Playboy Vs Tsundere!
Disclaimer © Masashi Kishimoto
Story by Dewi Hyuuchi-Chan
Pair : GaaHina *nyoba bikin :D*
Warning : Gaara OOC, sifat Hinata & Neji versi RTN, dari setiap chapter akan ada tema yang berbeda-beda tapi masih berhubungan, banyak kesalahan alias typo karena malas melihat ulang, di chap ini sedikit agak harem soalnya Hinata kayak direbutin, bahasa ancur jadi siap-siap mental, bukan realita, dll.
.
Summary : Hinata berbeda dari perempuan lain. Karena itulah Gaara tertarik, tertarik untuk memilikinya. XD
.
Ini hanya fiksi semata...
.
.
.
Sabaku Gaara si playboy akut merasakan yang namanya jatuh cinta dengan seorang wanita dingin, arogan, bermata tajam dan suka berkata tak sama dengan hati itu— Ia Hyuuga Hinata. Selalu memakai seragam mini dengan balutan jaket ungu yang ia pakai, tak lupa rok pendek 15 cm di atas lutut dan make up lumayan tebal dengan lipstik merahnya.
Banyak yang berfikiran miring dengan sikapnya yang tak sewajarnya memakai pakaian seperti itu. Tapi karena ia pernah membawa nama baik sekolah itu dengan berbagai macam juara dan nilai akademis yang tinggi ia tak dapat dikeluarkan dari sekolah itu.
Yah— Atau mungkin karena pemiliknya itu adalah Ayahnya sendiri, Hyuuga Hiashi.
Dan hal-hal atau kejadian apa saja yang membuat Gaara dan Hinata semakin dekat. Sampai terjadi adanya ikatan yang disebut…—
.
.
Happy Reading~
.
.
Gaara Jealous! #04
.
.
...
Playboy Vs Tsundere!
...
Layar ponsel Gaara terpampang jelas.
To : Hime
Nanti aku akan menjemputmu. Jangan lupa memilih baju yang sexy, baby!
Sucess!
-klik
From : Hime
Aku tidak bisa jika hari ini. Dan hentikan panggilanmu itu bodoh!
-klik
Ada masalah apa? Sekarang hari minggu. Ayolah!
-klik
Memang ada urusan apa kau ingin menemuiku?
-klik
Ck, aku ingin mengajakmu jalan.
-klik
O.. Gomen kalau begitu, aku tidak bisa. Karena yang ku lakukan jauh lebih penting.
…'Penting katanya?' Gaara mulai kesal melihat tanggapan seadanya itu.
-klik
Memang kau melakukan apa?
…
…
Masih tak ada balasan masuk dari Hinata di ponsel Gaara.
Ok bermenit-menit ia menunggu, tetap saja kosong.
Apa mungkin pulsa Hinata habis? Gratisan mepet? Sibuk browsing? Ehm- kayaknya gak mungkin deh, itu mah author yang kaya gitu. Ahay! *Bangga* Haha #PLAK
'Arghh! Mendokusai! Kenapa tidak dibalas.' Gaara berteriak frustasi dalam hati.
Ponselnya pun terkena imbas, terlempar dan tersungkur na'as di lantai. Sungguh hebat hal itu sama sekali tak membuat ponselnya mati, pecah ataupun terurai.
Oh ayolah— Lupakan soal ponsel itu, ada yang lebih gawat!
Akhir-akhir ini pujaan hatinya— ehm maksudnya Hinata sama sekali tidak menghiraukan rasa rindunya yang serasa akan meledak. Banyak alasan saat ia mengajak jalan.
Bogem mentah pernah ia dapat, karena nekat membius dan menculik Hinata. Alasannya simple, ia hanya ingin mengajaknya berkencan! Ingat kencan!
Ia baru kali ini sudah berkali-kali merasakan tolakan dari seorang gadis. Yah, karena ia memang Hyuuga Hinata.
Tak sama dengan wanita lain, sujud-sujud ingin jalan dengannya ataupun ingin menghabiskan satu malam di ranjang.
'Ini tidak bisa dibiarkan.' Gaara mulai memikirkan apa yang harus ia lakukan untuk mengetahui kesibukan Hinata.
Tangan kanan Gaara, ia gunakan untuk mengambil kembali ponselnya.
Tujuannya satu menghubungi temannya, yang ahli dalam hal seperti ini.
Dalam hal mata-mata dan menyamar.
Walau dengan cara yang sedikit bodoh!
.
...
Playboy Vs Tsundere!
...
.
"Oy, kenapa kau mengajakku ke tempat seperti ini. Seharusnya ada tempat yang lebih layak."
"Itu supaya kita tidak ketahuan, hahaha."
"Kepala kuning bodoh!" Bentak Gaara sedikit keras.
"H-hey aku membantumu disini, jadi kalau tidak ingin dia mengetahui kita menguntitnya— jangan berisik."
"—Kau tau sendiri aku selalu berhasil, tanpa ketahuan siapapun." Lanjutnya dengan bangga.
Gaara dan temannya Naruto itu sekarang berada di semak-semak dengan keadaan mengenaskan.
Karena ukuran semak itu tak terlalu besar, jadi mereka harus rela tengkurap.
Bayangin betapa anehnya mereka sembunyi!
Obyek yang mereka pandang adalah gadis berambut indigo A.K.A Hinata yang terlihat memasukan koper dan barang-barang lain ke bagasi mobilnya.
Dibantu dengan Neji, sepertinya ia juga terlihat menggambil kesempatan meremas ehm- pantat Hinata saat sedikit membungkuk meletakan barang-barang. Tak ayal Hinata langsung menonjok muka mesum Neji sekuat tenaga.
Tapi anehnya Neji tidak kesakitan. Ia malah tertawa dengan darah masih mengalir di hidungnya.
Ckck, dasar pria hentai.
Gaara yang melihat hal itu hanya mampu meremas pantat Naruto dengan kasar karena kesal—eh salah— ralat hanya mampu memandang penuh amarah. Ditambah lagi Naruto yang ngakak melihat aksi Neji yang menurutnya keren itu membuatnya semakin kesal.
Kuso!
.
...
Playboy Vs Tsundere!
...
.
Sebuah villa mini di bukit dengan sedikit taman-taman kecil memang terlihat sederhana, namun udaranya disini benar-benar sejuk. Pemandangannya pun indah.
Disana Neji yang mulai membawa semua barang bawaan ke dalam villa sambil sekali-sekali melirik Hinata yang sekarang berlari menuju bukit dengan merentangkan tangannya.
'Hinata-sama, kau begitu menawan.'
Wajah senang Hinata terlihat benar-benar menikmati situasi seperti ini. Angin segar membuat rambutnya berkibar begitu indah.
Ia jarang sekali berlibur ke tempat-tempat seperti ini.
'Sejenak melupakan masalah dengan kesini merupakan ide yang terbaik. Dan aku juga akan bertemu dengan—'
Suara seseorang yang ia kenal terdengar berbicara dengan Neji membuat dadanya berdetak. Ia lah yang ingin ditemui Hinata.
Menoleh-
Tepat sekali! Dia ada disana.
"Toneri-kun!" Hinata berteriak seraya berhambur ke arah pria bernama Toneri itu.
Setelah dekat ia langsung saja melompat dan memeluk Toneri dengan erat.
"O-oy Nata-chan! Bikin kaget saja. Kau tambah tinggi saja ya, dulu kau se-kakiku." Toneri sedikit tersentak melihat sikap kekanak-kanakan Hinata dengan memeluknya. Ia membalasnya dengan mengelus pelan rambut Hinata.
"Aku tidak sependek itu, dasar Toneri-bodoh." Jawab Hinata dengan menggembungkan pipinya.
"EHM. EHM." Neji berdehem keras. Ia merasa dilupakan disini, hello!
"Hinata-sama kau tidak pernah memelukku." Suara Neji melas, kasian.
"Kau hentai, sedangkan Toneri tidak."
"Hey Hinata."
.
...
Playboy Vs Tsundere!
...
.
"Gaara- sabar dong!" Naruto memegang tangan Gaara.
"Ini tidak bisa dibiarkan."
Gaara benar-benar geram, belum puas cobaan melihat Hinata yang digoda Neji. Sekarang melihat aksi peluk-pelukan.
Pria tak akan marah melihat hal itu, BULSHIT!
Terlihat GADIS MILIKNYA memeluk pria asing berambut putih di depan matanya. Ia melihat jelas sikap Hinata yang sangat manis.
Hanya ia yang boleh mendapatkan itu.
Hinata milik Gaara saja.
"Hey Hinata."
Suara Gaara membuat ketiga manusia itu menoleh serentak.
"Kau siapa?" Tanya Toneri.
"Hinata, jadi ini maksudmu penting." Tak menanggapi pertanyaan pria itu dan hanya memandang tajam Hinata. Tipe pria posesif.
Toneri yang melihat itu langsung mengerti.
'Pasangan muda yang indah.'
"Untuk apa kau kesini Gaara." Ucap Hinata tenang walau dalam hati tak karuan.
'Kenapa dia ada disini. Sialan. Dia membuatku gugup. Bahkan dadaku berdetak lebih cepat.' Batin Hinata kacau. Ia sama sekali tak ingin bertemu dia saat ini. Ia ingin menjernihkan pikirannya dari Gaara.
"Aku mengikutimu." Jawab Gaara dengan dingin.
"Untuk apa?"
"Memastikan sesuatu."
"HAHAHA, AKU TIDAK BISA MENGHENTIKANNYA. KATANYA TIDAK INGIN KETAHUAN. EH MALAH GAARA KELUAR. MUNGKIN IA CEM—" Teriakan cempreng Naruto berhenti karena Gaara membungkam mulutnya dengan tangannya.
"Cem- apa?" Kata Hinata bingung.
"Tidak ada." Keringat dingin mengalir di dahi Gaara.
"Em— aku tidak bisa nafas Gaar." Naruto menepis tangan Gaara.
"Kalian lucu ya, anak-anak muda memang seru." Suara Toneri membuat Hinata dkk. menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Begini saja, kalian semua ikut menginap disini saja." Usul Toneri.
'NANI!' Teriak Hinata dalam hati.
.
...
Playboy Vs Tsundere!
...
.
"Aku ingin bicara denganmu." Gaara berucap dingin dengan pancaran mata tak suka.
"Haha, baik-baik. Ingin bicara apa?" Toneri menanggapinya dengan sedikit tersenyum.
'Dasar orang aneh.' Batin Gaara.
"Apa kau menyukai Hinata?"
"Ya, aku sangat menyukainya."
DEG
Gaara terbelalak.
"Apa dia juga menyukaimu?" Tanya Gaara pelan.
"Tentu saja, bahkan dia menyatakan cinta padaku." Toneri tersenyum tipis menyadari Gaara benar-benar kaget dan sedikit kecewa.
Gaara diam tak menyahut.
"Tapi itu dulu."
"Dulu, maksudmu?" Raut Gaara nampak bingung.
"Yahh— waktu kami masih main sama-sama. Sekitar 10 tahun yang lalu."
Gaara tercengang.
"Ia kagum denganku, lalu malah bilang dia ingin selalu bersamaku dan dia mencintaiku. Tapi tenang saja. Sekarang aku menyukainya sebagai adikku sendiri, dan dia juga menyukaiku sebagai kakak."
Gaara menghela nafas. Kenapa ia merasa lega? Semua prasangka buruknya juga melayang.
"Kau Gaara ya? Dia sering menceritakanmu padaku. Dan ku fikir dia menyukaimu. Dalam arti suka kepada seorang laki-laki."
"B-benarkah?"
Wajah Gaara sedikit memerah, ia tak menyangka ternyata Hinata diam-diam suka membicarakannya.
"Jadi jangan cemburu lagi."
'Cemburu?'
Aih, jadi benar Gaara cemburu. Si playboy tampan sepertinya bisa cemburu, kesal, egois hanya karena satu gadis.
Kakkoi!
.
...
Playboy Vs Tsundere!
...
.
Hinata menatap aneh Gaara yang sedari tadi senyum-senyum sendiri.
'Bukankah tadi ia kesal, tapi sekarang malah senyum gak jelas. Apa ia kerasukan?' Batin Hinata ngasal.
Hinata menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia sedari tadi merasa terus memikirkan Gaara saja.
Sialan! Bukannya bisa tenang Hinata semakin berfikir Gaara tak bisa menyingkir dari alam bawah sadarnya. Aih!
Suara dentingan sendok dan piring dari Toneri berhenti menandakan ia sudah selesai dari aktifitas makannya.
"Ehm, ohya di villa ini hanya ada 2 kamar. Akan ku atur pembagian kamarnya. Aku dengan Neji, dan Gaara dengan Hinata."
Pasti kalian bingung kemana perginya Naruto, hoho. Ia sudah pergi sedari tadi. Karena katanya kalau ia tak pulang, Kaa-sannya akan menendang Naruto dari rumahnya dan tak ada jatah makan selama-lamanya. Ahay!
Ok kembali lagi.
Neji merasa tak terima, tapi ia merasa benar-benar lelah. Terlihat tak ada protes sama sekali.
Sedangkan berbeda dengan Gaara dan Hinata.
—Hinata diam atau bisa dikatakan masih memproses apa yang dikatakan Toneri.
Uhukk-uhukk.
—Sedangkan Gaara refleks tersedak mendengar hal itu. Melihat Toneri tersenyum ke arahnya ia hanya cengo.
"HA NANI!"
.
...
Playboy Vs Tsundere!
...
.
"Toneri-bodoh kenapa kau lakukan itu!" Teriak Hinata kesal.
Mendengar ucapan asal dari Toneri membuat Hinata kaget.
Berdua—
Sekamar—
Seranjang—
Dengan Gaara!
Si playboy itu!
Si pemacu jantung itu!
Ia bisa kena penyakit jantungan dan demam dadakan kalau begitu.
Tidak-tidak-tiDAAAK!
'Dia luar saja ia berani menci- ehm melakukan hal itu. Apalagi sekarang AARGHH. Bukan hanya pingsan menahan malu dan perasaan aneh itu. Mungkin aku akan mati. Tidaaak!' Batin Hinata awut-awutan.
Segera ia menyeret Toneri dan ingin menanyai-nya dengan sekeranjang pertanyaan.
"Kau dan Gaara terlihat akrab, jadi mungkin kalian lebih enak sekamar."
'ENAK KATANYA!' Pipi Hinata memerah membayangkan yang iya-iya.
"Sudah ya aku ngantuk. Dada~" Kata Toneri kabur dari Hinata yang sekarang sudah mendidih laksana air panas.
"Haaah!" Teriak Hinata kesal.
.
...
Playboy Vs Tsundere!
...
.
"Geser!"
"Geser lagi!"
"Kurang jauh bodoh!"
"Arghh ini benar-benar gila!"
Sudah tengah malam tapi dua insan ini tak kunjung tidur. Yah bisa dikatakan Hinata yang tidak bisa tidur karena merasa Gaara terlalu dekat. Sedangkan Gaara memang jarang tidur.
"Diamlah Hinata, aku lelah mendengar kau sedari tadi teriak." Ucap Gaara pelan.
Hinata diam dan memandang Gaara yang memunggunginya.
'Aku terlalu berlebihan ya.'
Hinata memandang sedih punggung Gaara.
Merasa Gaara sudah nyenyak Hinata berbicara lembut.
"Gomen.. Aku bingung dengan diriku sendiri. Aku gugup dan merasa aneh jika ada di dekatmu. Aku takut kau mengetahuinya. Jadi aku sering membentakmu. Aku tak sadar melakukan itu."
"Kau tidak perlu minta maaf."
Gaara membalikkan tubuhnya dan merapat ke arah Hinata.
Wajah mereka berdua sangat dekat. Hembusan nafas bisa mereka berdua rasakan.
Hinata hanya bisa memerah menyadari Gaara tak tidur dan mendengar semua ucapannya.
"Terkadang aku juga merasakan hal yang sama denganmu."
"B-benarkah?" Tanya Hinata gugup, karena tangan Gaara yang sekarang mengelus-elus pipinya pelan.
"Ya, dan kau ingat perkataan Naruto saat itu dan aku membekap mulutnya."
'HAHAHA, AKU TIDAK BISA MENGHENTIKANNYA. KATANYA TIDAK INGIN KETAHUAN. EH MALAH GAARA KELUAR. MUNGKIN IA CEM—'
Hinata mengangguk.
"Maksud cem –itu adalah aku cemburu melihatmu berpelukan dengannya."
"C-cemburu?"
"Ya begitulah. Aneh ya." Gaara tersenyum tipis.
"Tidak juga." Jawab Hinata dengan gugup menyadari Gaara yang bergerak memeluknya. Hangat~
"Tapi aku jadi tahu rasa yang kau alami. Cemburu ternyata tidak enak. Aku ingin kau hanya melihatku dan biarkan aku selalu bersamamu."
Wajah Hinata memerah padam, dengan seperti ini kesan sangar yang digelarnya terasa tak ada artinya.
"B-baka jangan diungkit lagi!" Bentak Hinata pelan sambil membalas pelukan Gaara.
"Hn."
"Ehh.. G-gaara!"
Hinata meberontak menyadari lidah Gaara dengan lincah bermain di leher jenjangnya.
Ini berbahaya!
Tak menghiraukan Hinata, Gaara semakin melancarkan aksinya dengan panas. Tak hanya jilatan, tapi ada kecupan, gigitan yang membuat Hinata melayang.
Dan ia hanya mampu meneriakkan nama Gaara berulang, saat sadar Gaara sudah berani menjelajah semakin ke bawah ia semakin menggila.
"Aah! Gaara!"
"Hinata!"
BROKK BRAAK
Suara berisik lemparan barang-barang yang berasal dari pintu kamar itu membuat Hinata dan Gaara berhenti.
"Oy kalian. Setidaknya saat bercinta pelankan suara! Aku lelah dan ingin tidur!" Teriakan kencang Neji membuat dua insan itu terkejut.
'NANI! APA YANG TERJADI?' Teriak Hinata dalam hati.
'Ck, mengganggu saja!' Gaara mengusap kepalanya gusar.
.
.
.
TBC~
.
.
.
,,Balas review...
Lei Gaara : Udah lanjut nih! :D Hehehe semoga gak mengecewakan.
Rikarika : Hehe, aneh kah? Maklum aja saya juga aneh, ficnya ikut-ikutan. Piss! XD
Riya-Hime : Ini udah lanjut! :D Gomen kalau gak sesuai harapan. Hehehe.
Heoalienjoong : Hehe udah dibilang keren, senengnya! *plok* Ini udah lanjut. ;)
Curly xox : Udah update! Makasih banyak deh. Aih! :D
Chefty clouds : Waw waw waw.. Makasih sudah meramaikan reviewnya. *Tebar lope-lope* xD Ini lanjut!
.
.
A/N :
Oy semuanya!
Publish PvT chap 4 ini dengan kondisi mood ancur, semoga hasil ficnya gak terlalu aneh dan mengecewakan yah.
Hoho gomen deh.
Kalau ada yang gak suka fic ini juga wajar-wajar saja. Banyak kesalahan, dan juga masih belajar.
Tanggapan di review apapun itu membuatku terus ingin melanjutkan.
Tapi terkadang internet gak ngedukung.
Suka trouble akhir-akhir ini.
Oh yang buat fav, follow, review, bahkan silent reader terimakasih banyak. :D
Chap 5 – Membaur
Sampai jumpa di chap berikutnya!
.
.
.
Aye! RNR yoyoyoy…
.
.
.
Dewi Hyuuchi-chan
