Tittle : Our Sehunniee

Luhan sadar , seharusnya dia tidak egois sampai-sampai berniat mencelakai kakaknya .

"unniieeee... uniee.. Sehuniee unnie " Sehun mengelengkan kepalanya keras keras . "mungkin aku terlalu merindukannya , makanya aku sampai berfantasi kalau Luhan memanggilku sekarang " Sehun melanjutkan perjalanannya .

"unniee.. sehun unnie ini aku Luhan" teriakan itu berhasil menghentikan langkah kaki Sehun dan dengan gerakan slowmotion sehun membalikan badan .

"Luhan ? ke..kenapa kau disini ?" tanya sehun terbata-bata . Luhan langsung memeluk kakaknya dan menangis sekuat yang ia bisa .

"maafkan luhan , luhan sudah berniat jahat pada Sehun unnie . Luhan tidak bermaksud merebut semuanya dari unnie . Luhan hanya.. hanya tidak mau di noor duakan . Luhan juga...hiks..hiks.. luhan .. juga.. hiks...'' Sehun langsung membalas pelukan Luhan tak kalah erat . Sunggu Sehun juga rindu luhan yang memeluknya .

"maafkan luhan yang sudah berniat mengambil Jongin oppa dari unnie . Kumohon kembalilah unnie . Eomma seperti mayat hidup dan juga Jongin oppa seperti orang putus asa" Luhan memberanikan diri menatap kakaknya . Sehun hanya tersenyum dan memeluk adiknya lagi .

"unnie sudah memaafkan adik unnie yang cantik ini . Jadi berhenti mengatakan maaf . " sehun memberikan senyum manisnya , Luhan sedikit tenang dan tidak sengugukan lagi .

.

.

.

"jadi unni akan tetap menamatkan sekolah unnie disini ? lalu bagaimana dengan eomma dan appa ?" Selama perjalanan menuju apartment Sehun&Lay , tak sedikitpun Luhan melepaskan genggaman tangannya dari Sehun .

"unni , tidak mau repot mengurus surat kepindahan lagi sayang . Masalah eomma dan appa , kau bisa membantu unni untuk menjelaskan pada mereka kan ?" Luhan hanya menganggu imut .

"kita sudah sampai " Sehun melepas genggaman tangan mereka untuk mengambil kunci di saku mantelnya .

Klik..

Sehun dan Luhan masuk sambil tersenyum , mereka melepas sepatu mereka dengan sedikit kekehan kecil begitu menyadari kalau mereka menggunkan sepatu yang sama .

"kalian sudah baikkan ?" suara itu sedikit mengagetkan keduanya . Sehun langsung menyadari kalau itu suara Kris .

"ka..kalian sejak kapan ada disini ?" Sehun berusaha menutup keterkejutannya , sedangkan luhan sudah bersembunyi dibalik punggu unnienya .

"baru setengah jam lalu . Tadi kami berniat mencarimu takut kau dilukai oleh dia " jawab Jongin dengan penekanan pada kata 'dia' . Sehun hanya tersenyum dan menarik tangan Jongin untuk keluar dari apartement itu . Kemudian masuk kedalam sebentar . "Kris tolong jaga Luhan nde " Kris hanya mengangguk .

.

.

.

Jongin dengan sabar menunggu sehun keluar dari apartement itu . Beruntung tadi Lay bilang akan menginap di rumah temannya – sebenarnya dia menginap di rumah joonmyun-. Jongin langsung memluk dan menciumi wajah sehun begitu melihatnya keluar dan menutup pintu apartement .

"aku baik-baik saja oppa " sehun hanya tertawa kecil melihat jongin seperti ini . Jongin akhirnya memberi jarak tapi tidak sampai melepaskan pelukan mereka .

CUP..

Mata sehun terbuka lebar

CUP..

Mata sehun berbinar sebentar , Jongin juga . Mereka sama-sama tersenyum .

"kau mesum oppa . kau membuatku maluuuu" sehun berbicara manja dan mencium jongin kembali .

"apa saja yang terjadi ? ceritakan padaku " paksa jongin setelah sesi ciuman selesai .

"aku hanya ingin hidup mandiri " jongin menaikkan sebelah alisnya , menatapnya tidak percaya . Sehun menghela nafas pelan . "aku juga cemburu melihat kau dekat sekali dengan luhan . Aku sakit~~" sehun langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya setelah sadar dia berujar manja seperti itu . Ditambah lagi raut wajah jongin yang seperti om-om mesum .

"aku senang , akhirnya kau cemburu . Jadi kau bisa merasakan sakitnya hatiku saat kau dekat-dekat dengan kris " Sehun hanya mengangguk dan berguman maaf . Jongin tertawa sendiri melihatnya dan menarik sehun kepelukannya lagi .

"kau akan kembali ke korea bersamaku kan ?" tanya jongin hati-hati tidak mau merusak suasana ini . "aku akan menyelesaikan sekolahku disini baru aku kembali ke korea " Jongin menghela nafas pelan dan semakin mengeratkan pelukannya

"kenapa ?" Sehun hanya menggeleng pelan "aku hanya ingin hidup mandiri dan juga aku baru pindah . masa pindah lagi . aku kan capek " Sehun mempotkan bibirnya imut . "baiklah kalau itu permintaan putri Sehun yang cantik "

Sehun melepaskan pelukannya dan berjalan menjauh . Jongin terus mengikutinya . Detik kemudian Sehun mendorong badan jongin ke dinding .

"tapi kau harus janji untuk menikahi begitu sampai di Seoul ? otte ?" Jongin memegang kedua pinggannya dan membalik keadaan . Sehun yang sudah terhimpit badan jongin ke dinding . Jongin mendekatkan wajahnya pada wajah sehun . Bahkan bibir jongin tepat didepan bibir sehun .

"baiklah , kita akan menikah dan langsung target punya anak secepatnya " sehun tertawa keras dan menarik jongin kedalam ciuman lagu . ugh~~ sudah berapa kali dia mencium jongin diluan ?

.

.

.

Ruangan ini sepi mencekam . Tak satu pun berani bersuara . Semenjak Sehun meninggalkan keduanya di ruangan ini .

"apa kau sudah merasa bersalah ?" salah satu dari mereka mencoba bersuara . Kris –orang bersuara tadi- hanya diam dan tersenyum miris . Dia bangkit menju kursi di depannya dan berhenti di hadapan Luhan-orang yang duduk disana- . "berdirilah Luhan" dan luhan hanya mengikutinya saja . Setelahnya mereka hanya diam tak bersuara .

"maafkan aku kris . Aku memang egois , aku sadar aku sudah salah besar . "

"sudah lah jangan menangis lagi" bukannya berhenti luhan malah semakin menangis .

"diamlah Luhan atau kucium " luhan langsung diam , kris tersenyum melihatnya .

"sudah ya jangan nangis lagi , nanti cantikmu hilang . Sini aku peluk" Dengan senang hati luhan melakukannya

.

.

.

Saat ini terlihat dekorasi kamar yang indah , tempat tidur king size yang ditaburi kelopak bunga warna merah . Lilin dengan berbagai ukuran jadi penerangannya .

Buk...

Itu suara benturan .

"jongin bisa tidak jangan membenturkanku . punggungku sakit" itu suara sehun

"maafkan aku sayang , tapi aku sudah tidak tahan" dan ini suara jongin .

"aku tidak mau melakukannya jika kau tidak mandi" jongin merengut dan memilih untuk mandi . Sedangkan sehun sudah masuk ke kamar dan duduk di ranjang penuh kelopak bunga itu .Dia senang sekali akhirnya dia dan jongin sudah menikah .

Oh ya ? yah benar sekali . Jadi sehun dan jongin sudah menikah dan bersiap untuk melakukan malam pernama . Membayangkannya saja sudah membuat sehun tersipu malu . Sambil menunggu Jongin mandi , sehun memilih menggunkan baju tidur super tranparan –kado dari Luhan- , parfum dengan aroma menggoda –ini hadiah dari eommanya- .

Sehun melihat penampilannya di kaca . Dia mulai menirukan gaya MirandaKerr saat fashionshow menggunakan gaun tidur . Pandangannya di sayukan , rambut yang di gelung asal menampakkan leher jenjang dan mulusnya serta bibir yang sudah di poles lipstik merah menyala di biarkan di buka sedikit .

"aku sudah sangat menggoda ternyata" Sehun berguman sendiri . Dia berdiri mengkaitkan kedua jemarinya setinggi-tingginya , kaki di silangkan dan jangan lupa pandangan sayu dan mulut terbuka .

Jongin sudah selesai mandi , tapi masih berdiri di depan kaca yang ada di sana . Dia mengelus tubuhnya "aha ! tubuhku sangat seksi , Sehun pasti suka dengan abs ku . hahaha" dia narsis sendiri . Untung sebelum masuk ke kamar mandi tadi dia sudah mengambil parfum dari Kris , yang katanya bisa meningkatkan nafsu . Haaahahaa...

Sehun sudah duduk di tepi ranjang dengan posisi yang menantang dan jongin yang begitu keluar dari kamar mandi langsung di suguhi pemandangan surga dunia langsung mendekati istrinya .

"aku tidak tau kalau kau sudah menyiapkan ini semua untukku . jadi ayo mulai" Sehun hanya menganggu dan mengalungkan tangannya . Dan mereka melakukannya . horeeee...

.

.

.

Jongin terlihat sangat tampan meskipun penampilannya sedikit acak-acakan . Dasinya sudah tak tertata rapi , rambutnya berantakan dan jas kantornya ia sampirkan di bahunya . Dia berlari menuju ruang bersalin , dia sudah melihat ChanSoo –orang tua Sehun- , orangtuanya sediri , Luhan dan Kris .

"apa dia sudah melahirkan ?" nafasnya masih tersengal-sengal .

"tenanglah jongin , sehun sudah pembukaan ke empat . Dokter sudah menanganinya sekarang " suara Kyungsoo –eomma Sehun- mencoba menenangkan .

KRIEETT...

"permisi , apa suami nyonya Sehun sudah di sini ?"

Jongin hanya menganggu dan mendekati perawat itu . "bayi anda laki-laki dan sehat tuan " perawat itu menunjukkan kelamin anak itu . "kami akan memindahkan nyonya keruangannya dan bayi ini akan kami bawa ke ruangan bayi . permisi..."

.

.

.

Sehun telihat menata meja makan dengan senandung kecil . Dia tersenyum saat melihat anak laki-laki kulitnya agak kecoklatan mirip appanya sendang merangkul pinggangnya .

"jin sudah mandi ?" sehun menunndukkan sedik badannya . "sudah eomma sayang , jadi bolehkan jin minta cium disini " jawab bocah kecil itu sambi menuntuk pipinya yang gempal itu .

Sehun senang sekali , karna mempunya Jin , lebih tepanya Kim Jin . Buah cintanya dengan Jongin . Jin mewarisi kulit gelap dan mata tajam ayahnya , sedangkan hidung mancung seperti dirinya .

"sepertinya appa melewatkan sesuatu disini" jongin masuk kedapur langsung duduk disalah satu kursi .

"ayah melewatkan saat aku di cium ibu disini , di pipiku . karna Jin sudah mandi dan bersih" jongin tertawa dan mencoba menggoda anaknya "benarka jin sudah wangi , coba sini appa cium " dengan polosnya jin mendekati appanya dan duduk di pangguannya .

"wah benar , jin sudah wangi . Pantas saja eomma menciumi jin dari tadi "

"tentu saja , jin itu selalu mandi dengan bersih dan juga jin sudah bisa mandi sendiri loh" ucap Jin bangga .

"baiklah , ayo semua kita makan malam . Jongin pimpinlah doa"

..

..

..

..

End .

Terimaksih banget udh pada baca cerita ini . Maaf jika kurang menggairahkan , karna hanya Sehun yang menggairahkan ataupu typo yang bertebaran . hahahaha...

Terimaksih juga buat yang udah follow / fav dan ngeriview . terimakasih banyak semua . itu ada cerita baru juga sih onshootnya chanbaek . hahahah

Oh ia panggil didin aja ya .