Original Story belong to Skylar Otsu
Re-write by Christal Alice
Moonrise (I'm Yours)
Pair : KrisTao
Fandom : Ex/EXO's, BAP, Beast
Genre : Drama/Romance/ Hurt Comfort/Smut scene/ Mpreg
Disclaimer : Judulnya di ambil dari tema lukisan Van Gogh yang berjudul sama
.
©KrisTao©
.
Tepat pukul 6 pagi. Kris telah siap dengan segala sesuatunya, sosok itu semakin terlihat tampan dengan balutan baju kantor yang rapi.
Setibanya di lantai bawah, ia menoleh ke kanan dan ke kiri terlihat sedang mencari sesuatu di sana. Ada yang kurang. Pria itu segera menuju ruang makan, tapi ternyata ia hanya menemukan berbagai macam hidangan sarapan di atas meja. Tidak ada sosok manis Tao di sana, padahal biasanya pemuda itu akan bangun terlebih dahulu dan siap di ruang makan, lalu mengucapkan 'Selamat Pagi' padanya.
Namun tidak dengan hari ini.
"Selamat pagi Tuan Besar" sapa bibi Mei sopan—masuk dengan sebuah pitcher berisi air putih di tangannya.
"Pagi. Di mana Tao ?" tanya Kris to the point.
"Tao, sepertinya belum bangun Tuan"
"Tumben…"
"Saya juga tidak melihatnya pagi ini, biasanya akan selalu berada di dapur untuk membantu saya"
"Biar aku saja yang lihat"
"Baik"
Kris pun meletakkan tas kerjanya di atas meja makan dan keluar dari ruangan itu. Ia harus naik ke lantai dua untuk menuju kamar Tao. Pintu bertuliskan 'Zi Tao's Room' disana tampak tertutup rapat, dengan cepat Kris membuka pintu itu dan menemukan sosok manis Tao yang masih berbaring di atas tempat tidur sambil menekuk tubuhnya. Sosok itu nyaris saja tidak terlihat karena tenggelam oleh tumpukan selimut tebal.
Tanpa kata pria tampan itu mendekat, Kris dapat melihat wajah Tao yang memerah, nafasnya juga terdengar berat. Curiga―Kris pun mendaratkan telapak tangan kanannya ke kening Tao yang tertutupi poni, dan rasa panas menjalar di kulitnya. Seperti yang ia duga, pemuda manis itu demam. Ia selalu bisa menebak karena ia sudah hafal betul akan keadaan ini. Karena alasan inilah ia selalu berpikir dua kali jika mengajak Tao keluar, dan alasan kuat untuk melarangnya ke luar rumah.
"Nn…" Tao menepis tangan Kris dan semakin erat memeluk boneka panda yang kemarin mereka beli di taman hiburan.
Pria itu menyambar gagang telepon parallel yang ada di sana, dan segera menghubungi dokter pribadinya. Terdengar nada sambung di seberang sana, tak lama telepon itu segera di angkat.
"Halo—"
"Datanglah ke rumah, Tao sakit"
"Eh? Kenapa bisa?"
"Datang saja, kau juga nanti akan tahu"
"Begitu cara bicaramu pada orang yang kau mintai tolong Kris ?"
"Kau mau kita berbasa-basi dulu ?"
"Tidak. Tapi setidaknya lembutkan sedikit cara bicaramu itu"
"Datang atau tidak ?"
"Yayaya, aku akan segera ke sana. Lima belas menit lagi aku sampai"
"Ku tunggu"
Kris meletakkan gagang telepon itu ke asalnya, lalu membenahi selimut Tao. Ia sempat mencium kening pemuda manis itu sebelum akhirnya keluar dari kamar. Ia tidak bisa terlalu lama di rumah, bagaimana pun juga ia harus berangkat kerja meski Tao sedang sakit.
"Bagaimana Tuan? Tao masih tidur ?" tanya Mei di ruang makan.
"Dia sakit, aku sudah memanggil dokter. Aku harus berangkat Bi, tolong awasi Tao seharian ini dan nanti kalau dokter berkata sesuatu beritahukan padaku"
"Tuan tidak sarapan dulu?"
"Tidak, sudah jam segini. Masih ada yang harus ku kerjakan di kantor"
"Baik. Hati-hati Tuan"
Kris melangkah lebar-lebar menuju pintu utama mansion besar itu. Mobil sedan bercat hitam sudah menyambutnya di depan pintu begitu ia keluar. Dua orang pegawai yang ada di sekitar sana membungkuk hormat pada Kris , namun sepertinya pria tampan itu tidak akan membalas keramah tamahan para pegawainya dan langsung saja masuk ke dalam mobil.
Pintu gerbang di depan sana sudah terbuka lebar saat kris memacu gas mobilnya perlahan, tepat saat mobil sedan itu keluar dari gerbang, mobil BMW lain yang bercat putih masuk ke dalam area kediaman Kris Wu itu.
Entah atas dasar kecepatan Kris mengemudi atau jalanan yang tidak seberapa ramai. Pria itu dapat menempuh perjalanan dari rumah ke kantornya hanya dalam waktu 20 menit saja. Padahal dalam waktu normal akan sampai sekitar 45 menit.
Mobil sedan itu dengan mulus memasuki area parkir kantor yang sudah tersedia khusus untuknya. Kris langsung saja keluar dari mobil dengan membawa tas kerjanya setelah sebelumnya men auto lock mobil tersebut. Sapaan 'Selamat Pagi' terus berdatangan saat ia menapakkan kaki di dalam gedung kantor.
"Selamat pagi Boss" seorang wanita yang duduk di balik meja yang terletak di depan ruangannya seketika berdiri dan membungkuk hormat.
"Pagi" balasnya pendek.
Pria itu pun menghilang di balik pintu ruang kerjanya. Jam menunjukkan pukul 06.45 saat Kris mencapai meja kerjanya di ruangan yang cukup luas itu. Pria itu meletakkan tasnya ke atas meja, tepat saat ia hendak duduk, perhatiannya tertuju pada sebuah map berwarna cokelat polos. Ia pun meraihnya dan membuka map itu.
Kris tampak terkejut saat melihat isi map itu. Selembar foto yang memotret sosok Tao, kerutan dalam muncul di keningnya. Pria itu buru-buru menuju pintu dan membukanya sedikit kasar.
"Siapa yang sudah masuk ke ruangan ku ?" tanya Kris. Sekretaris wanita di sana mengangkat wajahnya.
"Tidak ada Boss, hanya petugas bersih-bersih saja"
"Panggilkan orang yang sudah membersihkan ruangan ku, aku ingin bicara"
"Baik"
Kris masuk ke dalam ruangannya kembali dengan mood yang seketika berubah. Ia tidak habis pikir, siapa yang iseng meletakkan map ini di mejanya? Untuk apa ?
Tak lama pintu ruangan itu di ketuk, dan seorang wanita muda masuk ke dalam ruangannya.
"Boss memanggil saya ?"
"Ya, benar kau yang membersihkan ruanganku tadi ?"
"Iya"
"Siapa yang meletakkan map ini di mejaku?" tanya Kris sambil mengangkat map di tangannya.
"Itu, tadi pagi ada seorang pria yang meminta saya untuk meletakkan map itu di meja Boss"
"Siapa?"
"Beliau tidak menyebutkan nama"
"Ciri-cirinya?"
"Orangnya tinggi, rambutnya berwarna hitam dengan potongan cepak"
Kris diam. Sepertinya ia tahu siapa orang itu, dari ciri-cirinya yang disebutkan, ia yakin siapa yang di maksud bawahannya.
"Baiklah, kembalilah bekerja"
"Baik. Saya permisi Boss"
Kris menyambar gagang telepon di depannya, jemarinya menekan tombol angka dengan cepat. Entah siapa yang tengah di hubunginya.
"Xi Luhan, tolong beritahukan pada seluruh pimpinan Wu Emperor akan di adakan rapat dadakan hari ini"
.
©KrisTao©
.
Tik tik tik tik
Suara monoton jarum jam dinding di ruangan yang hening itu terdengar seperti menggema, membuat se sosok pemuda manis yang sedang merenggangkan otot tubuhnya harus membuka kedua matanya. Hembusan angin sepoi-sepoi yang masuk melewati balkon kamar, meniup pelan rambut hitam Tao yang lembut.
Pemuda manis itu memegangi kepalanya yang terasa pusing saat ia bangkit untuk duduk. Ia melihat ke jam dinding, pukul 12 siang. Setidaknya ia sudah merasa lebih baik saat ini, demamnya juga sudah agak turun. Tao pun memutuskan turun dari ranjang dan menuju pintu kamar. Jalannya masih terlihat terhuyung, ia berjalan begitu pelan dan merapat ke tembok.
Di bawah sana, ia dapat mendengar suara Bibi Mei yang sedang berbicara dengan seseorang. Padahal jarak ke pintu depan lumayan jauh, tapi ia dapat mendengar suaranya sejelas ini karena kondisi mansion besar itu benar-benar sepi dan kosong. Tao merasa pusing di kepalanya semakin menjadi, ia pun memilih untuk duduk di tengah-tengah anak tangga dari pada mendapat resiko jatuh terguling.
"Kamu sudah bangun Tao? Kenapa duduk di sana?" tanya Mei tampak cemas melihat pemuda manis itu.
Wanita paruh baya itu mengantongi sebuah map di kantong depan celemeknya dan menghampiri Tao yang sedang duduk sambil menunduk.
"Aku baik-baik saja, Bi…"
"Baik-baik saja bagaimana. Lihat, kamu masih demam, ayo Bibi antar ke kamar"
Mau tak mau Tao pun harus bangkit berdiri, Mei memegangi lengannya saat berjalan. Menuju kamarnya kembali. Yah setidaknya ia harus menurut saat sedang sakit seperti ini, kalau tidak siap-siap saja terkena omelan dari Kris saat pria itu pulang. Pemuda manis itu duduk di pinggir ranjang.
"Bibi bawakan makanan ya? Dari pagi Tao belum makan 'kan"
"Aku tidak nafsu makan Bi"
"Tapi harus. Kau juga harus minum obat setelah ini"
"Ah baiklah-baiklah, terserah Bibi saja"
Mei tersenyum, ia pun keluar dari kamar Tao. Sementara Pemuda bersurai hitam itu kembali merebahkan diri ke ranjangnya dan meraih boneka pandanya yang tergeletak di samping bantal.
"Aku bosaaannn~" gumamnya pada boneka itu.
Akibat suasana yang sepi dan angin yang berhembus masuk dengan lembut ke ruangan itu, tanpa sadar Tao kembali menutup kedua matanya dan pemuda manis itu terseret ke alam mimpi.
.
©KrisTao©
.
"Qingdaooooo!" Baekhyun merentangkan tangannya saat keluar dari airport Qingdao Liuting International.
Sebuah jitakan yang cukup keras mendarat di kepalanya dengan cepat. Membuat pemuda berambut cokelat itu mengaduh pelan sambil mengusap kepalanya.
"Berhenti bersikap menjijikan seperti itu" kata Yong Jun sarkastik―gerah melihat tingkah adiknya.
"Terserah aku dong!"
"Semua orang melihatmu. Seperti tidak pernah ke China saja"
"Apa kau tahu hyung? Kalau aku menjadi sepertimu, ku rasa wajahku akan berkerut dengan cepat" ledek Baekhyun iseng.
Pemuda mungil itu sudah berlari lebih dulu sebelum Yong Jun sempat kembali memukul kepalanya. Tapi pemuda tampan itu tetap stay cool seperti biasa, ia mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang.
"Halo ? Aku sudah sampai di bandara. Aku dan Baekhyun akan langsung ke sana"
.
©KrisTao©
.
Ting Tong~
Suara bel rumah tersebut membuat sosok manis Tao yang tengah terlelap sedikit terusik dan membuka matanya dengan enggan. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri, sepi. Dan suara bel itu masih saja terdengar, membuatnya mau tak mau harus bangun. Padahal ia merasa masih sangat mengantuk akibat obat yang baru saja ditelannya sejam yang lalu.
Pemuda mungil itu berjalan dengan terhuyung menuruni tangga dan menuju ke pintu depan. Aneh, biasanya bibi Mei lah yang akan membukanya. Tao memutar gagang pintu perlahan, namun ia tidak melihat siapa pun di sana. Keningnya mengerut seketika. Orang iseng ?
"Guk! Guk!"
Tao refleks menunduk dan matanya berbinar seketika saat melihat se ekor anjing berjenis Chihuahua berwarna putih berada di dekat kakinya.
"Lucuuu~" ucapnya gemas seraya berjongkok.
Anjing itu menjilati tanngannya, membuatnya tertawa geli dan menggendong anjing kecil itu. Sang anjing itu menjulurkan lidahnya senang dan menjilati wajah Tao, membuat pemuda itu menghindar karena geli.
"Kau tersesat ?" tanya Tao seperti bertanya pada seorang bocah.
Anjing itu hanya menjilati wajahnya. Dan saat itu Tao baru sadar kalau ada seseorang yang berdiri di depannya, tepat saat ia mendongak. Seseorang membekap mulutnya dengan sapu tangan dengan bau yang menyengat—kloroform. Pandangan Tao pun menggelap seketika.
.
©KrisTao©
.
"Jadi begitu ?"
Kris mengangguk. Yong Jung menghela napas pelan dan menyandarkan punggungnya ke belakang. Pria berambut pirang di depannya itu baru saja selesai bercerita tentang sesuatu hal. Ia jauh-jauh datang dari Korea hanya demi sahabatnya itu.
"Kau yakin kalau dia pelakunya ?"
"Seratus persen. Yongguk itu keras kepala"
"Kenapa Wu Emperor yang di incar? Bukankah masih banyak perusahaan besar lainnya?" tanya Baekhyun tak mengerti.
"Apa kau bodoh? Kalau aku jadi Yongguk , pasti aku juga mengincar perusahaan ini" kata Yong Jun.
"Tapi ku rasa, Yongguk tidak sebodoh itu sampai menantang Kris di depan 'kan ?"
"Dia pasti sengaja" sahut pria tampan itu.
"Sengaja bagaimana ?"
"Dia sengaja menyerangku terang-terangan. Dan incarannya bukan aku, tapi Tao"
"Tao?" ulang Baekhyun dengan alis bertaut.
"Jadi dia menyerang kelemahanmu ?" tanya Yong Jun
"Aku tidak tahu apa yang dia rencanakan saat ini"
"Tunggu Kris, jelaskan padaku siapa itu Tao ?" pinta Baekhyun bingung.
"Tao itu―"
"Stop! Aku tidak bertanya padamu hyung" potong Baekhyun cepat.
"Dia…Tao itu berharga. Aku tidak akan memaafkan siapapun yang melukainya"
"Jadi hal itu benar? Kau membeli seseorang?"
Kris mengangguk tenang, sementara Baekhyun terlihat shock.
Tok Tok
Seseorang mengetuk pintu ruang kerja Kris.
"Masuk" perintahnya.
Seorang wanita cantik yang menjadi asistennya masuk, lalu membungkuk hormat. "Seluruh pimpinan sudah hadir Boss" lapornya sopan.
"Langsung saja arahkan ke ruang rapat"
"Baik"
Wanita itu pun keluar. Kris dan Yong Jun bangkit berdiri, setidaknya pemuda tampan berambut cokelat itu nantinya akan sangat berguna saat rapat. Tapi baru saja ia melangkah, ponselnya berdering nyaring memenuhi ruangan itu.
"Ada apa Bi?" tanya Kris begitu mengangkat teleponnya.
"Itu Tuan…Tao…"
"Kenapa dengan Tao ?"
"Tao hilang!"
"Apa?"
"Saya dan pegawai yang lain sudah mencari ke seluruh mansion. Tapi tetap tidak kami temukan"
"Di kamarnya?"
"Tidak ada Tuan"
"Bibi ini bagaimana!? Aku sudah menyuruh Bibi untuk menjaganya 'kan!?" geram Kris marah. Nada tinggi pria pirang itu membuat Yong Jun dan Baekhyun penasaran.
"Maaf Tuan, saat itu saya sedang tidur siang. Kami hanya menemukan kalung yang di pakai Tao di depan pintu rumah"
"Hanya itu!?"
"Ya, dan se ekor anjing kecil"
"SHIT! Aku pulang sekarang!"
TBC
Semoga gak ada typo separah chapter lalu.
Nama perusahaan 'Wu Emperor' itu di saranin sama Otsu(Otsu lagi jatuh cinta sama kata Emperor :v ) walau saya agak ngeri waktu ngetik wkwk ga tau rasanya berat gitu namanya, seberat ketenaran abang Yipan di China sana. Tapi gpp, yang penting dia makin ganteng.
Saya berharap kalian para kristao shipper tetap mendukung EXO dan Luhan sebesar kalian mendukung Kristao. Ngarep gitu mereka bakal reunian terus tuker-tukeran album ciptaan mereka wks~ /ngayal/
Eiya kemarin ada yang review Tao bakal di culik. Selamat! Anda benar sekali~
Hontouni Arigatou! Untuk semua reader, silent reader, followers yang sudah membaca cerita ini. Kita berdua cinta banget sama kalian, jeongmal saranghae pokoknya :*:*
Christal Otsu
