Sasuke masih setia memandangi wajah ibu nya yang terbaring Koma, sungguh ini di luar prediksi nya, maksud hati ingin menyingkir kan Ibu nya dari masalah yang ada di Klan Uchiha tapi malah kemalangan yang di alami Mikoto.

Sasuke masih ingat dengan jelas saat Ibu nya berkata bahwa ada yang mengikuti mobil nya dari belakang, di saat itu juga Sasuke merasa gagal melindungi ibu nya.

Dengan lembut sang Uchiha bungsu membelai wajah ibu nya yg penuh luka, setitik air mata lolos dari mata sang Uchiha

"Bertahan lah kaa-san" ujar Sasuke seraya mengecup sang Ibu

Tok,tok,

"Permisi Uchiha san, saat nya pemberian obat untuk Nyonya Mikoto" ujar Kiba

"Hn"

Sasuke segera pergi meninggalkan ruang rawat ibu nya, saat di depan pintu, Sasuke tidak lupa mengatakan kepada dua orang penjaga disana untuk tetap mengawasi orang yang keluar masuk ke kamar Ibu nya.

Saat ini seperti nya segelas kopi akan menenangkan pikiran nya. Sasuke duduk di salah satu kursi di kantin rumah sakit, pemikiran nya sangat lelah saat ini.

Drrt.. Drrt..Drrt

"Hallo Itachi"

"Sasuke malam ini adalah pesta pertunangan Sai, jangan lupa datang" balas Itachi

"Hn"

"Bagaimana Ibu"

"Belum sadar"

Mereka pun sama-sama terdiam, tapi berbeda kondisi, kalau Sasuke terdiam menahan Emosi, beda dengan Itachi yang menerawang sedih.

"Ku tutup telpon nya Sasuke" ujar Itachi

"Hn"

Sekarang kesunyian menyelimuti Sasuke, dia memejamkan mata berharap sedikit rasa lelah nya berkurang.

Disaat Hinata kembali ke kantin untuk membeli minuman dingin, disaat itu lah dia melihat Uchiha Sasuke duduk seorang diri.

"Mungkin ini saat nya mengembalikan cek itu" ucap Hinata

Dengan cepat Hinata membuka dompet dan mengeluarkan selembar cek yang selama ini di simpan nya.

Langkah pelan Hinata akhir nya sampai di depan sang Uchiha dengan sedikit gugup Hinata memanggil Sasuke

"Pe-permisi tu-tuan"

Sasuke segera membuka mata dan membenahi posisi duduk nya.

"Apa" jawab nya dengan judes

"An-no begini tuan, apa tuan ingat dengan saya" tanya Hinata

Sasuke tidak menjawab pertanyaan Hinata, namun hanya memandang, mencoba mencari ingatan tentang gadis yang ada di depan nya saat ini.

"Seperti nya kau lupa tuan, aku sebulan yang lalu pernah menolong mu dan kau meninggalkan ini di meja ruang tamu ku" Hinata dengan pelan menyodorkan cek di meja Sasuke

Seketika Sasuke ingat di saat dia dikejar oleh orang-orang suruhan Fugaku ayah nya, dia terluka dan ada seorang gadis yang menolong nya, membawa nya kerumah yang sangat nyaman menurut Sasuke, dan baru kali itu dia bisa tertidur sangat nyenyak. Maka sebagai ganti nya dia meninggalkan cek untuk gadis itu.

"Tu-tuan" tegur Hinata

"Untuk mu saja" balas Sasuke dengan acuh ny

"Ta-tapi mana boleh begitu"

"Kenapa" dengan siniz Sasuke bertanya "Apa aku terlihat miskin di mata mu" lanjut nya lagi

"Ti-tidak tuan" Hinata hanya menunduk tidak berani menatap Sasuke yang terlihat kesal

"Ambil dan pergi"

"Ta-tapi tuan.." perkataan Hinata terpotong oleh Sasuke yang pergi menjauh.

xXXx

Malam ini Hinata tidak tidur di rumah sakit karena dia harus mempersiapkan diri ikut dengan Kakashi, pukul lima sore Hinata telah sampai di apartemen nya.

Sebelum pergi dari ruangan Kakashi tadi siang Hinata diberi sebuah kotak yang berisi gaun oleh senpai nya itu, beserta kalimat "gunakan ini untuk nanti malam".

Hinata kaget dengan gaun yang di berikan Kakashi, sebuah blackless dress yang siap menampilkan punggung mulus Hinata malam ini.

Melihat pantulan cermin di depan nya mendadak wajah Hinata memerah, bukan karena marah tapi karena malu melihat dandan nya yang sangat seksi, apa manager nya itu sangat mesum pikir Hinata.

Pukul tujuh tepat Kakashi datang menjemput nya di apartement.

"Selamat malam Hinata chan" sapa Kakashi

"Selamat malam senpai"

"Ayo berangkat"

Kakashi menjelaskan kalau ini adalah pesta pertunangan teman nya Uchiha Sai dan kekasih nya Yamanaka Ino, saat menerima undangan itu Kakashi bingung karena tidak ada patner yang akan di ajak nya, bagai di saat yang tepat dia bertemu Hinata maka dari itu dia mengajak Hinata.

"Ayo turun" kata Kakashi membukakan pintu untuk Hinata

Hinata segera menggandeng tangan Kakashi di saat pria itu memberikan kode tangan kepada nya.

Di saat memasuki ballroom Hinata baru merasa gugup, Hinata pikir pesta nya tidak akan semeriah ini tapi nyata nya ini pesta kalangan orang atas.

"Se-senpai" cicit Hinata

"Hmm.."

"Kau tidak bilang pesta nya akan seramai ini, aku jadi malu" cicit nya lagi, tapi beda nya sekarang pegangan Hinata lebih kuat di tangan Kakashi

"Tenang saja, aku tidak akan meninggalkan mu"

Mereka memasuki ballroom acara itu dengan santai, setelah beberapa menit Kakashi mulai bertemu dengan teman-teman nya, Hinata pun di kenalkan Kakashi kepada mereka, dan di saat mereka berbincang itu lah mata Hinata tidak sengaja bertatap mata dengan Sasuke.

Seolah terpaku melihat Sasuke dengan pakaian rapi Hinata terus memandang Sasuke.

"Hinata.."

"Ah ya senpai"

"Mau berdansa" tanya kakashi

" Tentu" dengan lembut Hinata menerima uluran tangan Kakashi

Hinata dan Kakashi memulai dansa mereka, tidak sedikit orang yang menatap mereka seolah berpikir mereka pasangan yang serasi

"Mereka menatap mu"

"Senpai" cicit Hinata menahan malu

Hinata menempel kan kepala nya di dada Kakashi berusaha menutupi wajah nya yang memerah.

Kakashi pun hanya tertawa melihat kohai nya yang sedang tersipu malu.

Bagi sebagian orang pemandangan Kakashi dan Hinata sangat romantis, tapi tidak bagi seorang Uchiha Sasuke dia terlihat sedikit muak dan kesal melihat adegan yang di sajikan Kakashi dan Hinata.

Dengan langkah tegak dan angkuh nya Sasuke berjalan menuju tengah ballroom, mendekati Kakashi dan Hinata

"Bolehkah" dengan tangan terulur Sasuke meminta pada Kakashi untuk berdansa dengan Hinata.

Sebelum menyerahkan tangan Hinata, Kakashi sempat berbisik dengan pelan "jangan gugup"

"Tentu, silahkan" ujar Kakashi

"Sen-pai" protes Hinata

Belum sempat melanjut kan kini tangan Hinata sudah berpindah di genggaman Sasuke.

"Kau terlihat berbeda"

"Ah iya" sahut Hinata

Tinggi Hinata hanya sebatas bahu Sasuke, sedikit saja Hinata mendongak maka dia akan melihat rahang kokoh dan tegas milik Uchiha Sasuke.

Di saat lagu hampir berakhir Sasuke sedikit menundukan kepala nya.

"Terimakasih dan.." Sasuke sedikit menggigit cuping telinga Hinata "Kau seksi"

Bersamaan dengan lagu habis Sasuke melepaskan pelukan nya di tubuh Hinata dan pergi. Sedangkan Hinata segera berlari menuju Kakashi.

"Sudah selesai Hinata-chan" tanya Kakashi

"Sudah senpai" sahut Hinata

"Eh kenapa wajah mu memerah seperti itu, apa kau demam" Kakashi segera meletak kan tangan nya di kepala Hinata

"Tidak panas" ujar nya heran

"Aku tidak apa-apa senpai"

"Sebentar lagi acara tukar cincinya, setelah itu kita bisa pulang"

Hinata hanya mengangguk pasrah berharap acara ini cepat berakhir dan pulang dengan selamat.

Riuh tepuk tangan mengiringi bertukar nya cincin anatar Sai dan Ino, Hinata mendesah cukup lega karena sebentar lagi akan kembali ke apartemen kesayangan nya.

Namun seperti nya takdir berbicara di saat Kakashi kembali setelah memberi selamat pada Uchiha Sai. Lelaki itu berkata tak bisa mengantarkan Hinata pulang karena teman-teman nya meminta.

"Sekali lagi maaf ya Hinata chan" ujar Kakashi sedikit tidak enak

"Tidak apa-apa senpai"

"Baiklah ku antar sampai depan.."

"Tidak perlu senpai, aku bisa kedepan sendiri, mungkin taksi nya sudah datang" ujar Hinata

"Baiklah, telpon aku kalau sudah sampai, sekali lagi maaf ya Hinata chan

xXxXxXx

Hinata bangun setelah mendengar alarm nya ber bunyi, sebenar nya Hinata tidak benar-benar tidur tadi malam, jadi lah sekarang lingkaran hitam di bawah mata Hinata nampak tebal. Ini semua gara-gara lelaki itu

Flashback on

Di saat Hinata sedang menunggu taksi tiba-tiba sebuah rangerover hitam stop di depan nya.

Uchiha Sasuke dengan arogan nya menyuruh Hinata masuk, namun karena Hinata sempat terbayang kejadian saat berdansa tadi, dengan sopan Hinata menolak dan berkata sudah memesan taksi.

Tapi rupa nya Uchiha Sasuke bukan orang yang tampang menyerah, denga cepat dia turun dari mobil dan menyeret Hinata, walaupun Hinata sudah berontak tetap saja Hinata akhir nya duduk di kursi penumpang.

"Diam dan jangan macam-macam" ancam Sasuke.

Di saat sudah sampai di depan apartemen, Hinata di kejutkan lagi oleh ucapan Sasuke yang ingin menginap di apartemen nya.

Awal nya Hinata menolak namun Sasuke mengacam nya kalo dia tidak boleh menginap maka Hinata juga tidak bisa keluar dari mobil nya. Maka dengan berat Hati Hinata mengizinkan Sasuke bermalam.

Flashback off

Hinata berharap saat dia keluar dari kamar lelaki itu sudah tidak ada, tapi kenyataan nya dia malah melihata sosok malaikat jatuh di atas sofa nya.

Uchiha Sasuke hanya tidur mengenakan celana panjang nya, dada nya di biarkan terbuka begitu menampilkan lekuk-lekuk otot yang indah. Sejenak Hinata terpaku pada keindahan yang tersajikan.

Dengan cepat Hinata menuju dapur saat di kira nya Lelaki itu akan bangun.

Tbc

Edisi Libur

Salam hangat Himiko .. koment terus ya kalo ada kekurangan nya.. supaya aku bisa memperbaiki lagi