Pairing: Pirate England x Fem-Prussia x Pirate Spain

Rating : T (soft and fluff. Kind of friendship than romance)

Note : Continue it after Valentine Theme


para pelaut berteriak histeris, menyerukan namanya "captain Antonio! Captain Antonio!" sungguh kegaduhan yang luar biasa. Dengan malas captain muda mereka, turun dari tenpat tidur gantungnya lalu keluar dari kamarnya. Raut wajahnya yang masih mengantuk belum berubah meskipun sudah mengetahui penyebab keributan di kapalnya.

Oo rupanya Arthur... Bajak laut yang lahir di lautan inggris. Dari tempatnya berdiri dia bisa melihat pria pirang berpakaian megah; berdiri dengan gagah, mengawasi anak buahnya menyerang kapal bajak laut Spanyol.

"sombong seperti biasa" dia bergumam. Dia juga bisa melihat seringaian percaya diri si Arthur yang menambah ketampanannya. Tapi jarang sekali Arthur mencari gara-gara dengan seenaknya dan bar-bar seperti ini, terutama saat ini dia sedang menghadapi Antonio Fernandez Carriedo dari Spanyol.

Dia melepas topi kebesarannya, penutup kepala yang menunjukkan statusnya sebagai Captain. Tidak seperti rambut Arthur yang berwarna pirang dan berkulit putih, rambut Antonio coklat gelap kulitnya tan tipis.

Merasa lebih baik. Dia segera atau kapalnya akan hancur.

OXO

Matanya yang seperti Emerald mengikuti pergerakan Antonio. Dia lincah, orang itu berayun seperti terbang saja. Sekejap pria Spanyol itu sudah berdiri di atas kapal Inggris.

"kali ini aku yang mengunjungimu" ujar Arthur sambil menyeringai. Antonio tersenyum mendengarnya "Gracias " balasnya "kau mengganggu tidur siangku"

Udara di sekitar mereka mulai memanas. Mereka itu tidak pernah akur, untuk berbagai alasan. Namun entah kenapa setiap pertarungan diantara mereka terjadi, pada akhirnya juga ;tidak ada korban jiwa diantara mereka. Seolah pertarungan antara kedua Captain hanya sebegai pembatas waktu untuk membiarkan anak buah mereka menjarah bawaan masing-masing.

Keduanya maju secara bersamaan. Sudah tidak sabar mendengar gesekan dua logam tajam senjata mereka— di telinga mereka, bunyi tersebut seperti instrumen penambah semangat.

Dan berbunyilah instrumen yang dinanti. Namun yang bertemu bukan hijau dengan hijau, melainkan hijau dengan merah seperti darah. "a—apa?!" Antonio mundur selangkah, pupilnya membesar setelah mengetahui kalau dihadapannya adalah seorang wanita Albino. Tidak hanya pria Spanyol itu saja yang terkejut dengan kehadiran sang wanita, dari balik perempuan itu bisa dilihat pria pirang dari Inggris itu juga terkejut sampai pucat malah.

Pandangan Antonio kembali pada si wanita. Rambut perak wanita itu berkibar dan bersinar saat terkena teriknya matahari, bibir mungilnya tersenyum padanya, dan yang paling mempesona adalah manik Bloody red-nya

Semua pada diri wanita tersebut membuatnya merasa aneh. Tanpa sadar ia menjatuhkan senjatanya— "hei" mereka berdua bisa mendengar suara halus si wanita "jangan melihatku sebagai perempuan, kalian bisa mati karena itu" ujarnya lalu juga menjatuhkan pedangnya.

"kau mengejutkan kami Beil!" Arthur menarik wanita itu untuk mendekat, nada suaranya terdengar cemas "Spain kita tunda—" semua yang ingin dilontarkannya, terpaksa kembali ke tenggorakannya— dia terkejut pada tindakan pria Spanyol, musuhnya itu. Antonio mengambil tangan Beil lalu mencium pungung tangan mungil itu "Encantada de conocerte" wajah Beil memerah. sebelum perempuan itu bisa mengangguk, Arthur menyeretnya menjauh dari pria Spanyol "kau penggila tomat!" teriak si pirang itu tepat di telinganya, sungguh kalau mau mengumpat pada musuhmu menjauhlah dariku! Pikir Beil sementara tangan kanannya masih dalam genggaman Antonio, dia menyikut Arthur dengan siku kirinya, sekuat-kuatnya.

'Gah!' teriak si pirang lalu bergulungan sambil memegangi perut— gila ini benar-benar sakit!— "kau tidak cukup awesome untuk berteriak tepat di telingaku!" omel Beil

Antonio ber-sweat drop. Siapa sangka Arthur Kirkland tunduk pada seorang wanita?berlahan dia melepas gengamannya— padahal baru sedetik tapi dia sudah merindukan tangan mungil itu.

"nah Britani. Dia adikmu?" tanyanya pada Arthur. Yang ditanya berhenti, tidak menjawab dan malah me-melototinya. Sebagai gantinya Beil sendiri yang menjawab "aku istrinya"

"is—" seketika itu juga Antonio membeku. Padahal baru saja dia jatuh cinta lalu sekarang patah hati, begitu saja. Arthur tersenyum pada reaksinya "yah, dia istriku" ujarnya lalu memeluk Beil dari samping "dan...sebenarnya. Yang menyerangmu kali ini bukan aku, tapi Beil" ungkapnya tiba-tiba

OXO

Sebelumnya...

Karena perkataan Francis tempo hari— kau membuatnya kesepian— itu. Akhirnya, kali ini dia membawa Beil bersamanya. Perempuan pilihannya itu memang dilahirkan untuk pertarungan. Tidak seperti kebanyakan wanita, Beil nampak begitu bersemangat saat melijat segala peralatan perang. Dia suka betapa mengkilaunya pedang, betapa dinginnya bola meriam, betapa tajamnya bau mesiu.

Sebelum menikah dengannya. Beil memiliki reputasi gemilang dengan julukan The Eagle from the North yang awesome...

Mungkin aku terlalu mengekangnya pikirnya sambil tersenyum, memperhatikan betapa senangnya istrinya diatas kapal bersama anak buahnya. Sampai akhirnya senyuman tulusnya berubah menjadi senyuman masam.

"wow! Apakah itu target pertamaku? Haruskah kita menjarahnya? Ini pertama kalinya aku menjadi bajak laut" seru Beil kegirangan dan itu membuat pengikut Arthur bertambah bersemangat untuk menyerang kapal yang beristirahat tak jauh dari mereka.

Ah...itu kapal Spanyol senyum masam belum hilang dari wajah Arthur, sementara Beil sudah menyuruh orang untuk membawa meriam dan menembakannya .

The Black Eagle from the north memang pembuat masalah...

...

"— dan begitulah" Arthur mengakhiri penjelasannya. Antonio tertegun untuk beberapa detik lalu dia membungkuk mengambil pedangnya yang tergeletak "aku tidak tahu kalau kau sudah menikah" katanya "terutama dengan wanita secantik Beil"

Entah apa yang dipikirkan Beil. Sebelum Antonio tegak kembali, dia mengulurkan kedua tangannya lalu mengecup dahi pria Spanyol itu. Wajah Antonia memanas, tapi dia suka kehangatan Beil yang memeluk kepalanya. Sementara Arthur dia sudah terbakar api cemburu.

"kau akan menemukannya" tangan Beil mencubit gemas pipinya lalu mengecup dahinya sekali lagi "meski tidak se-awesome aku" tambahnya lalu tersenyum ramah. senyum terindah yang pernah dilihat mereka berdua.

Antonio makin memanas. Dia segera berburu dan buru-buru mundur untuk beberapa langkah. Arthur memelototinya terus, dia tahu itu namun mengabaikan "aku sudah menemukannya" dan malah mengaku dan memeluk Beil.

Manik merah itu melebar lalu kembali semula. Dia masih tetap manis meskipun sedang menautkan kedua alisnya "mmm..." sambil mengerang pelan dan mencium kepalan tangannya sendiri "tapi. Aku sudah punya dia" balasnya sambil melirik Arthur yang sudah menyalak ngamuk "bukannya sebaliknya!?" teriaknya membahana— biasanya seorang istri akan mengaku kalau dia sudah milik suaminya, dan tentu mengatakannya lebih feminim!

Sama sekali tidak manis! – Arthur mengomel kesal dalam batinnya

"eh~ kalian masih belum punya anak-kan? Meski gereja tidak mengakui perceraian. Tapi aku mengakuinya!" dan tiba-tiba saja semangat pria spanyol itu kembali. Padahal sebelumnya dia muram dan patah hati...

"mau kubunuh?!" Arthur semakin meledak— sialan setelah Francis lalu Antonio

Karena mereka berdua mulai berdebat dan tanpa sadar Antonio melepaskan pelukannya. Beil menyingkir mengabaikan mereka berdua, dia bahkan tidak peduli siapa yang akan berhasil memenangkannya. Pandangannya mengitari laut; selain pemandangan medan tempur antara kedua kapal dia menemukan kapal yang familiar. Dia menemukan sesuatu yang lebih menarik.

Itu bendera saudaranya laki-lakinya. Bendera Jerman yang berkibar terkena angin laut membuatnya mengenang semuanya sebelum dia menikah. Kapal Jerman itu berlayar tenang tanpa memperdulikan kedua kapal bajak laut yang saling menjarah. Dia bisa melihat pria pirang bertubuh besar yang rambutnya disisir kebelakang, sementara di sebelahnya pria berambut coklat bertubuh lebih kecil.

Siapa peduli dengan pria bertubuh besar itu? Dia lebih peduli pada "ITA-CHAN!" teriaknya berusaha mengambil perhatian. Pria kecil itu melembaikan tangannya lalu pria besar disampingnya terlihat syok ketika melihat kakaknya berada di tengah medan pertempuran antara bajak laut "Schwester!"

"apa yang kalian lakukan disini?" tanya Beil santai. Dan tentu pertanyaan tersebut dibalas bentakan dari Bruder nya "bukannya sebaliknya?! kenapa kau bisa berada di tengah-tengah pertarungan mereka?" teriak adiknya

"bukannya menyenangkan Lud?" kakaknya itu malah tertawa santai. Ludwig tidak tahu kapan Beil dibawa Arthur ikut dalam perjalanannya, tapi wanita itu sungguh berada disituasi konyol. Entah kenapa dua pria yang seharusnya adalah Captain terkenal malah berdebat dan saling memukul dengan tangan kosong seperti bocah SMP sambil memanggil-manggil nama Beil.

"err...sebenarnya apa yang terjadi?" tanya si pria Italia.

"Nein... hanya saja" Beil tersenyum simpul, sekilas dia menoleh ke belakang diamana suaminya masih berdebat dengan Antonio. "si Arthur dia.."lalu menghadap depan lagi lalu terkekeh kecil "si bodoh itu meragukanku lagi"

"...itu karena kelakuanmu Schwester"

END