My husband is the devil 4
Luhan
Sehun
author : bli baekhyun
author terinspirasi dari anime kuroshitsuji :D
summary : luhan tidak tau bahwa suaminya adalah seorang iblis, yang menyamar menjadi manusia, dan perlahan menghisap nyawa luhan, hingga kekuatannya abadi dan dapat membangkitkan lagi kerajaannya. Namun apa jadinya jika dia malah terjebak dengan menikahi luhan dan membuatnya hamil.
HAPPY READING
Kris tengah menyesap minumannya dengan tenang
sesekali ia melirik ke arah sang istri, yang tengah tertidur pulas. Tampak banyak memar di tangan dan wajah sang istri karena perlakuan kasarnya
Kris tengah memikirkan bagaimana cara menemukan sehun dan sehyun. Tujuannya agar keturunan dari bangsa froz musnah.
Kris juga telah mengirimkan seorang mata mata untuk mencari keberadaan sehun. Namun sampai sekarang, mata mata yang dia kirim belum juga memberikannya kabar
"kau bahkan belum memberikanku kabar. Cih ! dasar tidak berguna" umpat kris sambil tersenyum sinis mengerikan
Kris melangkahkan kakinya menuju ranjangnya
Selanjutnya , kris ikut merebahkan tubuhnya disamping sang istri
Memeluk pinggang sang istri. Sangat erat
"tao-ya, maafkan aku. entah kenapa setiap kali aku marah, aku tidak bisa mengontrol emosiku. Maafkan aku sayang" kris sering kali memukul istrinya , tao, ketika dia sedang marah , ia akan menemui tao dan memukulnya tanpa ampun, setelah melihat istrinya tak berdaya, kris akan kembali menyesal dengan apa yang dilakukannya
Flashback on
Kris tengah melatih pedangnya di halaman istana nafoz bersama pengawal pengawalnya
"yang mulia" salah satu pengawal setianya namjoon menghampiri kris yang tengah istirahat sambil memegang pedangnya
"ada apa ?" tanya kris sambil menatap namjoon
"yang mulia, mata mata yang anda kirimkan, beliau melepaskan tanda nafoz dari tubuhnya. Sehingga kami sulit menemukannya" jelas namjoon pada kris yang tengah menatap namjoon kaget
"kurang ajar" geram kris. Tanpa banyak menunggu, kris melangkah menuju istananya dengan langkah tegas menyiratkan kemarahan yang luar biasa
Para pelayan tidak ada yang berani menyapa kris ataupun menatapnya Tatapan matanya seolah membunuh siapa saja yang berani menatapnya
"BRAKK!" kris membuka kamarnya dan tao dengan kasar
"yang mulia" lirih tao. Wajahnya menyiratkan ketakutan , dia tau kris sedang tidak dalam keadaan baik baik saja
"sreett" kris menarik tao lalu menghempaskan tangannya dengan kasar hingga punggung tao membentur tembok yang keras
"bangunn!" teriak kris
Tao yang ketakutan segera bangun . punggungnya sangat sakit. Dia yakin punggungnya akan kembali memar
"hiks.. yang mulia sadarrhhh.." belum sempat tao melanjutkan ucapannya. Kris mencekik lehernya kuat, membuatnya sulit bernafas
"kau tau hah ?!. mata mata bodoh itu. Berani beraninya melepas tanda nafoz dari tubuhnya apa dia mau mati hah!" teriak kris di depan wajah tao yang tengah kesulitan baernafas akibat ulah kris
"plak!" kris yang sudah gelap mata memukul tao hingga tidak berdaya. Memukulnya dengan cambuk, apa saja yang ada di sekitarnya untuk melampiaskan emosinya
Tao pingsan dengan luka parah ditubuhnya. Ini yang paling parah dari siksaan kris sebelumya
Tak berapa lama kris mulai mengatur nafasnya yang tersengal
"arrgghhh" kris kembali menangis. Menyesal dengan tindakannya. Selalu seperti ini
Tanpa menunggu banyak waktu, kris menggendong tubuh tao menuju ranjangnya
"siapapun yang ada diluar. Panggilkan tabib!" seru kris kris sambil berusaha menempatkan tubuh tao di ranjang mereka
Dan begitulah. Kris akan kembali sadar jika sudah memberikan jejak pukulan dan siksaan lainnya di tubuh tao
Flashback off
000
"ini kamarmu mulai sekarang xi luhan. Aku harap kau betah, maaf menyuruhmu meninggalkan rumahmu yang dulu" ujar sehun sambil menyender di depan pintu kamar luhan
"ah tidak apa apa direktur" ujar luhan sambil tersenyum manis kearah sehun
'luhan jangan tersenyum kearahku. Kau mau membuatku mati karena serangan jantung eoh?' batin sehun . sehun bersumpah , senyum luhan sangat menarik hatinya. Entahlah sehun juga tidak tau apa yang dia pikirkan jika bersama dengan luhan
"baikalah.. istirahatlah" setelah itu sehun meninggalkan kamar luhan
Setelah kepergian sehun. Luhan menaruh pakaiannya kedalam lemari besar yang ada dikamarnya
"rumah presedir sangat besar. Tapi sayang sekali , penguninya hanya sedikit"
.
.
Sementara itu, setelah keluar dari kamar luhan, sehun langsung menuju kamar sehyun untuk memastikan, apakah adiknya sudah tidur atau belum
"ckelek"
Senyum mengembang diwajah sehun saat melihat sang adik tengah tertidur pulasnya
Tanpa sepengetahuan sehyun, sehun perlahan lahan melepaskan tanda froz dari tubuh sang adik. kenapa perlahan lahan ? jika tanda itu dilepaskan dengan paksa. Maka sakit yang luar biasa akan dirasakan oleh adiknya , jiwanya seakan ikut tercabut, seiring menghilangnya tanda froz dari tubuh sehyun,dan sehun tidak mau melihat sehyun kesakitan , lagi. Tidak akan pernah. terakhir kali ritual pencabutan tanda froz dari tubuh sang adik sudah berakhir 5 tahun yang lalu. Tanda froz dapat kembali jika sang pemilik tanda melakukan ritual penyatuan badan terhadap pasangannya .dan tanda froz hanya bisa dicabut satu kali saja. bagaimana dengan chanyeol ? tentu saja tandanya sudah kembali. Maka dari itu chanyeol harus berhati hati.
.
.
Keeseokan harinya luhan terbangun karena bermimpi dikejar setan
"aiss mimpi buruk macam apa itu ? bahkan aku jarang menonton film horor akhir akhir ini" gerutunya sambil melangkahkan kakinya menuju dapur. Namun saat kakinya menuruni anak tangga terakhir, luhan melihat sesosok gadis yang tengah membuka kulkas.
Dengan segenap keberaniannya, luhan mendekati gadis itu yang sepertinya tengah kesulitan "hai.. apa yang kau lakukan disini ?" sontak gadis itu berbalik
"kamu siapa ?" tanya gadis itu pada luhan . luhan mematung melihat gadis itu sumpah !.
Gadis ini begitu mirip dengan direktur, aku seperti melihat bayangan direkturpada gadis ini. Itulah yang dipikirkan oleh luhan
"aku xi luhan,oh iya kau mirip sekali dengan direktur oh" ujar luhan sambil menatap lekat sosok sehyun didepannya
"aku sehyun , apa kau teman sehun oppa?" tanya sehyun sambil meraba wajah luhan mulai dari mata, hidung lalu pipinya
"lebih tepatnya, aku ini aisstaint pribadi direktur,aku tinggal disini mulai sekarang, entahlah.. direktur menyuruhku untuk tinggal disini. ah iya tadi kau mau cari apa ? biar aku bantu ?" luhan tau bahwa sehyun tidak bisa melihat dari tatapan mata sehyun
"aku hanya ingin minum. Tiba tiba saja aku haus tumben sekali aku bangun jam segini " ujar sehyun lagi
"sebentar ya biar aku ambilkan minuman untukmu " luhan mengambil air mineral dari dalam kulkas lalu menuangkannya kedalam gelas kaca yang dibawa oleh sehyun sebelumnya
"ini.. minumlah" sehyun langsung meminum air yang diberikan luhan
"hmm luhan-ssi, bisa antarkan aku ke kamarku ?"
"tentu saja . kajja" luhan menggenggam tangan sehyun , membimbing sehyun menaiki tangga satu persatu dan membawa sehyun menuju kamarnya , tentu saja sehyun memberi tahu luhan dimana letak kamarnya
.
.
Luhan tengah mengerjakan pekerjaannya yang sempat tertunda kemarin . tangan mungilnya dengan cekatan bergerak lincah diatas keyboard hitam miliknya
"aahhhh" luhan mengistirahatkan sejenak tubuhnya, sesekali memijat punggungnya yang terasa pegal
Luhan melihat kesemping tempat duduknya. Kristal tengah berdandan tanpa menyentuh pekerjaannya sedikitpun
'cih mau mekeup seperti apa sih dia ? dasar nenenk lampir" gerutu luhan dalam hatinya
Sejak dari awal datang memang krystal hanya duduk manis dan memoles wajahnya dengan makeup, yang entah apa namnya
Luhan berdiri dari duduknya , lalu mengambil beberapa file di berikann kepada sehun untuk ditanda tangani
"mau kemana kau" tiba tiba suara krystal menghentikan langkahnya
"ke ruangan direktur tentu saja, aku ingin memberikan hasil kinerjaku yang bagus padanya, bukankah direktur sangat menyukai pegawai yang rajin, dan sangat membenci pegawai yang malas. Baiklah krystal-ssi aku pergi dulu.. eh itu lipstick mu belepotan" lanjut luhan cekikikan.
Wajah krystal merah padam mendengar sindiran luhan .
'awas kau xiluhan, aku buat kau dipecat oleh direktur, kau salah jika mau main main denganku' ujar krystal dalam hati
...
"permisi direkh..akhhhh" saat membuka pintu ruangan sehun, sakit didada kiri luhan menyerang lagi.
Sehun yang tengah membaca beberapa file menoleh kearah pintu
"luhan !" sehun yang menyadari luhan tengah kesakitan segera membantunya duduk di sofa
"akkhh direktur sakithh" luhan terus menekan dadanya bermaksud mengurangi rasa sakitnya. Kepalanya tiba tiba terasa sakit. Seperti mau mati.
Keringat dingin mulai membanjiri pelipis luhan
Sehun hanya diam melihat luhan, bola mata sehun berubah menjadi merah
"aakkhh !" luhan semakin menjerit dan berusaha meredam suaranya rasa sakitnya seakan akan semakin bertambah seiring cengkraman tangan luhan di dadanya
Lama lama sehun tidak tega melihat luhan kesekitan. Hatinya merasa sakit ketika mendengar suara kesakitan luhan
"cup" sehun tanpa diduga mencium luhan ,memeluk pinggang ramping luhan menempelkan bibir tipisnya ke bibir luhan
Sehun meresapi ciumannya dengan luhan, menghisapnya sedikit , luhan yang kaget dengan ciuman sehun yg tiba tiba ,luhan membelalakkan matanya . jantungnya seakan mau keluar dari tempatnya
ciuman sehun seolah seperti obat tidur. Dalam waktu kurang dari 1 menit tubuh luhan melemas hingga membuat mata rusa milik luhan terpejam dalam pelukan sehun
Sehun membaringkan tubuh luhan di sofa panjang miliknya
Mata tajamnya terus menatap luhan dari ujung kaki hingga wajahnya
Sehunlah penyebab kesakitan luhan, ini baru awal dari penderitaan luhan
Sungguh, sehun bahkan tidak tega melihat luhan kesakitan seperti ini. Hatinya seakan ikut menangis melihat luhan
"maafkan aku luhan, aku memang egois , menghisap nyawamu perlahan lahan .sungguh aku namja yang paling kejam didunia ini" lirihnya
Sehun mendudukkan dirinya di sofa sebelah luhan
Apa boleh buat , ini demi kerajaannya. Membangun kerajaannya kembali dengan mengorbankan luhan
Dia tidak mengerti , mengapa hatinya seolah olah menolak menjadikan luhan sebagai tumbal untuk kerajaanny dan juga balas dendam kepada kris tentunya
Padahal semuanya biasa saja hingga luhan mulai datang ke kehidupan sehun
...
Krystal menggerutu sebal karena sehun tadi menyuruhnya mengerjakan sisa file yang ada di meja luhan.
"cih .. dasar penjilat, tidak mungkin dia sakit. Aku yakin dia hanya pura pura sakit di depan direktur" krystal menahan amarahnya ketika memergoki luhan tengah tertidur di sofa ruangan sehun karena luhan lama tidak kembali keruangannya.
'cepat atau lambat, kau akan kubuat keluar dari kantor ini dengan tidak hormat' krystal tersenyum sinis sambil membayangkan wajah luhan
"andwaee ! jethpel nda mau . jethpel mau appa" teriak seorang anak laki laki dari bawah kolong meja makan"
"ayolah sayang. Appa sedang bekerja" baekhyun sangat lelah seharian ini, jesper menolak makan karena chanyeol tidak datang di acara penerimaan raport di sekolah playgrupnya tadi pagi. Alhasil jesper marah kepada baekhyun
"hiks.. daddy thama mommy jahat. padahal deddy thudah janji mau datang hiks.. Jethpel benci mommy thama deddy" teriaknya jesper sambil berlari kekamarnya
Baekyun mengejar anaknya naik menuju tangga
"kajja kita menyusul daddy sekarang ya ? baby jangan menangis lagi" dan benar saja jesper segera bangkit dari ranjangnya dengan wajah yang berbinar dan senyum yang mengembang di wajah manisnya
"omawo mommy ?" jesper tersenyum kearah baekhyun yang dibalas anggukan oleh baekhyun
Senang rasanya melihat anak sulungnya bisa tersenyum, walaupun dia tau akan terasa sangat berat jika anaknya benar benar kekurangan kasih sayang seorang ayah. Dia tidak pernah merasa menyesal menikah dengan dengan chanyeol, ah ralat. Bahkan mereka belum menikah, miris memang mengingat mereka sudah punya anak tapi belum terikat oleh pernikahan
'kau kuat byun baekhyun, bahkan kau sudah berjanji pada dirimu sendiri jika kau akan kuat. Apapun yang terjadi' batinnya
Baekhyun menggantikan baju jesper dengan baju kaos bergambar superman dan celana jeans khas anak kecil seusianya
.
"ehh" luhan mengernyitkan dahinya karena menyadari jika dia tengah berada di ruangan sehun, dan juga 'kemeja ? apakah ini milik direktur ?' pikir luhan
Luhan memandangi sekelilingnya
Sehun tidak ada
Luhanpun memutuskan keluar dari ruangan sehun . dan sedikit merenggangkan ototnya yang kaku
Terakhir ia sadar "ya tuhan !" luhan baru ingat bahwa dia sebelumya dicium oleh sehun "ahh ottokhae ?" luhan menggigit jari telunjuknya. Ia takut karena merasa lancang. Padahal bukan dia yang mencium sehun tapi dia yang dicium oleh sehun
"hyuunnggg" seorang anak berlari ke arah luhan
Awalnya luhan tidak begitu mengenal siapa anak kecil yang tengah berlari kearahnya. Namun semakin dekat jarak anak itu semakin pamiliar
'jesper ?' batin luhan
Lalu terlihat seorang namja mungil yang tengah berlari dibelakang jesper dengan keadaan sedikit berantakan dan wajah yang kelelahan
"happp" luhan menangkap jesper dan membawa jesper kedalam gendongannya
"annyeonghaseo" ucap luhan kepada baekhyun yang kini tengah berada didepannya dengan keadaan yang terengah engah
"ah ne annyeonghaseo. Maafkan anakku tuan, dia lancang" ujar baekhyun sambil menarik halus jesper dari gendongan luhan
"ah tidak apa apa. Aku mengenalnya, jesper anak yang pintar. Ah namaku luhan. Namamu siapa ?"
"aku byun baekhyun. Panggil saja baekhyun, luhan-ssi. Maafkan anakku"ucap baekhyun yang sedikit merasa tidak enak pada luhan
"tidak baekhyun, aku sudah menganggap jesper sepert anakku sendiri..." ujarnya sambil menatap jesper dalam gendongan baekhyun "kalian mau menemui wakil direktur park ?" tanya luhan sambil mencubit pelan pipi jesper
"iya luhan, dan ini pertama kalinya aku kemari. Jadi.. bisakah aku minta tolong, antarkan aku menemui chanyeol ?"
"tentu saja baekhyun. Ahh sini jesper biar aku saja yang membawanya. Kau tampak lelah" luhan membawa jesper kembali ke dalam gendongannya "ayo baekhyun ikuti aku" luhanpun mengantarkan luhan dan jesper keruangan chanyeol
Baekhyun melihat lihat dimana tempat suaminya bekerja
Senyum mengembang di wajahnya ketika mengingat bahwa chanyeol adalah orang penting di kantor ini
"nah ini ruangan direktur park. Masuk saja" luhan mengisyaratkan agar baekhyun masuk
"cklek" baekhyun melangkahkan kakinya masuk
Baru bebrapa langkah . hatinya seolah teriris oleh ribuan pedang, melihat chanyeol tengah memangku seorang wanita . dan parahnya chanyeol tidak menyadari kehadiran baekhyun
"park chanyeol !" teriak baekhyun
Chanyeol yang tengah memangku seorang wanita itu terkejut dengan kedatangan baekhyun ke kantornya . chanyeol segera menyingkirkan tubuh wanita itu dari pangkuannya
Wanita yang tadi dipangku oleh chanyeol segera pergi , karena tidak ingin diamuk oleh baekhyun
"baek.. baekhyun aku bisa jelaskan ini semua sayang" chanyeol berusaha menarik tangan baekhyun yang berniat pergi dari ruangan chanyeol
"hiks.. kau tega chanyeol. Bahkan aku sudah melepaskan semuanya hiks" baekhyun berusaha terus menarik tangannya dari genggaman chanyeol
Luhan yang melihat kejadian ini memilih pergi membawa jesper , kemana saja agar jesper tak melihat pertengkaran kedua orang tuanya
"baek.. maafkan aku . tapi aku mohon dengarkan penjelasanku" chanyeol terus saja menarik dan menggenggam tangan baekhyun dengan keras. Membuat tangannya ngilu dan pergelangan tangannya memerah
" apa lagi yang aku harus dengar darimu park chanyeol !? semuanya sudah jelas. Sejak kapan ? sejak kapan kau melakukan ini dibelakangku ?" tanya baekhyun yang sudah mulai tenang
"maafkan aku baek. Sungguh maafkan aku. Aku menyesal"
"jika aku tidak kesini. Kau tidak akan pernah menyesal. Iya kan ?. jawab aku , sudah berapa lama kau bermain dibelakangku park chanyeol"
"maaf baek.. ini kali ke 5 dia kesini"
TBC
Ini tbc dengan tidak elitnya :v
Wkwk.. ini sudah dilanjut pemirsah
Lanjut ? minta review , kritik dan saran diterima asal dengan bahasa yang sopan ya reders J
