Sorry guys chap 4 sebelumnya author sudah buat kesalahan fatal nih. Jadi cepet-cepet author edit harap maklum ya.
Ps :tsuna berbicara dengan menulis di memo jadi jangan binggung kalau author tetap mebuat dialog percakapan biasa antara Tsuna dan orang lain ya.
Silent Sky
Chap 4
Meet the Storm
Tapi nasib berkata lain entah tubuh pereman itu terbuat dari apa tapi mereka semua tiba-tiba sadar dan bangkit lagi. Begitu melihat Tsuna mereka menjadi marah dan langsung menarik lengan Tsuna.
Tapi saat mereka melihat wajah Tsuna dengan seksama mereka wajahnya pun berubah menjadi muka mesum. (sepertinya lagi-lagi Tsuna di kira cewek lagi, atau…..)
"wah..wah..sepertjnya ada kucing kecil yang mau pura-pura jadi singa ya? HAHAHHAHA!" ejeknya sambil tetap memegang lengan Tsuna dan mendekatkan wajahnya ke wajah Tsuna.
"hehheheh,,,iya nih bos gak nyangka ya kucing kecil ini berani juga, berani-beraninya dia pukul kita dari belakang." Kata penjahat 2.
Ke 5 pereman itu seakan-akan lupa dengan anak laki-laki yang mereka hajar itudan beralih perhatian ke Tsuna. Saat melihat wajah para pereman itu yang serem dan semakin lama semakin mendekat ke arahnya Tsuna jadi panic dan berusaha lepas dari cengkraman yang ada di lengannya. Tapi apa daya Tsuna yang tubuhnya memang lemah dan terlebih lagi semua pereman itu tubuhnya memang 2x lipat besarnya darinya. Tsupun hanya bisa berteriak histeris (setahu author orang bisu tetep bisa teriak deh)saat salah satu dari penjahat itu merobek paksa bajunya. Dipikirnya penjahat itu akan menghentikan aksinya setelah tahu kalau dia adalah cowok tapi ternyata.
"wah ternyata kamu ini cowok ya, hm tapi ngak masalah, untung saja kamu ini imut. HAHAAHA!" sambil terus melucuti baju Tsuna.
Mendengar teriakan Tsuna , anak laki-laki berambut silver itu jadi marah dan dengan sekuat tenaga memaksakan dirinya untuk bangun. Tiba-tiba saja entah ada mujiizat apa, tapi anak laki-laki itu bangkit berdiri dan dengan cepatnya menghajar semua pereman itu.
Mendengar dari para anggotanya kalau ada perkelahian di dekat sekolah maka Hibari pun segera berlari ke sana. Dia kawatir kalau terjadi sesuatu dengan Tsuna . dan ternyata feeling nya itu benar. Sesampainya di tempat kejadian Hibari menemukan Tsuna duduk di lantai dengan wajah yang cemas menonton perkelahian yang ada , yang lebih parahnya lagi dan tentunya membuat Hibari naik darah adalah baju Tsuna yang robek. Hibari segerah berlari mendekati Tsuna dan menanyakan keadaanya.
"Tsu-chan, kamu tidak apa-apa? Apa yang terjadi." Setelah menutupi Tsuna dengan jaketnya lalu dia memeluk erat Tsuna.
"aku tidak apa-apa Kyoya-nii, tapi cepat tolonglah anak laki-laki itu, cepatlah kumohon," kata Tsuna dengan bahasa isyarat ."mendengar" permintaan Tsuna itu maka Hibari tampa basa-basi lagi segera menghajar ke 5 pereman itu sampai babak belur. Sedangkan anak laki-laki yang berambut silver itu malah jatuh pingsan dan tidak sadarkan diri. Melihat itu Tsuna segera berlari mendekati anak itu dan meminta Hibari untuk membawanya ke rumah sakit.
di ruangan yang serbah putih itu , Tsuna yang kawatir duduk di bangku yang ada di sebelah kiri tempat tidur, menunggu anak laki-laki itu sadar sambil mengenggam tangan kanan anak laki-laki itu. Tsuna yang hampir saja tertidur tiba-tiba kaget dan sadar saat merasakan tangan anak laki-laki itu bergerak, spontan dia segera bediri dan mendekat melihat ke wajah anak itu.
Anak laki-laki itu pelan-pelan membuka matanya yang berwarna hijau jamrud itu, setelah itu seperti orang yang kaget dia segera membuka kedua matanya dan bangun duduk di atas tempat tidur,
"Gue dimana?"sambil melihat kekanan dan ke kiri, dan karena terlalu semangatnya akhirnya dia merasakan sakit.(maklum 2 rusuknya patah )
"ah hati-hati jangan banyak bergerak dulu, kamu ada di rumah sakit." Begitula isi tulisan di memo yang Tsuna arahkan sambil mendekat ke arah anak laki-laki itu .
Melihat cara Tsuna berbicara denganya melalui tulisan anak laki-laki itu sadar kalau Tsuna itu bisu. Tapi ia tidak peduli dan tetap saja memperlakukanya seperti orang normal biasa. (soalnya biasanya orang yang bisu itu kan tuli juga).
"rumah sakit? Kenapa gw bisa disini? Bukanya tadi gue lagii….eh tunggu dulu elo siapa hah? " katanya sambil menajamkan matanya kearah Tsuna dengan tatapan penuh curiga.
"itu ano..aku Tsuna. Tadi kamu pingsan makanya aku bawa kamu kesini." Tulis Tsuna cepat. jadi panic karena di tatap dengan pandangan begitu sampai-sampai tulisannya jelek kayak cakar ayam sakin kilatnya nulis.
"pingsan? Kok elo … tunggu dulu elo ini jangan-jangan orang yang tadi nolongin gue pas lagi dihajar para pereman berengsek itu ya?" (mohon maklum dia emang mantan pereman jadi ngomongnya kasar hahhah)
"iya ,tapi maaf ya aku niatnya mau bantu tapi malah jadi merepotkan kamu. Makanya kamu sampai..hiks…!"tulis tsuna sambil menangis karena mengingat kejadian tadi.
Melihat Tsuna yang menangis anak itupun jadi panik. Entah bagaimana dia spontan memeluk Tsuna.
"oii ngapain loe nangis? Gue justru berterima kasih sudah ditolong oleh loe, jadi ngak usah merasa bersalah oke, lagi pula gue baik-baik saja kok."sambil mengelus kepala Tsuna.
"benarkah, kalau begitu syukurlah."sambil mengangkat menunjukan memonya plus wajahnya dan tersenyum manis.
Melihat senyuman Tsuna yang luar biasa itu anak laki-laki itu pun wajahnya menjadi memerah.
"wah, kamu kenapa tiba-tiba wajahnya merah kamu sakit ya?"memperihatkan memo. Sambil memeriksa suhu badan anak laki-laki itu dengan telapak tanganya.
Saat suasana jadi romatis tiba-tiba saja Kyoya dan Takeshi masuk. Melihat kejadian itu mereka segera berlari dan memeluk Tsuna mengendongnya menjauh dari anak laki-laki itu .
"Herbivore apa yang kamu lakukan sama Tsuna?"sambil menyodorkan tonfanya di leher anak laki-laki itu.
"HEI SIAPA YANG HERBIVORE ? ASAL LOE TAHU YA GUE PUNYA NAMA, NAMA GUE GOKUDERA HAYATO."sambil memandang Kyoya dengan pandangan kesal dan menatang.
Tbc
Sorry ya harus stop di sini. Author benar-benar minta maaf karena sudah melakukan kesalahan yang fatal di chap 4 yang sebelumnya. Aku harap teman-teman mau memaafkan.
Sampai jumpa di chap 5.
Tolong reviewnya ya. thanks
