"Baekhyun-ah..."
Kyungsoo menatap gadis yang di duduk di hadapannya itu dengan seksama. Ekspresinya dingin dan tak terbaca.
" Hmm..kenapa ?"
Baekhyun sejenak mengabaikan buku yang sedari tadi di bacanya untuk memperhatikan Kyungsoo.
Beberapa saat yang terlewat mereka hanya saling memandang dan Baekhyun yang mulai merasa aneh pun mengernyit bingung.
"Kyungsoo? Ada sesuatu yang ingin Kau katakan ? Karena kalau tidak Aku akan kembali membaca bu..."
" Jongin punya selingkuhan.." Kyungsoo berujar pelan.
Reaksi yang pertama kali di tunjukkan Baekhyun adalah membelalakan matanya lalu kemudian dia mulai terkikik.
" Serius Kyungsoo ? Leluconmu tidak lucu! Hahahaha.." Baekhyun tertawa sambil mengibas-ibaskan tangannya yang berjari lentik dan panjang itu ke arah Kyungsoo.
" Aku serius. Kau pikir ini lelucon?"
Nada serius yang terselip dalam kalimat Kyungsoo mau tak mau membuat Baekhyun terpaksa menghentikan tawanya. Gadis itu mulai memberikan tatapan tajam dan mendecih.
" Kau punya bukti Kyung ? Sebenarnya apa maksudmu mengatakan hal-hal bodoh seperti itu padaku ? Dengar...Aku tahu Kau jarang bercanda Kyung...tapi yang Kau katakan barusan padaku benar-benar tidak lucu! Ini menyangkut hubunganku dengan jangan main-main.."
" Dia selingkuh !" Kyungsoo menyela tajam dan sedikit menyondongkan tubuhnya ke arah Baekhyun " Aku tidak bohong padamu dan apa yang ku katakan barusan sangat serius. Kau boleh tidak percaya tapi jangan terkejut jika semua yang ku katakan tadi benar-benar terbukti Baek. Aku akan memberimu dua pilihan. Kau mencari tahu fakta itu sendiri atau Aku yang akan membuktikannya padamu!"
Kalimat-kalimat yang di lontarkan Kyungsoo mau tak mau membuat rasa cemas mulai merasuki Baekhyun. Di tatapnya Kyungsoo yang beranjak dari kursi yang di duduki gadis itu sebelumnya.
" Kau mau kemana Kyung ?"
" Aku punya urusan. Sampai jumpa Baek!"
Baekhyun menghela napas panjang saat melihat Kyungsoo melangkah pergi. Setiap kata yang di ucapkan gadis itu padanya tadi masih terngiang-ngiang di benaknya. Baekhyun tak ingin percaya tapi hati kecilnya berteriak menyadari bahwa sikap Jongin padanya yang tak lagi sama sejak kepulangannya dari Jerman dulu memang patut di curigai. Jongin memang masih sehangat dan selembut dulu padanya. Pria itu masih sering mengajaknya kencan dan makan malam romantis. Tapi Baekhyun bisa merasakan bagaimana Jongin mulai menjaga jarak dengannya. Jongin masih sering memeluknya,menggenggam tangannnya,mendengar keluh-kesahnya,menghiburnya ketika Ia sedih. Tapi Jongin tidak lagi menciumnya sesering dulu,waktu bermesraan mereka bahkan hampir tak ada. Kalau pun mereka bertemu dan berduaan di apartemen Baekhyun,Jongin hanya akan duduk di sampingnya dan memeluk Baekhyun erat-erat di sampingnya. Jongin tidak mengambil kesempatan untuk mencium Baekhyun atau berusaha bermesraan dengannya. Dia hanya akan mengecup pipi atau kening Baekhyun. Bibirnya pun hanya dikecup enggan. Benar-benar tidak seperti Jonginnya yang dulu sebelum pergi ke Jerman. Jonginnya yang dulu akan selalu mengambil kesempatan untuk mencium Baekhyun dengan bibir dan lidahnya yang lihai sampai gadis itu kehabisan napas. Jonginnya yang dulu akan memaksa Baekhyun menginap di apartemen Jongin ketika Ia berkunjung sehingga mereka bisa tidur bersisian di ranjang besar pria itu,dan Jongin akan membisikan kata-kata nakal di telinga Baekhyun sambil menciumnya. Tapi Jongin memang tidak melewati batas. Namun justru di saat-saat seperti itulah Baekhyun merasa sangat di cintai. Sekarang entah mengapa semua momen itu menghilang. Baekhyun rindu Jongin yang dulu.
Beberapa waktu yang dulu Baekhyun bahkan pernah mengambil langkah pertama untuk menggoda Jongin ketika mereka berada di apartemen pria itu. Dia mencium Jongin duluan,benar-benar menciumnya dengan ganas. Tapi Jongin mematung dan malah sambil tertawa mencegah Baekhyun berbuat lebih jauh. Dengan lembut dia menjauhkan wajah mungil Baekhyun dari wajahnya dan berganti memeluk gadis itu erat-erat.
" Aku tak tahu di mana yang salah Jongin-ah.."
Di luar sana hujan turun dengan deras. Kilat sekali-kali menyambar. Tapi fenomena alam itu bahkan tak bisa mengganggu sosok Kyungsoo dan Jongin yang tengah bercumbu mesra beralaskan sofa panjang di ruang santai apartemen Jongin. Nafas kedua insan manusia itu saling bersahut-sahutan dan Kyungsoo tak bisa mengendalikan melodi erangan yang keluar dari bibirnya ketika jemari Jongin mengelus-elus kulit pahanya yang terbuka dengan bibir hangat dan licin yang masih setia mengeksplorasi bibir Kyungsoo. Lidah Jongin menyeruak lebih dalam ke rongga mulut Kyungsoo dan menggelitik langit-langit mulus gadis itu. Sesaat bibir panas Jongin akan bergerak memanjakan bibir bawah Kyungsoo yang membengkak lalu sesaat kemudian lidahnya yang lihai akan bermain-main menggoda ujung lidah Kyungsoo.
Senyum perlahan-lahan menghinggapi wajah tampan Jongin yang memerah dan tampak bernafsu itu ketika nafas Kyungsoo mulai tak terkendali. Ia menjauhkan bibirnya dari bibir merah cantik favoritnya itu lalu dengan iseng menggerakan jari-jarinya pada tulang rusuk Kyungsoo hingga gadis di bawahnya itu merasa tergelitik dan mulai tertawa cekikikan.
" Hahahaha ! Berhenti Jongin ! Hahahaha ! Itu geliiii !"
Jongin sendiri ikut tertawa tapi jari-jarinya masih aktif bergerak menggelitik Kyungsoo.
Dia menggigit puncak hidung Kyungsoo dengan gemas karena gadis di bawahnya itu terlihat sangat lucu dan imut ketika sedang tertawa seperti sekarang ini. Kyungsoo memekik kecil karena sedikit kesakitan tapi mulai tertawa lagi saat Jongin memindahkan sasaran gigitan kecilnya yang nakal ke telinga,bahu,leher ,dan dagu Kyungsoo.
" Berjanjilah Kau tidak akan merokok lagi hmm?" Jongin berbisik sembari menyusuri betis Kyungsoo yang juga menjadi favoritnya dengan sapuan manis bibirnya . Dia bergerak menuju paha gadis itu dan menggigitnya lembut ketika tak kunjung mendengar tanggapan Kyungsoo tentang pertanyaannya barusan. Jongin terkekeh saat Kyungsoo mendesah ketika Ia menghisap kulit putih dan lembut paha bagian dalam Kyungsoo dan membuat tanda yang hampir merah di sana.
" Kyungsoo. Berjanjilah padaku."
Jongin bergerak makin ke atas dan sedikit menyingkap ujung bawah tanktop hijau Kyungsoo yang menutup perut rata gadis itu dan menanamkan kecupan nakal di pusar gadis itu yang bertindik.
" Ini seksi.." Jongin berbisik dan kembali mengecup pusar Kyungsoo.
" Sudah ku bilang. Aku tidak berjanji tentang hal yang satu itu Jongin.." Kyungsoo menarik napas terkejut ketika Jongin dengan cepat bergerak menuju wajahnya dan kembali menyerang bibir merahnya dengan gigitan kecil.
" Baekhyun khawatir padamu Kyungsoo. Dia.."
" Stop it !" Kyungsoo setengah membentak seraya memalingkan wajahnya ke samping sehingga bibir Jongin tidak lagi mendarat tepat di bibirnya tapi di pipinya.
Jongin sedikit mematung dan Kyungsoo kembali mengarahkan wajahnya pada Jongin. Mata bulat Kyungsoo yang selalu tampak indah di mata Jongin nampak mengeras.
" Kau...Kau memintaku berhenti merokok sebenarnya karena apa Jongin-ah? Apa alasanmu ? Kau mencemaskan kesehatanku atau Kau tak tega melihat Baekhyun sedih karena Aku merokok?"
" Kyungsoo...Ini tak ada hubu..."
" Oh ya! Tentu ada hubungannya! Di satu sisi Kau mencumbuku habis-habisan dan di sisi lain Kau masih membicarakan Baekhyun ketika Kau menjamahku? Apa Kau punya hati? Apa Kau pikir Aku tak punya hati?"
Jongin menatapnya dengan sangat tajam tapi Kyungsoo bahkan tak mau repot-repot untuk peduli. Dia mendorong Jongin dengan agak kasar agar menjauh dari tubuhnya dan kemudian beranjak dari sofa. Dengan cepat Kyungsoo meraih T-shirt cokelatnya yang tergeletak di permadani di bawahnya dan terburu-buru memakainya. Ia juga membenahi short pants hitamnya.
" Kau mau kemana Kyungsoo?" Jongin ikut beranjak dari sofa dan mulai melangkah mendekati Kyungsoo. Ia menjulurkan tangannya hendak meraih Kyungsoo kembali dalam dekapannya namun gadis itu cepat-cepat beringsut menjauh.
" Aku akan pulang Jongin-ah.." Kyungsoo berujar lirih seraya meraih kunci mobilnya yang tergeletak di atas meja bundar kecil tak jauh dari tempatnya berdiri.
Jongin menggeram kecil lalu dengan sedikit kasar menarik Kyungsoo ke arahnya lagi.
" Tidak Kyungsoo. Kau tidak akan kemana-mana. Kau akan menginap di apartemenku. Kau...bersamaku!"
Kyungsoo mendesis lalu berusaha melepaskan diri dari Jongin tapi pria itu menggenggamnya terlalu erat.
" Biarkan Aku pulang Kim Jongin ! Aku ingin pulang ! Sekarang!"
" Ku bilang Kau tidak akan kemana-mana Kyungsoo!" Jongin berujar keras hingga Kyungsoo sedikit terkesiap.
Mereka saling bertatapan tajam untuk waktu yang sangat lama hingga akhirnya aktivitas itu harus terhenti karena suara bel apartemen Jongin yang menggema memecah keheningan.
Jongin mengacak-acak rambutnya yang sudah kusut hasil karya tangan Kyungsoo saat mereka bermesraan tadi itu dengan kesal. Dia melepaskan gadis itu dan menatapnya tajam.
" Tetap disini dan jangan kemana-mana!"
Jongin melangkah meninggalkan Kyungsoo menuju pintu apartemennya. Kyungsoo sendiri menghentakkan kakinya dengan kesal lalu memilih untuk kembali menduduki sofa.
Dia mengernyit ketika beberapa waktu terlewat namun Jongin tak kunjung kembali.
Lalu jantungnya mulai berdebar ketika Ia mendengar derap langkah kaki yang mendekat dan samar-samar suara wanita yang sangat di kenalnya.
Otaknya memerintahkan untuk segera bersembunyi namun hatinya berkata lain. Hatinya berteriak agar Ia tetap diam di tempatnya dan menunggu. Menunggu kejadian tak terduga yang sebentar lagi akan muncul.
" Baekhyun !"
Kyungsoo bisa mendengar nada panik dalam suara Jongin dan jantungnya berdebar makin keras.
" Ya ampun Jongin! Ada apa sih ? Aku kan han..."
Ini dia...
"Kyungsoo?!"
Baekhyun sangat terkejut ketika di lihatnya Kyungsoo yang sedang duduk manis di ruang santai apartemen Jongin. Kyungsoo terlihat sangat tenang dan ada senyum misterius di wajahnya yang cantik.
" Kyungsoo..Kau..Kenapa?"
Mata Kyungsoo berpindah dari wajah bingung Baekhyun menuju Jongin yang kini berdiri tak jauh di belakang Baekhyun. Pria itu benar-benar terlihat panik dan jelas-jelas tak tahu harus melakukan apa.
Rasa sakit yang familiar mulai merayapi hati Kyungsoo dan gadis itu meringis.
Inilah pria yang dia cintai...
" Kyungsoo.." Baekhyun berujar lirih dengan nada suara yang mulai bergetar," Kau...bukan..tidak mungkin kan?"
Untuk sejenak benar-benar tak ada yang bersuara di ruangan itu dan hanya ada suara rintik hujan di luar sana yang terdengar.
Kyungsoo menatap Baekhyun dan merasa sangat jahat saat di lihatnya mata sipit gadis itu mulai berkaca-kaca. Dia ingin memeluk Baekhyun ,berlutut di kakinya untuk meminta maaf, namun sisi jahat Kyungsoo benar-benar menguasai seluruh hatinya sekarang. Dia tak lagi mau peduli. Dia akan memiliki Jongin...Dia akan menyingkirkan Baekhyun dengan cara ini...
Kyungsoo melangkah mendekat hingga tak lagi berdiri terlalu jauh dari Baekhyun. Ia menatap mata gadis itu dalam-dalam,menyelami rasa sakit di matanya.
" Aku sudah bilang kan ?" Kyungsoo meringis" Aku senang Kau membuktikannya sendiri Baek. Oh..kupikir Kau sudah tahu sekarang...Akulah orangnya."
Baekhyun terkesiap dan sedetik kemudian Dia mulai menangis tersedu-sedu. Isakannya sangat menyayat hati hingga Jongin pun memilih untuk bergerak memeluknya. Tapi Baekhyun segera bergerak menjauh menepis tangan Jongin yang terulur ke arahnya dengan keras. Isakannya makin keras dan Kyungsoo ingin menutup mata dan telinganya.
" Kenapa...oh Jongin..hiks..hiks..Aku..hiks..hiks..kenapa?!"
Jongin benar-benar tak tahan lagi. Dia bergerak mendekati Baekhyun dan memaksa untuk memeluk gadis itu hendak menenangkannya.
Tapi Baekhyun memberontak dan berakhir menampar Jongin dengan keras.
" Brengsek! Hiks..Kau benar-benar brengsek Kim Jongin! Kenapa Kau lakukan ini padaku ?!" Baekhyun setengah berteriak.
" Baekhyun ! Aku mencintaimu !"
"Oh ? Kau mencintaiku ? Mencintaiku?! Pembohong! Kau mencintaiku tapi Kau bermain di belakangku! Dengan..Kyungsoo?"
" Baek..Aku dan Kyungsoo...Kami hanya.."
" Hanya apa Kim Jongin? Hanya bersenang-senang? Begitu?"
" Tidak! Bukan begitu sayang...Kyungsoo..."
" Karena Dia mencintaiku Baek!" Kyungsoo menyela,tak tahan lagi melihat Jongin yang berusaha menenangkan Baekhyun.
" Dia sangat mencintaiku. Dia sudah berpaling padaku sejak kepulangannya dari Jerman. Kau tak tahu itu kan?" Kyungsoo bertanya dengan dingin namun hatinya sakit luar biasa. Kenapa Dia harus melakukan ini pada sahabat baiknya sendiri?
" Kyungsoo!" Jongin membentak namun Kyungsoo berbalik menatapnya tajam.
" Jangan salahkan Aku Jongin! Baekhyun harus tahu semuanya. Bukan begitu Baek ?"
Kyungsoo sangat menyadari bahwa Baekhyun tak lagi menatapnya dengan pandangan yang sama. Baekhyun sudah benar-benar membencinya dan Kyungsoo tak bisa menyalahkan siapa pun untuk itu selain dirinya sendiri.
" Do Kyungsoo...Kau benar-benar jahat. Kau tahu itu ?"
Kata-kata tajam Baekhyun menyayat hati Kyungsoo dan mau tak mau membuat gadis itu terkesiap. Air matanya sendiri sudah mulai bergerak untuk keluar namun Kyungsoo memilih untuk bertahan di tempatnya.
" Oh ya. Aku memang jahat.." Kyungsoo menatap mata Baekhyun yang sarat akan kebencian padanya itu dalam-dalam," Kau hanya begitu terlambat menyadarinya.."
Setelah mengatakan kalimat itu Kyungsoo pun bergerak menjauh hendak keluar dari apartemen Jongin yang terasa mulai menyesakan itu. Namun sebelum benar-benar pergi Kyungsoo memilih untuk berhenti di hadapan Jongin dan tersenyum sangat manis pada pria itu.
" Kau harus memilih.." Kyungsoo berbisik lirih dan kemudian berlalu.
Tatapan Jongin yang sarat akan sesuatu yang tak di mengerti Kyungsoo terus mengiringinya bahkan hingga Ia melajukan mobilnya menuju apartemennya sendiri.
" Jangan biarkan ini berakhir buruk untukku Jongin-ah..."
" Kenapa pintunya terbuka ?"
Kyungsoo mengamati pintu apartemennya yang tak lagi terkunci dan terbuka lebar di hadapannya itu sambil berusaha menyeka bulir-bulir air mata yang sedari tadi terus menemaninya dalam perjalanan pulang dari apartemen Jongin.
Tapi air matanya masih setia menghiasi wajahnya dan Kyungsoo memilih untuk menyerah. Ia kembali menangis,menumpahkan semua perasaan di hatinya sambil berjongkok di depan pintu apartemennya sendiri.
" Aku sangat jahat...hiks..hiks...maaf Baekhyun-ah...Aku benar-benar minta maaf.."
Kyungsoo terus menangis hingga di rasakannya tangan lebar yang familiar menepuk-nepuk lembut puncak kepalanya.
Dengan wajah berantakan karena menangis namun tetap terlihat cantik itu Kyungsoo menengadah, dan menemukan senyum lembut Ayahnya serta wajah tampan Oh Sehun yang mengintip dari balik pintu.
" Ayah..."
TBC
Maaf banget atas keterlambatan updatenya yah kawan-kawan^^ saya lagi sibuk banget sama kuliah dan maaf saya belum bisa membalas komentarnya satu-persatu^^
Ooh basa-basi sedikit ...ada yang tahu member BLACKPINK Lalisa yang dari Thailand itu?
Saya lagi suka sekali sama dia menurut saya dia cantik banget ,keren, dan saya pingin lihat interaksi dia sama anak-anak EXO di masa depan xixixixi^^
Sampai jumpa di chapter depan^^
