbicara dan kata pertama yang Mingyu keluarkan adalah memintanya untuk jangan pergi.
Mingyu bergerak hendak mendekati Wonwoo lagi. Namun Wonwoo sudah memantapkan hatinya dan bertekad. Ia menyuruh Mingyu untuk pergi dan melemparkan batu ke arah batu tepat mengenai wajah Mingyu hingga menimbulkan goresan dan darah segar mengalir. Mingyu kaget mendapat perlakuan seperti itu dari Wonwoo.
Wonwoo kemudian berjalan meninggalkan Mingyu. Ia menangis tersedu dan sesekali berbalik untuk melihat Mingyu. Wonwoo terus meminta Mingyu untuk tidak mendekatinya. Melihat Wonwoo yang berjalan meninggalkannya, air mata mengalir di pipi Mingyu. Namun ia menurut dan tidak mengejar Wonwoo.
~000~
Wonwoo berlari ke arah rombongan yang mencarinya. Ibu Wonwoo langsung memeluk anaknya dan ikut menangis.
"Bagaimana keadaanmu?" tanya profesor Hong lembut.
"Dimana dia?" tanya perwira.
"Aku tidak tahu." Jawab Wonwoo lirih.
"Jangan berbohong. Katakan yang sebenarnya." Perwira nampak tidak percaya dengan ucapan Wonwoo.
"Berhentilah bertanya. Kau tidak lihat keadaan anakku sekarang?" ucap ibu Wonwoo.
Wonwoo menunduk menatap tangannya. Tangan Wonwoo masih memerah karena tadi ia menampar Mingyu dengan keras. Dan juga ia sudah melempari Mingyu dengan batu. Wonwoo kembali menangis dalam diam. Ia sangat menyesal namun ini juga adalah demi kebaikan Mingyu.
Profesor Hong berjalan mendekati perwira. Ia kemudian bertanya apa yang akan perwira lakukan. Ia mengatakan kalau mereka kembali melakukan pencarian ke daerah yang lebih luas, maka rahasia ini akan sangat sulit untuk dijaga. Bukankah tujuan mereka sebenarnya adalah untuk menjaga rahasia? Perwira akhirnya memutuskan untuk pergi dan tidak melanjutkan pencarian. Mereka semua pergi dari rumah ibu Wonwoo. Kemudian perwira mendekati Wonwoo dan mengatakan jika kejadian ini terulang lagi perwira meminta Wonwoo untuk melaporkannya.
"Kami juga akan pindah dari rumah ini." Jawab Wonwoo.
~000~
Wonwoo dan keluarganya mulai berkemas, mereka semua akan pindah. Boo Hyuk tidak sengaja menemukan pakaian lama Mingyu saat ia pertama kali ditemukan. Ibu Wonwoo menarik napas panjang. Ia sudah berjanji akan membelikan Mingyu pakaian baru, namun hal tersebut belum terwujud.
Wonwoo menulis sebuah surat untuk Mingyu. Ia meninggalkan surat tersebut di gudang tempat Mingyu di kurung. Wonwoo tidak bisa menahan tangisnya saat ia mulai berjalan meninggalkan kamar itu. Meninggalkan rumah tersebut. Dan juga meninggalkan Mingyu.
TBC
Lama tidak update, maafkan saya dan kesibukan saya. Sebenarnya sih cuma sibuk di line sama instagram. Tapi entahlah saya benar-benar dalam mode unmood untuk buka laptop apalagi ngetik. Ditambah lagi keyboard laptop saya bermasalah. Tombol backspace sama enter gak bisa ditekan. Padahal itu tombol yang paling penting.
Walaupun telat saya tetap mau ngucapin selamat kepada seventeen yang berhasil menang di satu acara musik. Benar-benar terharu lihat member yang udah kerja keras dan mereka bisa dapat penghargaan. Walaupun baru satu tapi udah cukuplah buat pemula. Saya berharap popularitas mereka berjalan perlahan namun bisa bertahan.
Tiap hari dibuat dag dig dug mulu ya ama member seventeen. Dimulai dari foto Mingyu yang hot sekali, lalu ada foto Jun bareng Heechul, terus ada fancam Junghan yang keliatan banget kalo dia kelelahan. Saya harap mereka dapat istirahat yang cukup kedepannya.
Jangan lupa review ya. Saya sangat mengharapkan kritik dan saran kalian terutama dalam hal penulisan. Karena saya benar-benar pemula dalam dunia per-ff-an. SALAM MEANIE!
