Summary :

Bagaimana ceritanya jika Hashirama dan Madara terlempar ke masa depan akibat salah satu jutsu Mangekyo Sharingan yang belum dikuasai Madara?

Sebelumnya :

"Para hokage, ayo tunjukkan kemampuan kita!" seru Shodaime.

"Yosh!"

Mereka pun berpisah menuju keempat arah mata angin.

"Shisekeyoujin!" ucap keempat mantan hokage itu bersamaan.

Sebuah barrier berwarna merah menjulang tinggi mengelilingi Juubi yang akan kembali meledakkan bom bijuunya.

Author's Note :

Sebagai informasi, Madara edo-tensei melepas kontrolnya atas Juubi saat mengetahui kedatangan Hashirama edo-tensei. Karena sang Shodaime meminta untuk menunda pertarungan mereka, Madara edo-tensei akhirnya menunggunya di luar area pertempuran.

Kini tersisa Uchiha Madara satunya yang mengendalikan makhluk tersebut. Sebelumnya, ia akhirnya diketahui sebagai Uchiha Obito.

.--~[•••••]~--.

"Masa Depan?!"

Story by elemenkayu19

Disclaimer : Naruto belong to Masashi Kishimoto

Rating : T

Genre : adventure, a little bit of romance

Enjoy,

Chapter 4

"Boom!" Juubi menembakan bom bijuunya.

Barrier yang dibuat keempat Hokage tersebut konon merupakan barrier terkuat yang pernah diciptakan, bahkan membutuhkan setidaknya empat orang selevel Kage untuk mengaktifkannya.

Karena barrier yang mereka ciptakan lebih kuat dari serangan Juubi, ledakan bom tersebut berhasil disalurkan ke puncak barrier yang tak tertutup.

"Dhuarr!" suara nyaring hasil ledakan bom tersebut masih terdengar sangat nyaring di tempat pasukan aliansi. Padahal tinggi barrier tersebut diperkirakan mencapai ratusan meter dari permukaan tanah.

"L-luar biasa.." ucap pasukan aliansi terkagum-kagum.

"Para Hokage memang tak dapat diragukan kekuatannya," ucap salah seorang shinobi.

Seluruh pasukan langsung menyetujui perkataan shinobi tersebut.

Tak lama setelahnya, asap yang menyelimuti isi di dalam barrier akhirnya lenyap. Tampaklah tubuh Juubi yang penuh luka akibat terkena serangannya sendiri.

"Makhluk itu belum mati juga?" tanya Naruto tak percaya.

"Tentu saja, Naruto. Benda itu bahkan masih lebih kuat dariku di fase terlemahnya," terang Kurama dalam mindscape Naruto.

"Huhh.. Merepotkan," keluh Naruto menirukan kebiasaan Shikamaru.

~~~

Di waktu yang hampir bersamaan, di pihak Orochimaru dan timnya.

Mereka akhirnya tiba di sebuah area yang tampak seperti bekas pertempuran dahsyat tak lama ini.

"Tap" "tap" suara langkah kaki mereka saat menyentuh tanah.

Dari kejauhan, mereka melihat seekor siput putih yang ukurannya jauh dari sebutan normal. Mungkin hampir lima meter jika diperkirakan tingginya.

"Hiiiy! Benda apa itu?" tanya Suigetsu merinding sembari berlindung di balik punggung Madara. Ia tahu kalau Madara lebih kuat dari Sasuke, tentunya.

Madara hanya terdiam.

"Hei! Jangan dekat-dekat!" ucap Hashirama protektif.

"Hoho.. Kau cemburu, bocah?" balas Suigetsu menggodanya. Bagaimana pun, usia dua orang itu masih lebih muda dari dirinya.

"T-tidak! Tentu saja tidak," balas Hashirama mengelak.

"Oh~ jadi begitu? Kau rela aku dipeluk oleh manusia ikan ini?" ucap Madara kemudian pura-pura sedih.

"Tentu saja tidak!" jawab Hashirama terlalu cepat.

"Eh?! M-maksudku.." lanjutnya lagi sebelum dipotong Orochimaru.

"Sudahlah, kalian semua! Itu hanyalah seekor siput. Kalian mau melihat hal yang lebih mengerikan?!" seru Orochimaru sembari memanjangkan leher, mengeluarkan lidah dan menggoyangkan kepalanya.

"Wuah! Dia bahkan lebih menyeramkan dari siput itu," ucap Hashirama sembari tak sadar mendekap Madara.

Madara tentu saja tak akan menyia-nyiakan kesempatan emas untuk mengerjai sang rival. Ia segera membalas pelukan Hashirama.

Orochimaru mengabaikan mereka, lalu mendekat ke tempat lima Kage yang sedang terbaring lemah penuh luka.

"Tap,"

"Lama tak bertemu, Tsunade," sapa Orochimaru kemudian saat tiba di hadapan Tsunade yang lukanya paling parah daripada Kage lainnya.

"…" Tsunade tak mampu berkata-kata sebab tubuhnya yang kini terbelah dua. Ia masih bisa hidup hingga kini saja karena bantuan dari Katsuyu.

Tak hanya itu, Tsunade juga tampak jauh lebih tua dan rapuh akibat segel Byakugonya yang hampir pudar.

"Orochimaru! Mau apa kau ke sini?!" tanya Katsuyu, kuchiyose milik Tsunade itu waspada.

"Tenanglah, aku hanya ingin membantunya," terang Orochimaru sambil melirik sosok lemah Tsunade.

"Baiklah," balas Katsuyu kemudian setelah merasa sosok di depannya tak berniat jahat.

"Kau lebih perhatian dari Manda, Katsuyu," puji Orochimaru lagi.

"…" Katsuyu tak menjawab, namun ia menurunkan kesiagaannya.

"Suigetsu! Dekatkan bagian bawah tubuh Tsunade," ucapnya kemudian.

"B-baiklah," jawab Suigetsu ragu. Ia merinding geli. Pasalnya terjejer rapi beberapa siput pecahan tubuh Katsuyu di antara tubuh atas dan bawah Tsunade yang menjaganya tetap hidup.

Sambil memikirkan berapa banyak garam yang dibutuhkan untuk menyingkirkan siput-siput tersebut, akhirnya Suigetsu berhasil mendekatkan kedua bagian tubuh Tsunade.

"Karin! Berikan lenganmu pada Tsunade," Orochimaru meminta Karin memberi chakranya dengan membiarkan Tsunade menggigit lengannya.

"Kau juga, Hashirama, Juugo. Berikan chakra senjutsu kalian," lanjutnya lagi.

"Baiklah," balas Hashirama setelah tersadar dari tindakan memalukannya tadi; memeluk Madara.

Tak lama setelahnya, Tsunade berangsung-angsur pulih.

"O-orochimaru?!" ucapnya terkejut karena telah ditolong mantan rekannya itu.

"Dan kau.. kakek?" lanjutnya lagi terkejut.

"Pftt.. Kakek? Bwahaha!" seru Madara tiba-tiba tak dapat menahan tawanya.

"Hai, calon cucuku," sapa Hashirama pada Tsunade, menghiraukan Madara.

"Bagaimana bisa? Dan kau?!" ucap Tsunade lagi melihat sosok Madara.

"Ah, jadi kau adalah cucu si bodoh ini?" tanya Madara sedikit cemburu.

"Tentu saja. Namaku Senju Tsunade," ucap Tsunade pada Madara.

"Ngomong-ngomong, bagaimana bisa kalian ada di sini?" tanyanya kemudian.

"Biar kujelaskan," sahut Hashirama.

~~~

Mereka pun menghabiskan beberapa menit selanjutnya untuk menceritakan segalanya kepada Tsunade.

"Jadi begitu," ucap Hashirama mengakhiri penjelasannya.

"Huhh.. Dasar kakek bodoh!" sahut Tsunade kemudian.

"E-eh? Maaf.." balas Hashirama lalu pundung di pojokan.

"Hahaha!" gelak Madara tiba-tiba.

"Kau disebut bodoh oleh cucumu sendiri, haha.." lanjutnya lagi.

"Ini juga salahmu, Madara!" sahut Tsunade lagi seolah tak mau pilih kasih.

"Eh? Bagaimana bisa jadi salahku?!" tanya Madara tak terima.

"Tentu saja karena kau mau menuruti permintaan kakek bodohku itu!" ucap Tsunade kemudian.

"Sudahlah, kalian. Sebaiknya kita fokus menyembuhkan Kage lainnya," sela Orochimaru.

"Hm, lalu apa tugasku?" tanya Madara. Pasalnya, ia tak menguasai teknik penyembuhan apa pun.

"Kau bisa melindungi kami, Madara. Aku memercayaimu," ucap Tsunade tak terduga.

"Wah, wah. Aku tersanjung," sarkas Madara.

Mereka pun berpencar.

~~~

Beberapa waktu kemudian, kelima kage telah pulih sepenuhnya. Mereka juga telah dijelaskan tentang kedatangan Madara dan Hashirama muda, juga perihal dibangkitkannya keempat Hokage terdahulu.

"Tsunade-sama, aku mendapat informasi dari pecahan tubuhku di garis depan pertempuran. Katanya Juubi telah berhasil dibangkitkan oleh Uchiha Madara," terang Katsuyu.

"Apa?!" ucap mereka semua terkejut.

"Bagaimana bisa dirimu ada di sana?" tanya Tsunade bingung.

"Sakura akhirnya telah berhasil mengaktifkan Byakugo. Maka dari itu aku bisa disummon olehnya," jawab Katsuyu.

"Sakura, ya?" ujar Tsunade bangga pada muridnya itu.

"Ngomong-ngomong, apa itu Juubi?" tanya sang Kazekage; Sabaku no Gaara.

"Ia merupakan gabungan dari seluruh chakra bijuu," balas Madara.

"Huh?! Lalu apa tujuannya membangkitkan makhluk itu?" tanya Oonoki; sang Tsuchikage bingung.

"Menurut yang tertulis di tablet batu Uchiha, membangkitkan Juubi adalah satu-satunya cara untuk mencapai kedamaian sejati." Lanjut Madara ragu.

Mereka semua kembali terkejut mendengar perkataan Madara.

"Dan kau memercayainya?" tanya sang Raikage curiga.

"Entahlah. Aku merasa ada kejanggalan dalam informasi tersebut," ucap Madara.

"Lagi pula, bagaimana cara mengendalikan makhluk itu? Mengendalikan satu Bijuu saja sudah merepotkan, apalagi gabungan kesembilannya." Timpal sang Mizukage; Mei Terumi.

Mereka semua setuju.

"Kau benar. Satu-satunya cara adalah dengan melihatnya langsung," ujar Gaara kemudian.

"Dia benar. Aku merasa chakra gelap itu semakin kuat," ucap Madara khawatir.

"Tak usah buang-buang waktu lagi. Ayo ke medan pertempuran!" seru Raikage.

"Tunggu sebentar! Apa rencana kalian setelah bertemu Uchiha Madara di sana?" tanya Tsunade pada Madara dan Hashirama.

Semua mata sontak terarah ke kedua sosok tersebut; penasaran juga.

"Hmm, mungkin aku akan mengejutkannya dari belankang. Aku penasaran dengan reaksinya," ucap Hashirama sembari menyeringai.

"Bletak!"

Madara memukul kepala Hashirama.

"Hei! Apa masalahmu?" sahut Hashirama jengkel. Sudah dua kali kepalanya dipukul Madara hari ini.

"Apa kau bodoh? Aku seorang ninja sensorik," jawab Madara sebal.

"Oh iya. Aku lupa, hehe.." ujar Hashirama malu.

Mereka hanya sweatdroped melihat interaksi konyol kedua sosok yang dikenali sebagai 'dewa shinobi' tersebut.

"Sudah, sudah. Kita bisa memikirkannya dalam perjalanan," lerai Mei Terumi.

"Kita ke sana dengan pasirku saja. Ini lebih cepat dan dapat menghemat chakra kita," saran sang Kazekage kemudian.

"Baiklah, ayo!" seru mereka serentak.

"Syuut!" "Whush"

Setelah Gaara menyusun pasirnya agar muat untuk mereka semua, mereka pun menaikinya dan melesat ke garis depan pertempuran.

TBC