Tittle : HOPE IN LOVE

Author : AedaSha

Cast : TVXQ, SHINEE

Genre : family, romance (pokoknya genrenya campur-campur)

Warning :YAOI,MPREG

CHAPTER 4

"Key Hyung.." panggil Jino

"eh.. Jino, ada apa?"

"aku mau bertanya keadaan Taemin, apa dia sudah baikan. Rasanya sepi jika dia tidak ada."

"oh.. Taemin . aku juga belum tahu keadaannya. Aku mau menjenguknya nanti di rumah sakit. Apa kau mau ikut?"

"benarkah? Baiklah aku ikut dengan Hyung"

"nanti Hyung tunggu di depan gerbang setalah pulang sekolah, oke?" yang diangguki Jino

"oh Iya Jino, beberapa hari yang lalu kata Taemin kau mengikuti rapat OSIS? Tapi kenapa aku tidak tahu, padahal aku juga anggota OSIS"

"ah.. itu.." Kringgg… "ah.. jam istirahat telah selesai Hyung. aku mau kekealas dulu, Bye Hyung" ucap Jino berlalu pergi. Sedangkan Key juga bergegas masuk kelas yang sepertinya dia sudah melupakan pertanyaanya tadi.

-AedaSha-

"baby, makan dulu. Kalau tidak makan bagaimana mau sembuh" ucap Yunho membujuk Taemin makan.

"Minnie tidak selera Appa. Makanan rumah sakit tidak enak.. Appa, Minnie mau pulang" rengek Taemin

"kita akan pulang setelah kondisi Minnie sudah baik. Makanya makan dulu, biar cepat sehat dan kita bisa pulang"

"tapi Appa…" Ucapan Taemin terpotong ketika Yunho langsung menyuapkan bubur kemulut Taemin.

"Jika Minnie meurut.. hari ini juga bisa pulang"

"benrkah?" ucap Taemin berbinar

"tentu saja" Ucap yunho meyakinkan. Sejak insiden pingsannya Taemin, Yunho selalu berada disamping Taemin selama 2 hari ini. Bahkan Yunho meningglakan pekerjaanya. Untung ada Yoochun yang meng handle pekerjaan di kantor.

"anyoung Taemin-nie. Bagaimana sudah merasa baikan" sapa seorang namja berjas putih yang memasuki kamar rawat Taemin. Dia adalah Choi Siwon, dokter yang merawat Taemin.

"anyoung Dokter. Minnie sudah baikan Dokter. Bisakah Minnie pulang sekarang?"

"benarkah, coba dokter perikasa dulu" Dokter Choi pun memeriksa keadaan Taemin

"ya.. memang sudah baikan, tapi makannya masih susah kan?"

"makanan rumah sakit tidak enak. Lagi pula Minnie ingin kembali sekolah" ucap Taemin sambil mempoutkan bibirnya

"kalu sakit, ya makananya seperti itu. Lagi pula lambungnya masih belum pulih. Untuk sementara harus makan yang lunak-lunak dulu. Kalu sudah normal, boleh makan apapun yang Minnie mau dan bisa kembali sekolah. Oh.. ya sekolah Minnie dimana?"

"di Shawol High Scool, meamngnya kenapa Dok?"

"di Shawol High School? Wah.. kebetulan anak dokter juga bersekolah disana, dia kelas 3 sekarang. Minnie kelas berapa?"

"kelas 2. Namanya siapa Dok"

"namanya Choi Min…"ucapan Dokter Choi terputus ketika Onkey dan Jino datang. Akhirnya Dokter Choi mengundurkan diri melihat ada yang menjenguk Taemin

"bagaimana keadaanmu, Baby Minnie" tanya Key

"yang Hyung lihat, aku sudah baikan. aku sebenarnya sudah mau pulang, dirumah sakit tidak enak Hyung" adu Taemin. Sedangkan Yunhho hanya tersenyum melihat Taemin

"Baby, Appa tinggal dulu ya?" Ucap Yunho

"Appa mau kemana? "

"Appa mau bertemu Doketr Choi Dulu. Onew-ah Ajhusi titip Taemin" ucap Yunho

"ne.. Adhjusi"

"baikalah Adjhusi permisi dulu" pamit Yunho

"cepatlah sembuh Taemin. Aku kesepian di sekolah." Ucap Jino

"aish.. kau ini. Disekolahkan banyak teman. Bagaimana bisa kesepian"

"disekolah memang banyak teman, tapi tidak ada kau tidak seru. Oh.. Iya nih ada titipan."

"titipan dari siapa?" Taemin melihat boneka, bunga, coklat dan surat-surat yang dikeluarkan dari tas ransel Jino

"ini titipan dari Sulli, ini dari Jongin, ini dari Noona… ah.. aku tidak ingat. Kau baca saja sendiri surat dari mereka. Semenjak kau tidak masuk. Mereka semua menanyakanmu terus. Aku jadi pusing.. dan ketika tahu aku akan menjengukmu, mereka menitipkan ini semuua kepadaku. Huh.. memangnya aku temapt penitipan barang" keasal Jino

"wah.. Minnie ternyata bayak penggemar di sekolah. Hyung saja waktu sakit, tidak ada yang member Hyung hadiah" takjub Onew

"memangnya kau mengharap hadiah dari siapa Hah..!" sinis Key

"ehh.. tidak-tidak. Hanya dirimu saja disampingku, itu sudah cukup" ucap Onew, tiba-tiba masuk seorang namja mirip Dino siapa lagi jika bukan Jonghyun.

"Hi.. Taemin.. Wah ternyata ada kalian juga" ucap Jonghyun

"memangnya kenapa kalau ada kami, kau tidak suka?" uacp Key

" Bagaiman keadaanmu Taemin?" Tanya Jonghyun. Dia sedang malas meladeni ocehan Key

"sudah baikan Hyung. Hyung perkenalkan ini Jino temanku"

"anyounghaseyo.. Jonghyun imnida"

"a…anyoung.. Jino Imnida"

"kenapa jadi gugup begitu Jino" heran Taemin

"ah… ti..tidak" gugup Jino

"mungkin Jino terpesona dengan ketampananku" ucap Jonghyun dengan pedenya

"dasar narsis.." desis Key

Ketika Asyik becengkrama ponsel Key berbunyi ternyata dari Heechul yang menyuruh Key untuk membeli bahan makanan.

"Hyung pulang dulu Minnie, Yoebo antarkan aku ke super market. Umma menyuruhku membeli bahan makanan"

"oke.. eh tapi Jino bagaimana?" tanya Onew

"kita antar saja dulu Jino" ucap Key

"tidak usah Hyung.. biar aku pulang sendiri saja." Tolak Jino

"sudahlah tidak apa-apa, kau kan perginya dengan kami tentu pulang juga harus bersama" ucap Onew

"Joong Hyung…. bisa tidak antarkan Jino pulang, ayolah Joong Hyung…" ucap Taemin dengan mengandalkan puppy eyesnya

"Taemin aku bisa pulang sendiri… sungguh tidak apa-apa" Jino meyakinkan

"diamlah Jino. Joong Hyung…." Taemin terus memohon kepada Jonghyun

"Kenapa aku… hah.. Baiklah-baiklah… tidak usah menatapku seperti itu Key" rupanya sedari tadi key menatap Jonghyun dengan tatapan mengintimidasi"

-AedaSha-

"bagaimana keadaan Taemin, Hyung?" Tanya Yoochun. Kini Yunho sudah kembali kekantor dan Taemin sudah pulang dari rumah sakit dan kembali ke sekolah"

"dia sudah baikan dan sudah masuk sekolah, tapi aku masih khawatir dengan kondisinya"

"memangnya apa sebenarnya yang terjadi dengan Taemin?"

"kata dokter dia kena asam lambung. Dan kau tahu, itu disebabkan makanan yang kurang terjaga. Ini juga salahku, aku kurang memperhatikan pola makannanya."

"sepertinya Hyung memang butuh seseorang yang memperhatiakan Hyung dan Taemin"

"entahlah Chun, aku benar-benar bingung sekarang. Jika aku mencari seorang yang akan masuk dalam kehidupankku, aku takut Taemin akan semakin terguncang. Kau tahu sendiri jika dia tidak mau aku menikah lagi."

"aku kasian melihat kondisi Taemin, sedari kecil hidup tanpa seorang Umma memang sangat berat."

"itulah sebabnya Chun-ah, sakit Taemin bukan hanya factor makanan. Tapi juga factor psikis. dokter mengatakan Taemin mengalami Stress yang menyebabkan kondisi tubuhnya menurun"

"stress.. memangnya apa yang difikirkan anak seusia Taemin"

" mungkin Dia mearsa tertekan dengan semuanya, mulai dari aku dijodohkan Aboeji dan juga dengan terang-terangan Aboeji mengatakan bahwa Aboeji sangat membenci Taemin karena Ummanya. Bahkan dia tidak ingat wajah Ummanya tapi dia terkena imabas."

"aku rasa Taemin merindukan Ummanya. Mungkin dia tidak mau mengatakan karena dia tidak tahu berbuat apa, sehingga dia pendam rasa rindu dan keingintahuan tentang Ummanya selama ini"

"akau merasa menjadi Appa yang buruk Chun. Bahkan aku tidak tahu apa yang dirasakan Taemin selama ini."

"memangnya Taemin tidak pernah menanyakan Umma kandungnya selama ini?"

"pernah, tapi aku selalu mengatakan Umma pergi untuk sementara dan suatu saat akan kembali. Sehingga dia tidak pernah menanyakannaya lagi."

"Junsu juga pernah mengatakan jika Taemin pernah menanyakan tentang Ummanya, tapi Junsu juga tidak bisa menjawab sepenuhnya. Apa Hyung masih mencari Jae Hyung?"

"tentu saja, tapi belum ada titik terang sampai sekarang. Sehingga aku merasa sudah putus asa dan tidak mau berharap banyak lagi. Focusku kini hanya untuk Taemin"

"aku tidak tahu siapa yang dipersalahkan dalam hal ini, aku hanya merasa Aboeji terlalu mengatur hidup Hyung selama ini tanpa Hyung sadari"

"kau benar Chun-ah.. bahkan aku tidak menyangka Aboeji bersikap seperti itu kepada Jaejoong. Aku merasa semakin bersalah karena tidak bisa melindungi keluargaku sendiri.

"oh iya, Hyung pernah bilang Taemin menangis ketika berada di restoran. Apa Hyung sudah tahu penyebabnya? ."

"aku belum menanyakannya. Aku takut nanti psikisnya bertambah buruk. Dokter Juga mengatakan harus menjaga Taemin jangan sampai kondisinya memburuk. Mm.. tunggu.. mungkin Onew bisa membantu" Yunhopun mnelpon Onew untuk mengetahui apa yang terjadi direstoran.

-AedaSha-

'yoeboseyo… Cwang Hyung'

"yoeboseyo, maaf ini Ummanya Changmin." ternyata Jaejoong yang mengangkat telepon dari Onew

'ah.. ajhuma, ini Onew, bisa berbicara dengan Changmin Hyung'

"changmin lagi mandi Onew-ah, ada pesan? Nanti Ajhuma sampaikan."

'mmm… sebenarnya… Ajhuma aku boleh tanya?'

"tanya apa Onew-ah"

"bebrapa hari yang lalu Taemin berkunjung ke Restoran Ajhuma, dan apa Ajhuma tahu kenapa Taemin mengangis ketika keluar dari restoran? Mungkin Ajhuma tahu atau mungkin melihat?"

"ah.. i..itu..Ajhuma.."

"jika Ajhuma tidak tahu juga tidak apa-apa. aku hanya ingin menyampaikan pesan Yunho Ajhusi"

"Yu.. yunho?"

"iya.. Yunho Ajhusi itu Appanya Taemin. Mungkin Yunho Ajhusi ingin tahu apa yang terjadi pada Taemin. Akhir-aknhir ini kondisi Taemin tidak terlalu baik dan dia juga baru keluar rumah sakit"

"ru..rumah sa..sakit?" seketika ponsel yang dipegang Jaejoong terlepas dari genggamannya. Jaejoong tidak tahu apa yang dia rasakan sekarang. Inikah sebebnya bebrapa hari ini perasaan Jaejoong tidak enak. Tanpa terasa butira-butiran Kristal telah mengalir dan Jaejoong terduduk.

-AedaSha-

"Donghae-ah apa sudah ada perkembangan?"

" belum. Tapi aku merasa kau akan menemukannya sendiri"

"apa maksudmu, jadi selama ini kau tidak mencarinya?"

"tentu saja aku mencrinya Pabo. Aku sudah katakan kemungkinan mereka sudah di seoul, seharusnya kau juga bisa mencarinya menggunakan perasaanmu"

"apa maksudmu? Kau fikir aku diam saja? Aku juga berusaha mencri mereka. Tapi kau tahu sendiri, pekerjaanku saja sudah menumpuk ditambah harus mengurus Taemin"

"ne ne aku mengerti, tapi menurutku tidak ada yang bisa menemukan mereka, selain dirimu. Sudahlah… sebaiknya kita cari makan siang, perutku sudah lapar"

"aish.. kau ini membutaku bertambah bingung."

"jangan terlalu difikirkan, ayo kita cari makan" Donghae menyeret Yunho pergi keluar dari kantor Yunho.

"kita mau makan dimana Yunho-ah"

"kau yang mengajakku, sekarang kau yan bertanya. Dasar ikan aneh"

"aku sedang berbaik hati. Cepat katakana kau ingin makan diamana, akau yang traktir"

"benarkah? Mm… hah.. bagaimana kita kesebuah restoran baru, sebenarnya aku belum pernah makan disana. Tapi ada rekan kerjaku yang mengatakan makanan disana sangat lezat dan direstoran itu juga aku mendapatkan Taemin menangis mungkin kita bisa mencari sedikit info disana. Aku masih penasaran apa yang terjadi dengan Taemin, biarpun dia manja dia tidak akan menangis jika bukan sesuatu yang sangat menyinggungnya"

"baiklah.. kita kesana. Mungkin saja kau akan mendapat pencerahan sesampai disana"

"ku harap seperi itu" ucap Yunho. Sedangkan Donghae hanya memberikan senyumannya. "bersiaplah Jung Yunho!" fikirnya

-AedaSha-

"selamat datang. Mau pesan apa?" ucap Dongwoon ramah

"mm.. kami peasan makanan paling special di restoran ini" ucap Donghae

"baiklah… tunggu sebentar Tuan"

"wah.. kau benar-benar ingin mentraktirku? Jika istrimu yang super pelit itu tahu bagaimana?"

"aish.. kau diam saja."

Ketika Yunho dan Donghae menunggu pesanan, mereka melihat dua anak muda masuk ke restoran tersebut yang sedang bercekcok ria"

"yak… Changmin-ah kembalikab PSP ku" ucap Kyuhyun

"kau ini pelit sekali Kyu… aku hanya pinjam sebentar"

Yunho sempat melihat anak yang bernama Changmin tersebut. Yunho merasa dia mengingat nama itu. Ya Yunho masih sangat ingat nama anak sulungnya.

"hei berhenti apa yang kalian lakuakan? Lebih baik kalian membantu Dongwoon mengantar makanan" lerai Jaejoong yang kini Changkyu berada di dapurnya yang masih sibuk memperebutkan PSP.

" baiklah-baiklah…, ini untuk meja mana Hyung?" tanya Changmin kepada Dongwoon

"ini makanan untuk meja nomor 5"

Changmin pun mengantarkan makanan kemeja nomor 5 dimana meja tersebut tempat Yunho dan Donghae

"permisi Tuan, ini makanannya"

"Changmin?" Changmin terkejut ketika siapa yang sedang memanggilnya. Dan Changmin sangat tahu siapa orang itu.

" apa namamu Changmin? Maaf sudah membuatmu bingung, nama itu mengingatkanku dengan nama anakku" ucap Yunho. Sedangkan Changmin menegang, dia merasa badannya sangat lemas dan tanpa disadari piring yang dipeganngya terjatuh kelantai

"gwenchana?" tanya Yunho melihat reaksi Changmin. Jaejoong yang melihat Changmin menjatuhkan piring berjalan mendekati meja tersebut

"maaf Tuan.. saya benar-benar minta maaf. Saya akan…" ucap Jaejoong sambil membungkuk

"Boo.." Jaejoong menegang ketika ada yang memanggilnya dengan panggilan tersebut. Dan Jaejoong sangat tahu hanya satu orang yang memanggilnya seperti itu. Dengan perlahan Jaejoong mendongakkan kepalanya, dan betapa terkejutnya Jaejoong melihat siapa orang yang berada didepannya.

"ma..maf Tuan tu..tunggu sebentar saya akan mengganti dengan makanan yang baru." Ucap Jaejoong sambil membawa Changmin, ketika hendak melangkah, Jaejoong merasa lengannya tertahan

"Jae… kau tidak mengingatkau, aku Yunho suamimu"

"maaf saya tidak kenal anda"

"Changmin? apa dia.."

"maaf Tuan. Dia anak saya."

"Jung Jaejoong.. kau tidak bisa melakukan ini kepadaku, aku sudah lama mencarimu. Kenapa kau tega meninggalkan Aku dan Taemin?"

"dengar baik-baik Tuan. Nama saya Kim Jaejoong. Saya tidak mengenal anda. Pekerjaan saya sangat banyak, jika Anda hanya mencari keributan direstoran saya, lebih baik anda pergi"

"kenap-kenapa kau seperti ini Jae? Tidakkah kita bisa membicarakan semuanya agar leebih jelas. 13 Tahun, bukan waktu yang sebentar. Tidakkah ada rasa rindumu terhadapku?"

"apa yang kau ingiinkan dariku Hah…, aku sudah katakan aku tidak mengenalmu."

"baik.. kau mungkin tidak mengenalku, tapi apa kau tidak merindukan Taemin?"

"…."

"ada apa ini? Jae kenaparibut-ribut" Heechul masuk kerestoran dan dia mendapi Jaejoong yang sedang ribut.

"Hyung.. orang ini yang memulai keributan"ucap Jaejoong. Heechul melihat siapa orang yang Jaejoong sebut dan Heechul tahu siapa orang itu.

"maaf tuan, jika anada ingin berbicara pribadi dengan Jaejoong, saya rasa ini bukan tempat yang tepat." Ucap Heechul menengahi

"Jae tidak bisakah bicara sebentar?"

"aku tidak mau pelangganku lari hanya karena keributan tidak penting ini. sebaiknya anda pergi"

"aku tidak akan pergi sebelum kita bicara dan menjelaskan semuanya"

"Jae sudahlah, sebaiknya kalian bicara diatas. itu akan lebih baik" ucap Heechul

"tapi Hyung…"

"sudahlah Jae, ini tidak akan selesai. Kau dengar sendiri dia tidak akan pergi sebelum bicara denganmu. Bawalah dia keatas" dengan berat hati Jaejoong membawa Yunho keatas diikuti Changmin. sedangkan Yunho merasa lega.

"kau mau apa?" ketus Jaejoong.

"aku ingin minta maaf. Aku tahu aku bukan suami yang baik. Aku juga sudah tahu sebab kau pergi, tapi akau mohon Jae kembalilah. Sudah 13 tahun kau meninggalkanku. Kau tahu.. itu masa yang sangat sulit dalam hidupku dan Taemin"

"kau sudah tahu? Baguslah… tapi maaf aku tidak mau kembali lagi denganmu. Hidupku sudah cukup bahagia dengan Changmin."

"Tapi Jae… apa kau tidak mencintaiku lagi?"

"cinta?.. dengar baik-baik Jung Yunho-shi. Kita sudah bercerai, jadi cinta tidak penting lagi diantara kita berdua"

"cerai? Aku tidak pernah menceraikanmu. Dan asal kau tahu, surat cerai yang kau berikan dulu keapadaku tidak pernah aku tanda tangan. Dan kau tahu apa artinya? Kau masih sah menjadi ISTRIKU. Aku juga tahu surat cerai itu bukan darimu. Ini semua karena Aboejikn?"

"A..apa? jja..jadi kau tidak…" Jaejoong terkejut denga pengakuan Yunho

"ya.. asal kau tahu. Selama 13 tahun aku tidak pernah melupakannmu dan Changmin"

"aku tidak bisa. Aku rasa dengan berpisah itu akan lebih baik. A..aku tidak ingin semua luka ini kembali. Ta..tapi ke..Hiks.. kenapa kau kembali dalam hidupku. Aku mohon biarkan aku dan Changmin hidup tenang. Asal kau tahu… menikah denganmu adalah pilihan yang salah dalam hidupku. Seandainya kita tidak menikah, mungkin semua ini tidak akan terjadi"

"Umma… " Changmin menenangkan Ummanya

"Jae.." Jaejoong hendak memeluk Jaejoong

"jangan pernah menyentuh Ummaku" marah Changmin

"Changmin… Appa tahu, kau pasti sangat membenci Appa. Karena sudah membuat hidup kalian menderita. Tapi sungguh Appa benar-benar tidak tahu seblumnya"

"sebaiknya kau pergi. Aku tidak mau menjadi pengganggu dalam hidupmu lagi"

"pengganggu? Apa maksudmu. Semua hal-hal buruk yang menimpa kita itu adalah karena Aboeji. Aku juga tahu Aboeji yang menyuruhmu pergi dari kehidupanku"

"kau sudah tahu Aboejimu tidak merestui kita, tapi kenapa kau masih memintaku masuk kedalam hidupmu Hah.. kau mau menyiksaku."

"kau boleh membenciku Jae, karena kebodohanku yang tidak bisa melindungi anak dan istrinya sendiri. Tapi ingat, kita masih punya buah cinta kita. Changmin dan Taemin. Mungkin Changmin beruntung bisa hidup denganmu, tapi Taemin. Tidakkah kau pernah memikirkannya. Dengar Jae, aku tidak akan menyerah untuk mendapatkan kalian kembali" Jaejoong terdiam dengan perkataan Yunho. Ya… bagaimanapun mereka ingin berpisah, tapi tetap ada pengikat mereka yaitu Changmin dan Taemin yang tidak tahu apa-apa.

"aku lelah.. sebaiknya kau pergi" Jaejoong masuk kedalam kamarnya

"aku berharap Appa menjemputku dan Umma. Tapi Umma mengatakan bahwa Appa tidak akan pernah menjemput kami. Semenjak itu aku tidak berharap bertemu dengan sosok Appa lagi"

"Min, selama ini Appa selalu mencarimu dan Ummamu. Appa tidak pernah melupakanmu"

"jika memang anda mencintai Ummaku, seharusnya kau bisa melindunginya. Aku tidak suka dengan orang yang sudah membuat Ummaku menangis." Ucap Changmin dan berlalu pergi memasuki kamarnya. Perasaan campur aduk kini yang dirasakan Changmin. ada rasa marah, kesal yang dia tujukan untuk Yunho tapi tidak bisa dia pungkiri dari lubik hatinya terselip rasa rindu yang sangat dalam terhadap sosok Appa.

-AedaSha-

"Appa kita mau kemana?" tanya Taemin. Kini Yunho dan Taemin didalam mobil.

"Appa akan mengenalkanmu dengan seseorang.. ah bukan dua orang tepatnya"

"dengan siapa?"

"nanti baby juga tahu" ucap Yunho sambil tersenyum

Kini Yunho dan Taemin telah tiba didepan restoran Jaejoong. Ya.. Yunho sudah memantapkan hatinya dari beberapahari yang lalu untuk memberihatu Taemin tentang Umma dan Hyungnya.

"apa kita kenapa kesini? Lagi pula restoran ini sudah tutup?"

"sudahlah… justru sudah tutup lebih baik, Kajja"

"Appa Minnie tidak mau. Ayo kita pulang, kalau mau cari makan lebih baik ke restoran lain saja" tolak Taemin

"lho.. kenapa? Appa akan mengenalkan dua orang kepada Baby. Mereka ada disini. Appa yakin Minnie akan senang nantinya"

"tidak Appa… ayo kita pulang" Taemin masih mencoba membawa Appanya pergi. Ternyata Taemin masih teringat akan ucapan Changmin dahulu. Semenjak itu dia berjanji tidak akan kembali kerestoran itu lagi.

"tidak sebelum kita masuk baby…" Yunho dan Taemin pun masuk. Restoran memamng sudah tutup tapi pintu masih belum dikunci. Ini dikarenakan Dongwoon dan Ryewook masih beres-beres didalam restoran.

"maaf Tuan restoran kami sudah tutup" ucap Dongwoon

"ah.. aku hanya ingin bertemu dengan pemilik restoran ini"

"oh.. anda bukannya…" Dongwoon mengingat bahwa orang yang didepannya ini pernah ribut dengan Bossnya.

"bisahkan aku bertemu dengannya?" tanya Yunho yang tahu maksud Dongwoon

"mau apa lagi kau kesini hah.." tiba-tiba Jaejoong muncul

"Jae… Aku pernah katakan, aku tidak pernah menyerah untuk mendapatkan kalian kembali bukan?"

"maaf… aku tidak punya waktu meladenimu."

"Dongwoon, Ryewook sudah kerjanya disambung besok saja. sebaiknya kalian pulang dan istirahat."

"ne… kalu begitu kami pulang dulu Hyung" ucap Ryewook. Ryewook dan dongwoon pergi meninggalkan restoran.

"Appa ayo kita pergi.." Jaejoong yang baru sadar ternyata Yunho tidak sendiri dia bisa melihata Taemin menarik lengan Yunho.

"Taemin…" kaget Jaejoong

"kau sudah tahu Boo?, baby juga sudah tahu?"

"hah.. Appa bicara Appa?. Minnie tidak mengerti" bingung Taemin

"Kalau dia Umma Minnie?"

"Umma? Siapa yang Appa maksud? Ajhuma ini? ajhuma ini pemilik restoran ini"

"Boo… jadi kalian sudah bertemu sebelumnya. Hah.. aku baru ingat bukankah Minnie pernah dari restoran ini"

"i…itu…" gugup Jaejoong

"Appa Minnie lelah dan mengantuk. Ini sudah malam mayo kita pulang" potong Taemin, taemin benci mengingat kejadian itu.

"Umma… kenapa belum istirahat" Changmin datang dari lantai atas. Melihat kedatangan Changmin, Yunho berinisiatif untuk menjelaskan semuanya.

"ok… semuanya sudah berkumpul. Boo aku rasa, inilah saatnya"

"Umma apa maksudnya ini" bingung Changmin

"Minnie.. dengarkan Appa. Dua orang yang berada didepan Minnie ini adalah.."

"Yunho… cukup!"

"kenapa? Taemin juga anakmu. kenapa kau tidak mau dia mengetahui jika kau Ummanya?"

"APAAAAAA, ma…maksud Appa apa?"

"Minnie…. Ajhuma ini dia adalah Umma kandung Minnie dan Changmin Hyung adalah Hyung kandung Minnie" semua terdiam ketika semua sudah terjabarkan. Biarpun Yunjaemin sudah tahu, tapi tidak dengan Taemin. Semua melihat kearah Taemin untuk melihat reaksi apa yang terjadi.

"Appa, Mi..minnie i..ingin pulang" ucap Taemin. Yunho bingung dengan reaksi anaknya. Yunho berfikir Taemin akan sangat bahagia mendengar semua ini. Jaejoong dan Changminpun terkejut dengan sikap Taemin.

"Taemin…" bisik Jaejoong tidak percaya

"Appa pernah bilang jika Umma pergi. Itu berari Umma akan kembali kerumah kita. Sampai sekarang Umma belum pernah hadir dirumah kita Appa. Jadi Umma belum kembali."

"Ta..taemin.."

"Mungkin waktu masih kecil Minnie sangat berharap Umma cepat pulang, tapi sekarang Minnie tidak peduli lagi dengan itu semua. Minnie sudah cukup bahagia dengan Appa. maaf Changmin Hyung.. aku tidak akan mengambil Umma Changmin Hyung dan tenang saja aku akan memeluk Ummaku sendiri, biarpun aku tidak tahu kapan itu. Atau… mungkin tidak akan pernah" ucap Taemin sendu denga mata yang berkaca-kaca"

"Minnie…. Ke..kenapa bicara seperti itu. Bukankah sekarang Minnie sudah bertemu dengan Umma?" tanya Yunho

"tidak.. Ajhuma ini bukan Umma Minnie!."

"maaf… Minnie. Maafkan Umma. Hiks.. Umma bukan bermaskud meninggalkan Minnie" Jaejoong sudah tidak tahan melihat reaksi Taemin.

"Bahkan menyebutkan kata Umma sudah terasa janggal sekarang. Jika Ajhuma memang Umma Minne, kemana saja selama ini? setiap malam Minnie selau berdoa jika pagi hari tiba Umma yang akan membangunkan Minnie. TAPI APA? SEMUA ITU HANYA HARAPAN KOSONG YANG TIDAK AKAN PERNAH TERJADI.."

"JUNG TAEMIN!" Yunho membentak Taemin. Semua terkejut.

"kenapa hisks.. kenapa Appa membentak Minnie. Appa tidak pernah membentak Minnie sebelumnya. Sekarang.. hiks.. APA KARENA MEREKA? APA LEBIH SAYANG MEREKA DIBANDING MINNIE… APPA TIDAK TAHU APA YANG MINNIE RASAKAN SELAMA INI. HIKS.. MINNIE SELALU IRI DENGAN TEMAN-TEMAN MINNIE YANG DIBUATKAN BEKAL OLEH UMMANYA KESEKOLAH. MERKA SELALU DIANTAR OLEH UMMA DAN APPANYA KESEKOLAH. MINNIE JUGA SELALU DIKUCILKAN KETIKA TAHU KALAU MINNIE TIDAK PUNYA UMMA!. SEMUA ORANG MENGATAKAN MINNIE ANAK PEMBAWA SIAL SEHINGGA UMMA PERGI!" teriak Taemin

"ba..by. appa tidak bermaksud…"

"HIKSS..APA KARENA ABOEJI? MINNIE TIDAK PEDULI DENGAN SIAPAPUN..HIKS.. jika Ajhuma memang Umma Minnie, tidak seharusnya Umma meninggalkan Minnie karena orang lain. HIKS..BERATI UMMA SAMA SAJA DENGA ABOEJI YANG TIDAK MENINGIKAN MINNIE…"

"MINNIE BENCI SEMUANYA…" Taemin berlari keluar restoran.

Deg

Yunho membeku. Dia tidak pernah menyangka Taemin akan mengucapkan kata itu

"Umma… umma mau kemana" Changmin menahan Jaejoong yang hendak mengejar Taemin

"Umma harus mengejar Taemin.. dia tidak bisa dibiarkan sendirian.."

"Jae.. biar aku yang mengejarnya. Min jaga Umma"

"aku ikut"

"tidak Jae. Lebih baik kau dan Changmin menunggu disini saja. Nanti aku kabari" ucap Yunho dan mencoba menyusul Taemin. Sedangkan Taemin terus berlari sepanjang jalan sambil menagis. Bahkan dia tidak tahu berlari sejauh apa. Udara dingin tidak dia hiraukan.

-AedaSha-

CKITTTTTT

"YAK.. APA YANG KAU LAKUKAN, KAU MAU MATI HAH…" Taemin terkejut dengan suara bentakan sesorang. Taemin kini berada di jalanan yang tidak terlalumai , tapi dia tidak sadar jika ada motor yang akan lewat dan hampir saja terjadi tabrakan. Taemin tidak berani melihat orang yang hampir menabraknya.

"Hei.. kenapa masih berdiri disitu. Cepat minggir!" tidak ada reaksi. Orang itu mendekati Taemin dan..

"yak.. kau lagi. Kenapa malam-malam berada disini. Anak kecil sepertimu seharusnya sudah ada dirumah" ya.. dia adalah Minho yang hampir menabrak Taemin

"Hiks.."

"hei kenapa menangis? Aish.. bocah ini. sudah jangan menangis.. nanti orang-orang mengira aku yang membuatmu menangis" panic Minho

"kenapa setiap bertemu denganmu aku sial terus.."gerutu Minho

"ja..jadi Hiks.. menurut Hyung aku juga pembawa sial. Kalau begitu maaf sudah merepotkan Hyung selam ini. Hiks.. aku janji aku tidak akan mengganggu Hyung lagi"

"Yak.. bocah… bu..bukan seperti itu. Asih.. sudahlah lebih baik aku antar kau pulang. tidak baik diluar malam-malam"

"akau tidak mau pulang Hyung…"

"jika tidak pulang kau mau kemana hah. Appamu juga pasti khawatir.. sudahlah.."

"Hyung… Hiks… aku benar-benar tidak mau pulang…."

"ada apa dengan bocah ini, sungguh merepotkan, baiklah…. Kau mau kemana sekarang?" tanya Minho. Taemin hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya.

"tujuan saja tidak tahu… kau kabur dari rumah hah?"

"…."

"cepat naik!"

"kita mau kemana?"

"ini sudah malam.. aku sudah lelah. Ummaku pasti akan mencemaskanku jika aku pulang terlambat. Dan tujuanku hanya satu, yaitu pulang kerumahku. Sudahlah cepat naik, jika tidak kau benar-benar akan aku tinggal dan kau tahu tempat ini sangat menyeramkan.. hi… dan jangan salahkan aku jika kau diperkosa namja hidung belang..." Minho mencoba menakut-nakuti Taemin. Ternyata jurusnya cukup amapuh dan Taemin langsung naik ke atas motor Minho.. "dasar Bocah"

-AedaSha-

Yunho kini diliputi rasa khawatir. Dia terus menyusuri jalan dengan megendarai mobilnya untk menemukan Taemin. Kini waktu sudah menunnjukkan hampir pukul 11, tapi tidak ada tanda-tanda Taemin ditemukan.

"baby dimana? jangan buat Appa khawatir." Yunho mencoba menghubungi ponsel Taemin tapi tidak aktif. Yunho semakin Frustasi. Yunho terus memperhatiakn kiri dan kanan jalan berharap menemukan Taemin, sehingga dia tidak sadar ada mobil dari arah depannya melaju kencang dan….

BRAKKKKKKK…...

T.B.C

Silahkan review….

Oh ya kemaren Dipa Woon nanya Dongwoon BEAST kah? Bener memang Dongwoon BEAST, aku sebenarnya bingung siapa cast yang menjadi karyawan Jaejoong. Trus aku lihat Ryeowook dan Dongwoon di "Super Idol Chart Show" melalui Youtube, ya udah aku langsung kefikiran mereka aja yang jadi castnya. Tapi sayang Dongwoon bakal ninggalin SICS, padahal aku suka banget sama mereka berdua..

Tanggal 18 juli kemaren juga ulang tahun baby Taemin… wah tambah gede aja nih maknae. semoga makin kece dan makin sayang ma SHAWOL..^-^

Special thank's:

Clein Cassie, MaxMin, , gothiclolita89, Kyuhyuk07, , zoldyk, Fuji jump910, shanzec, elfinexoplanet, honey-kimy, Je Park, Naoi Sora, , akiramia 44, meliarisky 7, Dipa Woon, Hana-kara, Shim JaeCho, Guest, , Riena, hana, zyln, meotmeot, azahra88, Oktavian, jujugoreng, Baida Aries, DahsyatNyaff, MPREG Lovers, ChientzNimea2Wind, ChwangKyuh EviLBerry, UMeWookie, 0212echy, , Manaka Chan, devimalik, lee mina, nabratz, TitaniumSP, lee Chunnie, PandaPandaTaoris, Tyahra Lau, , yunjaehole, miqajeje, teuki, runashine88, Kim-Jung-Hyewon, Kira is Jung Dabin Naepoppo, aprilyarahmadani

20 Juli 2014