"Heii! kemari dan lihat itu"

"Apa sih?"

"Hah, dasar idiot buta! Lihat yang disana"

"Oohw...Dasar, aku pikir apaan ternyata mayat. Kau seperti baru melihat mayat saja!"

"Sepertinya dia masih hidup"

Salah satu dari mereka berjalan mendekat kearah orang yang dianggap telah tak bernyawa lagi itu.

"Woii! Dia sudah mati. Lebih baik kita pergi saja! YAKK...aisss...Dasar keras kepala. Ujung-ujungnya aku lagi yang susah sebentar"

Ucap orang yang masih berdiri ditempatnya menatap tekannya sedang meneliti mayat yang tergeletak tak jauh darinya.

"Dia masih hidup, dan sepertinya dia dari desa Konohagakure "

"Benarkah?"

Orang yang tadinya tak tertarik sama sekali sekarang malah sebalinya. Berjalan mendekati temannya sambi menatap sosok yang dianggapnya mayat dengan wujud dalam golongan hawa.

"Kau benar sebaiknya kita bawa dia ke Desa. Kita harus segera mengobatinya"

"Tentu"

Mereka membawa Gadis itu pergi ke desa untuk mengobatinya. Setelah beberapa minggu akhirnya sang Gadis membuka kedua matanya kembali dan menampakkan mata emerald indahnya.

Merasa seluruh tubuhnya sakit dan susah untuk digerakkan ia berusaha bangun dari tidurnya. Namun tidak bisa karena tiba-tiba kepalanya terasa sangat sakit.

"Aaww" Memegang kepalanya yang terasa sangat sakit sehingga tak menyadari seseorang masuk kedalam ruangan yang ia tempati tidur sekarang ini.

"Kau sebaiknya istirahat dulu"

Kata orang tersebut membuat Gadis itu terkejut menatap heran orang yang baru ia lihat sedang duduk disampingnya. Dan herannya lagi kepalanya yang sempat sakit mendadak membaik tak merasakan sakitnya lagi.

"Kau siapa?"

"Makan dan istirahat!"

Mengerutkan kening pertanda ia heran sekaligus kesal akan sikap pemuda itu saat pertanyaanya tak dijawab dan malah pergi meninggalkannya begitu saja. Hingga tak lama kemudian setelah sosok itu berhasil keluar sosok lainnya datang berjalan mendekat kearah sang gadis.

"Maafkan dia, dia memang begitu tapi dia baik. Memang cara memperlihatkan perhatiannya jauh dari kata lembut"

"Kau siapa?"

"Aku, Rin Okumura. Kau bisa memanggilku Okumura. Kau?"

Okumura nama pemuda itu yang sekarang sedang menjulurkan tangannya pada Gadis yang telah duduk menghadap padanya. Tetapi bukannya menjawab Gadis itu malah menatap tangan Okumura lama kemudian kembali menatap dengan bingung kedua bola mata Okumura.

"A..aku siapa?"

"Kau tidak mengingat dirimu siapa?"

"Tidak"

"Orang tuamu, keluargamu, tempatmu tinggal, temanmu? "

"Aku tidak bisa mengingat apapun"

"Hah. Mungkin karena benturan yang sangat keras dikepalamu itu"

"Benturan? Memangnya apa yang..."

"Ada apa?"

Belum sempat Gadis itu menyelesaikan ucapannya, sosok yang tadi menyuruhnya makan datang dan memotong perkataan sang Gadis.

"Kau dari mana souma?"

"Ini" Bukannya menjawab pemuda yang ternyata bernama Souma itu malah berjalan mendekat kearah Sang gadis kemudian menyodorkan segelas air putih yang langsung diterima oleh Gadis itu.

"Arigatou"

Souma hanya menatap datar tanpa merespon ucapan terimakasih sang Gadis hingga akhirnya beralih menatap Okumura.

"Ada apa dengannya?"

"Dia sepertinya lupa ingatan"

"Tepat seperti yang kuduga"

"Kau siapa?" sela Gadis itu mengetahui bahwa dua orang didepannya sedang membicarakan dirinya. Ia tak marah namun ia hanya penasaran siapa nama sosok disamping Okumura.

"Perkenalkan dia ini Yukihira Souma, abaikan saja sifat dinginnya Sakura"

"Sakura?"

"Iya Sakura, saya akan memanggilmu Sakura. Nama itu cocok denganmu"

"Sakura...hmmm...aku suka itu"

"Baiklah jadi sekarang namamu adalah Sakura selamat datang didesa kumogakure. Dan kau akan menjadi salah satu ninja kumogakure"

"Tapi aku akan tinggal dimana?"

"Kau akan tinggal dirumah Souma, bukan begitu Souma? "

"Hn"

~~

10 Tahun kemudian

"Ckk! Bisakah kau berhenti Sasuke!!"

Untuk kesekian kalinya Naruto memperingatkan dengan tegas sahabatnya. Naruto sungguh kasihan melihat Sasuke yang sekarang ini seakan hidup dalam siksaan. Siksaan yang dibuat oleh dirinya sendiri

Salah satunya seperti sekarang ini. Setelah melaksanakan misinya, ia bukannya beristirahat malah keluyuran kehutan tempat dimana gadisnya pergi. Dan disaat hasil yang ia dapatkan hanya nihil maka berakhirlah diri sang Uchiha itu bersama alkohol.

Naruto yang melihatnya hanya mengusap wajah gusar. jika sekali lagi Sasuke meneguk minuman itu maka yakin dan percaya Sasuke akan pingsan seperti biasanya.

Tak mau sahabatnya mati muda dengan cepat Naruto berjalan mendekat setelah melontarkan kalimat perintahnya tadi. Menepuk pundak Sasuke pelan seakan menyalurkan energi positif disana.

"Kau ingin mati tanpa melihat Sakura sebelumnya?"

Seakan mantra ajaib Sasuke berhenti akan kegiatannya. Ia kemudian menoleh menatap Naruto yang sedang menatapnya prihatin.

"Aku percaya Sakura masih ada dan sekarang ia sedang menunggumu seperti biasanya. Jadi sebaiknya jaga kesehatanmu sobat"

Lanjut Naruto diiringi dengan senyuman lima jarinya. Membuat Sasuke kembali sadar bahwa benar apa yang dikatakan Naruto.

Untuk seperdetik pertanyaan hinggap dipikiran Sasuke. Ia penasaran apa yang membuat Naruto begitu yakin jika Sakura masih hidup sama sepertinya. Ia tau tentu Naruto akan melakukannya karena sakura adalah sosok berharg bagi pemuda itu, namun apa alasan terkuat Naruto sekarang ini.

"Apa yang membuatmu yakin Sakura masih hidup?"

"Karena aku percaya akan hal yang meyakinkan bukan hal yang ambigu. Bukankah bukti tahun lalu masih ambigu. Sakura sangat berharga untuk dilupakan"

"Ya kau benar"

"Hehehehe...aku memang selalu benar, tak usah sungkan memujiku Sasuke"

Mendengus bosan mendengar ucapan Naruto yang selalu percaya diri itu. Namun kepercayaan dirinya itulah yang membuat ia disegani banyak orang bahkan sasuke pun.

"Terimakasih Naruto"

~~

"Nggg" Erang gadis dibalik selimut yang menutupi seluruh tubuhnya, ia singkirkan selimut yang menutupi wajahnya dan perlahan-lahan membuka kedua matanya. Kedua kelopak mata indah gadis itu menyipit saat sinar matahari melalui celah jendelanya menerobos masuk dan tepat mengenai wajah ayunya.

Setelah lama berdiam diri gadis itu kemudian bangun dari tidurnya merentangkan tangannya, kemudian berjalan kearah jendela dan membuka tirai beserta jendelanya.

"Segarnya"

Ucap gadis itu sambil tersenyum dan menatap desa yang telah ia tinggali selama 10 tahun belakangan ini.

Tokk...tokk...tokk..

Mendengar suara pintu yang diketuk dari arah belakang membuat gadis itu menolehkan kepalanya dan tersenyum lembut, ia sudah tau siapa orang itu.

"Sakura apa kau sudah bangun?"

Tepat seperti dugaannya. Pemuda dingin dengan sejuta perhatian yang tak terlihat ditutupi oleh kabut.

"Iyaa"

Sakura nama gadis itu sesuai dengan panggilan suara berat yang berada dibalik pintu sana. Sekarang ia sudah berubah ia menjadi gadis yang cantik dan dewasa rambutnya panjang sampai punggung, tubuhnya pun sudah terbentuk sempurna di umurnya yang sudah menginjak 25 tersebut. Ia berlari kearah pintu dan membukakan pintu pada orang yang sudah berbaik hati membiarkannya tinggal dan memberikan fasilitas ternyaman dirumah ini.

"Ada apa Souma?"

"Sarapannya sudah siap"

"Seharusnya aku yang siapkan makanan, maaf ya sebelumnya"

"Kau bahkan bangun jam 9 pagi, dan aku yakin masakanmu akan membuat semua orang sakit. Hah...sungguh baik diriku sudah mau memeliharamu"

"Kau pikir aku hewan! Lagipula aku hanya akan memasak makanan terenak untuk suamiku"

"terserah. Aku tunggu dibawah"

"Iya...iya...Baiklah aku siap-siap dulu"

"Hn"

Setelah itu souma kemudian pergi meninggalkan Sakura yang telah merubah mimik wajahnya menjadi senyuman lembut menatap souma yang berjalan membelakanginya.

~~

"Dimana bocah itu?"

"Dia akan turun"

"Haah...benar- benar siput. Sebaiknya aku kekamarnya" Belum sempat Okumura berdiri Sakura sudah datang dengan senyuman lebarnya berjalan mendekat menuju meja makan

"Maaf menunggu lama. Hehehe"

"Kebiasaan"

"Itadakimasu!"

Mendengar ucapan Okumura hanya membuat sakura tersenyum tanpa adanya rasa bersalah. Ia bahkan malah terlebih dahulu memakan makanannya tak memperdulikan Okumura.

"Selalu enak" Lanjut Sakura tersenyum pada Souma dan dibalas senyuman tipis pemuda itu. sedangkan Okumura hanya memutar bola mata bosan.

"itadakimasu"

"itadakimasu"

Gumam kedua pemuda itu menyusul Sakura yang sudah makan terlebih dahulu. Mereka bertiga pun makan dalam diam hingga akhirnya Okumura yang memecah keheningan diantara mereka.

"Kalian tau kita akan menjalankan misi di Konoha"

"Benarkah? Desa yang banyak ninja terkenalnya itu.Waaahh...aku tidak sabar kesana"

"Hm. Aku pun!"

Ujar Okumura membenarkan perkataan Sakura. Sedangkan souma hanya diam menatap Sakura. Sekarang yang dipikirannya adalah gadis itu. ia tau bahwa Sakura berasal dari Desa sana. Dan entah mengapa ia takut saat Sakura sampai disana ia akan meningat semuanya.

"Souma kau baik-baik saja?"

Lamunan Souma langsung terhenti saat mendengar ucapan pertanyaan khawatir sakura terlontar sambil mengibaskan tangannya didepan wajah pemuda itu.

"Tidak apa-apa makanlah, dan kita ke Konoha setelah ini "

"Ehh...SEKARANG?!!"

Teriak Sakura dan Okumura bersamaan. Mereka kaget bukan main ternyata hari ini adalah keberangkatannya. Melihat orang tersayangnya histeris sendiri membuat Souma hanya kembali memakan makanannya dalam diam tanpa memperdulikan kedua orang didepannya itu.

~~

Seperti yang diucapkan Souma tadi, hari ini mereka berangkat. Dan sekarang tinggallah Sakura sendirian dirumah karena Okumura dan Souma pergi terlebih dahulu. Sedangkan Sakura kembali karena melupakan sesuatu.

Setelah menemukan apa yang dicarinya Sakura kemudian berjalan menuju gerbang desa itu. Ia sudah tau bahwa Souma dan Okumura sudah bosan menunggunya disana.

Berjalan dengab hati gembira. Ia sangat senang bisa kesana karena memang itu adalah impiannya. Ia sangat mengagummi desa tersebut. Karena disana adalah tempat para ninja-ninja hebat berkumpul.

"Maaf menunggu lama"

"Kau benar-benar siput bocah"

"Akukan sudah minta maaf. Dasar!"

"Haaa..sudahlah ayo kita berangkat"

"AYOOO!!"

Ketiga orang itu akhirnya berangkat menuju desa konohagakure. Dalam perjalanan hanya Sakuralah dan Okumura yang berbicara. Sedangkan Souma hanya diam mendengarkan kedua temannya.

"Kira-kira disana seperti apa yaa?"

"Entahlah. Tapi ngomong-ngomong kita kesana untuk apa"

"Hokage-sama mengundang kita kesana, Untuk membantu menjalankan misi bersama Ninja Konoha"

"Benarkah apa Naruto-sama yang akan kita temui?"

"Iyalah...Selain gerakmu menyerupai Siput, Otakmu juga ya. Tentu saja Naruto-sama yang akan kita temui diakan Hokage, Bodoh"

Brukk

"Awww...Hei!"

Teriak Okumura sakit, akibat tinjuan Sakura yang bahkan membuatnya jatuh keatas tanah yang ia pijaki. Sakura yang mendengar protesan Okumura hanya membuang muka tak peduli. Ia malah berjalan meninggalkan Okumura mensejajarkan langkahnya dengan langkah Souma.

Setelah menempuh perjalanan panjang serta perdebatab panjang antara Sakura dan Okumura akhirnya mereka sampai pada tujuannya.

"Waaahhhh...jadi ini yah, Desa Konohagakure. Tapi, ngomong-ngomong kenapa Aku merasa tidak asing disini"

"Itu hanya perasaanmu, cepat kita harus menemui Hokage-sama"

Sela Souma cepat kemudian berjalan mendahului Sakura dan Okumura yang sedang menatap heran pemuda itu. Dan pada akhirnya kedua orang itu hanya mengangkat bahu tak mau pusing memikirkannya.

Selama perjalanan Sakura merasa tidak enak. Setiap ia melewati penduduk Desa ini, ia merasa diperhatikan.

"Bukakah itu Sakura-san?"

"Iya kau benar, dia mirip sekali dengan Sakura-san"

"Mungkin dia Sakura-san"

"Tapi mengapa dia tak mengenal kita?

"Heii...Bodoh! Sakura-san kan sudah meninggal"

Bisik para penduduk yang masih didengar oleh ketiga orang yang sedang menjadi pusat perhatian sekarang ini.

Siall!

'Aku baru ingat kalau Sakura berasal dari sini' batin Okumura saat baru menyadari bahwa Sakura adalah ninja desa sini.

Sedangkan Souma hanya menatap Sakura yang menundukkan kepalanya. Ia kemudian berjalan menghampiri Sakura kemudian menutupinya dengan jubah besarnya.

"Jangan pikirkan itu, tetaplah berjalan"

"Ahh...iya, terimakasih Souma"

"Hm"

Setelah melewati perjalanan yang tak mengenakkan hati. Sekarang ketiga orang itu sudah berdiri didepan pintu ruangan Hokage. Okumura yang biasanya berbicara sekarang jadi pendiam.

Souma mengetuk pintu. Setelah dipersilahkan akhirnya ketiganya masuk kedalam. Dan didalam sudah ada Hokage dan teman yang akan menjadi teman misinya nanti.

"Kami shinobi dari komugakure, siap membantu"

Naruto mengangkat kepalanya, dan semua orang yang ada didalam ruangan menoleh untuk melihat mereka. Dan betapa kagetnya saat melihat orang yang berdiri tepat dibelakang Souma.

"Sakura..."

Bersambung...

Mohon maaf ya, jika cara penulisannya kurang rapi dan banyak kesalahan. Saya ucapkan Banyak terimakasih yang sudah mau membacanya dan memberikan sarannya.

Love you Guys

salam hangat sakuraMgy