Naruto ® Masashi Kishimoto
Heart
SasuSaku always
DLDR!
Sakura mengguling-gulingkan badannya tak tentu arah di tempat tidurnya. Tangannya yang lentik setiap saat mengepal. Pikirannya melayang dengan kejadian yang dialaminya tadi sore.
"Sasuke brengsek! Kenapa dengan mudahnya dia menerima pertunangan itu! Brengsek kau cupu, brengsek!" teriaknya sambil mencengkeram rambutnya yang kini sudah kusut tak beraturan.
"Sasuke, apa kau menerima pertunangan ini? " tanya Fugaku jii-san kepada Sasuke.
Jangan, kumohon jangan cupu!
"Hn, aku menerimanya!" ucapnya telak yang kini masih berdengung-dengung di telinga Sakura.
"Bagaimana denganmu, Sakura?" tanya Fugaku jii-san balik kepada Sakura.
Belum sempat Sakura menjawab, ayahnya sudah memotong ucapannya terlebih dulu.
"Pasti Sakura juga menerimanya Fugaku. Tenang saja," ucap Tou-san yang membuatku kesal setengah mati.
Argghh! Napasnya kini memburu. Bantal yang biasa tertata apik di ranjangnya itu kini sudah bertebaran kemana-mana.
Cklekk...
Suara pintu terbuka. Sontak mata emerald itu bergulir mengikuti arah pandang ke arah pintu.
"Ya ampun, Saki! Apa yang kau lakukan dengan kamarmu ini! Benar-benar kau ini!" omel seorang perempuan yang ternyata ibunya.
"Kaa-san, Saki tidak mau pertunangan itu! Pokoknya, Saki minta pertunangan itu dibatalkan!" teriak Sakura pada ibunya yang kini tengah memunguti bantal beraneka bentuk milik Sakura.
"Saki, semua itu sudah keputusan tou-chan, sayang! Sasuke saja setuju, kok! Kenapa kamu tidak?" ucap kaa-san lembut sambil mengelus rambut Sakura setelah duduk di tepi ranjang Sakura.
Sakura pun bergeser - menempatkan kepalanya dipangkuan sang ibu. Mata emeraldnya mentap ke atas -tepat dimata sang ibu.
"Tapi, kaa-san! Saki sudah mempunyai kekasih. Lagipula, Saki masih terlalu muda untuk terikat dalam sebuah hubungan serius. Saki kan masih ingin bersenang-senang menikmati masa muda seperti teman-teman Saki lainnya, kaa-san!" ucap Sakura memelas.
"Kaa-san tahu, Saki. Tapi, cobalah untuk menerima semua ini. Kaa-san yakin, kamu akan bahagia dengan pilihan kami. Kaa-san sangat yakin, Saki!" jelas Mebuki lembut.
"Tapi..."
"Sttt...kau hanya perlu mencoba, okay!" elus Mebuki terakhir kalinya sebelum beranjak meninggalkan Sakura yang kini tengah bergelut dengan pikirannya.
"Apakah benar aku hanya perlu mencoba? Tapi, bagaimana dengan Gaara? Arggghhh...!"
"Sakura, kenapa hari ini kau murung? Apa ada kejadian yang tidak mengenakkan kemarin?" tanya Shion kepada Sakura yang kini hanya mengaduk -aduk jus strowberry-nya. Pasalnya, sahabat pirang satunya ini kemarin tidak masuk dan sangat penasaran, kenapa sahabat gulalinya itu murung tak jelas. Pasti ada sesuatu yang ia lewatkan.
"Hn," jawab Sakura judes.
"Ino, memangnya kemarin ada kejadian apa sih? Kenapa Saki hari ini begitu murung?" bisik Shion kepada Ino yang tengah asyik dengan gadget-nya.
Sedangkan yang ditanya pun hanya mengendikkan bahunya tanda tidak tahu.
"Hih, kau ini masa tidak tahu. Jangan bohong, Ino!" tegas Shion kepada Ino. Ino yang diinterogasi Shion hanya memelototkan matanya.
"Aku tidak tahu, Shion. Oh iya, kemarin itu Saki marah-marah sama si cupu. Seperti biasanya lah! Tapi kemarin itu, si cupu berani menentang Sakura, Shion sayang," bisik Ino lirih -takut didengar Sakura.
" Jangan membenci Sasuke, Saki! Nanti, bisa-bisa kau malah jatuh cinta dengannya!" omong Shion keras. Mata mutiaranya kini tertuju pada Sakura -tak sabar ingin melihat reaksi yang akan diberikan Sakura. Inopun segera mencubit lengan Shion keras yang diakhiri pekikan tajam dari Shion.
"Apa-apaan kau ini!" desis Ino tajam.
Sakura POV
"Jangan membenci Sasuke, Saki! Nanti, bisa-bisa kau malah jatuh cinta dengannya!"
'Apa-apaan, kata-kata itu? Tidak mungkin! Jijik sekali aku jatuh cinta kepada pemuda itu! Tak sudi aku!' pikirku marah.
Langsung saja aku menoleh ke samping -ke arah Ino dan Shion. "Apa katamu? Jatuh cinta? Pada si cupu? Jangan harap Shion!" ucapku yang langsung berdiri meninggalkan mereka di meja kantin.
Jatuh cinta pada si cupu? Menggelikan!
TBC
Makasih teman-teman atas rev, fav, dan fol-nya. Maaf, nggak bisa bales satu-satu. Maaf yak,,,,
