Mohon di baca dulu ya..

Sebelumnya, Yuta mau klarifikasi masalah FF 100 SECONDS ini.
Ada beberapa readers yang review kalo FF ini sangat menyerupai Drama Taiwan yang berjudul "MARS". Sebenarnya, Yuta sama sekali tidak tau film tersebut dan Yuta tidak pernah menonton film Mars ini.

Dan masalah kenapa cerita di FF ini begitu mirip dengan Film tersebut, Yuta mau tegaskan jika "PLOT CERITA INI BUKAN MURNI DARI PEMIKIRAN YUTA, TETAPI DARI TEMEN YUTA YANG REQUEST FF SEPERTI INI.". Kalo kalian perhatiin Disclaimer dari Chap 1, pasti kalian tau kalo FF ini bukan dari Yuta, Yuta hanya mengembangkannya menjadi sebuah cerita saja.

Sampai sekarang Yuta belum dapat konfirmasi dari selirnyaparkchanyeol kalo ide cerita ini murni dari dia atau tidak. Dan berdasarkan review kalian yang sudah menginformasikan kalo FF ini menyerupai Film MARS, Yuta mau berterima kasih banyak, karena dengan info kalian ini Yuta jadi tau kalo ternyata ini bukan pemikiran dari beliau (ig : chanbaek_room). Ok, Yuta gamau permasalahkan kalo ternyata beliau sudah membohongi Yuta. Dan Yuta tetap melanjutkan FF ini karena lebih banyak yang minta FF ini di lanjut sampe END.

Yuta akan mengganti Disclaimernya ini remake dari film "MARS" dan menghapus nama overdose6104 a.k.a chanbaek_room sebagai pemilik plot ini. Yuta bakal remake film "MARS" ini menjadi FF 100 SECONDS ChanBaek. Dan semoga kalian semua tidak lagi berpikir negatif jika Yuta jiplak film tersebut. Seperti yang kalian tau selama ini, Yuta ga pernah menjiplak cerita manapun di FF Yuta.

Yuta juga ucapin terima kasih karena udah ngasih plot ke Yuta, dan semoga tidak ada yang salah paham lagi mengenai FF ini.

Yuta bakal lanjutin FF ini karena banyak yang minat. Dan bagi kalian yang masih anggap Yuta jiplak film tersebut, Yuta tidak memaksa kalian untuk membaca FF ini karena demi Tuhan Yuta gatau film "MARS" itu sama sekali.

Terima kasih :)


~oOo~ { READ MY BIO FIRST BEFORE YOU READ MY OWN FANFICT } ~oOo~

"Maafkan aku.. hiks!" lirih Kyungsoo.

Jujur saja Kai tau jika Kyungsoo pasti merasa sakit hati seperti apa yang ia rasakan saat ini, tetapi inilah yang harus di terima oleh Kyungsoo atas perbuatannya. Dan Kai bukanlah lelaki yang jahat dengan membiarkan Kyungsoo menangis sendirian begitu saja, Kai merasa simpati dan dengan cepat Kai melepaskan jaket yang dikenakannya lalu memakaikannya pada Kyungsoo. Kai masih belum berani untuk menyentuh Kyungsoo.

"Katakan jika ini adalah mimpi" lirih Kyungsoo masih dengan suara yang bergetar.

"Tidak, ini adalah kenyataan. Dan aku harap kau tidak bertindak bodoh seperti itu lagi, Kyung"

Kyungsoo meremas tangan Kai yang masih ia genggam, kemudian dengan perlahan tubuh Kyungsoo merosot ke bawah dan memaksa Kai untuk memeluk tubuh mungil yang bergetar itu. Hanya untuk sekedar memberikannya kekuatan dan pengertian.

"Maafkan aku, hiks! Aku menyesalinya"

"Apa yang kau lakukan adalah salah. Akupun merasakan sakit hati yang sama seperti yang kau rasakan. Tenanglah, kau tidak sendirian" ucap Kai begitu lembut pada Kyungsoo.

Kyungsoo mengangguk dan dengan cepat ia membalas pelukan yang dilakukan oleh Kai. Menenggelamkan kepalanya didada Kai dan mendengarkan degupan jantung Kai.

Kai terdiam sejenak karena ia merasa sedikit bingung kenapa dadanya berdegup dengan keras. Dan ini baru pertama kali ia rasakan saat sedang bersama seseorang.

Deg!

'Apakah aku..'

.

.

.


~oOo~ 100 SECONDS ~oOo~


.

.

.

Author:

Yuta CBKSHH

Tittle:

100 SECONDS (CHANBAEK)

Main Cast:

Park Chanyeol

Byun Baekhyun

Support cast:

Kim Jong In a.k.a Kai

Do Kyungsoo a.k.a Kyungsoo

Others cast (EXO's members)

Rating:

M ++

Genre:

Angst, Romance, Drama, Hurt/Comfort

Length:

Chaptered

Disclaimer:

Fanfict yang terinspirasi dari film Taiwan yang berjudul "MARS", tapi untuk beberapa scene dan adegan sangat jauh berbeda dengan film tersebut. Bisa dibilang ini adalah hasil remake dari film tersebut. Yuta bikin ChanBaek versionnya. Di tulis oleh Yuta sendiri dan di bantu oleh overdose6104 (ig : chanbaek_room). PLAGIARISM ISN'T MY STYLE! NO COPAST! NO PLAGIAT! Semoga kalian suka dan bisa menerima cerita ini dengan baik ^^

Warning:

BL-BoysLove / YAOI / SHOUNEN-AI / HUBUNGAN SESAMA JENIS. MATURE CONTENT INSIDE! NC-21! DLDR! DO NOT BASH BUT KRITIK ATAU SARAN SANGAT DI PERBOLEHKAN. ENJOY IT!

Summary:

ChanBaek True Love Story. Perjalanan cinta Chanyeol dan Baekhyun. "Dengan alasan mencintaimu, tidak ada hari dimana aku tidak mencintaimu" (CHANBAEK) Slight Official Pairing! RnR!

Backsong:

Navi ft. Kebee of Eluphant - Incurable Disease

~~ HAPPY READING ~~

.

.

.

Kai menyuruh Chanyeol untuk mengantarkan Baekhyun menggunakan mobilnya, sedangkan Kai mengatakan pada Chanyeol agar tidak perlu mengkhawatirkannya karena tidak munafik Chanyeol sedikit khawatir pada Kyungsoo dan membiarkan Kai menenangkan Kyungsoo disana.

Dan disinilah Chanyeol berada, di dalam mobil Kai dengan Baekhyun yang berada disampingnya menyandarkan kepalanya dengan lemah, begitu terlihat shock dan terguncang. Chanyeol kembali mengecup dahi Baekhyun dengan sayang dan mulai melajukan kendaraannya menuju apartement Kai.

Diperjalanan, Chanyeol sesekali melirik ke arah Baekhyun yang sudah memejamkan matanya dan sambil memikirkan apa yang baru saja ia dengar dari bibir Baekhyun.

'Jika kau menghancurkan satu tanganku, maka aku bisa melukis dengan satu tanganku yang lain. Jika kau mematahkan kedua tanganku, aku masih bisa melukis dengan kedua kakiku. Jika kau mematahkan kedua kakiku, aku masih bisa melukis dengan mulutku'

'Aku tidak akan pernah berhenti melukis meskipun kau menghalaginya, dan aku.. Aku tidak akan menjauhi Chanyeol karena aku mencintainya..'

'Sangat. Aku sangat mencintai Chanyeol. Dan sekeras apapun kau menghalangiku..'

'Aku tidak akan melepaskan keduanya..'

Chanyeol menghela nafasnya dan ia sungguh merasa berterimakasih karena ternyata Baekhyun membalas cintanya. Dan juga.. ketulusan Baekhyun dalam mengatakan hal itu begitu besar dan membuat Chanyeol semakin mecintai makhluk mungil ini. Dan setelah Chanyeol berpikir untuk yang kesekian kalinya, ia merasa apakah dirinya pantas untuk Baekhyun? Walaupun sebenarnya ia sangat ingin, tetapi ia sadar diri jika ia tidaklah pantas untuk makhluk sempurna seperti Baekhyun.

Kini ia baru menyesali perbuatannya dimasa lalu yang terlalu 'bebas' dan tidak memikirkan dampak ke depannya akan seperti apa. Namun ia harus egois karena ia memang benar-benar ingin memiliki Baekhyun seutuhnya.

'Jika kau sangat mencintaiku, maka aku akan sangat sangat sangat mencintaimu, Byun Baekhyun..'

Chanyeol kembali menggendong tubuh lemah Baekhyun memasuki apartement Kai dan membaringkan tubuh Baekhyun yang memprihatinkan itu dengan hati-hati diatas ranjang Kai. Baru saja Chanyeol ingin beranjak dari sana untuk mengambil baju ganti Baekhyun yang basah, Baekhyun terlebih dulu manahan tangannya dan ia membuka matanya. Air mata masih bisa ia teteskan ketika melihat lelaki tinggi yang kini berada didepannya.

"Jangan tinggalkan aku" lirih Baekhyun.

Membuat Chanyeol mendudukkan dirinya di samping tubuh Baekhyun dan perlahan membawa tubuh Baekhyun kedalam pelukannya.

"Aku tidak akan meninggalkanmu. Aku ada disini, maafkan aku karena aku, kau harus merasakan rasa sakit ini"

Baekhyun mengangguk dan berusaha untuk mengembangkan senyuman manisnya.

"Ne.."

Tangan besar Chanyeol meraih dagu Baekhyun dan sedikit mendongakkannya, sedikit memaksa Baekhyun untuk menatap matanya. Baekhyun mematuhinya dan membuat Chanyeol harus menanyakan hal ini terhadap Baekhyun karena ini adalah waktu yang tepat.

"Apa kau mencintaiku Baek?

Senyuman Baekhyun perlahan luntur dan ia kembali meneteskan airmatanya. Kemudian Baekhyun menunduk dan perlahan ia mengangguk.

"Ne, aku mencintaimu.. Chanyeol"

Chanyeol bersorak dalam hati setelah mendengar pengakuan dari Baekhyun, kemudian ia kembali mengangkat wajah Baekhyun dan mendekatkan wajah mereka. Chanyeol memejamkan matanya ketika ia sudah berada dekat sekali dengan wajah Baekhyun dan siap untuk menciumnya. Hanya membutuhkan waktu satu detik lagi untuk menempelkan bibirnya pada bibir tipis Baekhyun, tetapi betapa terkejutnya Chanyeol ketika Baekhyun dengan cepat mendorong dadanya dan Baekhyun membuang wajahnya.

Raut wajah Baekhyun kembali menampilkan ekspresi yang ketakutan dan lagi-lagi Chanyeol harus menghela nafasnya.

Pasti ada sesuatu yang membuat Baekhyun menjadi amat ketakutan seperti ini. Chanyeol harus mengetahui karena Baekhyun saat ini sudah resmi menjadi kekasihnya. Ia harus menanyakan hal ini pada Kai, ia yakin Kai pasti mengetahui semua jawaban atas pertanyaannya selama ini.

'Sebenarnya apa yang terjadi padamu Baek?'

.

.

.


~oOo~ 100 SECONDS ~oOo~


.

.

.

"Kyungsoo.. berhentilah menangis. Aku yakin Chanyeol pasti akan memaafkanmu"

"Tidak, dia mengatakan jika ia membenciku hiks!"

"Sebenarnya apa yang membuatmu menjadi seperti ini eoh? Apakah kau terlalu mencintai Chanyeol?"

Kai melepaskan pelukannya pada Kyungsoo dan menatap wajah Kyungsoo yang sudah penuh airmata itu cukup dalam agar Kyungsoo mau menjelaskan semuanya.

"Ya, aku terlalu mencintainya. Ah tidak, sebenarnya aku hanya tidak rela jika ia bersama orang lain karena dialah yang pertama untukku" Kyungsoo sudah merasa sedikit tenang sekarang. Jujur saja, Kai lah yang mampu membuatnya tenang seperti ini.

"Pertama?"

Kyungsoo mengangguk.

"Ne, aku menyerahkan kesucianku padanya untuk yang pertama" lirih Kyungsoo.

Perlahan Kai menundukkan kepalanya. Seharusnya ia tidak merasa sedih seperti ini, karena ia sudah mengetahui jika Chanyeol adalah orang yang brengsek. Tetapi rasa sesak di dadanya tidak bisa ia bohongi. Ia merasa sedih jika ternyata Kyungsoo sudah di nodai oleh Chanyeol. Yang pada kenyataannya adalah sosok lelaki yang sangat dicintai oleh sahabatnya.

Kai merasa bingung saat ini, antara melihat Baekhyun bahagia tetapi bersama lelaki yang salah. Atau justru terus membuat Baekhyun terpuruk karena kehilangan cintanya. Semuanya serba salah, jadi apa yang harus Kai lakukan?

"Kenapa kau begitu bodoh eoh? Bukankah kau tau jika Chanyeol adalah lelaki yang brengsek?" Kai sedikit meninggikan nada bicaranya.

"Aku tidak bisa menolaknya karena aku menyukainya dan dia mengatakan padaku jika aku akan menjadi kekasihnya setelah aku menyerahkan diriku padanya.."

"Kau begitu bodoh Kyungsoo!"

"K-kai.."

"Kau bodoh! Sama seperti sahabatku. Sama-sama menyukai seorang lelaki yang brengsek"

"Aku tidak lagi menyukainya. Dia lebih memilih Baekhyun dan aku tidak akan melukai Baekhyun lagi. Aku menyesal, tolong sampaikan maafku pada Baekhyun"

Kai mengernyit tidak mengerti dengan perkataan Kyungsoo. Kemudian Kyungsoo mengecup pipi Kai sekilas dan Kyungsoo mengembangkan senyumannya ketika Kai hanya terdiam kaku setelah menerima ciumannya.

"Aku akan pergi dari negara ini. Aku tidak sanggup untuk meminta maaf pada Baekhyun. Aku sangat malu. Dan juga.."

Kyungsoo meraih kedua tangan Kai dan menatap mata Kai dengan mata doe nya.

"Terima kasih kau sudah berbaik hati untuk menemaniku. Aku tidak akan melupakanmu-"

"Kau ingin kemana?" potong Kai dengan cepat.

"Amerika. Aku akan mengirimimu alamatku disana. Dan aku sangat berharap jika kita bisa bertemu lagi nanti"

'Baru saja aku merasakan keberadaanmu dihatiku, tetapi secepat itu kau ingin pergi meninggalkanku?'

.

.

.


~oOo~ 100 SECONDS ~oOo~


.

.

.

Setelah kejadian itu, Kyungsoo sudah tidak lagi berada di Korea. Dia lebih memilih untuk melanjutkan kuliahnya di luar negeri seperti yang Ayahnya perintahkan. Kali ini Kyungsoo tidak ingin membuang waktunya lagi hanya untuk mengurusi hal cinta. Ia akan fokus pada sekolahnya dan juga karirnya tentu saja. Memulai hidup barunya di Amerika dan melupakan masa lalunya yang kelam. Sudah sebulan Kyungsoo berada di Amerika, namun ia masih tidak bisa melupakan satu sosok yang menemaninya di akhir cerita selama ia di Korea.

Kai.

Entah kenapa Kyungsoo masih terpikirkan oleh lelaki pelindung Baekhyun yang berada di kelas yang sama dengannya. Ia merasa amat iri pada Baekhyun karena banyak sekali orang yang rela menjaga dan melindunginya. Kyungsoo tersadar jika ia ingin memiliki Kai, ia harus melakukan hal yang terbaik seperti apa yang Baekhyun lakukan. Melakukan segala sesuatunya dengan tulus dan dengan begitu ia akan mendapatkan ketulusan yang setimpal juga.

Biarlah ia hidup tanpa separuh hatinya disini selama beberapa waktu, karena ia yakin suatu saat nanti separuh hatinya itu akan kembali kepadanya dan mengembalikan apa yang telah di ambil darinya. Kyungsoo akan menjadi sosok yang terbaik dan dengan begitu ia akan muncul kembali ke hadapan lelaki yang berhasil menarik hatinya itu dengan keadaan yang tidak seperti dulu lagi.

Begitupun dengan Kai. Kai memutuskan untuk berhenti dari kuliahnya karena ia sudah mengetahui jika Chanyeol dan Baekhyun sudah menjadi sepasang kekasih. Ia terima itu karena Chanyeol mampu membuat Baekhyun terus tersenyum setiap harinya dan berjanji akan melindungi Baekhyun apapun yang terjadi.

Seperti janjinya terhadap Jonghyuk, Kai akan belajar di perusahaannya dan membantu Jonghyuk menjalankan bisnis keluarga ini dengan sebaik-baiknya. Setelah ia menceritakan apa yang sudah terjadi pada dirinya dengan Baekhyun.

Sahabatnya sudah mendapatkan kekasih yang mampu melindunginya, tentu saja Jonghyuk merasa senang karena akhirnya Kai tersadar jika dirinya dan Baekhyun tidak harus selamanya bersama. Mereka hanya sebatas sahabat itu sudah di katakan sendiri oleh Kai. Sekarang sudah tidak ada yang perlu di khawatirkan lagi karena Jonghyuk melihat Kai selalu mengembangkan senyumannya setiap hari dengan menatap laptop yang berada di meja kerjanya.

"Baru beberapa minggu dan kau sudah tersenyum-senyum sendiri seperti orang gila. Apa kau sedang menonton video dewasa eoh?" Jonghyuk menghampiri Kai yang sudah duduk di kursi Wakil Direktur tersebut.

Wajah Kai yang awalnya cerah, berubah menjadi suram karena ejekan sang kakak.

"Jika iya, apa hyung ingin menontonnya bersamaku?" Bukannya memaki, Kai justru berganti meledek sang kakak. Membuat sang kakak menampilkan ekspresi jijiknya.

"Kau menjijikkan Kai"

"Lihatlah, aku sedang melakukan video call bersama lelaki yang menjadi penyemangatku selama sebulan ini"

Jonghyuk yang penasaran pun langsung menatap laptop Kai dan betapa terkejutnya ia ketika melihat orang yang berada di sana.

"A-apakah d-dia putra dari Do Corp?"

Kai mengalihkan pandangannya menatap sang kakak.

"Kau mengenalnya hyung?"

Pletak!

Jonghyuk menjitak kepala Kai cukup keras.

"Tentu saja, dia adalah rekan bisnis yang paling berpengaruh untuk perusahaan kita"

"Benarkah? Dan apakah bisnis kita akan semakin maju jika aku menikahinya?"

Pletak!

Sekali lagi, Jonghyuk menjitak kepala Kai. Kali ini Kai meringis dan mengusap-usap kepalanya yang sedkit berdenyut.

"Jika kau bisa, aku akan memberikan mobilku padamu"

Kai menyeringai.

"Aku pastikan kau akan menyesal karena kau akan kehilangan mobilmu setahun kedepan, hyung"

Jonghyuk memutar kedua bola matanya malas. Sebenarnya ia hanya memberikan semangat saja untuk Kai karena Kai tidak tau jika Tuan Do lah yang memintanya untuk mendekatkan Kai dengan Kyungsoo. Seperti suatu kebetulan yang indah, Jonghyuk yakin jika tidak lama lagi Kai dan Kyungsoo akan segera bersatu.

.

.

.


~oOo~ 100 SECONDS ~oOo~


.

.

.

Hubungan Chanyeol dan Baekhyun semakin lama semakin berjalan dengan baik. Kini Baekhyun selalu berada disamping Chanyeol karena Chanyeol sudah berhasil menggantikan posisi Kai untuk melindungi Baekhyun. Baekhyun sudah tidak takut lagi pada Chanyeol dan cenderung selalu menampilkan senyumannya pada Chanyeol. Meskipun terkadang Baekhyun selalu menolak jika Chanyeol ingin menciumnya. Dan selalu berakhir dengan Chanyeol yang hanya mengecup dahi Baekhyun.

Seperti sekarang ini, keduanya tengah berada di kampus. Lebih tepatnya mereka tengah berada di sebuah aula setelah mereka menghadiri acara rapat karena akan di adakannya pameran lukisan dari jurusan seni. Baekhyun yang pada dasarnya adalah mahasiswa yang paling berbakat dalam seni melukis, tentu saja diundang untuk menghadiri rapat tersebut. Membicarakan tentang lukisan apa saja yang akan di pamerkan dan tema apa yang akan di pilih. Dan Chanyeol yang selaku kekasihnya, selalu berada disamping Baekhyun dan juga jangan lupakan jika Chanyeol memegang andil dari acara pameran ini karena ia adalah anak dari pemilik Universitas ini.

Saat ini ruangan sudah sepi, meninggalkan Chanyeol dan Baekhyun saja yang masih terduduk berdua disana. Bukan tanpa kegiatan mereka berada disana, karena kali ini Baekhyun kembali melukis sesuai tema dan ia ingin memamerkan lukisan terbarunya. Sedangkan Chanyeol yang berada disebelah Baekhyun kini tengah sibuk mengerjakan tugas kuliahnya yang keseluruhan isinya adalah bahasa bisnis karena Chanyeol memang berada di jurusan Bisnis dan Management.

Baekhyun tidak mempermasalahkan itu, dan bahkan ia sesekali memandang ke arah Chanyeol yang nampak serius itu. Sangat lucu dimatanya karena Chanyeol kali ini membiarkan poninya jatuh begitu saja menutupi dahinya tidak seperti biasanya dan juga jangan lupakan kacamata yang bertengger di hidung mancungnya. Jika Chanyeol mengenakan jas formal saat ini, mungkin Chanyeol akan dikira sebagai CEO yang sedang tersesat di kampus ini. Hahaha Baekhyun cukup terhibur dengan pemikirannya sendiri dan ia kemudian melanjutkan lukisannya.

"Jika kau terlalu serius menatap tugasmu seperti itu, mungkin kertas-kertas yang saat ini kau pegang akan lari ketakutan"

Perkataan Baekhyun berhasil membuat Chanyeol sedikit tertawa dan kemudian ia menatap ke arah Baekhyun lalu menyelipkan satu tangannya di pinggang Baekhyun. Baekhyun sedikit tercekat dan reflek ia mengalihkan pandangannya pada Chanyeol. Dan betapa terkejutnya Baekhyun karena wajah Chanyeol sudah berada dekat sekali dengan wajahnya. Bahkan Baekhyun bisa merasakan hembusan hangat nafas Chanyeol yang membelai wajahnya.

Baekhyun sedikit membuka bibirnya kala Chanyeol mulai mendekatkan bibir mereka. Tetapi diluar kendali Baekhyun, kedua tangannya terangkat begitu saja untuk menahan bahkan mendorong dada Chanyeol untuk menjauh darinya.

Baekhyun masih tidak bisa menerima ciuman dari Chanyeol.

Lagi-lagi Chanyeol harus mengerti dan mengurungkan niatnya untuk merasakan manisnya bibir tipis kekasihnya tersebut. Chanyeol sangat ingin mengecup bibir Baekhyun hanya sekedar untuk memberitahukan pada Baekhyun jika ia benar-benar mencintai Baekhyun dengan tulus, tetapi Baekhyun selalu menghindarinya dan selalu berakhir dengan suasana yang canggung seperti ini.

"Maafkan aku Chanyeol" lirih Baekhyun.

"Baiklah, aku mengerti"

.

.

.


~oOo~ 100 SECONDS ~oOo~


.

.

.

"Aku sama sekali tidak menyangka jika kau ternyata mengkhianatiku!"

"Apa yang salah jika aku selingkuh dengan adikmu? Dia lebih menyenangkan dan tidak membosankan seperti dirimu!"

"Apa selama ini kau tidak sadar betapa aku mencintaimu, Lu?"

Lelaki cantik itu terdiam dan tak terasa ia meneteskan aimatanya. Sebenarnya ia juga mencintai lelaki yang berada didepannya saat ini, tetapi ia tidak ingin menyakiti lelaki yang masih berstatus kekasihnya itu terluka jika ia sudah bersetubuh dengan adik dari kekasihnya tersebut.

"Hentikan perasaanmu itu padaku. Aku sudah tidak mencintaimu, Chanyoung"

"Aku tidak bisa menganggap ini sebagai kenyataan. Aku tau jika kau mencintaiku, Luhan. Kau tidak mencintai Chanyeol"

Luhan -lelaki cantik itu- perlahan membalikkan tubuhnya untuk meninggalkan Chanyoung dan lebih memilih untuk beranjak darisana. Diikuti oleh Chanyeol yang sudah melangkah di belakangnya.

"Selamat tinggal, Chanyoung"

.

.

.


~oOo~ 100 SECONDS ~oOo~


.

.

.

Terlihat lelaki cantik dengan tas selempang yang bergantung dengan manis di bahu sempitnya tengah berdiri di depan sebuah lukisan. Rambut blondenya begitu cocok dengan kulit tubuhnya yang seputih susu itu. Poninya ia biarkan begitu saja hingga menutupi hampir seluruh bagian dahinya dan menambah kesan imut juga cantik dalam waktu yang bersamaan, menyisakan mata rusanya yang bening menambah kecantikannya.

Tubuhnya yang kurus dan ramping itu sungguh mengundang setiap lelaki untuk memeluknya, dan jika dilihat lebih jelas lagi, bibir cherry itu sangat mengundang birahi pada lelaki untuk menyesapnya hingga bengkak.

Lelaki cantik itu bernama Luhan. Lelaki berdarah China yang lama tinggal di Amerika dan sekarang sudah menginjakkan kakinya di Korea. Lebih tepatnya saat ini ia sudah berada di acara pameran lukisan yang di adakan di sebuah Universitas ternama di Korea. Sebenarnya ia datang kesini bukan tanpa alasan, ia bisa berada disini karena ia mendapatkan undangan secara resmi dari pihak kampus dan itu membuatnya harus rela terbang dari Amerika ke Korea hanya untuk menghadiri acara pameran lukisan ini.

Mata cantiknya terus mengamati objek indah yang berada di depannya dengan teliti dan sesekali ia mencatat di buku note yang berada di tangannya, untuk menilai hasil karya lukis itu sepertinya. Luhan adalah seorang seniman yang ahli dibidang semacam ini, maka dari itu ia dipercaya sebagai peng-apresiasi karya lukis yang berada di beberapa Universitas di Korea. Sekitar ada 5 Universitas yang harus ia kunjungi untuk menghadiri pameran lukisan tersebut.

Dan mata rusanya sedikit membulat ketika ia melihat sebuah lukisan abstrak yang menurutnya sangat indah itu dengan seksama. Luar biasa indah, dan ia mendadak penasaran dengan siapakah orang yang mampu menghasilkan lukisan abstrak tetapi memiliki makna yang begitu banyak seperti ini.

"B"

Inisial di lukisan tersebut dan Luhan cepat-cepat menulis inisial itu di buku note nya.

Baru saja ia ingin mendatangi panitia pameran ini, langkahnya tiba-tiba terhenti karena ia melihat seseorang yang tidak asing sedang berdiri disana bersama seorang lelaki mungil yang ehem.. cantik sambil tersenyum satu sama lain.

Dengan tubuh yang sedikit kaku, Luhan melangkahkan kakinya dengan sekuat tenaga untuk mendekati lelaki tinggi itu.

'Chanyeol.. Benarkah itu dirimu?'

Luhan meremas bulpoin yang berada digenggamannya karena ia masih merasa terkejut dan sedikit tidak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini.

Disana..

Chanyeol tengah berdiri sambil merangkul seorang lelaki mungil bersweater tebal.

Mantan kekasihnya..

Yang sampai saat ini masih memenuhi pikirannya.

Perlahan Luhan mendekati Chanyeol tangannya terangkat untuk menyentuh bahu Chanyeol yang saat ini masih berdiri membelakanginya.

Puk

Reflek Chanyeol membalikkan tubuhnya karena merasa bahunya di tepuk oleh seseorang, dan betapa terkejutnya Chanyeol ketika wajah Luhan lah yang lihat saat ini.

"Chanyeol.."

Chanyeol tidak mampu mengeluarkan suaranya karena merasa tercekat saking terkejutnya.

Perlahan memori lama mulai berputar kembali di pikirannya. Tentang bagaimana masa lalunya yang begitu gelap bersama sosok lelaki cantik yang sudah berdiri di hadapannya ini. Chanyeol masih belum siap jika harus mengungkit masa lalu yang menurutnya menyeramkan itu. Ia tidak ingin kejadian tiga tahun lalu kembali teringat karena melihat sosok Luhan.

Mantan kekasihnya yang menyebabkan saudara kembarnya meninggal.

"Kenapa kau bisa berada disini?" tanya Chanyeol dengan dingin. Sedangkan Luhan sudah berkaca-kaca menahan dirinya untuk tidak memeluk lelaki tinggi ini.

Baekhyun yang sedari tadi berada disanapun hanya menunjukkan ekspresi bingungnya. Apakah Chanyeol mengenal lelaki cantik itu? Tetapi kenapa Chanyeol seolah tidak menginginkan kehadiran lelaki cantik itu?

"Sudah aku katakan padamu jika kita pasti akan di pertemukan kembali. Seberapapun usahamu untuk menghindariku, nyatanya kita bisa bertemu kembali saat ini. Aku begitu merindukanmu Chanyeol-ah"

Dengan tidak memperdulikan kehadiran Baekhyun disana, Luhan langsung memeluk tubuh tinggi Chanyeol dengan sangat erat dan menenggelamkan kepalanya di dada bidang Chanyeol. Membuat Baekhyun sedikit menjaga jaraknya dengan Chanyeol dan membiarkan lelaki cantik itu memeluk kekasihnya.

Sungguh Baekhyun tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi diantara Chanyeol bersama lelaki cantik ini. Tetapi entah kenapa perasaannya mengatakan jika lelaki cantik itu memiliki hubungan yang special dengan Chanyeol. Dada Baekhyun sedikit terasa sesak dan ia kembali teringat jika Chanyeol adalah seseorang yang memiliki banyak wanita atau teman lelaki sewaktu dulu. Jadi, apakah lelaki cantik ini salah satu dari mereka? Lagi-lagi Baekhyun harus menguatkan dirinya.

Chanyeol hanya terdiam menerima pelukan Luhan, dan ia sedikit melirik ke arah Baekhyun tidak tau harus menjelaskan apa yang saat ini sedang terjadi. Namun betapa terkejutnya Chanyeol ketika Baekhyun justru tersenyum dan meninggalkan Chanyeol bersama Luhan. Dengan cepat Baekhyun beranjak darisana membiarkan sedikit waktu Chanyeol dengan Luhan karena ia yakin jika Chanyeol akan menjelaskan semua padanya nanti.

"Saat ini bukan saatnya untuk melakukan hal ini, Lu. Aku masih sangat menyesalinya"

"Aku pun menyesalinya. Maafkan aku, perasaan bersalahku semakin lama semakin besar setelah Chanyoung pergi untuk selama-lamanya. Apa yang harus aku lakukan?"

Flashback

"Aku sama sekali tidak menyangka jika kau ternyata mengkhianatiku!"

Chanyoung, saudara kembar Chanyeol saat ini tengah meminta pejelasan pada Luhan -kekasihnya- atas apa yang baru saja dilihatnya saat ini.

Ya, Luhan tengah berselingkuh dengan saudara kembarnya sendiri. Padahal sudah tiga tahun ia menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih bersama Luhan. Tetapi apa? Dengan santainya Luhan berciuman dengan Chanyeol di depan matanya sendiri. Sungguh ia tidak habis pikir apa yang telah membuat Luhan menjadi seperti ini.

Luhan dan Chanyeol dengan cepat melepaskan tautan bibir mereka karena merasa ternganggu oleh suara yang diciptakan oleh Chanyoung. Chanyeol berdecih sedangkan Luhan kini sudah berjalan menghampiri Chanyoung.

Chanyoung sudah siap meneteskan airmatanya tetapi Luhan sama sekali tidak merasa bersalah dan terus saja menampilkan ekspresi jengkelnya, seolah-seolah menatap Chanyoung layaknya sampah.

"Apa yang salah jika aku selingkuh dengan adikmu? Dia lebih menyenangkan dan tidak membosankan seperti dirimu!"

"Apa selama ini kau tidak sadar betapa aku mencintaimu, Lu?"

Lelaki cantik itu terdiam dan tak terasa ia meneteskan aimatanya. Sebenarnya ia juga mencintai lelaki yang berada didepannya saat ini, tetapi ia tidak ingin menyakiti lelaki yang masih berstatus kekasihnya itu terluka jika ia sudah bersetubuh dengan adik dari kekasihnya tersebut.

"Hentikan perasaanmu itu padaku. Aku sudah tidak mencintaimu, Chanyoung"

"Aku tidak bisa menganggap ini sebagai kenyataan. Aku tau jika kau mencintaiku, Luhan. Kau tidak mencintai Chanyeol"

Luhan perlahan membalikkan tubuhnya untuk meninggalkan Chanyoung dan lebih memilih untuk beranjak darisana. Diikuti oleh Chanyeol yang sudah melangkah di belakangnya.

"Selamat tinggal, Chanyoung" ucap Luhan.

Grep

Chanyoung menahan tangan Chanyeol sebelum Chanyeol benar-benar beranjak dari sana. Chanyoung menatap saudara kembarnya itu tidak menyangka jika bahkan Chanyeol tega-teganya merebut kekasihnya sendiri. Entah kerasukan setan apa Chanyeol bisa berbuat seperti ini. Ini sangatlah menyakitkan untuknya.

"Apa kau merasa senang sudah memiliki hati Luhan sekarang?" tanya Chanyoung pada Chanyeol.

Chanyeol terdiam. Sebenarnya ia merasa amat sangat bersalah pada sang kakak karena telah melakukan hal brengsek seperti ini. Tetapi ia harus melakukan ini agar Chanyoung tidak merasa tersakiti jika mengetahui 'tanpa sengaja' Chanyeol telah memperkosa kekasihnya. Luhan yang memintanya untuk melakukan ini, Luhan tidak ingin lelaki sebaik Chanyoung harus mendapatkan lelaki yang sudah kotor seperti dirinya. Mungkin lebih baik seperti ini agar Chanyoung bisa melupakan Luhan dan bisa mendapatkan lelaki yang lebih baik lagi daripada dirinya.

Dengan segenap kekuatan yang di miliki oleh Chanyeol, akhirnya ia bisa mengangkat kepalanya untuk menatap sang hyung untuk mengatakan semuanya.

"Lupakan Luhan, kau bisa mendapatkan yang lebih baik lagi darinya"

Namun sedetik kemudian Chanyeol membulatkan matanya kala melihat Chanyoung sudah membalikkan tubuhnya dan mulai berlari menuju keluar kelas dengan tergesa-gesa. Merasakan perasaan yang tidak enak, akhirnya Chanyeol ikut berlari mengikuti Chanyoung dan betapa terkejutnya Chanyeol ketika Chanyoung berlari menuju atap sekolah dan bahkan ia sudah berdiri di tepi atap sekolah tersebut.

"Hyung! Apa yang kau lakukan! Menjauhlah darisana! Apa kau gila?!" Chanyeol berteriak sekuat tenaga untuk mencegah Chanyoung yang sepertinya ingin lompat darisana. Baru saja Chanyeol ingin mendekati Chanyoung, Chanyoung lebih dulu menahannya untuk tidak mendekat.

"Semakin kau mendekat, semakin ingin aku cepat mati!"

"Kita bisa membicarakan ini baik-baik hyung!"

"Kau tidak mempunyai seorang hyung lagi mulai detik ini. Aku tidak mempermasalahkan jika kau berhubungan dengan Luhan, tetapi seharusnya kau berkata jujur padaku. Kau dan Luhan terlihat cocok, dan aku turut bahagia jika kalian bahagia"

"Hyung!"

"Aku bukan hyungmu, Chanyeol. Selamat tinggal"

Brukk!

Tubuh Chanyeol ambruk ke bawah ketika ia menyaksikan sang kakak sudah terjun bebas darisana. Ia bahkan tidak mampu bergerak sedikitpun untuk menyelamatkan Chanyoung. Ini seperti mimpi. Ini sangat mengerikan!

Ia tidak tau jika akan berakhir tragis seperti ini.

Ini adalah kesalahannya.

Kebodohannya yang dengan tega mengkhianati saudara kembarnya sendiri hingga sampai seperti ini.

'Tidak..'

'Aku bukan pembunuh'

Flashback End

"Kau ingin membuatku kembali gila karena mengingat kejadian itu?!"

Dengan kasar Chanyeol melepaskan pelukan Luhan dan mendorong tubuh Luhan hingga tersungkur ke lantai. Dan sedetik kemudian Chanyeol meninggalkan Luhan yang sudah menangis disana begitu saja. Ia bahkan tidak memperdulikan tatapan seluruh orang yang berada disana menatapnya dengan berbagai macam tatapan yang negatif.

'Apa aku harus terperangkap pada bayangan gelap itu?'

.

.

.

.

.

.

TBC!

.

.

.

.

.

.

Chap masih panjang. Flashback juga masih belum selesai. Masih minat? Apa cerita ini makin seru? Dan dengan hadirnya cast Luhan disini bakal berpengaruh bgt sama masa lalu Chanyeol.

Konflik masih belum berakhir dan seiring Yuta jelasin tentang konfliknya, Yuta bakal jelasin satu persatu misteri yang masih belum terkuak(?)

Semoga masih ada yang minat, dan Yuta butuh respon kalian melalui review.

Review kalian berpengaruh sama semangat Yuta untuk ngelanjutin FF ini. Berani baca dan berani suka, berarti berani review juga dong? haha

OK, LAST!

NEXT?

REVIEW JUSEYO~

YUTA TUNGGU REVIEWNYA~

SARANGHAE BBUING~!