Jongin yang baru saja selesai pakaian keluar dari kamar menghampiri Sehun yang sedang menyuapi Luhan, "Sedang makan hum?" tanya Jongin pada anaknya, ia menghapus jejak bubur yang berada disekitar mulutnya.

"Dia belum makan sesendok buburpun sedari tadi ia hanya mengeluarkannya dan tak ditelannya." ujar Sehun pada Jongin.

"Hey kanapa tak kau makan? kau mau kurus kering seperti mamahmu?" Jongin mengambil sendok bubur yang ada dalam genggaman Sehun.

"Ayo makan aaaa." Jongin mencoba untuk menyuapi Luhan, "Buka mulutmu Lu." Luhan melihat kearah Jongin dan menjulurkan tangannya kedepan.

"Hihi minta digendong eoh?" Jongin mengangkat tubuh Luhan kegendongannya.

"Cepat suapi dia Sehun biar aku menggendongnya." Sehun langsung mengambil sesendok bubur dan memberikan pada Luhan.

"Awas kena bajumu sayang nanti kotor." Sehun menyeka bubur yang tak ditelan Luhan.

"Tak apa." Jongin yang melihat Luhan menyenderkan kepalanya pada bahunya, mengelus punggung Luhan. "sepertinya Luhan sudah kenyang Hun" ucap Jongin dan mengecup kepala Luhan.

"Aku meletakkan piring ini dulu, kau mau sarapan? biar kubawa sekalian." Jongin menganggukan kepalanya dan mendudukan tubuhnya diatas sofa. "BAWAKAN SEREAL SAJA SAYANGGGG.." teriak Jongin.

.

"Sarapanlah dulu." setelah kembali dari dapur Sehun menghampiri suami dan juga anaknya, ia meletakkan semangkuk sereal disebelah Jongin dan mengangkat tubuh Luhan dari gendongan Jongin.

"Lu biarkan ayahmu sarapan dulu." Sehun kembali mengangkat tubuh Luhan namun balita itu mengeratkan tangannya pada leher Jongin.

"Tak apa Hun." ujar Jongin karena Luhan yang masih ingin digendongnya.

"Kenapa dia diam saja Hun?" Jongin mulai menyuapkan sesendok sereal kemulutnya yang dibawa Sehun tadi.

"Mungkin kelelahan semalam seharian dia berlatih berjalan dan kuajak bermain dipusat perbelanjaan."

"Waaa dia sudah bisa berjalan Hun?" tanya Jongin yang bersemangat.

"Ya bisa jika ada yang ingin dikejarnya." Sehun menyeka jejak susu yang ada sekitar mulut Jongin. Ia mengambil sendok yang dipegang Jongin karena suaminya itu sedikit kesusahan memakan serealnya.

"Hun selama ku tinggal kalian apa kau tak tidur? itu kantung matamu semakin jelas sayang."

"Yahh tidur jika Luhan tak berbuat ulah." ujar Sehun, "Kau ada pemotretan hari ini?" tanya Sehun setelah menyuapi suaminya dengan sereal yang ada dimangkuk.

Jongin mengangguk, "Ya tapi nanti jam satu siang."

"Hari ini Luhan imunisasi, bisa temani aku?"

Jongin menganggukan kepalanya kembali , "Sangat sangat bisa sayang."

"Pa pa pa pa pa" Jongin mengalihkan pandangannya pada anaknya saat mendengar celotehan Luhan.

"Hee kau memanggilku Lu? Hun dia bisa menyebut papa." Sehun menggelengkan kepalanya melihat suaminya yang begitu senang mendengar Luhan yang memanggilnya.

"Coba sebut lagi sayang." pinta Jongin pada Luhan.

Luhan tak mengabulkan keinginan Jongin ia terkekeh geli saat Jongin menciumi wajahnya dan menggelitik lehernya dengan hidungnya.

"Jongin dia baru selesai makan nanti dia muntah." ujar Sehun pada suaminya dan dibalas oleh kekehan anaknya karena Jongin masih menggelitik lehernya.

Sehun bangkit berdiri dan membawa mangkuk sereal yang dibawanya tadi, ia meletakkan diatas meja makan. "Jongin awas Luhan muntah." Sehun berjalan menuju kamarnya meninggalkan suami dan anaknya yang sedang bermain untuk mengganti pakaian.

.

"Ge khe khe khe." tawa Luhan saat hidung ayahnya menggesek permukaan lehernya. Jongin mengangkat wajahnya dan menatap anaknya yang masih tertawa.

"Ayo panggil papa lagi Lu."

"Ma ma ma ma ma ta ta ta."

"Papa sayang ayo sebut papa lagi." Jongin membaringkan tubuhnya dan , meletakkan Luhan diatas dadanya yang mengenakan t-shirt. Jongin menggesek hidungnya dengan hidung anaknya dan alhasil Luhan semakin terkekeh kegelian.

Ada cairan putih yang keluar dari mulut Luhan saat bocah itu semakin merasakan geli dengan hidung ayahnya. Jongin yang melihat Luhan mengeluarkan cairan itu langsung bangkit menjadi duduk dan menghapus cairan yang disekitar mulut Luhan.

"Shh sudah tertawanya nanti muntah lagi Lu." Luhan berhenti tertawa dan menatap ayanhya dengan mulut terbuka. Jongin yang gemas melihat tatapan anaknya mencium pipi Luhan.

"pa pa pa pa pa" Jongin tersenyum mendengar anaknya yang terus berceloteh.

"SAYANG KITA BERSIAPLAH BERANGKAT SEKARANGGG." Jongin berdiri dan menggendong Luhan mendengar teriakan istrinya dari dalam kamar.

.

Sehun mengambil Luhan yang digendong Jongin, ia meletakkan Luhan diatas tempat tidur dan mengganti baju Luhan. Setelah selesai mengganti baju Luhan ia menggendongnya kembali.

"Mencari apa ?" tanya Sehun yang melihat suaminya yang masih berkutat dengan lemari pakaian.

"Jaket biru sayang."

"Oh masih dilaundry belum ku ambil." jawab Sehun santai, "Sudahlah tak usah pakai jaket seperti ini saja kau sudah tampan Jongin." Jongin membalikkan tubuhnya ia tersenyum mendengar pujian dari istrinya.

"Baiklah." Jongin menerima Luhan saat Sehun menyuruhnya untuk menggendongnya.

"Jangankan pakai baju tak memakai baju tanpa sehelai benangpun kau tetap terlihat tampan sayang." ucap Sehun pelan dan langsung melangkah keluar kamar dengan.

Jongin yang masih bisa mendengar ucapan Sehun tertawa ringan ia mengalihkan pandangannya pada anaknya yang menatapya, "Anak kecil ingin tahu saja." jawab Jongin pada Luhan karena Luhan memasang wajah seperti bertanya. Jongin memakaikan kacamata hitam yang digenggamannya pada anaknya. Tentu saja kaca mata itu merosot diwajah Luhan karena kebesaran.

Jongin mengambil kunci mobilnya yang ada dimeja sebelah tempat tidurnya dan melangkahkan kakinya keluar.

.

Jongin dan Luhan kini sudah berada didalam mobil menunggu Sehun yang masih menyiapkan peralatan Luhan. Sesekali Jongin memotret anaknya yang duduk disebelahnya.

Luhan melirik kearah ayahnya saat mendengar suara blitz kamera dari Jongin.

'KLIK'

Jongin dengan segera mengambil gambar Luhan yang tengah menggigit bebek mainannya, "Tampan." gumam Jongin saat melihat hasil potretan anaknya dari kameranya.

Jongin mengambil anaknya yang duduk disebelahnya saat Sehun membuka pintu mobil. Sehun meletakkan tas peralatan anaknya dan mengambil Luhan yang dipangkuan suaminya.

"Kenapa lama sekali?" tanya Jongin sambil menyalakan mesin mobilnya.

"Tadi aku mencari kartu imunisasi Luhan dulu dan tadi aku sedikit mual."

"Kau sakit?"

Sehun menaikkan bahunya dan mengambil kamera Jongin yang ada di dashboard, ia mengotak-atik kamera Jongin.

"Ini siapa?" tanya Sehun dan menunjukkan kamera pada Jongin saat melihat foto Luhan yang sedang duduk berdua dengan seorang batita perempuan di komedi putar.

"Aku tak tahu."

"Kenapa bisa tak tahu? bukankah dia duduk disebelah Luhan?"

"Saat itu aku hanya mengambil fotonya saja karena anak perempuan itu begitu lucu, jadi yah kuambil saja gambarnya dan meletakkan Luhan disebelahnya."

Sehun menganggukkan kepalanya mendengar penjelasan Jongin, ia menoleh kebawah saat dirasa Luhan yang ada dipangkuannya menggeliat didadanya.

"Haus ya?" Luhan semakin menggesekan wajahnya pada dada Sehun. Sehun yang mengerti anaknya kehausan meletakkan kamera Jongin dan mengangkat tubuh Luhan menjadi berdiri diatas pahanya.

"Kenapa hm?" goda Sehun pada Luhan karena anaknya menciumi hidungnya dan ingin duduk kembali. Sehun terkekeh melihat anaknya, ia menurunkan kembali tubuh Luhan. Sehun melepas kancing dress yang dipakainya dan menurunkan penutup dadanya. Luhan yang melihat minumannya terpampang didepannya langsung melahapnya.

"Sepertinya ayahnya Luhan juga haus."

Sehun menoleh pada Jongin yang sedang menyetir, "Minumlah."

"Ayah nya Luhan menginginkan seperti yang diminum Luhan saat ini."

"Menyetirlah dulu Jongin." ucap Sehun.

.

Setelah memarkirkan mobilnya Jongin turun dan membuka pintu untuk Sehun. Jongin mengikuti istrinya dari belakang yang tengah menggendong anaknya. Setelah berbicara dengan receptionist rumah sakit itu mereka segera menemui dokter anak yang ada dirumah sakit itu.

KLEK

Sehun masuk setelah Jongin memutar kenop pintu ruangan dokter itu.

"Kak..." panggil Sehun pada dokter yang ada didalam.

"Eh Sehun Jonginn" dokter itu mendongak menatap Sehun dan Jongin dengan tersenyum, "Ada apa?"

Sehun dan Jongin duduk dihadapan dokter itu, "Kak Luhan mau imunisasi." ujar Sehun.

"Kartunya mana Hun?"

Sehun menepuk jidatnya ia menoleh kesamping, "Ambilkan kartu Luhan didalam tas." Jongin berdiri dan keluar dari ruangan.

"Sudah bisa apa saja dia Hun?"

"Hmm merangkak, dan jalan kak."

"Giginya sudah tumbuh?" tanya dokter itu lagi.

"Ya, ehm kak Yixing aku mau nanya."

"Apa?"

"Ehm aku sudah dua bulan belum menstruasi apa kemungkinan aku hamil lagi?"

"Apa mual?" Sehun mengangguk menjawab pertanyaan dokter itu.

"Mungkin saja, apa kau merasakan tanda-tanda hamil?"

"Ya aku merasakan sama seperti dulu saat hamil pertama kali tapi ntah kenapa aku sekarang lebih mudah lelah."

"Kau sudah pernah test?"

"Belum sempat, karena sibuk mengurus Luhan yang sedang aktif-aktifnya."

"Apa Jongin tak mau mengurus Luhan?"

Sehun terkekeh mendengar pertanyaan Yixing, "kekekeke bukan kak dua minggu yang lalu dia tak dirumah karena pekerjaan dan aku ditinggal, nah saat ditinggal Jongin aku mulai merasa mual dan cepat lelah."

"Kirain Jongin tak mau mengurus Luhan, coba test saja dulu."

Sehun mengangguk dan sedikit menenangkan Luhan karena anaknya itu tak bisa diam dari tadi, "Hmm tapi kak apa tak apa jika hamil lagi? kan mengingat Luhan masih menyusui ."

"Jika nutsrisinya masih tercukupi tak apa." Sehun mengangguk kembali mendengar penjelasan Yixing.

"Berarti Jongin hebat juga ya." Sehun menaikkan sebelah alisnnya, "Luhan masih tiga belas bulan tetapi kau sudah hamil lagi dibuatnya."

"Ih apaan sih kak." ucap Sehun dengan sedikit malu.

KLEK

Jongin masuk kedalam pintu ruangan Yixing dan menyerahkan kartu imunisasi Luhan pada dokter cantik itu.

"Aku akan memberikan dia vaksin mmr dan vaksin hib sekalian." setelah melihat kartu imunisasi Luhan dokter itu bangkit dari duduknya dan mengambil jarum suntik dan vaksinnya.

Yixing mendekat ke Sehun yang sudah berdiri dan menyingkap lengan baju Luhan, ia menarik vaksin yang ada didalam botol kecil yang ada ditangannya dengan jarum suntik.

Sebelum menancapkan jarum suntik itu Yixing memukul pelan lengan atas Luhan dan mencubitnya.

'CLEB'

"HUEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE " Sehun sedikit meringis mendengar tangisan anaknya. Jongin yang sedang duduk memejamkan matanya saat jarum suntik itu menusuk lengan anaknya.

"Sudah." ujar Yixing dan membuang suntikan bekas Luhan dan mengelap tangannya.

"HUEEEEEEEEEEE" Sehun membalik tubuh anaknya dan menenangkan anaknya.

Jongin berdiri menghampiri istrinya dan mengambil Luhan yang digendongnya, "Shhh cup cup." Jongin mengecup kening Luhan dan mengajaknya keluar ruangan.

Setelah mencatat dikartu imunisasi Luhan, Yixing menyerahkan kartunya kembali pada Sehun, "Terimakasih kak." Sehun tersenyum dan keluar dari ruangan Yixing.

.

"Duluanlah kemobil sayang aku ingin keapotek itu dulu." Jongin mengangguk dan segera masuk kedalam mobilnya. Sehun menghampiri apotek yang berada disamping rumah sakit ibu dan anak itu. Setelah membeli barang yang diinginkannya dia berjalan kemobil Jongin.

"Beli apa?" tanya Jongin saat Sehun sedang menutup pintu mobilnya. Sehun tersenyum dan menggelengkan kepalanya, ia mengambil Luhan yang terlelap dipangkuan Jongin.

"Kita kemana sayang?"

"Pulang saja bukan kah kau ada pemotretan siang ini?" Jongin mengangguk dan menyalakan mobilnya.

.

Setelah turun dari mobil Sehun langsung masuk kedalam rumah untuk meletakkan Luhan yang terlelap di box tempat tidurnya. Ia keluar dari kamar setelah meletakkan Luhan dikamar.

Sehun terkejut saat melihat suaminya tengah memegang benda yang dibelinya tadi.

"Apa kau membeli benda ini?" Sehun mengangguk sedikit malu saat Jongin mengangkat benda kotak yang ditangannya dan menggoyangkannya.

"Kau hamil sayang?" tanya Jongin

"Aku tak tahu hmm aku membelinya karena penasaran sudah dua bulan ini aku tak kedatangan tamu."

"WOAAAA CEPAT CEPAT TEST SAYANG SIAPA TAHU LUHAN AKAN MEMILIKI ADIK." Jongin menyerahkan benda itu dan mendorong tubuh Sehun ke kamar mandi.

"Yaya kau kenapa ikutan masuk?!"

"Aku ingin melihatnya."

"Aissh bodoh! kau mau melihat urine ku?! " Sehun mendorong Jongin keluar kamar mandi dan segera menutup pintunya.

KLEK

Pintu kamar mandi terbuka Jongin segera menghampiri istrinya yang berdiri didepan kamar mandi.

"Bagaimana sayang?" tanya Jongin yang bersemangat Sehun menyerahkan testpack yang ditangannya pada Jongin.

Setelah melihat hasil dari testpack yang diberi Sehun, Jongin langsung memeluk tubuh Sehun "WAAAAAAAAA SEPERTINYA LUHAN AKAN MENDAPATKAN ADIK HIIIIIII" Sehun segera melepas pelukan Jongin dan meraih testpack dari tangan Jongin.

Sehun membulatkan matanya melihat dua garis yang tertera pada testpack yang dipakainya tadi tak lama ia pun menyunggingkan senyum. Jongin menundukan wajahnya dan menghadap keperut Sehun.

"Hey selamat datang dikeluarga Kim." bisik Jongin dihadapan perut Sehun dan mengecupnya, ia menegakkan tubuhnya dan mengecup kening Sehun cukup lama.

"Thank you Mommy." Sehun memejamkan matanya saat Jongin mengulum bibirnya.

.

.


akhirnya bisa update juga ihiw ; w;

terimakasih sudah membaca dan memberikan reviewnya ya semua:)

review manis?