"Untill Death Take Us Apart"

By:Hikary_Cresenti

730

Disclaimer :Sampai Aizen terlahir kembali,dan Yamamoto koid,Bleach tetap punya Tite Kubo!Lagu disini juga milik penyanyi masing-masing .

Rated : M for Violence,Bloody(maybe),and many other things

Genre : Hurt/comfort/Tragedy

Warning :Chara death,

Hope U enjoyed it...


Nothing Can Be Explained

(Rukia Pov`s and normal Pov`s in the end)

Lost on the way

No one to blame,No one to save

Nothing to do with the way

Everythings changed

Pagi ini aku berangkat ke sekolah dengan perasaan kacau. Sangat kacau malahan. Bagaimana tidak,ke dua sahabatku baru saja pergi dengan cara yang tragis. Sangat tragis!

Setelah sampai aku melangkahkan kaki ke kelas,dan duduk sambil menyetel Mp3.

"Ruki,Ruki! Aduh.. pagi-pagi malah melamun,"kata Renji Abarai,pacarku.

Jujur rasanya kenangan itu baru saja terjadi kemarin,semuanya terasa begitu cepat. Sangat cepat malahan. Rasanya baru kemarin,aku masuk sekolah,dan mengenal mereka,ya Hisagi Shuuhei dan Kaien Shiba. Mereka emang lebih dikenal dengan julukan duo landak. Hisagi memang selalu bersikap dewasa,tapi jahil. Tidak seperti Kaien yang kekanakan dan ramah. Tapi meskipun begitu mereka adalah sahabatku,karena mereka selalu bisa membantuku. Dan rasanya baru kemarin,Hisagi membogem Renji karena bersikap kurang ajar padaku. Kemarin,semua itu hanya tinggal kenangan. Kenangan yang tak bisa untuk ku lupakan. Seluruhnya kenangan yang benar-benar manis dan pahit dalam hidupku. Jujur sampai sekarang aku masih dendam dengan Nanao,karena gara-gara dia Hisagi harus meninggal. Karena menahan rasa sakit,Hisagi mengahiri hidupnya dengan cara tragis. Sedang Kaien,ternyata ia terlalu Shock karena orang tuanya yang akan bercerai,dan ternyata terjadilah kecelakaan mereka harus pergi dengan cara seperti ini?Kenapa?!

"Rukia,lo kenapa?"tanya Tatsuki

"Eh,Tatsu,gw gak apa-apa,"kataku menyeka air mataku

"Apanya?Ada apa sebenarnya?Lo cerita dong?"kata Tatsuki

"Iya nih,Kuchiki-san,"kata Inoue

"Ren!Lo apain lagi si Ruki!Lo mau gw panggilin Kaien ma Hisa untuk nyiksa lo lagi!"kata Tatsuki

"Aduh.. Tatsu lo seneng bener nyiksa gw,"kata Renji

Tiba-tiba Grimmjow masuk dan menghampiriku sambil membawa 2 ikat bunga lili putih.

"Ruki,gw ikut sedih ya,atas semuanya,"kata Grimjow menyerahkan 2 ikat bunga tersebut

"Makasih,Grimm,"kataku menyeka air mataku

"Eh,emang ada apa Ruki?Siapa yang meninggal?"tanya Tatsuki kaget

Aku hanya diam.

"Lo belum tau ya Tatsu,itu si Hisa dan si Kaien,"kata Grimjow

"Eh,apa kapan?!"kata Tatsuki kaget

"Hisa udah 3 hari yang lalu,Kaien baru aja kemarin,"kata Grimjow

"Astaga,kog bisa?"tanya Tatsuki kaget

"Kaien karena kecelakaan kalau Hisa gw gak tau pasti,Kaien gak cerita ke gw,"kata Grimmjow

"O begitu, maafin gw,"kata Tatsuki

"Udah ini bukan salah lo Tatsu,"kataku tersenyum

"Ya udah lo jangan sedih ya,"kata Tatsuki lagi

"Iya.."kataku sambil menyeka air mata yang masih mengalir.

"Ruki, gw janji gw bakal selalu disamping lo. Gw janji,"kata Renji memelukku

"Iya,terimakasih Ren,"kata ku menangis terisak

"Ruki!"

"Eh,Ichi?ada apa?"tanyaku bingung

"Ini lo dicariin Kaien tuh,katanya dia nunggu lo di UKS,"kata Ichigo lagi

"Eh.."aku langsung kaget

"Srius lo Chi?!"kata Grimjow kaget

"Srius lah,"kata Ichigo

Aku langsung berlari ke UKS,tanpa mendengar panggilan teman-temanku.


Lost... I feel like a little like a child who`s lost

A little like everything changed a lot I didn`t like all of the pain

Lost... confused a lot of it is hard to take and cause of it

Everything`s changed I thought I`d make it through the pain


Sesampainya di UKS,suasana benar-benar hening,aku memperhatikan sekelilingku. Hingga suara yang familiar terdengar.

"Ruki.."

Aku menoleh lalu aku kaget saat melihat dua orang pria yang sangat familiar. Hisagi Shuuhei dan Shiba Kaien. Mereka hanya tersenyum tipis.

"Kai,Hisa ..."kataku

"Ruki,maafin gw ya,"kata Hisagi lirih

"Ini bukan salah lo His. Gw minta maaf karena gak bisa nolongin lo nyelesain masalah lo, gw.."kataku lirih

"Ssshh... Udah,lo jangan sedih ya Ruki,"kata Hisagi tersenyum lalu memelukku erat lalu melepaskan pelukanya.

"Ruki,gw juga minta maaf,harusnya gw cerita ke elo. Tapi gw hanya gak mau kalau lo makin sedih,"kata Kaien

"Kai, harusnya lo cerita kita ini sahabat. Sahabat itu saling membantu, Gw lebih sedih kalau lo gak cerita dan nyimpan semuanya sendiri kayak gini."kataku lirih

"Maafin gw,gara-gara keegoisan gw lo harus ngalamin ini. Gw tau ini semua berat, gw minta maaf. Gw benar-benar menyesal,tapi gw bakal selalu ada di dekat lo."kata Kaien memelukku erat.

"Kai..."

"Kai, ada yang datang. Ayo,kita harus pergi. Lo gak mau kan kalau ada orang lain yang liat,"kata Hisagi

"Iya,His. "kata Kaien melepas pelukanya

"Kai,Hisa!Lo jangan pergi, gw mohon. Please.."kataku terisak

"Maaf Ruki,tapi kita harus pergi. Dunia kita berbeda. Sampai jumpa lagi,"kata Hisagi

Lalu mereka berdua menghilang.

"Tidak! Kai!Hisa! jangan tinggalin gw.."kataku menangis.


Given the chace

I would happily

Dance on the grave

Of the one who shows no remorse


"Ruki1Lo gak apa-apa?"tanya Tatsuki

"Tat,gw.."

Aku langsung pingsan.

Saat bangun,aku masih di UKS.

"Ruki!syukurlah lo udah sadar,"kata Renji sambil memelukku

"Gw dimana?"tanyaku

"Lo di UKS, Lo gak apa-apa?"tanya Renji lagi

"Gw gak apa-apa,"kataku

"Ruki,hari minggu kita jalan-jalan yuk. Gw mau supaya lo bisa merelakan semuanya ya,"kata Renji lagi

".. Iya.."

Malam harinya

Aku memperhatikan Notes yang di tinggalkan Hisagi, dan Kaien. Air mataku kembali mengalir. Semuanya terlalu berat.

'Kai,His gw tau lo bakal marah kalau gw ngelakuin ini. Tapi gw gak bisa,gw gak kuat hidup sendiri,gw merasa hampa.'kataku sambil menulis sesuatu di notes itu. Lalu tidur.

Keesokan harinya aku,Renji,Tatsuki,Ichigo,Orihime,Ishida,Grimmjow dan Nel pun pergi ke sebuah lembah yang mempunyai pemandangan yang indah dan mengagumkan.

"Ruki,lo mau kemana?"tanya Renji

"Gak,gw Cuma mau lihat pemandangan aja ,"kataku

"Ya udah gw temanin ya,"kata Renji

"Udah gw sendiri aja,gw mau sendiri dulu,"kataku

"Ya udah,lo hati-hati ya,tebingnya licin dan terjal,"kata Renji mengingatkan

"Iya.."kataku lagi sambil tersenyum.

Setelah Renji pergi aku langsung menuju ke ujung tebing dan memperhatikan pemandangan disana. Angin sepoi-sepoi menerbangkan rambutku. Aku mengeluarkan Notes dari saku ku dan meletakkanya di ujung tebing itu. Lalu aku segera melompat ke kurasakan darah mengalir dari tubuhku,setelah itu semuanya gelap.

~FIN~


Omake!

"Ren!Ruki mana?"tanya Tatsuki

"O tadi katanya dia mau jalan-jalan,"kata Renji

"Napa gak lo temanin?Lo tau kan dia itu trauma banget?!kalau dia bunuh diri gimana?!"kata Tatsuki

"Udah,gw yakin kog. Ruki gak kan ngelakuin hal itu."kata Renji

"Tapi gw hawatir,ayo kita cari,"kata Tatsuki

Lalu Tatsuki dan Renji mencari Rukia.

"Loh,kenapa ada notes di sini ?"kata Tatsuki memperhatikan notes bergambar 69 itu

"Tat,itu notesnya si Hisa.."kata Renji

"Eh..Kog bisa di sini?!"kata Tatsuki kaget

Lalu mereka melihat notes tersebut. Di halaman pertama ada tulisan Hisagi sebelum ia meninggal. Lalu di halaman ke dua tulisan Kaien sebelum ia meninggal dan di halaman ke tiga tulisan Rukia sendiri.

"Gawat!jangan-jangan dia mau bunuh diri!Ayo cepat kita cari dia!"kata Renji

"Ren..itu.."kata Tatsuki menunjuk sesuatu di dasar jurang.

"ASTAGA! RUKIA!" teriak Renji kaget saat melihat tubuh Rukia di tembus oleh batu-batu runcing di jurang tersebut. Darah mengalir dari seluruh tubuhnya.

Lalu keesokan harinya Rukia pun dikuburkan. Mereka merasa kehilangan. Agar hal tersebut tidak terjadi mereka mengubur notes yang di tinggalkan Hisagi


tersebut.

Nothing is Plain

Nothing can be Explained

Nothing can be Explained

Nothing Explain


Fin

Yey!chapter ini selesai juga,meskipun berahir tragis. Sorry kalau Hurt comfortnya atau tragedynya gak kerasa,ini pertama kalinya saya bikin cerita kayak gini.

Mind to Read and Review?