Disclaimer Naruto : Masahi Kisimoto
Sumray : Narutoanak yang terlupakan dan terabaikan dari hokage ke – 4, ternyata menyimpan kekuatan hebat, dengan dibantu kakeknya untuk menguasai kekuatanya, Bercita-cita mendamaikan dunia ini….. akankah ia berhasil
Genre : Romance, Adventure, Fantasy
Rate : M (untuk jaga-jaga)
Warning : Typo, OOC, Gaje, inti cerita pasaran, live!MinaKushi, Jincuriki Menma, Author Newbie, strong Naru, Smart Naru
CAHPTER 4
DI SUATU TEMPAT YANG TERSEMBUNYI
"Euuugghh,,,,,dimana aku ? apakah ini neraka ? oh ya akukan sudah mati" sesosok bocah berambut merah bangun dari tidurnya dan mengedarkan pandangnanya ke penjuru arah hanya ada gelap saja
"Kau belum mati Naruto"."Siapa kau ? kenapa kau tahu nama ku ? dan dimana ini?" jawab Naruto saat ada seorang kakek yang menjawab pertanyaan pertamanya
"Aku adalah orang yang menyelamatkan mu , nama ku adalah….."
" UCHIHA …. MADARA "
Tubuh Naruto bergetar setelah mendengar nama orang tersebut, orang yang bergelar hantu uchiha tersebut, siapa yang tidak tau orang yang juga bergelar kami no shinobi bersama Hashirama senju a.k.a Shodaime hokage adalah missing nin S rank pertama di dunia ini
"Tenanglah nak, aku tidak akan menyakitimu, kau tahu aku ini kakekmu" Sahut Madara,"apa? Ji-san, benarkah ?" tanya naruto dengan mata berkaca-kaca setelah mengetahui orang yang menyelamatkanya adalah kakeknya
"Ia, aku adalah kakek mu" setelah mengatakan itu naruto langsung menghamburkan pelukan pada sang kakek, sedetik kemudian "Ehhhh,,,,,kenapa tubuhku tidak sakit?" Tanya naruto
"Itu karena saat kamu pingsan aku menanamkan sel-sel milik hashirama senju pada tubuh mu dan juga aku telah membuka Chakra mu yang dulu aku segel" jawab Madara, seketika Naruto bingung " Apa maksud ucapan Ji-san tetntang 'Menyegel chakra ku' ?"
"Hahh, aku akan menceritakan kisahku dari awal" ucap Madara dengan helaan nafas diawalnya
"Pertama saat aku bertarung dengan Hashirama senju di tempat yang kini dikenal dengan sebutan lembah kematian, aku be-" ucapan madara terpotong oleh naruto" Bukanya disana ji-san mati?
" Ingat peraturan ini 'Jangan pernah memotong ucapanku' " ucap Madara dengan senyuman Shinigaminya membuat Naruto bungkam
"Sampai dimana tadi" ucap Madara " Oh ya , di lembah akhir aku tidak mati, melainkan aku diselamatkan oleh seseorang yang bernama Uzumaki Hanaki (oc) , dia adalah nenek mu" madara menjeda kalimatnya dan menarik nafas dalam dalam
"Ia mengobatiku dengan baik, tidak memperdulikan aku ini missing nin atau tidak, berkat kebaikanya beberapa tahun kami pun saling mencintai dan menikah, kami memiliki seorang putri yang bernama Uzumaki Kushina. Disaat melahirkan selesai Hanaki meninggal dunia" terlihat ekspresi sedih diwajah madara
"Karena aku tidak bias mengurus bayi, aku pun menitipkan Kushina kecil di panti asuhan Uzushiogakure, karena aku tidak percaya pada Konoha maupun klan ku, mereka hanya haus akan kekuasaan dan kekuatan. Bukan kah kau mengalaminya ?" jelas Madara diakhiri dengan pertanyaan yang dijawab anggukan oleh Naruto
"Tapi akhiri Kusina ke konoha juga, aku mendengar ia mempunyai 2 anak kembar, aku senang mendengarnya. Tetapi saat Sanin bodoh itu membawa ramalanya yang sama bodohnya dengan orangnya, kau disingkirkan dan tidak dianggap, aku kesana dan kekamar mu saat kau tidur lalu menyegel 75% chakra mu.
"Karena chakra mu sangat besar, aku takut kau akan dijadikan senjata perang oleh Konoha" Madara mengakhiri penjelasanya " Apakah kau mau aku latih 3 tahun kedepan Naru ?" lanjut Madara dengan bertanya
"Ya aku mau Ji-sama, tapi,,," Naruto menggantung ucapanya membuat madara menaikan alisnya "Bagaimana dengan aku di Konoha dan,,,bagaimana dengan orang orang yang ada dikonoha yang aku sanyangi khususya….Ino-chan" lanjut Naruto dengan ekspresi sedih
" Tenang saja di Konoha kau sudah dianggap mati karena…..
FLASHBACK
Katon : gokakio no jutsu
Katon : gokakio no jutsu
Futon : daipota
Foton : daipota
Seru kempat ninja tersebut mengakibatkan naruto syok melihat itu sembari membatin "maafkan aku Naruko-chan, Menma,tou-sama, ka-sama aku tidak bias bersama kalian lagi" batin naruto miris dan menutup matanya, tanpa disuruh setetes air matanya jatuh "maafkan aku Ino-chan tidak bias bersamamu lagi, aku mencintaimu"
Saat Naruto memejamkan mata pasrah terlihat bayangan hitam nyelonong dan menggendong Naruto ala brindal style, meski sedikit terlambat karena api itu membakar setengah tubuh Naruto hingga mengalami luka bakar dan mengakibatkan ia pingsan, orang tak lain adalah Madara
"Siapa-""Kau tak perlu tau" seakan tau apa yang akan diucapkan salah satu ninja tersebut Madara langsung menjawab dan berlari dengan cepat sehingga hanya terlihat bayangan hitam, berlari melewati para ninja yang memandangnya Horor
DEG
Jantung keempat Ninja itu berhenti saat empat tangan berwarna biru gelap membawa tombak berwarna biru gelap juga menembus jantungnya, yapsss itu adalah Susano'o Madara
Madara menatap kesebuah pohon lalu berkata" Zetsu, buat tiruan cucuku dengan banyak luka parah disekujur tubuhnya" ucap Madara langsung mendapat respon anggukan oleh Zetsu yang berada disana berupa anggukan
'SRETT'
Lalu muncul Zetsu putih dan berubah menjadi Naruto dengan banyak sekali luka dan kunai yang menancap dipunggunya. Madara menatap datar hal tersebut kemudian mengalihkan direksinya ke Naruto yang pingsan
"Maaf aku sedikit terlambat cucuku" lalu ia pergi dengan cepat
END FLASHBACK
Setelah bercerita tersebut dan direspon anggukan dari Naruto kemudian Madara berkata
"Ino ? gadis Yamanaka itu ?" Tanya Madara dijawab anggukan oleh naruto "Bagaimana cara aku menemui Ino-chan nanti Ji-san ? aku pasti akan kangen denganya" ucap Naruto yang diakhir kalimat membuat Madara merasa jijik
Tangan Madara ditaruh di dagunya pertanda sedang berfikir sedangkan Naruto menangis ala anime karena tidak dapat menemui Ino-chan nya sedangkan Zetsu yang baru datang swetdrop melihat Naruto
"Ada satu cara supaya kau dapat bertemu gadis Yamanaka tersebut"."Apaa?" jawab Naruto cepat dengan aura bahagia membuat Madara swetdrop dan Zetsu jawdrop dengan perubahan ekpresi Naruto yang terkesan cepat berubah
"Caranya adalah" Madara menggantung kalimatnya dan melihat ekspresi Naruto yang terlihat sangat ingin tau
"Besok sajalah Naru, aku mau tidur" ucap madara membuat Naruto kesal tetapi tidak berani membantah ucapan sang Kakek
"Hhhhaaahhhh" helaan nafas Naruto dan berjalan ke sebuah kamar di persembunyian itu
(A/N : kayak tempat persembunyian orochimaru di canon )
TEMPAT PERSEMBUNYIAN MADARA
Keesokan harinya Madara kembali mengatakan cara utuk menghubungi Ino-can nya Naruto "Caranya adalah…."
"Menggunakan Zetsu dan Dujutsu"."Ehhhhh,,,,Aku kan tidak punya Doujutsu " ucap Naruto lesu karena cara yang diberikan Madara terkesan mustahil banginya
"Aku akan memberikan mata….SHARINEGAN" ucap Madara dengan seringainya yang dapat membuat Kyubi bertekuk lutu dihadapanya
"woooaaahhhh,,,,,, suuggooiii, benarkah itu Ji-sama,,, Ji-sama bakalan memberikan Naru Sharden,,,Sate,, eto apa tadi Ji-san ?" Tanya Naruto dengan tampang bodohnya dan….
'PLAKKK'
Untuk pertama kalinya Madara menepuk jidatnya karena melihat aksi Sang cucu, mau tak mau meninggalkan sifat seorang 'UCHIHA' yang biasanya dingin dengan tampang datar. Bahkan Zetsu pun jatuh saat menyaksikan tingkah konyol cucu Madara tersebut
"Sangat berbeda dengan sifat Madara-sama / ku, apa benar dia cucu nya/ku" batin Madara dan Zetsu hampir bersamaan
"hahh,,,, dengar Naru 'SHARINEGAN' ingat itu baik baik karena aku tidak akan mengulanginya" ucap Madara dengan penekanan di kata ' SHARINEGAN' nya
Naruto kembali berpikir bagaimana caranya " lalu bagaimana caranya aku menghubungi Ino-chan menggunakan Sharinegan dan Zetsu"
"Khu,,,khu,,,khu itu rahasia dan juga merupakan latihan untuk mu Naru" jawab Madara sambil menyeringai
"Hai, Ji-sama,,, tapi ada yang ingin Naru tanyakan Ji-sama,,, kenapa tubuhku tidak sakit saat ini. Kemarin kan aku kena luka bakar, kok sekarang tidak ada ?" benar kata Naruto saat dia bangun dari acara pingsan nya kemari ia tidak merasakan sakit pada tubuhnya hanya sedikit nyeri saja
"Itu karena aku menanamkan sel Hashirama pada tubuh mu" jawab Madara yang terkesan cuek, tapi bagi Naruto yang saat ini mulutnya sedang menganga mendengar itu
Otak Naruto memproses informasi tersebut " Berarti aku bisa menggunakan Mokuton Ji-sama" Tanya Naruto setelah otaknya selesai memproses data yang baru diterimanya, bagaimana tidak ia saat ini memiliki Sel - Sel Shodaime Hokage berarti ia bisa menggunakan elemen kayu seperti Hashirama
"Tepat sekali, tumben kau pintar eh,, Naru, bukan hanya itu sel sel Hashirama dapat menyatu dengan tubuh mu, itu membuat kau bisa menggunakanya sebaik Hashi-dobe" ucap Madara
"Suuggooii, ne….ne... Ji-sama kapan kita mulai latihanya dan aku mendapat mata Sharinegan tersebut". "dan dapat menemui Ino-chan ku, meski aku tidak tau caranya yang penting ketemu dulu" ucap Naruto yang kalimat terakhir diucapkan dalam hati
"Aku akan mentransplantasikan mata itu sekarang,,, jadi berbaringlah" ucap Madara sambil mengeluarkan sebuah botol yang berisi mata Sharinegan
Kemudian Naruto berbaring dan Madara membius Naruto, setelah itu ia memasang mata itu di mata Naruto.
( A/N : Bola mata Sharinegan naruto kalu tidak aktif tetap berwarna biru laut, karena madara tidak mencopot mata naruto yang dulu Cuma di pasang aja dan jika ada yang nanya bagaimana mungkin jawabanya karena ini FANFIC jadi mudah deh, hehehehe )
20 MENIT KEMUDIAN
Naruto membuka matanya dan mengerjap beberapa kali, ia kemudian duduk di tepi tempat tidur dan mendengar suara Madara "Bagaimana perasan mu Naru ? coba kau alirkan Chakra ke mata mu"
Naruto lalu mengangguk dan mengalirkan chakranya ke matanya, mata Naruto yang tadinya berwarna biru berubah menjadi hitam dan kemudian berubah menjadi sharingan tiga tome, lalu Mangekyo sharingan, dan terakhir rinegan berisi enam tomoe di setiap matanya.
Madara tersenyum dan menyuruh Naruto menghentikan matanya, kemudian nampaklah mata naruto yang kembali ke warna biru langit. "sekarang mari latih dulu mata mu Naru, ambil gulungan di sana"
"hai… Ji-sama" kemudian Naruto berjalan ke sebuah ruangan yang Madara sebutkan tadi
"kau akan menjadi penerusku Naru" batin Madara tersenyum, bukan senyum yang biasa kita sebut seringai itu tetapi senyuman tulus
.
.
.
TIME SKIP 1 TAHUN
.
.
.
KONOHA
Di sebuah pemakaman, tepatnya di kuburan tiruan naruto terlihat seorang gadis bersurai pirang dengan gaya ponytail melihat sebuah nisan dengan pandangan sendu. Gadis itu a.k.a Ino Yamanaka sering ke makam Naruto ( pikirnya padahal kan makam tiruan Naruto )
Memang bukan rahasia lagi bahwa Ino merupakan orang yang paling sering mengunjungi makam Naruto selain Menma, Naruko dan Minato. Kemana Kushina ? ya sekarang Kushina menjadi stress dan dikurung dikamarnya karena depresi, kenapa ini bias terjadi ? begini ceritanya,
Kushina memang kelihatan nya dapat merelakan Naruto tapi tidak ada yang tau ia masih tidak merelakanya, setelah dua minggu Kushina sering memimpikan Naruto dan semakin menjadi saat ia membaca buku diary Naruto, sekarang Kushina depresi dan Stres ia dikurung dikamarnya dan dikepalanya ditananmkan fuinjutsu pengekang emosi oleh Minato, kalau tidak begitu ia akan terus berteriak menyatakan bahwa ia menyesal, kadang-kadang ia menghayal Naruto adalah boneka besar yang dimiliki Naruko bahkan sempat hampir bunuh diri
Tidak ada yang tau mengenai hal ini, kecuali keluarga Naruto, Tsunade dan asistenya serta jiraya, karena ini sangat dirahasiakan. Kushina dirawat rutin oleh keluarganya, disuapi makan, dimandikan oleh Tsunade
Pada awal pemeriksaanTsunade bilang yang dapat menyembuhkan Kushina hanya Naruto dan itu membuat keluarganya sedih karena Naruto telah tiada.
kembali ke Ino yang mengunjungi makam Naruto, Ia mengunjungi makam Naruto seminggu sekali, kadang-kadang empat hari sekali jika tidak ada kesibukan.
Setelah Naruto mati warga konoha merayakan kematian aib itu, tetapi itu dulu karena sekarang sang Hokage langsung menghukum orang yang menghina anaknya tersebut, well,, sekarang tidak ada yang menghinanya
"Sudah satu tahun ya Naru-kun" ucap gadis yamanaka tersebut. "Apa kabar kau disana ?" lanjutnya sambil bertanya. Mungkin jika orang-orang melihatnya ia akan disangka orang gila karena berbicara sendiri
"Kalau aku disini baik-baik saja, heyy Naru-kun sekarang aku genin lhoo. Aku satu team dengan orang-orang malas, yahh siapa lagi kalau bukan Shikamaru dan Choji. Aku bahagia telah menjadi genin." Kemudian ekspresinya menjadi sedu
"Mu-mungkin jika ka-kamu ,,,hiks,,, masih di sini ke-kebahagiaan aku menjadi ,,,hiks,,, le-lengkap dan kita menjadi genin team ber-bersama ,,,hiks, menghabiskan waktu dan misi bersama,,,hiks,,," ia mulai menitihkan air mata
" Aku kangen tau sama kamu Naru-kun ,,,,,hiks, ku harap kau me-mendengar,,,hiks,,, itu yaaa,, aku selalu mencintaimu ,,,hiks,,, selalu Naru-kun ,,,hiks,," sambungnya sambil meletakan setangkai bunga dimakam tersebut dan menghapus air matanya yang tadi sempat jatuh
.
.
.
PERSEMBUNYIAN MADARA
.
.
.
Malam itu disebuah ruangan berdiri tiga orang yang berbeda beda, seorang yang baru menginjak usia remaja bersurai merah (A/N : kayak rambut Naruto shipuden tetapi berwarna merah ), bermata biru shapire, tinggi diatas remaja seumuranya, berkulit putih kecoklatan, memakai pakaian atasan kaos hitam memakai sarung tangan dan celana hitam panjang
( "hahaha serba hitam" # dirasengan Naru)
Sosok kedua seorang kakek-kakek bersurai hitam keputihan (kayak di canon, pasti udah tau),
Lalu yang terakhir sosok beda warna bersurai hijau seperti tumbuhan venus berdiri diantara kakek dan remaja tersebut
"Sekarang kau sudah memasteri Sharinegan mu Naru, sekarang kau bisa latihan ninjutsu dan taijutsu mu" ucap kakek itu yaitu Madara " dan sekarang kau bisa menemui tuan Putrimu" lanjut madara
"Benarkah Ji-sama" jawab remaja itu antusias " Bagaimana caranya ?" Tanya Naruto
" Caranya dengan mengunakan salah satu clon dari Zetsu yang menyelinap kerumah gadis itu dan memegang kepala gadis tersebut, kemudian kau disini menatap mata zetsu asli dengan Sharinegan mu itu" jelas Madara
"Kemudian pikiran mu akan terhubung dengan gadis itu dan bertemu di alam bawah sadar gadis itu" lanjutnya
Awalnya Naruto agak kecewa karena ia kira akan meninggalkan tempat tersebut untuk melihat sang pujaan hati, tetapi ia tetap senang yang penting bisa bertemu Ino-chanya
"Ini juga merupakan latihan mu menggunakan Sharinegan, dengan latihan ini setiap hari maka jumlah chakra yang kau gunakan untuk mengaktifkan Sharinegan akan semakin sedikit" jelas Madara
" Kau tenang saja kau seperti itu dalam keadaan tubuh tertidur dan matamu tertutup Cuma pikiran mu yang akan tersalurkan ke Zetsu kemudian ke klon nya lalu kegadis mu karena itu salah satu kemampuan Sharinegan mu" lanjut madara
(A/N : Karangan author, anggap saja special sensasinya kayak mimpi tapi sadar gitu. Kalau kagak ngerti ya…ngertiin aja ,,,hehehehe)
"yosshh,,, mari kita lakukan Zetsu" ujar Naruto semangat kemudian Zetsu memangguk
Zetsu menyiapkan klon nya dan menuju rumah gadis yamanaka itu, setelah beberapa saat hingga gadis yamanaka tersebut terlelap "persiapan selesai Naruto-sama"
Naruto mengangguk dan menatap mata Zetsu dengan mata Sharinegan nya seketika mata Zetsu berubah menjadi 'Sharingan' seperti terkena hipnotis, dan putra sulung hokage yaitu Naruto tersebut terlelap masuk ke alam bawah sadar ino
Madara tersenyum tulus melihat kebahagiaan cucu tersayangnya itu
.
.
.
KONOHA ( BEBERAPA MENIT YANG LALU )
.
.
.
Setelah beberapa makan malam Ino, gadis yamanaka itu berjalan kekamarnya. Orang tuanya sudah melakukan banyak cara untuk membuat Ino kembali ceria seperti dulu saat Naruto masih hidup
"Mungkin seiring waktu berjalan ia akan kembali seperti dulu" batin Inoichi melihat putri tunggalnya murung sejak kematian kekasihnya meskipun sudah lewat satu tahun. Meski putrinya selalu dihibur oleh teman temanya itu belum cukup untuk mengganti sosok Naruto yang ada di hatinya, berbeda dengan Shikamaru, Choji, Teuchi, Ayame, Tsunade, Shizune yang telah merelakan Naruto disana meskipun kadang terlihar wajah sedih dan rasa kesedihan yang sangat mendalam dihati mereka
Ino kini berjalan ke kamar nya dan perlahan mengambil selembar foto (?) iya itu adalah foto dari ia dan Naruto saat pestifal hanabi, di sana terlihat Naruto yang menggunakan yukata berwarna biru polos yang terlihat gagah jika dikenakan oleh Naruto yang terlihat tampan dimata Ino, sedangkan Ino mengenakan yukata berwarna ungu dengan aksen bunga sakura menambah kesan cantikanya.
Terlihat Naruto sedang memeluk pinggang Ino dengan pipi Naruto yang sedikit memerah, berbeda dengan Naruto yang hanya sedikit memerah, Ino malah kelihatan seperti kepiting rebus. Foto tersebut adalah salah satu kenangan termanis Ino dan Naruto yang menurutnya telah tiada itu. Diambil saat ia baru berusia sepuluh tahun yang memotret tentu saja sahabatnya yaitu Shikamaru. Ia masih ingat saat itu Shikamaru memotret dengan tampang mengantuk.
Mengingat momen itu membuat ino sedikit tertawa lalu tergantikan oleh senyum miris mengingat sang pujaan hati telah tiada, ini memang kebiasaan Ino sebelum tidur ia akan memeluk foto dirinya dan Naruto, ia juga tidur mengenakankalung pemberian Naruto yang dijaga baik olehnya.
"Oyasumi Naru-kun" ucap Ino sambil mencium foto Naruto, terlihat setetes air mata membasahi pipi mulus Ino, kemudian ia terlelap
Tanpa ada yang menyadari dari dalam kayu ada sosok putih yang melihat itu sambil tersenyum "Penderitaan mu akan berakhir hari ini Ino-san, karena Naruto-sama akan mengunjungimu sekarang" pikirnya sambil tersenyum aneh
Lalu sosok itu mendekat dan memegang kepala Ino dan beberapa saat kemudian membuka matanya spontan terlihatlah mata 'Sharinegan', udah taukan siapa itu ? yap ia adalah zetsu putih.
.
.
.
ALAM BAWAH SADAR INO
.
.
.
INO POV
"Dimana aku ini ?, kenapa tempat ini aneh sekalai berwarna orange, aku yakin ini bukan kamarku" batinku melihat tempat ini yang didominasi warna orange membuat aku berfikir apakah ini mimpi, tetapi setelah aku,,,
'PLAK'
"Awww…. sakit sekali,,,,,, EEEHHHH,,, KENAPA TIDAK SAKIT ? " teriak ku occ
"Tak kusangka kau bertambah bodoh setelah aku tinggal satu tahun" ucap seseorang yang suaranya aku sangat kenalmembuataku tertegun
( A/N : kayak tempat Naruto ketemu ama Kushina di canon )
INO POV END
NORMAL POV
"Tak kusangka kau bertambah bodoh setelah aku tinggal satu tahun" ucap Naruto yang ada di belakang Ino, membuat orang yang dipanggil menengok kebelakang
Seketika Ino langsung membeku dan mengerjap lalu menggosok matanya mengira sosok didepanya adalah halusinasinya. Naruto terkekeh melihat reaksi Ino tersebut
"Apa kau benar Naruto-kun" Tanya Ino dengan suara yang bergetar. Kemudian ia melihat orang yang dia Tanya menggangguk sebagai jawaban 'iya'. Tidak terasa liquid bening menetes di pelupuk matanya
"kau tidak mau memeluku i-AAKKKHHH" ucap Naruto terpotong saat Ino memukul perutnya, Naruto hanya dapat meringis kesakitan akibat pukulan telak mengenai perutnya. Kemudian ia melihat wajah Ino, terlihat berlinang air mata. Dengan inisiatif ia memeluk Ino
"tenangkan dirimu Ino-chan, dan kenapa kau memukulku" ucap Naruto sambil memeluk Ino yang tetetunya langsung dibalas pelukan oleh Ino
"K-k-kau ,,hiks,,, me-meninggalkan ku ,,,hiks,,, baka baka baka" jawab ino dengan susah payah karena menangis sesenggukan, naruto hanya dapat tersenyum melihat tingkah orang yang sangat ia cintai ini karena tidak dirinya saja yang kangen ternyata pacarnya juga
"Ino-chan tenang dulu, baru kita bicara" ucap Naruto 'sok' bijak # di rasengan Naru
Setelah beberapa menit diam dalam pelukan sang kekasih kini Ino melepas pelukanya dan melihat Naruto " Kau tambah cengeng sekarang ya Ino-chan" ucap Naruto seketika iya mendapat jeweran di telinganya
"Karena kau aku cengeng tau,,,hiks,,, karena kau meninggalkan aku sendirian, aku kangen dengan mu Naru-kun" ucap Ino yang tidak terima dikatakan cengeng, Naruto hanya bisa terkekeh pelan
Lalu mereka mendekatkan wajah mereka masing masing dan…..
.
CUP….
.
Kecupan tulus antara dua sejoli yang didasari oleh kasih sayang, tidak ada nafsu atau paksaan, hanya ada kasih sayang, cinta, dan kerinduan. Beberapa menit setelah ciuman itu wajah mereka memerah bagaikan kepiting rebus dengan senyum yang mengembang di wajah keduanya
"Kenapa Naru-kun ? kenapa kau meninggalkan ku kenapa kau … mati" ucap pelan Ino, senyuman nya pun telah luntur digantikan oleh raut wajah kesedihan
"Hhpppttff,,,,,bwaaahahahahhaa" Naruto tertawa sampai memegang perutnya. Ino yang melihat itu langsung naik pitam
"Kenapa kau tertawa hahh,,, kau senang meliat ku dengan keadaan begini, kau se-" ucap Ino terputus saat merasakan ada jari telunjuk Naruto ada di mulutnya
"Aku tidak senang melihatmu begini, dan maafkan aku. Aku akan mengatakan sesuatu padamu Ino-chan tapi janji kau jangan mengatakan pada orang lain" ucap Naruto membuat Ino bingung apa maksud ucapan Naruto tersebut
"Apa naru-kun? Aku janji tidak akan mengatakan pada siapapun" ucap Ino sambil menautkan jari kelingkingnya dan jari kelingking Naruto membuat sang empunya kelingking tersenyum
"Aku sebernarnya….sebernarnya belum…"."Sebernarnya belum apa naru-kun" ucap ino kesal saat naruto terlalu lama mengucapkan maksudnya tadi itu
"Sebenarnya aku belum,,,,mati…" jawab Naruto membuat Ino sedikit kaget lalu tertawa sedu
"Kenapa kau tertawa ?" bingung Naruto melihat Ino tertawa
"Kau jangan membodohi aku Naru-kun, aku melihat mayatmu dengan mata-" belum sempat Ino melanjutkan ucapanya sudah dipotong Naruto
"Itu bukan jasadku" Ino berhenti tertawa, "Hehhh,,,,Kau hanya ingin menghiburku saja" lanjut Ino sambil tertawa masam, lalu ino merasakan tatapan serius dari Naruto membuatnya menatap mata biru safir milik laki-laki yang ia cintai itu dan berusaha mencari kebohongan, tetapi yang ia dapat hanya kejujuran saja
"Benar-benarkah? La-lalu mayat siapa itu? Kenapa mirip dengan mu Naru-kun" ucap Ino dengan ekspresi terkejut dan sedikit tergagap
"Itu mayat klon yang bernama Zetsu…" lalu Naruto mengungkapkan semuanya dari ia dibawa ke tempat persembunyian Madara dan mengenai identitas sang kakek itu membuat Ino kaget dengan sosok Madara adalah kakek dari Naruto dan tertegun lalu kembali menangis, bukan menangis sedih tapi menangis bahagia
"Suda-sudah ku du-duga ,,hiks,, ka-kamu tidak a-akan mati se-semudah itu Naru-kun ,,hiks,," ucap Ino langsung menerjang Naruto dengan pelukan, Naruto hanya mengelus punggung Ino
Setelah beberapa menit mereka saling peluk akhirnya melepaskan pelukanya
"Ingat ya Ino-chan jangan member tau siapapun soal ini, dan tetap kunjungi makam tiruan ku itu agar tidak ada yang curiga ya Ino-chan" ucap Naruto seraya tersenyum
"kenapa?" ucap Ino memiringkan kepalanya'kawai' batin Naruto lalu cepat tersadar
"Belum saatnya mereka tau bahwa aku masih hidup Ino-chan" ucap naruto dan melepas pelukannya. Kemudian tubuh Naruto memudar menjadi transparan menandakan ia akan kembali
"Kenapa kamu memudar Naru-kun"ucap Ino sambil berusaha menahan air matanya "apa kau akan meninggalkan ku lagi, bawa aku pergi ketempat mu" sambungnya
"Hey hey jangan menangis kamu terlihat jelek Ino-chan dan aku akan mengunjungimu setiap hari kok saat malam hari" ucap naruto
"Mou,,,Naru-kun aku kira kenapa, tapi janji ya mengunjungi ku lagi besok" ucap Ino kembali tersenyum cerah
"Hai Ino-hime" jawab Naruto dan mereka menghilang bersamaan
.
.
.
TIME SKIP ( 2 TAHUN KEMUDIAN )
.
.
.
Sudah dua tahun Naruto terus berhubungan dengan Ino, itu membuat tersenyum cerah setiap hari meskipun latihan Madara yang terbilang ekstrim untuk bocah seumuran Naruto.
Kini Naruto telah menguasai Ninjutsu lima elemen termasuk sub elemen yaitu Mokuton dan Hyton, Genjutsu yang mengerikan, meskipun Chakranya besar tetapi control Chakra Naruto perfec akibat latihan terus menerus selama dua tahun ini
Taijutsu dan kenjutsunya hebat setara Jonin elit, jika diperkirakan level Naruto sekarang setara dengan Madara karena mewarisi ilmunya, tetapi masih dibawahnya karena stamina bocah lima belas tahunnya.
Jika ada yang bertanya tentang Ino, mungkin menurut orang tuanya ia aneh (?), itu karena saat pertama kali Ino bertemu dengan Naruto sifat riangnya kembali muncul itu mengakibatkan orang tuanya heran dengan prilaku anaknya tersebut
Jika Inoichi bertanya kenapa ia bisa berubah drastis begitu, jawaban Ino selalu sama "karena matahariku telah kembali"ini mengakibatkan orang tuanya was was mengira sang putri tunggal menjadi gila. Sampai….. Sang ayah a.k.a Inoichi memergoki anaknya saat tidur, bukan itu masalahnya.
Masalahnya adalah ada sesonggok mahkluk putih yang dengan santainya memegang dahi milik putrinya, dan sang puti yang tertidur dengan senyum senyum gaje, pertama ia sangat terkejut sampai ia berteriak histeris sampai Ino dan Naruto yang hampir berciuman dialam bawah sadar terganggu dan terputus akibat Ino bangun
Sedangkan Inoichi memegang kepalanya, bagaimana mungkin ada seseorang yang memegang kening sang putri hingga membuat sang putri senyam senyum dalam tidurnya. Pertama tama ia mengira mahkluk itu adalah pacar anaknya, itulah membuat ia sakit kepala
Bagaimana tidak sang putri yang cantik bak putri ini memiliki pacar,,eerrr gimana gitu, dengan menghela nafas dan bertanya melalui telepati ke tuanya Zetsu nama mahkluk tersebut akhirnya membokar identitasnya dari ia adalah anak buah Naruto, kenapa Naruto? Karena bisa dipastikan Inoichi akan jantungan bila ia menyebutkan Madara
Lalu mengatakan Naruto hidup dan berhubungan dengan Ino hampir selama satu tahun ini (saat Inoichi memergoki baru satu tahun ) itu mebuat sang ayah marah akibat sang anak tidak memberi tahukanya tentang ini
Akhirnya Ino menjelaskan bahwa ini adalah permintaan Naruto, Inoichi hanya bisa menghela nafas dan menuruti permintaan pacar anaknya tersebut padahal ia yakin jika keluarga hokage mengetahui ini mereka pasti akan senang bahwa sang anak masih hidup kemudian tersenyum saat mengingat bahwa sang putri kembali ceria seperti sediakala
Kembali ke Naruto yang saat ini sedang duduk dihadapan dua sosok. Sosok yang pertama adalah sang maha guru sekaligus sang kakek, yautu Madara Uchiha dan sosok yang kedua adalah siulet berwarna hijau dengan dua jenis warna tubuh yang kontras yaitu Zetsu
"Naruto,,, semua telah aku wariskan padamu. Aku ingin bertanya dengan mu,,,apa cita-cita mu ?" ucap Madara mengawali pembicaraan mereka setelah beberapa menit terdiam
"Cita-cita,,,ehmmm oh ya cita cita menikahi ino-chan" ucap Naruto dengan tersenyum rubah membuat Madara serta Zetsu swetdrop "Kenapa kau tidak membuat cita-cita yang lebih menarik seperti mendamaikan dunia ?" ucap Madara
"Itu terlalu merepotkan Jiji" balas Naruto acuh, kemudian matanya membulat seperti menyadari sesuatu. "ada satu hal yang ingin aku tanyakan pada mu semenjak kita bertemu Jiji" lanjut Naruto
"Apa itu ?" ucap Madara. "Aku membaca diperpustakaan Konoha bahwa kau adalah orang yang membenci kedamaian, kenapa sekarang kau menyuruhku untuk membuat perdamaian itu ?"
"Akhirnya kau menyadarinya Naru, begini setelah aku selesai melatih Obito dan dia keluar dari sini, saat itu aku hampir mati. Tapi disaat terakhir seorang kakek datang dan memberikat aku satu tugas mulia, awalnya aku menolak tapi dia bilang aku akan melatih seseorang yang akan menjadi sesuatu yang berguna dimasa depan, dan itu adalah kau cucuku." Madara menjeda ceritanya
"Pertama aku menolak mentah-mentah hal tersebut dan memilih membuat cucuku membantu Obito menjalankan rencana Mugen Tsukoyomi tapi setelah debat dan nasehat yang panjang, akhirnya aku mengerti bahwa perdamaian bukan ilusi, ilusi yang dapat membuat apapun kemauan ku terkabul, membuat aku bisa kembali bersama dengan ….. Hanaki-can"
"Setelah aku dan Zetsu sadar kami diberikan misi melatihmu cucuku, memberikan ku tabung mata legendaris Sharinegan serta memberikan aku kesempatan membimbing cucuku menjadi penyelamat dunia ini, jadi maukah kau membuat kedamaian didunia ini Naru ?" Madara mengakhiri ceritanya dengan sebuah pertanyaan
"Jika ini keinginan mu Jiji aku akan melakukanya, sekarang aku, Uzumaki Naruto akan berusaha membuat kedamaian,,,,, ehh bukan akan berusaha tapi pasti membuat perdamaian"
"Itu baru cucu ku" ucap Madara sambil tersenyum tulus
Madara kembali bertanya "Apakah kau membenci keluargamu Naru" Tanya nya
"Aku tidak pernah membenci keluarga ku…aku hanya kecewa pada mereka dan jika boleh jujur aku rindu pelukan kaa-san" jawab Naruto diakhiri senyum sedih kemudian Madara tersenyum
"Kau memiliki putra yang hebat Kushina…." Batin Madara kemudian teringat sesuatu "Naruto,,,nanti jika kau bertemu ibumu berikan kotak ini pada beliau,,, disini berisi identitas dan surat yang aku dan Hanaki-can tulis serta hadiah kami buat untuknya ketika masih dalam kandungan istriku" ucap Madara sambil memberikan sebuah kotak yang lumayan besar
"Hai…ji-sama,,akan saya berikan kaa-san" ucap naruto sambil mengambil kotak tersebut dan memasukanya ke dimensi kamuinya
"Waktuku sudah tidak lama lagi Naru,,, carilah perdamaian sejati itu " ucap Madara sambil melihat keatas, ia melihat cahaya datang kearahnya disertai terlihat seorang wanita bersurai merah menjurkan tanganya kearah Madara yang kini terlihat muda kembal, menggapai tangan itu kemudian mereka berdua tersenyum dan bersama terbang ke angkasa, yapss wanita itu adalah Hanaki
" ha-hai ji-sama,,, hiks,,," ucap Naruto bergetar dan terdengar isakan kecil karena kehilangan sosok kakeknya. Menghapus air matanya Naruto berjalan kearah mayat sang kakek lalu menggendongnya dan membawa ke peti mati yang ia buat dengan jurus Mokutonya
"Aku yakin Jii-can bahagia disana dengan oba-chan" batin Naruto
"Zetsu ka uterus awasi Obito,,, aku tidak ingin ia menjalankan rencana bodoh itu" ucap Naruto dibalas anggukan oleh Zetsu "Oh ya satu lagi tolong lihat bagaiana keadaan keluarga ku di Konoha"
"Hai Naruto-sama" ucap Zetsu kemudian masuk kedalam tanah
"Yossshhh sekarang aku akan ke-
TBC
Oke saya minta maaf atas keterlambatan fic ini, disebabkan karena laptop author mati total dan harus beli baru serta mod nulis gak ada karena kematian nenek saya
Ada yang tau gak naru bakalan kemana ?
Oke silahkan menebak
Dan yang terpenting jangan lupa review kalian karena itu membuat saya semangat menulis
Author Namikazeall out
