Title: Gara-gara Perjodohan
Category: Plays/Musicals » Screenplays
Author: 'AN'
Language: Indonesian, Rating: Rated: T
Genre: Romance/Humor/Family
Chapter 3: Aku menemukanmu..
Gara-gara perjodohan
.
.
.
HunTao, KrisTao, KaiTao.
.
.
.
Chapter 3 : Aku menemukanmu..
.
.
Kau melupakanku? Bahkan kau jijik jika aku bersikap lembut kepadamu.
Tao melamun, ia menatap makanan yang ada di depannya. Kedua tangannya mengaduk-aduk sup yang akan ia makan. Ia memejamkan mata dan menghela beberapa kali. Ia menatap kris yang ada di depannya.
"Apa?"
Tao tersadar dari lamunannya, ia kaget saat kris bertanya ketus seperti itu. Ia menelan ludah gugupnya. "tidak." Ia kembali memakannya.
Sehun yang melihat pemandangan itu hanya diam, ia yakin ada yang salah di antara tao dan kris. Ia yakin bahwa ini ada kaitannya dengan kalung itu.
Sehun selesai makan, ia berdiri dan mencuci tangannya. Ia berlalu dan masuk ke kamarnya.
Tao menatap kepergian sehun. Entahlah, ia merasa sedih jika sehun berada jauh darinya.
"kau ada masalah zitao?" tanya baekhyun yang ada di sampingnya.
Tao menggeleng, ia tersenyum cerah. "tidak hyung."
Tao kembali memakan sup itu. Ia berfikir tentang kalung itu –lagi-, otaknya kembali berfikir. Ia merasakan keganjalan. 'Kenapa kris hyung melupakanku? Kenapa dia bersikap dingin dan cuek terhadapku? Aku rasa, dia membenciku.. jika kris hyung namja itu, setidaknya ia mengingatku.' Begitulah yang tao pikirkan, ia bahkan tidak merasa nyaman jika bersama kris. Sejujurnya ia merasa takut jika kris ada di dekatnya.
...
~0~
...
Zitao duduk di balkon kamarnya, ia memandang langit biru dengan pandangan kosong.
"Kenapa dia melupakanku? Kenapa dia bersikap dingin jika aku mengajaknya berbicara? Apakah dia membenciku?" gumam tao lirih. Ia terus menghela nafas beberpa kali. Ia menggenggam kalung itu erat-erat. Ia merasakan sakit, ia memegang dadanya yang terasa sakit.
Sehun terus berdiri di balkon kamarnya, ia mendengarkan semua ucapan tao. ia memejamkan matanya. Merasakan sakit yang tao rasakan. Ia membukanya dan menatap tao lembut.
"zitao.. kau melupakan janjimu?"
Tao tersentak, ia kaget mendengar suara sehun. Ia tidak tau jika sehun berdiri di balkon yang tak jauh dari –balkon kamarnya. Tao tersenyum dan menatap sehun senang, "ah ne." Tao berdiri dan berjalan menuju ke kamar sehun.
Mereka akan bermain bersama.
...
~0~
...
Dua tahun sudah tao tinggal di mansion keluarga Wu. Ia senang tinggal di sini, semua orang sangat ramah, dan menjaga tao dengan baik. Namun hanya krislah yang bersikap buruk terhadapnya, dia selalu bersikap cuek, dingin, tidak pernah mau bicara dengan tao. Bahkan ia tidak pernah mau memandang tao.
"Zitao" sehun memeluk tao dari samping, semejak kejadian –waktu bermain dota- sehun dan tao bermain bersama, selalu meluangkan waktu bersama. Bahkan sehun selalu memarahi kai jika kai dekat-dekat dengan tao.
Tao menoleh, ia tersenyum melihat sehun, kai, kyungsoo dan jongdae. "Sehunnie berhentilah memelukku seperti ini. Aku juga ingin menyapa mereka." Semua orang tertawa melihat jawaban tao, namun hanya krislah yang diam menatap ponselnya.
Baekhyun melirik kris, ia sudah tidak kaget jika kris bersikap seperti ini jika menyangkut tao. Baekhyun mengeluarkan ipadnya, ia menelepon nenek yang ada di china. Ia menyalahkan webcamnya.
"nihao, nainai." Sapa baekhyun, ia menyandarkan ipadnya. Tao tersenyum, ia menyapa nenek wu.
"nihao.. sudah lama, kalian tidak menghubungi nenek. Kalian tambah cantik dan tampan saja." Puji sang nenek.
Baekhyun blushing, ia malu jika di puji seperti ini di depan orang yang ia sukai.
Sedangkan tao membantah, ia terlalu malu jika di puji cantik. "nainai, kami ini tampan bukan cantik. Kamikan namja." Lagi-lagi semua orang yang ada di sana tertawa mendengar ucapan polos tao. Sehun yang gemas segera memeluk tao. Ia mencubit pipi chubby tao. Sementara neneknya menggeleng dan tertawa melihat perlakuan cucunya.
Sang nenek melirik kris yang ada di sana. Ia menatap taolagi "tao, ini sudah 2 tahun. 5 tahun lagi, kau harus memilih salah satu di antara mereka." Sang nenek diam sejenak, kemudian ia kembali menatap kris yang acuh "jika saat ini aku memintamu untuk memilih salah satu di antara mereka, kau akan memilih siapa?"
Semua terdiam, begitu juga dengan sehun, tao dan kris. Sehun melepaskan pelukkannya dan duduk di samping tao. Ia menanti jawaban tao.
"tao akan memilih..." tao terdiam, ia tidak bisa memilih mereka. Di sisih lain sehun yang bersikap hangat dan posesif, di sisih lainnya ada kris yang sangat ia rindukan. "entahlah, aku belum bisa menjawabnya nainai. Yang jelas, tao menyukai Sehun dan juga kris hyung.. tao sangat menyayangi me..."
"ini menggelikan. Aku masih normal. Dan aku sangat membencimu." Ujar kris tegas, ia berdiri dan pergi meninggalkan mereka.
Semua sangat shock, terutama tao, ia sungguh sakit saat kris berkata seperti itu kepadanya. Ini sungguh keterlaluan, kris terus menyakiti hatinya. Kris bahkan tidak pernah memperdulikan perasaan tao.
Tao berdiri, ia berlari meninggalkan semua orang. Ia bahkan tidak mendengarkan teriakan dari neneknya baekhyun.
...
~0~
...
Zitao berada di kamarnya sekarang, ia menyalahkan komputernya dan mengaktifkan jaringan internetnya, ia mengetikan sebuah forum sns yang sering ia kunjungi.
Ia mengetik seluruh curahan hatinya, berharap ada orang yang mengomentari dan memberikan saran untuknya.
Aku huang zitao, aku memiliki sahabat yang sangat berharga bagiku. Sejak aku meninggalkannya 3 tahun yang lalu, kami di pertemukan kembali. Namun aku pikir dia sudah melupakanku. Dia bahkan membenciku. Aku bingung kenapa dia bersikap seperti ini? Apakah dia marah karena aku telah meninggalkannya?
Aku juga merasakan keganjalan, dulu aku selalu nyaman berada di dekatnya namun sekarang aku merasa gelisah jika di dekatnya.
Aku bingung memilih 2 pilihan. Apakah aku harus melupakannya? Atau aku harus berjuang agar dia bisa mengingatku kembali.
Tao menekan tombol submit. Ia berjalan kearah balkon, berharap ada sehun yang siap menghiburnya.
Tao menoleh kearah balkon sehun, ia tidak menemukan sehun di sana. Ia mengingat jika sehun masih berada di taman bersama baekhyun dan yang lainnya. Kedua mata tao mencari sosok sehun di taman. Namun ia tidak bisa mencarinya, ia hanya melihat kai, kyungsoo, jongdae dan juga baekhyun. Ia menghela sedih..
Tao kembali masuk kedalam kamarnya, ia terkejut saat melihat komentar dari orang lain.
Lucient Llyod mengomentari... "mungkin dia kecewa kerena kau meninggalkannya 3th yang lalu.. jadi sebab itulah dia bersikap dingin terhadapmu. Kemungkinan kedua, bisa saja namja itu bukanlah orang yang selama ini kau cari, terbukti hatimu tidak bisa membohonginya. Kau merasakan gelisah dan dia membuatmu sedih.
Saranku, kau jangan melupakannya.. sebaiknya kau mencari dulu kebenaran, memastikan bahwa namja itu benar sahabatmu atau bukan."
Tao setuju, sarannya sangat membantu. Ia mengetik ucapan terima kasih ke namja yang mengomentari. Ia tersenyum lega.
"Zitao"
Suara sehun menggema di balkon kamarnya, lagi-lagi tao tersenyum senang. Akhirnya ada satu orang lagi yang menghiburnya.
"Sehunnie.." sapanya membuka pintu balkon.
Sehun tersenyum dan duduk di pagar kokoh itu. "kau masih sedih?"
Tao menggeleng, ia tersenyum dan duduk di balkon kecilnya. "tidak hun. Kau habis darimana? Tadi aku mencarimu, aku pikir kau di balkon."
Sehun tersenyum senang, akhirnya tao mulai melihatnya dan melupakan bayang-bayang sahabatnya itu. "aku selalu di sini, di sampingmu"
Ucapan itu, tao merasakan kehangatan dan kenyamanan. Tao menatap sehun piluh, ia sungguh tidak adil.. mengabaikan perasaan sehun dan mengejar perasaan sahabat –yah sungguh menyakitkan "terimakasih."
...
~0~
...
Seperti hari biasa, sehun selalu berdebat dengan kai. Mereka selalu bertengkar jika kai menggoda tao.
"zitao, lihatlah mukamu.. kau sungguh imut, manis, cantik.." kai terus menggoga tao, ia tidak memperdulikan perasaan kyungsoo. Yang ia perdulikan iyalah menggoda perasaan sehun, yah itulah tujuannya... membuat sehun cemburu.
Sehun memerah, ia menahan emosinya. Ia menatap kai tajam, ingin sekali aku membunuhnya "Sudah kubilang jangan dekati tao, kkamjong!" Sehun bangun, ia terus memandang kai.
Kai tertawa, ia sangat senang jika sehun bersikap seperti ini. "Hahaha.. zitao lihatlah mukanya, dia sungguh konyol." Lagi-lagi ia menggoda sehun.
Sehun menatap kai tidak suka.
Kai menoleh, ia menatap kyungsoo yang ada di sampingnya. Ia juga tersenyum, ternyata kyungsoo cemburu terhadapnya. "kenapa kau diam soo?"
Kyungsoo menatap kai tajam, setajam sehun menatap kai –tadi. "aku malas bicara."
Kai menaikkan alisnya. "hum.. benarkah? Sepertinya aku melihat kilatan cemburu di matamu. Kau sedang cemburu? Aaaah.. ternyata kau juga menyukai sehun" goda kai.
Sehun kembali duduk. Heh? Apa maksudnya coba? Sehun menaikkan alisnya bingung. Sedangkan tao yang mendengarnya menatap kyungsoo, ia merasa sakit saat mendengar ucapan kai. Kyungsoo menyukai sehun? Ia tersenyum, tersenyum secara paksa.
Kyungsoo membulatkan matanya. Kenpa kai tidak peka terhadap perasaannya, ia sungguh membencinya. "berhentilah membual kkamjong! Aku tidak menyukainya?"
Kai semakin semangat, ia kembali menggoda kyungsoo terus-terusan. "akuilah soo.. atau.. kau ingin aku membantumu?"
Kyungsoo menghela nafas, "hya! Jadi orang itu peka sedikit. Aku tidak menyukai oranglain selain dirimu. Sadarla..." kyungsoo berhenti, ia menepuk jidatnya. Ia merasa bodoh kali ini.
Ia berdiri, ia ingin sekali menghilang seperti naruto. Seandainya saja..
Kai menarik tangan kyungsoo. "tetaplah disini, temani aku." Mohon kai, kai tersenyum sembari menarik hidung –kyungsoo.
Sehun dan tao bingung, sebenarnya apa yang terjadi. Kenapa mereka bersikap aneh seperti ini. Mereka –Huntao- memilih diam.
"inilah yang selalu aku tunggu. Aku ingin kau mengakui bahwa kau juga menyukaiku, menginginkanku dan cemburu jika aku dekat dengan orang lain. Aku ingin kau jujur kepadaku."
Mata kyungsoo membulat, ia tidak menyangka jika kai juga menyukainya. Sepertinya ia bermimpi sekarang.
"soo, maukah kau menjadi teman terdekatku. Yah setidaknya untuk sekarang... jika nanti umurku sudah 17th, aku akan menyatakan cinta dan perasaanku. Aku janji tidak akan menyakitimu, aku akan selalu melindungimu."
Kyungsoo terharu, akhirnya perasaannya terbalaskan. Ia pikir kai memang menyukai tao, tapi ia salah, ternyata kai melakukan itu hanya untuk membuat kyungsoo dan juga sehun cemburu. Kyungsoo mengangguk, ia tersenyum. "ne, kkamjong."
"wae? Wae kkamjong?"
"karena itu sangat imut.. dan sangat cocok untukmu" kyungsoo, sehun tao tertawa –mengejek.
Sehun senang akhirnya saingannya berkurang, ia memeluk tubuh tao erat. Ia sungguh posesif "Kau tunanganku, kau tidak boleh jauh-jauh dan pergi meninggalkanku. Arra?" sehun menyentil hidung tao.
Sedangkan tao hanya mengangguk, "ne, hunnie"
Sehun tersenyum miris. Yah mungkin untuk saat ini tao memilihnya, namun ia tidak bisa menjamin kedepannya bukan? Terlebih kris juga mempunyai kalung yang sama dengan tao. bisa saja nanti, tao memilih kris untuk menjadi tunangannya, dan meninggalkan sehun sendiri.
...
~0~
...
Tidak terasa sudah 7 tahun hidup bersama, kini sehun dan juga tao tumbuh dewasa. Kris mulai bergabung di anak perusahaan. Baekhyun dan chen pindah ke USA karena mereka di terima di universitas Harvard.
Karena bantuan dari chen, baekhyun juga masuk kedalam universitas terbaik di dunia tanpa menggunakan uang sama sekali. Yah, baekhyun bersyukur memiliki pacar sepintar chen.
Piip
Tao mencari ponselnya, ia merogoh kantong celananya. Menekan tombol speaker.
"yeobo hyung?"
"zitao, kau dimana? Kenapa berisik sekali?"
"aku di mobil hyung. Ada apa hyung? Kau tidak tidur? Bukankah disana sudah jam 3 pagi?"
"iya, ini aku sedang mengerjakan tugas... Hya jongdae, berhentilah menggangguku"
"kenapa hyung?"
"ani.. kau mau kemana zitao? Bersama siapa?"
"ke karnaval hyung, bersama sehunnie" tao menatap sehun yang sedang menyetir, ia bersyukur memiliki sehun. Ia tersenyum.
"hum.. kalau pulang jangan larut-larut. Bilang ke sehun kalau dia wajib menjagamu. Arra?"
Sehun kini yang berbicara "tanpa kau menyuruh, aku pasti akan melakukannya."
"oh ya hun, kau jangan berbuat yang macam-macam selagi aku di amerika. Mengerti?"
Sehun menaikkan alisnya, ia memegam tangan tao yang di dekat tuas gigi –mobil. "seharusnya aku yang berkata seperti itu hyung."
Jongdae tertawa di sana, bagaimana sehun bisa tau apa yang mereka –lakukan.
Sehun memakirkan mobil sedannya, ia mengambil ponsel tao dan berbicara "hyung, kita sudah sampai. Kami akan menghubungimu lagi nanti. Kau lanjutkan bermain itu. Bye."
Sehun menutup sambungan telepon, sedangkan tao yang tidak mengerti segera bertanya ke sehun. "Sehunnie, mereka bermain apa? Sepertinya mengasikkan."
"kau ingin mencoba?" sehun menaikkan alisnya.
"tentu.. memangnya permainan apa itu?"
Sehun tersenyum penuh kemenangan, ia tidak menyangka jika tao berkata seperti ini. "nanti, jika kau memilihku, aku akan mengajarimu bermain itu. Aku janji." Senyuman sehun semakin mengembang.
"baiklah.."
Tao tidak melihat kilatan smirk yang sehun pancarkan. Ia tidak tau jika sehun merencanakan sesuatu. Yang ia tau hanyalah, bermain bersenang-senang dengan sehun –nanti. Yah, sungguh mengasikkan.
...
~0~
...
Sudah 2 jam lebih mereka menghabiskan waktu bersama. Kini mereka sedang di stand permainan, sehun sedang bermain memanah untuk mendapatkan sebuah boneka panda besar. Sehun terus berjuang demi kekasihnya, ia terus mengeluarkan beberapa lembar uang. Ia selalu gagal, ia terus mencobanya.
"sehunnie, sudahlah.. kita bisa membelinya di toko."
Sehun masih belum menyerah, ia terus berusaha. "ini bidikanku terakhir. Aku janji." Ucap sehun meyakinkan tao.
Sehun memejamkan matanya, ia membuka dan menatap tajam sasaran. Ia harus bisa mengenai tepat di tengah-tengah. Ia harus bisa mendapatkan boneka itu. Ia harus bisa membahagiakan kekasihnya. Ia yakin ia bisa.
Sehun melepas anak panah, anak panah itu melesat begitu cepat. Menancap di tengah-tengah sasaran. Yah sehun Berhasil!
Sehun mendapatkan boneka itu. Ia bangga.
"Sehunnie, gomawo" tao memeluk tubuh sehun, ia mengecup pipi itu sekilas. Hingga membuat sehun tidak bisa bergerak.
'apakah aku bermimpi?' sehun terus mengedip-ngedipkan matanya, ia tidak menyangka.
Setelah mencium pipi sehun, tao segera berlari. Sesekali menoleh kearah sehun. Ia sungguh malu, bagaimana bisa ia mencium sehun di depan orang banyak. Tao blushing kali ini.
Sehun yang sadar segera berlari mengejar tao yang ada di depan, ia menarik tangan tao erat, ia memeluknya.
Tao senang, baru kali ini ia merasakan kebahagiaan seperti ini. Tao membalas pelukan itu "Terimakasih, hun. Aku mencintaimu." Bisik tao sembari melepaskan pelukan dan mengambil boneka panda dari tangan sehun.
Setelah sekian lama sehun menunggu, akhirnya tao mengatakannya juga. sehun lega sekarang.
Kini tao dan sehun berjalan beriringan menuju mobilnya.
Mereka memarkirkan mobil di sebrang, mereka harus berjalan jauh agar bisa sampai. Ia juga akan melewati jalan raya besar untuk sampai di tempat parkir.
Sehun menepuk kepalanya, ia melupakan sesuatu. Ia kembali merogoh kantong celana. "sayang, kunci mobil tertinggal di stand tadi." *Sehun selalu memanggil tao dengan sebutan sayang atau baby.*
Tao memegang tangan sehun, menariknya kearah stand tadi "hum.. baiklah, kita kembali."
Sehun berhenti, ia melepaskan genggaman itu. "aku yang akan mengambil. Kau tetap di sini arra?"
Tao mengangguk, membiarkan sehun pergi. Melihat punggung sehun yang semakin menjauh.
Mata tao kembali melihat kedepan, melihat kearah jalan raya yang semakin ramai.
Kedua mata tao menangkap sesosok namja bertubuh tinggi, ia yakin bahwa itu adalah kris. Kris sedang bersama teman-temannya. Tao tersenyum akan hal itu. Namun senyumannya redup saat melihat mobil police mejalu dengan kencang.
"Kris hyung! Awas" tao berteriak keras sembari berlari.
Kris menoleh, ia menatap tao yang ada di belakangnya.
BURGH
Kris terdorong kedepan, sedangkan tao terseret mobil police hingga terpental beberapa meter. Tao masih memeluk boneka panda itu.
Darah segar terus keluar, ia menangis menahan sakit. Tubuhnya berlumuran darah. "seh-hun.."
"Zitaoooo" Sehun yang melihat segera berlari, ia memangku kepala tao. ia memeluknya dengan erat. Sedangkan kris masih terdiam, ia shock, sangat shock.
"zitao.. hiks.. bertahanlah.. kumohon.." sehun mengangkat tubuh tao, ia membawanya ke mobil.
Ia bergegas membawa tao ke rumah sakit. Ia tidak memperdulikan sang supir –mobil polisi- dan orang-orang yang melihatnya. Ia tidak perduli dengan kris ataupun boneka panda itu. Ia bahkan tidak perduli jika bajunya beluruman darah. Ia tidak memperdulikan apapun kecuali keselamatan tao. keselamatan tao adalah segalanya bagi sehun.
"sayang kumohon bertahanlah." Sehun kembali menggendong tao masuk kedalam rumah sakit. Ia meletakan tubuh tao di atas kasur dorong. Beberapa perawat datang dan mendorongnya.
Sehun terus menangis, ia memegang tangan tao dengan erat. "sayang, bangunlah..."
Langkah sehun terhenti, ia tidak bisa masuk kedalam ruangan iccu. Ia menunggu tao di luar, ia terus menangis, memanggil nama tao berulang kali. "zitao.. jangan tinggalkan aku.. hiks.. aku tidak bisa hidup tanpamu.. aku mencintaimu, sangat mencintaimu.. kumohon bertahanlah sayang."
'sehun jika suatu hari aku pergi. Apakah kau akan merindukanku?'
'tentu saja. Bahkan jika aku hilang ingatan sekalipun, hatiku tetap bisa merasakan kehangatanmu.'
'namun jika aku meninggal apakah kau melupakanku?'
Sehun terdiam, 'aku tidak mungkin melupakanmu. Karena aku akan selalu bersamamu, aku akan menjemputmu di surga.'
'sehun, aku sangat lelah' tao menyandarkan kepalanya di bahu sehun.
'tidurlah.'
Air mata sehun terus menetes mengingat ucapan tao di kala itu. ia merasakan rasa sakit di kepala dan hatinya. Ia sakit, ia terluka. Andai waktu bisa berputar.. mata sehun mulai membuyar, kepalanya berkedut nyeri, kaki dan tangannya bergemetar. Bersandar di tembok. Ia tidak kuat lagi, ia lemas...
"Zitao, I Love you"
Brugh
Sehun pingsan tepat di depan pintu ruang ICCU. Semua orang yang ada di sana terus berteriak, mereka terus membangunkan sehun "tuan bangunlah." Dan tak banyak yang memanggilkan dokter untuk memeriksa sehun.
'Oppa, jika nanti kita sudah besar. Tao ingin bersama oppa selamanya.'
'Oppa, selamat tinggal'
TBC
Chapter yang ini mengecewakan yah? Huh maafkan author..
Big thanks : untuk semua readers yang sudah review *bow
