Pairing: Main!MinJae/ Slight!YunJae, YoYun (No Protes :P)
Other Cast: Yang Yoseob, Jung Yonghwa, Seo Minjung(Chingu tercintah Author), Kim Yunhwa(Author :P)
Disclaimer yang menciptakan mereka
Rate: T menjurus ke M
Warning: BoyxBoy or Yaoi! Typos yang diusahakan nggak ada! kemungkinan ada cinta segitiga! Author en Chingu Author yang hobi numpang lewat...
Bagi yang nggak suka pairingnya, get the hell outta here! daripada mual en muntah nggak karuan?
Got it memorized? Good^^
Enjoy!
I'm not a child anymore! -4-
-Jaejoong POV-
"Mulai sekarang aku yang akan menjaga hyung."
Entah mengapa kata-kata itu terdengar sangat menyenangkan di telingaku. Tidak ada nada kebohongan pada kalimat itu. Yang terdengar hanyalah nada keyakinan dan kejujuran.
"Kau harus berhenti menganggapnya sebagai adik kecil."
Mendadak saja kata-kata Yonghwa tergiang di kepalaku.
"Changmin itu sudah dewasa. Dia bukanlah adik kecil yang akan selalu bersembunyi di balik punggungmu. Dia sudah bisa berdiri sendiri. Lihatlah dia sebagai seorang laki-laki."
Kudongkakan kepalaku untuk menatap wajahnya. Memang dia sudah terlihat dewasa, bahkan melebihiku yang lebih tua darinya. Kutelusuri garis wajahnya dengan jari-jariku. Tampan. Changmin terlihat sangat tampan.
"... Do me."
Kata-kata itu keluar begitu saja dari mulutku.
-Normal POV-
"Mmmmmmmmffffff..." Kedua namja itu saling melumat di atas sofa sejak 15 menit yang lalu. Udara menjadi lebih hangat di sekitar mereka. Jaejoong memukul-mukul dada Changmin karena membutuhkan yang namanya udara.
Tangan mereka berdua saling melepaskan pakaian masing-masing dan melempar pakaian itu ke sembarang tempat. Changmin mengertakan giginya melihat tanda merah laknat itu. Tangannya menyentuh setiap tanda yang berada di tubuh Jaejoong.
"Biar kuhilangkan bekas ini."
Jaejoong mengadahkan kepalanya untuk mengekspos lehernya yang penuh tanda kemerahan itu. Matanya menutup menahan sentuhan bibir namja yang sekarang berada di atasnya. Tidak ada satupun tanda yang terlewat dari sentuhan bibir itu, bahkan malah bertambah.
"Haaa..." desah Jaejoong saat nipplenya dihisap dan juga digigit. Perlahan bibir Changmin turun ke perutnya dan sampai pada Juniornya yang sudah menegang. Disentuhnya ujung Junior yang sudah mengeluarkan sedikit cairan precum lalu dimasukan ke dalam mulutnya.
Jaejoong mendesah keenakan menikmati blowjob dari Changmin. Juniornya sudah mulai berkedut pertanda dirinya akan klimaks sebentar lagi.
"Ah!"
SPURT!
Sperma Jaejoong mengalir cukup deras sehingga memenuhi mulut Changmin. Jaejoong mendudukan dirinya dan mengangkat wajah Changmin agar melihat dirinya.
"Jangan telan..." ucapnya. "Bukankah... itu menjijikan?"
Changmin menggeleng dan menelan cairan putih itu. "Tidak. Cairanmu tidak akan pernah menjijikan di mulutku." ucapnya lalu melumat bibir cherry Jaejoong.
"Mau kulanjutkan?"
Jaejoong blushing. "N-ne."
...
"Haaaa... Haaaahh..." Jaejoong mendesah sambil mencengkram sprei(Posisi Jae disini menungging) disaat lidah Changmin menusuk-nusuk holenya. Sekarang ini mereka sedang berada di kamar Changmin. Akan terlalu beresiko bila mereka melanjutkan di sofa, jaga-jaga kalau orang tua Changmin mendadak pulang.
"Menjeritlah kalau sakit, ne?" kata Changmin. Jaejoong mengangguk lemah lalu merubah posisinya menjadi terlentang. Kakinya dilebarkan agar memudahkan 'pekerjaan' Changmin nanti.
Changmin memposisikan juniornya di depan hole Jaejoong. Mata mereka bertemu untuk sesaat.
JLEB
"Aaaaarghhhh..." Jaejoong mengerang frustasi saat junior Changmin memasuki dirinya dalam 1 hentakan. Holenya seolah-olah seperti sedang dirobek secara paksa. Refleks Changmin menjatuhkan dirinya dan memeluk erat tubuh Jaejoong.
"Mianhe... mianhe..." gumamnya pelan.
Jaejoong menggeleng. "Gwenchanna..."
"Boleh kulanjutkan?"
"Ne. Tapi pelan-pelan..." ucap Jaejoong lemah. Sebelum menegakan tubuhnya, Changmin mencium bibir Jaejoong dan meletakan kedua tangannya di sisi kepala Jaejoong. Perlahan dia menggerakkan pinggulnya.
"Ah-ah-ah..." desah Jaejoong seirama dengan kecepatan tusukan(?) pada holenya. Desahan Jaejoong semakin menjadi disaat Changmin mengahajar sweet spotnya. "D-disitu... tolong sentuh bagian situ sekali lagi..."
Changmin tersenyum senang melihat Jaejoong yang terlihat sangat bernafsu. Diraupnya bibir cherry itu dan menghisapnya bagai permen lolipop. Pergerakan pinggulnya semakin lama semakin cepat.
"Mmmmmffff... Min..." Ucap Jaejoong disela-sela ciuman mereka. Jaejoong merasakan miliknya akan segera mencapai klimaks. Dirinya juga merasakan milik Changmin berkedut di dalam dirinya.
"Jae...JAE!"
"MIN!"
SPURT!
Mereka klimaks disaat yang bersamaan. Sperma mengotori tubuh mereka dan juga sprei. Changmin mengeluarkan juniornya dari hole Jaejoong dan membaringkan tubuhnya di sebelah Jaejoong. Mereka saling bertatapan satu sama lain.
"Saranghae..."
CHU~
Kedua bibir itu kembali bertemu untuk menyalurkan rasa cinta masing-masing.
-Changmin POV-
Sinar matahari pagi masuk melalui jendela yang sangat mengganggu tidurku. Kepalaku terasa agak pusing. Apakah efek dari hujan-hujanan kemarin?
"Zzzz..."
Mendadak saja merinding mendengar suara nafas seseorang. Kulihat sosok Jae hyung yang sedang tertidur dengan lelapnya di sampingku.
BLUSH!
Kepingan memori tentang semalam berputar di otakku. Kami melakukan 'This and that' lalu tertidur. Jadi, itu semua bukan mimpi? itu nyata? Plak! kutampar pipiku untuk memastikan kalau ini benar-benar kenyataan.
Sakit! artinya ini nyata!
Kurasakan wajahku memanas karena malu. Entah mengapa yang sekarang berada di otakku hanyalah suara seksi yang dikeluarkan oleh Jae hyung semalam dan juga wajahnya yang terlihat sangat menggoda. Oh astaga, diriku sudah tidak polos lagi X_X
"Emmmh... Min?"
"Eh, ah! J-Jae hyung!" ucapku gugup. Jae hyung sudah membuka matanya dan mendudukan dirinya. Uh, mukaku pasti sudah berwarna merah seperti apel.
CHU~
"Selamat pagi." ucapnya setelah mengecup pipiku. Senyum manis menghiasi wajah cantiknya. "Jam berapa sekarang?"
Kulirik jam yang berada di meja nakas samping tempat tidur. "Jam 6.30"
"Sebaiknya aku mandi du-ouch!"
"Hyung?! Wae?" ucapku panik saat Jae hyung tiba-tiba saja memekik kesakitan. "A-apa yang sakit?"
"I-itu..." ucapnya malu-malu. "Bagian bawah... sakit."
Oh, maksudmu bagian 'itu'
-Normal POV-
HUP
Tiba-tiba saja Changmin menggendong Jaejoong ala bridal. "Biar kuantar ke kamar mandi."
"Ne. Gomawo..." Ucap Jaejoong lalu menyembunyikan wajahnya pada ceruk leher Changmin karena malu. Setelah mengantar Jaejoong ke kamar mandi terdekat, Changmin kembali ke kamarnya dan memakai celana yang berserakan di lantai. Sekalian juga dia mencabut sprei ranjangnya yang kotor dan menaruhnya di bak cucian. Merasa haus, Changmin berjalan menuju dapur dan mengambil minuman yang berada di kulkas.
TAP TAP TAP
Jaejoong yang sudah selesai mandi berjalan menuju dapur. Dirinya hanya memakai atasan piyama Changmin yang kebesaran.
"Apa kau lapar?" tanyanya pada Changmin yang sedang duduk.
"Hy-hyung! bukankah itu sedang sakit?" tanya Changmin panik lalu membantu Jaejoong berjalan. "Lebih baik kau duduk saja!"
"Sudah tidak sesakit tadi kok." Jawab Jaejoong. "Jadi... kau lapar?"
"S-sedikit."
"Baiklah." Jaejoong membuka kulkas dan mencari sesuatu yang kiranya bisa dia masak. Ada sepanci kari yang ditinggalkan umma Changmin untuk jatah makan anaknya itu. "Ummamu meninggalkan kari. Biar kupanaskan ya."
Jaejoong mengeluarkan panci kari tersebut dan memanaskannya sambil mengaduk-aduk. Changmin melamun sambil memandangi punggung Jaejoong. Tiba-tiba saja tubuhnya bergerak menghampiri sosok cantik itu.
GREP
Jaejoong menghentikan pergerakannya disaat sepasang lengan melingkar pada pinggangnya. Kedua namja itu memejamkan matanya untuk menikmati momen berharga ini.
"Mianhe."
"Eh?" Changmin mengerutkan alisnya saat mendengar kata-kata Jaejoong. "Wae? kenapa hyung meminta maaf?"
"Selama ini aku selalu menganggapmu sebagai anak kecil." jawabnya. "Padahal kan kau sudah dewasa. Tidak seperti dulu dimana kau sering dikerjai dan juga disuruh-suruh. Sekarang kau sudah dewasa dan dapat menjaga dirimu sendiri. Sudah seharusnya aku berhenti memperlakukanmu sebagai adik kecil yang membutuhkan pertolongan."
Jaejoong memutar posisinya sehingga menghadap Changmin. "Mianhe, ne?"
"Gwenchanna hyung." Changmin mengecup kening Jaejoong. "Tapi ada syaratnya."
"Apa?"
"Mulai sekarang aku yang akan menjaga hyung!"
Jaejoong terlihat berpikir lalu tersenyum manis. "Ne!"
Sekali lagi kedua bibir itu bertemu melalui ciuman yang manis. Perlahan ciuman itu menjadi semakin dalam. Jaejoong mengalungkan lengannya pada leher Changmin karena mendadak saja tubuhnya terasa lemas.
"Kau... penampilanmu..."
"Ne?"
"Boleh kulanjutkan?"
Mata Jaejoong terbuka lebar. Wajahnya memerah.
"N-ne..."
-Tebeceh-
BRUK!
Nao pingsan gara-gara dipelototi Yunppa
Mianhe, yunppa, kau harus jadi pihak jahat disini! Kan Nao maunya MinJae!
BRUK
Nao pingsan lagi
BTW, kepada yg baca en ninggalin jejak, makasih banget *bow*
Special Thanks to:
-Kim Eun Seob (Thanks juga udah repiu FF Nao yg lain :D)
-Kim JaeVin
-Miszhanty05
-NameGJ
-Michelle Jung
-Ilan-chan
-deewie
