Chapter4

"Seseorang dimasa lalu"

Sesuatu yang terlihat baik belum tentu semuanya baik

Terkadang rasa kecewa yang mendalam

membuat kita lupa diri

Hingga pada akhirnya jalan yang kau pilih adalah balas dendam

Happy reading

Derap langkah kaki terdengar begitu nyaring seiring kaki gadis merah muda itu melangkah. Koridor kelas yang biasanya ramaipun kini mulai sepi dikarenakan pelajaran akan segera dimulai. "syukurlah aku tak terlambat" ucap gadis itu. Kakinya terus melangkah menuju kelas yang bertuliskan 'XI Ipa 1'.

"Ohayou minna"ucapnya saat memasuki kelas tersebut. Seisi kelas yang sebelumnya gaduh mulai hening mendengar suara tersebut. Berpuluh pasang mata memandangnya seakan akan mata mereka dapat berkata tumben-sekali-dia-begitu-apa-kepalanya-terbentur-sesuatu. Seisi kelas yang sudah hapal benar glagat gadis merah muda pemilik julukan tsundere itu merasa aneh akan sikapnya yang tiba tiba sangatlah berbeda seakan akan habis kejatuhan duren runtuh.

"Ohayou mo Saku-chan" ucap seorang pemuda berambut hitam bergaya mangkuk terbalik itu sembari mengulum senyum terbaiknya yang dia punya dan tatapan memuja.

"Saku-chan kemana saja kemarin sampai tidak masuk sekolah? Aku kan jadi rindu" tambahnya dengan wajah yang sangat innocent membuat seluruh penjuru kelas mengeluarkan gelak tawa terbaiknya masing masing. Poor Saku.

"DIAAAAAAAAAAAAM" teriak Sakura hingga membuat kelas mendadak hening seketika sambil memasang death glare andalannya. "dan jangan bilang itu lagi dihadapanku"tambahnya.

"Ehm, permisi nona Haruno" sontak Sakura pun membalikan tubuhnya hendak membentak orang tersebut "AKU BILANG DIAAAAAAAM YA DI..." lidah Sakurapun mendadak kelu saat menyadari siapa yang dia bentak barusan.

"Di apa Nona Haruno?" ucap orang yang tadi dibentak olehnya kemudian memasang senyuman.

"Se..sensei! Gomennasai sensei, kenapa tidak bilang kalau saya menghalangi jalan. Errrr Sarutobi sensei mau masuk yah? Silahkan" ucapnya sambil tersenyum semanis mungkin tak menghiraukan detak jantungnya yang berdebar tak menentu. 'ck pasti sial lagi bodohnya pagi pagi sudah membentak Guru killer.

"Sakura Haruno, Lain kali PELANKAN SUARAMU. SEKARANG KARENA KAU BERPERILAKU TIDAK SOPAN KAU KU HUKUM MEMBERSIHKAN TOILET SAMPAIIIII BERSIIIIIHHHH" ucap Sarutobi sensei muncrat muncrat mengeluarkan semua kuah semur jengkol yang sebelumnya ia makan.

"Oh Kami-sama rasanya muka ku harus ku basuh beribu ribu kali" pikir Sakura. (-_-')

oOoOoOo

"Huh tidak jadi kesiangan malah dihukum begini. Mana kotor sekali ih dasar anak anak jorok. Ck lebih baik berfikir yang indah indah sajalah agar pekerjaan ini tak terlalu melelahkan". Batin Sakura.

Sesampainya di toilet ia langsung membasuh mukanya yang tadi sempat tersiram kuah mulut sang dewa Sarutobi sensei yang sangat menunggu waktu yang lama Sakura langsung mengepel lantai Kamar mandi dengan semangat. Bersenandung ria bagaikan kamar mandi ini taman bunga yang harum semerbak mewangi. 'lalalalalala malaikat penolong lalalala malaikat yang tampan' begitulah isi dari senandung yang ia kumandangkan.

Pada saat yang sama ditempat yang berbeda

Seorang pemuda jangkung berbadan atletis tengah duduk bermalas malasan di salah satu sofa ruang kerjanya yang bernuansa klasik nan modern dengan buku novel yang senantiasa menggantung didepan hidungnya. Ia menggaruk tak gatal dan mengacak rambut yang sudah acak acakan itu hingga menjadi lebih acak acakan.

"Gadis itu. Apa yang dia lakukan didalam otakku,hah? Bayangan wajahnya selalu menghantui pikiranku. Hingga aku menelantarkan kekasihku yang sangat mencintaiku,hm Jangan bercanda." ucapnya dalam hati.

Perlahan pemuda itu menyesap kopi hitam yang sudah disediakan sedari tadi diatas meja. 'Huh apa yang harus aku lakukan?' batinnya.

Otaknya pun kembali memutar reka adegan dimana saat ia tiba tiba menjadi orang yang sangat peduli hingga dengan senang hati melepaskan predikatnya sebagai pria termalas hanya untuk menyelamatkan seorang GADIIIIIIIIS? tak disangka, bukan?

Pikirannya terus melayang saat dimana ia menggenggam tangan gadis itu, melihat wajah ayunya yang bersemu merah tampil begitu natural dengan hidung yang kecil namun cukup mancung. Bibirnya yang mungil. Harum tubuhnya yang seperti buah cherry. Dan ia teringat saat menyanggah tubuh gadis itu menjaganya agar ia tak jatuh tersungkur... Tiba tiba pikirannya teringat dimana letak tangannya saat itu hingga ia merasa menyentuh suatu benda kenyal diatas perut bidang gadis itu.

'eh apa yang aku fikirkan sih?'pikirnya. Suhu ruangan yang sejuk tiba tiba menjadi panas, bulir bulir keringat pun mulai menetes tanpa meminta ijin dari sang empunya.

"Ck sial kenapa aku terangsang begini" diraihnya telepon genggang bermerk apel tergigit itu kemudian menelepon seseorang "Aku butuh kau sekarang, cepat datang ke kantorku". Dasar pria mesum

oOoOoOo

Hukuman Sakura pun sudah terselesaikan semua. Terlihat dari closet yang bersih dan wastafel yang kering tak berkerak. Keringatpun membasahi wajah cantiknya yang terus mengalir menuruni dagu hingga menetes jatuh. "Hah lelah sekali sebaiknya aku sekarang ganti baju tak mungkin aku belajar dengan baju basah kan? untung saja aku menyimpan cadangan baju seragam di loker" ucapnya sambil bersenandung keluar dari toilet tersebut.

Tanpa gadis itu sadari ada seseorang dibalik jendela toilet menyeringai puas dengan apa yang ia lihat. "hm aku tak akan membiarkanmu hidup tenang, Sa-ku-ra" ucap seseorang tersebut sambil berjalan meninggalkan tempat itu.

Teng teng teng teng

Bel tanda pelajaran telah usaipun telah berbunyi semua siswa siswi mulai meninggalkan lingkungan sekolah begitu pula dengan gadis merah jambu beserta teman pirangnya itu. "Sial lagi,hn?" goda gadis berambut pirang itu.

"jangan menggodaku baka. Ini sangat melelahkan kau tau, aku sudah membersihkan seluruh penjuru toilet dan saat aku hendak ke kelas apa apaan bel pulang berbunyi seperti itu"Gerutu Sakura unyu.

"Ya sudah lebih baik kita pulang sekarang, kau naik mobilku saja Saki"

"ok"

Ditempat lain

"tumben kau memanggilku, bukannya kau mengacuhkanku belakangan ini? "

"Aku membutuhkan mu sayang"

"hn?"

"Ayolah sayang"

"hn, baiklah"

"arigatou sayangku"

Dan bayangkan sendiri apa yang terjadi selanjutnya (-_-').

oOoOoOo

"Aku tak suka melihat gadis merah muda itu bahagia, aku mau kau hancurkan hidupnya" ucapnya

"Baiklah nona"

"jangan kecewakan aku, Gaara" ucapnya lagi. Seringaian pun keluar dari bibirnya. "oh ya mulai besok kau akan bersekolah disekolah yang sama denganku, kau tau kan apa yang harus kau lakukan" tambahnya lagi

"tentu saja" jawab pria bernama Gaara itu.

Tbc

Hai hai hai Gynna kembali lagi. Ga terasa yah udah Chapter 4 # ya iyalah gynna gitu. Wkwk

Terima kasih banyak yang udah mau sekedar membaca, memfollow, Favorite fic ini. Dijamin ga akan nyesel deh Gynna dah mikirin semuanya ko. Yoo silahkan tinggalkan review seperti biasa.

TTD

Gynna Yuhi