Ini fic pertama saya. Jadi maaf banget kalo ini fic ancuur…
Boku wa Narukami Hiroki , yoroshiku…
Disclaimer :
Udah tau kan Vocaloid punya siapa? Yang jelas punya sa…#plak, maksudnya punya Crypton Future Media sama Yamaha Music International.
Warning :
Gaje, typo, OOC, OOT, abal, bahasa gak baku, humor garing serenyah T*ngo, Fail Romance, dan lain-lain.
blonde Love Story
By :Narukami Hiroki
KRREEENGG(?)
"Huahhh…" Len menguap sambil mematikan Weker nya yang berbentuk Pisang(?) dan keluar dari kamarnya yang penuh kulit pisang. Len agak males untuk bangun, maklumlah hari minggu gitu…
"Ahh… Ohayou Len!" Sapa Lenka yang selalu bangun pagi.
"Ohayou nee-chan!" Len membalas sapaan Lenka.
"Ayo, mandi dulu bia seger!" Suruh Lenka, yang disuruh pun cuma nurut.
"Haa! Aku lupa minta PJ sama nee-chan!" Len ngomong sendiri pas lagi mandi.
Sementara itu di ruang makan.
" 'Nee-chan udah berangkat duluan, Nee-chan udah bikinin Roti selai Pisang sama jus Pisang, Len makan aja sendiri. Nee-chan ada janji sama pencabut nyawa (?) di taman.'… Kurasa ini cukup." Lenka ngomong sendiri sambil nulis surat lalu ditaro di meja makan. Oh Lenka, gak sadarkah kamu kalau kau seperti sedang buat surat wasiat ke adikmu tercinta? #digamparLenka
"Nee-chan, minta PJ doo… Eh? Nee-chan kemana?" Tanya Len yang udah selesai mandi dan berpakaian. Len lalu ngeliat ada sepiring roti dan segelas jus pisang beserta surat wasiat dari Lenka. #digamparLenkalagi
.
Len lalu menyantap makanannya. Setelah menyantap makanannya, dia baru baca surat dari kakaknya sambil minum jus pisang. Begitu dia baca isinya jus pisangnya Len muncrat dari idung (?) dan mengambil sepeda Roda satu(?)-nya dan langsung melesat ke taman. Di perjalanan ke taman dia gak sadar kalo lagi diomongin kalo dia itu badut dadakan. #dilindesLen
Lalu saat dia melihat kakak-nya dia sadar bahwa sepeda roda satu tidak punya rem dan dia masih mengebut..
"Nee-chaaaan! Awaaaaas!" Teriak Len yang udah pasrah gara-gara rem blong. Lenka yang rada bolot itu pun bolotnya kambuh pas kayak gini bahkan gak sadar ada Len yang udah nubruk dia.
BRAAAAK!
.
.
.
"Le-Len?" Tanya Lenka dengan malu-malu.
"Nani?" Tanya Len yang belum ngebuka matanya.
"Bisa... Berdiri gak?" Kata Lenka. Len pun ngebuka matanya dan baru sadar dia dalem posisi yang ambigu banget sama kakaknya. Dan parahnya lagi, di sana sudah dikerubungi orang banyak, termasuk Rinto.
"Ri-Rinto-kun?" Tanya Lenka panik.
"Err, gua ganggu ya. Kalo gitu, gua permisi deh." Kata Rinto datar. Lenka pun ditinggal sendirian di sana.
"Ri-Rinto-kun, chotto matte!"Lenka manggil Rinto sambil ngejar Rinto.
"Terus tadi itu siapa?" Tanya Rinto datar.
"I-itu… adek laki-laki gua, Kagamine Len." Kata Lenka harap-harap cemas. Rinto pun ngambil hapenya dan nelpon seseorang. Tak lama kemudian Rin pun dateng.
"Doushitano, nii-san?" Tanya Rin.
"Udah! Ikut nii-san aja dulu!" Kata Rinto berbisik ke Rin.
"Err, Lenka-chan. Sepertinya kita buat double date aja ya hari ini!" Kata Rinto sambil ngirim tatapan penuh arti ke Lenka. Lenka cuma ngangguk sambil smirk. Len cuma ber-'heh'-ria. Gimana enggak? Orang tadi abis nubruk kakaknya sendiri, ketemu sama Rin, terus rencananya nee-chan-nya Len (yang dia baru tau kalo Lenka baru mau nge-date) yang langsung diubah jadi double date.
"Eh, eeeeeeh!" Kata Rin dan Len kompak sambil blushing.
"Tapi kita mendingan jangan di sini soalnya banyak yang ngeliatin." Kata Rinto.
"Terus dimana dong?" Tanya Lenka.
"Mendingan ke kebon pisang." Kata Len semangat.
"Mending ke kebon jeruk." Kata Rin yang sama semangatnya sama Len.
"Enak aja! Mending ke kebon pisang aja!" Kata Lenka ikut ikutan.
"Bukannya mendingan ke kebon jeruk ya?" Tanya Rinto ikutan sarap.
"Yang adil ke rumahnya Miku-chan sama Mikuo aja!" Kata Rin(Hiroki : "Ngapain jadi ke rumah negi-twins?").
"Yaudah… biar adil kita rumahnya Mikusama Mikuo aja!" Kata Len
SKIP TIME
"Mikuu-chan, Mikuoo!" Panggil Rin sambil ngetok pintu rumah negi-twins panik karena dari luar kedengeran suara berisik yang dahsyat.
"Ha'i!" Mikuo terlihat babak belur dengan bekas cambukan di tanganya.
"Gak kenapa-kenapa pengen aja, Terus lu kenapa sampe ada bekas cambukan?" Tanya Rin sok gak tau ada siapa yang sampe dateng hari Minggu cuma untuk nyiksa Mikuo.
"Liat aja ke dalem!" Kata Mikuo sambil nunjuk dalem rumahnya yang berantakkan karena diberantakkin sama para guru-guru laknat.
"Ohh… Pantesan lu sampe ada bekas cambuk tapi, Ngapain tiga guru yang lain? Tanya Rin heran melihat guru-nya yang suka sekali gangguin Mikuo.
"Kaito-sensei lagi nyolong es krim rasa negi, Meiko-sensei lagi nyolong duit buat beli sake, Gakupo- sensei lagi nyolong pedang negi yang sakti, dan Luka- sensei cuma nyiksa gua gak jelas apa alesannya." Jelas Mikuo santai. (Hiroki : "Hebat banget masih bisa santai padahal sekujur tubuhnya jadi kayak macan dikerokin (?)")
"Ayo masuk!" Ajak Mikuo kepada keempat tamunya itu.
"O-ojamashimasu." Empat bocah kuning itupun ngucapin salam dulu. Biar sopan… :D
"Luka-sensei kalo gak mau diem sama nyuruh yang lain diem entar di sekolah gua suruh cium Gakupo-sensei!" Ancam Mikuo yang langsung membuat Luka diem dan nyuruh yang lain diem juga, Kaito dan Meiko (Walaupun dia lagi mabok dia bisa langsung sadar dari maboknya kalo di teriakin sama Luka) udah diem tapi, Gakupo malah tambah ribut biar dicium sama Luka.
"Diem lu! Banci Taman Lawang!" Teriak Luka marah.
"H-Ha'i!" Kata Gakupo kaget.
"Karena ada banyak orang di sini, gimana kalo main Truth or Dare aja?" Tanya Meiko yang udah gak mabok karena diteriakki sama Luka.
"Tumben lu waras?" Gakupo ngejek
"Oke tapi ada kaya semacem pensil atau apalah yang bisa diputer?" Tanya Mikuo.
"Pake negi aja!" Kata Miku.
Lalu mereka ber-sepuluh duduk melingkar.
"Gua duluan yang muter ya?" Kata Meiko sambil muter negi…dan berhenti di…
T-B-C
