Tittle : Return of Heroes (REMAKE)

All Character in this fict, are belongs to their own creators

Rate : M

Chapter 4 : Destruction Started

A Very Past ago

Groaaa! "Enyahlah, sampah pengganggu!". Geram Naruto menendang seekor monster seukuran manusia dengan tubuh hitam berbentuk seperti gurita menjijikkan.

Groaa! Seekor monster lainnya melompat hendak menerkam kepala Naruto. Slash! Dum! Sebuah cahaya merah melesat entah dari belakang Naruto dan menghancurkan monster itu.

"Jangan lengah, lihat di depanmu!". Ucap seorang pria berambut putih dengan pakian serba merah tengah memegang sebuah busur dengan anak panah yang dibidikkan.

"Huh". Gumam Naruto pelan. Groaa! Buagh! Kembali, Naruto menghantamkan busur emasnya ke seekor monster yang mendekatinya. "EMIYA, mereka tidak ada habisnya". Ucap Naruto mundur sebentar dari puluhan monster aneh ada di depannya.

"Sarang mereka ada di dasar jurang itu, selain itu jika ingin melenyapkan mereka langsung, maka kau harus menyerang induknya, Echidna!". Teriak orang bernama EMIYA itu sambil memegang sebuah pedang spiral.

"Sial, aku sedikit kelupaan, kita tidak bisa membuang waktu lagi". Balas Naruto memunculkan sebuah benda mirip ornamen.

"Yah, kau benar! Hancurkan mereka semua, Caladbolg!". Balas EMIYA menembakkan panah spiralnya. "Yah, seharusnya kita lakukan dari tadi, hancurkan mereka! Vajra!". Teriak Naruto menembakkan anak panah emas dengan sebuah bola hitam kecil di ujungnya yang berbentuk seperti ornament kecil.

Dumm! Blarr! Ledakan hebat terjadi saat Caladbolg menghantam segerombolan monster itu, ditambah ledakan petir dari senjata bernama Vajra yang ditembakkan Naruto telah menciptakan ledakan sebesar sebuah bom Nuklir.

Fhussh! Tap! Mereka berdua muncul di bagian hutan, diatas pohon dimana di depan mereka, ada sebuah kota terbentang.

"Saver, Aku izinkan penggunaan Noble Phantasmmu".

Sebuah suara terngiang di telinga mereka berdua yang disusul oleh wajah Naruto yang sedikit menggelap. itu dari tadi, sisanya tinggal melepaskannya saja". Gumam Naruto.

"Jadi, kau akan melenyapkannya? Saver?". Tanya EMIYA. "Yah, itu tugasku, Saver... Counter Beast, Dan jangan khawatir, aku sudah menyiapkan milikku saat dipanggil ke dunia ini". balas Naruto datar sambil mengarahkan busur emasnya ke langit.

"Tapi, saat ini Echidna ada di pusat kota Macedonia, jika kau menggunakan Noble Phantasm Anti-Beast milikmu, yang juga dapat dikategorikan sebagai Anti-Nations maka bisa meledakkan Macedonia dalam sekejap". balas EMIYA

"Monster itu telah membawa kehancuran besar, dengan runtuhnya Dewa-Dewi yang berkuasa disini, Dewa-Dewi Yunani, maka tidak ada yang bisa menyelamatkan manusia lagi disini, selain itu…". Jeda Naruto mengambil nafas dalam.

Krrt! Krrrt! "Aku adalah Saver, Counter Beast... Tugasku hanyalah melenyapkan Beast yang kabur dari bawah Layers, diluar itu s-sama sekali bukan urusanku". ucap Naruto.

"Aku adalah Counter Guardian, keselamatan umat manusia adalah urusanku, namun sepertinya Alaya berpikiran lain, dalam rangka menjatuhkan monster itu disini, dia memperbolehkan segala korban asalkan bukan dunia ini, kalau sudah begini aku tidak bisa bergerak". balas EMIYA

"Kalau begitu diamlah dan saksikan, Roh Pahlawan EMIYA". gumam Naruto. "Kau berkata seperti itu padahal kau sendiri juga berat melakukannya, mau menjadi Pahlawan keadilan? Itu adalah hal yang mustahil". ucap EMIYA

"Huft... Aku masih muda sebagai Roh Pahlawan, tapi setidaknya mereka mati dengan tenang ketimbang mati dengan ketakutan akan monster itu... ". ucap Naruto.

Stab! Ia menembakkan sebuah cahaya emas kearah monster itu, hanya sebuah anak panah emas biasa.

Groaa! Echidna meraung pelan merasakan sesuatu yang menancap di tubuhnya, hanya membuatnya sedikit gatal.

Sring! Sebuah cahaya emas sebesar sebuah gedung pencakar langit turun dari atas atmosfer bumi dan langsung mengenai monster itu.

Sedetik kemudian, garis-garis merah aneh keluar dari cahaya itu dan dalam waktu sekejap telah mencapai seluruh wilayah Macedonia yang di dalamnya masih ada orang-orang yang terdiam takjub akan cahaya emas yang melukai monster yang meresahkan mereka.

Sring! Dummmm! Blaarrr! Dan dalam sekejap berikutnya, seluruh garis-garis merah itu seluruhnya hancur seperti kaca pecah dan mengakibatkan apapun yang ada diatasnya meledak hebat, sebuah panah yang memiliki kekuatan untuk menghancurkan sebuah Negara dalam sekejap mata.

Ledakan sebesar wilayah Macedonia itu sendiri muncul dan menjulang tinggi keatas Atmosfer dalam bentuk jamur raksasa yang menghasilkan asap hitam yang bergerak menutupi seluruh dunia dan disertai oleh ledakan-ledakan petir berwarna merah pekat.

Anehnya, wilayah diluar jangkauan garis-garis merah tadi tidak hancur sedikitpun.

"Semoga arwah kalian tenang, aku sudah menyingkirkan Beast itu... Dan kalian adalah para manusia baik yang menolongku melakukannya, semoga derajat kalian diangkat lebih tinggi dari kami para Roh Pahlawan... Semoga jiwa kalian tenang". ucap Naruto berlutut menyaksikan kehancuran yang dibuatnya.

"Menyedihkan... Inikah pekerjaanmu sebagai Saver? Jika aku pasti akan menolaknya, kau menyelamatkan mereka yang menjadi korbanmu, menerima semua penyesalan dan kegelapan dari mereka yang menjadi korban dalam tugasmu". ucap EMIYA berbalik.

"Sebaiknya kau berhati-hati, mungkin saja suatu saat kau kehabisan ruang dalam hatimu untuk menyegel semua kegelapan itu dan perlahan akan memakanmu dari dalam, dasar Roh Pahlawan yang menyedihkan, akhir dari para sosokmu tidak pernah ada yang bahagia... Mungkin itu juga terjadi padamu, akhirnya kelak sebagai Roh Pahlawan mungkin juga tidak bahagia". gumam EMIYA menghilang.

"Heh, berbeda denganmu yang menjadi Roh Pahlawan hanya karena hal naif bernama keadilan, aku tidak perlu memikirkan kebahagiaan baik diriku sendiri maupun orang lain, satu-satunya hal yang bisa membuatku senang hanyalah aku dapat menjalankan tugasku... Itu saja". gumam Naruto berdiri, tubuhnya juga mulai terurai menjadi serpihan cahaya.

"Mungkin kau benar aku ini Roh Pahlawan yang menyedihkan, meskipun mati dengan tidak bahagia namun tidak memiliki keinginan yang belum terwujud, karena semua keinginanku telah tercapai dan mewariskannya pada para generasi penerusku". gumamnya menutup matanya.

"Dan kau mungkin benar, tempat dihatiku bukanlah tidak terbatas terhadap semua kegelapan itu, yah.. aku hanya mau menanggung kegelapan dari mereka yang telah mati saja, orang harus berusaha menerima kegelapan mereka, karena itu juga merupakan bagian dari diri mereka yang sebenarnya, kalau mereka menolaknya maka mereka tidak akan bisa menemukan jati diri mereka".

"Taklukan kegelapan maupun cahaya dalam dirimu, dan jadikan kekuatan untuk melakukan hal yang menurutmu benar... Tapi pasti akan menerima hasil dari hal tersebut, itulah yang sedang aku lakukan, tidak ada gunanya menahan sebanyak itu, aku hanya harus menggunakan mereka... ". lanjutnya menghilang sepenuhnya.

Flashback End

"Um... ". Naruto menggerakkan beberapa jarinya yang berwarna merah karena darah dari Siegfried yang ia bunuh tadi. "Ada apa Naruto?". tanya Azazel heran. "Tidak, rasanya sudah lama sejak aku membunuh manusia". Gumam Naruto sangat lirih sambil menurunkan tangannya.

"Kita akan keluar dari celah dimensi, akan ada sedikit guncangan! Jangan sampai terjatuh". ucap Naruto pada semua yang menaiki Vimananya. "Aku tak tahu siapapun kau, tapi serahkan padaku". ucap Saji menggunakan Sacred Gearnya untuk mengikat semuanya kecuali Naruto dan Azazel.

Sring! Garis-garis biru muncul di depan Vimana. "Ugh... ". erang Issei dkk merasakan getaran sedang saat mereka keluar dari celah dimensi itu.

Wush! Mereka muncul di dunia nyata, tepat di halaman dimana Arthur tengah menyarungkan pedangnya kembali.

Tap! Tap! Tap! Mereka semua turun dari Vimana termasuk Kyuubi yang masih pingsan dibawa oleh Saji dan Issei.

Presh! Naruto mendarat dan menghilangkan Vimana lalu berbalik menuju Arthur. "Tunggu, mau kemana kau, Naruto?". tanya Azazel.

"Pergi". balas Naruto singkat dengan nada sedikit datar. "Tunggu, kami masih ingin bertanya beberapa hal". ucap Xenovia keras.

"Beberapa hal yah? Kalau begitu baiklah". Balas Naruto berbalik. Sring!

Deg! Deg! Mereka semua yang berada di depan Naruto tiba-tiba seolah merasakan hembusan angin kencang nan dingin yang menerpa seluruh indra mereka, saat bertatapan dengan mata merah kelam dengan garis vertikal hitam pekat di tengahnya.

"Azazel, tadinya aku berniat membentuk aliansi denganmu, namun semua itu kurasa percuma saja". balas Naruto. "A-apa maksudmu?". tanya Azazel gugup. "Kekuatan pancaran kharisma macam apa ini?! Kharismanya membuat kami sulit bergerak, ini seperti kutukan.. ".

"Rasa sakit dan kegelapan hati para fraksi pahlawan itu adalah nyata, dan itu disebabkan oleh ras kalian". ucap Naruto tajam.

"T-Jangan menyanggah perkataanku nona, Noble Phantasmku, Sha Naqba Imuru memiliki kekuatan setingkat Clairvoyance dengan rank EX, memungkinkanku menggunakan seluruh pengalamanku untuk melihat ribuan kemungkinan jauh dimasa depan, dan menggunakan seluruh pengetahuan serta bukti yang cukup untuk menyingkap rahasia dan masa lalu sebuah dunia, termasuk dunia kalian". ucap Naruto datar memotong perkataan yang hendak dilontarkan Xenovia

.

"Dan Azazel, aku hampir tidak melihat kemungkinan baik jika aku beraliansi denganmu dan mengabaikan fraksi pahlawan itu, mungkin cara kepahlawanan mereka salah namun aku tidak bisa menyalahkan rasa sakit dan dendam mereka, malah yang kubisa adalah membenarkannya". ucap Naruto tajam.

"Jadi kau akan membela mereka?!". teriak Issei. "Pengetahuanmu masih sedikit Sekiryuutei, belajarlah dari para pemegangmu sebelumnya! Aku tidak akan membela mereka, itu juga bukan berarti aku akan membela kalian, peperangan dan segala konflik kalian adalah urusan internal dunia ini, bukanlah bagianku untuk ikut campur". balas Naruto.

"Singkatnya, kau melempar kejahatan yang kau lakukan terhadap fraksi pahlawan ke kami?". tanya Azazel tajam. "Pemikiranmu sempit Azazel, mereka yang mengambil nama pahlawan akan berhadapan dengan pahlawan yang sesungguhnya, disanalah mereka akan dinilai apakah mereka sanggup menyandang nama pahlawan atau bukan". ucap Naruto.

"Dan untuk fraksi pahlawan di dunia ini, aku sendiri yang akan mengurus mereka! ". lanjut Naruto.

Tap! Tap! Tap!

"Kami memiliki alasan sendiri mengapa kami terperangkap di dunia ini, dan kami harus segera menemukan sebabnya, jika kalian berniat menghalangi, pedangku tidak akan segan-segan". ucap Arthur maju kedepan.

"Pedang suci! Auranya sekaliber Ex-Durandal milikku?!". kaget Xenovia melihat Arthur mencabut sebuah pedang dengan beberapa segel dari sarungnya.

"Itu... Memang Excalibur". ucap Azazel. "Apa?! Excalibur?!". kaget Xenovia dan Kiba. "Orang itu, adalah Roh Pahlawan... Arthur Pendragon". balas Azazel.

"Begitu Excalibur juga ada di dimensi ini, namun sejauh yang aku ketahui dan di dimensi manapun Excalibur yang kudapati, semuanya memiliki tigabelas segel, namun sepertinya Excalibur yang digabungkan dengan Durandal itu, segelnya belum dilepas sehingga kemampuannya melemah". ucap Arthur.

"Bagaimana kau tahu kalau Excalibur ini digabungkan dengan Durandal?!". Tanya Xenovia keras.

"Ah, aura pedangnya juga mirip dengan Durandal yang berasal dari ujung tombak milik Hektor, Durindana". Balas Arthur. "Selain itu Excalibur itu belum terlalu kuat". Lanjutnya

"A-apa maksudmu?". bingung Kiba. "Gadis itu menyebut kalau Excalibur milikku saat ini memancarkan aura suci dalam kaliber yang sama dengan Ex-Durandal miliknya, padahal saat ini aku hanya melepas lima segel Excalibur dan masih ada delapan segel lagi, sepertinya gadis itu bukan pewaris sah Excalibur". balas Arthur.

"Azazel, kalian semua, selesaikan urusan kalian sendiri, jika memang mau membuat perdamaian seperti yang kalian katakan, jangan melakukannya setengah-setengah, buat semua yang ada di dunia ini merasakan arti perdamaian, dan jangan pernah meremehkan arti perdamaian dari makhluk yang kalian anggap berada di bawah kalian". ucap Naruto berbalik.

"Kita pasti akan segera bertemu lagi, entah sebagai kawan atau musuh, dan aku peringatkan, kami sangatlah menakutkan". lanjutnya menepuk bahu Arthur dan kemudian mereka hancur menjadi serpihan cahaya dan terbang entah kemana.

Mirror Wolrd

Di dalam Ramesseum Tentrys, disana beberapa orang berkumpul mengelilingi sebuah meja besar.

"Baiklah, kita mulai pertemua kali ini, topiknya adalah potensi perang dengan penghuni dunia ini, aku Ozymandias raja Mesir akan meminta pendapat kalian para Raja". ucap Ozymandias duduk di kursi di ujung meja.

"Hm, kursi untuk Camelot dan Sumeria belum terisi". ucap Iskandar. "Mah, untuk Camelot, Arthur Pendragon sedang keluar bersama wakil Sumeria, Naruto ke dunia luar, jadi pertemuan kali ini akan dilakukan tanpa mereka". balas Ozymandias.

"Sebelum membahas perang, aku ingin bertanya satu hal, apakah ketujuh Grand Servant dan para Counter Force juga ada di dunia ini?". tanya Arjuna. "Entahlah, sejauh ini bukan aku belum menemukan tanda keberadaan mereka". balas Ozymandias.

"Saat ini sistem yang berjalan di Tokyo ini mendekati Tokyo di dunia nyata, para Roh Pahlawan mulai sadar peran mereka dan mengembangkannya sebaik mungkin, contohnya adalah Paracelcus yang giat mengembangkan kemampuan Alkemisnya". Ucap Iskandar.

"Yah aku juga tahu, banyak cerita karangan Hans Christian Anderson dan William Shakespeare yang beredar, bahkan aku melihat dua Roh Pahlawan yang cukup modern, Nikola Tesla dan Thomas Alva Edison yang bekerja sama". balas seorang pria berambut orange, dia adalah Rama.

"Aku sudah menjelaskan pada kalian sedikit detail mengenai dunia macam apa itu, mereka semua adalah makhluk supranatural yang jelas berbeda dengan yang kita hadapi selama ini". ucap Ozymandias.

"Hmm... Apa mereka bisa mengeluarkan semacam beam atau sejenisnya?". tanya Iskandar. "Kurasa bisa, dari apa yang disampaikan Naruto, mereka bisa menggunakan kekuatan mereka dan mengubahnya menjadi berbagai bentuk, kesimpulannya kemampuan mereka sangat bervariasi". balas Ozymandias.

"Lalu.. bagaimana perbandingan kekuatan mereka dengan kekuatan kita? Secara keseluruhan jika semua yang ada di dunia cermin ini bekerja sama?". tanya Vlad III. "Raja Rumania, aku belum tahu harus menjawab apa, aku juga belum mengetahui kekuatan kalian semua yang ada di dunia cermin ini, selain itu aku juga belum pernah bertarung dengan salah satu dari makhluk dunia itu". balas Ozymandias.

"Memang benar, kita mendapat tubuh fisik yang benar-benar fisik daripada saat perang cawan suci, dan disini pasokan Mana kita hampir tidak terbatas, namun keluar dari dunia ini, pasokan Mana kita menjadi terbatas, aku rasa jika memang terkait peperangan, kurasa tanpa strategi yang hebat kita pasti kalah telak". ucap Iskandar.

"Aku setuju denganmu Raja Penakluk, jadi bagaimana kalau mulai menggerakkan para Assassin untuk mencari informasi di dunia luar? Presence Concealment milik mereka bisa menghilangkan hawa keberadaan tergantung tingkat skill itu, dan karena kelas mereka Assassin kurasa mereka sudah berpengalaman dalam pekerjaan kotor tersebut". jelas Rama.

"Ada bagusnya juga, kita bisa meminta Shinjuku Avenger untuk mengirim mereka ke dunia luar". balas Ozymandias. "Zhuge Liang, bagaimana datanya?". tanya Iskandar. "Yah, sesuai keputusan dari rapat pertama kemarin, aku sudah mengumpulkan seluruh nama Roh Pahlawan yang ada di replika kota Tokyo ini, untuk daftar Assassin...". jeda Zhuge Liang.

"Ada beberapa dengan nama Hassan, seperti... Cursed Arms, Serenity dan Hundred Face, lalu Assassin lain seperti Jing Ke, Sasaki Kojirou, Jack the Ripper, Charles Henri Sanson, Yang Qing dan Fuuma Kotarou". lanjut Zhuge Liang.

"Cukup banyak Assassin disini, tapi kita tidak bisa menyuruh mereka semua sekaligus". ucap Arjuna. "Mah, soal pengumpulan informasi itu, aku sarankan para Hassan saja yang melakukannya, mereka sangat mahir dalam hal itu". ucap Iskandar.

"Itu ide bagus, namun aku tidak memiliki hubungan yang baik dengan para Hassan, jadi untuk urusan meyakinkan mereka, aku serahkan padamu Raja Penakluk". ucap Ozymandias. "Haha, serahkan saja hal itu padaku". ucap Iskandar.

"Lalu, aku cukup penasaran tentang sihir macam apa yang mereka gunakan, tidak bisakah kita mengirim beberapa Caster untuk menganalisa sihir mereka? Zhuge-san, bisa bacakan siapa saja Caster disini?". tanya Rama.

"Hai, saya sendiri, si sialan Merlin itu, Paracelcus Von Hohenheim, Hans Christian Anderson, William Shakespeare, Medea, Nursery Rhyme, Thomas Alva Edison dan Charles Babbage". jelas Zhuge Liang.

"Baiklah, diputuskan kau dan Merlin yang akan pergi". ucap Rama. "T-tapi! Saya lebih baik sendiri tanpa si sialan itu!". protes Zhuge Liang. "Mah, walau sialan tapi Merlin itu salah satu kandidat Grand, jadi dia pasti akan sangat berguna ditambah pengetahuanmu tentang dunia modern yang sangat luas, kalian pasti menjadi tim yang hebat". sanggah Rama.

"Hahaha, baiklah kau dan Merlin". balas Iskandar tertawa. Crrk! Zhuge Liang hanya diam sambil meremas kertas yang ia pegang.

Round Table Place

Di sebuah lapangan tenis, mereka berlima sedang berkumpul membicarakan sesuatu.

"Mah, kira-kira bagaimana keadaan Arthur-sama di luar sana?". ucap seorang pria berambut ungu pendek. "Lancelot, dia baru pergi beberapa jam dan kau tidak perlu sekhawatir itu". balas pria berambut pirang pucat.

"Gawain benar, dia adalah raja Camelot, kekuatannya saja diatas kita". balas seorang pria berambut merah panjang dengan mata terpejam.

"Akhinya kutemukan juga kalian! Kesatria Meja Bundar!". "Apa?!". kaget Gawain dkk mendengar suara teriakan itu. "Terima ini!". teriak seorang anak yang kelihatan berumur 19-an.

"I-itu!". kaget Lancelot melihat pedang yang dibawa anak itu. "Ex.. calibur?". gumam Merlin menajamkan matanya. Anak itu melompat dan menebaskan Excaliburnya kearah Lancelot.

"Ugh!". geram Lancelot mencabut Arondight dan langsung menahan tebasan pemuda itu. "Siapa kau?! Kenapa Excalibur bisa ada di tanganmu?!". teriak Lancelot berusaha menahan tenaga pemuda itu.

"Jawablah!". geram Lancelot menghempaskan pemuda itu. "Ukh, Kesatria Meja Bundar memang hebat, aku dihempaskan seperti ini, tapi yang berikutnya tidak akan!". teriak pemuda itu kembali menyerang Lancelot.

Trank! Trank! Trank! Suara dua pedang bertabrakan sampai membuat beberapa Roh Pahlawan lain yang kebetulan ada di dekat mereka mulai tertarik untuk melihatnya.

Tap! Pemuda itu melompat ke belakang lalu mengangkat Excalibur tinggi-tinggi, aura keemasan berkumpul hebat disana. "Excalibur?! Kalau begitu aku juga!". ucap Lancelot menegakkan Arondight.

Sring! Pedangnya mulai mengeluarkan cahaya biru.

"Terima ini paman! Excalibur!". teriak pemuda itu menebaskan beam emas kearah Lancelot.

"Demi sumpahku pada Rajaku, Capailah Akhir dan hancurkan batasan itu.. Raja, lihatlah cahaya ini!". teriak Lancelot mengangkat pedangnya yang sudah memancarkan cahaya biru keputihan.

"Arondight-Overload!".teriaknya menebaskan pedangnya kearah beam itu.

Slash! Dumm! Beam itu langsung terpecah menjadi dua bagian dan melewati Lancelot lalu meledakkan sebuah rumah di belakangnya.

Arondight, sebuah pedang abadi yang tak bisa menerima kerusakan macam apapun dalam berbagai pertempuran. Sebuah pedang yang sejatinya telah terkena kutukan sehingga menghitam karena Mana-nya penuh kegilaan dan kebencian.

"Sepertinya aku salah di kelas Saber, dan yang terbaik bagiku adalah kelas Berserker". gumam Lancelot menegakkan badannya dan mencabut Arondight yang telah menorehkan sebuah tebasan dalam di tanah.

"Aku dibelakangmu". ucap Tristan menembakkan beberapa buah garis cahaya berwarna putih dari belakang pemuda pirang tadi.

Swush! "!". Tristan sedikit membuka matanya terkejut saat sosok hitam muncul dari bayangan pemuda pirang itu dan menangkis semua tembakannya dengan sebilah pedang. "He". gumam pemuda itu menyeringai.

"Kemampuan berpedangmu hebat juga, dan bagaimana kau bisa menggunakan Excalibur? Bukankah itu hanya bisa digunakan oleh Arthur-sama?". tanya Lancelot. "Apa kamu ini... ". gumam Merlin berjalan ke samping Lancelot dan mengamati lekat pemuda itu.

"Perkenalkan, aku Roh Pahlawan kelas Saber, dengan julukan Lion Hearth, Raja Inggris! Richard I !". teriak pemuda itu percaya diri.

"Raja Inggris?". gumam Bedivere. "I-inggris? B-britania kah?". kaget Gawain. "Benar, aku sangat kagum dengan kisah-kisah mengenai Camelot, Arthur, dan Knight of Round Table, aku bahkan membuat rakyatku saat itu percaya bahwa aku memiliki Excalibur yang asli sampai kematianku". jelas Richard.

"Jadi... ". gumam Merlin. "Benar, Noble Phantasmku terkait erat dengan sejarah itu dan kekuatannya adalah aku bisa mengubah semua benda yang kupegang menjadi Excalibur, dengan kekuatan yang setara dengan tiga sampai lima segel Excalibur saat dilepas". ucap Richard.

"Lalu, bayangan apa itu tadi?". tanya Tristan berjalan ke samping Richard. "Noble Phantasmku yang lain, hanya saja namanya masih kurahasiakan, hehe". balas Richard tertawa pelan.

"Jadi dimana Raja Arthur?". tanya Richard. "Sedang keluar dengan Saver, entah kapan mereka akan kembali". balas Merlin. "

Other Place

Di sebuah lembah dengan kegelapan abadi di malam hari, lembah dalam yang tak pernah dicapai oleh cahaya bulan sampai kapanpun, disanalah para Avenger berkumpul.

"Khahaha! Kalian ingin bergabung di kota yang penuh cahaya itu? Jangan membuatku tertawa, Edmond Dantes!". tawa seorang pria berkulit hitam dengan tato biru yang memenuhi seluruh tubuhnya.

"Diam kau Angra Mainyu! Jangan pernah memanggilku dengan nama Edmond Dantes lagi, aku adalah Count of Monte Cristo, nama Edmond itu, sudah kubuang bersama masa laluku". balas Edmod tajam.

"Khahaha! Kita para Avenger selalu terkait dengan masa lalu, tidak ada dendam yang dimulai dari rasa sakit di masa depan, dan tempat yang bergelimpangan cahaya bukanlah untuk kita, kita pantas berada di sisi gelap dunia ini, tempat yang dipenuhi kegelapan!". balas Angra Mainyu.

"Kau berkata begitu, tapi baik apiku maupun milik Jeanne masih bisa menghasilkan cahaya, kau yang telah terlalu lama menjadi Avenger mana bisa mengerti hal itu?!". geram Edmond.

"Dasar Avenger ingusan, bagaimana denganmu Jeanne?". ucap Angra Mainyu menoleh kearah Jeanne yang sedang duduk di atas sebuah pohon kering.

"Tak masalah, kau adalah Senpai-ku bukan? Sebagai Kouhai aku mungkin saja akan mengikutimu". ucap Jeanne bosan. "Hah, bagaimana denganmu? Hessian Lobo?!". tanya Angra Mainyu menoleh ke seoarang pria tanpa kepala yang sedang duduk diatas Serigala raksasanya.

"Tujuanku sudah ada di dunia ini, dan saat ini aku sedang menunggu hasil dari Saver, dan aku tidak menginginkan apapun lagi selain pembalasan dendamku, setelah semua ini tuntas aku juga akan segera menghilang dari Throne of Heroes". balas Hessian menuliskan huruf di udara dengan api birunya.

Unknown place

"Tuhan di dimensi ini telah mati, itulah yang menyebabkan keseimbangan dimensi ini perlahan hancur, meskipun mereka punya pengganti untuk menjaga keseimbangan itu, mereka hanya bisa memperlambatnya saja". gumam seorang pria berambut coklat .

"Saat ini perlahan tapi pasti, keseimbangan dimensi ini telah mencapai titik kritisnya, namun tidak ada makhluk disana yang menyadarinya, dengan begini pintu Beast Layer yang ada di dimensi ini akan hancur perlahan dan akan menyatukan dunia ini dengan dunia para Beast". lanjutnya.

"Tetapi, alat penjaga keseimbangan, [Final Grail] memilik sistem pertahanan otomatis untuk saat seperti ini, dia akan secara otomatis mengembalikan keseimbangan dunianya dengan cara meresetnya kembali ke awal penciptaan dan sejarahnya". ucap sosok itu.

"Kau benar, dengan begitu Tuhan di dunia ini akan terlahir kembali sebagai penjaga keseimbangan, namun kehidupan saat ini akan hancur seluruhnya, namun kita para Pahlawan di panggil kesini untuk menemukan cara agar tidak terjadi reset terhadap dunia ini". balas pria berambut hitam disamping pria berambut cokelat tadi.

"Meskipun kau bukan Caster dan tidak memiliki Clairvoyance, kau bisa tahu banyak yah". ucap pria berambut cokelat. "Elementary, My Dear". balas pria berambut hitam itu singkat sambil menyesap pipa rokoknya.

"Lalu, tertarik untuk memberitahukan semua ini pada Roh Pahlawan lain?". tanya pria berambut cokelat tadi. "Tidak, untuk saat ini kita berdua harus menyelidikinya dahulu, aku masih butuh banyak informasi untuk membuktikan hipotesisku, tujuan pertama kita, Underwold". ucap pria berambut hitam itu.

"Heh, detektif memang selalu haus akan informasi, baiklah kuikuti perkataanmu kali in". balas pria berambut cokelat tadi membuat sebuah portal.

Back to Naruto

"Naruto.. ada yang tidak beres". ucap Arthur melirik ke angkasa. "Awan hitam? Aku merasakan ada yang janggal dengan awan itu, kau benar Arthur". balas Naruto mengamati awan hitam yang melingkupi langit sejauh mata memandang.

Slap! Sebuah sinar biru menyilaukan turun dari langit dan menyambar sebuah gedung pencakar langit di bawahnya yang langsung meledakkannya. Slap! Duarrr! Petir lain turun dan membakar sebuah bukit di kejauhan.

"Sepertinya kita harus segera mencari akar masalah dari dimensi ini, waktu kita tidak banyak, dalam beberapa Minggu lagi, dimensi ini akan hancur". ucap Naruto menatap sebuah petir raksasa yang turun dalam interval beberapa menit sekali.

"Lalu, apa kau punya petunjuk?". tanya Arthur. "Satu-satunya petunjuk yang kumiliki adalah perang cawan suci yang pernah terjadi di dunia ini di masa lalu, lalu fakta bahwa Tuhan dunia ini sudah mati, kedua hal itu pasti berkaitan, aku merasa ada sosok besar di balik semua ini". ucap Naruto.

"Noble Phantasm milikmu, Sha Naqba Imuru, apakah kau bisa melihat masa depan dengan hal itu?". tanya Arthur. "Aku sudah mencobanya, seharusnya bisa, namun yang muncul hanya prediksi saja, sedangkan kasus kita adalah hal yang tidak bisa diprediksi, selain itu ada sesuatu yang menghalangi penglihatanku, sesuatu seperti sebuah pulau". ucap Naruto.

"Pulau?". beo Arthur. "Ugh, aku kira daripada pulau itu jauh lebih mirip dengan sebuah tempat tersegel, dimana sesuatu disembunyikan disana, sebuah pecahan yang sanggup membantu makhluk dunia ini untuk menjaga keseimbangan namun sengaja disembunyikan oleh seseorang". ucap Naruto.

"Jadi, dimensi ini sudah pasti hancur?". tanya Arthur. "Aku tidak bisa menyangkalnya, aku tidak bisa melihat segala kemungkinan kehidupan planet ini mulai satu tahun kedepan, seperti... Ada yang salah dengan sejarah dunia ini, menyimpang dari seharusnya, atau mungkin ada sesuatu lain yang merupakan bagian vital dari dunia ini namun dilarikan ke dunia lain, Universe lain". ucap Naruto

"Jangan katakan kalau di dunia ini juga ada Singularity?! Mirip dengan kasus Grand Order di dimensi lain itu?". kaget Arthur. "Sepertinya, namun saat ini aku belum bisa menyimpulkannya, Holy Grail di dimensi ini berubah menjadi sebuah senjata yang disebut Longinus yang diciptakan oleh Tuhan dunia ini". ucap Naruto

"Tetapi, Holy Grail tidak bisa begitu saja masuk ke tubuh orang bukan?". tanya Arthur. "Memang, namun jika diubah oleh kekuasan tertinggi di dimensi ini, itu sangat memungkinkan, seperti... Tuhan disini sedang berusaha melindungi Holy Grail itu dari seseorang dengan cara menyimpannya di tubuh makhluk hidup dan menekan kekuatannya besar-besaran". jelas Naruto.

"Arthur, kembali ke dunia cermin! Sekarang mereka pasti panik dengan menghilangnya sebuah gedung pencakar langit, jika benda di dunia ini hilang maka begitu juga dengan cerminannya, memang agak buru-buru, tapi kita akan segera membentuk tim untuk menyelesaikan semua ini". ucap Naruto.

"Kita akan melaksanakan Poject Grand Order kedua disini, kita akan mencoba melihat apakah dunia ini memiliki sejarah yang salah dengan memindai garis dunianya dan melihat apakah ada bagian yang aneh yang hilang dari dunia ini, aku akan melakukannya sekarang, akan butuh waktu dua hari melakukannya, jadi kaulah yang bertugas membentuk tim itu, sampaikan pada Ozymandias, suruh dia memimpin tim itu dan kembali kesini dua hari lagi, jangan sampai terlambat!". perintah Naruto.

"Sepertinya benar-benar gawat, apakah kita perlu mengamankan Holy Grail pada masa ini?". tanya Arthur. "Ah benar, bentuk juga tim untuk itu, kita harus mengamankan era ini". balas Naruto.

"Baiklah, kuserahkan pemindaiannya padamu, jangan sampai kepalamu meledak". balas Arthur menghilang meninggalkan atap gedung supermarket itu.

Naruto melirik kepergian Arthur lalu mengeluarkan sebuah tablet batu dari dalam sebuah Gate of Babylon yang muncul di sampingnya. "Baiklah aku mulai". gumamnya menutup matanya sambil merapal mantra.

Slash! Dan saat ia membuka matanya, dia berada di ruang gelap dengan garis-garis biru yang jumlahnya sangat gila dan mustahil dihitung.

Hagoromo Place

"Kusoooo! Aku salah dimensi! Ini sudah kesepuluh kalinya hari ini!". teriaknya frustasi.

Azazel Place

"Issei, cepat kembalilah ke Rias dan suruh di menyampaikan ke Sirzech, kalau ada pertemuan tiga fraksi mendadak, besok, di tempat yang sama". ucap Azazel. "Pertemuan tiga fraksi? Kenapa mendadak sekali?". tanya Xenovia.

"Dunia kita sedang ada dalam masa kritisnya, itu yang dikatakan Naruto padaku". ucap Azazel. "Pemuda tadi? Kenapa anda mempercayai perkataan seperti itu?". tanya Kiba. "Lihatlah awan hitam yang menutupi langit diatas, aku sudah menggunakan sihirku untuk mencoba menyingkirkan awan itu, namun hasilnya nihil". ucap Azazel.

"Hanya Sacred Gear Longinus, Zenith Tempest yang bisa melakukannya, namun Joker Michael yang memegang Sacred Gear itu juga tidak mungkin melakukan hal semacam ini". lanjut Azazel. "Kunou, maaf memaksa namun saat ibumu sadar, secepatnya mintalah tolong untuk melindungi Kyoto dari petir itu, itu adalah pembawa kehancuran yang nyata". ucap Azazel.

"U-uhm, aku mengerti, untuk saat ini aku akan meminta seluruh Yokai Kyoto untuk menyatukan kekuatannya guna menghalau petir-petir itu". ucap Kunou mengangguk.

"Kalau begitu, kalian semua kembalilah ke Kuoh segera, aku akan ke Grigory dan Irina, tolong sampaikan pesan yang sama pada Michael". ucap Azazel.

"Hai". balas Irina. "Bersiaplah, kali ini akan menjadi pertemuan empat fraksi". ucap Azazel melebarkan sayapnya. "E-empat fraksi?". beo Issei. "Kita ketambahan satu, Fraksi Pahlawan". balas Azazel.

"T-tunggu dulu kau mau mengundang pengguna Longinus itu?!". kaget Saji. "Tentu saja bukan yang itu, maksudku Fraksi Pahlawan yang sebenarnya, Naruto dan Arthur tadi adalah salah satunya". ucap Azazel.

"Tapi mereka sudah mengancam kita bukan?". ucap Asia gugup. "Mungkin, tapi aku tahu tujuan mereka di dunia kita, dan karenanya aku akan menyusun rencana agar mereka terpaksa bekerja sama dengan kita". balas Azazel membuat lingkaran sihirnya.

"Sensei, dasar dia itu!". Geram Issei. "I-issei-san, kemana Kiba dan Xenovia-san?". Tanya Asia. "Merena tidak ada!". Teriak Saji.

To Be Continued

Oke mungkin bakal banyak crossover dari anime lainnya, karena akan saya buat mirip dengan FGO, tetapi ceritanya bakal nyasar ke Universe Anime lain walaupun satu Arch kedepan bakal tetap ada di dimensi DxD.

Dan mohon masukannya, serta yang tidak main FGO untuk gambar karakternya bisa cek di Google, agar nyambung ceritanya dengan imajinasi kalian.

Next : Danger At Mirror World, Attack from Dragon God!