Sebelumnya san mau minta maaf atas ke'eror'an chap 3 kemaren, san juga gatau apa penyebabnya tapi chap itu baru bisa di baca setelah 2 hari san update, mianhae cingudeul… *depp bow* semoga chap 4 ini bisa memuaskan dan gaada ganguan lagi :)
Mari kita lestarikan ff yewook coeple ! :D
.
,
.
.
Tittle: The Guardian Devil
Rated: T
Genre: Horor, Romence
Author: Park Sansan
Cast: Kyuhyun, Ryeowook, Yesung and Other Cast
Pair: KyuWook, YeWook
Disclamer: Author udah nyadar kok, semua cast bukan milik Author, tapi ide cerita keseluruhan milik Author seutuhnya. Deal? :)
Warning : YAOI, OOC, typo(s) berserakan, abal-abal, alur berantakan, ide cerita pasaran!
Summary: "Aku selalu di sampingmu Chagiya, menjagamu dan menjadi matamu. Sampai kapan pun" –Kyuhyun-
Don't like? Don't read!
NO BASH OR FLAME
DON'T COPAS
RnR please.. :)
Happy reading cingudeul (˘.~)
.
.
.
.
Yesung menatap lekat ke arah Wookie tepatnya kearah sepasang manik caramel milik Wookie. Yesung semakin mendekatkan wajahnya, sebenarnya ia ingin memastikan sesuatu, kenapa manik indah itu tak pernah menatapnya, manik itu terus saja menerawang kosong tanpa tujuan.
Dari deru nafas Yesung, Wookie dapat merasakan kini jarak antara dia dan Yesung semakin dekat. Dia mengerutkan dahinya tak mengerti apa yang akan di lakukan Yesung.
"YA! Namja aneh! Apa yang akan kau lakukan pada WookieKU?" bentak Kyuhyun tepat di telinga Yesung dan Yesung langsung menjauhkan wajahnya, bukan karena ia mendengar bentakan Kyuhyun tadi tapi ia menyadari sesuatu yang janggal di kedua manik caramel itu.
"Wookie, ada apa dengan matamu?"
"Huh? Memang kenapa hyung?" tanya Wookie pura-pura tak mengerti, sebenarnya ia tahu kemana arah pembicaraan mereka ini.
"Kenapa kau tak pernah menatapku saat kita bicara, kau..?" kata Yesung menggantung seperti berat untuk melanjutkan kalimatnya. Takut jika ia salah menerka.
"Ne, seperti yang hyung pikirkan. Aku buta.." jawab Wookie datar.
"Mianhae, aku tak tahu.." kata Yesung penuh sesal karena mungkin telah menyinggung perasaan Wookie.
"Gwancana hyung.." ucap Wookie sambil tersenyum manis.
"Tapi, bagaimana bisa kau seperti namja normal? Hanya tatapanmu saja yang berbeda"
"Itu karena…"
"Karena?"
"Karena…. Aku mempunyai malaikat pelindung? Yah, mungkin seperti itu.." jawab Wookie sambil membayangkan wajah Kyuhyun, untuk pertama kalinya ia memanggilnya 'malaikat'. Dia sedikit terkikil geli membayangkan namja yang mempunyai sifat evil di sebutnya malaikat. Omo!
Ngomong-ngomong tentang Kyuhyun, entah sejak kapan kini Wookie tidak merasakan kehadirannya atau lebih tepatnya Wookie belum menyadarinya jika tidak ada lagi lengan yang merangkulnya posesif, tak ada lagi suara protes saat namja lain mendekatinya. Kemana dia?
"Huh? Memang ada ya yang seperti itu?"
"Mollayo, hehe.." kata Wookie cengengesan, entah kenapa ia begitu nyaman dengan namja yang duduk di sebelahnya ini, sampai-sampai ia belum juga menyadari ketidak hadiran Kyuhyun.
Ya, saat melihat Wookie dan Yesung asik bercengkramah, diam-diam Kyuhyun melepaskan rangkulannya dan berjalan menjauh dengan tetap menatap lekat pada mereka berdua. Meski ada rasa cemburu menyeruak dalam dirinya namun ia merasa tenang melihat kedekatan mereka.
'Mungkinkah dia orangnya?' gumamnya dalam hati, ia tak mau Wookie mendengarnya. Kini Kyuhyun tegah duduk di pinggir kolam tidak jauh dari mereka, dan terus menatap lekat pada dua namja yang duduk di bangku taman tepat di hadapannya yang kini hanya terpisah jarak sejauh 5 meter.
"Malam semakin larut Wookie-ah, apa kau tak ingin pulang?" tanya Yesung dan melirik arloji di tangannya, waktu sudah menunjukkan pukul 22:30.
"Aniya, aku masih ingin di sini hyung, tempat ini begitu menenangkan" Wookie memejamkan matanya , menikmati setiap hembusan angin malam yang menyapu wajah dan tubuh mungilnya.
"Ne, kau benar. Hhhhh~" Yesung menghela napas panjang dan menyamankan duduknya. Ikut memejamkan mata dan merasakan dingin angin malam.
Sejenak mereka terdiam sampai Yesung melirik ke arah Wookie yang kebetulan sedang menyilangkan kedua tangannya di dada guna sedikit mengusir rasa dingin. Terlebih lagi sekarang Woookie hanya memakai kemeja biru lengan panjang yang tebalnya tidak seberapa, Yesung segera melepaskan jaket merah maroon yang di pakainya.
"Ash~ kau tak kasihan pada tubuhmu sendiri eoh? Sudah menggigil seperti itu tapi masih belum mau pulang" kata Yesung sambil menutupi tubuh Wookie dengan jaketnya.
Wookie tersentak dan sedikit menegakkan duduknya yang tadi menyandar di bangku taman saat di rasakanya sebuah jaket menghangatkan tubuhnya. Dan itu membuat wajah mereka semakin dekat nyaris tanpa jarak, mengingat Yesung masih membenarkan letak jaketnya di tubuh Wookie.
Wookie tahu kini wajah Yesung hanya berjarak beberapa cm dari wajahnya saat di rasakannya hembusan nafas Yesung dengan sangat jelas menerpa kulitnya. Aktivitas tangan Yesung yang tadi sibuk memebenarkan letak jakenya terhenti di kedua pundak Wookie dan mata obsidiannya menatap lekat inci demi inci wajah manis namja di hadapannya. Kyuhyun segera memalingkan wajahnya, tidak kuat jika dia harus melihat apa yang akan terjadi setelah ini. di pegangi dada kirinya yang terasa nyeri dan mengatur nafasnya guna menenangkan diri.
"Kau harus belajar merelakannya Cho Kyuhyun" katanya lirih pada dirinya sendiri sedikit memberi dorongan.
Sementara itu, Yesung dan Wookie kini terpaku pada posisi mereka masing-masing, detak jantung mereka semakin terpacu tanpa irama. Tanpa mereka sadari, perlahan wajah Yesung semakin mendekat hingga bibir mereka telah saling terpaut dengan sempurna. Hanya menempel, tak ada yang ingin melakukan lebih. Yesung menutup mata manikmati kecupan hangat itu. Namun sedetik kemudian Wookie mendorong tubuh Yesung saat ia melihat sekelebat bayangan Kyuhyun dalam ingatannya. Yesung pun segera menarik tubuhnya menjauh dari Wookie.
"Mianhae.." ucap Yesung lirih penuh sesal dan menundukkan kepalanya tak berani menatap Wookie. Entah perasaan apa yang mendorongnya berani melakukannya tadi, itu benar-benar di luar kendalinya.
'Kyu.. mianhae.. hiks.. kyu, kau di mana? Kyunie..' bukannya menanggapi permtaan maaf dari Yesung, Wookie justru memanggil nama Kyuhyun dan meminta maaf padanya, di gigitnya bibir bawahnya guna menahan isakannya karena menyesal.
Mendengar Wookie memanggilnya, Kyuhyun segera berjalan mendekat, berlutut di depannya dan memegang kedua tangan Wookie yang gemetar di balik jaket milik Yesung.
"Ssshh.. uljima Wookie, gwancana.." kata Kyuhyun menenangkan Wookie agar tidak menangis, di eratkannya genggaman tangannya pada tangan Wookie dan mencium keningnya, berusaha menyalurkan ketenangan meski hatinya sendiri sedang tidak tenang sama sekali. Dia sama sekali tak ingin melihat air mata Wookie apa pun penyebabnya.
"Wookie-ah, jeongmal mianhae… ak, aku.." melihat permintaan maafnya tadi tak di tanggapi oleh Wookie, Yesung memberanikan diri menoleh pada Wookie dan kembali berusaha meminta maaf.
"Tinggalkan aku sendiri hyung" kata Wookie dingin tanpa ingin mendengar penjelasan apa pun dari Yesung, yang ia pikirkan saat ini hanyalah Kyuhyun.
Merasa percuma mengatakan apa pun, Yesung segera berdiri dan menatap lekat pada namja di hadapannya yang sedang duduk sambil menunduk dalam sama sekali tak mau memperlihatkan wajahnya yang sudah berlinang air mata.
"Mianhae.." ucapnya sambil membungkuk dan dengan ragu melangkah pergi.
Setelah yakin Yesung telah jauh Wookie segera memeluk Kyuhyun yang sedari tadi berlutut di hadapannya dan membuat jaket Yesung yang tadi menutupi tubuhnya sedikit merosot hingga ke pangkuannya.
Kyuhyun membalas pelukan itu dan berpindah tempat ke samping Wookie tempat awalnya duduk tadi tanpa melepas pelukannya, seketika tangisan Wookie pecah merasa sangat bersalah dan meyesal. Disembunyikannya wajahnya di perpotongan leher Kyuhyun dan terus menangis hingga membasahi pundak Kyuhyun.
"Ssshh.. uljima chagi.."
"Hiks,mianhae kyu.. aku menghianatimu.. aku.. aku menyesal.. aku.. hiks.."
"Tenang Wookie.. uljima.. aku bisa mengerti…" ucap Kyuhyun lembut sambil membelai surai coklat namja yang sangat di cintainya.
"Aku jahat kyu.. hiks, aku pabbo.. aku.." kata Wookie sambil memukul-mukul kepalanya, ingin mengusir rasa bersalah yang begitu besar di pikirannya.
"Cukup Wookie.. jangan teruskan lagi ne?" tangan Kyuhyun yang tadi membelai rambut Wookie beralih memegang tangannya yang di gunakan untuk memukul kepalanya sendiri tadi. Diarahkannya tangan Wookie ke dadanya tanpa melepas pelukannya.
"Dapat kau rasakan chagi? Tidak ada lagi detakan di sini.. aku bukan lagi makhluk bernyawa yang bisa terus menjagamu… kehadiranku sekarang hanyalah sementara, sampai aku dapat menemukan penggantiku, dan aku sudah menemukannya…" suara Kyuhyun sedikit bergetar, ingin atau tidak memang seperti itulah kenyataannya. Kyuhyun sadar jika 'keajaiban' yang ia dapat hanya untuk menjaga Wookie sementara waktu.
Bukankah tanpa adanya 'keajaiban' ini mereka memang seharusnya telah berpisah? Sepertinya Kyuhyun tak mau menyia-nyian 'keajaiban' ini hanya untuk bersenang-senang menghabiskan waktu dengan Wookie, ia harus menemukan seseorang untuknya agar saat 'keajaiban'ini hilang ia tak akan pernah menyesal meninggalkan Wookie sendiri, karena telah bersama seseorang yang ia percayai untuk menjaganya hingga akhir waktu.
Wookie hanya terisak tak dapat berkata apa pun, sebagian kecil hatinya mengiyakan ucapan Kyuhyun tadi, namun lebih besar lagi bagian hatinya yang menolaknya. Cintanya untuk seorang Cho Kyuhyun masih sangat segar dalam hatinya, tak pernah berubah sedikit pun sejak pertama kali cinta itu tumbuh di sana. Takdir yang telah mempertemukan mereka, takdir yang menyatukan mereka dan takdir juga yang akan memisahkan mereka.
Masih jelas dalam ingatan mereka saat pertama kali mereka bertemu 3 tahun lalu, pertemuan manis yang hanya membutuhkan waktu 7 hari untuk menumbuhkan cinta suci di antara mereka. Rasanya masih terjadi kemarin, saat Wookie memperkenalkan Kyuhyun pada eommanya sebagai namjacingunya, namun sekarang perpisahan sudah sangat terlihat di depan mata mereka, terkadang takdir memang kejam.
Wookie masih saja terisak dalam pelukan Kyuhyun, menyembunyikan wajahnya pada dada bidang namja di hadapannya ingin mencari sedikit kenyamanan yang menungkin takkan dirasakannya nanti.
"Chagi.." panggil Kyuhyun lembut seraya membelai surai coklat Wookie.
"Hn.." jawab Wookie lirih sesenggukan.
"Mianhae…"
Wookie mendongak tak mengerti dengan ucapan Kyuhyun, untuk apa ia meminta maaf, bukankah dia yang salah di sini?. Kyuhyun menunduk menatap mata Wookie yang sembab. Binar matanya masih sama seperti dulu, hanya tak ada lagi tatapan hangat dari sana. Kyuhyun segera kembali memeluk Wookie yang tadi sedikit renggang, menuntun kepala Wookie untuk bersandar lagi pada dadanya.
"Minahae aku tak dapat memenuhi janjiku.."
"Janji..?"
"Hmm.. janjiku pada eommamu, untuk itu aku ingin ada seseorang yang akan meneruskannya..."
"…"
"Sepertinya dia namja yang baik yah meskipun sikapnya sedikit aneh.." ujar Kyuhyun sambil tersenyum getir, membicarakan namja lain untuk kekasihnya sendiri, bukankah ini konyol?
"…" tetap tak ada respon, sengaja Wookie membiarkan Kyuhyun mengungkapkan apa-apa saja yang ada dalam hatinya.
"Meski kadang dia juga terlihat bodoh tapi aku rasa dia dapat meneruskan janjiku pada eommamu.. di bandingkan dengan namja lain, entah mengapa aku lebih tenang jika kau bersamanya.."
"Tapi Kyu…"
"Dia mencintaimu seperti aku mencintaimu Wookie, aku dapat merasakannya…" Kyuhyun segera memotong kalimat Wookie dan mencium puncak kepalnya lembut.
"Tapi aku tak mencintainya sepertiku mencintaimu Kyu…" sergah Wookie sambil mengeratkan pelukannya.
"Tentu saja! Aku juka takkan membiarkan itu terjadi" kata Kyuhyun dengan sedikit nada tidak senang.
"Huh?" Wookie mengangkat alisnya tak mengerti dengan perkataan Kyuhyun. Kyuhyun benar-benar membuatnya bingung sekarang.
"Meskipun nanti kau mencintainya aku tak mau cintamu padanya lebih besar dari pada cintamu padaku..kkkkk" jawab Kyuhyun sedikit terkekeh. "Kajja kita pulang, ini sudah sangat larut Wookie" lanjutnya meencairkan suasana yang terasa kaku, dilepaskannya pelukannya dan beranjak sambil menarik tangan Wookie.
"Sebentar lagi Kyu.. aku masih ingin di sini.." rengek Wookie menolak ajakan Kyuhyun.
"Ani, aku tidak menerima penolakan. Pakai ini_" Kyuhyun kembali menutupi tubuh mungil Wookie dengan jaket milik Yesung yang sempat terabaikan tadi. "_dan kita pulang sekarang"
"Hua..! apa yang kau lakukan?" teriak Wookie saat merasakan tubuhnya melayang. Setelah Kyuhyun memakaikan jaket tadi ia menggendong Wookie ala bridal style.
"Salah sendiri kau tak menuruti perkataanku.."
"Turunkan aku Kyunie.. aku bisa jalan sendiri" tolak Wookie sambil terus meronta.
"Sudah terlambat Wookie chagi.." ucap Kyuhyun sambil membenarkan gendongannya agar Wookie tidak terjatuh.
Hup
Kyuhyun melompat dan kini sudah ada di langit bebas, terbang tingi agar tak ada orang yang mampu melihat mereka melayang.
"Bagaimana jika ada yang melihat Kyu?" tanya Wookie yang kini sudah mengalungkan tanggannya di leher Kyuhyun. Ia belum menyadari jika ia sedang di angkasa sekarang. Seandainya kau dapat melihat Wookie, mungkin sekarang kau sudah berteriak histeris.
"Takkan ada yang melihat Wookie, percayalah.."
.
.
.
.
Kyuhyun sampai di beranda kamar Wookie, masuk melalui pintu kamar yang kebetulan tidak di kunci. Dibaringkannya tubuh mungil Wookie yang sudah pulas tertidur dalam gendongannya. Perlahan di lepaskan sepatu yang Wookie kenakan dan mengganti pakaian Wookie dengan piyama. Menyelimutinya dan mencium kening Wookie.
Saat ia menaruh jaket milik Yesung tadi di kursi, tanpa sengaja sebuah kertas kecil jatuh dari saku jaket tersebut. Yang ternyata adalah sebuah kartu nama milik Kim Jongwoon
"Akan ku pastikan dialah orang yang tepat Wookie" bisiknya dan segera menghilang dari sana.
Sekarang Kyuhyun telah sampai di sebuah apartemen yang lumayan besar di tengah kota. Dengan mudah ia menembus pintu bertuliskan 342 itu. tak ada yang special, isinya hampir sama dengan apartemen pada umumnya, hanya saja warna merah maroon mendominasi disini.
Di edarkan pandangannya guna menemukan seseorang yang ia cari namun nihil. Diputuskannya untuk memasuki sebuah ruangan yang ternyata hanyalah sebuah kamar yang tak berpenghuni, sepertinya ini kamar tamu atau sejenisnya.
Dapat di pastikan orang yang dicarinya hanya tinggal sendiri di sini melihat tak ada tanda-tanda kehidupan lain. Ia segera keluar dari ruang tersebut dan menembus masuk ke ruang lainnya. Ruangan ini bercat putih polos yang nyaris tak terlihat temboknya.
Betapa tercengangnya ia melihat benda-benda yang memenuhi dinding kamar tersebut. Benda yang sangat ia kenal dengan baik. Di sapukan pandangannya dan melihat seseorang yang ia cari dari tadi sedang berbaring di atas ranjang dengan pandangan yang menatap langit-langit.
Kyuhyun mengikuti arah pandangan Yesung yang membuatnya semakin terkejut. Langit-langit kamar itu tak jauh beda dengan dinding-dinding yang ada di sana.
"Wookie.." gumam Kyuhyun sambil tetap terpana pada pemandangan disekelilingnya.
TBC
Oke, san tahu chap ini sedikit lebih panjang dari chap sebelum-sebelumya. Membosankankah? Awalnya, ini lebih panjang lagi loh soalnya buat bikin flashback kisah awal pertemuan kyuwook tapi akhirnya san potong dan kisah itu san bikin fic sendiri sebagai side story fic ini. yang mau tahu baca aja fic judul "7 Days in Love" :D RnR kalo bisa.. hehe ^^.
Di chap ini mau tak mau san bikin kyu mulai nrima kehadiran yesung, soalnya kalo gak gitu fic ini gak bakal end! Heheh :) mianhae, kalo gak sesuai keinginan reader, jujur san bingung banget buat nyatuin kyuwook lagi, san juga gak tega kalo sad ending, jadi ya kayak gini deh _ semoga memuaskan ^^.
Hayo, ada yang bisa nebak gak ada apa tuh di adegan terakhir? :D
Seperti yang san sampein di depan ada sedikit gangguan di chap 3 kemaren, dan ini penyebabnya kenapa ada review readerdeul di chap 2 yang belom sempet san bales di chap 3. ya karena sebenarnya waktu itu chap 3 udah san update
RyeoKyuby: walah~ tapi san bingung gimana cara nyatuin mereka T_T jadinya ya kayak gitu *nunjuk ke atas* mianhae kalo gak sesuai keinginan cingu...
Anak YeWook: wah, kita sependapat ya cingu ! :D
Mianhaeatas ketidak nyamanan ini _
Go author gooo: wah, namanya cingu keren :D hahaha… gumawo dukungannya ^^. San juga ga tega kalo bikin sad ending, yah sesuai mood san aja ya :p #AuthorSarap
Guest: gumawo udah review :') hiks #lebay ne ne ! san bakal tanggung jawab sama fanfic yang udah san buat kok, gak bakal tertelantarkan! Hehehe^^.
RyeoRim411: nasib siwon? Gimana ya… yang jelas dia nyantai nyantai aja, secara dia itu kaya raya : . Chap depan deh san mungkin munculin lagi siwon oppa. Okeh, saran san tampung :). Gumawo~ *hug ^^.
Yewook: ya tuh, siwon sadis banget! Ne ne, ni udah san lanjutin :)
Novira cloudsom: mwo? NC? Omo… :O mian saengi, eoni belom siap jadi author rated M m(-.-)m, hehehe.. ntar deh kalo eoni udah di privat sama eunhyuk oppa (?) :p nikmati yang ada dulu aja ne? hehe,
Yewookito: ne! :D ini udah san update gunawo~ udah RnR ^^.
Gumawo reviewerdeul ^^. Review kalian bener-bener sangat membantu kelancaran fanfic ini (?) *hug&kiss* hehehe.. review lagi ne?
So, would you mind to review please? *nyodorin kantong review :)
