A/N : Tanpa basa basi kita ke FIC! Dan Warning dll sudah saya beritahukan di chapter sebelumnya.. Jaa!


Di UKS..(normal POV)


"Bagaimana Len? Sudah tidak apa-apa?" Ucap Rin lembut kepada Len. Len hanya menghela napas sambil tersenyum.

"Iya.. Aku baik-baik saja.." Ucap Len sambil menahan rasa sakitnya. "Ngomong-ngomong.. Kamu kawaii juga ya Rin?" Kata Len berusaha menggoda Rin.

"Len.. Godaanmu tidak akan pernah masuk dalam hatiku.. Karna aku.. Mouai.. (buta cinta)" Kata Rin berbohong. Len mendengar semakin lama suara Rin melembut padanya. Len menyeringai karna ia tau Rin sangat berbohong padanya. "Mungkin.. Aku akan berusaha membuka hatiku sih.. Untuk.. Seseorang?" Kata Rin menghentikan mengobati Len. Len menutup matanya dan membuka matanya kembali.

"Kira-kira siapa Rin?" Ucap Len penasaran.

"Emm... A-a-aku tidak tahu pasti.." Kata Rin dengan suara sangat kecil hingga Len tidak bisa mendengarnya. Len hanya tersenyum lebar. Len lalu menghadap ke arah Rin. Muka Rin begitu merah karna 'Kalau Len... Kayaknya ga mungkin banget deh.. Tapi..' Pikir Rin sambil menghadapkan mukanya ke depan. Rin begitu kaget melihat wajah Len yang dekat.

PESSH

"Ano.. Ano.. Ano.. Len.. Bisa kau.. Uugh?" Ucap Rin dengan agak salting. Len lalu menyentuh dagu Rin dengan tangannya dan mendekat 'kan wajahnya pada Rin. Rin menutup matanya perlahan.

.

.

.

.

.

.

.

"HYAHAHA!" Teriak Len sambil menghadap ke belakang dan tertawa sepuasnya yang ia mau. Rin lalu membuka matanya dengan perasaan kesal. "Ampun Rin... Aku hanya bercanda! Mana mungkin 'kan aku mendapat 'kan your first kiss? KYAHAHAHA!"

"Len.. Kau..." Ucap Rin sambil memukul punggung Len pelan.

-Sementara SeeU-

SeeU lalu menyusul Len dan Rin ke UKS. Dia sangat menghawatirkan Meito yang akan melawan Cul itu.

'Ah... Ayolah SeeU dia baik-baik saja... SeeU harus yakin!' Pikir SeeU sambil mengelengkan kepalanya dan...

"Aduh! Sakit bodoh! Kau niat tidak sih!" Kata seseorang dengan suara melengking tinggi. SeeU yang mendengar itu menyipitkan matanya sejenak. 'Suara Len?' Pikir SeeU lalu mengintip pelan-pelan membuka pintu UKS.

BUGH!

SeeU hanya face palm melihat Rin memukul Len tepat di bagian punggung yang terluka.

"Aaauuuuuuwwwww!" Teriak Len (kayak pake TOA) karna pukulan Rin sangat-sangatlah menyakit 'kan untuk Len.

"SUDAH DEH! GA USAH NGELUH JUGA!" Kata Rin kesal sambil menyebarkan aura mematikan di sekitarnya. 'Set dah... Ni anak berdua kayaknya berantem mulu..' Pikir SeeU sambil face palm (lagi).

"Kau ini.. Udah beruntung tadi kau ga jadi korban anak pentolan! Kalau ga kau udah sekarat tau!" Kata Len mulai kesal banget. SeeU lalu membuka pintu UKS seluruhnya dengan pelan. SeeU masih mengeleng-geleng 'kan kepalanya ketika melihat mereka berdua beradu mulut.

"Heh? Aku harus berterimakasih gitu? Kayaknya ga sudi deh.. Itu salah kamu karna mencoret gambar berhargaku!"

Kata Rin menghentikan pengobatan pada Len. Rin menatap sinis Len. Sama seperti Len yang memandang sinis Rin.

"Apa! Sudah baik-baik di tolong juga! Kaga bilang terimakasih lagi! Dasar cewe yakuza!" Ucap Len keceplosan dan tidak sengaja kata-kata itu keluar dari mulutnya. 'Mampus..' Pikir Len.

"Whuat? Kau bilang apa tadi? Yakuza? ENAK AJA LO!" Guman Rin memukul Len tanpa ampun walau Len sedang terluka. Len yang sudah menduga Rin marah hanya tersenyum lebar.

"Mang kenapa? Kau memang mirip YAKUZA! Mukul aku tanpa perasaan!" Kata Len sambil menahan pukulan Rin.

"Apa kau bilang?" Kata Rin dengan suara agak tinggi. Kini emosinya sudah tidak bisa bersabar lebih dari sebelumnya.

'... Gini nih yang namanya 'Kucing dan Anjing'(read : Musuh bebuyutan) jika bersatu..' Pikir SeeU adem anyem ngeliatin mereka berdua.

"Emang aku punya salah apa sih?" Kata Len masih menahan pukulan sakti Rin.

"Banyak banget Len! Dan kau punya banyak kekurangan! Udah SHOTA, Playboy, sok baik! DAN YANG TERPENTING! RAMBUT KAMU DI KUNCIR KAYA EKOR KUDA!" Teriak Rin sambil menatap Len sinis.

JLEB... Skak mat buat Len. Len yang sudah berusaha mengatur emosinya kini malah menjadi kesal dengan perkataan Rin.

"Eh, Rin! Kamu ga nyadar banget deh! UDAH FLAT! PAKE PITA KELINCI KAYA ANAK-ANAK, MANIAK JERUK LAGI! DAN GA ADA MANIS-MANISNYA PULA!" Ucap Len kesal.

JLEB.. Nancep dan dalem banget buat Rin.

"Apa? Hidih! Kagak nyadar diri!" Ucap Rin sudah nge down..

"Haha nge-down dirimu!" Kata Len menyadari kemenangannya.

"Lagian! Eh... SeeU..." Ucap Rin berhenti ketika melihat SeeU yang tertawa kecil melihat pertengkaran mereka.

"Loh? Ada SeeU toh.." Kata Len sambil menengok ke arah SeeU.

"Futari wa ken-en no naka dakara, tonari-doushi no seki ni shinaide kudasai. 二(Kedua orang itu bagaikan kucing dan anjing, karena itu jangan ditempatkan di kursi yang bersebelahan.)" Kata SeeU yang tiba-tiba tersenyum lebar melihat pertengkaran antara Rin dan Len. Rin dan Len yang mendengar perkataan SeeU berhenti bertengkar dengan wajah kesal plus memalingkan muka..

"Nihon'go ga dekimasen. (Saya tidak bisa bahasa Jepang.)" Ucap Rin berbohong sekali dengan pertanda bahwa dia tidak ingin mendengar perkataan SeeU lagi.

"Hai.. Hai.. Wakarimashita..." Ucap SeeU sambil tersenyum lebar dan melihat ke arah Len. "Rin.. Sebaiknya kau cepat-cepat obati Len.. Kasian dia.. Bisa habis kau Rin.. Nanti malah kena pukul gadis tadi.." Kata SeeU menunjuk Len yang lukanya makin parah karna di pukuli Rin.

"Haah.. Baiklah.. Awas kau mengejekku lagi!" Ucap Rin sambil menatap sinis Len. Len hanya mengangguk sambil mengumpat dalam hati.. 'Siapa juga yang mau mengejek sang 'setan' kuning ini?'

Rin lalu mengobati Len lagi dan…

"Kyaa! Len-kun! Ada apa denganmu?"

'Hah?' Guman semuanya dalam hati sambil menengok ke arah pintu yang terbuka. Semuanya kaget melihat

penampakan.. EHhhhhhh.. Maksudnya sesosok gadis berambut hijau dengan mata senada.

"Gu-gumi-san?" Kata Len kaget.

"Apes.. Mampus.. Pacarmu dateng Len.." Ucap Rin sambil menghela napas.

"Ha? Pacar Len?" Guman SeeU sambil melihat ke arah Gumi.

"Apa yang kau lakukan Rin? Len? Kenapa kalian berdua duduk berdua di kasur? Sementara teman kalian disini?" Ucap Gumi sambil menunjuk SeeU. Hening seketika.

.

.

.


Next chapter : Broke


"entah kenapa aku selalu hangat jika di samping Rin.. Padahal kami musuh bebuyutan.."

"Haah... Bagaimana jika semua berakhir dengan kepindahan sekolah untuk Rin? Apa aku harus mengeluarkannya dari sekolah agar dia menyerah?"

"Meito-kun.. Apa kau mau jadi.. Pa-pacarku?"


TBC


Rani : Naa... Ini nih.. Fic yang hampir discontinue...

Rin : *Sweat drop* Kau jahat sekali sih..

Rani : Emang nyatanya hampir discontinue kok..

Rin : Alesannya?

Rani : Hampir aja idenya ilang di bawa angin.. Hehehe..

Rin : *Sweat drop*

Len : Naaah! Aku mau nanya nih Rani-san! Apa ntar aku suka sama Rin? Apa entar aku bisa melakukan *piiiip* sama Rin?*Di smack Rin*

Rani : Len... Ni Fic RATED T! NO M!

Rin : Nah, giliranku.. Kenapa aku sama Len bermusuhan?

Rani : Chapter depan yah Rin.. Lagi WB nih.. -_-" 'Enak aja.. Itu 'kan blum publish ceritanya!' -Dalem hati..

Sekalian mau bilang kalau saya bakalan keluar Fandom Voca*Mungkin*... Bye minna~ Dan saya mau discontinue beberapa fic.. Jadi maap-maap aja deh.. Lagi WB berat nih... Minder juga sekarang-sekarang.*Lah?*

Rin : Pokokna! RnR please!

Len : *Catetan* Author suka males ngelanjutin cerita tanpa ripiu..