DECLAIMER : Masashi Kishimoto
WARNING : GaJe, Lebay, OOC, LEMON (Maybe), anak dibawah 7 tahun dilarang Baca karen abelum lancar -?-
yang udah baca wajib reviewya ! –di tampar-
Happy read!! ^^v
ASRAMAKU
Sakura PoV.
Aku memang diam. Diam saat Uchiha itu mulai menarik dan membantingkan tubuhku di atas ranjang dengan begitu kasar. Aku diam saat Uchiha itu mulai meraba-raba dan menciumi tubuhku dengan begitu nafsu. Aku pun diam saat pemuda Uchiha itu merobek pakaian yang aku kenakan. Aku diam bukan berarti aku rela! Mana ada wanita di dunia ini yang rela tubuhnya menjadi mainan pria? Takkan ada. Aku menyesal kenapa aku tak memberontak. Aku sudah berjanji pada 'dia'. Dan aku mengingkarinya. 'Maafkan aku'
Sakura PoV. End
***
Sasuke yang memang sedang marah memang tak segan segan dengan wanita di depannya yang terbaring sambil menutup mata pasrah. Rasa iba menghampiri pemuda untuk beberapa saat ketika melihat wajah wanita di depannya itu. Namun itu hanyalah sebentar, karena pemuda itu mengingat kembali alasan dari kemarahannya pada gadis itu. Insiden di ruang Kakashi-sensei. Ia melihat sebagian kejadian itu walau tak sampai akhir.
"Grrrr.." Sasuke menggeram kesal.
Sakura membuka matanya, melihat mata merah di relung mata pemuda di hadapannya. Pandangan mata itu menusuk. Mengintimidasi. Dengan cepat di palingkannya pandangannya agar dia tak melihat mata itu. Sejujurnya Sakura… Takut. "Kenapa kau berhenti?" tanya Sakura masih mempertahankan kesan dingin. Namun sepertinya itu kurang berhasil. Karena terdengar dengan jelas suaranya bergetar.
Sasuke makin geram dengan wanita di depannya. Membuatnya mengangkat tangannya tinggi tinggi dan mendaratkannya di pipi kiri Sakura dengan sekali hentakan 'Plak'. Sebuah tamparan. Membekaskan memar dan munculnya darah di sudut sudut bibir Sakura. Sakura mengangkat tangannya untuk mengusap darahnya sambil mengalihkan pandangannya ke arah Sasuke yang sepertinya masih emosi.
"Kau ini bodoh atau apa Hah?" Bentak Sasuke "Aku mau memperkosamu dan kau diam saja! Wanita macam apa kau?" lanjut Sasuke tanpa menurunkan nada bicaranya yang tinggi.
"Hah!" Sakura menyeringai. Mencoba mendudukkan dirinya di sisi ranjang tidur menghadap ke arah Sasuke. "Ternyata Uchiha ini tak mampu melakukannya" ucapnya lagi. "Grrrr.." Benar benar baru pertama kalinya Sasuke menemui wanita seperti ini. Wanita yang diam saja saat.. diperkosa? Bahkan ini terlihat seperti Sakura lah sendiri yang meminta. Gila.
"Ternyata kau tak punya nyali, Uchiha!" Ucap Sakura. Cukup untuk membuat kemarahan Sasuke kembali tersulut dan menerjang tubuh Sakura untuk sekedar mengenalkan kekuatan kedua tangannya dengan leher putih Sakura. Mencekiknya.
"Uk-huu ukhhuu-" Sakura mulai kehabisan nafasnya karena pasokan oksigennya tak terpenuhi. 'Apa aku akan mati?' batin Sakura pasrah. "Uk-huu ukhhuu-" Sakura makin tesengal sengal.
"Cih! Tak ku sangka kau sama saja seperti Karin! Bahkan lebih parah!" Ujar Sasuke sambil berjalan menjauh melepaskan cekikannya yang terlalu keras. Dengan segera Sasuke mengambil dompet dalam saku celananya. Mengambil sejumlah uang dalam jumlah yang besar. Melemparkan uang itu kearah Sakura.
"Itukan yang kau mau? Dasar murahan!" ucap Sasuke dengan seringai miliknya. Sasuke mulai menanggalkan pakaiannya dan mulai mendekati Sakura yang masih terdiam. "Kau milikku malam ini!" Ucapnya sesaat sebelum ia mulai menggeluti tubuh Sakura. Cium. Jilat. Hisap. Raba.
"Kau tak tahu apa apa tentang diriku!" ucap Sakura. Membuat segala 'aktifitas' Sasuke terhenti seketika. Ditatapnya wajah Sakura yang masih terlihat datar dengan heran. Seringai Sasuke muncul kembali. "Hah! Kau hanya seorang pela-" 'Brukkk' Sakura mendorong Sasuke hingga Sasuke terjatuh dari atas ranjang
"KAU TIDAK TAHU!!!!!" Air mata Sakura mulai turun dengan emosinya yang mulai meledak Sasuke cukup kage dengan nada bicara Sakura yang memang sangat keras itu. Sakura menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Kau tidak tahu aku yang yang telah begitu bodohnya mencintai sosok yang jelas jelas itu adalah paman kandungku sendiri!"
"Kau tidak tahu aku yang diperkosa oleh paman yang amat aku cintai di saat aku 12 tahun!"
"Kau tidak tahu aku yang dipaksa membuka seluruh pakaianku di depan rekan rekan bisnis ayahku hanya untuk taruhan!"
"Kau juga tak tahu kan aku yang di jual kepada orang yang amat aku cinta hanya untuk melunasi hutang! Lalu? Apa yang kau ketahui HAH? Huhu.. Hiks.." Sakura terisak semakin keras. Sasuke hanya bisa terdiam mendengar semua pernyataan itu. 'Tak kuduga! Dia..' batinnya.
Sasuke masih berkelut dengan pikirannya yang kacau. "Maaf .." Ujarnya pelan. Sakura mendongakkan kepalanya saat ia merasakan tubuhnya dipeluk. "Maafkan aku.." Ucap Sasuke lembut sambil mempererat pelukannya. Sakura terbengong tak menyangka Uchiha ini bisa selembut dan sehangat ini pada dirinya. Tak lama setelah itu ..
Sakura menangis di dada Sasuke.
***
Sakura mulai berhenti terisak. Perasaannya sudah lebih baik sekarang tapi ia tak ingin Sasuke mengetahuinya. Ia takut pelukan ini akan terlepas. Ia ingin lebih lama seperti ini. Menghirup aroma tubuh yang hampir sama dengan 'dia'. Menikmati pelukan hangat yang sudah lama tak dia rasakan. Ini begitu .. Memabukkan!
Dengan perasaan tak rela. Sakura mulai melepaskan pelukannya. Diangkatnya wajahnya. Di kembangkannya senyuman manis tulus yang berbeda dari biasanya pada pemuda di depannya sebagai ucapan terimakasihnya. Mau tak mau Sasuke pun tersenyum membalas.
"Terimakasih Sasuke-kun!" Ucap Sakura sambil mencium bibir Sasuke sekilas. 'Sasuke… kun?' Sasuke menyeringai bahagia dalam hati 'Tidak buruk' batinnya girang. Dengan segera ia membalas ciuman dari Sakura yang seakan akan meminta dari tadi. Saling membalas. Saling berbagi. Saling menikamati. Saling Mendominasi. Saling memuaskan satu sama lain. menjadikan madam ini tak kan sepi dan terlupakan.
"Kau yakin mau melakukannya?" tanya Sasuke setelah melepaskan ciumannya. Memandang Sakura dengan ekspresi pengharapan yang berlebihan. Membuat Sakura terkikik sendiri melihatnya. 'Lucu sekali dia' batinnya. Dengan senyum mengembang. Dianggukkannya kepalanya dengan pasti. Dan permainan pun dimulai kembali ….
(Lemon Lemon Lemon Lemon Lemon Lemon Lemon)
Sasuke membaringkan tubuh Sakura dengan lembut di atas ranjang. Memulai dengan menciumi lembut bibir soft pink wanita di depannya dengan ciuman yang bertahap. Sementara Sakura mendesah. tangannya yang terbebas mulai membelai belai tubuh Sakura dari bagian atas sampai bawah. Bibirnya yang telah puas dengan bibir mulai turun menjelajahi tubuh putih itu dengan memberikan kissmark di tempat yang ia lalui. Setelah persiapan selesai. Sasuke mulai menyiapkan dirinya. Bersiap di bawah untuk memasukkan dirinya ke bagian terdalam Sakura.
"Boleh kumasukkan?" tanya Sasuke yang masih sibuk menciumi tengkuk Sakura. Sakura yang sudah tak berdaya hanya mengangguk pasrah sambil terus mendesah dengan apa yang Sasuke perbuat pada tubuhnya. Sasuke mulai memasukkan dirinya pada Sakura. 'Awwww' Jerit Sakura kesakitan. Dengan segera Sasuke menutup bibir itu dengan bibirnya sendiri. Agar teriakan itu teredam.
Dengan perlahan Sasuke memasukkan dirinya ke bagian terdalam Sakura. Setelah berada di dalam. dia diam menunggu persetujuan Sakura. dengan sebuah anggukan kecil dari wanita itu. Sakura mulai memaju mundurkan pantatnya. Sakura masih terlihat kesakitan dengan itu.
Dengan bertahap. Sasuke semakin cepat. Sakura sudah mulai mendesah lagi dengan suara yang keras. "uh- hmmm- le-bi-h ce- uh- pat-" ujar Sakura tersengal. Sasuke makin menaikan temponya.
In. Out. In. Out. In. Out. In. Out.
Makin lama erangan mereka makin tak terkendali. Hingga
"Sas… Sas-u hmmm- a-aku m-m-mau …."
"A-aku … j-juga…"
(Lemon Lemon Lemon -SKIP- Lemon Lemon Lemon)
Madam telah berganti. Pagi mulai menjelang dengan terbitnya matahari. Mengusik tidur pasangan yang kini telah berada dalam bawah selimut sambil berpelukan karena kecapaian.
"Hoam … Emmm…" Sasuke terbangun duluan. Dilihatnya wanita berambut pink sedang tertidur dengan pulas dalam dekapannya 'Madam yang menyenangkan! Dia memang hebat!' batin Sasuke yang tanpa sadar menarik sudut sudut bibirnya membentuk sebuah senyum.
Rasa bersalah menyelimutinya saat ia melihat bekas tamparan di pipi kiri Sakura. Dengan perlahan diangkatnya tangannya menyentuh bekas luka itu dan mengusapnya pelan. Membuat Sakura yang tadinya tertidur mulai membuka kedua matanya. Sakura tersenyum. Sasuke tersenyum. Mereka pasenyum-senyum. XD
"Maaf … Pipimu .." Ujar Sasuke. Sakura mengangkat tangannya menyentuh tangan Sasuke yang berada di pipinya kemudian menutup kedua matanya lagi. menikmati sentuhan tangan Uchiha.
"Tak apa! Anggap saja ini sebagai kenang-kenangan saat aku bercinta denganmu!" Ujar Sakura enteng. Sambil kembali terlelap dalam pelukan Uchiha Sasuke. Sasuke tersenyum sebelum menyusul Sakura menuju alam mimpi.
'I Love You' bati mereka bersamaan. Dan merekapun kembali terlelap.
***
"Kalian jangan ribut! Ulangan akan segera dimulai!" Sahut Kakashi-sensei pada murid muridnya
Bahkan mereka lupa kalo hari ini ada ulangan! Haha dasar!
***
TBC
Makasih bagi yang sudah meriview!
Gimana chap ini? Aneh ya? huhu hiks.
Maaf bila ada yang tak berkenan!
Review ?
