Wife in your life

By. Hikari Hyun Arisawa

Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto, but this fic is mine!

Rated : M

Pair : SasuSaku

Genre : Drama, Hurt/comfort

Summary : Bagaimana kehidupan Sakura yang kini berstatus sebagai istri kedua dari Uchiha Sasuke? Inilah kisah mereka yang bermula dari janji suci yang diikrarkan dalam suatu ritual yang disebut 'Pernikahan'.

AU. Normal POV. OOC. RnR please.

.

Ini flashback. Untuk cerita awalnya, Sakura 8tahun sedangkan Sasuke dan Gaara sama-sama berumur 10tahun.

Let's enjoy it! ^ ^

===000===

Chapter 3

Gadis kecil bermata emerald itu duduk sendirian di bangku taman bermain. Dia terus menangis sambil memeluk boneka beruang kesayangannya. Tanpa dia sadari, anak laki-laki yang telah membuatnya menangis semenjak tadi terus memperhatikan gadis kecil itu dari kejauhan. Rasa bersalah kini memenuhi pikiran anak laki-laki itu. Namun seperti biasanya, dia enggan untuk meminta maaf. Baginya meminta maaf adalah hal yang paling memalukan.

Perlahan gadis kecil itu menyeka air matanya sendiri. Boneka beruang dengan panjang sekitar 30cm dan berwarna coklat itu kembali didekapnya dengan erat.

Dia berniat untuk kembali ke rumahnya sebelum matanya melihat sosok anak laki-laki yang selalu dia rindukan. Anak laki-laki berambut merah yang kini sedang berjalan menuju ke arah gadis kecil itu.

"Gaara-kun," gadis kecil itu tersenyum dan berlari-lari kecil menghampiri anak laki-laki tadi.

"Hey, Sakura-chan," anak laki-laki yang bernama Gaara itu pun memeluk Sakura.

Entah karena apa, Sakura kembali menangis saat Gaara memeluknya. Tangisnya semakin keras saat Gaara melepaskan pelukan itu. Dengan tatapan penuh tanya, Gaara menatap gadis kecil yang manis itu.

"Kau kenapa?" tanya Gaara dengan nada lembut.

"Sa.. Sasuke-kun bi-lang.. Gaara-kun.. tidak akan.. da-tang kemari lagi," Sakura bicara sambil tesengal-sengal karena isak tangisnya.

Gaara hanya tersenyum lembut sambil mengelus rambut Sakura.

"Kau lihat sekarang aku di sini 'kan, Sakura-chan?"

Sakura hanya mengangguk pelan.

"Jangan pedulikan kata-kata Sasuke. Dia hanya ingin membuatmu sedih,"

"Tapi Sasuke-kun bilang kalau dia-" kata-kata Sakura terpotong saat dia melihat anak laki-laki berambut raven yang sedari tadi bersembunyi di kejauhan kini berjalan mendekati Gaara dan Sakura. Tampangnya kesal melihat kedua anak itu sedang bersama.

"Aku akan dimarahi ibumu kalau membawamu bermain terlalu lama," ucap Sasuke.

"Tapi-" sekali lagi perkataan Sakura terpotong karena death glare dari Sasuke. Sakura diam dan hanya menurut saat Sasuke menggandeng tangannya untuk pergi dari tempat itu.

"Ah! Gaara-kun, sampai jumpa besok," kata Sakura.

===000===

Sakura dan Sasuke adalah tetangga. Rumah mereka bersebelahan. Keluarga mereka saling bersahabat, bahkan sudah seperti saudara. Berbeda dengan anak laki-laki yang bernama Gaara tadi. Gaara adalah anak laki-laki yang sering bertemu dengan Sakura di taman bermain. Sejak kecil mereka sering bermain bersama. Seperti tadi, Sakura selalu ingin bermain di taman bermain agar bisa bertemu dengan Gaara. Tetapi letak taman bermain lumayan jauh dari rumahnya, sehingga setiap Sakura kesana harus ditemani oleh Sasuke. Ibunya Sakura tidak begitu khawatir selama putri kecilnya itu bersama Sasuke.

"Ano.. Sasuke-kun.." Sakura mencoba memulai pembicaraan dengan Sasuke yang masih terus menggandeng tangannya.

Namun Sakura tidak melanjutkan kata-katanya karena merasa Sasuke sedang tidak mau mendengarkan apapun perkataannya. Sakura kembali terdiam sambil memperhatikan sekitarnya. Padang rumput yang penuh dengan bunga-bunga kecil serta alang-alang yang memenuhi seluruh permukaan tanah. Banyak kupu-kupu di sekitar bunga-bunga yang bermekaran. Bunga-bunga berwarna putih, kuning, dan merah itu dikelilingi oleh rumput liar. Nuansa indah yang khas pedesaan.

"Mulai sekarang, jangan dekat-dekat Gaara lagi!" kata Sasuke sambil menghentikan langkahnya di tengah padang rumput.

"Eh? Kenapa? Gaara-kun 'kan baik," protes Sakura.

Sekali lagi Sasuke hanya memberikan death glare untuk jawaban dari pertanyaan Sakura.

"Ke-kenapa?" tanya Sakura dengan sedikit ketakutan.

"Pokoknya aku tidak suka!" bentak Sasuke.

Sakura hanya terdiam. Dia sedikit takut dengan sikap Sasuke yang suka tiba-tiba memarahinya. Lagi-lagi air matanya membasahi pipi gadis kecil itu. Menyadari kalau Sakura menangis, Sasuke mendecih pelan.

"Dengarkan aku. Aku tidak suka kau dekat-dekat dengan Gaara! Karena.." Sasuke menghentikan kata-katanya sesaat. Sakura mengangkat wajahnya untuk menatap lekat wajah Sasuke sekaligus menunggu kata-kata lanjutan dari perkataan Sasuke tadi.

"Karena kau itu milikku," lanjut Sasuke dengan lirih namun masih bisa didengar oleh Sakura.

"Milik Sasuke-kun? Kenapa begitu?" tanya Sakura dengan wajah polos.

Sasuke tidak menjawabnya. Dia mengambil setangkai bunga kecil berwarna putih yang tumbuh di sekitar rerumputan. Kemudian dengan setangkai bunga kecil itu, Sasuke menjadikannya sebuah cincin kecil dari bunga.

"Kemarikan tanganmu!" perintah Sasuke.

Sakura pun menurut. Dia membiarkan Sasuke memasangkan cincin kecil itu di jari manisnya.

"Nanti aku yang akan menikah denganmu! Ingat itu ya, Sakura!" kata Sasuke dengan nada sedikit memaksa.

"Menikah itu seperti Bibi Kurenai dan Paman Asuma waktu di gereja kemarin ya?" tanya Sakura yang masih dengan kepolosannya.

"Hn," jawab Sasuke singkat.

"Kalau begitu, Sakura mau menikah dengan Sasuke-kun," kata Sakura sambil tersenyum senang.

"Hn. Ayo sekarang kita pulang," ajak Sasuke.

===000===

"Jangan menangis terus, Sakura-chan. Kasihan 'kan Sasuke-kun jadi ikut sedih,"

"Tapi Kaasan, Sakura mau ikut Sasuke-kun. Mau ikut!" rengek Sakura di tengah isak tangisnya.

Hari ini telah tiba. Hari dimana mereka harus berpisah karena keluarga Uchiha akan pindah ke kota besar. Semua barang-barang milik keluarga Uchiha telah diangkut tadi pagi. Sekarang keluarga Sasuke hanya mampir sebentar ke rumah keluarga Sakura untuk sekedar berpamitan dengan tetangga baiknya itu.

"Ayo ikut aku," ajak Sasuke sambil menarik lengan Sakura untuk membawanya pergi.

"Jangan lama-lama ya Sasuke, kita sudah harus pergi sebentar lagi," kata Itachi –kakak dari Sasuke.

"Aku hanya sebentar," kata Sasuke sambil terus berjalan pergi bersama Sakura yang masih menangis.

Sekali lagi Sasuke membawa Sakura menuju padang rumput yang waktu itu. Padang rumput yang masih dipenuhi bunga dan kupu-kupu.

"Sudahlah. Jangan menangis lagi!" kata Sasuke.

"Ta-pi.. Sasuke-kun.. 'kan.. mau.. per-gi," kata Sakura yang tersengal-sengal karena isak tangisnya.

"Bukan berarti kita tidak akan bertemu lagi 'kan?" tanya Sasuke.

Sakura hanya terdiam sambil menyeka air matanya.

"Kelak aku akan menikah denganmu. Dengan begitu kita tidak akan berpisah lagi. mengerti?"

Sakura hanya mengangguk sambil tersenyum.

"Janji ya, Sasuke-kun?" kata Sakura sambil menyodorkan jari kelingkingnya.

"Iya, aku janji," kata Sasuke sambil menautkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Sakura.

Tanpa tahu arti pernikahan yang sebenarnya, mereka mengikrarkan janji. Tak tahu bagaimana nantinya. Hanya sepenggal kata-kata yang terucap begitu saja tanpa mengerti maksud sebenarnya. Tapi dari janji itulah semua berawal. Janji yang mengawali kisah mereka.

Beberapa tahun setelah itu, keluarga Sakura juga pindah ke kota tempat keluarga Sasuke pindah dulu. Sakura menyimpan harapan besar untuk bertemu kembali dengan Sasuke. Banyak hal yang ingin dia ceritakan pada Sasuke. Banyak juga hal yang ingin dia katakan. Sakura begitu merindukan teman kecilnya itu.

Namun tanpa dia tahu, Sasuke dan keluarganya telah pindah jauh ke luar negeri. Sekali lagi Sakura harus menelan kekecewaan karena tidak bisa bertemu Sasuke. Harapannya seolah hancur. Padahal Sakuralah yang paling bersemangat saat orang tuanya bilang kalau dia dan keluarganya akan pindah ke kota yang sama dengan Sasuke. Namun harapannya sia-sia. Entah kapan dia bisa bertemu lagi dengan Sasuke.

===000===

Padang rumput itu masih sama. Masih indah dengan berwarna-warni bunga yang menghias di tengah rerumputan. Hanya saja kupu-kupu yang menghiasi bunga-bunga itu sudah berkurang jumlahnya. Tak sebanyak dulu. Walaupun begitu, padang rumput ini adalah tempat yang selalu gadis itu rindukan. Gadis berambut pink yang kini sedang berdiri di tengah padang rumput itu. Matanya tertutup untuk merasakan sejuknya hawa pedesaan yang sangat menyejukan. Dia merilekskan tubuhnya untuk merasakan hembusan angin sejuk yang berdesir mempermainkan rambut panjangnya. Hari ini, gadis itu telah berusia 18tahun.

"Kau selalu saja datang kemari," kata suara laki-laki di sebelah Sakura.

"Sudah ku bilang 'kan? Aku sangat menyukai tempat ini,"

"Apa ada alasan khusus?"

"Ayolah, Gaara. Kita sudah sepakat tidak membicarakan masalah ini lagi. Aku bosan dengan pertanyaanmu yang seperti itu setiap kita datang kemari," jawab Sakura dengan sedikit cemberut.

Laki-laki bernama Gaara itu hanya tersenyum kecil. Dengan lembut dia memeluk gadis itu dari belakang.

"Tak terasa ya, sudah dua tahun kita bersama," kata Gaara sambil mengeratkan pelukannya.

"Ya, tak terasa banyak sekali hal yang telah kita lalui. Seperti baru kemarin saja kau menyusulku ke kota,"

"Hey, itu 'kan karena aku harus sekolah di kota. Yakin sekali kalau aku kesana untuk menyusulmu,"

"Ahh, mengaku sajalah," goda Sakura.

"Percaya diri sekali kau," kata Gaara sambil melepaskan pelukannya.

Sakura hanya tertawa dan berbalik untuk memeluk Gaara dari depan.

"Ngomong-ngomong, kau serius mau mengambil kuliah kedokteran, Sakura?" tanya Gaara.

"Umh, iya. Serius,"

"Artinya kau dan aku akan sama-sama sibuk. Jangan marah ya kalau waktu untuk kita bersama hanya sebentar,"

"Aku pasti… akan merindukanmu," kata Sakura sambil mengeratkan pelukannya.

"Hn. Aku juga," ucap Gaara sambil mengelus lembut rambut Sakura.

Sesaat mereka berdua terdiam. Mencoba merasakan ketenangan dan kesejukan yang membuat mereka merasa nyaman berada di tempat itu. Meskipun tempat ini cukup jauh dari rumah Sakura yang sekarang, tapi Sakura selalu saja ingin terus kemari. Seolah di tempat ini ada sesuatu yang telah dia lupakan. Dia berusaha untuk mengingat sesuatu yang telah lama dilupakan olehnya.

Banyak hal yang terjadi beberapa tahun ini. Salah satunya adalah bahwa untuk tahun ini Sakura mulai menjadi seorang mahasiswa kedokteran. Berbeda dengan Gaara yang memang lebih tua dua tahun dari Sakura. Dia telah dua tahun lebih dulu mendalami ilmu kedokteran di universitas yang sama dengan Sakura.

"Ah! Aku hampir lupa. Tadi pagi Naruto bilang dia menunggu kita dirumahnya," kata Sakura dengan sedikit panik.

"Hm, ayo pulang sekarang," ajak Gaara.

Mereka berdua pun kembali menuju kota. Laki-laki bernama Naruto yang disebut oleh Sakura tadi adalah tetangga Sakura di rumahnya yang sekarang. Sakura pindah ke rumah itu saat dia SMP. Karena Naruto sekelas dengannya sewaktu SMP dan sekaligus menjadi tetangga sebelahnya, maka mereka berdua pun bersahabat sampai sekarang. Berbeda dengan Sakura dan Gaara, Naruto memilih untuk kuliah jurusan Ekonomi. Sepertinya Naruto berniat untuk melanjutkan bisnis ayahnya.

===000===

Banyak hal yang telah berubah. Hal yang terjadi begitu saja tanpa bisa ditebak oleh siapa pun. Meskipun kehidupan mereka terlihat sudah sempurna, namun sesungguhnya jalan hidup mereka tidaklah sesederhana itu. Masih banyak hal yang harus mereka lalui untuk lebih memahami arti hidup ini.

Kehidupan seperti apa lagi yang akan terjadi pada mereka ketika Sasuke Uchiha kembali hadir dalam kehidupan Sakura? Sesuatu yang menarik akan terjadi! Masihkah keduanya saling mengingat satu sama lain?

Lalu jika saat itu tiba, semua hal di hadapan mereka semua tidak akan lagi sama seperti sebelumnya. Semua orang itu akan sadar. Sadar sepenuhnya, bahwa takdir sekali lagi mempermainkan hidup mereka.

~End of flashback!~

"Kau yakin benar-benar akan pulang besok?" tanya Ino dengan nada khawatir.

Sakura hanya mengangguk lemah.

Kini Sakura masih duduk di atas ranjang pasiennya. Besok dia akan meninggalkan rumah sakit ini untuk pulang ke rumah. Mulai besok juga Sakura akan berhenti sementara dari pekerjaannya. Seperti yang kemarin Ino bilang, kandungan Sakura lemah, sehingga tidak mungkin jika dia terus bekerja dalam kondisi seperti itu.

"Bagaimana jika Hinata melakukan sesuatu yang buruk lagi terhadap bayimu? Lebih baik kau tidak usah pulang dulu. Kondisimu belum pulih benar," sekali lagi Ino membujuk Sakura untuk tetap berada di rumah sakit.

Sakura menggeleng pelan.

"Sasuke-kun tidak suka kalau aku tetap disini," kata Sakura pelan.

"Hah! Kau bodoh ya, Sakura? Kau terlalu menuruti semua perkataannya!" Ino mulai kesal.

"Ino… kau tidak perlu terlalu mengkhawatirkanku. Aku sudah tidak apa-apa," Sakura sedikit tersenyum pada sahabat sekaligus dokter kandungannya itu.

"Bisa-bisanya kau bersikap sok kuat seperti itu!" kata Ino dengan sedikit kesal. Perlahan dia memeluk Sakura.

"Dengar ya, Sakura! Kalau ada apa-apa di rumah itu, kau harus memberitahuku! Kalau terjadi hal buruk lagi, aku pasti akan menculikmu dari rumah itu! mengerti?"

Sakura hanya tertawa mendengar Ino mengatakan hal itu. Dia merasa sangat beruntung memiliki sahabat seperti Ino.

"Aku tinggal dulu ya, aku harus pulang," kata Ino sambil melepaskan pelukannya.

"Jaga dirimu, Sakura. Besok sebelum kau pulang, aku akan melakukan check up terakhir pada kandunganmu. Tapi setelah kau pulang, kau juga harus tetap rutin memeriksakannya padaku,"

Sakura hanya mengangguk. Kemudian Ino pun meninggalkan kamar pasien itu.

Beberapa saat kemudian, Sakura hampir tertidur saat dia merasakan ada seseorang yang membuka pintu. Sasuke.

"Kau belum tidur?" tanya Sasuke sambil mendekat ke arah ranjang pasien tempat Sakura berbaring.

Sakura menggeleng pelan. "Besok aku pulang," kata Sakura lirih.

"Baguslah," Sasuke mengecup pelan kening istrinya itu.

"Kau tahu dari dulu aku membencinya 'kan? Jadi jangan memancing emosiku dengan kembali mengakrabkan diri dengan laki-laki itu," lanjut Sasuke.

"Aku hanya-"

"Aku tidak ingin mendengar alasan apapun," ucap Sasuke dingin.

Sesaat mereka terdian dalam kebisuan. Sasuke selalu saja seperti itu. Memarahi gadis berambut pink itu tanpa pernah berniat mendengarkan penjelasannya sedikit pun. Dan yang selalu terjadi pada akhirnya adalah Sakura yang selalu menuruti semua yang Sasuke minta. Begitupun sekarang. Setelah pertengkarannya dengan Sasuke yang terjadi sesaat setelah Gaara pulang, Sakura memutuskan untuk pulang ke rumahnya sesuai dengan perintah Sasuke.

"Apa malam ini kau tidak pulang?" tanya Sakura.

"Hari ini aku banyak oprasi. Besok baru bisa pulang setelah mengurus berkas cuti milikmu,"

Sakura hanya terdiam. Sasuke dan Ino melarangnya untuk terus bekerja. Sebenarnya itu bukan menjadi masalah utama yang membebani Sakura. Namun mengingat dia harus sepanjang hari berada di rumah bersama Hinata adalah hal yang paling membuatnya resah.

"Nnh!" Sakura terkejut saat merasakan bibir hangat Sasuke menyentuh bibirnya. Perlahan bibir lembut itu mengajaknya untuk saling beradu dalam sebuah lumatan-lumatan kecil. Sakura masih tidak merespon. Tubuhnya seakan kaku. Sudah cukup lama Sasuke tidak menyentuhnya. Walaupun hanya sebuah ciuman, hal itu saja sudah membuat Sakura merasakan perasaan yang sangat dia rindukan. Sasuke. Sasuke yang sangat dia rindukan.

"Mnh..mmh.." Sakura mulai merespon ciuman itu. Membawa mereka dalam satu ciuman dalam yang menuntut.

Sakura sedikit kecewa saat Sasuke menarik wajahnya untuk mengakhiri ciuman itu. Namun dugaan Sakura salah. Sasuke hanya melepas jas putih dokter miliknya dan meletakannya di bangku yang terletak di samping ranjang Sakura.

"Nnnh.." Sakura kembali mendesah tertahan saat merasa Sasuke mengecup pelan lehernya.

Dengan tetap memberikan beberapa tanda merah di leher Sakura, perlahan Sasuke membuka dua kancing teratas baju pasien yang digunakan Sakura. Sakura tahu, Sasuke tidak mungkin menyentuhnya lebih dari ini karena dia sedang hamil. Tetapi begini saja sudah membuat wanita itu merasa bahagia.

"Nghh.." Sakura sedikit menggeliat saat merasakan gigitan-gigitan kecil yang membuat lehernya kini penuh tanda kemerah-merahan yang dibuat oleh suaminya.

Prang!

Terdengar suara benda keras terjatuh. Seketika Sasuke dan Sakura pun menghentikan aktivitas mereka dan melihat apa yang terjadi.

"Ma-maafkan saya," ucap seorang suster yang kini berdiri di depan pintu yang baru saja dia buka. Muka suster itu terlihat sangat merah karena baru saja melihat dua orang dokter yang bekerja di rumah sakit itu sedang bercumbu. Sepertinya karena terkejut dengan pemandangan di depannya, dia menjatuhkan tempat peralatan suntiknya. Untung saja tensimeter yang dia pegang tidak ikut terjatuh.

Sakura pun bangkit dan duduk di ranjangnya sambil merapikan dua kancing atas bajunya yang tadi dibuka oleh Sasuke. Wajah Sakura pun tak kalah merah dengan suster itu. Bagaimanapun juga dia merasa malu karena seseorang melihatnya sedang bersama Sasuke dengan keadaan yang seperti itu.

Sasuke mengambil jas dokternya dan meninggalkan kamar pasien itu seolah tadi tak terjadi apa-apa. Sakura pun tersenyum canggung pada suster itu. Walaupun dalam hati Sakura merasa ingin mencabik-cabik suster itu. 'Cih! Dia mengganggu saja!' kata Sakura dalam hati.

Suster itu membereskan tempat alat suntik dan beserta isinya yang berceceran di lantai. Dengan perlahan, suster itu pun menyuntikan obat untuk Sakura.

===000===

"Pagi, Sakuraaaa," sapa Ino yang baru saja membuka pintu.

"Pagi," jawab Sakura singkat sambil merapikan tas miliknya. Barang-barangnya sudah dirapikan. Dia sudah bersiap untuk pulang.

"Sepertinya semalam ada yang hampir melakukan perbuatan mesum di rumah sakit," sindir Ino.

Sakura langsung mendelik ke arah Ino. Tatapan Sakura seolah mengatakan –dari-mana-kau-tahu?-

Ino hanya mengangkat bahu. Namun mata Ino sekilas melihat tanda kemerah-merahan di sekitar leher Sakura.

"Hahaha.. jadi benar ya? Ternyata memang kau dan Sasuke ya? Beritanya sudah menyebar pagi ini lho!"

"Hhh, menyebalkan," kata Sakura.

Ino pun hanya tertawa melihat raut wajah kesal Sakura. Entah Sakura kesal karena menjadi pembicaraan orang atau kesal kerena aktivitasnya semalam diganggu oleh orang yang tidak penting.

===000===

TBC

.

Maap lama apdetnya. *kick

Ne, gimana buat chap kali ini? feel-nya berkurang kah? Maaf untuk typo. ^^

.

Special thanks for:

Vany Rama-kun, vv, SAASU7KEX jUst cHipmUnkZ, Valkyria Sapphire, Rizu Hatake-himen, iam maniez, Vampire 9irL, Ichaa Hatake Youichi, SS, twin's saku chan, SyeaSasuSaku, Mieko luna-chan sasori, Aichiruchan Phantomhive, Erina Uchiha, aya-na rifa'i, Kirara Yuukansa, Kazuma B'tomat, sasusaku, SSlicious, 4ntk4-ch4n, senayuki-chan, Yuuki d'gray girl, dobelianaru, Sullivan, Ame ChochoSasu, rchrt, CherryBlossom Sasuke, Kurosaki Kuchiki, cherrysakusasu, Megumi Edogawa, Iya, D kiroYoiD, LucCy ZaNiitha, agnes BigBang, chocolate love, Nn. Lee D, ghie, Minami-to-yuri no hana, Chi hachi-nigatsuchan, Himeka Kenta, chiaraS

.

.

Mind to review? ^ ^