"Kesepakatan?"

Apa yang dia madsud...benar- benar membuat ku bingung

"Kesepakatan untuk menjadi pria yang mengandung anakku"

"HAH...(?)"

SERUM FOR M-PREG

Cast : HunHan

Sulli

Kaisoo

Yixing

Rate : M

Gendre: Angst, Hurt , Romance

Chepter 4

Luhan yang mendengar kesepakatan itu melongo bingung, 'apa pria ini masih waras?' Pikirnya

"Maaf Tuan apa anda berfikir saya perempuan?, jika anda berfikir begitu, maaf anda salah karena saya adalah pria" Tanya luhan meyakinkan kepada Sehun mengenai gender nya

"Aku memang membutuhkan pria "

Jawab Sehun datar

"Nde?..a-apakah bisa di perjelas,,"

Luhan merasa gugup, entah apa yg harus ia lakukan

"Baiklah kau bisa mendapatkan penjelasan, ikut aku" ajak Sehun.

Luhan Pov

Aku mengikuti pria tadi sampai ia berhenti didepan ruangan yg bertuliskan * *

What the... dia benar-benar ingin membuatku mengandung kah ?

Ia mengetuk pintu tersebut, dan di jawab oleh seseorang dari dalam ruangan.

"Oh kau Sehun.." sapa Dokter itu...

Wait...

"Dokter Yixing?!" Ucapku refleks

"Hei Lu, untuk apa ka-..."

"Oh Sehun apa dia pria yg kau pilih?"

Tanya dokter Yixing membuatku penasaran dengan kata *pria yg dipilih?*

"Nde dok, namun ia sedikit bingung untuk itu aku membawanya kemari untuk mendapatkan penjelasan"

"Oh jadi begitu, kemarilah dan kalian duduk dulu" dokter yixing mempersihlakan kami duduk, sementara ia (dokter) mengambil sebuah benda kecil yg berlapis kaca

" Lu apakah kau tau apa yg Sehun inginkan darimu?" Tanya dokter

" Nde suatu hal aneh yaitu meng-.."

"Itu buakan hal aneh Lu kau memang bisa mengandung anaknya" lanjut dokter yg membuatku penasaran dengan apa yg ia maksud.

"Jadi begini Lu, benda yg ku bawa ini adalah sebuah Serum.." tunjuk dokter

"Serum ini dapat bekerja hanya pada seorang keturunan M-Preg..dan aku tau jika Eomma mu Haechull Ajhuma adalah seorang laki-laki bukan?"

Penjelasan singkat namun langsung mengena di otakku,,,semua yg tadi mustalil jadi masuk akal juga.

"Ne itu benar dok saya memang keturunam M-Preg karena Eomma saya laki-laki"

" jadi ini sebuah keputusan yg harus kau pikirkan dulu, karna aku tau jika kau menyetujuinya nyawa adikmu akan selamat"

Dokter Yixing benar ini dapat aku lakukan untuk Baek

Sehun sedari tadi hanya memandang dingin, entah apa yg harus ku tanyakan lagi

Luhan pov end

Setelah menemui , kini Luhan berada di ruangan rawat sang adik. Hatinya tak mampu melihata begitu banyak alat, masker oksigen serta jarum yang menusuk jemari mungil itu.

Dan tentang Sehun, dia sudah pulang ketika mereka selesai konsultasi, kemudian Sehun membayar uang jaminan agar Baekhyun dapat menerima perawatan sampai besok.

Ya kesempatan Luhan berfikir hanya sampai besok, dan ia harus menerima / menolak kesepakatan tersebut.

.

.

.

Tit..tit..tit...

Suara alat pendeteksi jantung seolah menjadi alunan nada berirama di ruangan serba putih tersebut.

Luhan terus mengusap lembut tangan munil adiknya yang hingga kini belum membuka matanya.

Oh Tuhan hatinya benar-benar sesak melihat wajah adiknya yg pucat.

.

.

.

Salju turun menghiasi suasana pagi di kota Seoul.

Luhan tengah berada di dalam mobil mewah milik Sehun. Mereka dalam perjalanan menuju kediaman keluarga Oh.

Flasback

Pagi ini Sehun datang untuk meminta keputusan dari Luhan, mereka duduk saling berhadapan di kedai coffee.

"Tuan ku mohon bantu aku agar adikku menerima perawatan itu Tuan" ucap Luhan lirih "maka aku bersedia mengandung anakmu" lanjutnya kini mendongkakan wajahnya ke arah Sehun.

Flasback end

Perjalanan dari rumah sakit ke rumah mewah keluarga Oh sekitar 20 menit. Luhan tercengang melihat rumah bernuansa klasik mewah itu, ia hanya pernah melihat rumah seperti ini dalam mimpi atau dongeng saja.

Mobil Sehun berhenti tepat di depan beberapa maind yg dengan sigap segera membukakan pintu mobil tanpa di suruh. Luhan merasa risih karena mereka membungkukuan badanya memberi hormat.

Sehun menoleh lalu memberi isyarat kepada Luhan untuk masuk.

.

.

" Tuan anda sudah pulang" Kyungsoo memberi hormat kepada sang majikan, kemudian ia melirik ke belakan "Omo..apa dia pria yg terpilih?"melihat Luhan yg sedari tadi melihat isi rumah ini,persis istana. "Heemm, panggil mereka kesini" perintahnya. "Ne Tuan" Kyungsoo segera menjalankan perintahnya.

"Duduklah Lu"Sehun dan Luhan duduk di ruang tamu "Sayanh..." mereka menoleh ke sumber suara, Sulli berlari kecil menghampiri mereka,ia tak dapat menyembunyikan senyum bahagianya karena sang Suami datang dengan kabar gembira. Sulli langsung memeluk suaminya itu, Luhan hanya merasa..eumm entahlah risih mungkin?

"Baby ini Luhan, dia sudah mmenyetujui kesepakatan itu" ucap Sehun sambil merenggangkan pelukan Sulli.

"Khamsamida,Luhan-sii" senyum nya kepada Luhan.

"Dan Luhan-sii ini dokumen perjanjian yang perlu kau tandatangani" Luhan menerima kertas tersebut dari Sulli "Maaf apakah jika saya mentadatangani surat ini maka kalian akan membayar perawatan adik saya?" Tanya Luhan meyakinkan. " Ne tentu saja, bukan hanya itu Luhan-sii tapi kami akan memberikan biaya oprasi jantungnya bahkan ketika bayi kami lahir maka kami akan memberi kalian arpatermen. Kau tenang saja kehidupan adikmu dan dirimu akan kami tanggung."

Penawaran ini menyatakan seberapa kaya nya mereka Luhan lalu mengambil pulpen dan menandatangani surat itu.

"Terimakasih Luhan-sii dan oh iya mulai besok kau harus tinggal di sini!" Kata Sulli . " Tapi saya harus merawat adik saya " sanggah Luhan segera.

"masalah itu sudah kami atur adikmu akan di jaga oleh Dokter,Perawat,dan Maind yang kami punya" Sulli memang sudah berfikir matang mengenai masalah ini.

Luhan menatap wajah sang adik, mungkin dia tidak akan melihat Baekhyun untuk sementara waktu.

Waktu menunjukan pukul 1 siang, ia membawa tas ransel nya sedang menunggu jemputan dari Sehun, yah..kini ia harus tinggal di rumah mewah tersebut.

Sulli datang menyambut Luhan dari dalam rumah." Luhan-sii ayo aku akan mengantarkanmu kekamar" "Ne terima kasih Sulli" mereka berjalan ke sebuah ruangan yang terletak di lantai atas. Luhan benar-benar takjub akan kamar ini,

"Nah Luhan-sii kau istirahatlah dulu, karena nanti sore kita akan kedatangan tamu" karena merasa masih canggung Luhan hanya membalas anggukan .

.

.

.

Sesuai apa yang dikatakan oleh Sulli tadi, kini mereka kedatangan tamu dari rumah sakit (?).

Tentu saja saking bersemangatnya untuk mendapatkan aegi Sulli ingin segera Dokter Yixing untuk melakukan Serum tersebut. Pemasukan Serum ini akan dilakukan di kediaman Sehun karena mereka ingin jika hal ini menjadi privasi,

Semua peralatan medis telah di siapkan di kamar Luhan, dengan di bantu oleh 2 orang suster, Dr. Yixing menyuruh Luhan yang telah mengganti baju nya dengan baju steril berwarna hijau khas rumah sakit untuk berbaring di kasurnya.

Dengan rasa gugup Luhan merebahkan dirinya di kasur itu. "Tak usah khawatir ini hanya pemeriksaan dan kau akan merasa nyeri sedikit" Dokter meyakinkan Luhan agar tetap tenang.

.

Sehun dan Sulli hanya dapat menatap dari sofa yg berada di sebelah kanan kasur.

"Suster Kim tolong siapkan sterilisasinya" perintah Yixing kepada salah satu asistenya. Suster tersebut membuka selangka Luhan agak lebar,Dokter sengaja menyuruh Luhan untuk tidak menggunakan celana dalam. Terlihat dengan jelas junior mungil luhan dan M-hole nya, suster mengusap hole Luhan dengan kapas yg berisi alkohol guna mensterilkanya.

Wajah Luhan makin memerah ketika memasukan sebuah alat ke dalam hole Luhan. Luhan sedikit meringis merasakan benda asing tersebut membuat lebar holenya yg sempit. "Suster Jang ambilkan suntikan serum itu".

"Ini Dokter" dengan sangat jelas Luhan melihat jarum panjang yang bersiap menusuk ke holenya.

"Aaaawwwhhh" erang Luhan ketika jarum itu benar-benar mrnusuk holenya.

"Nyerinya akan reda sekitar 10 sekarang kau istirahatlah .

Luhan meringis nyeri ketika suster membantunya untuk menurunkan kakinya.

"Sulli bisa kau ikut dengan ku?" Kata Dokter "Ne...Dok"

Sehun membantu Luhan yang kesulitan menarik selimutnya. "Gomawo Tuan".

"Hemmn apakah masih nyeri" tanya Sehun dibalas dengan anggukan oleh Luhan "Rasanya masih perih" " Istirahatlah Lu"

Kemudian Sehun menutup pintu kamar Luhan pelan.

.

.

"Apakah setelah ini aku dapat mengandung aegi ? " Tanya Luhan sambil mengelus perutnya.

.

.

.

.

TBC

HAH...selesaiin chepter ini dengan semangat...

Makasi yang udah komen dan kasih masukan ya...

Btw chepter ini udah panjang blom?

Rencananya gue mau ngepost ff lagi tapi ini oneshoot ada yang tertarik?

Gue nggak bisa janji fast update lagi ya,,

Tpi di usahain kok biar updatenya cepet.

So R&R plisss...