Author's Note: Huwaa~ maapkan Zuki baru apdet… Zuki harus nulis cerita temen skul Zuki, baru bisa ngelanjutin nih fic, karena temen-temen Zuki udah nagih, ya mau bagaimana lagi TT~TT Gomen m(_______)m.

Warning: AU, Super duper Gaje! Alur gak jelas bikin pala pusing. YAOI –gak suka? Tinggalkan halaman ini XD

O ya, perlu di ingat!

Deidara jadi kakak laki-lakinnya Naruto.

Naruto, Sasuke, Gaara: 14 tahun.

Neji, Sasori, Itachi, Deidara: 16 tahun

***

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Genre: Romance/Supernatural

Pairing: SasuNaru, NejiGaa, ItaDeiSaso

Rating: M

Story by: Mikazuki Chizuka

Summary: Sebelumnya mereka tidak pernah menduga bahwa Neji yang selalu tenang tanpa ekspresi ini ternyata bersengkongkol dengan adik kelasnya untuk menyimpan rapat-rapat rahasia yang dibeberkannya oleh mereka saat ini.

OoooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooO

"Pagi Dobe,"

Serasa ada yang memanggilnya, Naruto mencoba membuka kedua buah matanya. Ia juga dapat merasakan bahwa tangan seseorang sedang membelai lembut rambut pirangnya dan turun hingga pipinya. Saat pada akhirnya kedua buah mata Naruto terbuka sepenuhnya, Naruto dapat melihat wajah Sasuke yang tersenyum damai ke arahnya, Naruto juga dapat merasakan bahwa wajahnya merona merah.

"Pa… Pagi Teme," lirih Naruto menunduk.

Sasuke hanya menyeringai kecil dan memegang dagu Naruto dengan tangan kanannya, hingga membuat mata biru langit Naruto berhadapan dengan mata onyx-nya. Dengan perlahan, Sasuke pun mendekatkan wajahnya ke wajah Naruto, disatukannya bibirnya dengan bibir Naruto sekilas, hanya sekilas karena Sasuke segera melepas ciumannya dan memeluk Naruto. Naruto pun menyamankan dirinya di pelukan Sasuke dengan membalas memeluk Sasuke. Dan mereka pun tertidur kembali dalam posisi seperti itu. Sebelum benar-benar tertidur lagi, Sasuke sempat membisikkan sesuatu…

"Hari ini kau tidak usah mengikuti pelajaran," bisik Sasuke yang sempat mendapat pandangan rasa curiga dari Naruto. Namun, pada akhirnya mereka pun kembali tertidur dengan pulas.

#*.*.*#

oOo YUUKA NO SAGASU oOo

Chap. 4 (Pengertian Tak Berarti)

-Ruang Kelas VIII A-

"Yo… Uchiha,"

Sasuke segera mengalihkan pandangannya dari jendela kaca yang terbuka menuju ke asal suara seseorang yang memanggil namanya itu. Di sana Sasuke dapat melihat sesosok laki-laki seumurannya sedang berjalan santai menuju ke arahnya.

"Ada perlu apa, Inuzuka?" tanya Sasuke.

"Tidak, hanya ingin…" kata Kiba memotong perkataannya dan melanjutkannya dengan membisikannya di telinga Sasuke.

"Memperlihatkan Video panasmu dengan Naruto tadi malam," lanjut Kiba disertai seringai licik.

Sasuke membelalakan matanya dan memandang sinis ke arah Kiba, sedangkan yang di pandangi hanya melemparkan seringai licik ke arah Sasuke. Dengan perasaan campur aduk, Sasuke pun berdiri dari duduknya dan langsung memegang kerah baju seragam Kiba dan menariknya lebih dekat dengan dirinya.

"Jangan main-main denganku, Inuzuka. Apa yang kau inginkan?" bisik Sasuke dengan nada yang mengancam.

"Tenanglah Uchiha, aku tidak akan menjual Videomu itu, yang tentunya dengan satu syarat. Dan bisakah kau melepaskan aku sekarang?" bisik Kiba tenang.

Dengan penuh amarah, Sasuke melepaskan Kiba. Ia pun sekali lagi menatap sinis ke arah Kiba yang tatapannya itu sekaligus mengisyaratkan agar Kiba segera mengatakan syarat yang dikatakannya tadi.

"Heh… tidak di sini Uchiha, kutunggu kau di atap sekolah saat jam istirahat di mulai," kata Kiba seraya melangkahkan kedua kakinya pergi meninggalkan Sasuke.

Kiba pun menghentikan langkahnya dan berbalik berhadapan dengan Sasuke lagi, lalu ia pun berkata, "Ajak si Hyuuga dan Akasuna, sekaligus kakakmu untuk ikut bersamamu." Kiba pun kembali melangkahkan kakinya dan berlalu dari hadapan Sasuke.

Sasuke hanya memandang kosong ke arah Kiba yang lama-kelamaan mulai menghilang dari arah pintu kelasnya. Ia pun kembali duduk di bangkunya dengan perasaan tak menentu.

'Apa yang harus kukatakan kepada Naruto tentang hal ini?' batin Sasuke bimbang.

Sasuke pun menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, ia merasa menyesal karena telah menyeret Naruto dalam hal yang merumitkan seperti ini, menyesal karena sebelum ia melakukan 'itu' dengan Naruto, ia tidak menyadari bahwa ada seseorang sedang memantau kegiatan yang mereka lakukan. Sekarang Sasuke benar-benar merasa bahwa dirinya bodoh, sebenarnya apa gunanya ia mempunyai kelebihan Kenshutsu kalau ia tidak dapat mengetahui ada keberadaan orang yang akan membawa masalah pada dirinya sendiri dan Naruto? Dan sayangnya ia tidak dapat menemukan jawaban dari pertanyaannya tersebut

.

***

-Ruang kelas IX A-

"Ada perlu apa kau datang ke sini? Uchiha muda…"

Sasuke hanya terdiam, ia hanya memandangi ketiga kakak kelasnya dengan pandangan dingin. Sungguh, situasi seperti ini sangat amat tidak disukai oleh Uchiha satu ini, apalagi ia harus berhadapan dengan kakak kandungnya. Sasuke menghela nafas berat dan memulai pembicaraan.

"Kalian harus ikut aku ke atap sekolah jam istirahat nanti," kata Sasuke datar.

"Apakah aku tidak salah dengar? Uchiha seperti kau menyuruh kami yang lebih tua darimu?" kata seseorang laki-laki berambut merah dengan nada sinis.

"Hei, hei, jaga bicaramu Sasori," kata Neji menatap tajam ke arah Sasori yang membuang muka.

"Apa yang kau inginkan dari kami, otouto?" kata kakak Sasuke.

"Bukan aku, tapi si Inuzuka," cecar Sasuke.

'Bocah Inuzuka? Apakah sudah waktunya?' batin Neji menautkan kedua alisnya.

"Hm? Bocah Inuzuka itu? Untuk apa?" tanya Sasori beruntun.

"Bertanyalah kepada Inuzuka. Yang penting, aku tunggu kalian jam istirahat nanti," kata Sasuke seraya melangkahkan kakinya pergi meninggalkan ketiga kakak kelasnya.

"Hah… sampai kapan aku dan otouto-ku seperti ini?"

"Itu juga salahmu sendiri Itachi, kau terlalu tergesa-gesa," kata Sasori.

"Yah… memang kuakui bahwa aku memang salah," kata Itachi.

"Hei,"

Ketiga orang yang terlihat sedang berunding itu segera mengalihkan pandangannya ke arah suara tersebut. Dan dari arah pintu masuk sekaligus pintu keluar kelas mereka, mereka pun mendapati sesosok laki-laki berambut pirang panjang diikat sedikit dan yang lainnya dibiarkan tergerai, dan mempunyai bola mata berwarna aquamarine sedang berdiri di pintu tersebut dan memandang ke arah mereka.

"Oh, kau Deidara, ada apa?" tanya Itachi seraya berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati laki-laki yang bernama Deidara itu.

"Haha… tidak apa-apa kok, hanya saja aku punya urusan dengan Sasori, un," kata Deidara seraya mendekatkan dirinya ke bangku Sasori dan meninggalkan Itachi yang terpaku di ambang pintu.

'Lagi-lagi Sasori,' batin Itachi merasa sedikit kesal.

"Ada apa Deidara?" tanya Sasori seraya berdiri dari duduknya dan berhadapan dengan Deidara.

"Mm… nanti setelah pelajaran selesai ada waktu, un? Aku mau mengajakmu menjenguk adikku yang baru saja pindah di asrama ini kemarin malam, un," kata Deidara.

Sasori nampak berpikir, ia pun memandang ke arah Neji yang entah sejak kapan sudah kembali ke bangkunya yang berada di deretan paling kiri nomer tiga dari depan sekaligus berada di samping meja Sasori yang hanya berada di samping kanannya. Ia pun segera mengalihkan pandangannya ke arah Itachi yang masih mematung di tempatnya, Sasori pun menyeringai licik saat melihat raut wajah Itachi yang sedikit menampakkan rasa kekecewaan.

"Baiklah, nanti setelah pelajaran selesai 'kan? O ya, dimana?" tanya Sasori sekaligus menyetujui ajakkan Deidara.

"Di aula sekolah lantai 4 saja. Sayonara, un," kata Deidara meninggalkan Sasori dan berjalan menuju pintu tanpa mengabaikan senyum simpul dari Itachi yang dibalasnya dengan sebuah anggukan.

***

Hari ini langit begitu indah, sinar mentari pun ikut menampakkan dirinya dengan membagikan sinarnya kepada sesuatu apapun yang berada di muka bumi ini, dan dari langit itu sendiri hanya terlihat sedikit awan yang menghiasinya. Mengabaikan itu semua, di salah satu sisinya, bedirilah empat laki-laki berbeda umur di atap asrama tempat mereka menuntut ilmu tersebut, berdiri saling membelakangi dalam keheningan.

"Datang juga kalian."

Satu kalimat yang dilontarkan seseorang sukses membuat perhatian keempat laki-laki itu tertuju kepada orang yang mengusik keheningan hari ini. Dan pada akhirnya sedikit menghela nafas, mereka pun berjalan mendekati sosok yang menarik perhatian mereka itu.

"Seharusnya kami yang berkata seperti itu, Inuzuka," kata Sasuke.

"Sekarang bisa kau jelaskan mengapa kami harus berada di sini?" kata seseorang bernama Sasori.

"Heh… aku yakin kalian pasti tertarik dengan informasi yang akan kukatakan, tapi sebelumnya sang Hyuuga yang harus menjelaskannya," kata Kiba memandang ke arah Neji yang juga memandang ke arahnya.

"Kenapa bukan kau saja yang mengatakannya?" kata Neji dengan nada yang sedikit kesal.

"Cepat katakan apa saja hal itu Hyuuga," kata Sasuke memandang ke arah Neji.

"Baiklah, terserah kalian mau percaya atau tidak dengan apa yang akan kukatakan ini. Tapi yang jelas… kalian semua yang berada di sini, sudah resmi menjadi seorang 'Hoshiki(1)'" kata Neji sekaligus membuat semua orang yang berada di situasi ini menjadi kaget minim Sasuke yang tidak mengerti dan tentunya kecuali Kiba dan Neji yang sudah mengetahui hal tersebut.

"Kalian bercanda? Kami? Orang seperti kami harus mempercayai legenda Shinrigaku(2) di asrama tempat kita menuntut ilmu ini? Kalian memang tidak waras," kata Sasori hendak pergi meninggalkan mereka berempat. Namun, hal tersebut segera dicegah oleh Neji dengan memegang lengannya.

"Lepaskan Neji! Kalian membuang-buang waktuku!" bentak Sasori seraya berusaha melepaskan dirinya dari cengkraman Neji.

'Hoshiki? Legenda Shinrigaku? Apa maksudnya?' batin Sasuke bertanya penuh dengan rasa penasaran.

"Dan jika kau tidak percaya dengan legenda itu, mengapa bisa kau mempunyai kelebihan Shintenshin(3) itu?" kata Kiba yang sukses membuat Sasori membelalakan matanya dan menatap penuh arti kepada Kiba.

"Dari mana kau tau akan hal itu?! Kau memata-mataiku?!" seru Sasori.

"Tenanglah Sasori," kata Neji seraya melepaskan cengkramannya di lengan Sasori.

"Ta… tapi."

"Aku tidak memata-matai kalian, hanya saja aku adalah utusan Fukuroo(4)-sama terdahulu untuk segera mengumpulkan ketujuh Hoshiki yang terpecah belah," kata Kiba.

"Dan maksudmu apa kami termasuk ketujuh Hoshiki itu?" tanya Itachi.

"Ya, termasuk aku juga Neji-senpai," kata Kiba.

Mereka semua pun dengan bersamaan minim Kiba memandang ke arah Neji yang tetap stay cool memandangi langit biru lepas yang lumayan menarik perhatiannya. Sebelumnya mereka tidak pernah menduga bahwa Neji yang selalu tenang tanpa ekspresi ini ternyata bersengkongkol dengan adik kelasnya untuk menyimpan rapat-rapat rahasia yang dibeberkannya oleh mereka saat ini.

"Neji juga seorang Hoshiki?" tanya Itachi.

"Tentu saja, kalau aku bukan Hoshiki, untuk apa aku bisa berada di sini dan menceritakan panjang lebar tentang hal ini?" jawab Neji memandang ke arah Itachi.

"Kenapa kau bisa yakin bahwa kami ini termasuk Hoshiki?" tanya Sasori mengalihkan pandangannya dari Neji dan memandang ke arah Kiba.

"Tentu saja dengan kelebihan Ninsoo-gaku(5)ku, selain Mienai tentunya," jawab Kiba.

"Lalu untuk apa kita harus repot-repot mencari Hoshiki lainnya? Gunakan saja kelebihanmu itu," kata Itachi.

"Tidak semudah itu Itachi-senpai, masalahnya di sini kelebihanku yang itu sedang dalam keadaan kacau, karena kita belum menemukan penerus Fukuroo-sama selanjutnya. Dan hanya dialah yang bisa mengembalikan kelebihanku ke semula. Sudah beruntung aku menemukan kalian para Hoshiki penerus Hoshiki terdahulu."

"Jadi, setelah kita menemukan Hoshiki lainnya, kita harus melakukan apa lagi?" kata Sasori yang sepertinya sudah mulai tertarik dan percaya dengan kenyataan yang di lontarkan oleh Kiba dan Neji.

"Mencari Fukuroo-sama dan membuka lembaran legenda Shinrigaku yang baru," tegas Neji memandang ke arah mereka semua.

"Jadi pada intinya kami sangat membutuhkan bantuan kalian," kata Kiba kemudian.

Itachi dan Sasori saling melempar pandang sedangkan Sasuke hanya bisa terdiam karena tidak mengerti apa-apa dengan apa yang dibicarakan oleh mereka sendari tadi.

"Sasuke, jika kau belum mengerti tentang hal ini, coba kau cari buku bersampul biru pirus di perpustakaan sekolah asrama kita, karena aku yakin kau bahkan belum pernah mendengar tentang hal ini 'kan? Karena legenda Shinrigaku hanya dibahas di kelas IX," kata Neji seakan mengerti keadaan Sasuke. Sasuke langsung memandang ke arah Kiba.

"Jangan memandangku seperti itu Uchiha-san. Walaupun kita sama-sama masih kelas VIII, tetapi setidaknya aku tau semua tentang hal ini karena aku utusan langsung dari Fukuroo-sama terdahulu," kata Kiba mengerti pandangan Sasuke terhadapnya. Sasuke segera mengalihkan pandangannya ke arah lain, dan perlahan ia pun menganggukkan kepalanya.

"Simpan rahasia ini dan jangan sampai ada yang mengetahuinya," kata Neji dengan tegas dan langsung mendapatkan anggukan dari mereka semua.

"Baiklah, pertemuan kita sampai di sini tuan-tuan," kata Kiba seraya berjalan ke arah pintu keluar diikuti dengan yang lainnya. Dan sosok mereka semua pun lama kelamaan mulai menghilang.

***

-Perpustakaan, masih dalam keadaan jam istirahat-

'Buku bersampul biru pirus,' batin Sasuke seraya mengamati deretan buku-buku yang terpampang di rak buku tersebut.

Kedua bola mata onyx Sasuke pun terus menelurusi berpuluh-puluh buku berwarna-warni itu. Lama mencari-cari, pada akhirnya ia pun menemukan buku yang dicarinya sendari tadi, buku bersampul biru pirus. Sasuke pun segera mengambil buku itu, dan setelah buku tersebut sudah jatuh di tangannya, Sasuke pun sekilas memandangi sampul buku tersebut.

Di sana, ia dapat melihat sebuah gambar pemandangan desa disertai matahari berwarna merah darah yang besar berada di tengah-tengahnya. Hal ini semakin membuat rasa penasaran Sasuke semakin bertambah kuat. Dengan segera, Sasuke pun duduk di salah satu kursi yang memang disediakan di sana, beserta beberapa meja yang digabung menjadi sebuah meja yang sangat besar. Di bukanya buku itu dengan perlahan, dan yang pertama kali yang ditangkap oleh kedua buah mata Sasuke adalah sebuah huruf-huruf romawi kuno yang membentuk sebuah kalimat.

'Cih! Huruf romawi kuno. Kenapa di saat seperti ini, aku harus berhadapan dengan huruf-huruf romawi kuno yang bahkan aku tidak mengetahuinya artinya sama sekali?' batin Sasuke merasa kesal.

Dengan perasaan yang tak menentu, Sasuke pun menutup kembali buku tersebut, lalu ia pun berdiri dari duduknya dan berjalan menuju rak buku itu lagi, hendak mengembalikan buku yang sekarang sedang berada di tangannya itu. Namun, ia pun segera mengurungkan niatnya saat tiba-tiba sebuah ide meluncur mulus di otaknya.

'Tidak kusangka ternyata si Nara itu berguna untukku,' kata Sasuke menyeringai licik seraya membawa buku itu pergi bersamanya.

_

_

_

_

_

Tu Bi Kontinyuu…

OoooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooO

o).(1). Tentang ini, jawabannya akan dijawab di Chap depan mendatang^^

o).(2). Yang ini jawabannya juga ada di Chap depan^^

o).(3). Kelebihan yang memungkinkan pengendalinya untuk mengendalikan rohnya sendiri untuk berpindah ke tubuh orang lain dan mengambil alih tubuh tersebut. Selain makluk hidup, kelebihan ini dapat digunakan untuk mengambil alih benda mati. (baca: njiplak jurusnya Ino… XDD *dilempar Ino*)

o).(4). Ini jawabannya juga di Chap depan. Sasu dan Nara-lah yang akan membeberkan ini semua. XDD.

o).(5). Kelebihan yang memungkinkan pengendalinya untuk menentukan status seseorang dengan menggunakan firasatnya yang selalu terbukti kebenarannya, (Misal: waktu Kiba mengetahui bahwa ItaSasoSasuNeji adalah termasuk ketujuh Hoshiki)^^

OoooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooO

Akhirnya selesai juga~ XDD

Zuki buatnya dari pagi ampe malem nih fic, benar-benar menguras otak!!! Maapkan Zuki kalau kependekan m(_____)m.

Huah!! Ide sempet mandek, memperlambat pembuatan nih fic! Hyahh… di tambah lagi pas sudah mau selesai, dua kata yang membuat Zuki frustasi… MATI LAMPU!!! Argh!! Benar-benar sialan tuh PLN!! *misuh-misuh gaje* *di setrum PLN*

.

Reply Review nyok… ^^

Alluka Niero: Kurang eksplisit? Ahah… maapkan Zuki T~T. Lain kali Zuki buat yang seeksplisit mungkin^^. Hehe… emang Kiba yang ngrekam XDD. Nb: jangan lama-lama hiatusnya ya Senpai^^. Serasa ada yang kurang kalau Senpai nggak ada di FFn Naruto ini^^ Sanckyuu…

Nazuki Kyouru: Dobel sanckyuu buat Senpai…^^

Aoi no Tsuki: Udah HOT? Hyaa~ Arigatou Neechan~ *peluk-peluk Neechan* XDD

Kristi Tamagochi: Tidak steril? Salahkanlah Sasu! Dia yang berbuat seperti itu! *nunjuk-nunjuk Sasu* *di katon Sasu-seme –"Lu 'kan Authornya bego!"*. Ahah… gak lemon lagi kok^^. Udah mampus Zuki buatnya XDD. Err… mereka masih kelas 2 SMP bukan kelas 3 SMP^^. Sanckyuu…

Yuuzu-Chan: Iyah… hehe… Zuki sekarang 13 tahun *nyengir*. Videonya Nggak beredar sayangnya, padahal Zuki juga ngarep tuh T~T *di gampar*. Ahah… Yuuka no Sagasu ya? mungkin lain kali Zuki bakal bahas di Chap-Chap mendatang^^. Sanckyuu…

Hiwatari Nana-chan.7ven: gak apa-apa kok Senpai^^. Zuki udah senang ada yang bersedia membaca fic Zuki ini^^. Hehe… memang Kiba XDD. Rekamannya? O.o kayaknya nggak deh… Sanckyuu...

Chiaki Megumi: Kurang Hot ya? ahah… maapkan Zuki T~T. lain kali Zuki akan berusaha lebih hot lagi^^. Sanckyuu…

NakamaLuna: Lemonnya manteb? Ahah… Arigatou… *balas meluk Senpai*. Ahahah… terima kasih atas ucapannya Senpai^^. Zuki udah biasa gak di kasih kado^^. Sanckyuu…

Vi-chan Uchiha: Minum jamu? Kayaknya gak deh -.-''a) DVDnya? O.o minta sama Kiba aja, jangan sama Zuki, 'kan dia yang ngrekam XDD *di lempar*. Sanckyuu…

Mendy.d'Lovelylucifer: Kopiannya? Minta sama Kiba XDD *di gampar*. NejiGaa? Mungkin Chap depan… Sanckyuu…^^

.vongola ai.: berarti hot dong? XDD *di gamprat*. Ahah… ternyata Zuki gak bisa buat Sasu gentle ya? mungkin lain kali… iyap.. Zuki memang selalu terkena virus typo T~T. ahahah… mungkin NejiGaa … Sanckyuu…

Luina Ren Michaelis: Ini SasoDeiIta-nya udah Zuki buat, tapi gomen Cuma dikit. Sanckyuu…^^

Vika Akayuki: berarti udah Hot dong?^^ *di lempar*. Zuki memang tidak pernah terlepas dari typo T~T. NejiGaa? Mungkin Chap. depan… Sanckyuu..^^

.hAruHi-kAoRu.: Hyah… ternyata Kaoru juga sependapat dengan Zuki^^ mungkin Kiba memang sama Shika kali ya? -.-a) ahah… Iya! Kiba sama Shika aja^^ Sanckyuu…

Charlotte d'Cauchemar: Arigatou atas masukkannya^^ Zuki benar-benar tertolong XDD. SasoDeiIta? Tuh di atas… tapi maap kalau Cuma sekilas^^. Sanckyuu…

Kawaiihikaarii: kurang hot dong? T~T ahah… maapkan Zuki, lain kali Zuki akan membuat Lemon yang Hot^^ Sanckyuu…

Genseki Ryota: Lu kate TOBAT??!!! Yang seharusnya tobat tuh eLU!! Jangan godain temen Zuki terus. Hampir nangis tau…!! Sanckyuu…^^ nb: gak pa-pa kok tentang n-nya yang dobel.^^

Aicchan: Ini apdetannya^^. Maap kalau kelamaan Nee… Sanckyuu…^^

Naomi Misaki: ahah… Arigatou…^^. Nee-chan? O.o panggil Zuki aja^^. Lagi pula Zuki yakin kalau Misaki-san lebih tua dari Zuki^^… Sanckyuu…

KuruKaemo X3: Ahahah? Nanya aja sama Naru tentang sudah apa belomnya, Zuki juga gak tau XDD. Lain kali Zuki coba buat yang lebih Hot lagi^^… Sanckyuu…

.

Uwahh… beribu-ribu kata Arigatou untuk kalian semua yang bersedia membaca dan memberi review kepada fic Zuki^^. Dan sekali lagi Zuki mohon maap karena kelamaan Apdet. Yah, karena permintaan teman sekelas Zuki, tidak bisa Zuki tunda-tunda lagi T~T gomen m(____)m.

O ya, PWP itu apa sih? Zuki nggak ngerti. XD *tabok* Dan ciri khas perkataan Dei yang bener 'un' atau 'hm'? soalnya di komik itu 'hm' bukan 'un'.

Fic Zuki memang tidak pernah bisa terlepas dari kesalahan berupa typo dan teman-temannya. Zuki mohon maap jika masih ada kesalahan di fic Zuki.

Arigatou untuk semuanya yang bersedia meRnR fic Zuki^^.

Akhir kata… Zuki tunggu Review/Flamenya^^

With D'Heart

Mikazuki Chizuka.

NB: HAPPY BRITHDAY FOR YOU RYOTA-KUN^^