I Won't Give Up!
Cross Gender, Drama, Romance, OOC.
''Your cold words, cold face, cold action. Your angry voice, as if talking to a stranger. Even after seeing all of this, I don't hate you and I won't give up!''
-I Won't Give Up-
Author's Pov-
Memasuki musim dingin (Desember - Februari) terutama di bulan Januari sampai Februari suhu di Korea Selatan bisa mencapai -4 Derajat Celcius, suhu semakin terasa dingin di bagian utara dan Seoul termasuk daerah di bagian utara yang diserang cuaca ekstrem. Tidak banyak aktifitas outdoor yang dilakukan warga Korea selama musim dingin. Banyak yang memilih menghabiskan waktu di dalam rumah walaupun banyak kegiatan yang hanya bisa dilakukan di musim dingin seperti ice-skating.
''Aku pesan minuman lagi.'' Kyuhyun mengangkat tangannya, Siwon yang duduk di depannya pun menatap Kyuhyun. ''Hey, kau bisa mabuk jika banyak minum. Sangat merepotkan saat kau mulai kehilangan akal.''
''Siwon, aku butuh sesuatu untuk menghangatkan tubuh. Aku tidak akan mabuk hanya karena arak beras.''
Pelayan mendekati meja Kyuhyun dan Siwon, ''Maaf, kami akan segera tutup. Di luar mulai turun salju, untuk satu jam kedepan kemungkinan jalanan akan di tutup. Kami harus menutup restoran sekarang.''
Siwon tersenyum lalu mengeluarkan kartu kredit dari dompetnya, Siwon meletakan kartu itu di atas meja. Pelayan langsung mengambil kartu itu lalu pergi ke meja kasir. Kyuhyun menatap ke arah jendela, ''Salju benar-benar turun, tempat apa ini kenapa kita tidak bisa menghabiskan waktu disini. Percuma tempat ini sudah diberi banyak penghangat.'' Omel Kyuhyun menunjuk beberapa penghangat tambahan.
Siwon menggelengkan kepalanya, ''Bukan masalah penghangat Kyuhyun. Jika kita tidak pergi atau mereka tidak menutup restoran, kita baru bisa pergi besok pagi.''
''Benarkah? Apa kita bisa pulang di saat jalanan mulai bersalju?''
Siwon melihat tayangan televisi yang menyiarkan jika beberapa jalan utama mulai di tutup. Salah satu jalanan itu adalah jalan yang harus mereka lewati untuk sampai di rumah. Selain itu berkendara saat salju juga berbahaya, resiko kecelakaan lebih tinggi karena jalan mulai licin oleh salju. Siwon mengambil I-Phone dari kantong Winter Coat miliknya, ''5 kilo meter dari sini ada penginapan, kita akan menginap disana.''
Kyuhyun terkejut, ''Menginap? Apa kita tidak bisa pulang, atau kau ingin kita bulan madu?'' Mata Kyuhyun berbinar, Siwon memutar mata melihatnya. ''Kita tidak bisa kembali ke rumah karena jalan di tutup, apa kau mau berjalan lalu mati di jalan karena kedinginan?''
''Tentu tidak! Aku tidak mau mati konyol terlebih aku belum mendapatkan cintamu.''
Siwon benar-benar pusing dengan sifat keras kepala Kyuhyun, dia bangun lalu menggendong anjingnya. ''Ayo pergi.'' Siwon berjalan ke meja kasir dan mengambil kartunya. Saat keluar mereka langsung disambut dengan angin yang sangat dingin dan butiran-butiran salju yang menerpa mereka. Keduanya langsung naik ke dalam mobil, bibir mereka langsung terlihat pucat.
Siwon menyalakan panghangat di dalam mobil, dia mulai menyalakan mesin mobilnya. Dia tidak bisa berkendara dengan kecepatan tinggi mengingat jalan mulai licin. Kyuhyun hanya memeluk anjingnya dan terus menghembuskan nafas membuat embun keluar dari mulutnya.
''Seharusnya kita tidak makan di luar!'' Gumam Siwon menyesal, Kyuhyun menatap kesal pria di sebelahnya itu. ''Buddy sayang, bayiku... Kau pasti kedinginan, kita akan segera sampai sayang.'' Siwon menoleh ke arah anjingnya, ''Seharusnya kau tidak mengajaknya keluar di musim dingin.'' Siwon mengelus dagu Buddy.
''Seharusnya kau mengkhawatirkanku juga, seorang pria dengan syal di lehernya sementara istrinya tidak memakai syal.'' Sindir Kyuhyun, Siwon menyentuh lehernya. ''Kau lucu sekali, kau sendiri yang memberikan syal ini padaku. Apa sekarang kau ingin memintanya lagi?'' Siwon tersenyum evil. Kyuhyun merasa bodoh mengatakan itu.
-I Won't Give Up-
Mereka telah sampai di penginapan yang Siwon katakan tadi. Setelah melakukan reservasi, keduanya di antar ke kamar mereka. Penginapan seperti ini akan sangat banyak didatangi orang-orang yang berlibur ke Korea di musim dingin, tidak heran kita bisa melihat orang dari berbagai negara.
''Dia sepertinya orang Turki, dia sangat tampan dan tinggi.'' Ucap Kyuhyun saat berpapasan dengan penghuni kamar sebelahnya. Siwon membawa Buddy ke tempat tidur lalu menyelimuti anjing kecil itu.
''Ini hotel mewah Kyuhyun, kau akan melihat banyak wisatawan. Kau bisa mencari pacar kalau kau mau.'' Ucap Siwon santai. Kyuhyun melotot, ''Jadi kau benar-benar tidak takut kalau aku mencari pria lain? Aku bisa dengan mudah mendapatkan pria, hanya pria bodoh yang tidak tertarik padaku!''
''Silahkan saja Nona Cho.'' Siwon berbaring disebelah Buddy, rasanya dia hampir mati rasa karena kedingingan.
''Aku akan mengencani pria Amerika agar anakku memiliki hidung mancung dan pintar berbahasa inggris.''
Siwon tidak menanggapi, dia sepertinya tidur. Kyuhyun merengut melihat Siwon tidak mendengar yang Kyuhyun katakan. Kyuhyun mendekati Siwon, mengelus pipi Siwon dengan lembut. ''Mana mungkin aku mencari pria lain, aku hanya asal bicara sayang. Aku mencintaimu dan hanya kau yang aku cintai.'' Setelah mengatakan itu Kyuhyun masuk ke kamar mandi. Siwon membuka lagi matanya, ternyata dia hanya berpura-pura tidur, Swon langsung memeluk Buddy erat.
Kyuhyun berendam air panas, dia membasahi juga rambutnya yang basah terkena salju. Kyuhyun bisa sakit jika dia tidak segera membersihkan diri setelah terkena hujan salju. Kyuhyun memikirkan yang terjadi di kantor Siwon, ''Donghae, sebenarnya dia kenapa?'' Ingatan Kyuhyun kembali ke kejadian 1 tahun yang lalu.
Flashback, 1 Years ago, Siwon's Parent House.
Setelah mendapatkan alamat Siwon, Kyuhyun pergi mengunjungi rumahnya setelah sebelumnya dia memastikan kalau Siwon sudah kembali dari Amerika. Saat itu musim gugur, Kyuhyun membawa kue buatannya sendiri untuk Siwon. Seorang pria membuka pintu, pria itu sedikit lebih muda dari Siwon, rambutnya hitam dengan badan kekar walaupun sedikit lebih pendek dari Siwon.
''Hallo, apa Siwon ada?'' Kyuhyun bertanya pada pria tampan itu. Dia diam, memperhatikan Kyuhyun yang berpenampilan sedikit boyish dengan jaket kulit, celana jeans, kaos hitam dan memakai backpack.
''Siwon Hyung sedang keluar, silahkan masuk.'' Pria itu membukakan pintunya untuk Kyuhyun, Kyuhyun masuk dan kagum dengan rumah Siwon yang indah.
Pria itu mengajak Kyuhyun menunggu di ruang tamu, dia sendiri menemani Kyuhyun sampai kakaknya pulang. Dari situ Kyuhyun mengenal pria itu, dia adik Siwon yang bernama Donghae. Donghae memang tidak banyak bicara tapi dia cukup menyenangkan dan mengimbangi Kyuhyun yang banyak bicara.
Flashback End.
Kyuhyun sadar saat merasa jari-jarinya mengkerut karena terlalu lama berendam di air hangat. Kyuhyun langsung keluar dari bak, meraih handuknya lalu mengeringkan tubuhnya. ''Terpaksa, aku harus memakai pakaian kotor.'' Gumam Kyuhyun lalu berjalan ke kamar ganti.
Kyuhyun mendekati tempat tidur, ''Siwon, bangun!'' Kyuhyun mengguncangkan tubuh Siwon. Siwon terganggu dan membuka mata, ''Ada apa, Kyuhyun?''
''Jangan biarkan buddy tidur bersama kita, coba hubungi petugas hotel dan minta sesuatu. Kita akan sangat repot jika Buddy tidak tidur di tempatnya, dia bisa buang kotoran dimana saja. Dia terlalu kecil untuk mandiri.''
Siwon duduk di tempat tidur dan menghubungi petugas hotel, hotel itu juga memperhatikan hewan peliharaan yang ikut berlibur. Tidak lama petugas datang dengan membawa peralatan yang dibutuhkan dari tempat tidur anjing sampai makanan anjing. Siwon memberikan uang lalu petugas itu pergi.
''Siwon, aku butuh pakaian bersih. Bagi seorang wanita, tidak bagus memakai pakaian dalam kotor setelah mandi.''
Siwon meremas rambutnya, ''Kita tidak bisa pergi keluar, kau akan membeli baju dimana? Lagipula kita hanya tinggal semalam, tidak perlu ribet Kyuhyun.''
''Siwon, ini soal kesehatan. Kau pasti tidak mengerti jika panties kotor itu sumber kuman dan jamur, jika dibiarkan aku...'' Siwon mengangkat ponselnya dan meletakannya di telinga, Kyuhyun tersenyum lebar. ''Teddy, lakukan itu sekarang!'' Siwon menatap Kyuhyun, ''Kau puas?'' Kyuhyun mendekatkan kepalanya lalu mencium bibir Siwon. ''Gomawo!''
Siwon mendorong Kyuhyun membuat Kyuhyun terjatuh kebelakang, Siwon berada di atasnya dengan mata menatap mata Kyuhyun. Siwon memiringkan kepalanya, mendekatkan kepalanya lalu menyentuhkan bibirnya di atas bibir Kyuhyun. Kyuhyun terkejut tapi dia menikmati ciuman pertama yang Siwon berikan.
Perlahan-lahan dan santai Siwon memberi ciuman dengan bibirnya yang dingin menyusuri dari pangkal tenggorokan antara buah dada Kyuhyun lalu turun kebagian tengah tubuh sampai di perut. Tidak sadar Siwon melepas kancing mantel berbulu Kyuhyun, memperlihatkan Kyuhyun yang memakai baju panjang berbahan kaos.
Siwon sadar dengan yang dia lakukan, Siwon menarik tubuhnya lalu duduk dengan canggung. Kyuhyun sendiri mengatur pernafasannya yang memburu karena tegang dan gugup, ini adalah ciuman pertama dari Siwon. Ciuman yang terasa panas untuk dikategorikan first kiss.
''Maaf.'' Ucap Siwon pelan.
Kyuhyun menyentuh bibirnya, ''Oh My... Dia menciumku!'' Batin Kyuhyun gembira. Siwon terlihat salah tingkah, dia pura-pura melihat ke tempat tidur anjingnya. Kyuhyun tersenyum lalu mengikuti Siwon dan memeluknya dari belakang, ''Kenapa hanya begitu? Aku kan ingin lebih, Siwon.'' Kyuhyun menggerakan kepalanya di punggung Siwon.
Siwon berusaha melepaskan tangan Kyuhyun dipinggangnya tapi Kyuhyun memeluk Siwon dengan begitu erat. ''Kyuhyun, aku mohon lepaskan aku.'' Siwon masih mencoba melepaskan tangan Kyuhyun. Aneh sekali, tenaga Siwon seharusnya lebih kuat dari Kyuhyun tapi pria itu tidak mampu melepaskan tangan Kyuhyun darinya.
''Siwon, I need your love.'' Kyuhyun terus memeluk Siwon dengan erat, Siwon akhirnya melepaskan tangan Kyuhyun dengan kasar. Kyuhyun sampai terjatuh kebelakang dan duduk di lantai yang sangat dingin. ''Aku sudah memperingatkanmu.'' Siwon berbalik dan naik ke tempat tidur, dia menyelimuti seluruh tubuhnya dengan selimut.
Apa kau mendengar suara hatiku? Apa kau melihat air mata yang mengalir di pipiku? Jika ada yang bertanya hal apa yang paling aku inginkan di dunia ini, akan aku jawab hanya kau seorang! Hanya kau yang kubutuhkan.
Kau telah membuatku tergila-gila padamu! Kau membuat hatiku berbunga-bunga, tapi kau juga membuatku menangis karena cinta. Cinta yang tertahan karenamu, cinta yang keindahannya hanya aku rasakan sendiri. Tapi apalah daya, cinta ini telah menguasaiku. (Hyorin - Crazy of You)
Kyuhyun menangis di lantai, dia mencoba untuk berdiri walaupun dia merasa badannya lemas atas penolakan Siwon. ''Aku masih memiliki harga diri Siwon, kau tidak pantas memperlakukanku serendah ini.'' Ucap Kyuhyun di sela tangisnya, dia mengambil syal yang tadi diberikan untuk Siwon lalu keluar dari kamar hotel. Kyuhyun berlari di koridor hotel lalu berhenti dan masih menangis.
Siwon merasa bersalah, dia membuka selimutnya. Kyuhyun sudah tidak ada di kamar, Siwon langsung bangun dan keluar. Kyuhyun sudah tidak terlihat di koridor, Siwon masuk lagi ke kamar dan mengambil ponselnya. Siwon keluar sambil berusaha menghubungi Kyuhyun, Kyuhyun sendiri meninggalkan ponselnya di kamar hotel.
''Dia benar-benar pergi, Kyuhyun...'' Siwon terlihat pusing. Dia pergi ke resepsionis untuk bertanya, resepsionis bilang dia melihat banyak wanita dengan ciri-ciri yang Siwon katakan keluar masuk. Siwon bingung mencari Kyuhyun kemana, Kyuhyun tidak mungkin pulang karena seluruh jalan di tutup.
-I Won't Give Up-
Kyuhyun pergi ke restoran hotel, dia memesan minuman hangat untuk menghangatkan badan dan hati. Kyuhyun terus memikirkan perlakukan Siwon yang mudah berubah, dari tiba-tiba menciumnya sampai bersikap kasar seperti tadi. Tidak Kyuhyun sadari, airmatanya kembali keluar.
Cinta yang hanya kurasakan sendirian, cinta yang tak terbalas, cinta yang bodoh dan sia-sia. Biarkan aku mencintaimu, karena dengan begitu hatiku tak terasa dingin dan sepi. (Hyorin - Crazy of You)
''Kyuhyun?''
Kyuhyun menoleh saat mendengar suara seseorang memanggilnya, ''Seunghyun?'' Kyuhyun samar-samar melihat sosok pria yang dikenalnya. Pria itu berjalan mendekat, Kyuhyun langsung menghapus airmatanya. Pria tinggi itu sudah berdiri dekat dengan Kyuhyun, ''Kau sedang apa disini?'' Tanya Seunghyun.
''Aku... Aku menginap disini. Oh ya, silahkan duduk.'' Kyuhyun mempersilahkan. Seunghyun duduk di depan Kyuhyun, pria dengan senyuman cool itu selalu tersenyum pada Kyuhyun.
''Aku terjebak di sekitar sini, jadi aku memilih menginap di hotel terdekat.'' Ucap Seunghyun.
Kyuhyun menganggukan kepalanya, ''Oh kalau begitu sama, tadi saat aku makan siang aku juga terjebak sama sepertimu. Hotel ini adalah hotel terdekat dari restoran itu.''
Seunghyun tersenyum mendengarnya, ''Kau tidak berubah, padahal kita tidak bertemu lama.''
''Benarkah? Tapi kau berubah, dulu kau itu gemuk dan jelek tapi sekarang kau sangat tampan, memiliki badan yang indah dan kau sedikit tua.'' Kyuhyun tersenyum manis.
''Astaga, kau tidak pernah berubah Kyuhyun. Kau masih Kyuhyun yang jujur dan bicara apa-adanya.''
Kyuhyun tertawa kecil, ''Inilah karakterku, aku tidak akan pernah merubah itu.''
Seunghyun mengingat sesuatu, dia sebenarnya ragu mengatakan hal yang dipikirkannya. ''Kyuhyun, maaf sebelumnya tapi aku sangat penasaran dengan ini.'' Seunghyun berkata ragu.
''Penasaran apa? Katakan saja Seunghyun.''
Seunghyun menarik nafasnya, ''Apa benar kau sudah menikah? Aku mendengar dari teman kuliahmu. Walaupun kita tidak seangkatan, tapi aku mengenal beberapa teman seangkatanmu.''
''Itu benar, aku memang sudah menikah. Sekarang suamiku ada disini, dia sedang tidur di kamar hotel.''
Jawaban Kyuhyun membuat Seunghyun kebingungan, ''Tidur sendiri di kamar lalu kau minum sendiri di restoran?''
Kyuhyun sadar dengan apa yang dia katakan, memang aneh jika dia datang dengan suami tapi suaminya dia tinggal di kamar hotel sendiri.
''Aku hanya merasa haus dan butuh sesuatu yang hangat, tidak enak kalau aku membangunkannya.'' Kyuhyun beralasan. Seunghyun mengerti dan tidak terlalu masalah dengan semua itu. Mereka terus berbicara, membahas banyak hal yang sudah mereka lalui di masa lalu.
Seunghyun adalah senior Kyuhyun, dia hanya berbeda satu tahun dengan Kyuhyun. Sekarang Seunghyun sudah sukses, dia membangun usaha sendiri sesuai dengan kecintaannya di bidang olahraga. Dia membuka tempat gym sekaligus menjadi pelatih disana.
Siwon masih mencari Kyuhyun, setelah mengambil barang yang asistennya bawa, dia kembali mencari Kyuhyun. Siwon tidak mungkin diam sementara dia sudah membuat orang lain pergi karenanya.
Kyuhyun sudah banyak bicara dengan Seunghyun, udara bertambah dingin saat malam hari. Kyuhyun mulai merasa tidak nyaman diam di luar kamar hotel, Seunghyun juga menyadari jika Kyuhyun sudah tidak nyaman.
''Sebaiknya kau kembali ke kamar, cuaca sedingin ini tidak baik kau terus di luar.'' Saran Seunghyun. Kyuhyun meminum minuman terakhirnya, bahkan rasa air yang tadi panas sekarang sudah tidak terasa panas lagi.
''Baiklah, kau sendiri apa masih mau disini?'' Tanya Kyuhyun.
''Iya, kebetulan aku belum mengantuk.'' Jawab Seunghyun.
Kyuhyun baru mau memanggil pelayan tapi Seunghyun melarang, ''Biar aku yang bayar, ini tidak sebanding dibanding kau membuatku senang dengan pertemuan kita.''
''Yaampun tuan Choi, aku juga senang bertemu denganmu. Kapan-kapan aku yang akan mentraktirmu.''
''Baiklah, aku sangat menantikan itu. Oh ya, hubungi aku jika kau ingin. Kapanpun kau ingin bertemu tapi setelah mendapat persetujuan suamimu tentunya.''
''Baiklah, sampai jumpa!'' Kyuhyun berpamitan pada Seunghyun. Seunghyun membalas lambaian tangan Kyuhyun sampai Kyuhyun tidak terlihat lagi. Setelah kepergian Kyuhyun, seseorang mendekati Seunghyun.
''Kau bicara dengan siapa, baru saja aku melihat seorang wanita pergi dari mejamu.'' Tanya wanita berambut pirang pada Seunghyun.
''Teman lamaku, duduklah Chaerim.''
Chaerim atau biasa disebut CL itu duduk di depan Seunghyun, dia mencurigai Seunghyun yang terlihat senang setelah bertemu dengan teman lamanya.
-I Won't Give Up-
Kyuhyun masuk kembali ke dalam kamar hotel, Siwon terlihat sedang memberi Buddy makan. Kyuhyun berjalan mendekati tempat tidur lalu naik dan menutupi tubuhnya dengan selimut. Siwon memperhatikan pergerakan Kyuhyun, setelah memberi Buddy makan, Siwon mendekati tempat tidur.
''Kyuhyun, aku tidak bermaksud kasar. Soal ciumanku... Itu di luar kendaliku. Aku mohon jangan salah paham atas apa yang aku lakukan, itu hanya refleks dari tubuhku saat kau terlebih dahulu menciumku.''
Kyuhyun membuka lagi selimutnya, ''Refleks kau bilang? Kau mencium seseorang yang tidak kau inginkan itu dengan sadar!'' Kyuhyun emosi.
Kyuhyun menyentuh bibirnya, ''Bibir ini... Aku bisa merasakannya Siwon. Ciuman yang kau berikan itu tulus karena kau melakukannya dengan sadar. Kenapa kau tidak mau mengakuinya? Aku rasa aku pantas mendapatkan itu, apa aku begitu menjijikan?''
''Kyuhyun, bukan maksudku begitu. Kau selalu menyentuhku, menciumku dengan tidak terduga, selalu bergelayut padaku, aku rasa apa yang aku lakukan pasti dilakukan semua pria normal.''
''Kalau begitu, kenapa kau tidak menciumku lagi? Sentuh aku, cium aku dan lakukan yang seharusnya pasangan menikah lakukan! Kau seharusnya...'' Kata-kata Kyuhyun terpotong saat Siwon meloncat naik ke tempat tidur, tubuh besar dan kekar Siwon menindih Kyuhyun dan memberikan ciuman.
Ada perubahan saat Siwon menciumnya, bibirnya menjadi lebih mendesak dan dalam. Tangannya bergerak naik dari dagu Kyuhyun sampai memegang sisi kepala Kyuhyun. Napas Siwon menjadi cepat, dia memperdalam ciuman sambil bersandar pada Kyuhyun, menyatukan kedua dahinya. Kyuhyun mulai meletakkan tangannya di lengan Siwon, dia terkejut tetapi dengan cepat mengimbangi.
Nafas keduanya memburu saat ciuman panas itu terlepas, mata Siwon menangkap pemandangan yang sangat menggairahkan pada diri Kyuhyun. Bibir tebal Kyuhyun basah oleh saliva semakin membuat bibir itu berwarna merah, matanya berkilat dengan tatapan penuh tuntutan. Hidung Kyuhyun bahkan sedikit berkeringat padahal cuaca di luar sangatlah dingin.
Siwon menyatukan kembali dahi mereka sebelum bibirnya kembali meraup bibir Kyuhyun. Siwon mulai berani bermain lidah, melilitkan lidahnya dengan lidah Kyuhyun disaat bibirnya mulai menghisap bibir bawah Kyuhyun. Kyuhyun merasa seperti terbang ke atas awan, dia selalu menantikan ciuman Siwon. Kyuhyun mulai menyadari, ciuman Siwon sangat panas dan memabukan!
-I Won't Give Up-
Aku percaya bahwa kejadian tidak terduga bisa kapan saja datang. Sama seperti membalikan telapak tangan, kejadian tidak terduga bisa saja berbading terbalik dengan yang kita pikirkan. Kemarin aku merasakan sendiri kejadian-kejadian tidak terduga tersebut.
Donghae yang sebelumnya membenciku tidak diduga dia ingin menciumku, terjebak di tengah-tengah hujan salju, ciuman tiba-tiba Siwon, pertemuan dengan teman lamaku, sampai malam pertamaku dengan Siwon! Semua kejadian itu adalah kejadian yang tidak akan aku lupakan.
Aku bersyukur dan berterima kasih pada salju. Hari dimana salju pertama turun membawa banyak berkah untuk hidupku. Aku akan selalu menyukai musim dingin, menyukai salju dan percaya pada keajaiban. (Inner, Kyuhyun)
Kyuhyun menggerakan tubuhnya untuk duduk di tempat tidur, dia meringis merasakan perasaan tidak nyaman di area pribadinya. Kyuhyun sudah berpakaian lengkap, tidak mungkin dia membiarkan tubuhnya membeku. Salju tidak turun tapi jalanan masih dipenuhi salju yang memungkinkan mereka masih sulit untuk pulang.
Melirik Siwon yang tidur nyenyak disebelahnya membuat Kyuhyun tersenyum. ''Aku tahu Siwon, kau tidak akan melakukan sesuatu yang tidak kau inginkan. Kau menginginkannya, makanya kau melakukannya.'' Kyuhyun mengelus pipi Siwon.
Siwon mulai bergerak, Kyuhyun berpura-pra tidur lagi. Siwon membuka kedua matanya, dia langsung melirik ke arah samping, melihat Kyuhyun yang masih menutup mata. Siwon mengingat semua yang terjadi, merasakan semuanya dan dia tidak menyesali semuanya.
Seperti yang Kyuhyun katakan, dia memang menginginkannya untuk itu dia melakukannya. Sama seperti saat Siwon menikahi Kyuhyun, Siwon mencintai Ibunya untuk itu dia menikahi Kyuhyun agar Ibunya senang. Walaupun dengan sedikit kebohongan karena Ibunya tidak pernah tahu masa lalu antara Siwon dan Kibum.
''Anggap saja aku melakukannya untukmu, Eomma. Eomma akan sedih jika tahu aku bahkan belum pernah menciumnya.'' Pikir Siwon walaupun sedikit ragu dengan alasannya itu, apa dalam hati kecilnya dia memang menginginkan Kyuhyun?
Kyuhyun akan mencari pria lain, hal itu membuat Siwon kesal. Kehilangan orang yang selama ini menggilainya untuk berpaling pada orang lain, perasaan semacam ini yang Siwon rasakan. Ada rasa kesal, tidak rela dan benci yang menggerogoti hatinya. Siwon juga mulai mencari alasan lain untuk menjelaskan atas sikapnya semalam.
''Aku tergoda, yah hanya tergoda pada tubuhnya!'' Batin Siwon mulai berperang, sedikit rasa bersalah jika dia memang hanya tergoda pada tubuh Kyuhyun. Lalu alasan logis apa untuk menjelaskan keadaan Siwon sekarang?
Siwon langsung turun dari tempat tidur, dia masuk ke kamar mandi. Siwon tidak bisa berpikir jernih, hati dan pikirannya terus berperang dan saling mengejek. Hatinya berkata jika Siwon bodoh karena mengabaikan Kyuhyun, hatinya yang lain berkata jika sudah sepantasnya Kyuhyun mendapatkan itu karena dia sudah membuat Siwon kehilangan cintanya.
''Arrgggh!'' Teriak Siwon kesal, dia bahkan membiarkan tubuhnya terguyur oleh air dingin di saat suhu masih dibawah -10 derajat.
Kyuhyun turun dari tempat tidur, dia berjalan mendekati jendela. Dari lantai 15 itu dia bisa melihat kota Seoul yang dipenuhi oleh salju menyusul salju mulai turun kembali walaupun dengan butiran-butiran kecil yang halus. Kyuhyun menyentuh lehernya sendiri, sensasi itu kembali membayanginya. Wajah, dengusan nafas, keringat dan tatapan Siwon tidak bisa Kyuhyun lupakan.
''Aku bisa gila Siwon, gila karenamu.'' Kyuhyun berbalik, berjalan mengambil telepon lalu dia memesan kopi. Saat berbalik, Siwon baru keluar dari kamar mandi dalam keadaan topless, dia hanya menutupi bagian bawahnya dengan handuk.
Kyuhyun mendadak gugup, tubuh sexy Siwon basah dan terlihat panas. Siwon juga merasa tidak nyaman terlihat seperti itu, dia buru-buru mencari pakaian dari kantong belanjaan (baju yang semalam Teddy beli). Setelah menemukan pakaiannya dia kembali masuk ke kamar mandi.
''Ya Tuhan...'' Kyuhyun duduk di tepi tempat tidur, memegangi dadanya yang berdetak kencang.
Tok! Tok!
Menatap pintu itu sebentar sebelum Kyuhyun berjalan untuk membukanya. Pelayan hotel mengantar kopi pesanan Kyuhyun. Setelah memberi uang tip, Kyuhyun menutup kembali pintunya. Membawa dua gelas kopi panas dan meletakannya di meja, Kyuhyun tidak bisa menunggu sampai mereka pergi sarapan, dia butuh sesuatu yang hangat. Perlahan menyesap kopinya dengan pikiran yang mulai memikirkan banyak hal.
''Aku berhasil melangkah satu langkah ke depan, aku tidak akan mundur dan akan terus melangkah sampai finish.''
Siwon keluar dari kamar mandi, pria itu sudah berpakaian lengkap. Dia memakai sweater hitam yang dilapisi lagi oleh coat hitam, jeans hitam dan kaos kaki. Kyuhyun sedikit aneh karena Siwon memakai pakaian serba hitam seperti orang yang sedang berkabung.
''Minumlah kopi ini selagi masih panas.'' Ucap Kyuhyun sebelum dia mengambil kantong berisi pakaiannya dan masuk ke kamar mandi.
Siwon merasa canggung setiap melihat Kyuhyun, Siwon bahkan meminum kopinya dengan tidak hati-hati. ''Panas!'' Siwon merasa lidahnya terbakar, tentu saja panas karena sebelumnya Kyuhyun sudah memberitahunya kalau kopi itu panas.
''Buddy kenapa aku jadi begini, ini bukan diriku.'' Gumam Siwon pada anjingnya yang masih tidur.
-I Won't Give Up-
Sebelum pulang, keduanya sarapan bersama di restoran hotel. Mereka memesan makanan khas musim dingin yang biasanya dijadikan menu utama saat musim dingin. Keduanya sama-sama menyantap sup pangsit, pangsit yang diisi daging sapi dan sayuran cincang yang direbus dalam kaldu dengan kue beras iris.
''Apa kita bisa pulang sekarang?'' Tanya Kyuhyun disela memakan sarapannya.
''Sepertinya bisa.'' Jawab Siwon singkat.
Kyuhyun mengambil tisu lalu menyeka kuah yang menempel di bawah bibir Siwon, Kyuhyun tertawa karena Siwon makan seperti anak-anak. ''Ceo yang makan seperti anak TK.'' Kyuhyun meledek, Siwon melotot ke arahnya tapi tidak mengatakan apapun.
''Aku akan pergi ke Gym, Gym milik temanku. Semalam aku bertemu dengan teman lama, sepertinya bukan ide buruk olahraga di musim dingin.'' Ucap Kyuhyun.
''Itu bagus, setidaknya kau memiliki kegiatan.''
Kyuhyun memutar mata, ''Aku tidak sepertimu atau Kibum yang sibuk bekerja, apa yang bisa aku lakukan? Aku tidak pandai dalam hal apapun.''
Siwon meletakan sendoknya, ''Belajarlah mencari potensi dalam dirimu. Tidak ada manusia yang lahir tanpa keahlian.''
''Aku sudah pernah bekerja di banyak tempat, dari yang sesuai dengan jurusanku ataupun yang keluar dari jurusan. Tapi aku tidak menemukan passionku, semuanya terasa hambar dan membosankan.''
''Kau bagus dalam hal menggoda.'' Ucap Siwon pelan.
''Kau bilang apa? Coba katakan lebih keras!''
Siwon sadar dengan apa yang dia katakan, ''Maksudku adalah... Coba kau lakukan hal yang kau sukai. Jika memungkinkan jadikan itu pekerjaanmu.''
Kyuhyun mulai memikirkan saran Siwon, ''Ommo, aku mempunyai suami tampan yang pintar!'' Kyuhyun bangun dan mencium bibir Siwon, ini merupakan kebiasaan Kyuhyun yang tidak pernah berubah. Siwon hanya diam dan fokus menghabiskan makanannya, Kyuhyun terkikik melihatnya. ''Aku mendengarnya, apa kau mulai tergoda?''
-I Won't Give Up-
Kyuhyun menepati janjinya pada Seunghyun, dia pergi untuk berolahraga di tempat gym milik Seunghyun. Tapi saat itu Seunghyun sedang tidak ada, dia ada urusan pribadi dan akan datang pada sore hari. Karena sudah terlanjur datang dan langsung mengurus keanggotaan, Kyuhyun langsung bisa latihan. Kyuhyun mengganti pakaiannya dengan pakaian olahraga, saat keluar dari ruang ganti dia bertemu dengan Donghae.
''Wah, adik ipar?''
Donghae terkejut melihat Kyuhyun, ''Kau lagi, kau lagi. Kenapa aku selalu bertemu denganmu.'' Donghae masih bersikap sama tapi Kyuhyun tidak melihat kebencian dari matanya.
''Apa kita berjodoh, kita selalu bertemu tidak sengaja.'' Kyuhyun tersenyum, menggoda Donghae.
''Jodoh kau bilang? Kalau begitu kenapa kau menikah dengan Hyungku! Seharusnya kau menikah denganku jika kau pikir kita berjodoh.''
Kyuhyun tertawa, ''Kau ini lucu sekali Donghae-ah~ Jodoh tidak harus selalu untuk pasangan, kita berjodoh sebagai saudara. Kau adik iparku dan aku kakak iparmu.''
''Kakak ipar? Kau bahkan lebih muda dariku.'' Gumam Donghae lalu pergi. Kyuhyun hanya menggelengkan kepala, ''Aku ingat, dari foto yang Eomma Choi perlihatkan, saat kecil Donghae itu sangat gemuk. Jadi badan indahnya ia dapat karena latihan keras.'' Kyuhyun tersenyum lalu mengikuti Donghae ke ruang latihan.
Kyuhyun ingin mengecilkan dan mengencangkan perut, untuk itu dia melakukan latihan kardio. Pertama dia melakukan sit-up dengan tujuan untuk mengencangkan bagian perut. Setelah cukup dengan pemanasan, Kyuhyun mulai berlatih dengan treadmill. Di mulai dari spead pelan, sedang sampai cepat.
Perhatian mulai teralih pada Kyuhyun karena mayoritas yang melakukan latihan disana adalah pria. Jarang sekali mereka melihat lawan jenis di tempat itu, ada yang sengaja melakukan treadmill disebelah Kyuhyun padahal sebelumnya dia sudah melakukan itu. Kyuhyun hanya fokus olahraga dengan mendengarkan lagu favoritenya dari earphone yang dia pakai.
''Oh astaga dia seperti selebritis.'' Donghae tidak menyangka jika akan banyak orang yang mendekati kakak iparnya. Donghae langsung mendekat dan mengambil tempat di sebelah Kyuhyun saat tempat disebelahnya kosong, padahal sudah banyak yang mengincar tempat itu.
''Kakak ipar, kau luar biasa!'' Ucap Donghae, Kyuhyun tahu Donghae mengatakan sesuatu tapi dia tidak mendengar kata-kata Donghae. Kyuhyun mengurangi kecepatan alatnya, dia juga menaikan satu penutup telinga kirinya. ''Hy adik ipar.'' Kyuhyun tersenyum pada Donghae, Donghae melirik para pria yang asyik memandangi mereka. ''Kau terkenal, selamat.''
Kyuhyun menatap arah yang Donghae maksud, dia jadi tertawa. ''Maksudmu para pria itu melihatku? Mungkin saja mereka melihatmu.''
Donghae mematikan alatnya lalu mematikan juga alat Kyuhyun, ''Kita latihan di tempat lain.'' Donghae menarik tangan Kyuhyun menjauh, banyak yang kecewa dan berebut memakai alat yang baru Kyuhyun tinggalkan. Seunghyun yang baru sampai melihat saat Kyuhyun melewatinya dengan di tarik oleh seorang pria, ''Apa itu suaminya?'' Pikir Seunghyun.
''Wait, aku ingin mencoba ini.'' Kyuhyun melepaskan tangan Donghae saat dia melihat Chest Press Machine, alat untuk membentuk dada.
''Kyuhyun, untuk apa kau kesini sendiri? Kenapa tidak bersama Hyung, kau tahu kan tempat ini di dominasi oleh pria?'' Donghae mulai kesal.
''Ini tempat milik temanku, aku rasa tempat ini aman. Donghae, kau seperti tidak tahu kesibukan Hyungmu sendiri. Yasudah sekarang kan ada kau disini. Atau mungkin setiap aku ingin olahraga, kau bisa menemaniku.''
''Terserah kau sajalah!'' Donghae beralih menggunakan alat disebelah alat yang akan Kyuhyun gunakan. Dia memilih Bench Press, mengangkat barbel dalam keadaan tidur karena Donghae sepertinya sudah profesional menggunakan alat yang cukup berbahaya untuk pemula. Keduanya sama-sama melakukan latihan sampai Seunghyun mendekat.
''Kyuhyun, apa kau sudah lama?'' Tanya Pria bermata tajam itu, mata Donghae melotot karena melihat seorang pria tampan mengenal Kyuhyun. Kyuhyun berhenti latihan, ''Seunghyun-ah, aku tidak terlalu lama. Tempatmu sangat bagus dan lengkap.''
''Kau jangan sembarangan memakai alat disini, ada baiknya jika aku temani. Aku akan menjadi seorang trainer untukmu.'' Seunghyun tersenyum, Donghae memutar mata melihatnya.
''Aigo, aku akan sangat senang sekali. Sebenarnya tidak banyak yang ingin aku lakukan, mungkin hanya ingin mengencangkan beberapa bagian tertentu saja.'' Kyuhyun tersenyum malu, ''Oh kita bisa membicarakannya, ada beberapa makanan juga yang harus kau konsumsi dan hindari. Kita bisa membahasnya di ruanganku.''
''Oh, baiklah.'' Kyuhyun berniat pergi dengan Seunghyun, Donghae langsung berteriak. ''Kau mau kemana?'' Kyuhyun ingat pada Donghae, ''Sayang, aku akan bicara dengan trainer. Kau lanjutkan saja latihannya, sampai jumpa!'' Kyuhyun melambaikan tangan lalu pergi dengan Seunghyun.
''Yak! Dia malah pergi dengan pria hitam itu.'' Donghae kesal.
''Apa dia suamimu?'' Tanya Seunghyun.
Kyuhyun tersenyum mendengar pertanyaan Seunghyun, ''Dia cukup tampan kan? Dia itu adik iparku, adik suamiku.'' Jawab Kyuhyun. ''Tapi dia sedikit lebih tua dariku, kalian seumuran.'' Tambah Kyuhyun karena tadi Donghae tidak menyebutnya Noona.
''Dia seangkatan dengan kakakmu? Oh ya, bagaimana dengan kakakmu, apa dia sudah menikah?''
''Belum, kakakku belum menikah. Dia masih sibuk bekerja, dia benar-benar orang sibuk.''
Seunghyun tersenyum lalu mereka bicara di ruangan Seunghyun. Diam-diam Donghae mengikuti mereka lalu mengintip, ''Hyung kau akan kalah, pria itu sangat tampan dan lebih cool darimu!'' Donghae menyesalkan karena Hyungnya itu dingin pada Kyuhyun padahal Kyuhyun di dekati pria yang tampan.
Saat masih bicara dengan Seunghyun, Kyuhyun lupa kalau dia harus mengatakan pesan dari Eomma Choi untuk Siwon. ''Aku lupa membawa ponsel, aku akan kembali dalam 5 menit.'' Kyuhyun berdiri dari duduknya. Seunghyun memberikan ponselnya, ''Pakai ponselku saja jika itu sangat penting.''
Kyuhyun merasa tidak enak tapi dia melihat jam yang mendekati jam pulang kerja, Kyuhyun mau Siwon membeli sesuatu untuk ibunya. Kyuhyun akhirnya menerima niat baik Seunghyun dan menggunakan ponsel pria itu. Tidak begitu lama sampai Siwon menerima panggilan Kyuhyun.
''Hallo?''
Kyuhyun diam saat penerima panggilan bersuara perempuan, Kyuhyun tidak langsung bicara karena terkejut.
''Hallo? Ini dengan ponsel Siwon, Siwon sedang ke kamar kecil. Bisa kau katakan ini siapa karena nomormu tidak dikenal.''
Kyuhyun mengenal suara itu, tanpa bicara Kyuhyun mematikan panggilannya. ''Sedang apa Kibum bersama Siwon?''
-I Won't Give Up-
TBC.
Cepet update biar cepet tamat hehe Thanks for everything!
