" OUR FIRST NIGHT "

YAOI AREA

BXB

M-PREG

GENRE : FULL DRAMA

PAIRING : CHANBAEK

CAST : BAEKHYUN , CHANYEOL AND THE OTHERS

DESCLAIMER : INI ASLI HASIL KARYA SAYA DARI OTAK YANG TIDAK SEBERAPA INI , JIKA ADA KESAMAAN NAMA TOKOH , TEMPAT DAN KEJADIAN ITU HANYA KEBETULAN SEMATA .

.

.

.

MY LOVELY MONSTER

.

.

"Cha... Chanyeol.. Jangan macam-macam!" Si monster mungil memperingatkan. Chanyeol menaik'kan satu alisnya.

"Kenapa? Aku berhak menyentuh mu. Aku suami mu, jika kau lupa." Chanyeol semakin mempersempit ruang gerak Baekhyun.

"Ja..jangan gila Chanyeol!!" Sentaknya berusaha menjauhkan tubuh Chanyeol, namun gagal. Chanyeol menarik tangan Baekhyun dan di bawanya keatas kepala suami mungilnya itu, menahannya disana agar Baekhyun tak lagi dapat memberontak. Mudah untuk melakukan itu karena tenaga Baekhyun tak sebanding dengan badan kekar Chanyeol. Lalu tanpa kata Chanyeol segera mempertemukan bibir mereka, Chanyeol menangkup tengkuk Baekhyun dengan tangannya yang terbebas agar Baekhyun tak menghindar dari ciumannya, sebab Baekhyun selalu memalingkan wajahnya saat Chanyeol hendak mencium bibir ranum itu. Chanyeol menggerak'kan bibirnya secara perlahan namun dalam, dihisapnya pelan bibir atas dan bawah Baekhyun.

Chanyeol menurunkan tangannya melewati dada Baekhyun, menekan niple yang mulai mencuat itu barang lalu, kemudiantangan Chanyeol berhenti di pinggang berisi milik suaminya itu.

"Ugh.." Baekhyun tanpa sadar melenguh saat Chanyeol menekan niple dan meremas pelan pinggangnya.

Chanyeol melesak'kan lidahnya kedalam mulut Baekhyun, mengabsen isi di dalamnya.

"Nghhh.." Baekhyun kembali melenguh nikmat saat lidah Chanyeol menyapa langit-langit mulutnya. Sumpah, Chanyeol adalah pencium yang handal.

"Oppa, ibu memanggil mu." Irene sang adik, berujar dibalik pintu seraya mengetuk-ngetuk pintu Chanyeol membuat pria itu menghentikan kegiatan tangannya yang sedikit lagi mencapai area selangkangan Baekhyun.

Chanyeol menyumpah serapah didalam hati, kenapa ia harus diganggu disaat seperti ini. Menyebalkan, fikirnya. Chanyeol menarik bibirnya dari bibir Baekhyun menyisakan benang saliva yang menggiurkan, juga wajah sayu dari si mungil membuat Chanyeol menelan ludahnya kasar. Diusapnya pelan bibir basah Baekhyun, lalu bangkit dengan berat hati meninggalkan kamar.

"Katakan pada Ibu, Oppa akan menemuinya sebentar lagi." Ujar Chanyeol pada adiknya itu, Ia tak bisa mengabaikan Selangkangannya berdenyut ngilu meminta disentuh.

Baekhyun mengerjap berusaha memahami apa yang baru saja terjadi. Wtf, ia baru saja makingout dengan Chanyeol, Baekhyun tak habis fikir bagaimana hal itu bisa terjadi. Baekhyun jadi malu sendiri, bisa-bisanya ia mendesah dan terangsang hanya karena perbuatan Chanyeol, orang yang sangat dia benci. Dan apa-apaan dengan penisnya yang mengacung tegak belum terpuaskan.

Well, sepertinya Baekhyun juga memerlukan kamar mandi.

.

MY LOVELY MONSTER

.

Acara resepsi kedua mereka akan diadakan nanti malam, berarti orangtua Baekhyun dan juga kakaknya akan datang sore ini. Baekhyun tak sabar menanti kedatangan Hyung laknatnya itu untuk membuat perhitungan dan sepertinya dewi fortuna tengah berada di pihak Baekhyun karena mobil orangtua nya sudah berada didalam pekarangan rumah mertuanya.

Setelah orangtuanya bertemu dengan mertuanya, Baekhyun berlari kearah mobil dan langsung memiting kepala Sehun yang saat itu tengah mengeluarkan koper.

"Mati kau, mati kau!!" Sumpah Baekhyun seraya memiting erat leher Sehun membuat sang empunya hampir kehabisan nafas karena tercekik.

Sehun sekuat tenaga melepaskan pitingan Baekhyun yang tidak pernah main-main itu, sungguh tidak etis rasanya ia mati ditangan adiknya sendiri.

"Apa yang kau lakukan?!" Sentak Sehun seraya menggosok-gosok lehernya.

"Seharusnya aku yang bertanya begitu! Apa yang kau lakukan hah!!" Sehun tak benar mengerti akan kemarahan Baekhyun ini, ia tidak merasa melakukan apapun, tapi Baekhyun tiba-tiba saja langsung murka kepadanya.

"Apa yang kau katakan pada Chanyeol? kau kira aku serendah itu?" Baekhyun berujar sampai urat lehernya menonjol.

Nah, sekarang Sehun mengerti kenapa kemurkaan itu muncul menerpa dirinya.

Sehun memutar matanya jengah, "Kau meminta bantuan ku agar Chanyeol menceraikan mu, bukan?" Sarkas Sehun.

"Iya, tapi karena ulah mu aku terancam mati!!" Ujar Baekhyun mendramatisir, Sehun bersedikap melihat adiknya yang tengah menjambak rambutnya sendiri.

"Seingat ku, kau tidak mengatakan harus cara tepat yang mana yang harus aku gunakan." Nah, sekarang Baekhyun terdiam, ia memang menyuruh Sehun untuk melakukan apapun yang pria itu mau asalkan Chanyeol menceraikannya.

"Terserah! Aku tidak mau tahu pokoknya kau harus mengatakan pada Chanyeol bahwa apa yang kau katakan itu hanya kebohongan belaka." Sehun mendesah pasrah. Baekhyun tetaplah Baekhyun sang diktator yang tidak mau mengalah atau pun mau dikalahkan.

.

Baekhyun rasa ibu mertuanya itu sangatlah pandai untuk memilih tempat tinggal, meski rumah itu terletak perdesaan, tapi rumah itu memiliki halaman depan yang cukup luas dan juga halaman belakang yang langsung menghadap ke pantai yang saat ini tengah dijadikan sebagai tempat resepsi kedua mereka.

Acara itu memang tak lebih mewah dari acara mereka yang pertama, tapi Baekhyun sangat menikmati pesta itu, terlihat dari senyumannya yang terus mengembang tanpa paksaan.

Acara mereka selesai tak sampai larut malam, mengingat para tamu yang hadir sebagian besar adalah orangtua paruh baya dari pedesaan, mereka tak memiliki banyak tenaga untuk terjaga sepanjang malam.

Setelah mengganti pakaiannya dengan piyama tidur, Baekhyun keluar dari kamarnya lalu mengikutsertakan dirinya dalam perbincangan keluarga malam itu. Mereka memutuskan untuk melakukan Quality time dengan melakukan obrolan-obrolan hangat untuk mendekatkan diri satu sama lain.

Ditengah perbincangan mereka, Changmin terpaksa harus menarik diri sejenak karena mendapat panggilan dari bawahannya dikantor dan itu tak dapat diabaikan.

"Ada apa?" Tanya Sooyoung pelan saat Changmin sudah selesai melakukan panggilan bisnis nya.

"Ada masalah diperusahaan dan aku diminta hadir besok." Jelasnya merasa bersalah sebab mereka berniat untuk menetap sampai tiga hari kedepan, tapi baru satu hari mereka disana, mereka harus kembali karena Changmin.

Changmin sebenarnya tak masalah jika harus kembali lebih cepat dari yang dijanjikan, toh besannya itu akan mengerti. Namun yang Changmin takutkan adalah anak bungsunya, Baekhyun pasti akan merajuk jika Changmin harus pulang besok hari.

"Apa?? Tapi daddy sudah janji akan kembali bersama dengan ku." Baekhyun mengujar protes pertama kali saat perkataan itu sampai diindera pendengarannya.

Changmin mendesah pelan berusaha untuk memberi pengertian, tapi si monster mungil itu sudah lebih dulu berlalu seraya menghentak-hentak'kan kakinya.

Sooyoung hanya bisa tersenyum canggung pada besannya, jelas saja ia malu akan sifat kekanakan Baekhyun. Baekhyun seolah menunjuk'kan pada besannya bahwa ia gagal menjadi ibu yang baik karena tak dapat mendidik anak seperti Baekhyun.

Sooyoung akhirnya mengikuti si monster mungil kedalam kamarnya.

"Kau fikir apa yang baru saja kau lakukan, ByunBaekhyun?" Tanya wanita paruh baya itu tepat saat ia sudah memasuki kamar Baekhyun.

"Apa yang aku lakukan?" Tanya Baekhyun tak mengerti.

"Kau fikir kau masih anak berumur lima yang masih merajuk karena tak mendapatkan apa yang kau inginkan? Jangan bertingkah! Dewasalah kau sudah menikah!" Seru sang ibu dengan suara yang meninggi.

Baekhyun berdecak, "Bukankah seharusnya Mommy yang bersikap dewasa bukannya aku, ingat Mommy itu sudah tua tapi masih saja mencari masalah dengan ku." Sarkas Baekhyun tak mau kalah.

"Kau fikir kau bicara dengan siapa? Aku ibumu, Baekhyun jadi jaga cara bicara mu. Mommy tidak perduli apa yang kau katakan, tapi jika satu kali lagi Mommy melihat sifat kurang ajar mu, Mommy akan memberi mu hukuman tak perduli bahwa kau sudah menikah sekarang." Ancam ibu nya penuh penekanan.

"Jadi berhati-hati lah, jangan membuat aku malu dan menyesal telah melahirkan mu." Ujar Sooyoung sebelum benar-benar berlalu.

Baekhyun memang seorang diktator, tapi tetap saja ia masih bisa merasakan sakit setiap menerima perkataan kejam dari ibunya.

"Jika kau memang ibuku, bukankah kau seharusnya memperlakukan aku sebagai anak dibanding musuh?" Monolog Baekhyun pada pintu yang tertutup rapat.

Hampir disetiap akhir pertengkaran mereka, Baekhyun akan menangis sesegukan bertanya pada angin kosong tentang perubahan yang ibunya alami tanpa di sadari oleh wanita paruh baya itu.

.

MY LOVELY MONSTER

.

Baekhyun tak pernah bangun pagi tanpa dipaksa, tapi kali ini si monster mungil itu bangun pagi atas keinginannya sendiri. Itu karena orangtua dan kakaknya akan pulang pagi ini sebab daddy nya mengejar rapat penting.

"Aku ingin ikut~" rengek Baekhyun pada daddy nya. Pria paruh baya itu hanya bisa memberinya tatapan menyesal membuat Baekhyun mencebik kecewa.

Baekhyun lantas mendekati sang kakak dan bergelayut manja di lengan kakaknya itu.

"Kau jangan ikut, tinggal lah disini temani aku~" Rengeknya manja.

"Sorry Baekby, aku harus membatu daddy." Ujar sang kakak enteng tanpa beban. Baekhyun sudah bersiap dengan rengekan yanv lain sebelum Sooyoung memberinya tatapan penuh ancaman membuat Baekhyun urung. Si mungil itu melepaskan belitan tangannya dan merelakan dirinya ditinggal sendiri.

Baekhyun berusaha untuk melanjutkan tidurnya karena masih pagi, tapi ia tak bisa tidur sama sekali. Merasa bosan, Baekhyun pun pergi ke dapur mencari sesuatu yang dapat ia makan.

"Mencari apa?" Itu adalah ibu mertuanya yang tiba-tiba datang dari arah belakang, menginterupsi kegiatannya.

Baekhyun sontak menghentikan kegiatannya yang saat itu tengah mengobrak-abrik isi kulkas demi mencari selai strawberry kesukaannya.

"Aku sedang mencari selai strawberry, Eomma." Ujar si mungil malu membuat Yoona tersenyum menanggapi sikap menggemaskan menantunya itu.

"Ahh sayang sekali. Dirumah ini tak pernah ada selai strawberry karena tidak ada yang suka strawberry." Yoona turut merasa sedih saat melihat menantunya mendesah kecewa.

"Tadi Irene masak nasi goreng, Eomma menyisihkannya untuk mu, makanlah itu dulu." Ucap Yoona lembut.

Baekhyun menggigit bibirnya ragu, "Maafkan aku eomma, nasi goreng itu ada timun, aku tidak suka makan timun." cicit Baekhyun canggung. Sungguhpun ia terkadang kasar dengan Chanyeol, tapi ia tetap tak sampai hati membuat mertuanya tersinggung.

Yoona menjadi tak enak hati membuat menantunya kelaparan, ia akan mengingatkan Irene lain kali agar tak memasuk'kan timun kedalam masakan. Wanita paruh baya itu lantas mendekati sang menantu tercinta.

"Duduklah, eomma akan membuatkan mu omelet." Ujar Yoona lembut, namun Baekhyun menggeleng.

"Tak apa eomma, aku baik-baik saja, tidak sarapan tak akan membuat ku sakit." Tolak Baekhyun pelan, Yoona memberinya tatapan yang tak dapat dibantah.

"Seperti eomma tidak tahu saja tubuh lemah mu itu, kau bahkan bisa flu hanya karena temperatur udara menurun." Baekhyun sedikit terkejut menyadari Yoona mengetahui tentang dirinya. Yoona yang mengerti akan keterkejutan Baekhyun pun dengan senang hati memberi penjelasan singkat.

"Eomma mengenal mu sejak kecil, Baby boy." Nah, Baekhyun jadi tambah terkejut lagi saat Yoona memanggilnya seperti itu, panggilan itu hanya mommy dan daddy nya yang memanggil begitu. Yahh, dulu memang sang Mommy memanggilnya begitu, sebelum wanita paruh baya itu berubah menjadi ibu yang menjengkelkan, menurut Baekhyun.

Yoona lagi-lagi memberi Baekhyun penjelasan tentang seberapa dekatnya mereka dulu. Hari ini Yoona memberinya banyak kejutan dan kejutan yang paling membuat Baekhyun terperangah adalah fakta bahwa dia dan Chanyeol memang sudah dari dulu dijodohkan.

"Saat itu Chanyeol memperkenalkan Yixing kepada kami, kami tak mungkin menyuruh Chanyeol melepaskan Yixing dan menghancurkan kebahagiaan Chanyeol."

Itulah alasan perjodohan mereka tak sampai berlanjut dulu dan saat Yoona memiliki kembali kesempatan untuk menjadikan Baekhyun menantu, tentu wanita paruh baya itu tidak akan menyia-nyiakannya. Kini disinilah mereka akhirnya berakhir, sebagai mertua dan menantu.

.

MY LOVELY MONSTER

.

Baekhyun belum melihat Chanyeol hari ini, dia memang melihat Chanyeol tadi pagi saat mengantar orangtua nya ke depan gerbang, tapi Chanyeol tak lagi terlihat setelah itu.

Bukannya Baekhyun rindu atau apa, bukan. Hanya aneh saja, mereka tinggal satu rumah tapi ia tak dapat menemukan Chanyeol dimanapun.

"Oppa ada di pantai." Irene memberitahu nya.

"A..apa? Aku tidak bertanya tentang dia." Gagap Baekhyun, seolah dirinya tengah tertangkap basah mencuri.

Irene terkikik geli, "Aku tahu, tapi kelihatannya kau sedang mencari dia, jadi ku beritahu saja." Canda Irene, Baekhyun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

Baekhyun pun keluar dari rumah dan mencari Chanyeol disepanjang pesisir pantai. Benar saja, Chanyeol ada disana tengah bermain voli air dengan Suho, adik iparnya.

"Kau disini?" Baekhyun merengut saat mendapat pertanyaan itu, haruskah Chanyeol menanyakan pertanyaan konyol itu. Sudah tahu ia berdiri disini tapi masih saja bertanya.

"Kau mencari aku?" Tanya Chanyeol lagi.

Baekhyun berdecih, " Jangan kepedean, aku kesini karena merasa bosan." Bohong Baekhyun, kita semua juga tahu itu.

"Kalau begitu, kesinilah, airnya bisa membuat stres hilang." Celetuk Chanyeol, Baekhyun melotot tak terima.

"Kau kira aku stres, begitu?" Imajer siku-siku seketika hadir disudut kening Baekhyun.

Suho pun memilih mundur dan memberi waktu untuk pasangan pengantin baru itu.

Chanyeol mengedikkan bahunya acuh, "Aku tidak bilang begitu, kau saja yang merasa."

"Dasar kau ajjushi sialan, sini kau!!" Ujar Baekhyun seraya mengambil ancang-ancang untuk mengejar Chanyeol.

"Sini kalau kau berani." entah sejak kapan menggoda Baekhyun menjadi hobi favorit Chanyeol. Baekhyun yang dasarnya mudah terpancing pun segera mengejar Chanyeol memasuki air pantai. Itu adalah bagaimana mereka main air sampai petang menjelang, mengundang gelak tawa dari Yoona yang memperhatikan mereka dari balkon kamarnya.

"Kau bahagia?" Tanya Yunhoo seraya memeluk tubuh sang istri dari belakang.

"Sangat, aku bersyukur pada tuhan karena memberi ku kebahagiaan sebelum aku pergi." Yoona berujar seraya mengelus tangan yang melingkari perutnya.

"Jangan berkata begitu, kau akan sembuh." Yoona tersenyum simpul.

"Ya, aku akan bertahan sampai aku mendapatkan cucu dari mereka." Yoona tahu ia tak lagi memiliki harapan untuk sembuh, tapi ia akan bertahan selama yang ia bisa.

.

MY LOVELY MONSTER

.

Udara di Chaesam sangatlah dingin, terlebih rumah Yoona terletak di pesisir pantai membuat udara menjadi lebih dingin, ditambah hujan sedari sore tadi tak juga berhenti membuat dinginnya berlipat-lipat ganda. Chanyeol yang biasanya kebal terhadap udara dingin saja sampai menarik selimut dibuatnya.

Baekhyun menjadi korban akan cuaca dingin itu, sudah bergelas-gelas cokelat panas tak juga mampu untuk membuatnya merasa hangat. Baekhyun terserang demam mendadak membuat seisi rumah kelimpungan, Baekhyun tak pernah tahan udara dingin, apalagi dia bermain air dengan Chanyeol tadi sungguh memperburuk keadaan.

Mereka tak bisa membawa Baekhyun ke rumah sakit karena hujan lebat dan jalanan menjadi licin. Saat genting seperti ini, Yoona teringat sesuatu. Ia bergegas membuka ruangan rahasianya di dapur untuk mendapatkan sebotol soju tua.

Itu adalah soju permentasi buatan orang tetua Chaesam, mereka biasanya meminum soju itu untuk menghangatkan tubuh, tapi soju permentasi memiliki kadar alhkohol yang tinggi, cukup di minum satu gelas mampu untuk menghangatkan tubuh sepanjang malam.

Setelah Chanyeol meminum satu gelas untuk menghangatkan dirinya, kemudian Chanyeol memberikan Baekhyun satu gelas berisi soju permentasi itu untuk di minum tanpa tahu bahwa si mungil itu tak memiliki toleransi untuk alkohol. Minuman berkadar alkohol rendah saja sudah mampu membuat Baekhyun mabuk, apalagi minuman berkadar alkohol tinggi.

Chanyeol kira soju itu akan membuat Baekhyun lebih baik, namun nyatanya si mungil itu masih terus merengek kedinginan.

Chanyeol jadi panik sendiri, tapi berterimakasih lah pada otaknya yang cemerlang karena ia mendapatkan ide agar Baekhyun tak lagi merasa dingin.

Chanyeol lantas membuka bajunya dan baju milik Baekhyun hingga kini mereka berdua half naked.

"Apa yang kau lakukan, Chanyeol?" parau suara terdengar keluar dari mulut Baekhyun.

"Aku mentransfer hangat tubuh ku pada mu menghambat dingin agar tak sampai ke jantung mu, kalau dingin mu sampai ke jantung bisa-bisa jantung mu berhenti berdetak." Ujar Chanyeol dengan segala asumsinya.

Baekhyun tak lagi membantah saat Chanyeol membawa tububnya kedalam pelukan hangat pria itu, Chanyeol bersyukur soju itu bekerja pada dirinya, ia cukup hangat untuk memberi Baekhyun kehangatan.

Baekhyun tertarik untuk menyentuh bisep Chanyeol, di rabanya dengan lembut otot lengan Chanyeol itu.

"Kau memiliki otot yang besar, aku bisa saja remuk hanya dengan sekali pitingan tanganmu." Chanyeol lantas mengalihkan eksistensinya pada si monster mungil yang saat ini mengusap bisepnya. Merasa di perhatikan, Baekhyun pun menengadahkan kepalanya hingga mereka berdua bersitatap.

Entah siapa yang memulai kini bibir mereka pun sudah saling menyapa, Chanyeol melumat bibir atas dan bawah Baekhyun secara bergantian begitu pun sebaliknya, Baekhyun membuka mulutnya saat Chanyeol mengetuk lembut belahan bibirnya, bertukar Saliva hingga tercecer melewati dagu Baekhyun, namun dengan cepat dijilat kembali oleh Chanyeol.

Chanyeol bisa saja mencium Baekhyun semalam suntuk karena sudah Chanyeol katakan sebelumnya jika Baekhyun memiliki bibir yang addictive, tapi si monster mungil itu juga perlu bernafas. Setelah memberikan kecupan yang lama akhirnya Chanyeol menyudahi sesi ciuman mereka.

"Kau membuat pertahanan ku goyah, Baek." Ujar Chanyeol, matanya diselimuti oleh nafsu. Tapi ia masih dengan jelas mengingat ucapannya yang tidak akan menyentuh Baekhyun jika suaminya itu tidak menginginkannya.

Baekhyun mengigit bibir berbahaya, "kenapa harus menahannya? Lepaskan saja, aku ini kan suami mu jadi nikmatilah aku." Entah Baekhyun sadar atau tidak saat mengucapkan itu, Chanyeol tak peduli. Yang penting sekarang Baekhyun sudah memberinya izin.

Chanyeol tak membuang waktu segera merubah posisi mereka hingga Chanyeol berada diatas Baekhyun tanpa menindihnya.

Chanyeol kembali menyapa bibir Baekhyun, membelit lidahnya hingga si monstef mungil melenguh nikmat. Ciuman Chanyeol berpindah ke leher Baekhyun, menyesapnya kuat hingga meninggalkan beberapa bekas keunguan. Chanyeol rupanya tak puas jika hanya memberi tanda dileher Baekhyun, ciumannya beralih ke tulang selangka dan berakhir di dada Baekhyun.

Lidah Chanyeol dengan terlatih menjilat niple yang mencuat itu, menghisap bahkan menggigit kecil.

"Chanhh..." Baekhyun melengkungkan punggungnya saat tangan Chanyeol menelusup memasuki underwarenya dan meremas pe is mungil miliknya.

"Lepashh... Ugh.. Lepaskan..." Baekhyun sudah cukup sesak didalam sana, Chanyeol pun melepaskan celana Baekhyun membuatnya full naked. Chanyeol hampir saja meneteskan air liurnya saat melihat tubuh sempurna milik Baekhyun. Body S line nya benar-benar menggoda.

Chanyeol kembali menjelajahi tubuh Baekhyun dengan lidahnya yang terlatih, menyisakan hickey disetiap sesapannya.

"Unghh.. Lebihh cepathh yeolhh.." Chanyeol tanpa kata makin mempercepat tempo gerakan tangannya yang tengah mengocok penis Baekhyun.

"Aaahhh..." Tak lama dari itu Baekhyun sampai dan mengotori tangan Chanyeol.

Pria jangkung itu menggunakan sperma Baekhyun sebagai pelumas, ia melumuri jari-jarinya dengan sperma Baekhyun lalu melesakkan jari tengahnya di lubang berkedut milik Baekhyun. Lubang itu sempit, seperti belum dimasuki oleh siapapun, Chanyeol tersenyum lega saat menyadari bahwa Sehun membohongi dirinya.

"Ughh.." Baekhyun meringis kala merasa aneh saat jari-jari Chanyeol memasuki dirinya.

Chanyeol melesakkan satu lagi jarinya dan membuat gerakan menggunting mempersiapkan Baekhyun agar dapat menerima miliknya nanti.

"Aku akan pelan-pelan." Ujar Chanyeol seraya mengurut pelan penisnya agar memegang sempurna.

Dibukanya kaki Baekhyun agar lebih mengangkang hingga memudahkan Chanyeol untuk memasukkan miliknya.

"Akhh.. Sa..sakkithh Chanyeolhh..." Ringis Baekhyun saat kepala penis Chanyeol berusaha memasukinya.

"Tahan sebentar, ini tidak akan lama, aku janji." Chanyeol menenangkan seraya terus berusaha memasukkan miliknya.

Chanyeol mencoba mencium bibir Baekhyun untuk mengurangi rasa sakitnya.

"Mhh.." Sementara Chanyeol mendesah nikmat karena miliknya telah masuk sempurna kedalam Baekhyun. Si monster mungil tak sengaja menggigit bibir Chanyeol saat merasakan sakit yang teramat, seolah dirinya tengah dibelah dua dibawah sana.

"Sakithh hikss..." Baekhyun tak berbohong saat mengatakannya, Chanyeol jadi tak enak hati, ia kembali mengecup bibir Baekhyun mengabaikan bibirnya yang berdarah akibat gigitan Baekhyun.

"Bergeraklah.." Titah Baekhyun.

"Kau boleh melakukan apapun pada ku untuk mengurangi rasa sakitnya." Ujar Chanyeol menenangkan sebelum pria itu mulai menggoyangkan pinggulnya dengan perlahan.

Diawal permainan Baekhyun lebih banyak memberinya cakaran di bahu ketimbang desahan, tapi Chanyeol tak masalah karena ia pun menikmatinya.

"Nghh.. Disanahh.. Lagi ku mohon..." Akhirnya Chanyeol menemukan sweetspot Baekhyun. Pria jangkung itu lalu menghentak-hentakkan pinggulnya ditempat yang sama membuat Baekhyun mendesah gila.

"Chanyeol aku hampirhh samp.. Ahhh.." Belum sempat Baekhyun menyelesaikan kalimatnya, orgasme telah lebih dulu mendatanginya.

"Ohh nikmatnya.." Chanyeol mengerang nikmat sebab dinding rektum Baekhyun menjepit miliknya dengan erat.

Hingga tak lama dari itu Chanyeol mencapai puncak nya dan menyemburkan spermanya kedalam Baekhyun dsn diterima baik oleh si monster mungil itu.

Chanyeol mengeluarkan masuk'kan penisnya memompa spermanya agar keluar seluruhnya. Tapi karena gerakannya itu membuat penisnya kembali menegang.

"Baek, kau lelah?" tanya Chanyeol pada Baekhyun yang masih berusaha menormalkan deru nafasnya.

"Aku ingin tidur setelah kau mengeluarkan milikmu." Baekhyun berujar tanpa basa-basi.

"Tapi aku ingin lagi." Tanpa memperdulikan mata Baekhyun yang membola, Chanyeol kembali menggenjot miliknya hingga membuat tubuh Baekhyun tersentak-sentak dan kembali mendesah nikmat.

.

MY LOVELY MONSTER

.

Saat Baekhyun terbangun di pagi harinya, tubuhnya terasa remuk bukan main, bau khas pasca bercinta pertama kali menyapa indera pembaunya. Baekhyun mengernyit lalu berusaha bangkit, namun terhenti saat merasakan sakit yang teramat dibagian anusnya.

Baekhyun tercekat, cepat-cepat ia membawa tangannya untuk menyingkap selimut yang dipakai olehnya. Dia dalam keadaan telanjang dan begitu banyak hickey menghiasi tubuhnya, juga jangan lupakan ada sisa sperma yang mengering di paha dalamnya.

Baekhyun tentu cukup pintar untuk sadar bahwa ia baru saja menghabiskan malam panas dengan Chanyeol.

Nah, pria yang sedang dibicarakan barusaja keluar dari kamar mandi, air masih menetes dikepalanya jatuh menuruni dada bidangria itu membuat Baekhyun menelan ludahnya sudah payah.

"Kau sedang menggoda ku atau apa?" Baekhyun tersentak kala mendapati pertanyaan itu, ia dengan cepat menutupi tubuhnya yang telanjang dengan selimut tadi.

"A..aku ti..tidak menggodamu!" Seru si monster mungil was-was. Chanyeol menyeringai lalu mendekati Baekhyun dengan langkah berbahaya, ia lantas menarik selimut yang menutupi tubuh indah Baekhyun dengan kuat membuat si monster mungil itu terperangah.

"Ku rasa moorningsex juga bagus untuk kesehatan tubuh." Chanyeol berujar dengan senyuman miringnya.

"Ja..jangan macam-macam!" Ancam si monster mungil seraya beringsut ketakutan.

Chanyeol mengabaikan itu, ia dengan cepat menarik kaki Baekhyun dan membuat Baekhyun berada dalam kukungannya.

"Chanyeol aku akan membunuh mu setelah ini.. Nghh.." Ancaman yang sia-sia karena nyatanya Chanyeol kembali memasukkan miliknya dengan mudah dan membuat Baekhyun kembali mendesah hebat.

.

.

.

.

.

.

NEXT?

RIVIEW PLEASE

.

Cangkem :

Makasih banyak buat yang sempetin waktu untuk riview ;*Makasih atas sarannya.. akan py perbaikin kedepannya.:))

ssuhoshnet, Park LouisYeol, chalienB04, anaknya Baekhyun, chanbaekismyown, Yousee, kykykykykyk, harinahn, Baekechantol, SHEVANNY DISPATCH, baekbttm

Btw kalian jadi males riview, kenapa??

kasih aja saran kalo emang ceritanya gak ngenakin.. py terima saran kalian kok...

IG : pychanbaek

ngobrol kuy siapa tau kalian bisa ngilangin virus wb dan mrmunculkan ide:))

NB :

AKHIRNYA MEREKA MALAM PERTAMA..YEEAAYY :))

bagian NC nya kalo ada yang kurang dan gak memuaskan harap maklumi wkwkwk:D

#CHANBAEKISFUCKINGREAL

#CHANBAEKMENUJUHALAL